Feature

7 Emosi Dasar Manusia dengan Fungsi yang Berbeda

Dalam setiap hidup kita, emosi memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ada 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahagia

Dari semua jenis emosi, bahagia bisa jadi emosi yang paling diinginkan semua orang. Bahkan tak sedikit yang rela mengelontorkan uang miliknya demi merasa bahagia. Diartikan sebagai situasi yang menyenangkan, emosi ini bisa ditandai dengan rasa puas, gembira, sejahtera, dan lega.

Cara untuk mengekspresikannya pun beragam, mulai dari tersenyum, bersuara dengan nada yang cerita hingga bahasa tubuh yang tampak santai atau lebih bersemangat dari biasanya. Membawa kita pada rasa syukur, bahagia jadi salah satu emosi positif yang memainkan peran penting dalam kesehatan fisik dan psikis setiap manusia. .

Sedih

Berbanding terbalik dari bahagia, emosi sedih yang kita sebut sebagai kesedihan justru adalah situasi yang sebaliknya. Meliputi perasaan kecewa, putus asa, tidak tertarik, dan suasana hati yang buruk. Sebagaimana emosi-emosi lainnya, kesedihan bisa datang dan pergi begitu saja tanpa harus disebabkan sesuatu.

Dan jika terjadi dalam kurun waktu yang berkepanjangan, bisa jadi sesuatu yang tak baik untuk kesehatan. Untuk bisa mengenalinya, emosi sedih biasanya ditandai dengan kondisi wajah yang muram, banyak diam, lesu, menyendiri, atau memangis.

Takut

Selanjutnya, emosi takut disebut-sebut sebagai salah satu emosi kuat yang katanya memiliki peran penting dalam mempertahankan hidup seseorang. Ketika kita sedang merasakan emosi ini, otot menjadi tegang, jantung berdetak lebih cepat, dan pikiran jadi lebih waspada.

Misalnya, ketika kita dalam keadaan bahaya, rasa takut akan muncul dan menimbulkan respon untuk mempertahankan diri, seperti berlari atau meminta bantuan orang lain. Itulah kenapa, setiap orang dibekali jenis emosi ini untuk bisa merespon ketika diri sedang dalam bahaya.

Tanda-tandanya bisa dengan ekspresi wajah yang takut, melebarkan mata, pandangan yang tak terarah serta menundukkan kepala, bersembunyi, menghindar, dan berkeringat karena detak jantung berubah menjadi cepat. Jika ia sudah muncul, bisa jadi kita mendadak jadi berani.

Marah

Sering dianggap sebagai emosi negatif, padahal kemarahan juga diperlukan untuk melindungi dan diri dan merespon ancaman. Sebab, ketika kita sedang merasakan emosi ini terjadi dalam diri, kita bisa termotivasi untuk mengambil tindakan hingga mencari solusi terhadap sesuatu yang sedang dirasakan.

Bisa terlihat dari rasa frustasi, nada suara yang meninggi, wajah memerah atau berkeringat, lebih agresif dan berteriak-teriak, bahkan sampai bisa memukul atau menendang seseorang pula. Namun selama kamu masih bisa mengendalikannya, emosi marah tetap jadi sesuatu yang biasa dan berguna untuk diri kita. 

Jijik

Membaca nama emosi, bisa jadi kamu langsung membayangkan hal-hal yang jorok, kotor, dan tak layak dilihat atau dipegang. Perasaan ini memang disebababkan hal-hal yang demikian. Dimulai dari rasa tak suka, tak mau melihat, mencium, mendengar, merasakan, atau hal-hal lain yang berusaha dihindari. Meski sedikit terdengar tak baik, tapi emosi jijik membuatmu terhindari dari banyak hal baik loh. Seperti sakit penyakit, kotoran, dan lainnya.

Terkejut

Berada pada posisi yang netral, emosi terkejut bisa jadi negatif atau positif. Dirasakan sebagai respon atas sesuatu yang terduga atau tiba-tiba. Tapi meski kadang menyebalkan, apalagi jika disertai dengan sikap atau ucapan lain. Terkejut jadi sesuatu yang penting untuk bisa bersikap lebih tenang, dan belajar mengontrol emosi dalam diri. Dan umumnya ditunjukkan dengan ekspresi fisik atau dengan suara menjerit, berteriak atau terenyah-enyah.

Dan Emosi Lainnya

Nah, sedangkan emosi-emosi lainnya, adalah deretan emosi lain yang frekuensi terjadinya lebih minim dalam kehidupan jika dibandingkan dengan emosi yang tadi sudah dijelaskan. Dimulai dari merasa terhibur, malu, merasa bangga, merasa bersalah, atau merasa terhina.

Bahkan emosi-emosi ini bisa meniru emosi lainnya, dengan kata lain tidak selalu pasti digambarkan dengan ekspresi yang sama. Misalnya, merasa bangga bisa ditunjukkan dengan senyum di wajah atau malu dengan wajah memerah seperti marah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dorce Gamalama Sudah Nyaman Tinggal Amerika Serikat

Belum lama ini Dorce Gamalama menceritakan pengalaman ketika tinggal di Amerika Serikat. Dorce menjelaskan bahwa ia tinggal di Amerika Serikat selama enam bulan dan di Indonesia selama enam bulan. Ia pun mengungkapkan alasan kenapa tidak bisa menetap di Amerika lebih dari enam bulan.

“Iya saya memang di Amerika sekarang, jadi 6 bulan di sana, 6 bulan pulang. Kita kan enggak boleh stay di sana, harus balik dulu. Nanti sudah berapa tahun kita baru punya green card, saya dua tahun lagi baru punya green card jadi mesti bolak-balik,” ucap Dorce seperti dikutip viva.co.id, Kamis (21/3).

Aktris berusia 55 tahun itu juga mengungkapkan alasannya kenapa memilih tinggal di Amerika Serikat. Bagi Dorce, tinggal di Amerika sangat memberinya ketenangan.

“Enggak ada alasan pokoknya enak saja, pokoknya lebih di sana tidak ada istilah nanya lu apa, bangsa apa, agama apa, enggak ada, kita menjalankan tanggung jawab kita masing-masing sebagai manusia,” tuturnya.

Pemain film Hantu Biang Kerok itu juga mengatakan bahwa ia sudah tinggal bolak-balik Indonesia Amerika sejak tahun 2014 lalu. Alasannya memilih Amerika juga karena Dorce sangat kagum dan menyukai kota New York.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Aura Kasih Tak Ragu Memegang Ular Sekalipun Sedang Hamil

Penyanyi Aura Kasih kini tengah mengandung buah cintanya dengan sang suami, Eryck Amaral. Dalam beberapa unggahannya di akun Instagram, Aura Kasih tampak berfoto dengan ular. Warganet mengira bahwa Aura tengah mengidam memegang ular. Namun, Aura membantahnya.

“Wah gila, enggak (ngidam ular), kalau ular itu memang sudah punya dari dulu, tapi karena hamil dia aku titipin ke teman aku. Kebetulan, bawain lagi dong ularnya ke sini, mau liat lagi, seperti apa, gitu aja,” kata Aura seperti dikutip dari kompas.com, Kamis (21/3). Kebiasaan Aura yang akrab dengan ular saat hamil juga sempat mendapat protes dari pengikutnya di Instagram.

“Banyak yang DM, ‘Mbak lagi hamil, jangan, istighfar, karena itu binatang jelek’. No, menurut aku semua binatang lucu, kata aku. Enggak boleh bilang jelek,” ujar Aura lagi. Ia menganggap hal ini sebagai latihan untuk anaknya saat lahir agar jadi penyuka binatang. Bagi Aura, ia sangat menyukai ular terutama jenis piton.

“Aku memang suka ular dan aku suka pitonku. Yang kecil itu punyaku, kalau yang gede, yang difoto punya temanku,” paparnya. Selama hamil, Aura mengaku selalu ingin melihat hewan-hewan yang menurutnya lucu dan menggemaskan.

“Enggak ada ngidam. Jujur, kalau ngidam lebih ke pengin liat binatang-binatang lucu. Kalau aku lagi lihat di Instagram pasti lihatnya kucing, anjing, binatang lucu aja,” jelas Aura.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Punya Tiga Anak, Ririn Dwi Ariyanti Bersyukur Tetap Diberi Kebebasan untuk Bekerja oleh Sang Suami

Aktris Ririn Dwi Ariyanti mendapat kebebasan untuk bekerja dari sang suami, Aldi Bragi. Ia pun bersyukur karena itu.

“Apa pun aktivitas saya, saya selalu dapat dukungan. Untungnya didukung terus sama suami,” kata Ririn seperti dikutip kompas.com, Kamis (21/3). Kendati aktif bekerja, Ririn tetap menyadari tugasnya sebagai sebagai seorang istri dan ibu untuk tiga anaknya. Ia tidak mau kesibukannya dalam bekerja malah membuat keluarganya terabaikan. Soal membatasi pekerjaan, Ririn mengakui bahwa suaminya juga memberikan nasihat mana yang harus diambil atau tidak.

“Kalau (suami) membatasi kalau di luar dari pekerjaan ya. Aku dibatasi. Tapi, kalau pekerjaan ini (kegiatan shooting) sudah dari bagian aktivitas aku. Itu tetap terus konsisten sih. Shooting menyesuaikan dengan kebutuhan,” ujar Ririn.

Ia menikah dengan Aldi Bragi pada 11 Juli 2010. Dari pernikahan itu mereka dikaruniai tiga anak. Putri pertama mereka, Siti Alana Kalyani lahir pada 13 Oktober 2011. Dua tahun kemudian, tepatnya 12 Januari 2013, Ririn melahirkan anak kedua. Anak ketiga pasangan tersebut, Rami Alfie Utomo, lahir pada 15 April 2018.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top