Feature

Aku Tahu, Banyak Hal yang Kamu Rindukan Saat Tak Punya Pacar!

Tak ada yang salah dengan jeda yang kamu pilih untuk menyendiri dulu. Menyembuhkan luka bekas pasangan terdahulu, atau memang sedang ingin menikmati waktumu. Biar bagaimanapun, setiap manusia tentu berhak untuk menentukan jalannya masing-masing. Pun begitu dengan kamu, yang nyatanya masih setia untuk duduk sendiri di pojokan kedai kopi.

Benar memang, tak punya pacar bukanlah akhir dari kehidupan. Sebab bahagia bisa datang darimana saja. Tapi biar bagaimanapun juga, pilihan untuk melenggang tanpa gandengan tentu kadang membuat hati rindu akan hangatnya sebuah genggaman.

Bukan, ini bukan tentang janji setia yang dideklarasikan mantan kekasih kemarin dan pada akhirnya terlupakan. Ini tentang hal-hal kecil yang sedari dulu sering kita lakukan.

Belakangan, kita mulai sadar, nyatanya ada beberapa hal yang selalu berhasil membuat rindu.

Ucapan Selamat Pagi, Siang, dan Malam Memang Biasa, Tapi Jika Itu Datang Darinya Rasanya Jelas Berbeda

Seolah sudah dibuat sesuai pola, barangkali ia memang hanya akan mengirimkan pesan yang sama setiap harinya. “Selamat pagi”, “Sudah Sarapan?”, “Sudah sampai kantor belum?”, hingga pesan-pesan lain yang kembali akan diulang keesokan harinya. Remeh memang, bahkan kadang terkesan tak berarti. Apalagi jika sang pasangan adalah sesorang yang sulit merangkai kata.

Tapi pelan-pelan kamu sadar, bahwa hal yang menghangatkan hati bukanlah isi pesan yang ia kirimkan. Namun, makna dari setiap kata yang berarti jadi sebuah kepedulian. Tanpa sadar, kita sedang jadi seseorang yang ia prioritaskan. Sebab selalu menyempatkan diri untuk tahu apa yang sedang kita lakoni.

Memberimu Sebuah Pengingat Untuk Tak Lupa Makan, Jadi Salah Satu Pemicu Nafsu Makan

Saat ini, kamu mungkin sering melihat seorang teman yang bertukar foto makanan dengan sang pacar. Lalu kemudian mendadak ingat, bahwa dahulu ada seseorang yang juga memintamu untuk melakukan hal yang sama. “Kamu makan apa hari ini?”, “Jangan sampai lupa makan siang ya!” Katanya untuk mengingatkan, agar kamu tak lalai dalam menjaga kesehatan.

Tak penting bagaimana ekspresi wajahnya saat meminta kita untuk tak lupa makan agar tak jatuh sakit seperti kekhawatirannya. Momen-momen begitu, selalu jadi sesuatu yang membuat rindu. Sebab, ada banyak sumber semangat yang berasal dari sana.

Bercerita dengan Sahabat Memang Bisa Kapan Saja, Tapi Dia yang Berstatus Pacar Memberi Energi yang Berbeda

Bos ditempat kerja sedang sering marah, rekan kerja yang membuatmu kecewa, hingga perkara-perkara hidup lain yang butuh dibagikan. Bukankah kita butuh seseorang? Benar memang, kita masih punya sahabat yang bersedia untuk mendengarkan. Tapi dia yang kita panggil pacar, selalu bisa memberi gambaran yang berbeda. Maka, meski hanya sekedar berbalas pesan lewat ponsel saja, rasanya selalu istimewa.

Mau duduk berjam-jam hanya untuk mendengar kamu berceloteh panjang, hingga tak akan protes jika kamu hendak meneleponnya tengah malam. Ia paham jika kita sedang butuh teman, dan hal itu pulalah yang selalu kita rindukan.

Hingga Dekapan Bersahaja yang Selalu Berhasil Membuat Diri Merasa Lega Untuk Semua Perkara

Percaya atau tidak, satu pelukan dari seseorang yang kita cinta selalu jadi obat penenang yang paling ampuh untuk semua masalah. Orang yang kita cinta memang tak hanya sosok pacar, tapi jika ternyata kita tinggal jauh dari keluarga, dirinya jelas jadi sesorang yang bisa kita peluk dengan mudah.

Atmosfir kekesalan yang barangkali sudah memuncak pada kepala, seketika bisa runtuh tatkala menyentuh dadanya yang bidang. Seolah bertugas jadi penenang pikiran, bahu dan pundaknya berhasil menghilangkan segala kekecewaan yang sedang kita pikirkan.

Tak Lagi Susah Payah Menunggu Waktu Kosong dari Temanmu, Sebab Ada Dia yang Siap Setiap Waktu

Coba hitung sudah berapa kali kamu batal mengunjungi suatu tempat, hanya karena sang teman membatalkan janji secara mendadak. Hingga pelan-pelan kamu sadar, bahwa kehadirannya memang tak sekedar jadi pasangan dalam hal perasaan. Lebih dari itu, ia juga jadi teman yang selalu setia untuk kita ajak bepergian kemana saja.

Tanpa perlu susah payah mengemis waktu, ia pasti dengan senang hati akan menyisihkan waktu untuk bisa selalu menemani langkahmu. Keberadaannya setiap kali kita butuh, jadi sesuatu yang selalu membuat rindu.

Dan Beberapa Pertanyaan Bernada Khawatir yang Selalu Ia Kirimkan, Tiap Kali Kamu Tak Ada Berita

Bagaimana rasanya, jika mengetahui ada sesosok orang yang begitu peduli padamu? Khawatir setiap kali kamu mengeluh sakit, hingga mengirimimu rentetan pesan hanya karena susah dihubungi dan tak memberinya kabar akan keberadaan. Suatu kali, kita mungkin akan berpikir ini berlebihan, sebab terlalu membatasi ruang gerak diri dan seolah dipaksa untuk selalu memberi kabar pada kekasih. Tapi sisi lain yang justru terlihat sebagai sesuatu yang manis adalah betapa dia sudah begitu sangat peduli pada keberadaanmu. Dan hal itu jelas jadi sebuah kenangan yang sulit untuk dilupa.

Pun dengan Tingkah Konyol yang Kadang Membuatmu Geleng-geleng Kepala, Tapi Selalu Membuat Rindu untuk Cepat-cepat Bersua

Mari kita buka-bukaan, untuk hubunganmu dengan sang pacar. Pasti ada satu masa yang kadang membuat diri merasa bodoh sekali. Berdebat hanya karena perihal tempat makan, bertengkar cuma karena lupa mengucapkan selamat malam, hingga cemburu hanya karena mantannya ketahuan mengiriminya pesan untuk bertanya perihal kabar.

Walau tak bisa dipungkiri juga, hal-hal semacam ini selalu berujung pada sikap saling memaafkan dengan gengsi yang masih ditahan.

Menahan diri agar tak menelepon lebih dulu, atau berpikir untuk mencari cara jitu apa yang bisa membuatnya luluh. Semua perbuatan-perbuatan kecil nan remeh itu, justru jadi sesuatu yang sulit untuk dilupakan, baik untukmu maupun dirinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dia yang Membicarakan Orang Lain di Depanmu Adalah Orang yang Akan Membicarakanmu di Belakangmu

Pernah dengar saran, yang kira-kira intinya begini, “Jangan mau main sama orang yang suka ngomongin orang, karena kalau kamu nggak ikutan, kamulah yang akan jadi bahan omongan”.

Beruntung memang jika kita bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran. Tapi, kita juga tak bisa menghindari orang-orang yang suka merusak suasana. Berbicara tentang orang lain di hadapan kita, untuk kemudian menjadikan kita bahan cibiran ketika tak bersamanya.

Sekilas, urusan membicarakan orang memang terlihat menyenangkan. Dia mungkin merasa bahwa dirinya jauh lebih dari segalanya dibanding orang yang sedang ia bicarakan. Sehingga merasa berhak untuk bersikap sok benar. Sulit untuk dibuat sadar, mencoba memberinya pengertian sering tak berarti baginya. Lalu kita harus apa?

Bahagia Kita Akan Selalu Jadi Cibirannya

Begini, orang-orang yang suka bergosip ria, adalah tanda hidup yang tak bahagia. Sehingga orang yang dilihatnya tampak hidup tenang dan aman-aman saja. Seringkali dijadikan bahan obrolan murahan yang tak berdasar. Entah itu mengkritik kehidupan kita, pekerjaan, sampai ke hal pribadi yang lainnya.

Seolah-olah kita selalu ada di pihak yang salah, sedangkan ia adalah seseorang yang benar tanpa cela. Ini sudah jadi pola pikir yang ia pakai, jadi tak perlu kita jadikan beban. Semua hal tentang orang lain, akan selalu ia jadikan bahan kritikan.

Lagipula Waktu Kita Terlalu Berharga untuk Memikirkan Dia

Daripada memikirkan dia yang sibuk bikin cerita halu tak benar. Lebih baik kita berbahagia, dan menikmati hidup dengan cara yang kita bisa. Jalani hari dengan sesuatu yang bermakna, dan optimalkan waktu dengan mereka yang membuat kita bahagia juga. Kunci rapat semua sela untuk orang-orang beracun yang tahunya hanya ingin mencela.

Karena biar bagaimanapun kita tak bisa merubahnya. Tapi bagaimana cara kita menanggapinya adalah pilihan dan tanggung jawab kita. Waktu dan pikiranmu terlalu berharga hanya untuk memikirkan dirinya.

Bahkan Meski Tak Menyinggung Perasaannya, Ia Akan Tetap Berbicara Semaunya

Berhadapan dengan si mulut besar yang suka ngomongin orang, memang tak akan ada habisnya. Sekalipun yang kita perbuat tak bersinggungan dengan dirinya. Ada saja hal yang salah untuk dikritik dan dijadikan pembahasan.

Tak perlu susah payah membuatnya percaya pada kita, jangan pula merasa butuh membantunya untuk berubah. Karena manusia seperti itu, sudah kebal oleh berbagai macam petuah. Yang ia tahu, dirinya adalah satu-satunya orang yang paling benar.

Daripada Menjadi Beban untuk Diri Sendiri, Lebih Baik Kita Pergi

Yap, berhubungan atau berteman dengannya hanya akan jadi sesuatu yang sulit. Diam dipikir tak bisa melawan, tapi ketika dilawan ia pasti akan bersikap lebih garang. Maka, balasan terbaik adalah menjaga jarak dari dirinya.

Tak perlu merasa tak enak hati, sekalipun ia adalah teman yang konon sudah dekat. Kita berhak untuk memilah-milah, kepada siapa saja kita akan berteman. Kalau dirinya memang terlihat menyusahkan, sebaiknya tinggalkan.

Dan Kalau Masih Tetap Menjadikan Kita Bahan Gosip, Sebaiknya…

Untuk kemungkinan lain, jika memang kamu sudah kehabisan kesabaran atas semua tingkah dan cerita-cerita tak sedap yang ia ciptakan. Silahkan buat keputusan besar yang sekiranya wajar untuk dilakukan. Menegurnya ketika bersikap tak baik secara langsung, hingga memintanya berhenti menjadikan kita bahan obrolan murahan yang tak benar.

Namun, jika ternyata apa yang kita sampaikan masih tak berarti apa-apa untuknya. Itu artinya dirinya memang adalah seorang pengarang cerita bohong yang handal. Sudah, tak perlu dekat-dekat dengan dia!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Usah Terlalu Diumbar, Kemiripan diantara Kalian Belum Bisa Jadi Jaminan Melenggang ke Pelaminan

Relationship goals yang dikira orang selama ini bukan hanya yang selalu membagikan foto-foto bahagia di media sosial. Ada yang beranggapan relationship goals adalah saat kamu punya pasangan dengan hobi, kebiasaan, dan aneka sifat yang sama denganmu. Karena kesamaan itu, menurutmu pasti tipikal pasangan semacam ini akan terus adem ayem dan tak ada masalah yang cukup berarti.

Nyatanya tak selalu demikian. Kesamaan sifat atau kesukaan tak menjamin kebahagiaan dan hubungan yang langgeng. Misalnya, kamu dan pasangan dikenal sama-sama keras kepala, kalau dipaksakan bersama yang ada satu sama lain lebih sulit menyesuaikan dan tak ada yang mau mengalah. Pusing sendiri kan? Untuk itu, kesamaan tak menjamin kebahagiaan.

Jangan Takut dengan Perbedaan, Hubungan Asmara Justru Lebih Berwarna untuk Dilakoni

Kita ambil saja contoh dari pasangan Nick Jonas dan Priyanka Chopra. Keduanya bukan hanya beda usia, namun datang dari budaya yang berbeda sekaligus karier yang bertolak belakang. Namun perbedaan yang dijalani keduanya malah berakhir indah. Sebagai orang Amerika, Nick perlahan-lahan belajar adat sang istri yaitu India sehingga pengetahuannya pun bertambah. Tidak sia-sia kan punya pasangan yang berbeda?

Perbedaan karakter pun baik. Menurut hasil penelitian yang pernah dipublikasikan oleh Psychology Today, pasangan dengan karakter beda justru lebih langgeng bila dibandingkan dengan pasangan yang serba sama. Ini karena pengalaman yang dirasakannya dalam hidup lebih bervariasi.

Kalau Sama-sama Perfeksionis, Hati-hati Ada Momennya Kamu Tersiksa Saat Salah Satu dari Kalian Berbuat Kesalahan

Ukuran perfeksionis seseorang sejatinya berbeda-beda. Ada yang perfeksionisnya tinggi, ada yang sedang-sedang saja. Tingkat perfeksionis ini dapat memengaruhi bedanya ukuran prinsip masing-masing. Yang sedikit fatal adalah kalau salah satu dari pasangan melakukan kesalahan, bisa jadi pasangan satunya lagi tidak bisa mentolerir dan menunjukkan kekesalannya secara langsung. Semoga saja kamu tak mengalami hal semacam ini ya kawan.

Sama-sama Dikenal Ramah dan Peduli Pada Orang Lain, Ada Masanya Kalian Langsung Cemburu

Menjadi pribadi yang baik ke sesama dan selalu memikirkan kepentingan orang lain terlebih dahulu memang sangat baik. Hanya saja, hati-hati, jangan sampai lantaran kamu sibuk peduli dan menolong orang, waktumu selalu habis untuk orang lain sementara pasangan yang memerlukan keberadaanmu justru tak mendapat respon sama sekali. Alhasil, muncul rasa cemburu. Kalau kamu tidak bisa memanipulasi pikiran sendiri, bisa terjadi konflik lho kawan.

Kalau Kalian Sama-sama Haus Prestasi, Siap-siap Saat Menikah Nanti Selalu Saingan Karier Siapa yang Lebih Tinggi

Misalnya kamu di kondisi kalau kamu dan pasanganmu adalah sosok yang sama-sama berpengaruh di lingkungan kerja. Jabatan kalian juga tinggi dan selalu bekerja keras demi suksesnya perusahaan. Akhirnya, kalian disibukkan dengan jadwal di sana-sini.

Tapi, kalian tak mungkin kan sibuk terus kan? Terlebih saat pacaran, tentu harus bisa meluangkan waktu. Pun saat berdiskusi, bukan berarti kamu dan pasangan jadi saling menyibukkan diri pamer prestasi masing-masing. Ada lho karakter seseorang yang tak mau kalah saat pasangannya berada di puncak karier. Apa iya kamu saingan dengan pasanganmu sendiri?

Pasangan yang Keduanya Romantis Namun Punya Sisi idealis, Kalau Sedang Bosan, Justru Riskan Membanding-bandingkan

Buat kalian, pacaran itu harus romantis dan mengupayakan yang terbaik. Kamu pun bersyukur karena kamu menemukan pasangan yang sama-sama mendukung dan mampu bersikap romantis satu sama lain. Mungkin idealisme semacam ini terdengar bagus.

Tapi hubungan itu juga tak bisa selalu romantis. Pasti akan ada masalah tertentu. Selain itu, kalau terlalu sering romantis dan kadarnya berlebihan, bukannya justru membosankan? Di saat yang bosan inilah, rentan membanding-bandingkan hubungan dengan pasangan lain yang kamu lihat. Kawan, berhentilah membandingkan. Tuntutan untuk meniru pasangan lain ke pasangan sendiri justru bisa jadi beban lho.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top