Feature

9 Hal yang Terbukti Memiliki Pengaruh Menakjubkan Pada Otak Manusia

 

7. Perasaan Cinta yang Romantis Sama Halnya dengan Cinta Tulus dari Seorang Ibu

Faktanya, menurut aktivitas otak, hubungan romantis dan perasaan sayang dari seorang ibu sangatlah mirip. Meski ada pula perbedaan yang juga mengelompokkannya. Misalnya, cinta yang bergairah mengaktifkan area otak yang berhubungan dengan gairah seksual. Selain itu, kecemasan dan ketakutan ikut berkurang, dan perasaan euforia pun akan meningkat.

Sedangkan rasa cinta yang tulus dari seorang ibu kepada anaknya, justru mengaktifkan sebuah area pada otak yang bertanggung jawab atas terbentuknya kasih sayang yang akan disalurkan.

[/nextpage]

3. Dibentengi Sedikit Selisih, Sesungguhnya Cinta dan Benci Memiliki Banyak Kesamaan

Beberapa ilmuwan dari Inggris mengungkapkan bahwa cinta dan benci berasal dari area otak yang sama. Namun, tidak seperti kebencian, cinta secara signifikan mengurangi penilaian atas pemikiran-pemikiran yang didasarkan logika.

Hal lain yang juga disampaikan oleh Semir Zeki dari University College London, ada banyak bagian otak yang aktif saat kita sedang dimabuk asmara. Tetapi area besar pada otak ini justru akan mati ketika sedang jatuh cinta, padahal sifatnya penting dalam menilai hal tertentu. Dan begitu pula dengan rasa benci yang mungkin kita rasakan, otak akan jadi yang dirugikan akibat adanya kecenderungan emosional yang berubah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Waspada! Inilah 6 Penyakit Sistem Reproduksi Perempuan yang Harus Kamu Ketahui

Dewasa ini berbagai macam penyakit kelamin sudah mulai bermunculan, sebagai perempuan kamu harus selalu waspada tentang kesehatan sistem reproduksimu. Jangan sampai kamu terlambat mengetahui adanya penyakit dalam sistem reproduksimu karena ketidaktahuanmu. Semakin cepat kamu tahu, maka semakin cepat juga penanganan yang bisa kamu lakukan.

Agar ilmu kesehatanmu bertambah, mari lihat beberapa tanda-tanda di bawah ini. Jika 6 tanda di bawah ini terjadi padamu, artinya kamu memiliki masalah dengan sistem reproduksimu. Jangan dulu panik, segera lakukan pemeriksaan ke dokter ya!

1. Penyakit Toxic Shock Syndrome

Toxic shock syndrome adalah penyakit langka yang diakibatkan oleh racun bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes yang masuk ke pembuluh darah dan menginfeksi darah. Dalam hal ini, yang sangat berisiko mengalami penyakit ini adalah kelompok perempuan, karena perempuan mengalami menstruasi setiap bulannya dan hal ini bisa dimanfaatkan oleh bakteri untuk masuk ke dalam tubuh.

Untuk itu, jangan sampai kamu lupa mengganti pembalutmu karena dampaknya akan sangat berbahaya bagi dirimu sendiri. Gejala yang ditimbulkan adalah demam tinggi, muntah, diare dan shock secara bersamaan.

2. Gejala Awal HIV

HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, kekebalan tubuh akan semakin lemah, sehingga rentan diserang berbagai penyakit.

Awalnya, penderita ditandai dengan nyeri sendi dan otot, sakit kepala, diare, menggiggil, sakit tenggorokan serta tubuh menjadi lemah. Jadi, sebaiknya kamu waspada jika pergi ke tempat makan atau menggunakan tusuk gigi bekas, karena penyakit ini bisa menular lewat hubungan seksual.

3. Penyakit Oligomenorea

 

Salah satu gangguan menstruasi yang bisa dialami perempuan adalah oligomenorea. Gangguan menstruasi yang biasa dialami oleh perempuan pada usia subur ini ditandai dengan jumlah siklus menstruasi di bawah rata-rata, yaitu hanya sekitar 6-8 kali dalam kurun waktu setahun.

Siklus menstruasi penderita oligomenorea terbilang lebih panjang juga. Dibandingkan normal, di mana perempuan mendapat haid tiap 21-35 hari, perempuan dengan oligomenorea biasanya baru mendapat haid setelah 35 hari. Penyebab gangguan ini adalah sering melakukan olahraga berat, stres, atau efek samping dari penggunaan kontrasepsi. Mulai sekarang coba cek apakah siklus menstruasi mu normal atau tidak?

4. Gejala Vaginitis

 

Selanjutnya adalah gejala vagnitis, dimana vaginitis adalah infeksi yang terjadi pada vagina. Gejalanya yaitu gatal, iritasi pada vagina, sakit saat buang air kecil atau saat berhubungan seks, juga disertai flek dan pendarahan ringan. Jika kamu sudah mengalami gejala seperti ini, sebaiknya kamu mulai memeriksakannya ke dokter.

Penyebab penyakit ini adalah karena bahan kimia yang dihasilkan dari sabun atau wewangian, membasuh bagian dalam vagina atau infeksi jamur dan bakteri. Untuk itu, hati-hati dalam memilih produk dan merawat kesehatanmu ya.

5. Penyakit Kista Ovarium

 

Kista ovarium atau kista indung telur adalah kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam ovarium. Gejalanya yaitu nyeri pada tulang pinggul, nyeri saat berhubungan seks, pendarahan lebih banyak dari biasanya saat menstruasi, menstruasi tidak normal dan sulit hamil. Segera periksakan ke dokter jika kamu merasa mengalami gejala itu, ya. Kista ovarium ini biasanya muncul selama masa subur atau selama perempuan mengalami menstruasi.

6. Selain Oligomenorea, Menstruasi Jauh Lebih Banyak Dari Biasanya Adalah Gejala Menorrhagia.

Menorrhagia atau haid berlebihan adalah keluarnya darah menstruasi secara berlebihan atau dalam jumlah yang terlampau banyak. Selama masa menstruasi, jumlah rata-rata darah yang dikeluarkan adalah 30-40 ml. Dan seorang perempuan dianggap mengalami haid berlebihan jika kuantitas darah yang dia keluarkan berkisar antara 60-80 ml. Penyebab dari menorrhagia ini bisa jadi karena kamu terkena radang panggul atau infeksi yang terjadi pada rahim.

Setelah membaca semua informasi di atas, sebaiknya kamu mulai hidup sehat mulai dari makanan sampai perawatan organ kewanitaanmu. Jangan sampai gejala-gejala yang terjadi kamu abaikan begitu saja karena itu bisa berdampak buruk untuk kesehatanmu juga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hidup di Dunia Hanya Sebentar, Kurang-kurangin Nyakitin Hati Orang

Segala nikmat dan kepunyaann yang dimiliki, sering kali membuat kita gelap mata dan lupa diri. Bukannya lebih banyak bersyukur karena punya sesuatu yang lebih, hidup nyaman yang didapatkan justru digunakan jadi alat untuk membuat orang lain tersakiti. Duh, ngeri!

Tak peduli seberapa banyak harta yang kamu punya atau secantik dan setampan apa dirimu dan secerdas apa pemikiranmu. Satu hal yang wajib dan harus selalu diingat adalah, semua yang ada pada kita sekarang hanyalah sementara. Maka teruslah berbuat baik dan berhenti untuk menyakiti hati orang lain. Sebab kehidupan tak bisa diterka, kamu bisa saja pergi tanpa sempat meminta maaf pada mereka yang telah disakiti.  

Meski Diperlakukan Buruk, Berusahalah untuk Senantiasa Berbuat Baik Pada Siapa Saja

Jangan pernah jumawa atas segala hal yang dipunya. Siapapun kita sekarang, sebanyak apapun harta yang sudah berhasil dikumpulkan, hingga kecerdasan tingkat tinggi yang ada di pikiran. Tak boleh jadi alasan untuk berlaku semena-mena pada orang yang lebih rendah dan lemah.

Merasa lebih tinggi dari orang lain, kadang membuat kita berhak untuk berlaku sombong, meninggikan hati, hingga akhirnya membuat mereka sakit hati. Siapapun kamu dan sebesar apapun keberuntungan dalam hidupmu, berusalah untuk rendah hati dan tak menyakiti.

Sebab Tuhan Pun Tak Meminta Kita untuk Membalas Hal Buruk dengan Serupa Buruknya

Apapun agamamu, untuk perkara bersikap dengan sesama manusia. Kita selalu diminta senantiasa berbuat baik kepada siapa saja, meski itu adalah orang yang menyaki kita. Memang sih, ini akan jadi sesuatu yang sulit. Karena mendapat perbuatan jahat, selalu mengundang amarah untuk membalas hal yang sama jahatnya.

Tapi percayalah, semesta dan sang pemiliknya selalu bersikap adil atas segalanya. Dia yang sudah berbuat jahat, kelak akan mendapat balasan yang setimpal. Untuk itu, dengan kita tetap berbuat baik akan selalu ada hal baik yang juga kita dapatkan sebagai balasan.

Dan untuk Hidup yang Lebih Tenang, Teruslah Belajar Menjadi Lebih Baik dari yang Sekarang

Setiap hari sepanjang hidup adalah proses belajar yang tiada akhir. Cerita dan kisah hidup yang berbeda, akan memaksa kita selalu memetik hikmah dari semuanya. Titik inilah yang kemudian akan membantu kita membuka mata, melihat hal-hal baik mana yang perlu dijadikan pelajaran.

Buang semua rasa jumawa atas kemampuan diri yang sekarang. Berpikir kalau kita sudah pintar hingga tak perlu belajar, hanya akan menyeret kita pada kekalahan, jika sewaktu-waktu ada hal baru yang akan terjadi di hari mendatang. Namun, jika ada persiapan yang matang yang selalu dipelihara dalam segala bentuk pelajaran. Maka hidup akan lebih tenang.

Sembari Mengasah Kemampuan dan Pengetahuan, Jangan Lupa untuk Selalu Bersyukur atas Segala Kepunyaan

Ucapan syukur atas semua hal adalah salah satu cara untuk menunjukkan rasa terimakasih atas kehidupan. Jangan sampai apa yang dimiliki jadi alasan untuk bisa merendahkan orang lain atau menyakiti hati mereka.

Sebaliknya, ketika kita mempunyai sesuatu yang lebih dibanding orang lain. Jadikan itu sebagai ajang untuk bersyukur, berbagi, hingga memberi contoh bagaimana menikmati semua pemberian Tuhan dengan rasa syukur yang besar. Terus menerus belajar adalah kewajiban, serupa wajibnya dengan ucapan terimakasih yang tiap hari harus kita sampaikan.

Hidup Hanya Sebuah Persinggahan, untuk Itu Lakukan Semua Hal Baik yang Berkenan Bagi Allah dan Banyak Orang

Jangan gelap mata atas segala hal indah yang sedang Allah titipkan kepada kita. Semua itu bisa hilang dalam sekejap saja. Entah sore nanti, besok pagi, atau lusa. Apapun bisa terjadi atas hidup kita semuanya.

Untuk itu, selagi ada waktu dan masih diberikan kesempatan hidup dengan nyaman. Menjadilah berbeda dari orang-orang biasanya. Menjadi manusia yang taat kepada Tuhanmu dan baik kepada semua manusia yang ada di dekatmu. Jangan terkecoh, tetap rendah hati dan teruslah berbuat baik, selama kamu bisa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Buat Apa Menyimpan Dendam Cuma Buat Diri Remuk Redam

Tak melulu tentang bahagia, beberapa perkara dalam hidup kadang menyisahkan luka. Alih-alih bisa melupakannya, sebagai manusia biasa kadang kita malah memeliharanya jadi sebuah amarah. Memupuknya subur dengan rasa benci, hingga akhirnya menjadi dendam yang terus tumbuh di hati.

Dendam adalah suatu kondisi dimana kita berharap orang lain yang berbuat salah kepada kita. Kelak akan mendapatkan balasan serupa dengan yang telah diperbuatnya. Sialnya, daripada buru-buru melupakan amarah atau mengelola emosi dengan cara yang lebih baik. Kita justru memilih untuk menyimpan dendam yang kemudian membuat kita selalu beranggapan bahwa, orang lain adalah ancaman. Meski kejadian yang membuat kita marah itu mungkin sudah lama berselang.

Kita tak sadar, jika menyimpan dendam hanya akan membuat diri kesal, merusak hubungan dengan orang-orang sekitar hingga gangguan kesehatan yang bisa merusak tubuh tanpa diduga. Sebelum nanti akan menyesal karena sudah terlambat, cobalah pahami apa saja yang bisa dilahirkan oleh dendam.

Membuatmu Lebih Tua dari Usia yang Sebenarnya

Kamu pasti pernah dengar kan, kalau mudah tersenyum membuat kita awet muda. Nah, menyimpan dendam serupa dengan memelihara amarah dalam diri. Sehingga, tak ada lagi sumber energi positif yang bisa melahirkan bahagia untuk sekedar tersenyum. Efek samping dari dendam, akan jadi pemicu stres yang kemudian menimbulkan depresi dan frustasi.

Selain gangguan emosi, tubuh akan merespon stres berlebih dengan cara memicu penuaan dini. Hal ini disebabkan adanya perubahan kromosom DNA dalam proses regenerasi untuk pembentukan sel baru. Sehingga memicu penuaan biologis organ dalam tubuh yang lebih cepat. Sebaliknya, memaafkan akan menghasilkan hormon stress yang lebih terkendali dan diminimalisir sehingga proses respon stress pada tubuh dapat kembali normal.

Tubuh Akan Mudah Terserang Penyakit dengan Rasa Nyeri dan Kronis

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukan bahwa seseorang yang menyimpan dendam memiliki peluang 50% lebih tinggi untuk mengalami penyakit dengan rasa nyeri seperti ulserasi lambung, sakit punggung dan sakit kepala.

Dengan kata lain, jika kamu giat menyimpan dendam dalam hati atau pikiranmu, bukan tak mungkin jika suatu waktu kamu akan merasakan hal yang sama juga. Diserang penyakit dengan rasa nyeri yang bersifat kronis. Selain itu, peneliti juga mengambil kesimpulan bahwa menyimpan dendam berkaitan kemungkinan berkaitan dengan gangguan psikosomatis.

Secara Tak Langsung Juga Menuntun Kita Pada Gaya Hidup yang Tak Sehat

Ketika pikiran telah dipenuhi dengan berbagai macam dendam yang terus tumbuh tanpa kita hilangkan. Sebagaimana yang tadi sudah dijelaskan, stres yang kemudian menghinggapi pikiran akan membuat kita kurang memerhatikan kondisi kesehatan.

Bahkan sebuah studi menunjukkan kondisi mental yang sedang tak stabil, mendorong seseorang lebih banyak merokok dan mengonsumsi junkfood yang tinggil kalori. Perilaku macam inilah yang kemudian merusak kesehatan tubuh. Yang selanjutnya mendatangkan berbagai macam jenis penyakit berbahaya yang bisa membuat kita sakit parah.

Dan Mengubah Susunan Hormon Otak Kita

Salah satu organ tubuh terpenting, otak akan bekerja saat kita berpikir, berkomunikasi, dan membentuk hubungan sosial dengan orang lain. Nah, fungsi tersebut konon dipengaruhi oleh dua hormon yang saling berkaitan namun dapat bekerja berlawanan yaitu hormon kortisol dan hormon oksitosin.

Hormon kortisol biasanya dilepaskan saat kita berada di bawah tekanan mental besar, seperti saat menyimpan dendam. Sebaliknya, hormon oksitosin diproduksi ketika kita memaafkan atau saat berdamai dengan diri kita maupun orang lain.

Agar fungsi otak bisa tetap berjalan dengan seimbang, kedua hormon tersebut perlu  menciptakan stress baik atau yang disebut juga eustress. Seperti saat bekerja untuk mencapai tujuan, serta mengendalikan stress buruk atau distress.  

Padahal, Hormon kortisol dikenal sebagai hormon yang berbahaya jika diproduksi secara terus menerus dalam waktu yang lama, karena tidak hanya memengaruhi kerja sistem saraf pusat namun juga kerja organ lainnya. Kamu bisa bayangkan kan, bagaimana jadinya fungsi otak akan terganggu karena adanya hormon kortisol yang lahir dari dendam yang terus membara.

Serta Dipercaya Meningkatkan Risiko Kerusakan Jantung Juga

Setiap emosi dan kecewa yang ditumpuk, pelan-pelan akan jadi bukit kebencian yang terus tumbuh dan tak bisa hilang. Padahal, situasi ini disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya tekanan darah tinggi pada seseorang. Dan akan sangat berbahaya jika berlangsung dalam waktu yang lama.

Serupa dengan kemunculan emosi negatif yang kemudian membuat kita merasa tertekan. Dan akan menjadi akar dari meningkatnya resiko penyakit jantung jika terjadi terus menerus dalam waktu yang lama. Hal ini sejalan dengan hasil dari sebuah riset yang dilakukan oleh Asosiasi Jantung Amerika sudah membuktikan bahwa menyimpan rasa marah dan dendam dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner yang didahului oleh kondisi tekanan darah tinggi dan arterosklerosis.

Jadi, masih mau menyimpan dendam lagi? Memaafkan mungkin tak mudah, namun daripada membahayakan diri kita, lebih baik belajar untuk jadi orang yang peyabar. Dan selalu lembutkan hati untuk memafkan kesalahan orang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top