Trending

Antara Benci Dan Cinta Menanggapi Tanda Cinta Dari Twitter

Tepat tiga hari lalu, twitter meluncurkan fitur baru. Perubahan besar? Jawabannya relatif. Twitter memutuskan mengubah logo bintang yang idientik dengan “memfavoritkan atau membookmark” sebuah twit, menjadi logo cinta alias hati. Sebutannya juga berubah menjadi likes.

Reaksi pun beragam. Sebagian mengaku tak menyukai perubahan ini. Penyebabnya karena karakteristik twitter dianggap tak cocok dengan tombol “suka” yang direpresentasikan dalam bentuk hati. Twitter memang sering dianggap sebagai sumber informasi menarik, alih-alih macam social media lain yang melibatkan orang dekat. Dengan perspektif itu jelas kurang tepat jika kita memberikan hati kita kepada orang yang tidak kita kenal secara dekat.

fitur lama bintang

Salah satu protes keras justru datang dari karyawan twitter sendiri. Peter Seibel, Senior Staff Engineer twitter melalui akun @peterseibel menyebut “Saya bekerja di Twitter namun tidak percaya kami telah mengganti tombol yang terasa lebih netral seperti “favorite” dengan tombol yang penuh makna (banyak dipakai).”

Di tanah air, praktisi humas bidang kesehatan Anjari Umarjianto punya pendapatnya sendiri. Menurutnya hal ini adalah upaya twitter untuk mendengarkan kebutuhan penggunanya. Tanda hati dianggap lebih personal dibanding dengan tanda bintang.

“tanda suatu brand mendengarkan customernya itu ketika ia memberikan experience baru, seperti perubahan tanda itu. saya suka perubahan tanda bintang jadi tanda hati. Hanya saja sayang twitter menggunakan kata likes yang notabene idientik dengan jempolnya Facebook” ujar pemilik akun @anjarisme ini.

Dalam pernyataan resminya, twitter secara jelas mengungkapkan hal ini. Mereka sedang berupaya meningkatkan enggament para usernya. Tombol bintang yang merepresentasikan kata favorit ini jelas-jelas menghambat interaksi para penggunanya, khususnya para pengguna baru.

Dari rilis resminya, twitter menyatakan bahwa kita semua bisa menyukai banyak hal (diwakili dengan penyataan likes dan logo hati), tapi tidak semua yang kita suka akan kita favoritkan (diwakili pernyataan favorite dan logo bintang seperti sebelumnya).

Meski baru resmi diluncurkan tiga hari lalu, fitur ini sebenarnya sudah diuji coba selama tiga bulan sebelumnya. Dan twitter melaporkan interaksi antara usernya meningkat secara siginifikan dan mendorong para pengguna baru lebih aktif.

fitur baru cinta

Ninin Damayanti Crative Editor Startup Opini.id mengamini perkara upaya twitter menyelamatkan diri di tengah gempuran sosial media lain. Menurutnya perubahan itu dikarenakan social media berlogo burung itu sedang mengalami fase jalan di tempat.

“Mungkin twitter lagi stagnan ya, jadi ikut-ikut Instagram atau tinder yang pake love-lovean begitu” kata pemilik akun @nagaketjil ini.

Harus diakui perkembangan jumlah pengguna twitter memang tak lagi semasif dahulu. Kecuali di negara paling cerewet di twitter macam Indonesia, pengaruh teks 144 karakter itu tak lagi sekuat sebelumnya. Di negara asalnya pun twitter tak mampu berkembang lebih jauh dari 66 juta pengguna saja. Survei yang berkaitan dengan pemilu di singapura juga menyebut, peran twitter jadi jauh mengecil dibanding sebelumnya dalam hal mempengaruhi pemilih.

Rendahnya akuisisi user ini salah satu penyebabnya adalah karena minimnya interaksi social media burung biru itu. Kecuali kita seorang selebritis, seringkali cuitan yang dilontarkan hanya berjalan di ruang hampa dunia maya. Tidak ada tanggapan dan interaksi lanjutan. Walhasil, dari hasil survei internalnya twitter menemukan bahwa penggunanya merasa sendirian di akun milik mereka. Efek sendirian Ini lah yang dihindari twitter, seperti diungkapkan Product Manger Twitter Akarshan Kumar.

“kami ingin membuat tiwitter lebih mudah digunakan dan ada reward (interaksi tombol hati) bagi para pengguna. Kami paham bahwa tanda bintang sangat membingungkan bagi para pengguna baru. Membingungkan karena didunia nyata, Kita bisa menyukai banyak hal tapi tidak semua kita favoritkan. Sebaliknya tanda hati (cinta) lebih universal dan diterima semua bahasa dan budaya. Hati juga lebih ekspresif yang memungkinkan kita untuk lebih terhubung antara satu sama lain” demikian pernyataan Akarshan Kumar.

Di sisi lain tak sedikit pengguna yang tak perduli dengan perubahan ini. Anggara Suwahju, pengacara yang juga mengelola akun @jakartabytrain mengaku tak pernah menggunakannya sedari bentuknya masih bintang. Jika ada yang dirasanya penting dan perlu dibookmark, ia lebih memilih membagikannya diemail.

“Dari dulu memang tidak pernah menggunakan fitur itu, fungsinya tidak begitu jelas buat apa. Kalau di facebook atau instagram memang saya fungsikan tombol hati dan suka itu” tuturnya.

Hal cuek lainnya ditunjukan oleh Karel Anderson, creative program detik.com. Ia tak ambil pusing dengan perubahan itu.

“kalau menurut gue twitter mungkin sedang jatuh cinta makanya diganti pakai love. Buat apa bintang banyak-banyak kalau gak ada cinta” ujar pemilik akun @karelanderson tersebut.

Yup, tanggapan memang beragam. Bisa jadi ini upaya twitter untuk merengkuh lebih banyak pengguna dan meningkatkan interaksi di dalamnya. Mari kita lihat apakah upaya ini akan berhasil! Kamu sendiri lebih suka yang mana, bintang atau cinta?

2 Comments

2 Comments

  1. Anggara

    November 6, 2015 at 10:39 am

    ada gue disini 🙂

  2. Nana

    November 8, 2015 at 9:17 am

    Udah bener itu pendapat si Akarshan, Twitter emang harus lebih manusiawi dan berfungsi selayaknya socmed yang berinteraksi.

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Tips Sukses dari CEO Apple : Jangan Buang Waktu Buat Urusi Masalah Orang

Menjadi sukses jelas jadi mimpi semua orang. Berbagai macam kiat pun kita lakukan untuk mendapatkan kesuksesan. Nah, baru-baru ini miliarder CEO Apple ins, Tim Cook berbagi salah satu tips sukses jika kamu ingin seperti dirinya.

Dilansir dari laman CNBC, miliarder ini berkata, jika kamu ingin sukses maka aturlah waktu sebaik mungkin. Untuk itu, beliau berpesan agar tidak menghabiskan waktu hanya demi mengurusi masalah orang lain. Dan ternyata, petuah baik tersebut ia terima dari pendahulunya, mendiang Steve Jobs. Cook mengatakan bahwa dulu ia pernah mendapatkan pesan dari Jobs untuk selalu mengatur waktunya sebaik mungkin.

“14 tahun lalu, Jobs pernah berbicara dan bepesan: ‘waktu Anda sangat sedikit, untuk itu jangan menghabiskan waktu tersebut untuk mengurus masalah orang lain,’ “ ujar Tim Cook.

Dengan melakukan hal tersebut, kita memiliki lebih banyak waktu untuk bekerja dan mempersiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk bekerja atau melakukan sesuatu. Untuk itu, ia berpesan agar semua orang mengerjakan apa yang ia sukai. Karena pilihan ini akan membuat pekerjaan tak akan terasa berat. 

“Ada pepatah yang mengatakan jika Anda melakukan apa yang disuka, maka Anda tidak akan pernah tidak bekerja sehari pun,” ujar Cook, masih dilansir dari laman serupa. 

Dan itulah yang juga selalu diterapkan olehnya di Apple, terbukti dengan hasil yang ia kerjakan berhasil membuat Apple bangkit kembali pada saat perusahaan ini diambang kebangkrutan. Dirinya juga menambahkan jika seseorang mengerjakan sesuatu yang disukainya, maka ia tidak akan pernah merasa terbebani saat jika harus bekerja lebih keras lagi.

“Anda akan bekerja lebih keras daripada yang pernah dibayangkan, namun itu akan tetap terasa ringan,” ujar dia.

Jadi jangan heran, kalau setiap hari CEO dari Apple inc ini selalu bekerja lebih keras dengan mulai bangun jam 4pagi setiap hari.

2 Comments

2 Comments

  1. Anggara

    November 6, 2015 at 10:39 am

    ada gue disini 🙂

  2. Nana

    November 8, 2015 at 9:17 am

    Udah bener itu pendapat si Akarshan, Twitter emang harus lebih manusiawi dan berfungsi selayaknya socmed yang berinteraksi.

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Hati-hati! Peneliti Bilang Cairan Rokok Elektrik Merusak Sel Pelapis Pembuluh Darah

Sejauh ini, banyak yang menilai jika rokok elektrik lebih aman dari rokok tembakau batangan. Padahal studi terbaru menemukan, jika cairan yang terkandung dari rokok elektrik dapat memberikan pengaruh buruk pada kesehatan jantung seseorang.

Yap, penelitian terbaru menemukan, cairan dengan varian rasa pada vape merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu. Dengan demikian, hasil ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung.

“Masyarakat berpendapat bahwa rokok elektrik lebih aman, padahal tidak selalu,” ujar penulis studi sekaligus pakar kardiovaskular, dr Joseph Wu, melansir dari CNN. Hal ini diyakini berasal dari bahan kimia penyebab kanker yang lebih sedikit dan rasa manis pada rokok elektrik yang dianggap tidak berbahaya.

Karena dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti itu termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan.

Para peneliti juga mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Dan dampak yang paling terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.

“Komponen rasa mana yang paling bertanggung jawab atas efek-efek ini serta cara kerjanya belum diketahui jelas,” ujar Wu.

Mengetahui hasil studi tersebut, sekelompok ahli kardiovaskular lain dari University of Massachusetts memberi saran kepada para peneliti untuk melakukan tes pada sampel hewan.

“Studi ini datang di tengah kekhawatiran yang berkembang bahwa produk vape dengan pilihan rasa mungkin lebih berbahaya daripada yang diperkirakan sebelumnya,” ujar mereka.

Karena sebelumnya, studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. 

“Kita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung,” ujar pakar kardiovaskular NYU Langone Health, dr Lawrence Phillips, mengomentari penelitian tersebut.

Akan tetapi, meski demikian, menurut Phillips, tindakan untuk membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. “Hal yang kita temukan adalah bahwa keduanya memiliki risiko kesehatan,” pungkasnya. 

2 Comments

2 Comments

  1. Anggara

    November 6, 2015 at 10:39 am

    ada gue disini 🙂

  2. Nana

    November 8, 2015 at 9:17 am

    Udah bener itu pendapat si Akarshan, Twitter emang harus lebih manusiawi dan berfungsi selayaknya socmed yang berinteraksi.

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Buatmu yang Menolak Mencuci Handuk Seminggu Sekali

Tak peduli handukmu masih wangi atau tidak, jika sudah seminggu, sudah ada bakteri yang berdiam diri disana. Dan ini berlaku juga untuk seprei yang menempel di kasur tempat tidurmu. Pada dasarnya, bakteri dan jamur akan mulai menumpuk setelah handuk digunakan untuk mengeringkan tubuh. Namun pertumbuhan bakteri dan kuman bisa melambat jika handuk tidak lembap atau segera dikeringkan setiap kali selesai digunakan. Agar lebih paham, kamu perlu tahu beberapa fakta yang terjadi atas handukmu bahkan sejak 3 kali pemakaian.

Bakteri Sangat Mudah Berlipat Ganda Pada Handuk Kita

Anggapan jika handuk hanya digunakan untuk menggosok tubuh setelah mandi, membuat kita berpikir bahwa kain tersebut tidak kotor kan? Lagipula ditaruhnya pun digantungan, sehingga besar kemungkinan ia terhindar dari debu atau kotoran lain. Tapi, itu yang kita bayangkan.

Padahal yang sesungguhnya terjadi, ketika kita menggunakan handuk selepas mandi itu akan jadi awalan untuk bakteri berkembang biak di sana. “Itu terus menumpuk saat kamu menggunakan handuk lagi, hari demi hari,” kata Chuck Gerba, PhD, profesor mikrobiologi di University of Arizona.

Bahkan nih, sebuah studi yang dipimpin oleh Dr. Gerba menemukan jika handuk bekas memiliki bakteri coliform 1.000 kali lebih banyak daripada yang baru dibeli. Ditambah lagi, bakteri menyukai lingkungan yang gelap dan lembab, sehingga mereka akan tumbuh subur di kamar mandi beruap dengan pintu tertutup, tempat dimana kita menggantungkan handuk. Dengan kata lain, handuk jadi salah satu benda tempat bakteri paling banyak bersarang.

Dan Hasilnya Bisa Membuat Kulit Infeksi dan Jerawatan

Ingat ya, menggosok wajah dengan handuk kotor membuat kita beresiko terkena infeksi. “Ketika kita menggunakan handuk dengan penuh semangat, kita sering menggaruk kulit tubuh dan wajah,” kata Dr. Gerba.

Nah kerusakan kecil di kulit kita — yang munkgin jarang diperhatikan — memberi jalan masuk bagi bakteri ke dalam tubuh. Namun, hal tersebut menjadi sesuatu yang “sangat tidak biasa” jika tubuh justru menerima penyakit dari handuk kita, kata Aaron Glatt, MD, FACP, FIDSA, FSHEA, juru bicara Masyarakat Penyakit Menular Amerika dan ketua kedokteran dan epidemiologi rumah sakit di South Rumah Sakit Komunitas Nassau.

Memang sih, kuman tersebut tidak membuat kita sakit. Tetapi kita jadi pihak yang justru menjemput penyakit dari handuk tersebut, dan mempersilahkan mereka berkembang biak dalam tubuh kita.

Maka jika cenderung berjerawat, itu artinya kita perlu untuk mencuci handuk setiap kali menggunakannya. Sebab, saat kita menggosok kulit dengan handuk, bersamaan dengan itu pustula kulit pun terbuka, hal ini sekaligus jadi jembatan bagi bakteri yang ada di handuk kita untuk menyerang kulit yang kemudian berubah jadi jerawat.  

Untuk Itu, Begini Cara Menjaga Handukmu Senantiasa Sebersih Mungkin

Meski katamu tak ada orang lain yang memakai atau menyentuh handukmu. Para peniliti dan ahli kulit yang namanya sudah disebutkan diatas, menyarankan agar kamu selalu mencuci handuk setidaknya setiap dua atau tiga hari sekali. Lebih dari itu, siap-siap saja akan ada mikroorganisme yang berkembang disana dan membuat handukmu kotor.

“Kita mungkin tidak sakit setelah menggunakan handuk selama dua minggu, tetapi bukan itu intinya,” kata Dr. Tierno. “Apakah kita akan mengenakan pakaian dalam yang kotor (kecuali ada keadaan darurat) setelah mandi bersih?” Ini sangat mirip dengan apa yang kita lakukan setelah beberapa kali memakai handuk dalam posisi yang masih kering. Dan tak hanya handuk, kamu juga diminta untuk membersihkan benda lainnya. “Saat kamu melakukannya, jangan lupa untuk mencuci barang-barang lain yang tidak cukup bersih juga”. sambung Dr.Tierno lagi. 

Selain kebiasaan untuk mencuci handuk pada durasi waktu yang sudah disebutkan tadi. Kita juga wajib memastikan jika handuk selalu dalam posisi kering setelah pemakaian. Ya, setidaknya taruh ia pada tempat kering yang bisa mengurangi kelembapannya setalah dipakai melap tubuh yang basah.

Alih-alih melipatnya, kita lebih disarankan untuk menjemurkan. Sehingga dengan begitu, kondisi handuk bisa tetap kering. Nah, sekarang kita sudah tahu bagaimana cara untuk menjaga kebersihan handuk kita. Jadi tak ada alasan lagi untuk tetap memakai handuk hingga berminggu-minggu lamanya. Tapi jika kamu memang ingin tubuhmu diserang kuman dan wajahmu jadi berjerawat, ya silahkan saja.

2 Comments

2 Comments

  1. Anggara

    November 6, 2015 at 10:39 am

    ada gue disini 🙂

  2. Nana

    November 8, 2015 at 9:17 am

    Udah bener itu pendapat si Akarshan, Twitter emang harus lebih manusiawi dan berfungsi selayaknya socmed yang berinteraksi.

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top