Community

Anak Tunggal Itu Sahabat Idaman, Ini 7 Alasannya!

Anak tunggal identik dengan sosok yang egois dan cenderung kesepian. Namun nyatanya tidak selamanya anak jadi anak tunggal adalah sebuah hal yang buruk. Kamu perlu tahu bahwa anak tunggal adalah sosok sahabat idaman bagi banyak orang. Kok bisa? Ini alasannya.

1. Dia Tak akan Bergantung Padamu

Anak tunggal memiliki banyak waktu dalam memberi diri mereka sebuah ruang untuk diri sendiri. Secara otomatis hal ini membuatnya menggantungkan diri pada dirinya sendiri. Jadi dia tak akan merepotkanmu dengan menggantungkan dirinya kepadamu sebagai sahabatnya.

2. Dia Sosok yang Cenderung Bijaksana

Anak tunggal cenderung memiliki sifat yang bijaksana. Dia terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri karena dia tak memiliki saudara untuk diajaknya diskusi. Sehingga dia pun akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari sebuah solusi yang terbaik dari yang baik.

3. Dia Tak Suka Hal-hal yang Bak Drama

Anak tunggal tak menyukai adanya drama dalam hidupnya. Baginya, drama adalah sebuah hal yang tidak perlu untuk dilakukan.

4. Dia Paham Bahwa Setiap Orang Membutuhkan Ruang untuk Sendiri Sehingga Dia akan Memberikanmu Waktu untuk Itu

Kesenderiannya selama ini mengajarkannya untuk paham bahwa setiap orang membutuhkan waktu dan ruang untuk sendiri. Karenanya dia akan memberikanmu waktu untuk hal itu.

5. Dia Cenderung Tidak Kompetitif

Anak tunggal cenderung tidak memiliki sifat kompetitif. Dia terbiasa menjadi anak satu-satunya dalam keluarga sehingga orangtuanya pun tidak pernah membandingkannya dengan saudaranya. Jadi kamu tak perlu takut dia akan merasa iri padamu lantas menjatuhkanmu, karena dia memang tak peduli akan hal itu.

6. Dia dapat Dipercaya Untuk Menjaga Rahasia

Anak tunggal memiliki kelebihan dalam menjaga rahasia. Dia lebih pandai dalam menjaga rahasia karena dia tidak memiliki saudara untuk berbagi cerita. Jadi kamu tak perlu khawatir untuk menceritakan rahasiamu kepadanya.

7. Dia akan Menyayangimu Layaknya Saudaranya Sendiri

Karena dia tak memiliki saudara dan seringkali merasa kesepian, dia pun butuh sosok yang bisa dijadikan saudara baginya. Karena hal itulah, sebagai sahabatnya, dia akan menyayangimu layaknya saudaranya sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top