Community

7 Cara untuk Membedakan Dia yang Benar Pintar dan Dia yang Hanya Pintar

Ada banyak karakter manusia di dunia ini. Tidak semua orang memiliki karakter yang baik. Ada orang dengan karakter baik da nada juga orang yang berkarakter buruk. Kamu harus bisa membedakan mana orang yang memang pantas dijadikan teman bergaul.

Berikut adalah 7 cara yang bisa kamu gunakan untuk membedakan dia yang pintar dan dia yang hanya sok tahu saja.

1. Orang Pintar Cenderung Diam Sedangkan Orang Sok Tahu Suka Pamer Keunggulan

Orang yang pintar cenderung akan diam dengan pengetahuan yang dimilikinya. Namun sebaliknya, orang yang sok pintar sangat suka memerkan keunggulannya di depan orang lain.

2. Orang yang Pintar Tak Suka Menggurui Orang Lain

Orang yang pintar akan selalu merasa kurang sehingga dia tak suka menggurui orang lain. sedangkan orang yang sok pintar sangat suka menggurui orang lain dengan pengetahuan yang diketahui.

3. Orang Pintar akan Menjawab Saat Ditanya

Orang pintar hanya akan menjawab saat ditanya saja. Berbeda dengan orang yang sok pintar, dia memiliki hobi memberitahu orang lain tentang apa yang sebenarnya tidak ingin diketahui oleh orang tersebut.

4. Orang yang Sok Pintar Suka Ngotot untuk Membuktikan Kepintarannya

Orang yang sok pintar seringkali ngotot saat orang lain meragukan kepintarannya, sedangkan orang yang benar-benar pintar lebih memilih diam dan tak suka ngotot hanya untuk membuktikan kepintarannya.

5. Orang yang Sok Pintar Malas Belajar Karena Sudah Merasa Paling Tahu Segalanya

Orang yang sok pintar sudah merasa dirinya orang yang paling tahu segalanya. Alhasil dia pun malas untuk belajar ilmu baru yang sebenarnya mungkin belum dia mengerti sebelumnya. Sedangkan orang yang pintar tak akan puas dengan ilmu yang dimiliki. Dia tak akan berhenti untuk belajar hal-hal baru di dunia ini.

6. Orang yang Pintar Mau Mendengarkan Orang Lain dan Introspeksi Diri

Orang yang pintar selalu menerima pendapat dan nasihat orang lain dengan baik. Dia mau mengintrospeksi dirinya sendiri agar ke depannya dia bisa menjadi orang yang lebih baik lagi. Sebaliknya, orang yang sok pintar cenderung suka ngeyel dan merasa dirinya paling benar.

7. Orang Sok Pintar Selalu Ingin Prestasinya Diakui oleh Banyak Orang

Orang yang sok pintar cenderung memiliki sifat sombong. Dia selalu ingin berada di atas. Sehingga dia akan berusaha menggaris bawahi prestasinya untuk mendapatkan pengakuan. Berbeda dengan orang yang benar pintar, dia nggak pernah mau menunjukkan pencapaiannya kepada orang lain. cukup dirinya yang tahu dan menjadikan pencapaian itu sebagai standar baru dalam meraih pencapaian berikutnya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top