Feature

Aku Tahu Hidup Pas-pasan Itu Tak Gampang Tapi Setidaknya Aku Tak Perlu Ngutang

Kamu mungkin sedang mencibirku atas gaya hidup yang kupunya. Katamu aku tak menikmati hidup, tak sepertimu yang memang tampak selalu bahagia. Ya, benar memang kamu sungguh tak salah. Aku memang tak sepertimu yang terlihat bahagia dengan segala hal mewah yang kamu punya. Bahkan tanpa kamu yang bilang, sesungguhnya aku sadar hidup pas-pasan yang katamu tak bahagia ini, bukanlah mimpi dari semua orang. Termasuk diriku juga. Tapi setidaknya sekarang aku paham, meski hidup pas-pasan memang tak gampang tapi ada banyak hal lain yang kudapatkan.   

Awalnya Kupikir Itu Hanya Candaan Tapi Sepertinya Kamu Semakin Sering Menjadikannya Bahan Cibiran

Kamu tahu sebenarnya aku bukanlah orang yang mudah untuk merasa tersinggung ataupun marah. Sebagai seorang teman kupikir rasanya wajar jika kita akan bertukar kritik atas kehidupan. Tapi suasananya menjadi berbeda, ketika ucapan itu semakin sering dilontarkan. Sungguh aku tak bermaksud untuk marah, karena kutahu setiap orang adalah guru bagi yang lainnya. Kita berhak menilai siapa saja sesuai dengan pandangan yang kita punya. Satu yang masih aku tak bisa terima, kamu menjadikanku bahan cibiran yang membuat hatiku semakin tak karuan. Untuk itu, rasanya hal ini memang patut kusampaikan.  

Semua Orang Mungkin Bisa Tertipu Akan Penampilan, Tapi Kenyataannya Tak Selalu Demikian

Seperti sebelum-sebelumnya, kamu masih menganggap penampilan adalah alat untuk menunjukkan kemampuan diri. Dan benar saja, disetiap kesempatan kamu memang terlihat lebih menawan. Dan dari tempat aku memandangamu, ada beberapa orang yang tiba-tiba berbisik “Tak semua buah bagus, manis rasanya”. Dengan masih tetap bingung aku memandangnya, hingga akhirnya paham akan hal yang barusan diucapkannya. Kita memang bisa saja telihat tampan dan anggun disegala kesempatan. Namun penampilan tak selalu jadi patokan, untuk menilai seseorang.  

Jika Katamu Bahagia Haruslah Mewah, Apalah Aku Yang Hanya Ingin Berkecukupan Saja

Berdampingan sebagai dua orang berbeda tentu jadi pengalaman baru bagiku dan kamu. Akhirnya aku tahu bahwa kita punya pandangan yang berbeda atas hidup yang kita mau. Tanpa merasa ada beban kamu sering bilang jika hidup yang bahagia tentu haruslah mewah. Kutarik bibirku melebar untuk sekedar tersenyum merespon ucapanmu. Setiap orang memang berhak untuk menyuarakan pendapat. Untuk itu aku ingin bilang bahwa kali ini kita tak sependapat. Bagiku hidup dengan berkecukupan jauh lebih baik daripada kata mewah yang kamu agung-agungkan.  

Hingga Suatu Kali Kamu Bilang Hidupku Nelangsa, Padahal Meski Demikian Aku Tetap Bahagia

Ini tentu bukanlah hal yang sederhana, karena untuk mengartikan kata nelangsa kita butuh waktu yang cukup lama. Sesuatu yang katamu jadi bentuk kesulitan tak selalu berlaku untuk orang lain. Sebaliknya hal-hal yang katamu terlihat sedih justru bisa jadi sumber bahagia bagi yang lain. Dan hal ini pula yang terjadi atas diriku yang tadi jadi bahan kritikanmu. Meski dimatamu hidupku terlihat sangatlah susah, justru aku jauh lebih bahagia. Karena untuk segala sesuatunya kita tentu punya ukuran yang berbeda. Kopi yang katamu enak belum tentu cocok untuk perut milikku begitu pula dengan arti kata bahagia dan nelangsa yang kita punya.  

Berbeda Denganmu Yang Punya Segalanya, Meski Aku Tak Tahu Darimana Asalnya

Memang sih kelihatannya kamu memang punya segalanya, barang mewah dengan nominal yang menakjubkan. Hingga kehidupan sehari-hari yang terlihat tanpa beban. Berbeda denganku yang harus susah payah mencari uang untuk sekedar makan. Tapi jika harus diminta untuk memilih, aku masih akan tetap berada pada hidupku sekarang. Dan untuk kehidupan bergelimang benda berharga sepertimu, aku sendiri tak tahu bagaimana caranya. Karena selama ini meski sudah giat bekerja, yang kupunya belum sebanyak milikmu.  

Ucapanku Tadi Hanyalah Sebuah Ujaran Yang Belum Tentu Benar, Untuk Itu Seharusnya Kamu Tak Perlu Marah

Tak perlu memasang muka masam untuk hal-hal yang tadi aku ucapkan. Lagipula aku hanya mengungkapkan apa yang sedang aku rasakan. Kalau memang salah mohon dimaafkan, tapi jika hal ini membuatmu marah mungkin benar. Meski untuk jawaban yang paling benar, yang tahu tentu hanya kamu seorang. Ujaran yang aku sampaikan hanyalah sebuah pandangan atas hidup yang sedang aku saksikan. Meski tak sepenuhnya benar, setidaknya itulah yang bisa aku simpulkan.  

Satu Yang Ingin Aku Sampaikan, Meski Hidupku Pas-pasan Setidaknya Aku Tak Perlu Ngutang

Aku pikir hubungan yang kita punya tak seharusnya renggang hanya karena perbedaan pandangan. Anggaplah bahwa kamu memang sudah di jalan yang tepat dengan segala yang kamu anggap benar. Tapi kamu juga perlu mendekatkan telinga kearahku untuk sekedar mendengar. Meski katamu hidupku susah karena tak punya apa-apa, setidaknya aku tak perlu susah payah untuk ngutang demi hidup yang katamu bahagia. Aku hanya ingin menjalani hidup sesuai dengan kemampuanku dan tak berniat memaksa diri untuk sesuatu yang memang diluar kemampuanku.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Untuk Kamu Para Introvert, Ini 5 Bisnis yang Cocok Banget Untuk Kamu Geluti

Apakah kamu termasuk pribadi yang introvert? Jika iya, jangan khawatir dengan pekerjaan apa yang cocok dengan kepribadianmu itu. 5 pekerjaan ini cukup cocok untukmu karena kamu tidak perlu terlalu banyak berbaur dengan orang lain. Apa saja sih, yuk langsung cek saja pekerjaan apa yang cocok untukmu.

1. Penulis

Kamu yang punya keahlian dalam menulis rasanya sangat cocok dengan pekerjaan yang satu ini. Kamu tak perlu membaur dalam keramaian. Cukup diam di satu tempat dan mencurahkan segala ide dan pikiranmu ke dalam tulisan yang ingin kamu hasilkan.

2. Fotografer

Pekerjaan ini memerlukan fokus yang cukup tinggi. Kamu akan lebih menghabiskan waktu untuk mengamati titik yang cocok untuk di-explore seperti memotret dan juga melakukan editing foto. Tak heran jika banyak introvert yang menggeluti bidang pekerjaan yang satu ini.

3. Web Developer

Kamu tak perlu langsung bertatap muka dengan klienmu jika kamu memutuskan untuk terjun dalam dunia pekerjaan yang satu ini. Contoh introvert yang sukses dalam bidang ini adalah Mark Zuckerberg dan Bill Gates.

4. Bisnis Online

Pekerjaan di balik layar yang satu ini juga cocok untukmu yang memiliki kepribadian introvert. Kamu tak harus bertatap muka secara langsung dengan klienmu. Kamu bisa mengembangkan usahamu secara online.

5. Toko atau Kursus Musik

Biasanya intrivert memiliki keahlian khusus di satu bidang. Jika kamu kebetulan memiliki keahlian di bidang musik, kamu bisa mencoba untuk membuka toko alat musik atau membuka kursus bermain musik. Sepertinya bisnis ini akan sangat menyenangkan karena sesuai dengan keahlian yang kamu miliki.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Duit Habis Selepas Lebaran? Ini 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan

Lelah setelah pulang dari kampung halaman, selanjutnya kita akan dipusingkan dengan isi dompet yang tak lagi bersisa. Yap, setelah lebaran, keuangan kita memang habis-habisan. Tapi ini mungkin dikarenakan kesalahan dalam hal mengatur keuangan menjelang Lebaran. Entah karena kita yang tak paham, atau memang ada banyak keperluan yang dadakan.

Alhasil, isi dompet akhirnya menipis. Padahal, menunggu hari gajian di bulan ini masih lama. Untuk itu, demi mengatasinya, ada lima hal yang bisa kita lakukan saat menghadapi ‘kantong kering’ selepas Lebaran.

1. Cari Tahu Penyebab Jeblosnya Saku

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu apa yang menyebabkan pengeluarkan kita membengkak. Entah itu karena jumlah angpao THR untuk para keponakan, atau hal lain yang dibeli tanpa perhitungan. Jika kita sudah tahu apa yang menyebabkan uang ludes begitu saja, kita bisa menghitung kemana semua uang perginya. Karena bisa saja ada beberapa keperluan yang lupa dicatat, namun jika sudah dihitung kembali, kita tahu kemana uang tersebut digunakan.

2. Hitung Berapa Banyak Kebutuhan Sebulan ke Depan

Karena hidup tak hanya sampai lebaran, hal lain yang perlu dihitung adalah kebutuhan hidup untuk sebulan ke depan. Catat semua pengeluaran dalam jurnal sebulan ke depan, lalu totalkan berapa banyak uang yang harus kita butuhkan. Jadi kita tahu, berapa banyak yang kita butuh, dan berapa banyak uang yang masih kita miliki.

3. Cari Langkah Lain untuk Menambah Pendapatan

Dilansir dari situs Lifehacker, selepas mengalami pengeluaran yang besar-besaran. Kita perlu melakukan sebuah tindakan yang bisa mendatangkan solusi untuk masalah keuangan. Misalya, dengan mencari sumber pendapatan lainnya. Mulai dari berjualan, menerima pekerjaan sampingan, hingga menekuni hobi yang sebenarnya memiliki potensi untuk bisa mengasilkan uang. Selama itu adalah sesuatu yang halal dan benr, tak ada salahnya untuk dilakukan.

4. Berhenti Mengeluh, Cari Solusi yang Bisa Jadi Jalan Keluar

Dengar, kamu mungkin menyesal karena membeli pakaian lebaran yang terlalu mahal padahal hanya dipakai di hari lebaran. Hingga beberapa penyesalan lain yang sebenarnya tak bisa diubah karena sudah terlanjur dilakukan. Jangan lelap dalam berbagai macam keluhan, segera bangkit dan cari jalan keluar. Karena sekeras apapun kita mengeluh tentu tak akan merubah situasinya. Tenangkan pikiran dan mulai berpikir untuk mencari jalan keluar.

5. Atau Coba Pinjam Uang ke Saudara atau Teman Kita

Meminjam uang jadi pilihan terakhir, jika memang situasi tak lagi bisa diatasi. Uang di saku sudah habis, padahal kebutuhan dan biaya hidup lain tetap harus berjalan. Meminjam uang bisa jadi bala bantuan. Dengan catatan, berusalah untuk meminjam ke pada keluarga atau teman terlebih dahulu. Karena, pada mereka biasanya kita tak perlu membayar bunga yang besar, sebagaimana pinjaman ke bank atau lembaga lainnya.

Jika sudah diberi pinjaman, jangan lupa untuk membayar sesuai kesepakatan. Jangan lewat dari tanggal yang dijanjikan, agar jika suatu saat kita butuh pinjaman mereka tak kapok untuk memberi bantuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pura-pura Kaya Supaya Beneran Kaya

Ternyata untuk bisa menjadi kaya, tak hanya bisa dicapai dengan kerja keras atau rajin menabung saja. Salah satu cara paling mudah adalah dengan pura-pura kaya. Jangan dulu emosi, ini bukan kata kami loh. Yap, ini adalah salah satu saran yang diungkapkan oleh seorang Guru Keuangan dan Jurnalis dari Korea Selatan, yakni Lee Suh Yoon dan Hong Jooyun.

Konon, pikiran positif akan membawa hasil yang positif. Karena itulah, mereka menyarankan kita untuk bisa berpikir positif bahwa kira ini sudah menjadi orang kaya. Hal tersebut dianggap bisa mendatangkan energi positif yang akan menarik lebih banyak uang.

Dalam bukunya The Having, lain dari kebanyakan pakar yang menekankan pentingnya menabung dan investasi, penulis wanita tersebut justru mengutamakan sisi emosional. Menurut keduanya, untuk bisa memiliki kekayaan seseorang harus merasa bahagia pada apa yang sudah dimiliki sekaligus mampu memakai uang mereka sesuai dengan perasaan tersebut.

Buku ‘The Having’ dimulai dengan pengalaman Suh Yoon menemui seorang guru keuangan misterius untuk bertanya apakah ia sendiri bisa jadi kaya. Suh Yoon sendiri adalah seseorang yang biasa sering memberi nasehat finansial kepada para ‘1%’ atau orang-orang terkaya di Korea Selatan.

Saat Hong Yoo Jun meminta sang guru tersebut untuk diwawancara, mereka pun berdiskusi bagaimana orang-orang biasa bisa punya banyak uang. Sang guru pun mengatakan jika hal tersebut bisa didapatkan dengan mudah dan cepat yakni dengan hidup seimbang dengan emosi mereka yang sebenarnya. Untuk menjadi kaya, disaranakan agar orang mengubah cara berpikir mengenai uang dengan pendekatan yang lebih emosional.

“Jika kamu menikmati uang dengan energi positif, kamu akan menarik lebih banyak uang. Energi adalah penyebabnya dan materi adalah efek yang mengalir dari itu. Orang kaya sebenarnya adalah mereka yang tahu bagaimana menikmati kebahagiaan ketika memakai uang. Seberapa banyak uang di dompet ketika itu tidaklah penting,” ungkapnya.

Nah, dengan kata lain para penulis buku tersebut mengatakan kita bisa menjadi seseorang yang kaya dengan berpura-pura menjadi kaya.

“Memiliki dimulai ketika kamu bisa fokus pada pikiran bahwa ‘sekarang aku punya uang’ bahkan jika kamu hanya punya satu dollar. Kunci untuk mengubah keadaan adalah emosi bukan pikiran,” lanjutnya lagi.

Selain itu, keduanya juga sepakat mengatakan jika setiap orang punya kemungkinan menjadi kaya dengan porsi yang sama. Sebagaimana setiap orang memiliki hak untuk mencinta dan dicinta.

“Semua orang dilahirkan dengan kualifikasi untuk menjadi kaya seperti mereka punya kualifikasi untuk dicintai. Jika kamu memperhatikan apa yang kamu inginkan, kamu secara natural menjauhkan diri sendiri dari pembelian yang terlalu boros atau mewah,” Pungkasnya.

Eits, tapi ingat ya. Pura-pura kaya yang dimaksud adalah sebuah sikap yang dinilai bisa mendatangkan pikiran positif pada diri, bukan yang bertujuan untuk pamer dan belagak sok di depan orang-orang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top