Feature

Akankah Kamu Tetap Memberi Dukungan Saat Pasanganmu Kehilangan Pekerjaan?

Roda kehidupan pasti berputar. Kadang kamu bisa berada di atas, atau kadang saat sedang berada di bawah, kondisi tersebut jadi membuatmu terpuruk. Dan situasi semacam ini tak hanya terjadi padamu, tapi juga pada orang yang kamu kasihi.

Tak sedikit orang di luar sana, dimana saat mereka sedang terpuruk karena pekerjaan, justru ditinggalkan oleh pasangan. Padahal, sosok pasangan sedang dibutuhkan demi memberinya dorongan semangat dan tempatnya bersandar. Kalau kamu berada di posisi semacam ini, kira-kira apa yang akan kamu lakukan?

Akankah Kamu Tetap Menjadi Pasangan yang Senantiasa Suportif?

Begini, dalam hati kecilnya pasti pasanganmu merasa kecil hati dan malu denganmu karena statusnya yang berubah jadi karyawan atau pegawai namun kini tak punya pekerjaan. Kamu sendiri kalau berada di posisinya, jelas malu, kan? Jadi pasangan yang selalu dan konsisten suportif bukanlah hal yang mudah.

Sebab inilah momen dimana seharusnya kamu bisa menunjukkan kesetiaanmu padanya. Menjalin relasi bak dua atlet di dalam satu tim, dimana suatu waktu kamu pun perlu mengangkat teman satu timmu agar bangkit kembali.

Akankah Kamu Memilih untuk Ngambek Seharian atau Justru Mendengarkan Setiap Keluh Kesahnya?

Menghadapi situasi dimana pasangan kehilangan pekerjaan memang tak mudah. Emosimu pun akan ikut naik turun. Tapi bukan berarti kamu justru ngambek seharian padanya dan enggan mendengarkan keluh kesahnya. Bagaimanapun, temuilah pasanganmu. Jadilah teman bicara untuknya dan berikan ia waktu untuk menjelaskan semuanya padamu. Kalau memang kehilangan pekerjaan adalah sesuatu yang diluar kendalinya, maka ngambekmu justru dirasa kekanak-kanakan lho kawan.

Di Momen Semacam ini, Akankah Kamu Tak Keberatan untuk Menyenangkan Hatinya Sejenak?

Dibandingkan merasa sebal dan mengingatkan pasangan Anda bahwa mereka tidak berkontribusi secara finansial, beri mereka sedikit keluangan. Coba ajak dia ke tempat favoritnya atau masak makanan kesukaannya. Bukankah jauh lebih baik mencoba kreatif dan tunjukkan kalau kamu tetap ada untuk mereka. Pekerjaan atau tidak ada pekerjaan, pasanganmu tetap butuh diberi kasih sayang.

Mungkin Untuk Sementara, Ini Saatnya Kamu Merencanakan Keuanganmu

Karena kini kondisinya pasanganmu sedang tak berpenghasilan untuk beberap waktu ke depan, maka jalan satu-satunya tentu mengandalkan penghasilanmu. Karenanya, rencanakan keuangan dengan bijaksana bersama-sama agar kamu dan pasangan tak semakin pusing. Mungkin untuk beberapa saat kurangi budget belanja bulanan, mungkin memutuskan langganan tv kabel dan gym sementara waktu.

Jangan Jadi Pasangan yang Tak Sabaran dan Tak Memberikannya Waktu

Mencari pekerjaan yang cocok tidak akan terjadi dalam sekejap. Mungkin hal ini akan memakan waktu yang tidak sebentar lho kawan. Karenanya, dibanding memaksa mereka melakukan sesuatu yang tidak dirasa sreg dan cocok, bukankah lebih baik membiarkan pasanganmu mencarinya dengan perlahan. Entah dia bisa mencoba bekerja paruh waktu untuk sementara juga tidak apa-apa. Ia tetap butuh dukunganmu bagaimanapun kondisinya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top