Trending

Angelica Simperler Stres Berat Perankan Keira, Wanita 7 Kepribadian

Aktris Angelica Simperler membintangi film terbaru berjudul Keira. Dalam film yang bergenre thriller ini, Angel, sapaannya, akan memerankan tokoh Keira yang memiliki tujuh kepribadian berbeda.

“Suatu tantangan buat aku walaupun awalnya awam banget tentang kepribadian ganda ini jadi suatu tantangan dengan tanggung jawab yang besar banget,” katanya seperti dikutip viva.com.

Demi mendalami karakter yang diperankannya, aktris 32 tahun itu bahkan menemui psikolog sebelum mulai proses syuting selama 12 hari di Lampung.

“Karena aku masih minim soal kepribadian ganda itu, waktunya mepet, aku ke psikolog sekali cuma nanya dasar-dasarnya, faktor dan gejala,” katanya. Ia bahkan mengaku sempat merasa tertekan dan menangis karena tanggung jawabnya untuk pekerjaan ini sangat besar sementara persiapannya minim. Beruntung proses syuting dapat berjalan secara lancar.

“Untungnya benar-benar dijagain banget dituntun, ada satu scene di mana kepribadian aku semuanya keluar di klimaksnya itu aku ulang berkali-kali sampai aku rasa memuaskan,” kata Angel.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Christian Bautista Resmi Nikahi Kat Ramnani di Bali

Telah bertunangan pada Oktober 2017 lalu, akhirnya Christian Bautista resmi mempersunting pujaan hatinya. Dilangsungkan secara tertutup pada Minggu, 18 November 2018 di Tirtha Bridal – Uluwati, Bali, gelaran pesta pernikahan tersebut dihadiri beberapa keluarga dan kerabat dekat. Beberapa artis dari Filipina pun terlihat datang ke Bali, termaksud seleb Indonesia sepertia pasangan BCL-Ashraf Sinclair.

Perjalanan cinta Christian Bautista dan Kat Ramnani, konon bisa dibilang cukup cepat. Keduanya saling mengenal di Amerika pada 2016. Setelah menjalin hubunan kurang lebih satu tahun, Christian melamar Kat di Italia pada 2017. Kini di penghujung 2018, keduanya telah resmi menyandang status suami-istri.

Sumber : https://www.instagram.com/patdy11/

Perempuan pilihan penyanyi asal Filipini ini adalah seorang wanita asli Filipina. Diketahui pula, bahwa Kat menempuh pendidikan di Amerika dan telah pindah ke Amerika sejak tahun 2002. Sebelumnya Ia berkuliah di Santa Clara University, California dan bukan seorang seleberiti melainkan sarjana lulusan Business Marketing & Communication.

Sumber : https://www.instagram.com/patdy11/

Tinggal di Silicon Valley, Kat juga pernah berkarir di Google. Bahkan dirinya pernah menjabat Community Manager, juga pernah bekerja di Apple dan Facebook. Mereka saling kenal ketika Christian sedang berada di Amerika. Terbilang jarang pulang ke Filipina, ternyata Kat tak tahu jika ia sedang berkenalan dengan seorang seleb. Hingga akhirnya, keduanya pun menjalin hubungan seperti biasa hingga kini sudah sah menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Tipe yang Mana? Suka Memantau Obrolan di Gawai Pasangan atau Berikan Dia Kebebasan

Saat sedang kencan, pasti ada momen dimana kamu merasa ingin sekali memeriksa gawai pasangan. Setidaknya kamu ingin tahu, saat tak sedang bersamanya, siapa saja yang mengobrol dengan pasanganmu ya…

Untuk sebagian orang, memeriksa atau memantau obrolan pasangan di gawai mereka bukanlah hal yang aneh. Justru lazim dan harus dilakukan. Sementara sebagian lainnya, mengaku tak sepakat kalau ranah privasi sebagai individu pun harus dibagikan ke pasangan. Semua itu kembali ke keputusan kalian saja. Hanya saja, kalau suatu kali kamu tak sengaja melihat daftar chat teratas di gawai pasanganmu justru bukan kamu, melainkan teman atau koleganya. Kira-kira, sikap apa yang kamu tunjukkan setelahnya?

Syukur-syukur kalau kamu bisa memahami. Berarti memang hubunganmu sudah sampai ke fase yang cukup dewasa. Apalagi soal memahami, bukan hal yang mudah. Jadi kalau memantau obrolan pasangan hanya karena kamu tak sengaja melihat sesuatu yang ‘janggal’ berdasarkan asumsimu, kamu sendiri akan bagaimana?

Ada Chat dari Lawan Jenis, Tetap Tenang atau Langsung Curiga?

Setiap orang tentu punya respon yang berbeda saat dihadapkan dengan urusan semacam ini. Ada yang langsung curiga, ada yang amarahnya langsung terpancing, atau ada juga yang tetap tenang. Memang ada baiknya coba dulu bersikap tenang. Tak usah dibawa overthinking terlebih dahulu. Belum tentu pasanganmu main hati.  Waspada ya boleh saja. Tapi disinilah kemampuanmu mengontrol amarah dan rasa cemburumu jelas sedang diuji. Kamu perlu ingat lagi, cemburu justru tak akan membuatmu bisa berpikir jernih.

Selanjutnya, Menurutmu Perlukah Mencari Tahu Mengenai Siapa-siapa Saja yang Mengontak Pasangan Kita?

Sebagai pasangan, kamu pasti ingin tahu apapun tentang pasanganmu, kan? Termasuk teman dekatnya. Nah, kalau situasinya ada lawan jenis yang tengah akrab dengan pasanganmu, dan kamu ingin mencari tahu, sejatinya hal itu lazim saja untuk kamu lakukan. Asal dengan cara-cara yang positif dan tak merugikan pihak manapun. Bisa saja kan, kamu hanya sedang diliputi cemburu padahal pasanganmu hanya berkomunikasi menyangkut pekerjaan yang sedang dikerjakannya sehingga pembicaraan dengan teman lawan jenisnya itu bersifat profesional.

Kalau Dia Sampai Mencari ‘Kenyamanan’ dengan Mengontak Teman Lawan Jenisnya, Mungkinkah Perhatianmu Terhadapnya Dirasa Kurang?

Kalau sampai kamu mendapati kenyataan jika pasanganmu memang mencari ‘nyaman’ pada temannya dibanding denganmu, maka tahan dulu emosimu.  Tanyakan dulu pada dirimu sendiri, benarkah memang waktumu terlalu kurang sampai ia mencari perhatian lebih dari lawan jenis yang lain? Atau, pikirkan kembali soal relasi kalian, benarkah dia memang serius padamu atau hanya ingin main-main?

Saat pasangan sampai ‘main hati’, maka bukan kamu yang sepenuhnya salah. Melainkan pasanganmu yang mungkin tak cukup dewasa dalam berelasi. Bila situasinya sudah seperti ini, menanyakan mengenai siapa saja teman lawan jenisnya tentu berhak kamu sampaikan.

Sembari Mencari Tahu Kebenaran, Agar Tak Membuatnya Tersinggung Jangan Pakai Kalimat yang Terkesan Memojokkan

Memutuskan membuka gawai pasangan atau tidak, semuanya ada di tanganmu. Tapi pasti ada saja pertanyaan yang kamu hendak tanyakan pada pasangan lantaran berdasar asumsi atau kecurigaanmu. Misalnya, saat membuka gawai, lalu mellihat nama lawan jenis lain selain kamu di daftar obrolan pesan singkatnya, dan kamu langsung menghujaninya dengan berbagai pertanyaan. Atau, memutuskan untuk tidak membuka gawai, tapi belum bisa mengontrol kecurigaanmu, bukankah sama saja?

Bagaimanapun, hindari untuk memojokkan pasangan dan memberinya banyak pertanyaan yang menyudutkan. Hal ini bakal membuatnya merasa sebal sekaligus jengah. Bisa jadi pasanganmu justru malah marah karena merasa tidak dipercaya dan dituduh yang macam-macam. Hal ini bisa memancing pertengkaran dan menciptakan konflik di antara kalian.

Atau Kalau Kamu Memang Gelisah, Lebih Baik Tanya Secara Langsung dan Mintalah Dikenalkan Saja Pada Temannya Itu

Diantara sekian banyak cara, pilihan yang paling relevan saat mendapati pasanganmu akrab dengan yang lain di gawainya yaitu dengan bertanya langsung.  Secara halus dan dengan intonasi suara yang datar, tanya siapa orang yang selama ini rutin bertukar pesan dengannya. Mintalah dikenalkan dengannya. Jika memang pasanganmu tidak memiliki hubungan spesial dengannya maka dia pasti gak segan untuk mengenalkanmu padanya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mau Sampai Kapan Habiskan Waktu untuk Media Sosial? Cobalah Rehat Sebentar!

Kami bisa menebak, saat terjaga atau terbangun di pagi hari nan cerah, pasti yang kamu cari adalah smartphone dan langsung membuka instagram. Setiap orang di era sekarang termasuk kami tentunya, menjadikan instagram salah satu sosial media andalan, bahkan kehidupan mereka dapat terekam secara esklusif lewat instagram stories. Moment berangkat kerja, peliknya kerjaan sampai macetnya jam pulang kantor menjadi beberapa konten langganan setiap user.

Tapi dibalik kebiasaan yang sudah menjelma menjadi rutinitas, tentu kamu mulai memikirkan bahwa efek dari sosial media tersebut sudah ke arah kecanduan. Pasalnya kecanduan media sosial dapat mengakibatkan perubahan karakter, pribadi sampai moodFacebook envy atau kecemburuan gara-gara facebook mulai dikenal sebagai istilah di mana seseorang mulai merasa iri dengan unggahan temannya di sosial media. Tentu ini kabar buruk yang harus kamu terima sebagai social media enthusiast.

Kalau kamu merasa tidak kecanduan dan hanya menjadi pengguna yang biasa-biasa aja, kamu patut bersyukur. Tetapi sebuah riset mengatakan bahwa ada jumlah kenaikan penggunaan sosial media. Riset pun menjelaskan kalau rata-rata lama pengguna memakai ketiga platform media sosial Facebook, Instagram dan Messengger adalah 55 menit, seperti dilaporkan The New York Times di tahun 2016. Ternyata ada kenaikan penggunaan rata-rata lama penggunaan sosial media loh, karena di tahun 2014 setiap pengguna hanya menghabiskan waktu 44 menit. Kemungkinan kenapa terjadi kenaikan karena fitur atau pengembangan sosial media yang semakin lama, semakin menarik.

Melihat peningkatkan waktu penggunaan tersebut semakin membuat kita tersadar, bahwa kenapa seseorang kerap mengalami candu di sosial media. Sebuah label buruk pun sudah disematkan lewat beberapa jargon, seperti generasi nunduk, mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat adalah dua istilah yang menggambarkan betapa buruknya sosial media dan smartphone itu sendiri. Situs dalam negri macam Tirto juga menjabarkan tiga hal apabila seseorang menjadi penyandu medsos seperti membawa pengaruh buruk ke pekerjaan dan pendidikan, mampu melukan persoalan pribadi karena medsos dan membuat kamu menjadi frutasi.

Sampai akun gosip tersohor sejagad lambe turah pernah mengunggah seorang anak merengek minta kuota kepada ibunya demi membuka instagram. Itu pun jelas, bahwa kecanduan medsos dapat membuat orang frustasi apabila tidak mengaksesnya. Apakah kamu sudah melihat gejala tersebut ada di dalam diri kamu? Lantas apakah libur sejenak dari sosial media dapat menjadi solusi atau menyadarkan bahwanya hidup itu lebih bermakna kalau bersosialisasi secara asli tanpa lewat perantara digital?

Kerap Menjadi Pembanding, Salah Satu Alasan Seseorang Rehat Dari Sosial Media Dari Pada Kepala Pening!

Dilansir dari lifehacks, para ilmuwan menyatakan bahwa kebanyakan orang pengguna sosial media mereka cenderung mengalami komparasi diri. Membandingkan diri mereka dengan kehidupan semua orang yang ada di daftar pertemanan diri mereka, hal ini pun dapat berdampak serius terutama bagi harga diri.

Salah satu contoh yang dijelaskan adalah ketika semua teman kamu sudah menikah sedangkan kamu, masih sendiri. Di saat seperti itu mungkin kamu merasa terisolasi dan kesepian. Lepaskan dari siklus semacam ini dengan berhenti bersosial media dapat membuat hidup kamu tak merasa kesepian.

Timbul Persaingan yang Tidak Sehat, Dari Pada Hal Ini Berlanjut Lebih Baik Rehat

Kamu merasa tidak ada persaingan dalam bersosial media? apabila kamu merasa seperti itu, apakah kamu kerap menghitung berapa jumlah likes atau comment di setiap posting yang kamu unggah? atau pernah merasa berfikiran, “padahal dia post begitu doang, kok like commentnya banyak ya?” saat kamu memperhatikan salah satu postingan temanmu.

Media sosial secara tidak sadar telah memunculkan sisi kompetitif, wajar kok apabila kamu seperti itu lantaran kata lifehacks dasar utama jejaring media sosial seperti Facebook untuk menarik perhatian ke posting yang kamu unggah. Jadi ada perasaan untuk mengalahkan postingan orang lain. Jelas saja ini tidak sehat, dapat menyebabkan kecemasan dan depresi.

Sosial Media Bisa Membawa Kamu Stres dan Bahagia

Berapa lama waktu yang kamu butuhkan dalam bersosial media? ketahuilah bahwa sebuah studi yang dilansir dari laman yang sama mengatakan, bahwa semakin besar kemungkingan seseorang untuk mengembangkan depresi disebabkan semakin banyak waktu yang dihabiskan di sosial media.

Di sisi lain jumlah waktu yang kamu habiskan secara langsung sangat berkaitan apakah kamu merasa stres atau bahagia. Itu saat tepat untuk detox media sosial. Awalnya akan berasa aneh, karena ini terkait perubahan besar lantaran mengakses medsos yang kamu lakukan setiap hari.

Ada Beberapa Bentuk Kepribadian Para Pecandu Medsos Terutama Instagram

Dibalik hegemoni sosial media yang menyerang sanubari orang dewasa sampai anak kecil, ternyata ada fakta unik yang diteliti oleh Kagan Kircaburun dan Mark D. Griffiths. Dilansir dari Tirto, penelitian yang dilakukan kedua orang ini menjelaskan apabila kepribadian dan karakter berpengaruh seberapa besar kemungkinan pengguna tersebut mengalami kecanduan terhadap instagram.

Lebih lanjut ia menjelaskan kalau orang dengan kepribadian extraversion (suka berbicara dan pandai bersosialisasi) dan neuroticism (tak stabil dan gampang marah) mereka memiliki ketergantungan terhadap instagram. Tetapi mereka yang memiliki kepribadian hati yang lembut atau sopan yang disebut  agreeableness cenderung mengalami candu kepada Instagram sampai-sampai mereka memperhatikan, memberi like sampai berkomentar unggahan foto diri pengguna lain.

Apakah ini relate dengan kepribadianmu?

Bersosialisasi di Dunia Nyata Lebih Indah dari Dunia Maya

Terhubung dengan orang secara langsung lebih baik dari pada secara onlineKarena itu jauh lebih baik, kamu harus membangun kontak dengan manusia secara langsung lantaran itu jauh lebih menarik dan berharga. Bagaimana dengan orang yang introvert yang kerap merasa tidak nyaman dengan berinteraksi secara langsung? Kamu dapat meningkatkan mood dengan keluar di depan umum!

Pergila ke taman, konser, bioskop apabila kamu lebih suka sendirian, itu lebih baik dari pada hanya mematung di depan gadget saja. Jika kamu juga ingin mendapatkan teman baru kamu bisa mencoba dengan berkenalan.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top