Community

7 Dilema yang Bakal Kamu Rasakan Setelah Usia 23-an

Usia yang bertambah dewasa memang terkadang membawa problematika tersendiri bagi setiap orang. Ada tuntutan yang harus dipenuhi dengan seiring bertambahnya usia seseorang. Berikut adalah 7 hal yang akan menjadi problematika tersendiri setelah usia 23-an.

1. Kumpul Bersama Keluarga

Di usia ini biasanya kalo nggak masih kuliah, pasti kamu sudah bekerja. Apalagi untuk kamu yang jadi anak rantau, pastilah akan ada problematika tentang kapan kamu akan pulang dan berkumpul bersama keluargamu. Saat usiamu lepas dari angka 23-an, pastilah sudah sulit untukmu bisa terus berkumpul bersama keluarga seperti dahulu.

2. Bonus dari Bos Tempat Bekerja

Biasanya seorang karyawan akan mendapat bonus dari bosnya jika kinerjanya dinilai bagus. Nah biasanya kamu yang masih tergolong sebagai karyawan barulah yang akan bertanya-tanya tentang apakah bulan ini kamu akan mendapatkan bonus atau tidak.

3. Cara Mengalokasikan Keuangan Kepada Keluarga

Jika saat kecil dulu kamu biasa menerima uang dari orangtua dan keluarga tertuamu lainnya, saat ini kamulah pihak yang harus memberikan sebagian uangmu untuk memberi uang jajan kepada adik-adik dan keponakanmu yang masih kecil saat ada acara kumpul keluarga.

4. Belanja Baju Baru atau Pakai Baju yang Lama Saja

Dilema seperti ini akan kamu rasakan saat kamu baru saja menerima gaji bulananmu. Jika baju yang lama masih bisa dipakai, lebih baik pakai saja baju yang lama dengan memadu-padankannya dengan tambahan aksesoris yang membuatnya akan nampak lebih sempurna.

5. Silaturrahmi ke Mantan

Kalau silaturrahmi ke keluarga sendiri sih udah biasa. Tapi bagaimana dengan silaturrahmi sama mantan? Jika kamu ingin bersilaturrahmi sama mantan dan keluarganya, kamu harus pastikan dulu kamu sudah benar-benar move on ya.

6. Calon Pasangan

Dengan usiamu yang sudah cukup matang untuk memiliki pasangan, pasti kamu akan dilanda dilema saat aka nada acara keluarga. Ujung-ujungnya kalau kamu datang sendirian pasti akan ditanya “mana calonnya?”

7. Diet

Diet perlu dilakukan setiap orang. Bukan hanya untuk tujuan menurunkan berat badan, namun lebih fokus pada kesehatan tubuh. Tentu kamu tak mau tumbuh menua dengan tubuh yang tak sehat. Karena itulah kamu perlu mengatur pola makanmu sedini mungkin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top