Community

7 Kalimat Bijak Sujiwo Tejo yang Bisa Bikin Kamu Lebih Bijaksana dalam Memandang Kehidupan

Tidak semua orang mampu menjalani hidupnya dengan bijaksana. Padahal yang sebenarnya, hidup itu adalah sebuah hal yang sederhana. Manusialah yang memperumitnya. Jika saja kamu mau menikmati setiap momen kehidupanmu, sesusah apapun itu, kamu akan tetap merasakan yang namanya sebuah kepuasan dalam hidup.

Berikut adalah sepuluh kalimat bijak daro seorang Agus Hadi Sudjiwo atau yang lebih akrab dikenal dengan nama Sujiwo Tejo.

1. Tidak Ada Agama yang Mengajarkan Kejahatan

“Intinya, bagaimana sembahyang itu bisa mendorong seluruh hatimu untuk menolong orang lain. Itulah inti pergi ke masjid, gereja, wihara, kuil, dan sebagainya.” – Sujiwo Tejo

Hakikatnya, semua agama mengajarkan kebaikan. Tak peduli apapun agamamu, bahkan jika kamu tak memeluk agama apapun, hal itu tak lantas menjadi patokan apakah kamu adalah orang yang baik ataupun tidak.

2. Cinta Bukanlah Hal yang Remeh

“Jangan pergi agar dicari, jangan sengaja lari agar dikejar. Berjuang tak sebercanda itu.” – Sujiwo Tejo

Kamu tak bisa meremehkan cinta. cinta tak seremeh yang mungkin pernah kamu bayangkan sebelum kamu mengenal yang namanya perjuangan. Cinta tak bisa kamu jadikan lelucon yang bisa kamu mainkan kapan saja. Jangan sampai kamu menyesali tindakanmu yang menganggap enteng sebuah rasa cinta.

3. Tak Ada Salahnya Berbagi Senyuman

“Tidak tersenyum lebih kejam daripada pembunuhan.” – Sujiwo Tejo

Jika yang gratis saja kamu enggan memberinya, apalagi jika yang berbayar? Tak ada salahnya berbagi senyuman dengan orang lain. Kamu tak pernah tahu bagaimana sulitnya orang lain untuk memiliki sebuah senyuman. jika kamu masih bisa tersenyum, tersenyumlah, tentu hal itu bisa sangat berarti bagi mereka yang tengah dilanda kesulitan.

4. Saat Kamu Dekat dengan Pemilik-Nya, Tentu Kamu Pun akan Dekat dengan Kepunyaan-Nya

“Banyak orang pontang-panting nyari duit tapi tapi tak tau dimana alamatnya. Alamat duit itu Tuhan. Jalan kesananya adalah cinta, kendaraannya jiwa pasrah.” – Sujiwo Tejo

Kamu tak akan bisa dekat dengan apa yang Tuhan miliki jika kamu tak pernah berusaha untuk mendekatkan diri dengan Tuhanmu. Hal yang harus kamu ingat, jangan pernah jadi seorang yang tamak dan juga sombong. Karena sesungguhnya kesombongan hanya bisa membawamu pada kehancuran.

5. Jangan Pernah Hidup dalam Kenangan

“Mengenang mantan sah-sah saja. Tapi jangan keseringan. Karena mengenang adalah pekerjaan pensiunan.” – Sujiwo Tejo

Kamu harus pandai dalam membedakan mana yang harus jadi masa lalu dan masa yang masa kini juga masa depanmu. Boleh saja untuk mengenang, namun jangan sampai kamu hidup di dalamnya.

6. Patah Hati Tak Selalu Identik dengan Hal yang Buruk

“Tuhan itu maha asik. Terkadang untuk menyelamatkanmu dari otang yang salah, dia mematahkan hatimu.” – Sujiwo Tejo

Tak perlu terus-menerus bersedih atas rasa patah hati yang kamu rasakan. Kamu harus tahu, Tuhan tak pernah memberikan suatu hal dalam hidup manusia tanpa maksud dan tujuan yang baik. Sama halnya dengan rasa patah hatimu saat ini. Mungkin Tuhan hanya ingin menjauhkanmu dari orang yang salah.

7. Pilihan Dibuat Agar Kamu Bisa Menentukan Bagaimana Hidupmu Sendiri

“Hidup itu seperti pergelaran wayang, dimana kamu menjadi dalang atas naskah semesta yang dituliskan oleh Tuhanmu.” – Sujiwo Tejo

Tuhan menciptakan setiap pilihan dalam hidupmu agar kamu bisa memilih apa yang kamu anggap baik untuk dirimu sendiri. Tuhan memberi hak kepadamu untuk memilih mana jalan yang akan kamu pilih. Apapun pilihanmu, semua memiliki konsekuensi yang nantinya akan kamu rasakan sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Simaksi Naik Rinjani Akan Pakai Registrasi Online

Sudah digodok sejak satu tahun belakangan, akhirnya prosedur pendakian Gunung Rinjani akan memakai sistem booking online per Juni 2019 mendatang. Untuk jalur pendakian, akan ada 4 jalur dibuka dengan kuota pendaki yang masih akan dibatasi.

Kepala BTNGR, Sudiyono pada Kamis (16/5/2019) kemarin menyatakan akan ada 4 jalur pendakian yang rencananya dibuka, yaitu melalui Senaru, Sembalun, Timbanuh dan Aik Berik. Dimana setiap jalur akan diberi batas kepasitas antara 100 hingga 150 orang pendaki setiap hari.

Selain itu, setiap pendaki juga akan diberi rentang waktu untuk menginap selama dua malam di areal camping yang sudah ditentukan. Namun untuk sistem pembayaran tiket simaksi kemungkinan masih menggunakan proses manual.

“Kami menggunakan booking online nanti. Jadi tetap pakai kuota begitu. Tapi bayar tiketnya kemungkinan masih manual, langsung. Sudah ada bookingnya baru bayar gitu,” jelas Sudiyono.

Sistem itu diterapkan demi efektivitas dan efisiensi pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani. Di sisi lain, reservasi online ini juga jadi salah satu hal yang akan  menguntungkan para pendaki. Karena memberi akses kemudahan untuk mengecek kuota yang tersedia hingga pembayaran tiket yang juga akan terhubung dengan beberapa metode pembayaran. Nantinya, sistem reservasi online Gunung Rinjani dapat dilakukan via web eRinjani atau melalui aplikasi berbasis android yang bisa diunduh di PlayStore.  

Saat ini, keempat titik jalur menuju puncak Rinjani masih dalam proses perbaikan. Masih tetap dengan atauran sebelumnya, setiap pendaki tidak diperkenankan untuk mencapai puncak dan mendirikan tenda di areal Danau Segara Anak. Buat yang ingin segera ke sana, bisa segera melihat jadwal libur ya. Karena kordinasi perizinan dan persiapan sistem booking online yang akan diterapkan akan mulai beroperasi pada awal Juni mendatang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Lelaki Paruh Baya Tebas Kepala Temannya Hingga Tewas Karena Kesal Ditanya “Kapan Nikah?”

Sebenarnya pertanyaan kapan nikah adalah sebuah ungkapan biasa. Tapi akan berbeda jika ditanyakan pada mereka yang mungkin belum juga menikah pada usia yang terbilang sudah tua. Merasa tak nyaman, hingga menuai kesal seorang laki-laki bernisial AM alias Aswin (52) diberitakan menebas teman sekampungnya hanya karena ditanya “Kapan Nikah”.

Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (18/5/2019) pukul 22.00 Wita, Aswin yang merasa kesal menebas temannya Ari Kongingi (47) dengan memakai parang. Peristiwa naas tersebut berawal ketika Aswin pergi ke rumah korban Ari untuk membeli minuman keras jenis cap tikus. Mulainya mereka sempat berbincang akrab, namun obrolan berubah menjadi tegang karena korban bertanya kepada tersangka perihal kapan menikah. Merasa kesal karena terlalu mencampuri apa yang sebenarnya bukan urusannya. Pelaku meminta korban untuk tak perlu ikut campur tentang statusnya.

“Jangan ikut campur, itu urusan keluarga saya,” jawab tersangka. Selapas obrolan tersebut, tersangka langsung kembali ke rumahnya. Namun ternyata diikuti oleh korban yang ternyata merasa tersinggung atas pernyataan Aswin.

Masuk ke dalam rumah Aswin, mereka berdua sempat berdebat di dalam rumah. Sempat dilerai oleh kepala lingkungan setempat, nyatanya pertengkaran tersebut tak bisa dilerai hingga akhirnya Aswin yang sudah mengambil parang dari dalam rumah menebas kepala korban bagian kiri.

Ari yang menjadi korban, sempat dilarikan ke Puskesmas Ratahan, namun nyawanya tak lagi bisa tertolong ketika dirujuk ke RSUD Noongan Langoan  karena mengalami luka robek dan pendarahan hebat di kepalanya. Kompol Ronny Tumalun, Kapolsek Ratahan mengatakan perisitiwa berdarah tersebut terjadi di  jalan raya Kelurahan Wawali, Kabupaten Minahasa Tenggara, pada Sabtu (18/5/2019) jam 22.00 Wita. 

“Tersangkanya AM alias Aswin (52), melakukan penganiayaan kepada korban dengan sebilah parang dengan cara sekali menebas korban kena bagian kepala sebelah kiri,” kata Kapolsek Ronny Minggu (19/05/2019).

“Korban meninggal dunia pada  Minggu (19/5/2019) pukul 01.30 Wita di rumah sakit,” kata Kompol Ronny

Sempat melarikan diri selepas menebas kepala korbannya, hingga akhirnya berhasil diringkus di rumahnya untuk selanjutnya sudah diamankan ke Mapolsek Ratahan.

“Kami langsung mendatangi rumah tersangka dan menangkapnya. Atas perbuatannya tersangka diancam dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, subsider pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan berat sehingga mengakibatkan orang mati,” jelasnya.

Dari hasil menyelidikan semenatar dari Polsek Ratahan, kasus penganiayaan yang menyebabkan korban tewas, disebabkan karena ketersinggungan atau sakit hati dirasakan tersangka atas ucapan korban. Dan ternyata saat ini, pacar dari tersangka sedang mengandung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Tiga Hari Debut, John Wick Berhasil Geser Posisi Avengers: Endgame

Memasuki hari ketiga penayangannya sejak 17 Mei 2019 lalu, seri ketiga dari film laga John Wick diberitakan berhasil menyaingi pendapatan sensasional dari Avengers: Endgame di puncak box office. Sebagaimana dilansir dari Reuters, John Wick: Chapter 3-Parabellum berhasil mengantongi debut tiga pekan sebesar US$57 juta dari pemutaran di 3.850 lokasi Amerika Utara. Angka tersebut jadi kekuatan yang akhirnya berhasil menggeser posisi Avengers: Endgame yang hanya mengoleksi US$29,4 juta pada periode serupa.

Tak hanya itu saja, film seri ketiga yang diperankan aktor kawakan Keanu Reaves ini juga berhasil mengalahkan 2 seri sebelumnya. Film pertama John Wick (2014) mendapatkan US$14,4 juta dengan periode yang sama, Lalu John Wick: Chapter 2 (2017) mendapatkan US$30,4 juta.

John Wick: Chapter 3-Parabellum adalah lanjutan cerita perjalan John Wick yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran yang tengah mempertahankan nyawa dari buronan semua orang setelah ia ketahuan membunuh salah seorang anggota High Table di wilayah netral, Hotel Continental di New York.

Untuk kamu yang beriat menonton, namun belum pernah melihat dua seri sebelumnya. Sebaiknya, sempatkan waktu untuk menontonnya terlebih dahulu, karena seri ketiga akan berlangsung sebagai lanjutan dari seri 2. Dimana, John Wick terlihat tergopoh-gopoh sambil berlari menuju beberapa tempat demi bertemu teman lama untuk dimintai pertolongan.

Jadi santapan baik untuk para pecinta film laga, penonton seolah tak diberi celah untuk bernafas lega atas rentetan adegan pemburuan yang dilakukan oleh John. Tapi tak melulu menyajikan kekerasan, adegan berdialog yang tersaji beberapa kali diselipi lelocon yang bisa melupakan tumpahan darah dari adegan sebelumnya.

Serangkaian aksi baku hantam dengan tangan kosong dan senjata yang berlangsung selama 130 menit tersebut dinilai lebih variatif dari seri sebelumnya. Menariknya lagi, ada aksi dua aktor laga kebanggaan yang juga turut serta untuk melawan John Wick. Siapa lagi kalau bukan Yayan Ruhiyan dan Cecep Arief Rahman. Selain memperlihatkan kebolehan baku hantam dengan pencak silatnya, mereka juga menggunakan Bahasa Indonesia dalam dialognya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top