Feature

Agar Lebih Mudah Cari Teman di Kantor yang Baru, Coba Cari Tahu Dulu Soal Karakter Mereka

Selamat! Akhirnya kamu tiba di kantormu yang baru. Setelah sekian lama mengeluhkan ingin resign dari kantor sebelumnya, sekarang kamu sudah mendapatkan tempat baru yang sepertinya akan cocok denganmu. Setibanya di kantor baru, bagaimana rasanya? Menyenangkan? Lega? Atau merasa lebih bersemangat? Semoga tiga hal itu senantiasa kamu rasakan ya!

Kamu perlu tahu, sejatinya yang namanya bekerja itu tidak hanya didukung mood yang ada di dalam diri.  Lebih dari itu, salah satu pendukung kita jadi rajin bekerja adalah lingkungan. Kalau lingkungan kerjamu bersahabat, tentu saja kita akan nyaman. Tapi, kalau rata-rata teman kantormu justru tak bisa diajak kerja sama, mungkin hal yang sama akan terulang kembali. Kamu jadi akan cepat bosan dan tak menutup kemungkinan akan terdorong untuk resign. Karenanya, mumpung kamu masih baru di kantormu, cobalah pelajari karakter orang-orang yang nantinya jadi rekan kerjamu. Ke depannya, mereka jugalah yang pasti akan menolongmu.

Tipe Teman yang Suka Cari Muka pasti Ada, Apa lagi Kalau Kamu Anak Baru dan Terlihat Berkepribadian Seru

Sebenarnya yang namanya cari muka, tak melulu dengan atasan kok. Kamu yang anak baru pun biasanya jadi target si tukang cari muka. Entah nantinya dia menganggapmu rival atau rekan, ya itu persoalan belakangan. Tapi cobalah pelajari segala tingkah lakunya dan pola kerjanya. Biasanya, si tukang cari muka akan selalu berada di barisan depan setiap atasan kita menyuruh mengerjakan sesuatu. Dia pun juga mengiyakan perintah atasan tanpa melihat dulu seberapa berat pekerjaan dan kapasitasnya dalam mengerjakannya. Intinya, ‘pencari muka’ ini sangat memburu titel anak emas dari atasan.

Hati-hati, Jika Kamu Tipe Orang yang Sangat Memperhatikan Penampilan, Pasti Ada Saja Satu-Dua Orang yang Suka Melihat Gayamu dan Ujungnya Jadi Ikut-ikutan

Tipe yang satu ini sejatinya agak menyebalkan memang. Dia seakan tak punya dan tak bisa menentukan gaya andalannya sendiri sehingga yang ada justru mengikuti gaya seseorang dari ujung kepala hingga ujung kaki. Si peniru semula-mula akan melihat dan mengamati gayamu berpakaian, lalu keesokannya bisa jadi dia mulai membeli barang yang sama atau bahkan meniru gaya berpakaianmu. Ya, mulai dari baju, celana, sepatu, tas, hingga parfum. Kamu harus ekstra sabar kalau menghadapi orang yang semacam ini. Bisa juga dengan menegurnya pelan-pelan. Tapi kalau kamu memang nantinya jengah, coba saja sekali-kali pakai trik sindir halus.

Jangan Kaget, Selain Si Tukang Cari Muka, Kamu Pasti Akan Bertemu Tipe Satunya Lagi Alias Si Muka Dua

Selain si tukang cari muka, ada lagi tipe muka dua. Kalau kamu punya teman dengan tipe semacam ini, sebaiknya mulailah hati-hati. Percayalah, awal-awalnya dia terlihat baik, suka memujimu, atau mungkin juga memuji atasan. Padahal sebenarnya dibalik sikap manisnya itu, tak ada yang tahu isi hatinya. Bisa jadi sebenarnya dia benci atau dendam sekali. Ketahuilah, tipe orang semacam ini sejatinya tak akan ragu untuk membicarakan kejelekan atasan atau teman kerja di sekitarnya. Bisa saja, suatu saat dia akan jadi temanmu, tapi di waktu yang lain dia akan menjatuhkanmu dan justru menusukmu dari belakang. Berbahaya bukan?

Tenanglah, Meski Tampaknya Banyak Sekali ‘Topeng’, Kamu Pasti Akan Menemukan Satu atau Dua Orang yang Baik Hatinya…

Tipe semacam ini sejatinya  adalah teman yang paling dicari dan didambakan ketika kita masuk ke kantor baru. Apa lagi, sebagai anak baru tentu kita membutuhkan pertolongan baik dalam soal pekerjaan maupun dalam lingkup pertemanan. Dan keberadaan teman yang baik inilah yang pastinya paling sigap dalam hal mengenalkan kamu ke rekan kerja lainnya. Dia juga pasti tak segan menawarkan bantuan ke kamu.

Yang Paling Lucu, Ketika Ada yang Memanfaatkan Keberadaanmu Agar Bisa Dipinjami Uang. Selamat, Kamu Bertemu Si Tukang Hutang!

Namanya saja masih baru, pasti ada saja yang berniat jahil padamu. Mungkin jahilnya tidak melulu kelihatan. Dia diam-diam justru memanfaatkan keberadaanmu untuk bisa dipinjami uang. Dia tahu mungkin karena masih baru, jadi rasa sungkanmu masih besar jika bilang tidak pada orang-orang yang ada di sekitarmu. Awalnya pinjam untuk alasan sederhana, tapi hal itu dilakukannya berkali-kali tapi nyatanya tak ada itikad untuk mengembalikan. Bukankah menyebalkan?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kantor yang Bebas Berpakaian, Tak Berarti Kamu Boleh Datang dengan Pakaian Rumahan

Di era sekarang sebuah kantor atau perusahaan tidak lagi menekankan karyawannya harus memakai office look. Meskipun tidak semua, tapi beberapa start up telah melakukan kebijakan ini. Apalagi kantor-kantor di bidang kreatif. Pasalnya, ada yang berujar bahwa berpakaian rapih saat ke kantor adalah suatu tekanan. Entah bisa dibenarkan atau tidak, yang jelas generasi milenial sangat senang mendapatkan kantor bebas berpakaian.

Perlu diketahui ketika diberikan kebebasan, bukan berarti datang dengan berpakaian semaunya dan seenaknya. Meskipun bebas, kamu juga mesti tahu aturan. Pada dasarnya aturan tersebut mengacu kepada etika, karena tak mungkin kamu hanya memakai kaus kutang dan celana pendek ke kantor kan? selain tidak enak dipandang, itu sama saja kamu telah menyepelekan tempat kamu bekerja.

Setidaknya bebas berpakaian adalah minimal kamu mengenakan T-shirt dan jeans ke kantor. Dan pastikan kamu tidak berpakaian seperti ini saat berangkat ke kantor ya.

Bebas Tapi Sopan, Jangan Memakai Pakaian Rumahan

Mungkin kamu memiliki kaus kesayangan yang sampai belel pun kamu tetap nyaman memakainya. Tapi, nyaman buatmu belum tentu nyaman di mata orang lain. Pakaian yang seperti itu sebaiknya kamu kenakan saat di rumah, bukan berangkat ke kantor. Meskipun bebas berpakaian bukan berarti tidak ada aturan lho. Kamu harus kenakan pakaian yang setidaknya enak dipandang.

Memakai Pakaian yang Kusut

Tentu penampilan dapat menopang mood seseorang dalam bekerja. Tidak bagusnya penampilan pasti akan menganggu konsenstrasi saat di kantor. Terutama saat kamu mendapatkan komentar dari karyawan lain, atau melihat seseorang yang melihatmu secara tidak enak. Untuk itu perhatikan pakaianm.

Apalagi jika menggunakan pakaian kusut, jelas sangatlah tidak enak dipandang. Sebisa mungkin kamu harus membawa pakaian ganti untuk mengganti pakaianmu yang kusut. Apalagi kalau kamu ke kantor naik angkutan umum.

Memakai Pakaian yang Sudah Dipakai di Hari Sebelumnya

Mungkin kamu memiliki sikap yang terlalu cuek soal pakaian. Apalagi mengetahui kalau kantor kamu adalah kantor yang bebas berpakaian. Secuek-cueknya kamu dengan penampilan, tak semestinya juga kamu memakai pakaian yang sudah dipakai di hari sebelumnya. Jangan heran kalau kamu mendapatkan cap jorok dari teman-teman kantor lantaran pakaianmu tidak diganti-ganti.

Jangan Sampai Memakai Sandal Ke Kantor Karena Tidak Etis

Dalam suatu kondisi seperti hujan, kamu mungkin bisa memakai sandal ke kantor karena sepatumu kebasahan atau semacamnya. Tetapi di luar dari kondisi tersebut, memakai sandal ke kantor sangatlah tidak etis. Apalagi kalau dilihat teman kerja dan bosmu, otomatis kamu akan dipandang berbeda. Lain kasusnya apabila bos dan teman kantor memang memperbolehkan memakai sandal.

Mengenakan Piyama Saat Bekerja

Lebih kacau lagi kalau kamu mengenakan piyama saat bekerja. Jelas saja itu sudah salah, karena piyama adalah pakaian untuk beristirahat bukan bekerja. Kamu bisa mengenakan piyama ke kantor apabila saat itu sedang ada pesta kostum atau semacamnya. Karena kami yakin sebebas apapun kantormu pasti tidak srek apabila melihat seseorang mengenakan piyama saat bekerja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pertama dalam Sejarah APBN, Penerimaan Negara Tembus 100%

Sehari sebelum perayaan Tahun Baru 2019 kemarin, Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati mengumumkan penerimaan negara 2018 mencapai 100%.  Belia juga mengatakan jika capaian tersebut adalah yang pertama kali dalam sejarah APBN.

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah meraup penerimaan sebesar Rp 1.894,72 triliun atau 100% dari target APBN 2018. Dan adapun sumbernya antara lain dari perpajakan, yakni pajak dan bea cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan hibah.

“Pada tahun ini untuk pertama kalinya Kementerian Keuangan tidak mengundang-undangkan APBN Perubahan dan tahun 2018 ditutup dengan Penerimaan Negara sebesar 100%,” kata Sri Mulyani dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/12/2018), sebagaimana dikutip dari detik.com. 

Dan, kabarnya hasil dari pencapaian ini akan dilaporkan oleh Sri Mulyani kepada Presiden Joko Widodo, hari ini Selasa (1/1/2019).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sebelum Tahun Baru, Tinggalkan Penyesalanmu Karena Pernah Terjebak dalam Lima Sikap Ini

Setiap manusia punya berbagai pilihan di tangannya. Entah pilihan yang baik atau yang buruk, bahkan entah menguntungkan maupun merugikan. Yang pasti dalam setiap pilihan yang dibuat pasti ada hikmahnya. Hanya saja, seringkali manusia sering memilih hal yang merugikan dirinya dan berujung penyesalan.

Di penghujung tahun, biasanya hidup kita akan disibukkan dengan membuat resolusi. Terkhusus tahun ini, sebelum beranjak membuat resolusi, mungkin tak ada salahnya berkontemplasi sejenak. Barangkali ada hal-hal yang sebaiknya kamu hindari agar tak kembali terjadi di tahun mendatang. Demi menghalau timbulnya penyesalan. Lima diantaranya yaitu hal-hal ini.

Membuat Jarak dengan Tuhan

 

Saat kamu sampai hati untuk membuat jarak dengan Tuhan, sadar tak sadar akan ada ‘ganjalan’ yang membuat segala urusanmu terasa tak lancar. Entah itu urusan pekerjaan, karier, bahkan percintaan. Hidupmu yang kompleks tak bisa dilepaskan dari campur tangan Tuhan. Bagaimanapun, kehidupan ini adalah berkat dari Sang Pencipta, sementara saat hidup kita justru menentang dan menjauh dari-Nya, mungkin kamu perlu introspeksi sebelum penyesalan terjadi.

Terlalu Memilih-milih Teman

Terlalu selektif dalam berteman pun bisa merugikanmu. Sekalipun menurutmu sikap selektif itu perlu terutama dalam memilih sahabat. Tapi pikirkan juga ke depannya. Saat kamu menjauhi atau menjaga jarak dengan seseorang lantaran ia berbeda denganmu, itu tandanya kamu sudah membatasi diri untuk menerima kebaikan yang mungkin saja bisa ditawarkan oleh orang tersebut. Menolak seseorang untuk berteman denganmu justru menunjukkan bahwa kamu masih memiliki karakter angkuh, kawan.

Tak Jadi Diri Sendiri dalam Hidupmu Sehari-hari

Demi terlihat baik dan sempurna, bukan berarti kamu harus menyembunyikan karakter aslimu. Percayalah, tak jadi diri sendiri hanya akan membuatmu merasa tersiksa dan tak bisa bebas mengekspresikan dirimu.  Bahkan bisa saja karena sikapmu ini, kamu kehilangan jati dirimu sendiri.

Kawan, tak perlu berubah menjadi orang lain demi terlihat sempurna karena manusia itu jauh dari sempurna. Lebih baik kamu hidup dengan apa adanya tapi kamu bahagia daripada hidup dalam kepura-puraan dan menderita.

Kurangi Kebiasaan Melakukan Sesuati Tanpa Dipikir Terlebih Dahulu

Sikap ini pun pasti akan mendatangkan penyesalan untuk kamu di kemudian hari. Terlebih jika selama ini ternyata banyak orang yang merasa sakit hati akibat sikapmu yang tak pernah dipikir dahulu. Dampak yang akan kamu rasakan pastinya kamu akan kehilangan orang bahkan teman yang mau menemanimu dalam suka dan duka, mungkin ini karena kamu tak bisa menghargai perasaan orang lain.

Sebelum hal itu terjadi lagi, lebih baik mulai saat ini berhati-hatilah dalam berbicara dan bersikap karena lidah lebih tajam daripada pisau. Bukankah ada peribahasa: “Mulutmu, harimaumu,”?

Selalu Boros dan Masih Sukar Mengatur Keuangan

Terakhir, sikap yang pasti akan kamu sesali di masa depan adalah kamu boros di masa sekarang. Mungkin memang iya sikap boros akan mendatangkan kepuasan saat ini tapi tidak di masa depan karena kamu hanya akan menyesal di saat tengah kekurangan tetapi kamu tak punya tabungan atau apapun yang membantu kondisi keuanganmu di masa depan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top