Community

7 Gambaran Kocak Kehidupan Suami Istri yang Pasti Pernah Kamu Rasakan

Kehidupan pada masa pacaran akan sangat berbeda dengan kehidupan yang akan kamu alami saat kamu sudah menikah. Ada beberapa hal yang akan kamu ketahui dan rasakan langsung saat kamu sudah berstatus sebagai pasangan halal dari seseorang. Mulai dari kegiatan sehari-hari, sampai pada aktivitas di luar rumah yang juga akan jadi agenda bersama.

Dari yang tadinya terasa menyenangkan, hingga berubah jadi sesuatu yang mendadak jadi menyebalkan. Tapi meski begitu, yang namanya suami-istri harus tetap saling sayang ya..

1. Berebut Selimut

Terlebih di musim dingin, udara pasti cukup dingin dan butuh selimut untuk bisa tidur dengan nyenyak. Karena selimutnya hanya satu akhirnya suami istri pun berebut saling tarik menarik selimut deh.

2. Pakaian Suami yang Terkadang Dipakai Istri Saat di Rumah

Sudah baju laki-laki cuma sedikit di lemari, masih saja istri suka pakai baju suami saat sedang bersantai di rumah. Apa harus suami memakai daster miliki sang istri juga kalau persediaan baju suami sudah habis di lemari?

3. Ada Banyak Rambut Berguguran di Sana Sini

Derita suami saat rambut istri mudah rontok. Akhirnya di setiap bagian rumah terlebih wilayah kamar tidur dan kamar mandi pasti dipenuhi dengan rambut yang berhamburan di mana-mana.

4. Rebutan Area TV untuk Nonton Acara Kesukaan

Saat ada sinetron kesukaan istri dan acara sepakbola kesukaan suami di jam bersamaan, pasti yang ada berantem hanya karena remote TV. Kadang kala, suami tak mau mengalah, padahal si istri juga ngotot pada keinginannya.

5. Sebagian Besar Ruang Lemari Penuh dengan Baju Sang Istri

Terkadang suami bingung dengan tingkah istri yang mengeluh tak punya pakaian padahal sebagian besar ruangan lemari dipenuhi oleh pakaian miliknya. Sedang suami hanya kebagian kecil saja.

6. Sering Saling Ganggu Saat Bekerja di Rumah

Terkadang ada pekerjaan kantor yang harus segera diselesaikan. Sehingga solusinya adalah membawa pekerjaan pulang ke rumah. Namun saat di rumah, niatnya mau ngerjain, malah diganggu pasangan mulu. Kalau begitu, kapan selesainya coba? Tapi anehnya, momen-momen seperti ini sering terasa menyenangkan.

7. Tidur dengan Saling Memunggungi Saat Sedang Bertengkar

Inilah yang akan terjadi saat suami istri sedang bertengkar. Bukannya tidur dengan posisi berpelukan, eh malah saling memunggungi satu sama lain. Seolah ingin memuat pasangan kesal, dan akan semakin bertambah menyebalkan jika tak ada yang peka dan mengalah. Huh!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Laki-laki Bertubuh Pendek Lebih Sering Marah Dibanding Mereka yang Tinggi

Kalau harus diperhatikan, seorang lelaki yang bertubuh pendek ternyata lebih sering marah dan mudah terbakar cemburu dibanding mereka yang lebih tinggi. Tapi ini bukan sekedar perkiraan biasa. Karena dari hasil temuan para ilmuwan yang melakukan penelitian di Centres for Disease Control di Atlanta, ternyata lelaki bertubuh pendek lebih mudah terpancing emosi.

Menariknya lagi, penelitian yang dilakukan terhadap setidaknya 600 lelaki berusia 18 sampai 50 tahun ini, juga menemukan bahwa laki-laki bertubuh pendek juga lebih mudah emosi dan melakukan kekerasan dibanding mereka yang bertubuh  tinggi.

Hasil dari penelitian tersebut berkata, bahwa mereka yang pendek menganggap dirinya kurang maskulin yang kemudian bisa memicu tingkat ketakutan dan amarah dalam diri mereka.

Sumber : The Mirror

Disamping itu, penelitian lain yang dilakukan ilmuwan di Universitas Oxford juga mengungkapkan jika alasan seseorang bertubuh pendek lebih mudah marah sebenarnya sangat sederhana. Rasa percaya diri yang kurang, ditambah anggapan masyarakat tentang orang pendek kurang menarik, menjadikan mereka lebih mudah marah hingga berpikir negatif.

Namun tak selalu buruk, karena selain hasil temuan yang tadi sudah disebutkan. Peneliti tersebut juga menemukan fakta bahwa tak semua laki-laki bertubuh pendek lebih mudah marah. Karena, penelitian lain juga menemukan bahwa beberapa laki-laki pendek bahkan memiliki kesabaran yang lebih baik. Beberapa dari mereka juga memiliki rasa percaya diri tinggi, bahagia yang natural dan kemampuan menerima diri sendiri yang lebih baik.

Sumber : YouTube

Dengan kata lain, kita pun harus tahu jika faktor fisik bukanlah satu-satunya pemicu untuk seseorang, (khususnya laki-laki) kehilangan rasa percaya dirinya. Karena biasanya, ada beberapa hal lain yang juga mempengaruhinya. Mulai dari faktor ekonomi, lingkungan, keluarga, dan pekerjaan yang dimiliki.

Karena tinggi pendeknya seseorang kadang bukanlah sebuah jaminan bahwa ia mudah marah, cemburu atau tak percaya diri. Karena semuanya itu, kembali pada masing-masing pribadi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melanie Putria dan Angga ‘Maliq & D’Essentials’, Resmi Bercerai!

Berbeda dengan Angga yang tak tampak dalam persidangan, Melanie Putria terlihat hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, pada sidang perceraiannya, yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, kemarin Senin (21/1).

Dan atas kesepakatan bersama, keduanya akhirnya resmi bercerai sebagaimana hasil putusan yang dibacakan oleh hakim.

“Hari ini dikarenakan bukti sudah cukup, keterangan saksi juga sudah menguatkan alhamdulillah hari ini juga sekalian putusan. Sudah resmi bercerai,” ujar Indah Dewi Yani, kuasa hukum Melanie saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, dikutip dari laman detik.com.

Ternyata proses perceraian keduanya sudah sejak lama dilangsungkan dan sepakat berpisah dengan baik-baik. 

Sebelumnya, keduanya menikah pada 7 Maret 2010 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sheemar Rahman Purariredja. Jarang terlihat dalam gosip miring, keduanya tampak mesra di sosial media. Namun, mendadak harus berpisah setelah 8 tahun berumah tangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dihargai Rp. 1.500/Kg, Petani di Banyuwangi Buang Buah Naga ke Sungai

Dinilai tak mendapat harga yang cukup mempuni, beberapa petani buah Naga di Bayuwangi terlihat membuang hasil panen ke sungai. Hanya dihargai sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg). Tindakan para petani yang membuang buah naga ke sungai ini jadi salah satu bentuk protes atas merosotnya harga buah tersebut.

Dikutip dari laman Detik.com, Hari candra setyawan (29), warga Dusun Silirbaru Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mengaku, anjloknya buah naga di Banyuwangi membuat dirinya merugi.

“Terpaksa saya buang ke sungai karena memang tidak laku. Dijual pun juga tidak nutut dengan ongkos petani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dan dari foto dan video yang beredar luas di dunia maya, konon kegiatan membuang buah naga tersebut adalah kali kedua. “Ini bentuk protes kami karena buah naga dari Banyuwangi tidak laku dipasarkan. Kemarin kita buang 100 kilo. Ini lebih banyak lagi. Hampir 200 kilogram,” tambahnya.

Dianggap tak bisa mengembalikan modal, beberapa petani buah naga di wilayah sekitaran Banyuwangi, yakni di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya mempersilahkan masyarakat untuk memetik sendiri buah naga di kebunnya.

“Silakan kalau mau ambil sendiri di kebun. Gratis. Harga tidak nutup dengan ongkos petik,” ujar Ukri, dikutip masih dari laman yang sama.

Situasi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu lebih, padahal menurut Ukri para petani baru bisa dikatakan mendapat untung jika harga buah naga diatas Rp. 6.500/kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top