Community

7 Tanda Pacarmu Belum Siap Untuk Hidup Bersama, Sabar Ya

Tujuan dari suatu hubungan adalah menuju ke jenjang keseriusan, bukankah semuanya menginginkan hal tersebut? Namun, tidak semuanya siap dengan hal itu. Bukannya tidak cinta atau adanya orang ketiga, melainkan ketidaksiapan dalam sikap yang menjadi sebuah alasan. Karena pernikahan adalah sekali seumur hidup, maka dari itu perlu persiapan yang sangat matang.

Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah pasangan kita sudah siap diajak serius atau belum? Mari lihat tanda-tanda berikut ini, jika pasanganmu memilikinya maka artinya dia belum siap untuk memiliki komitmen yang lebih denganmu.

1. Sikapnya, Masih Egois!

Menghindari ego demi hubungan adalah suatu tanda jika dia memang sudah ingin serius denganmu, namun jika ternyata dia masih sering bersikap egois mungkin itu tandanya dia belum siap melangkah lebih jauh.

Kasus perceraian biasanya disebabkan karena kedua belah pihak sama egoisnya dan tidak bisa mendinginkan kepala demi menjalin komunikasi yang baik. Jadi lebih baik tunggu saja sampai sikap egoisnya hilang, lebih tepatnya saat dia benar-benar siap.

2. Tanggung Jawabnya Masih Banyak yang Terbengkalai

Yang dipegang dari seorang laki-laki adalah tanggungjawabnya, namun jika masih banyak tanggung jawabnya yang terbengkalai, sepertinya kamu harus menunda untuk berharap ia akan segera mengajakmu ke jenjang selanjutnya.

Jika dia saja masih berantakan dalam mengatur hidupnya, bagaimana dia bisa mengatur tanggung jawab yang lebih besar lagi? Keluarga misalnya. Jika kamu memaksakan untuk hidup dengan laki-laki yang belum bisa bertanggungjawab tentunya kamu sendiri yang akan kesusahan.

3. Kamu Belum Menjadi Prioritasnya

Sibuk atau tidak kembali lagi kepada skala prioritas, jika kamu sudah ia jadikan prioritas maka sesibuk apapun dia akan selalu menyempatkan waktu untukmu. Apapun dan bagaimanapun dia akan selalu berusaha menjadikan kamu nomor satu. Jika hal ini belum dia lakukan maka kembalilah berpikir untuk mengajaknya ke jenjang keseriusan, karena setelah menikah nanti istri dan anak-anak adalah prioritas utama.

4. Masalah yang Kamu Hadapi Tidak Terlalu Mengganggu Pikirannya

Karena kamu bukan prioritasnya maka segala tentangmu tidak terlalu menjadi pikirannya, termasuk ketika kamu sedang mengalami masalah. Harusnya sebagai pasangan yang baik dia selalu ada saat kamu membutuhkannya, namun jika memang dia belum melakukan hal ini itu tandanya dia memang belum ingin melangkah lebih jauh bersamamu.

5. Tidak Ada Pembicaraan Tentang Masa Depan Selama Hubungan

Ketika ditanya tentang masa depan, jawabannya selalu ‘jalani dulu saja’. Dia masih terlihat santai dengan hidupnya tanpa memperlihatkan tanda-tanda untuk persiapan masa depan hubungan kalian. Jangankan persiapan, niatnya saja sudah ada atau belum? Kamu sendiri yang bisa menyimpulkannya.

6. Kalian Masih Sering Bertengkar Karena Hal Sepele

Pertengkaran diantara kalian selalu dipicu oleh hal-hal sepele, perdebatan dalam hubungan memang menyehatkan karena kamu dan dia bisa mengeluarkan unek-unek masing-masing. Namun jika frekuensinya terlalu sering dan hanya karena hal sepele maka hal ini akan jadi bumerang untuk hubungan kalian.

Jika masih pacaran saja begini bagaimana nanti setelah menikah, kalian akan dihadapkan dengan permasalahan yang lebih berat lagi. Jika hal ini masih terjadi maka kalian belum siap untuk melangkah lebih jauh lagi.

7. Kamu Tidak Pernah Dikenalkan Kepada Keluarga Atau Teman Dekatnya

 

Salah satu tanda bahwa dia belum siap untuk berkomitmen adalah tidak ada inisiatif darinya untuk dekat dengan orang-orang penting dalam hidupmu. Di matanya, hubungan kalian masih santai-santai saja dan belum serius. Jadi, tidak heran kalau dia bersikap santai saja dan tidak berusaha untuk lebih dekat ke keluarga maupun sahabatmu.

Selain itu, dia juga tidak pernah mengenalkanmu pada keluarga atau teman dekatnya, jadi tidak ada kedekatan diantara kamu dan orang-orang terdekatnya begitu pula sebaliknya. Jadi, ada berapa tanda yang kamu temukan dari pasanganmu?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ternyata, Perempuan Gemuk Lebih Mampu Membuat Laki-laki Bahagia

Bertubuh kurus kadang kala jadi acuan untuk menjadi cantik yang dipercaya sebagian besar perempuan. Padahal, tolok ukur kecantikan tak selalu dari besar atau tidaknya tubuhmu. Nah, jika kau rasa usaha untuk menjadi kurus yang selama ini kamu lakukan sering gagal, tak perlu bersedih hati.

Karena ternyata menurut sebuah studi baru oleh departemen psikologi di Universitas Namibia (UNAM), lelaki yang menikah dengan (atau dalam hubungan dengan) perempuan bertubuh gempal sepuluh kali lebih bahagia daripada mereka yang menjalin hubungan dengan perempuan bertubuh kurus. Surat kabar Argentina, Nuevo Diario yang pertama kali melaporkan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Filemón Alvarado dan Dr Edgardo Morales di departemen psikologi UNAM ini.

Fakta lainnya, menurut penelitian, laki-laki lebih banyak tersenyum ketika mereka bersama pasangan dengan tubuh melekuk atau berisi, para laki-laki tersebut juga lebih mudah dalam menyelesaikan masalah. Mengapa? Menurut Alvarado dan Morales, yang melakukan penelitian ini, Indeks Massa Tubuh yang lebih tinggi memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan lelaki.

Jadi meski tubuhmu tetap terlihat gemuk walau sudah melakukan olahraga dan diet ketat, jangan bersedih lagi ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pentingnya Berdamai dengan Masa Lalu

Kalau bisa memilih, kita semua tentu ingin kisah hidup yang selalu menyenangkan. Mulai dari masa lalu, masa sekarang hingga masa depan. Tapi hidup tak selalu ada dalam genggaman tangan, beberapa hal yang terjadi tak bisa kita rubah sesuai keinginan. Dan salah satunya adalah masa lalu yang mungkin tak menyenangka. Entah itu itu ketakutan, patah hati, atau hal-hal lain yang menyakiti diri. 

Namun semua itu sudah berlalu, kita perlu untuk melangkahkan kaki untuk maju. Menatap masa depan yang lebih cerah, dan berbuat hal-hal baik yang bisa mengubah hidup kita. Itulah mengapa kita perlu berdamai pada masa lalu yang tak selalu enak untuk dikenang. 

Lalu, manfaatnya apa sih?

Merubah Diri untuk Lebih Bersemangat dan Tak Gampang Menyerah Lagi

Menghilangkan rasa sakit dari masa lalu, memang kadang jadi ketakutan tersendiri untuk kita. Sulit untuk bisa menerima apa yang sudah terjadi, hingga akhirnya jadi bumerang untuk diri sendiri. Dari sini, kita terperankap untuk tak akan melakukan ha-hal yang mengingatkan diri pada masa silam, dan tentu jadi sesuatu yang merugikan.

Nah, jika kita berhasil untuk berdamai dengan semua yang terjadi di masa lalu. Akan ada hal-hal baik lain yang kelak bisa dilakukan. Terbuka untuk menjalani kehidupan di masa sekarang, tanpa harus was-was dengan semua perasaan sakit yang dulu pernah dirasakan. 

Setelah Berdamai, Kita Tak Akan Gampang Stres Lagi

Yap, pada kehidupan nyata beberapa kejadian memang tak bisa kita hindari untuk tak dialami. Selepas mengalami beberapa hal yang tak menyenangkan, ada rasa takut yang sering membuat hati lelah. Jadi beban untuk pikiran, dan berujung pada stress yang tak karuan. 

Padahal hal seperti ini adalah sesuatu yang sesungguhnya harus dilewati. Tak bisa kita hindari, semua yang sudah terjadi harus tetap dihadapi dengan segala kemampuan diri. Hasilnya? Rasa takut dan semua beban yang selama ini jadi pikiran, bisa dilalui dengan santai dan lebih sabar. 

Dan Lebih Berani untuk Mencoba Hal-Hal Baru yang Selama Ini Dihindari

Selama kita masih dalam bayang-bayang masa lalu, akan banyak pembatas yang mengekang ruang gerak. Belum berani untuk melakukan sesuatu yang sekiranya membuka ingatan di masa silam, hingga selalu menghindar untuk tak bertemu sesuatu yang bisa membuat kita kembali terbayang atas banyaknya hal tak mengenakkan yang dulu pernah kita lakukan. 

Itulah mengapa penting untuk berdamai, menerima semua hal yang sudah jadi kenangan dan memandang semua itu sebagai acuan untuk tak lagi mengulang kesalahan bukan jadi sesuatu yang justru mengurung ruang gerak langkah. 

Tak Akan Lagi Terjebak pada Berbagai Macam Nostalgia

Percayalah, ketakutan akan hal-hal yang sudah lewat hanya akan membuat kita terkurung pada sekap yang lebih berat. Membuat kita merasa takut, menghilangkan kepercayaan diri, dan berpikir tak lagi bisa berbahagia atas hidup sendiri. Padahal ada banyak pilihan yang bisa kita lakukan untuk kembali berbahagia atas semua hal. 

Lepaskan semua hal yang merebut kebahagian, buka diri untuk hal baru yang lebih membahagiakan. Dan selalu tekankan dalam diri, jika kita bisa lebih bahagia dari masa lalu yang pernah dijalani. 

Menikmati Hidup dengan Cara yang Memang Kita Suka

Bisa lepas dari semua ketakutan dan kekhawatiran masa lalu, memang bukanlah perkara gampang. Ada banyak hal yang perlu diterima secara perlahan. Membuka mata dan hati untuk semua pilihan baik yang bisa membahagiakan kehidupan. Dan lebih selektif untuk mempertimbangakna semua yang akan dijadikan pilihan. 

Jika semua ini bisa kita jalankan dengan benar, percayalah bahagia tak lagi jadi sesuatu yang mustahil kita dapatkan. Ingatlah selalu, jika apapun yang terjadi atas masa lalu kita selalu berhak untuk berbahagia di hari ini dan masa depan. Tinggal bagaimana kita melangkah setelah dibuat memangis dan kecewa di masa lalu kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sutradara Joko Anwar, Minta KPI Dibubarkan

Setelah polemik tentang keingin KPI untuk turut serta mengawasi kontek Netflix dan Youtube, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menjadi sorotan. Yap, baru-baru ini, lembaga yang mengawasi jalannya tayangan di pertelevisian Tanah Air itu dianggap mengeluarkan sejumlah sanksi dan keputusan yang sangat aneh.

Salah satu contoh misalnya, KPI melakukan teguran terhadap stasiun Global TV yang menayangkan tayangan kartun Spongebob Squarepants. Di mana dalam salah satu tokoh Spongebob melakukan pelemparan kue tart dan pemukulan.

Masyarakat pun tak diam, sebagian besar menilai keputusan KPI tersebut adalah pendapat yang amat keliru. Berita ini juga menarik perhatian salah satu sutadara kondang di tanah air, yakni Joko Anwar. Pada laman Twitter pribadinya, sutradara Gundala itu bahkan dengan tegas dan yakin menuliskan tagar Bubarkan KPI.

Sumber : https://twitter.com/jokoanwar

Tak hanya itu saja, lelaki kelahiran Medan, Sumatera Utara tersebut juga mengunggah foto ilustrasi sejumlah tayangan televisi yang mendapat teguran dan sanksi KPI. Tak hanya Spongebob, ada pula sejumlah tayangan seperti infotainment “Obsesi” Global TV, “Ragar Perkara” Tv One, “Rumpi” Trans TV dll.

“Promo Gundala kena sanksi @KPI_Pusat karena ada dialog bilang ‘Bangsat.’ Bangsat artinya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:,” twitt Joko Anwar, sambil menyematkan keterangan kata “bangsat” dari sebuah kamus bahasa Indonesia.

“Kalau ada lembaga yang anggap tontonan kayak SpongeBob melanggar norma kesopanan, lembaga itu nggak layak dipercaya menilai apapun di hidup ini. #BubarkanKPI @KPI_Pusat,” sambung Joko Anwar.

Menurutmu bagaimana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top