Feature

Aku Sayang Kamu, Tapi Ikut MLM Telah Mengubahmu!

Betapa senangnya ketika kawan itu menghubungi kembali. Sudah lama kami tak jumpa, hitungannya sudah berbulan-bulan atau bahkan tahun. Aku bahagia dia belum lupa kepadaku.

Dengan riang gembira aku menyambut ajakanmu untuk bertemu. Terbayang di kepalaku betapa serunya kita mengenang masa-masa indah yang telah lalu. Namun Apa yang terjadi justru di luar dugaanku.

Katanya Kangen, Mau Reuni, Setelah Bertemu Kamu Malah Presentasi

edit tulisan dengan kawan

Imajinasi sudah bergerak liar, ingin berbagi cerita kisah lalu dan kabar terkini. Ingin aku bercerita apa yang sudah aku alami selama ini. Betapa aku merindukanmu. Tapi nyatanya kamu malah sudah siap dengan notebook dan sejumlah berkas. Kamu presentasi apa yang sekarang sedang kamu kerjakan. Tidakah kamu ingin tahu kabarku dulu?

Kamu Lebih Percaya Leader Yang Baru Kamu Kenal Dua Bulan Lalu, Dibanding Aku Sahabatmu Dari SMA

menunjuk

Ternyata kamu membawa skema MLM alias multi level marketing alias penjualan berjenjang. Tidak ada yang salah dengan metode itu. Tapi ini hal yang baru buatku, wajar bukan kalau aku meragukannya? Apalagi banyak hal yang tampaknya perlu aku waspadai.

Namun kamu justru lebih ngotot. Bercerita tentang keberhasilan leadermu, uplinemu yang berhasil di bisnis ini. Kamu bahkan baru mengenal mereka beberapa bulan belakangan ini. Bagaimana dengan aku? Sahabat yang pernah berbagi segala hal selama bertahun-tahun. Tidakkah kamu mau mendengar pendapatku?

Fokusmu Cuma Rekrut, Tutup Poin, Dan Dapat Untung

isi form

Kamu cuma mendengarkan ceritaku sambil lalu. Kisah kita seperti ingin kamu percepat tanpa perlu diungkit kembali. Kamu begitu fokus untuk merekrut, mengajakku bergabung. Ceritamu berputar-putar soal tutup poin, ambil downline dan bisa dapat untung berapa. Mana persahabatan kita yang penuh kelucuan dulu?

Ketika Aku Ragu Untuk Bergabung, Kamu Menuduhku Tak Mau Maju

takut

Terus terang aku masih ragu. Aku bilang akan memikirkannya beberapa waktu lagi. Kamu justru mendesakku. Kamu menuduhku sebagai individu yang tak mau maju. Kesempatan harus dijemput, begitu katamu. Dengan mentalku yang sekarang, aku tidak akan jadi orang kaya. Begitu katamu.

Kamu Bilang Mau Traktir Aku Makan Malam Mewah, Setelah Datang Ke Hotel Malah Disuruh Ikut Presentasi

reward

Seminggu kemudian, kamu mengajak untuk bertemu kembali. Kali ini di sebuah restoran hotel mewah. Aku tersanjung, kamu bilang ingin menghabiskan waktu berbincang di tempat istimewa kalangan menengah atas ini. Terbayang kita makan dan berbincang secara privat.

Tak dinyana, sesampainya disana penuh dengan orang. Jumlahnya lebih seratus. Aku duduk semeja dengan orang-orang yang juga sama bingungnya. Kamu bahkan menghilang, sibuk dengan kawan-kawan barumu. Acara dimulai dan aku lagi-lagi harus mendengarkan presentasi

Katanya Keuntunganmu Bisa Membeli Kapal Pesiar, Rumah Mewah, Mobil BMW, Tapi Kamu Pulang Naik Motor Bebek

motor

Luar biasa presentasi itu. Kawan-kawanmu sungguh orang-orang yang berhasil. Ada yang punya mobil baru, rumah mewah, bahkan kapal pesiar hingga pesawat jet. Itu semua dari hasil bisnis MLM kamu. Aku terpana.

Tapi pemandangan berbeda kutemui seusai acara. Sebagian besar pulang mengendarai motor bebek. Tak ada kendaraan mentereng. Kamu? Memilih pesan ojek online!

Aku Rindu Celoteh Nakal Sosial Mediamu, Sekarang Cuma Ada MLM Dan Produknya Di Timelinemu

gadget

Aku putuskan untuk tidak ikut menjadi member MLM itu. Kamu tak lagi mengajak bertemu. Seperti kemarin aku Cuma bisa menikmati unggahan di sosial mediamu. Tapi semua berubah, dulu kamu suka berceloteh nakal yang membuatku tersenyum membacanya. Sekarang isinya Cuma MLM dan produkmu. Wahai sahabatku, aku sayang padamu, tapi ikut MLM itu telah mengubahmu.

36 Comments

36 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

  23. novi

    July 30, 2017 at 12:36 am

    klo paytren punya ust. yusuf mansur termasuk MLM bukan ya ? udah ada yang punya pengalaman gunain paytren ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Gambaran Kemesraan Pasangan Baru Menikah yang Bikin Gemes

Awal pernikahan merupakan masa yang manis untuk dikenang. Kamu akan menikmati waktu yang lebih banyak dengan pasangan. Tentunya kamu pun akan lebih banyak melakukan kegiatan apapun bersama dengan pasanganmu. Nah, berikut ini adalah 10 gambaran kemesraan pasangan baru menikah yang bisa bikin kamu gemes dan baper abis.

1. Cukup Menggunakan Kode Kedipan Mata

Kamu dan pasangan tak lagi membutuhkan banyak kata untuk menyampaikan apa yang kamu atau pasanganmu inginkan. Dengan perbuatan dan juga tatapan mata itu sudah mampu menyampaikan banyak makna.

2. Istri Kerap Bertingkah Manja

Seringkali istrimu akan bertingkah sangat manja padamu. Mungkin dengan selalu memintamu untuk memberikan pelukan atau ciuman yang berlangsung secara random. Namun kamu pun tak pernah merasa terganggu, justru kamu lebih sering rindu.

3. Memiliki Keromantisan Tersendiri yang Unik

Seringkali bertingkah konyol dan aneh, namun hal itu justru menjadikan hubunganmu dan pasangan menjadi lebih erat lagi. Mungkin kamu dan pasangan tak memiliki selera keromantisan layaknya orang pada umumnya, namun cara konyolmu dan pasangan justru membuat hubungan menjadi lebih menggemaskan.

4. Lebih Suka Menghabiskan Waktu di Rumah

Kamu dan pasanganmu justru akan lebih suka menghabiskan banyak waktu di rumah dibanding bepergian ke suatu tempat yang ramai. Setidaknya kalau kamu dan pasangan di rumah kan dunia serasa milik berdua dan tak ada gangguan dari orang lain.

5. Sering Menjadikan Pasangan Bantal atau Selimut

Jika sudah menikah semua hal juga sah-sah saja untuk dilakukan berdua. Tak jarang baik kamu maupun pasanganmu sering menjadikan satu sama lain sebagai bantal bahkan selimut.

6. Tak Lagi Memerlukan Guling

Karena sudah ada teman untuk menemani tidurmu, kamu tak lagi membutuhkan guling untuk kamu peluk. Karena posisi guling kini sudah digantikan oleh pasangan halalmu.

7. Pujian Kecil Mampu Membuat Pasangan Merasa Dicintai

Misalnya saat sang istri atau suami sedang bersiap untuk pergi ke suatu tempat, lantas salah satu dari pasangan mengatakan bahwa kamu tak perlu dandan terlalu wah, karena apapun keadaanmu, kamu tetaplah cantik atau tampan. Pujian seperti inilah yang membuat hati pasangan tersentuh. Penerimaan atas apa adanya pasangan adalah sebuah penghargaan paling berharga dalam sebuah hubungan.

8. Selalu Bersama dalam Keadaan Apapun

Baik dalam keadaan susah maupun senang, kamu tetap bersama dengan pasanganmu. Misalnya saat pasanganmu sakit, kamu setia merawatnya dan memberikannya perhatian, begitu juga sebaliknya.

9. Istri Tak Ingin Ditinggal Tidur Duluan oleh Suami

Konyol banget sih kelihatannya. Namun hal ini juga biasanya terjadi loh pada pasangan yang baru menikah. Seringkali para istri tak ingin ditinggalkan, walau hanya ditinggal tidur suami duluan.

10. Suka Mengenakan Pakaian Pasangan

Sebenarnya kamu mengenakan pakaian pasangan bukan karena butuh untuk mengenakannya. Kamu hanya ingin mencium aroma tubuh pasanganmu yang melekat di pakaian miliknya.

36 Comments

36 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

  23. novi

    July 30, 2017 at 12:36 am

    klo paytren punya ust. yusuf mansur termasuk MLM bukan ya ? udah ada yang punya pengalaman gunain paytren ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Cara Membuat Kue yang Lezat dan Bikin Siapapun Ketagihan

Kue adalah salah satu jenis makanan yang banyak disukai orang. Tak heran jika kamu akan menghabiskan cukup banyak uang untuk membeli kue di hari yang spesial. Padahal sebenarnya kamu juga bisa loh membuatnya sendiri di rumah. Kamu bisa bebas memilih bahan yang berkualitas juga tentunya.

Nah, untuk itu tak ada salahnya kamu mencoba 7 cara membuat kue yang bisa bikin banyak orang ketagihan ini.

1. Mulailah dengan Belajar Resep yang Sederhana

Sumber : IDN Times

Sebagai pemula, kamu bisa mulai dengan mempelajari resep yang sederhana terlebih dahulu. Buatlah kue yang memang mudah dibuat, seperti bolu kukus atau cupcakes. Lambat laun pasti kamu akan terbiasa dengan resep yang lebih sulit dibandingkan resep sebelumnya.

2. Jangan Lupa Perhatikan Takaran Bahan yang Dipakai

Sumber : Rawpixel

Pastikan takaran bahan yang kamu pakai benar-benar tepat. Jangan asal mengira-ngira saja. Lebih baik gunakan timbangan untuk mengatur takaran agar tak meleset dari resep yang sudah ada.

3. Pilih Bahan yang Berkualitas

Sumber : picjumbo.com

Kue yang enak tentu terbuat dari bahan yang berkualitas. Karenanya usahakan untuk selalu memilih bahan yang berkualitas ya untuk kue yang akan kamu buat. Pastikan semua bahan dalam keadaan yang baik.

4. Atur Temperatur Oven dengan Tepat

Sumber : Pratesi Living

Hal lain yang harus kamu perhatikan adalah temperatur oven. Jika temperatur oven sempurna, maka kematangan kue pun akan sempurna. Jangan menyepelekan hal yang satu ini. Karena sudah banyak kasus kue tak matang sempurna karena kesalahan dalam mengatur temperatur oven.

5. Pastikan Waktu Memasaknya Pas

Tak hanya temperatur oven saja yang harus diperhatikan, waktu memasak pun perlu mendapat perhatian khusus. Jika waktu idealnya 30 menit maka masaklah dengan waktu tersebut. Karena jika kamu memasaknya terlalu cepat atau terlalu lama, hal itu akan berimbas pada hasil kematangan kue buatanmu.

6. Pastikan Resep yang Digunakan Memang Sudah Tepat

Senjata utama dalam membuat kue ada pada resepnya. Karena itu usahakan untuk memilih resep yang benar-benar sudah tepat. jangan mengikuti resep yang hanya abal-abal saja.

7. Dinginkan Kue dengan Baik Setelah Matang

Yang terakhir dan tak kalah pentingnya adalah proses pendinginan kue. Jangan lupa diamkan dulu kue di loyang sebelum kamu keluarkan, kurang lebih selama 5 menit. Setelah itu kamu baru bisa memberikan topping sesuai keinginanmu.

36 Comments

36 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

  23. novi

    July 30, 2017 at 12:36 am

    klo paytren punya ust. yusuf mansur termasuk MLM bukan ya ? udah ada yang punya pengalaman gunain paytren ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Laudya Cynthia Bella Kini Berusaha Tegar Walau Sempat Sakit Hati Saat Disinggung Soal Kehamilan

Rumah tangga Laudya Cynthia Bella dengan Engku Emran seakan tak pernah lepas dari sorotan masyarakat. Hal ini akhirnya sempat membuat Bella untuk menutup kolom komentar di Instagram apalagi dirinya mengakui tersindir oleh pertanyaan mengenai kehamilan.

Lantaran sebagian warganet mempertanyakan keputusan Bella, ia pun mengungkapkan alasannya lewat channel Youtube Rans Entertainment.

“Aku sering banget kerja ke Jakarta kan, aku pulang segala macam. Terus banyak banget komentar yang kayak, ‘Kak Bella, gimana mau hamil kalau sering ninggalin suami?’,” ungkap Laudya Cynthia Bella.

“Jujur, awal-awal nikah digituin kan langsung sedih ya, ‘Kak Bella sudah lama nikah kok enggak hamil-hamil?’ ‘Kak Bella suaminya kok ditinggal terus, nanti diambil orang lain lho’. Aku inget banget itu, tentang suami terus (pertanyaannya). Akhirnya aku limit,” ujarnya sembari mengenang komentar warganet itu.

Bella tak menampik dirinya sempat sakit hati saat membaca komentar dengan nada menyindir soal kehamilannya itu. Namun kini, ia memilih bersikap tak peduli dan berfokus dengan kehidupannya sendiri. Bahkan, wanita kelahiran Bandung itu sudah membuka kembali kolom komentar Instagram-nya.

“Kalau sekarang sih aku sudah Lillahita’ala ya. Aku pergi (ke Jakarta) saja sudah diizinin suami, anak rezeki dari Allah,” tutup Bella

 

36 Comments

36 Comments

  1. rudy

    February 7, 2016 at 11:22 am

    Hmmm cuci otak dari trainer MLM biasanya bilang pekerjaan menjusl mimpi ini mudah krn dikerjakan dlm waktu senggang/leasure time… tidak ada biaya!!
    padahal anda membayar dg social cost yg tinggi sekali, tapi itu tdk akan prtnsh mereka perhitungkan sbg biaya.

    • wesly a simanjuntak

      February 20, 2016 at 10:44 am

      nice, intangible cost is not a cost for them

    • Joe

      March 11, 2016 at 9:56 am

      Melow dan sensitive person yang membuat cerita ini .. LOL, Tidak ada yang salah sama sekali dengan Bisnis Jaringan/Network Marketing/MLM, Bisnis MLM dan Bisnis Francise seperti Mc Donald, starbuck, alfamart, Indomart dll apa bedanya? “tidak ada bedanya sama sekali” Francise butuh modal besar, MLM modal kecil…soal berhasil tidak berhasil itu semua adalah bisnis, seberapa besar usaha kita yang kita limpahkan akan semakin besar apa yang kita dapatkan, itu semua berlaku buat semua bisnis, tapi tidak berlaku bagi seorang karyawan yang tentunya tidak mempunyai kebebasan dalam mengejar impian kecuali naik gaji:) dan mungkin hanya 10 % karyawan yang bisa kaya raya (dengan tidak korupsi)…. Coba terjun minimal 3 Tahun di MLM dan anda akan merasakan perubahan karakter dan kehidupan yang luarbiasa, jangan hanya bergabung 3-12 bulan lalu berhenti karena belum bisa beli pesawat terbang hehehe….anjuran: baca buku GO-PRO

      • Joe

        March 11, 2016 at 10:00 am

        Btw saya terjun di 4Life sudah 3 tahun lebih 🙂 FB Page: 4Life research, together building people

        • ara

          March 20, 2016 at 8:39 am

          promo lagi… heuh

  2. Ares

    February 7, 2016 at 5:44 pm

    Pernyataan yang relatif dan terpaku pada subjek. Tetap saja ada perusahaan MLM besar di luar yang membuat tenaga pemasarannya terbayar dengan baik, dan apa arti “cuci otak”? Memberi informasi kitab suci penganut agama satu kepada penganut agama yang yang lain juga terdengar seperti “cuci otak” bagi yang tidak bisa menerimanya.

  3. Bang Miji

    February 8, 2016 at 9:06 am

    MLM alias Multi Level Marketing hanyalah satu cara pemasaran diantara cara2 yang lainnya. Jadi tidak ada yang salah dengan MLM itu. maaf dalam hal ini kita tidak bicara Money game ya.
    Banyak sekali orang telah merubah hidupnya melalui MLM baik ekonomi, sikap dan sosialnya. Kalau soal gagal maupun sukses itu bukan MLMnya tapi tergantung kepada sikap dari pelaku pelaku MLM itu sendiri.
    Yang sukses akan bercerita hal-hal positif dan yang gagal akan bercerita hal2 negatif tentang MLM. Yang tidak menjalankan MLM ikutan komentar sesuai referensi yang masuk kepadanya.

    • babyme

      February 8, 2016 at 10:18 am

      totally agree

      • Lizzy

        February 8, 2016 at 9:53 pm

        Memang salah ya kalau kerja di mlm. Padahal tujuannya adalah sama2 maju dan tdk mengambil keuntungan malah diajak maju bersama mungkin caranya yg salah dalam presentase hehee

        • didik

          February 10, 2016 at 9:58 am

          karena “mereka” menganggap kita yang tidak mau ikut MLM adalah orang yang tidak mau maju

          • dimas

            February 13, 2016 at 5:07 am

            benar banget

    • okta

      February 17, 2016 at 8:44 am

      100% agree ???

  4. babyme

    February 8, 2016 at 10:17 am

    orang2 yg belum paham dengan skema MLM yg sebenarnya pasti menganggap negatif.Agree,ga ada yang salah dgn MLM..banyak kok yg sukses dbisnis ini..Orang2 sukses memulai hidup mereka sengan Dream Big,so bermimpilah sebesar2nya..?

    • okta

      February 17, 2016 at 8:45 am

      ?????

  5. Risda Djambek

    February 8, 2016 at 8:54 pm

    MLM seperti orang usaha, juga ada jalan masing masing. Sekarang banyak produk2 yg masuk dengan cara MLM. Dengan iklan yang fantastis di FB. Juga penjelasan latar belakang, para pembicara, dg hal hal sukses yg dicapai nya. Umumnya para hadirin yg tertarik kaum muda yang sangat energic dan mampu berbahasa asing. Karena selama presentasi juga dalam bahasa asing. Hanya saya produk produk yg dipromosikan yg di claim sebagai temuan temuan para ahli ini dan ahli itu. Masih perlu dipertanyakan. Sebaiknya selektif, dan tidak lupa juga mengembangkan bakat dan pengetahuan yang sudah dimiliki.

  6. aki

    February 8, 2016 at 10:43 pm

    yang mau order silakan lho..
    tapi lebih murah jadi member…

  7. Anonymus.D

    February 9, 2016 at 11:26 am

    Potret realita dari perubahan seseorang.. tidak banyak, namun tidak juga sedikit yang mengalaminya.. bagi yang tidak merasakan, mungkin tentu saja dapat berpikir positif.. namun bagi yang merasakan, mengalami persis, tidak ada hal lain yang sangat2 menyedihkan dimana melihat teman, sahabat, yang dari dulu susah senang bersama.. berubah, menjadi seseorang yang tak segan membuang, mengacuhkan silaturahmi dan persahabatan hanya karna tidak satu visi dalam hal itu, atau hanya karna satu penilaian “tidak prospek” rasa solidaritas, care dan kenangan yang ada lenyap begitu saja tak berbekas.. bahkan tidak jarang rasa hormat terhadap persahabatan itu sirna..

    • Ark

      February 9, 2016 at 7:36 pm

      setuju,, saya baru menyadarinya satu tahun terakhir ini. Upline saya bahkan ndak berani bertegur sapa sekedar hahahihi lagi. padahal kakak kelas saya. Saya memutuskan berhenti dari pekerjaan jual mimpi ini. Sesuatu yang terlalu dipaksakan menurut saya tidak baik. Semua orang punya jalan mimpinya tercapai masing-masing.
      kalau saya, yah saya sama downline2 yang masih berkontak dengan saya sih saya tetap hahahihi, toh mereka masih suka pakai produknya, saya cuma bantu membelikan, mereka saya kasih harga member. Itu lebih berharga, tak ternilai dengan uang, silaturahmi kami. Saya tak mengambil untung, poin toh hanya segelintir saja tidak akan memberi prosentase akhir bulan. Tapi saya jauh lebih bahagia karena tidak lagi dikejar deadline harus punya kaki downline dan Poin sekian ribu, menghabiskan jutaan rupiah demi mimpi mereka, para upline.
      Saya lebih gak tega sama rekan-rekan yang gak mampu tapi harus terpaksa membeli barang atau ikut pertemuan kecil sejenis presentase yang sebenarnya tidak perlu rutin mereka ikuti karena isinya sama.
      Walaupun demikian, paling tidak saya sudah punya sudut pandang dan pengalaman baru. Namun, bila diajak kembali, saya pastikan saya tidak ingin teman-teman saya “terpaksa” membayar mimpi saya dengan uang mereka bukan mimpi mereka sendiri.

    • Prass

      February 11, 2016 at 4:57 pm

      Setuju bgt!!!..bahkan ada beberapa member yg akhirnya melek…dan meninggalkannya…padahal dulu mereka getol bgt presentasi…

  8. oschii

    February 9, 2016 at 1:46 pm

    Tdk separah itu juga kalee….ada saat bercanda, main, ngobrol…ada jg saatnya kerja/presentasi, ibarat org kerja kantoran begitu pula dgn MLM…saatnya kerja gk mgkn diajak bercanda dan ngerumpi…negara kita mmg tertinggal jauh dlm hal apapun…termsk industri MLM, negara lain sdh sampai ke bulan, negara kita msh saling mencurigai…cobalah dirubah sedikit cara pandangnya..

  9. erikson

    February 9, 2016 at 7:45 pm

    hhhh ingat mlm ingt teman it y pnting jgn pada saat bersama mlah membahas MLM bedakan waktunya…. gk slamanya MLM it bs membuat mu sukses tp krn km terlalu fokus km bs khilangan teman/sahabat y bs membantumu utk sukses
    😀

  10. wawantoro

    February 9, 2016 at 7:51 pm

    intinya dari tulisan ini..betapa hasrat untuk menjadi kaya, sukses dan berhasil..telah mengenyampingkan arti teman yang sesungguhnya…saya tidak menyalahkan MLMnya atau semua yang ikut MLM…
    tapi, beberapa anggota dari MLM tersebut telah memakai metode pendekatan yang kurang tepat..( High Pressure Selling ) metode kuno dan sudah lama di tinggalkan..
    cobalah rubah metodenya..boss saya pernah bilang..bertemanlah dengan orang baru satu orang setiap hari, pastikan kamu mengenalnya dan dia mengenalmu secara baik…ingat BERTEMAN..teman dalam arti sesungguhnya..tidak membebankan sesuatupun terhadap mereka, dan mereka tidak membebankan sesuatupun kepada kita.
    jadi..perbanyaklah teman, perbanyak silaturahmi…masalah rezeki , kesuksesan, kekayaan… itu rahasia ilahi…jika tidak di MLM yang sedang di ikuti , mungkin dari bisnis yang lain…

    • Abdul Hakim

      February 16, 2016 at 8:13 am

      Kalimat yang bagus bos, izinkan saya untuk quote kalimat bos ente. Trims

  11. Josh Wintour

    February 9, 2016 at 9:25 pm

    Hahaha,kalo mau bisnis ada cara caranya, buat aku mudah mudah saja, jika bertemu teman atau keluarga tidak membicarakan pekerjaan kita, jika kita di tanya mengenai pekerjaan atau bisnis, jawab aja nanti aja, enjoy makanan dan kita bicara yang rame rame saja hahaha. Never talk about your business at first meeting, find a suitable moment.

  12. catering depok

    February 10, 2016 at 4:13 pm

    wahahaha, emang nih MLM bikin temen makan temen

  13. hawi

    February 10, 2016 at 6:30 pm

    Sebenernya mlm ngga beda dng jenis usaha yang lain.. konsep bisnis nya ok dan masuk akal (sepanjang itu mlm murni ya… bukan gadungan atau 1/2-1/2). bukan sesuatu yg ajaib setelah sy teliti dari dekat. Buat berhasil juga ngga semudah membalikkan tangan. Semua perlu strategi yang cerdas dan kerja keras. Pendapat sy pribadi;yang bikin orang alergi dng mlm adlh sikap pelaku bisnis mlm yang kurang simpatik (suka maksa, suka “menjebak”, over claim, dll). Jadi ada baiknya praktek2x yg seperti ini, diganti d… pahami dng benar konsep bisnis mlm dan mlm yg dikerjakan, setelah itu jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Lebih baik jujur d… kejujuran malah membuat orang lain simpati dan hasilnya juga jauh lebih baik….

  14. mbuth

    February 12, 2016 at 9:50 am

    MLM itu termasuk riba atau tidak ya? Termasuk penipuan terhadap orang lain atau tidak? #saya awam cuma sekedar bertanya.

  15. Netral

    February 12, 2016 at 10:23 am

    Riba itu memberi bunga, kalo MLM itu salah satu bentuk sistem marketing. Kalau dicontohkan RIBA itu kaya bank. Kenapa MLM yang sudah jelas tidak memberikan RIBA di pandang negatif–>itu karena orang yang gagal di MLM bercerita tentang kegagalan kepada org disekitar.
    Memang ada dalam setiap bisnis / pekerjaan semua orang yang menjalani nya SUKSES SEMUAnya? Tidak ada kan. Semuanya kembali kepada USAHA/KERJA KERAS bung. 😀

  16. Bri

    February 12, 2016 at 4:29 pm

    Ada ML dalam MLM. Make Love. Not war.
    Yang agak susah adalah menerapkan `giving` dalam Multi Level Marketing. Rata rata yang dilakukan adalah`getting`. Mencari (Si)apapun Itu. Apakah downline. Pembeli sampingan dll. Agar lumbung Semakin rimbun.

    Dalam Make Love yang dicapai adalah `giving` saling memberi pengertian. Tepo seliro Bila Salah satu sdg enggan. Dan ultimate Goalnya adalah saling memberi kepuasan bersama.

    #IMHO lho

  17. Andri Setiawan

    February 14, 2016 at 3:42 pm

    dikatakan oleh Robert T kiosaki, tiap kuadran mempunyai bahasa yang berbeda,, bahasa kuadran employe dengan self employe, business owner dan investor juga mempunyai bahasa yang berbeda,,, masing masing kuadran mempunyai pola pikir yang berbeda,, seorang employe bahasanya cari uang kerja, bahasa self employe buka usaha, bisnis dan investor bahasanya juga beda,, jadi wajar kalo respon orang beda beda,,,, nggak ada yang bener dan ngga ada yang salah karena ini masalah sudut pandang bagaimana cara orang tersebut menilainya,,,,, ada yang bilang ini bagus ada yang bilang ini buruk,, semua bisnis pasti sama punya kelebuhan dan punya kekurangan,, jadi saran pribadi aja,, jangan pernah nganggep diri paling bener sendiri dan coba mempengaruhi orang lain, karena apa yang kita tahu belum tentu bener dan orang lain setuju,,,

  18. mamase

    February 16, 2016 at 1:35 pm

    Semua orang punya pendapatnya. Bagiku MLM itu bisnis tidak etis.. Terserah orang laen mau bilang apa…

  19. Yves

    February 22, 2016 at 7:47 pm

    Selesai kuliah di UK, aku kembali ke kantor lama. Posisi lamaku tentu sudah diambil orang. Biar saja. Psti ada posisi lain. Tak lama aku dapat posisi di IT. Hari D jam H diminta menemui calon boss baru.
    Hari D jam H, aku ke gedung tempat si boss baru. Ada 1 teman sedang menunggu juga. Si boss minta dia masuk duluan. “Gak lama kok,” katanya. Mereka ke ruang rapat. Sepuluh menit, setengah jam, sejam, hampir dua jam. Loh, jangan2 sudah selesai. Aku menyusul masuk. Dan, ternyata si kawan sedang berpresentasi MLM bersama berapa orang luar kantor dengan dandanan over. Si Boss melihat aku, dan dengan ringan minta maaf. Si teman, sambil senyum, malah mengajakku suatu hari merajut impian bersama.
    Aku tetap dapat posisi itu, tanpa perlu lagi briefing dll. Langsung terjun ke lapangan, sudah cutup. Respek ke si Boss itu sudah hilang. Timku bekerja baik, tanpa banyak melibatkan, atau bahkan sekedar minta advice ke beliau..
    Kami tidak pernah ganggu orang2 MLM itu. Tapi kami amati bahwa baik bisnis MLM dan karir mereka di kantor semuanya tersendat. Tak heran. Kerja mereka tanpa etika.

  20. ari

    February 22, 2016 at 8:18 pm

    hehehehe..realita..realita pemain MLM..

  21. Annisa

    March 7, 2016 at 2:23 pm

    Ini yg nulis artikel Alena siapa?

    Mba/mas Alena udh pernah ikutan MLM?
    Yang seperti apa ikutannya?
    Tulisan ini berdasarkan “katanya” atau mengalami sendiri?.

  22. Farel firdaus

    March 7, 2016 at 9:59 pm

    Thats true!! Kalian yg ikut MLM harus ingat, kesuksesan seseorang bukan semata2 di ajak atau mengikuti bisnis MLM, rezeki sudah di atur, lagian apa arti sukses buat kalian? Hanya materi? Hampir 99% korban yg kalian ajak adalah keluarga, teman dekat.. Dan kalian menjanjikan dan mimpi indah hanya dgn cara ikut MLM.. Dan akhirnya semua yg ga sepaham di anggap tidak ingin maju dan sukses.. Yg akhirnya merusak persahabatan, hubungan keluarga bahkan lebih dari itu.. ( jgn tanya apa sy sudah menjalani bisnis tsbt, dan sy jg tidak memfinah, yg jelas salah satu alasan perceraian yg sy alami krn mantan istri telah tercuci otaknya sehingga rela mengorbankan keutuhan rmh tangga dan meninggalkan anak yg masih kecil demi mengejar mimpi naik kapal pesiar, jln2 keluar negri, naik haji dan memiliki rumah mewah) maaf curcol.. Just reminder and share pengalaman..

  23. novi

    July 30, 2017 at 12:36 am

    klo paytren punya ust. yusuf mansur termasuk MLM bukan ya ? udah ada yang punya pengalaman gunain paytren ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top