Feature

7 Lokasi Prewedding Terindah di Bali yang Sangat Dikagumi

Pasca lebaran, jadi situasi yang identik dengan musim pernikahan. Maka untuk itu, saat ini mungkin jadi masa yang dipakai oleh beberapa pasangan untuk mempersiapkan pernikahan. Tak terkecuali foto prewedding yang, akan melangkapi momen sakral. Untuk yang masih bingung akan mengambil dimana, pulau Bali nampaknya tak salah untuk dijadikan pilihan.

Menyimpan spot-spot yang indah untuk dijadikan lokasi pemotretan, kamu bisa menjejaki banyak tempat sesuai keinginan. Mulai dari pantai, gunung, area persawahan, hingga beberapa tempat lain yang bisa diijadikan latar belakang pemotretan. Nah, untuk itu, berikut ini adalah beberapa lokasi prewedding di Bali, yang keindahannya bak lukisan.

Dimulai dengan Taman Ujung Sukasada di Wilayah Karangasem

Sumber : www.zenrooms.com

Dari posisi kita berdiri kala berada di Taman Ujung Sukasada ini, kita bisa menyaksikan pantai dan gunung dalam satu landscape. Nah, jika memang berniat untuk melakukan foto prewedding di taman yang juga kerap disebut sebagai Taman Ujung Karangasem ini. Kamu akan mendapatkan hasil foto yang berlatarkan istana kerajaan, dengan arsitektur yang menggabungkan gaya Belanda, Bali, dan Arab.

Tak hanya itu saja, taman ini juga memiliki dua kolam yang cukup luas. Dan kamu juga bisa melakukan sesi foto di tengah kolam dengan menyewa perahu yang telah disediakan oleh pihak pengelola taman. Untuk biaya, kamu akan dikenakan Rp.600.000,- sudah mencakup semua pihak yang bergabung dalam sesi foto berikut dengan pasangan calon pengantinnya. Sedangkan biaya sewa perahu, biasanya dikenakan Rp.75.000,- dengan durasi 30 menit.

Di Tabanan, Ada Desa Jatiluwih dengan Udara yang Segar

Sumber : www.instagram.com/merantautravellers/

Menemukan lokasi persawahan dengan pemadangan yang epik, tak hanya memanjakan mata saja. Tapi juga memberi kesenangan tersendiri pada jiwa, sebab kita dapat menghirup udara segar selama pengambilan gambar.

Jadi tempat pemotretan dengan konsep sawah yang terbaik, kamu yang ingin melakukan sesi foto prewedding di Desa Jatiluwih, Tabanan ini. Akan dikenakan biaya tiket masuk Rp 12.000,- per orang dan biaya foto prewedding di Jatiluwih, Tabanan Rp 50.000,-. Biaya tersebut berlaku jika kamu adalah WNI.

Bukan di Luar Negeri, Ini di Pantai Sawangan – Nusa Dua, Bali

Sumber : http://www.objekwisatapopuler.com

Tak hanya wisatawan dalam negeri saja, konon konsep foto prewedding ini juga banyak digemari oleh wisatawan luar negeri. Di pantai ini kamu bisa berfoto prewedding dengan unta-unta di pinggir pantai, dengan merogoh kocek lumayan besar.

Sebab kita harus membayar USD 60 untuk durasi 30 menit, atau sekitar Rp. 733 ribu hingga USD 110 atau sekitar RP. 1,3 juta untuk durasi 1 jam. Karena banyak peminatnya, usahakan kamu sudah memesan untanya beberapa hari sebelumnya, ya!

Lalu Ada Juga Pantai Tegal Wangi, Jimbaran

Sumber : http://www.lokasipreweddingdibali.com

Sebenarnya, ada banyak sekali pantai di Bali yang dijadikan lokasi prewedding. Tapi, Pantai Tegal Wangi jadi salah satu yang terbaik untuk kita jadikan pilihan. Sebab, lokasi ini masih belum banyak dikunjungi oleh orang, sehingga memudahkan kita melakukan pemotretan tanpa gangguan.

Selain bebatuan di pinggir pantai yang bisa dijadikan objek untuk sebagai latar, pantai ini juga terkenal dengan keindahan sunset yang begitu menawan. Untuk biayanya, kita hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar Rp.150.000,- untuk semua kru dan pasangan calon pengantin.

Jika Ingin Pemandangan Tebing Kapur Nan Megah, Kita Bisa ke Pantai Pandawa

Sumber : Gusde Photography

Belum dikenal dan tak sepopuler nama Pantai Kuta atau Dreamland, Pantai Pandawa wajib kamu jadikan pilihan lain untuk melakukan foto prewedding. Berada di Desa Kutuh, yakni terletak di bagian selatan Bali, lokasi ini menyajikan pemandangan tebing batu kapur yang menjulang tinggi.

Selanjutnya, kita perlu merogoh kocek Rp.500.000,- untuk melakukan sesi foto prewedding. Berikut dengan tiket masuk untuk para kru yang terlibat dalam pemotretan.

Selanjutnya, Ada Juga Bukit Campuhan di Daerah Ubud

Sumber : www.instagram.com/jipayana_putra/

Bukit ini jadi destinasi baru yang berada di wilayah Ubud. Kamu dan pasangan bisa memilih pagi hari sebagai momen untuk menangkap gambar yang akan dijadikan foto prewedding.

Selain posisinya yang memang berada di dataran tinggi, hal lain yang bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan potret yang mengagumkan adalah padang savana dengan ilalang yang tumbuh hijau di hamparan bukit.

Dan yang Terakhir Ada Nusa Lembongan, Klungkung

Sumber : Blog Unik

Ingin coba sensasi pulau yang sepi penghuni? Kamu dan pasangan bisa bertandang ke Nusa Lembongan. Ada banyak lokasi yang bisa dijadikan latar belakang prewedding yang kamu inginkan.

Mulai dari menyusuri pesisir pantai, bermesraan di atas perahu dengan air nan jernih, hingga beberapa spot lain yang akan jadi kenangan untuk kamu dan pasangan. Para tamu undangan pun akan berdecak kagum saat melihat betapa bagusnya foto prewedding yang kita suguhkan.

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Kisah Memprihatinkan dari Tikiri, Gajah Kurus yang Dipaksa Bekerja di Sri Lanka

Cerita-cerita perenggutan lahan hutan yang akhirnya menghilangkan tempat tinggal untuk binatang mungkin sering kita dengar. Dan hal lain yang lebih menyedihkan adalah, cerita-cerita eksploitasi hewan demi keuntungan oleh beberapa orang. Seperti cerita seekor gajah yang baru-baru ini viral di media sosial.

Yap, binatang malang itu adalah Takiri, seekor gajah berusia 70 tahun yang dipaksa ikut dalam sebuah festival keagamaan di Sri Lanka untuk menghibur penonton. Namun, tak ada yang menyangka di balik kostum warna-warni yang dikenakan gajah tersebut. Gajah berjenis kelamin betina itu dalam kondisi yang miris. Di balik kain yang dikenakan, Yap, dari beberapa foto yang beredar luas, ternyata badan Takiri sangat kurus tidak seperti gajah pada umumnya.

Dilansir dari worldofbuzz.com, Kamis (15/8), pada awalnya kisah gajah malang tersebut diungkap oleh Lek Chailers, pendiri yayasan Save Elephant Foundation, sebuah organisasi yang fokus dalam penyelamatan gajah. Dalam momentum peringatan Hari Gajah Sedunia pada 12 Agustus lalu, melalui halaman Facebook ia menceritakan bahwa Tikiri merupakan salah satu dari 60 gajah yang dipaksa bekerja selama 10 malam berturut-turut di Esala Perahera, sebuah festival yang digelar di Kandy, Sri Lanka.

“Tikiri bergabung dalam parade awal setiap malam hingga larut malam selama sepuluh malam berturut-turut, ia bekerja di tengah-tengah kebisingan, kembang api, dan asap. Dia berjalan beberapa kilometer setiap malam sehingga orang-orang akan merasa diberkati selama upacara,” katanya.

Membuat orang-orang kian simpatik dan merasakan kesedihan yang teramat dalam atas kondisi gajah itu. Kulitnya terlihat mengendur, bagian tulang rusuk dan tulang belakangnya bahkan sampai terlihat di balik tubuh kurusnya itu.

“Bagaimana kita dapat menyebut festival ini berkah, atau sesuatu yang suci, jika kita membuat hidup makhluk lain menderita? Hari ini adalah Hari Gajah Sedunia. Kita tidak dapat membawa dunia yang damai kepada gajah jika kita masih berpikir bahwa kondisi Tikiri bukanlah masalah,” sambung Lek Chailers lagi.

Di sisi lain, menurut kabar terbaru yang disampaikan oleh yayasan Save Elephant Foundation lewat halaman Facebook, Kamis (15/8), kondisi Tikiri kini semakin mengenaskan. Kondisi kesehatan Tikiri dikabarkan semakin menurun. Foto terbaru yang mereka bagikan memperlihatkan Tikiri terkulai lemas dikerubungi banyak orang.

Kisah Tikiri pun ramai jadi bahan perbincangan para pengguna media sosial. Dan sejak pertama kali diunggah pada Selasa (13/8) lalu, postingan tersebut telah dibagikan ulang lebih dari dua ribu kali. Sebagian besar warganet pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap apa yang dialami Tikiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dari Hasil Riset, Laki-laki yang Suka Kirim Foto Penis ke Perempuan Ternyata…

Kalian mungkin pernah mendengar atau membaca, beberapa kasus lelaki yang sering mengirim foto penis miliknya kepada kaum hawa. Nah, sebuah riset mengungkap ternyata laki-laki yang suka melakukan hal tersebut memiliki kepribadian narsis dan seksis.

Riset ini dipublikasikan oleh The Journal of Sex Research pada 18 Juli 2019 lalu. Tim ilmuwan menuliskan bahwa ini adalah penelitian pertama yang secara kuantitatif menginvestigasi motif pria heteroseksual mengirim foto penis mereka. Dalam riset ini, seperti dilansir IFL Science, para peneliti mempelajari 1.087 responden laki-laki di Amerika Serikat. Ada 48 persen di antara para responden mengaku pernah mengirimkan foto penisnya ke perempuan meski tidak diminta.

Untuk menilai perilaku para responden, tim periset meminta mereka untuk menjawab sejumlah pertanyaan. Dari situ para ilmuwan menemukan bahwa laki-laki yang mengirimkan foto penis memiliki tingkat narsis dan seksis yang sangat tinggi. Nah, orang dengan sifat narsis cenderung memiliki rasa kagum berlebihan pada dirinya sendiri. Mereka sering merasa bahwa dirinya lebih baik dibanding orang lain atau terobsesi dengan dirinya. Inilah yang kemudian mendorongnya percaya diri untuk mengirimkan foto-foto penis miliknya kepada orang-orang. 

Tak hanya itu saja, riset ini juga menemukan, 15 persen responden mengaku alasan mereka mengirimkan foto itu adalah untuk membuat penerimanya merasa takut. Sementara delapan persen lainnya ingin membuat penerima foto itu merasa malu. Selanjutnya, para peneliti juga menemukan, bahwa motivasi utama responden mengirimkan foto adalah akibat sifat misoginis dan ingin memiliki kontrol.

Bahkan, ada responden yang setuju dengan komentar semacam, “Saya memiliki rasa tidak suka pada perempuan dan mengirim foto penis memuaskan saya” atau “Mengirim foto penis membuat saya merasa memiliki kontrol dari orang yang saya kirimi gambar itu”.

Sebagian besar lelaki yang mengirim gambar, menganggap apa yang ia lakukan itu akan membuat penerimanya merasakan hal positif. Temuan lain dalam riset ini menunjukkan, 45 persen responden mengirimkan foto dengan harapan mendapat balasan gambar serupa. Yakni, perempuan akan berbalik mengirimkan foto gambar alat vital mereka.

Uniknya, hanya sedikit responden yang mengaku mengirimkan foto penis demi memuaskan rasa seksual mereka. Karena itu, para peneliti menyimpulkan bahwa libido tidak selalu menjadi alasan kenapa pria mengirimkan foto penisnya ke perempuan. Bisa saja mereka yang mengirimkan foto penisnya ke perempuan karena tidak cukup percaya diri dengan tampangnya. Mereka lalu merasa “alat vitalnya” punya kemungkinan lebih besar untuk memukau perempuan yang sedang ia dekati. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Seorang Polisi Terbakar saat Mahasiswa Unjuk Rasa di Cianjur

Seorang anggota polisi Resor Cianjur, Aiptu Erwin, dikabarkan terbakar saat sejumlah mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Cianjur. Akibatnya Aiptu Erwin menderita luka bakar serius di sekujur tubuh. Dan saat ini, polisi tersebut masih menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, sejak Kamis sore (15/8/2019).

Selanjutnya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko memaparkan kronoligi kejadian tragis tersebut sebagai berikut. “Saat ini kita ketahui ada tragedi terbakarnya personel Polri khsusunya di Polres Cianjur anggota tepatnya Polsek Cianjur Kota. Selain itu, dua personel dari Satuan Sabhrara Polres Cianjur juga menderita luka bakar,” kata Truno di Mapolrestabes Bandung, Kamis (15/8/2019).

Beliau menambahkan, kronologi kejadian berawal dari unjuk rasa mahasiswa yang telah direncanakan sejak Senin 12 Agustus 2019 sesuai surat pemberitahuan ke Polres Cianjur dan ada pernyataan dari koordinator lapangan organisasi kepemudaan Cipayung plus Cianjur untuk melakukan audiensi terkait dengan kebebasan berpendapat atau mengemukakan pendapat.

Kemudian, hari kemarin Kamis (15/8/2019) sekitar pukul 12.00 WIB rombongan mahasiswa sebanyak 50 orang mengatasnamakan dari OKP Cipayung plus Cianjur menyampaikan pendapat terkait isu lapangan pekerjaan dan pendidikan. Mereka ingin audiensi khususnya di Pemkab Cianjur dan DPRD Kabupaten Cianjur.

“Namun upaya pengunjuk rasa (audiensi dengan pemda dan DPRD Cianjur) tidak berhasil menemui pimpinan dewan yang dimaksud. Kemudian mereka melanjutkan aksi unjuk rasa sekitar pukul 13.00 WIB,” ujar Kabid Humas.

Setelah itu, tutur Truno, para mahasiswa itu menggelar aksi unjuk rasa dan melakukan penutupan Jalan Siliwangi depan pintu masuk Pemda Cianjur. Akibatnya terjadi kemacetan arus lalu lintas di kawasan itu atau tidak tertib. Kemudian massa mahasiswa membakar ban bekas.

Nah, setelah itu Anggota Polri yang melakukan pengamanan dan menjaga ketertiban atas nama Aiptu Erwin, anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Bojong Herang, Polsek Cianjur Kota, memadamkan api.

“Saat pemadaman api, ada salah satu oknum dari 50 orang mahasiswa yang disebutkan tadi, menyiram yang bersangkutan (korban Aiptu Erwin) dengan bahan bakar minyak yang mudah terbakar. Sehingga kondisi Aiptu Erwin terbakar dan saat ini sedang dalam penanganan medis. Khususnya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati yang berkoordinasi dengan RSUD Cianjur,” tutur Truno.

Tak haya Aiptu Erwin, ungkap Truno, dua anggota Sabhara Polres Cianjur yakni, Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon juga mengalami luka bakar setelah berusaha menyelamatkan rekannya dengan cara memadamkan api. “Sesaat setelah kejadian korban Erwin dan dua rekannya dibawa ke rumah sakit,” ungkap Truno.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top