Feature

Aku Memang Pendiam, Suka denganmu pun Kulakukan Diam-diam

Kupikir menyampaikan rasa sayang jadi sesuatu yang amat susah untuk dilakukan. Walau orang lain mungkin akan berkata bahwa ini sebuah lelucon yang kurang menarik, tapi sesungguhnya, manusia-manusia seperti kami, benar-benar merasakannya.

Alih-alih bisa mengungkapkan perasaan, hal yang bisa dilakukan hanyalah diam. Mengirimi kata-kata cinta dalam lamunanku, hingga hanya bisa berdoa agar diberi kebaranian. Dan untuk kesekian kalinya, aku hanya bisa menelan ludah tanpa bisa membuka suara. Walau tubuhmu sudah ada beberapa meter di depan mata.

Semula Segalanya Terasa Biasa, Namun Belakang Berhasil Merubah Perasaan yang Kupunya

Konon tak ada manusia yang bisa memilih, kepada siapa akan jatuh cinta. Dan barangkali hal serupa tengah aku rasa. Pintar dalam hal menyembunyikan perasaan, perhatian yang aku tunjukkan hanya datang sebagai seorang teman. Merasa takut perasaan akan merubah situasinya, aku hanya berharap berada pada posisiku sekarang. Tak membuatmu menjauh, dan tetap bisa mencintaimu dari tempatku.

Walau pada beberapa malam, aku sering bermimpi jadi sosok yang paling kau cari. Menemanimu menghabiskan hari, hingga jadi teman diskusi yang kadang tak memiliki arti. Tapi, semuanya hanyalah mimpi tanpa bisa kujadikan nyata seperti yang kuingini. Perasaanku memang sudah berubah, tapi berdiri pada jarak yang terjaga sudah cukup membuatku bahagia.

Didekatmu Selalu Membuat Hati Bahagia, Walau Hanya Bisa Memendam Semua Rasa

Sulit kujelaskan, bagaimana rasa bahagia setiap kali melihatmu tertawa dari jarak yang cukup dekat. Caramu menatap lawan bicara, hingga posisi duduk yang kerap menambah rasa kagum dan suka. Ada sesuatu yang terasa menggebu, dari dalam diriku. Memintamu untuk mendekatimu untuk sekedar bilang “Aku sayang padamu”.

Ini memang berat, sebab setiap hari memendam rasa juga membuatku nelangsa. Tak kuat menahan perasaan yang kadang ingin memuncah, aku hanya bisa mengasihani diri sendiri. Memintanya untuk bersabar lagi, barangkali nanti ada waktu untuk bisa membuatnya mengerti. Bahwa manusia yang selama ini menaruh hati, ternyata diam-diam sudah cinta mati.

Resah Tak Memberitahumu, Tapi Juga Khawatir Jika Pernyataanku Akan Membuatmu Menjauh

Beberapa teman memang bilang, ini adalah sebuah keegoisan. Memendam semua perasaan tanpa memberitahumu secara blak-blakan. Biarlah semuanya seperti itu dulu, berjalan seiring dengan berputarnya waktu.

Jeda yang seharusnya bisa kujadikan sebagai ajang untuk menyampaikan perasaan, selalu kalah dengan bayangan kemungkinan buruk yang mungkin saja terjadi. Ya, aku takut jika sesaat setelah mendengar penuturanku, dirimu justru akan pergi menjauh. Merasa belum bisa menerima kepergianmu, kupikir menahan diri untuk tetap mencintai dari jauh adalah pilihan yang tepat untukku.

Mulai Cemburu, Beberapa Kali Aku Hanya Bisa Menahan Kesal Kala Dirimu Berbincang dengan Seseorang

Cinta tanpa rasa ingin memiliki, jelas jadi  sesuatu yang terdengar bohong. Maka biarkan aku menjelaskan, bagaimana panasnya hatiku tiap kali melihatmu dengan sosok yang kupikir akan merebutmu.

Akan tetapi semua rasa takut dan khawatir yang tadinya tersusun dan hampir pecah, seketika lenyap ketika diriku sadar bahwa aku bukanlah siapa-siapa. Bukan pacar yang memang berhak untuk marah kala kekasihnya terlihat berdua dengan orang lain. Bukan juga seseorang dengan perasaan yang harusnya dijaga.

Ya, ketidak beranianku untuk berkata cinta padamu, lagi-lagi menyadarkanku. Bahwa aku hanyalah pecundang yang sedang mengingini seorang putri nan jauh. Tapi tak berani untuk mendekatinya, meski hanya sekedar melempar sapa.

Menunjukkan Perhatian Konon Jadi Langkah Awal, Sayangnya Lagi-lagi Niat Itu Aku Urungkan

Pada beberapa malam, sebelum aku terlelap untuk beristirahat. Beberapa rencana pernah aku pikirkan. Membuatkanmu makanan kesukaan yang mungkin menarik perhatian, atau memberimu tumpangan kala pulang. Merasa diri sudah siap untuk melakukan eksekusi, ada saja hal-hal yang justru menkerdilkan keberanianku.

Maka untuk yang kesekian kalinya, aku merasa bahwa aku memang sungguh bukanlah seseorang kesatria yang bisa menyampaikan rasa dengan istimewa. Karena, jangankan untuk memberimu bunga dengan kartu ucapan berisi kata cinta. Memandang matamu saja, aku tak bisa.

Menahan Rasa Hanya Membuat Diri Tersiksa, Salahkah Aku Jika Mencari Tahu Tentangmu dari Mereka?

Beberapa cara pernah aku pikirkan, tapi semuanya hilang secara perlahan. Bukan karena aku tak punya inisiatif atau cara-cara menarik yang bisa dilakukan. Tapi beberapa hal memang selalu datang tanpa diundang, dan membuat semua rencana buyar.

Sekarang, silahkah kau akan menjawab apa. Menyatakanku salah karena telah mencuri infomasi dari rekan kerja yang kau punya, atau membenciku hanya karena mencoba mengoreksi judul buku kesukaanmu dari seseorang.

Silahkan, kau bebas untuk memberiku label apa saja. Karena sejatinya cinta, akan membuatmu sedikit gila. Merubah kepribadian yang kau punya, hingga melakukan hal lain yang mungkin tak kau suka. Dan kupikir saat ini aku sedang merasakannya.

Tak Bisa Berbuat Banyak, yang Bisa Kulakukan Hanyalah Berdoa Sembari Berharap

Jurang antara cinta dan keberanian, berdiri tegak untuk membuatku jatuh atau menang. Maju untuk dua kemungkinan, dan tetap pada pijakan untuk kehilangan harapan. Kemampuanku untuk menyatakan cinta memang tak seperti orang-orang itu, yang bisa dengan mudah dan gamblang berkata “Aku Cinta Kamu”.

Tapi untuk urusan ketulusan dan rasa yang benar-benar sayang, kupikir aku bisa lebih hebat dari mereka yang bisa dengan mudah bilang sayang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Menarik, Inilah 7 Hewan Yang Pernah Dijadikan Alat Transportasi Dalam Sejarah

Salah satu hewan yang digunakan sebagai alat transportasi adalah kuda. Bahkan sampai sekarang kuda masih kerap menjadi alat transportasi, namun tidak di semua belahan dunia hewan tersebut bisa ditemukan. Untuk itu pada zaman dulu orang-orang harus mencari hewan yang bisa dijadikan alat transportasi seperti kuda.

Penasaran apa saja 7 hewan yang dijadikan alternatif alat transportasi di masa lampau? Berikut kami sajikan daftarnya.

1. Zebra

Yang pertama adalah Zebra. Sebenarnya ia masih sekelas kuda, bedanya hanya di coraknya saja. Barangkali kamu mencari tumpangan yang lebih artistik, zebra bisa menjadi alternatif. Habitat hewan ini tersebar di Afrika Selatan, Afrika Barat, dan Afrika Timur. Ada tiga jenis zebra yaitu zebra gunung (Equus zebra), zebra dataran (Equus quagga) dan zebra primitif (Equus grevyi).

2. Rusa


Rusa memang sering digunakan di daerah bersalju sebagai alat transportasi untuk menarik atau membawa barang. Jika pengendara/penumpangnya tidak terlalu berat atau memang rusanya lebih besar darinya, barulah rusa bisa dinaiki.

3. Yak


Yak, dalam bahasa Latin (Bos grunniens) adalah sejenis sapi yang banyak ditemukan di Tibet dan wilayah sekitar Himalaya di Asia Tengah. Kata yak merujuk kepada spesies jantan sedangkan seekor betina disebut dri atau nak. Yak adalah hewan yang termasuk jinak. Mereka bisa menjadi agresif ketika berkelahi dengan sesamanya, saling menyeruduk satu sama lain.

4. Llama

Llama berasal dari keluarga hewan yang sama dengan unta. Ada perbedaan fisik signifikan dengan unta, beberapanya adalah ia tidak memiliki punuk tapi memiliki bulu keriting menyerupai domba. Lehernya panjang tapi tidak menekuk seperti unta. Hewan ini berasal dari Amerika Selatan. Ia digunakan sebagai hewan pengangkut barang oleh masyarakat Inka dan penduduk di sekitar pegunungan Andes. Semakin modern zamannya, ia bahkan dinaiki oleh orang.

5. Burung Unta


Tahukah kamu ternyata burung unta juga pernah menjadi alat transportasi dalam sejarah. Kira-kira apakah dia tidak cukup tersiksa ya menahan berat badan manusia? Lihat saja kakinya ramping, mengingat dia salah satu spesies burung. Mungkin hanya dalam keadaan darurat saja burung unta digunakan sebagai alat transportasi.

6. Zebroid


Selanjutnya adalah Zebroid. Zebroid merupakan keturunan dari zebra namun hasil persilangan dengan spesies lainnya. Untuk itu, kadang corak garisnya hanya di sebagian tubuhnya saja. Hampir sama dengan zebra, hewan yang satu ini pun di anggap lebih artistik untuk di jadikan alat transportasi.

7. Babi liar/hutan


Meski tampak menyeramkan, namun siapa sangka bahwa babi hutan dulu pernah di jadikan alat transportasi dalam sejarah. Babi yang berukuran besar; beratnya dapat mencapai 200 kg (400 pound) untuk jantan dewasa, serta panjangnya dapat mencapai 1,8m (6 kaki). Di Indonesia saja babi ini memiliki panjang tubuh hingga 1.500 mm, panjang telinga 200–300 mm, dan tinggi bahunya 600–750 mm. Tidak heran jika dulu mereka sempat dijadikan alternatif untuk alat transportasi.

Jadi, hewan mana yang menurutmu paling aman untuk menjadi alat transportasi? Atau ada keinginan untukmu menaikinya juga? Yang jelas meskipun zaman sudah modern salah satu dari mereka masih banyak digunakan sebagai alat transportasi.

Berterimakasihlah pada mereka karena telah menjadi alat transportasi untuk nenek moyang kita dulu, mereka pantas untuk dilindungi dan dilestarikan ya. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Doyan Selfie? Kamu Perlu Cobain Revlon PhotoReady Candid Series Nih

Udah deh pada ngaku aja, hampir semua perempuan pasti suka selfie. Entah untuk diunggah ke sosial media atau dibiarkan mengendap di galery ponselnya saja. Nah, agar selfiemu lebih terlihat cantik dan memanjakan mata. Biasanya para perempuan akan melakukan persiapakan sebelum menangkap gambar. Mencari posisi yang tak terlihat chubby, memiringkan kepala, mengatur cahaya, sampai ada pula yang harus memoles make up demi hasil yang sempurna.

Tapi jika look make-upnya terlalu terlihat menyala, kadang kala kita malah tak suka dengan hasil selfienya. Nah, untuk itulah, hari ini Revlon Indonesia memperkenalkan ‘PhotoReady Candid’-nya, yaitu rangkaian make-up base terbaru dengan formula yang terinspirasi dari skincare dan memberikan hasil akhir yang tampak natural dan flawless.

Dalam jumpa pers yang diadakan di Baxter Smith, Jakarta Selatan, Rabu (17/07/2019), Muhammad Irvan selaku Deputy Brand Manager Revlon Indonesia, mengatakan “Rangkaian produk ini jadi jawaban atas tren ‘No Makeup, makeup’ yang masih dicintai dalam industri kecantikan dunia, termaksud di Indonesia. Inilah yang kemudian membuat Revlon Indonesia menghadirkan inovasi terbarunya melalui Revlon PhotoReady Candid yang mengimplementasikan konsep clean beauty yaitu hanya mengandung bahan-bahan yang dibutuhkan oleh kulit dan menghilangkan bahan-bahan yang tak dibutuhkan dengan formula yang ringan”. 

“Jadi perempuan-perempuan yang akan memakainya, akan tetap look great stress free”,  tutup Irvan.

Sekedar informasi, rangkaian produk Revlon PhotoReady Candid ini diperkaya dengan vitamin E sebagai anti oksidan dan anti polutan, serta anti blue light yang dipercaya mampu melindungi kult dari paparan sinar Blue Light dari sinar matahari dari gadget yang berisiko menyebabkan stress pada kulit.

Masih di tempat dan acara yang sama, Faiza Miranti, Marketing Communication Revlon Indonesia juga menjelaskan bahwa Revlon memahami bahwa perempuan Indonesia saat ini tak lagi bisa terpisahkan dari gadget untuk teap terkoneksi dengan internet setiap hari. Dari mulai urusan pekerjaan, sampai bersenang-senang dengan scroll di sosial media.

“Karena itulah Revlon PhotoReady Candid menyertakan anti-Blue Light yang berfungsi untuk melindungi kulit dari paparan berbahaya sinar matahari dan layar perangkat digital seperti ponsel, laptop, atau tablet. Karena, ini bisa membuat kulit stress, bahkan memicu penuaan dini. Nah, kandungan vitamin E juga berfungsi sebagai anti oksidan dan anti polusi yang menetralisir radikal bebas berbahaya seperti polusi, asap, atau radiasi.” Ujar Anti.

Hadir dengan kemasan yang mudah dibawa kemana-mana, rangkaian Revlon PhotoReady Candid ini terdiri dari Revlon PhotoReady Candid Natural Finish Anti-Pollution Foundation yang hadir dalam 5 shade, lalu ada pula Revlon PhotoReady Candid Antioxidant Concealer dalam 3 warna yang mengandung kafein untuk membantu menyamarkan noda hitam pada bagian kantung mata, dan Revlon PhotoReady Canding Anti-Pollution Setting Powder dengan tekstur lembut yang berfungsi untuk mengikat foundation dan melindungi wajah serta meminimalisir kandungan minyak pada wajahmu.

Rangkain produk ini sudah kini sudah tersedia di berbagai departement store dan gerai retail kecantikan dan kesehatan terdekat di seluruh Indonesia. Jadi kamu sudah bisa membelinya, untuk mendukung aktivitas selfie dan keinginan ‘No Makeup, Make-up’ yang kamu inginkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Menyamar Pakai Daster dan Hijab, Polisi di Medan Berhasil Tangkap 3 Begal

Banyaknya kelompok pencuri motor yang berkeliaran di berbagai daerah, membuat Polisi memutar otak untuk  mencari cara untuk menjerat mereka. Dan salah satu terobosan yang dilakukan oleh para petugas Polsek Medan Timur di Sumatera Utara, nampaknya cukup membuahkan hasil. Ya, para petugas terpaksa harus menyamar sebagai ibu-ibu yang mengenakan daster dan hijab untuk menjebak para pelaku begal yang selama ini dilaporkan cukup meresahkan masyarakat.

Dilansir dari kumparan.com, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, mengatakan awalnya ada wanita bernama Indah Kristiani Siringo-ringo yang jadi korban pembegalan di Jalan Perkebunan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Selasa (16/7).

“Modusnya menunggu korbannya. Setelah mendapat targetnya para tersangka melakukan aksinya, dengan menendang dan mengambil sepeda motor korban,” katanya, didampingi Kapolsek Medan Timur, Kompol M. Arifin, Selasa (16/7).

Demi bisa mengungkap pelaku kasus pembegalan tersebut, kata Kompol M. Arifin, pihaknya mengerahkan polisi laki-laki untuk menyamar sebagai seorang perempuan yang berjilbab dan berdaster, lalu mereka disuruh melintas di lokasi-lokasi rawan pembegalan. Dengan tujuan untuk memancing para tersangka keluar dari persembunyiannya.

 “Jadi ada beberapa tim yang kita bagi. Ada petugas yang menyaru sebagai wanita dan ada beberapa petugas yang melintas layaknya masyarakat biasa,” ungkapnya.

Sumber : SumutNews.com

Alhasil, tiga begal, yaitu Ipan Ardiansyah alias Gopal (24), MF alias Popoy (17) dan Sopan Yohansyah alias Yoyo (21), berhasil ditangkap. Polisi juga menyita 1 buah pisau, 1 kunci L, 1 obeng, 1 sarang kunci kontak sepeda motor hasil curian, baju, celana, dan sepatu dari para tersangka.

Dan pelaku yang pertama ditangkap adalah Ipan Ardiansyah alias Gopal yang merupakan pemimpin kelompok begal tersebut,

“Tersangka (Gopal) ditangkap di Jalan Pancing, Kecamatan Medan Deli pada 15 Juli 2019,” ungkapnya.

Nah dari keterangan dan pengakuan Gopal, petugas melakukan pengembangan hingga akhirnya menangkap MF alias Popoy dan Sopan.

“Dari laporan yang kita terima, para tersangka ini telah lima kali melakukan aksinya di wilayah hukum Polsek Medan Timur,” katanya.

Para tersangka mengaku, barang hasil kejahatan mereka akan dijual kepada seseorang bernama Kancil di Jalan Marelan. Namun, saat dilakukan pengembangan, petugas tidak menemukan keberadaan Kancil yang disebutkan. Sementara itu, tersangka Popoy mengaku, uang dari penjualan barang itu digunakannya untuk membeli narkoba.

“Uangnya untuk membeli sabu-sabu dan baju,” pungkasnya.

Polsek Medan Timur masih melakukan pengembangan terkait kasus ini. Pasalnya, ada beberapa anggota komplotan lain yang masih dalam pengejaran dan terus melakukan aksinya.

“Untuk identitas tersangka lainnya sudah kita ketahui. Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 dan 365 KUHPidana,” tambahnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top