Feature

Aku Hanya Malas Membuka Hati Apalagi Kalau Akhirnya Hanya untuk Dikhianati

Keadaanku jauh lebih baik sekarang ini. Sekalipun menyadari statusku kini sendiri, tapi aku tak peduli sebab masa-masa berat itu akhirnya terlewati. Jika ditanya bahagia, maka jawabanku tentu “Ya”, aku lega karena tak harus memaksakan perasaanku untuk tetap menjalin hubungan pada orang yang hanya membuatku terpuruk setiap harinya.

Semuanya sudah berakhir. Aku benar-benar bersyukur. Namun ada tahapan baru yang harus kulalui, yaitu menghadapi berbagai opini dari sekitarku dengan keputusanku yang masih memilih sendiri. Ada rasa malas membuka hati yang mungkin kalian tak mengerti. Aku tak mau terburu-buru menemukan yang baru tapi berakhir pilu. Cukup sekali aku dikhianati.

Meski Aku Tak Menyimpan Dendam, Tapi Masih Jelas Rasanya Saat Memergoki Pasanganku Berselingkuh

Soal dendam, sudahlah, aku sama sekali tak dendam apalagi mau balas dendam. Hanya saja, efek dari perlakuannya terhadapku kala itu, aku sekarang jadi malas membuka hati. Untuk apa menjalin relasi kalau hanya untuk dikhianati? Bukan soal patah hati, tetapi aku tak ingin hal itu terjadi lagi di masa depan. Kenangan pahit itu akhirnya membuatku jadi amat selektif bahkan tak ingin lagi berpacaran apalagi jika ujung-ujungnya dibumbui perselingkuhan.

Pernah Jadi Korban Kekerasan Saat Menjalin Hubungan, Membuatku Semakin Jauh Dari Keinginan Membuka Hati

Bayangkan, aku dan dia bahkan belum menikah. Tapi nyatanya dia justru berani main tangan dan berani memukul saat kami selisih paham. Hal semacam ini yang akhirnya membuatku trauma dan memilih untuk menunda dulu dalam membuka hati. Banyak teman yang bilang, tak semua orang suka memukul, tapi entah kenapa aku hanya belum bisa menyingkirkan rasa malasku untuk membuka hati. Semacam ada luka yang memang belum sepenuhnya sembuh.

Baik Laki-laki Maupun Perempuan, Rasanya Hanya Buang-buang Waktu Kalau Membuka Hati Tapi Ujung-ujungnya Digantungkan

Hal ini terjadi tak cukup sekali. Entah salahku dimana, tapi hubungan yang aku dambakan tak pernah berhasil. Saat aku mengajaknya membicarakan soal kepastian, dia justru pergi dan tak kembali sekian lama, tersisa hatiku yang sudah hancur dan tak tahu bagaimana menatanya kembali. Intinya, aku benar-benar malas dengan segala hal yang berbau romansa. Niat baikku, perasaanku, segala hal yang tadinya kusimpan dan akhirnya kuutarakan baik-baik, ternyata berujung kisah diriku yang hanya dipermainkan.

Traumaku Belum Sembuh Sebab Kala Itu Keberadaanku Hanya untuk Dimanfaatkan

Pernahkah kamu merasa kebaikan hatimu hanya dimanfaatkan oleh seseorang semata-mata untuk kepentingan dirinya? Ini salah satu hal yang membuatku kapok pacaran. Entah bagaimana, aku menemukan fakta kalau mantanku hanya memanfaatkan keberadaanku demi kesenangannya saja. Materi yang kebetulan ada padaku, pada akhirnya berusaha dimanfaatkan olehnya. Bukan hanya rasa malas yang muncul, aku pun jadi lebih hati-hati pada siapapun yang berniat mendekatiku.

Alasanku Enggan Membuka Hati Salah Satunya Karena Sulit Sekali Kompromi dengan Gebetan yang Maunya Terus Dominan

Dominan yang kumaksud adalah selalu mengatur kemauanku sehingga aku merasa tak bebas melakukan hal yang aku inginkan. Bagaimanapun, aku ingin sesekali bersama duniaku sendiri dan tak ingin satu orang pun mengaturnya. Kalau terus-terusan bersama si dominan, entah mengapa rasanya seperti dikekang. Itulah alasan aku memilih perpisahan. Dan sekarang, pada akhirnya aku sadar urusan memilih pasangan pun harus lebih selektif lagi. Rasa malas memang masih ada, tapi semoga aku bisa mengatasi perasaan ini secepatnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Ingin Lanjut S2 dengan Biaya Sendiri? 7 Tips Ini Mungkin Bisa Membantumu

Pendidikan adalah hal penting di masa sekarang. Banyak orang ingin menuntut ilmu setinggi mungkin. Nah, buat kamu yang saat ini sudah menjadi seorang sarjana S1 dan ingin melanjutkan studimu di S2, kenapa tidak? Kamu bisa kok melanjutkan S2 mu dengan biaya sendiri. Berikut adalah 7 tips yang mungkin bisa membantumu untuk mewujudkan impianmu melanjutkan S2 dengan biaya sendiri.

1. Teguhkan Niatmu

Kamu perlu meneguhkan niatmu untuk melanjutkan kuliah. Hal ini karena akan ada banyak hal yang mungkin nantinya harus kamu korbankan, misalnya waktu, uang, dan masih banyak hal lain lagi. Jangan sampai kamu menyerah di tengah jalan.

2. Pilih Jurusan yang Cocok dan Kamu Minati

Jika memang memungkinan, akan lebih baik jika kamu memilih jurusan yang linier dengan jurusanmu di S1 dulu. Meskipun tak linier pun sebenarnya tak masalah asalkan kamu sudah sangat mantap untuk terjun di dalamnya.

3. Jika Biaya Menjadi Masalah Utamanya, Mungkin Kamu Bisa Mencoba Mencari Beasiswa

Jika memang kamu masih memiliki masalah dalam hal biaya, kamu bisa mencoba mencari beasiswa. Saat ini juga sudah ada banyak beasiswa yang mungkin cocok untukmu. Yang pasti kamu harus jeli untuk mencari kesempatan untuk mendapatkan beasiswa.

4. Kamu Bisa Bekerja Dulu Selama Satu atau Dua Tahun untuk Menabung Guna Biaya Melanjutkan S2

Tips ke empat, kamu bisa menunda dulu niatanmu melanjutkan kuliah S2 dan menghabiskan waktu sekitar satu sampai dua tahun untuk menabung terlebih dahulu. Jika uang sudah terkumpul dan dirasa sudah cukup, barulah kamu bisa memulai untuk melanjutkan kuliahmu.

5. Kamu Bisa Memberitahu Orangtuamu Tentang Niatmu Melanjutkan S2, Untuk Jaga-jaga Jika Kamu Kekurangan Dana, Kamu Bisa Meminjam Dulu pada Orangtuamu

Bisa dibilang tips ini sebagai jaga-jaga saja. Jika suatu saat di tengah perjalananmu menempuh pendidikan, uang yang kamu miliki tak cukup. Mungkin kamu bisa meminjam terlebih dulu kepada orangtuamu untuk hal biaya kuliah yang masih kurang.

6. Mencari Pekerjaan Sambilan di Bidang yang Kamu Kuasai

Misalnya saja kamu jago dalam hal mendesain, kamu bisa mencoba mencari pekerjaan sampingan saat kamu kuliah di bidang tersebut. Atau buat kamu yang suka menulis juga bisa bekerja sebagai seorang penulis konten atau editor misalnya.

7. Kelola Waktu dengan Baik

Gunakan waktu belajarmu sebaik mungkin. Jangan sampai kamu membuang waktumu begitu saja. Kamu harus bisa lulus tepat waktu, agar biaya yang kamu keluarkan pun tidak semakin menggunung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Biar Gaji Tak Seberapa, Tapi Pengalaman Bekerja Selalu Jadi Sesuatu yang Berharga

Mengejar impian bukanlah sebuah hal yang mudah. Namun hal itu juga bukan sesuatu yang sulit jika kamu melakukannya dengan tekun. Setiap orang pasti memiliki impiannya masing-masing, begitu pula denganmu. Nah, soal gaji, jangan terlalu mempermasalahkannya. Karena dari setiap pekerjaan, selalu ada pengalaman berharga yang akan kamu dapatkan.

Sembari bekerja dengan gaji yang nominalnya masih sedikit. Cobalah gapai hal-hal yang menjadi impianmu lewat beberapa cara ini. Penasaran kan? Nih kami beritahu siassatnya.

1. Cari Alternatif Pengeluaran Paling Hemat

Sebisa mungkin carilah alternatif pengeluaran paling hemat. Jika kamu masih bisa pergi ke tempat kerja menggunakan kendaraan umum seperti bis atau angkutan umum, lebih baik gunakan kendaraan umum itu dimana ongkosnya lebih rendah dibanding kamu naik taksi. Kamu juga bisa membawa bekal dari rumah sesekali untuk lebih menghemat pengeluaran saat makan siang.

2. Temukan Cara yang Tepat dalam Menabung Sesuai Kebutuhanmu

Yang kamu butuhkan bukan sekedar menabung. Kamu butuh memilah cara yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Aturlah kebutuhan maksimalmu tiap bulan. Usahakan untuk tidak melebihi batas budget yang sudah kamu siapkan. Selebihnya kamu bisa mengalihkan sisa uangmu untuk dijadikan tabungan.

3. Susun Daftar Rencana yang Ingin Kamu Wujudkan

Kamu butuh asupan motivasi untuk berusaha lebih keras ke depannya. Untuk itu, cobalah susun daftar rencana apa saja yang ingin kamu wujudkan, baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang. Setelah itu kamu bisa menyusun taktik untuk mewujudkan daftar rencanamu itu.

4. Kontrol Pengeluaran dengan Sebaik Mungkin

Jangan sampai pengeluaranmu lebih besar dibanding penghasilanmu. Atur dengan baik, kebutuhanmu dalam sebulan terakhir. Pisahkan antara kebutuhan dan keinginan semata. Kamu harus tahu mana yang harus kamu jadikan prioritas.

5. Manfaatkan Promo

Untuk lebih menghemat, kamu perlu memanfaatkan harga promo untuk mendapatkan barang-barang yang kamu inginkan. Selain itu kamu juga bisa mengecek barang keinginanmu di beberapa tempat dengan kualitas yang sama. Kemudian bandingkan perihal harganya, pilihlah harga yang lebih bersahabat dengan kantongmu.

6. Cari Teman yang Memiliki Satu Visi Denganmu

Jangan hanya berjuang sendirian saja. Mungkin hal itu akan terasa lebih berat untukmu. Karenanya, kamu bisa mencari teman yang memiliki visi sama denganmu. Hal ini tentu akan lebih mudah karena kamu dan temanmu bisa saling mengingatkan satu sama lain.

7. Belajarlah dalam Berkomitmen

Yang terakhir dan terpenting adalah menjaga komitmen. Semua hal di atas akan percuma jika kamu tak bisa menjaga komitmenmu dalam menggapai impianmu. Jika kamu sudah bisa teguh dalam menjaga komitmen, tentu langkahmu akan lebih mudah lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Hal yang Hanya Bisa Dipahami oleh Pejuang Beasiswa

Saat ini, pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi sebagian besar orang. Bahkan, biaya kini sudah bukan lagi menjadi penghalang yang bisa menghentikan langkah seseorang untuk melanjutkan pendidikan. Ada banyak beasiswa yang bisa didapatkan bagi kamu yang memiliki bakat tertentu atau memang berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Nah, berikut ini adalah 10 hal yang hanya akan dipahami oleh kamu yang merupakan pejuang beasiswa atau kamu adalah salah satu dari mereka?

1. Rela Panas-panasan dan Desak-desakan demi Scholarship Fair

Kamu bahkan rela antri panjang, panas-panasan dan desak-desakan demi mendapatkan informasi mengenai beasiswa di scholarship fair. Sedangkan kamu tahu, saat yang bersamaan mungkin banyak orang di luar sana yang justru sibuk menghabiskan wajtu luang mereka dengan jalan-jalan dan bersantai.

2. Kamu Memiliki Impian untuk Bekerja Sambil Mencari Beasiswa, Sayangnya Kamu Tetap Harus Mengorbankan Salah Satunya

Kamu memiliki rencana untuk bekerja sambil mencari beasiswa. Namun saat kamu sudah bekerja, waktumu sudah terkuras habis untuk pekerjaan sehingga kamu tak lagi punya waktu untuk mempersiapkan diri juga mempersiapkan segala persyaratan beasiswa.

3. Kerap Frustasi Karena Harus Ngejar Dosen untuk Mendapatkan Surat Rekomendasi

Beberapa beasiswa memuat persyaratan adanya surat rekomendasi dari orang kredibel, misalnya dosen dari universitasmu dulu. Namun karena kamu sudah lama tak berkomunikasi dengan dosenmu itu, alhasil kamu kesulitan untuk menemuinya dan meminta surat rekomendasi darinya.

4. Sering Keteteran dalam Menyiapkan Persyaratan Beasiswa, Terlebih Jika Waktunya Sudah Mepet

Mengurus persyaratan beasiswa memang mudah, namun kamu tak bisa menganggapnya enteng. Terlebih saat kamu baru menyiapkannya dekat-dekat hari terakhir penutupan pendaftaran, yang ada kamu akan keteteran untuk menyiapkannya.

5. Suka Nyesek Saat Tahu Kenyataan Bahwa Info Beasiswanya Sudah Lewat

Padahal sudah niat dari tahun sebelumnya untuk mendaftar beasiswa itu. Tapi sayangnya kamu kurang update informasi. Sehingga saat kamu mengetahuinya, ternyata pendaftarannya sudag ditutup.

6. Deg-degan Saat Sesi Wawancara

Beragam perasaan pun muncul di sesi ini. Kamu takut menyebutkan kata yang salah sehingga hal itu bisa membuatmu gugur di tahap ini. Saking tegangnya, beberapa orang menganggap sesi ini lebih menakutkan dibanding kondisi dimana kamu hendak mengungkapkan perasaanmu pada orang yang kamu suka.

7. Seneng Ketemu Teman yang Berhasil Mendapatkan Beasiswa, Jadi Ada Kesempatan untuk Menggali Kiat-kiat Suksesnya

Saat ada momen reunian, biasanya kamu akan bertemu dengan temanmu yang berhasil mendapatkan beasiswa. Nah inilah momen untukmu guna menggali tentang tips sukses dari temanmu yang memang sudah berhasil mendapatkannya.

8. Terkadang Ada Juga Rasa yang Aneh Saat Bertemu Teman yang Sudah Berhasil, Seperti Ada di Antara Perasaan Senang dan Iri atas Keberhasilannya

Terkadang kamu juga merasakan hal yang ambigu. Saat kamu bertemu dengan temanmu yang sudah berhasil mendapatkan beasiswa, kamu kerap ada di antara perasaan senang atau iri atas keberhasilan yang berhasi diraihnya. Meski kamu ikut bahagia sekalipun, pasti ada sedikit rasa iri yang terselip di dalamnya.

9. Kamu Sudah Sering Mencoba, Namun Kamu Juga Sering Gagal dalam Kenyataannya

kamu pun kerap berpikir bahwa sekali pengajuan bisa langsung diterima hanyalah mitos belaka. Karena pada kenyataannya kamu sudah kerap mencoba namun kamu kerap juga mengalami kegagalan.

10. Sesering Apapun Kamu Gagal, Kamu Tak Pernah Menyerah dan akan Selalu Mencobanya di Kesempatan Selanjutnya

Kamu memang belum berhasil sampai pada titik ini. Namun kegagalan yang sudah kamu alami tak membuat api semangatmu redup begitu saja. Kamu akan selalu mencoba kesempatan-kesempatan yang mungkin akan datang lagi esok hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top