Feature

7 Tanda Jika si Dia Malu Kamu Jadi Pasangannya

Seorang pasangan, seharusnya mampu mendukungmu, membuatmu merasa lebih mampu, dan selalu bangga karena memiliki dirimu. Lalu apa jadinya jika ternyata, diam-diam si dia malu untuk mengakui dirimu sebagai pasangannya? Sering ditunjukkan dengan bermacam-macam sikap, tapi ia selalu punya alibi untuk tak mengakui.

Nah sejalan dengan itu, Samantha Daniels, seorang mak comblang dari aplikasi kencan ‘Dating Lounge’ mengatakan ada tanda kecil yang bisa diartikan sebagai tindakan yang menandakan rasa malu dari si dia, yaitu : dia tak pernah memerhatikan apa yang kamu katakan kepadanya. 

“Salah satu kebiasaan yang paling menyebalkan adalah ketika kamu menjalin hubungan dengan seseorang namun dirimu tak pernah didengar olehnya,” jelas Samantha.

Jadi sesuatu yang terdegar menyedihkan, tapi bisa jadi juga sedang terjadi atas hubungan yang kamu jalankan. Maka menurut para ahli, inilah hal-hal yang perlu kamu perhatikan dari si dia yang sebenarnya malu untuk mengakuimu sebagai kekasih atau pacar.

1. Dia Tak Pernah Mau Memperkenalkanmu Kepada Teman-temannya

Jika situasi ini berjalan diawal hubungan, mungkin akan terasa wajar. Masih butuh menyesuaian hingga adaptasi untuk membawamu masuk ke lingkar pertemanannya. Tapi akan terasa aneh jika terus menerus berlangsung begitu, walau hubunganmu sudah berjalan lama.

Kalau dirinya memang tak ingin kamu bertemu dengan teman-temannya, itu berarti ada sesuatu yang memang sedang disembunyikan atau memang malu mengakui dirimu sebagai pasangan. Jika ternyata benar, kamu berhak untuk memutuskan. Jangan habiskan waktumu dengan dia yang malu mengakuimu.

2. Tak Pernah Mengajakmu Kencan di Luar Rumah

Kamu mungkin setuju, jika menghabiskan waktu di dalam rumah berdua bisa terasa lebih menyenangkan daripada makan malam mewah di luar rumah. Tapi, biar bagaimana pun kamu perlu realistis juga. Ada waktu dimana kamu dan si dia perlu pergi ke luar rumah, meski hanya sekedar menikmati secangkir kopi berdua.

Jika ternyata dia tak pernah mengajakmu ke luar rumah, sudah saatnya kamu mulai bertanya-tanya. Karena kemungkinan, ia takut merasa malu jika mendadak bertemu dengan orang yang dikenalnya tatkala dirinya sedang berdua denganmu di tempat umum.

3. Menjatuhkanmu dengan Kalimat-kalimat yang Tak Enak Didengar

Bagi banyak orang, pola pikir negatif sudah menjadi sebuah kebiasaan. Dan dari rasa malu yang ia miliki itu, ia berubah jadi tukang koreksi yang justru bertujuan merendahkan. Bukannya membantumu semakin percaya diri, komentar yang ia sampaikan justru bernada meremehkan.

Satu hal yang harus selalu kamu ingat, jangan biarkan ia terus menerus menjatuhkanmu. Tinggalkan ia, dan carilah dia yang memang bisa benar-benar bangga ketika bersamamu.

4. Menghindar Setiap Kali Diajak Merencanakan Masa Depan

Sebagaimana mestinya, dua sejoli yang memang sudah terikat dalam hubungan cinta. Tentu harus berpikir bagaimana rencana ke depan. Tapi sikap yang ia tunjukkan justru berseberangan. Jika memang inilah yang ia tunjukkan, bisa jadi ia memang tak merasa kamu adalah bagian dari hidupnya di masa depan.

Setiap kali kamu berusaha untuk menjadikan ini sebagai bahan obrolan, ada saja alasan yang membuatnya menghindar. Dimatamu ia mungkin sudah jadi sosok harapan, sebaliknya, dirimu hanya dianggapnya sebagai sebuah persinggahan yang tak patut dijadikan pilihan. Maka tak ada yang perlu dipertankan.

5. Membuatmu Merasa Tak Nyaman

Kenyamanan lahir dari rasa tenang dan percaya yang pasangan berikan pada sang pacar. Tapi bagaimana jika yang terjadi justru diluar dugaan? Untuknya kamu selalu berkorban, tapi perasaanmu tak pernah ia pikirkan. Lambat laun, situasi ini berubah jadi kekesalan yang sudah menumpuk dalam pikiranmu. Selanjutnya pecah sebagai sesuatu yang menunjukkan ketidaknyamanan yang kamu rasakan.

Jika memang ia tak benar-benar mampu membuatmu rileks sebagai pacar, hubungan tersebut sebaiknya dihentikan. Lepaskan apa saja yang membuatmu tak nyaman, ganti dengan sesuatu yang mendamaikan pikiran.

6. Selalu Berupaya untuk Mengontrol Apapun yang Kamu Ingin Lakukan

Secara tak sadar, banyak pasangan yang memaksa pacarnya untuk berubah sebagaimana yang ia suka. Berpikir bahwa ia berhak mengatur penampilanmu, ia lupa bahwa kamu juga punya hak untuk menentukan apa yang menjadi pilihan.

Dan akan semakin mengerikan jika sudah merembes ke segala aspek kehidupan. Pakaian apa yang seharusnya kamu pakai, sepatu apa sebaiknya kamu kenakan, berapa berat badan yang harus kamu capai, pekerjaan yang boleh kamu lakukan, hingga hal lain yang masuk jadi aturan yang ia buat.

Padahal sesungguhnya, hal itu bukanlah urusannya. Jadi tak perlulah tunduk demi melakoni semua perintahnya. Ia hanya malu dengan dirimu yang apa adanya, sehingga memaksamu berubah sesuai yang diingininya.

7. Membuatmu Malu di Hadapan Orang Lain

Jika ia memang ingin memperkenalkanmu kepada kerabat yang ia kenal. Coba perhatikan bagaimana ia melakukannya. Danielle Sepulveres, seorang tutor seks dan penulis Losing It : The Semi-Scandalous Story of a Virgin, berkata “Memperkenalkan pasangan Anda dengan cara yang membuat mereka terdengar lebih rendah, tak seharusnya dilakukan”.

Bahkan jika hal tersebut memang tak disengaja, akan tetap jadi sesuatu yang menimbulkan pertanyaan “Apakah kamu memang benar-benar tak pantas untuknya?”. Jika memang iya, jangan pernah membiarkan dirimu direndahkan di depan banyak orang lebih lama.  

Carilah ia yang tetap bisa bangga karena telah memilikimu, siap sedia untuk menopang dan menolongmu untuk bangkit lebih tinggi – bukan orang yang malu karena menjadikanmu sebagai kekasihnya.

Nah, jika beberapa tanda tadi ada pada si dia, sudah saatnya kamu perlu beranjak untuk meninggalkannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bayi Berusia 4 Bulan di Sumsel Meninggal Dunia, Karena Asap Kebakaran Hutan

Kabakaran lahan hutan yang mengakibatkan kabut asap di beberapa wilayah Sumatera Selatan kini menelan korban jiwa. Elsa Fitaloka, seorang bayi perempuan yang masih berusia 4 bulan asal Banyuasin, dinyatakan meninggal dunia akibat Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“Ada bayi meninggal dunia sekitar pukul 18.35 WIB ketika dirawat di rumah sakit. Menurut analisa awal akibat ISPA,” ucap anggota BPD Dusun III, Talang Buluh, Banyuasin, Agus Darwanto, saat dikonfirmasi lewat telepon, Minggu (14/9/2019), sebagaimana dikutip dari laman detik.com. 

Lebih lanjut, Agus mengaku korban Elsa adalah warganya. Bayi tersebut adalah anak dari pasangan Nadirun dan Ita Septiana.

“Mulai sesak nafas kemarin malam dan masih di rawat di rumah. Tadi pagi lihat kondisinya semakin parah, dirujuklah ke rumah sakit Ar-Rasyid di Palembang dan meninggal,” kata Agus.

 

Dikatakan Agus, dari diagnosa awal Elsa disebut terkena serangan ISPA. Elsa pun sempat diminta dirujuk ke RS Muhamad Hoesin Palembang, namun saat itu tidak ada kamar kosong.

“Sempat dibawa ke bidan desa, kata ibu bidan sudah parah dan harus dibawa ke rumah sakit. Itulah kami bawa ke rumah sakit Ar-Rasyid untuk penanganan,” jelas Agus lebih lanjut.

“Diagnosa awal dokter bilang kena ISPA, Elsa juga kemarin memang sesak nafas. Itu bersamaan saat kabut asap kemarin tebal sekitar pukul 23.00 WIB,” sambung Agus lagi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin, Hakim mengaku pihaknya sudah menurunkan tim ke rumah sakit Ar-Rasyid tempat korban awal dirawat.

“Kami sudah dapat info dan langsung diterjunkan tim ke sana sekarang juga. Kami turut berduka cita,” kata Hakim.

Beliau menyebutkan jika kondisi kabut asap yang tebal, dia sudah menghimbau agar masyarakat menggunakan masker. Termasuk menghimbau dan mengurangi kegiatan di luar rumah.

“Keadaan asap tebal ini jangan keluar rumah kalau tidak penting. Sebaiknya memakai masker, di Dinas Kesehatan dan perangkat telah siap 24 Jam untuk melayani masyarakat,” pungkas Hakim.

*Featured Images : Ilustrasi/Pixabay

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Adela Resmi Layangkan Gugatan Cerai pada Sang Suami

Kabar tak megenakkan, baru-baru ini datang dari pelantun lagu ‘All I Ask”, Adele. Yap, belum lama ini, ia mengumumkan perpisahannya dengan sang suami, Simon Konecki. Dan kini, penyanyi perempuan berusia 31 tahun tersebut secara resmi melayangkan gugatan cerai pada suaminya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh oleh pihak Adele melalui sebuah pernyataan yang dikutip dari E! News, Jumat (13/9), dimana Adele menggugat cerai Simon setelah 8 tahun, dan memutuskan akan merawat anak mereka, Angelo, bersama-sama.

“Mereka berkomitmen untuk membesarkan Angelo bersama dengan penuh cinta,” ungkapnya sang sumber.

Akan tetapi, hingga ini dituliskan, baik Adele maupun Simon Konecki masih belum angkat bicara terkait kabar gugatan cerai mereka tersebut.

Sebelumnya, Ryan Tedder, vokalis OneRepublic sekaligus sahabat dekat Adele, mengungkap kabar sang musisi setelah memutuskan untuk berpisah. Ia menyebut Adele tengah merasa kesulitan karena perceraian, namun keadaannya baik-baik saja.

“Perceraian memang sangat membuatnya kesulitan. Tapi sekarang dia baik-baik saja,” ujar Ryan beberapa waktu sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lelaki yang Hina BJ Habibie di Sosmed, Ternyata Mengidap Gangguan Jiwa

Kepergian Presiden ke-3, BJ Habibie jadi luka mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, saat semua orang sedang berduka, seorang lelaki didatangi polisi karena melakukan ujaran kebencian atas meninggalnya BJ Habibie. Akan tetapi, setelah diinterogasi, ternyata laki-laki tersebut mengalami gangguan jiwa.

“Kami sudah lakukan interogasi terhadap seorang diduga pelaku ujaran kebencian saat mengomentari wafatnya Bapak BJ Habibie lewat media sosial,” kata Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP M Ikang saat dikonfirmasi, Jumat (13/9/2019) dilansir dari detiknews.com. 

Lebih lanjut, Ikang mengarakan jika, pelaku adalah BA (16) warga Desa Petanggan, Belitang, OKU Timur. Dan dari intogasi polisi, BA mengakui jika dirinya memang telah berkomentar pedas di media sosial.

“Pelaku mengakui perbuatannya, tetapi orang tuanya mengaku anaknya dalam kondisi gangguan jiwa. Dia baru pulang berobat dari Ernaldi Bahar Palembang (rumah sakit jiwa) dan dirawat selama 40 hari,” kata Ikang.

Saat ini, lanjut Ikang, BA tengah dirawat jalan. Hal ini dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari rumah sakit dan obat yang masih dikonsumsi aktif oleh BA.

“Semua ada, ada obat-obatan, ada surat berobat jalan. Kalau diinterogasi dia diam, lupa dan kemarin didampingi juga sama keluarganya,” jelas Ikang.

Melihat kondiri BA yang memang menderita gangguan jiwa, polisi hanya melakukan interogasi dan tidak melakukan penahanan. Namun, Polisi juga meminta keluarga untuk melakukan pengawasan terhadap BA.

Sebelumnya, sebagai infromasi, pelaku mengomentari sebuah postingan atas wafatnya BJ Habibie di media sosial. Ia berkomentar ‘Mampus lo keparat cuihh‘ yang kemudian memacing emosi warganet di Instagram.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top