Community

7 Alasan Mengapa Seoul Menjadi Destinasi Wisata Idaman

Tidak hanya serial drama atau video musiknya saja yang menjadi idola, negara korea juga merupakan impian semua kpopers di dunia untuk mengunjunginya. Betapa tidak, selain berharap bisa bertemu siwon atau taeyon kamu juga bisa melihat secara langsung keindahan alam yang ada disana. Yang mungkin saja selama ini kamu hanya bisa menikmatinya lewat drama.

Korea selatan terutama seoul merupakan destinasi yang wajib kamu kunjungi. Terlepas dari kamu seorang kpopers atau bukan, 7 hal ini menjadi alasan mengapa seoul menjadi destinasi idaman.

1. Tiket Pesawat yang Murah

Mungkin ini adalah aspek yang paling utama. Bagaimana tidak? Kondisi keuangan merupakan hal yang penting saat memutuskan untuk liburan. Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya. Rajin-rajinlah berburu tiket murah, dan hemat-hematlah pengeluaran bulanan demi negeri impian. Kalau kamu gigih, tiket pulang pergi seharga 3,5 jt sudah bisa kamu dapatkan!

Tips: pilih penerbangan low season untuk mendapatkan harga murah, berlangganan Newsletter semua maskapai penerbangan buat dapat info promo, datang ke travel fair yang diadakan tiap tahunnya, otak-atik situs pencari tiket pesawat yang bisa menampilkan harga terendah dari semua maskapai, serta mintalah restu orangtua dan khalayak ramai sebanyak-banyaknya agar mimpi mu segera terwujud.

2. Transportasi yang Mudah Untuk Dijangkau

Untuk menggunakan semua jenis transportasi yang ada di Korea Selatan, kamu cukup memakai 1 kartu saja tanpa harus repot menggunakan uang tunai dan jenis kartu yang berbeda saat akan berpindah kota. Jalur kereta dibuat senyaman mungkin untuk penggunanya, selama kamu bisa membaca peta dan memiliki koneksi internet, kamu jangan pernah khawatir akan tersasar.

Selain itu, Stasiun Seoul dengan Stasiun Busan dan juga rute dari dan ke bandara Incheon sudah terhubung. Untuk itu kamu tidak akan kesulitan lagi saat akan pergi dan tiba di bandara Incheon karena jalur subwaynya sudah terhubung satu sama lain.

Tips: Unduh aplikasi Subway Korea atau Kakao Metro yang menjelaskan gimana caranya kamu pergi dari Stasiun A ke Stasiun B, plus lokasi transit, durasi dan biaya yang perlu kamu keluarin per satu kali jalan. Praktis kan?

3. Kamu Akan Menjumpai Penduduk yang Ramah

Ketika kamu menanyakan jalan atau arah, respon yang akan kamu dapat juga akan menyenangkan. Mungkin karena mereka sudah terbiasa kedatangan turis jadi pertanyaan itu sudah tidak asing lagi bagi mereka. Meskipun dengan bahasa yang seadanya, mereka akan tetap menjelaskannya padamu. Bahkan tidak jarang mereka akan mengantarkanmu pada tempat yang ingin kau tuju. Baik sekali kan?

Tips: jika ingin mendapatkan kepastian, kamu bisa langsung mencari oppa/oennie berseragam tourist information atau kunjungi gedung tourist information karena sudah dipastikan mereka bisa kasih kamu jawaban yang lebih akurat dengan bahasa Inggris yang fasih.

4. Bahasa Inggris Penduduknya yang Baik

Hebatnya adalah kamu akan menemui orang-orang yang fasih berbahasa inggris di beberapa daerah disana. Anak-anak muda di daerah Itaewon biasanya suka mengehentikan para turis untuk di interview sebagai bahan tugas kuliah mereka.

Sebagai kisi-kisi, berikut daftar pertanyaan yang biasanya mereka ajukan:

– Asalnya dari mana kak?

– Apa yang kakak suka dari Korea?

– Ngapain datang ke Korea kak?

– Udah ngunjungin kota mana aja di Korea kak?

– Udah berapa hari di Korea kak?

– Apa kunci kesuksesan dalam meraih mimpi dan asa kak?

Terakhir, tidak lupa berfoto bersama sebagai bukti untuk bu dosen karena sudah berhasil berbincang-bincang dengan turis.

Tips: Beramah-tamahlah dengan mereka. Sebagai gantinya karena sudah membantu tugas mereka, “tagih” juga info-info menarik lainnya biar kamu bisa tahu lokasi non-touristy lain yang cuma bisa kamu dapetin dari warga lokal. Syukur-syukur mereka bisa ikut menemani kita.

5. Kamu Tidak Akan Kesulitan Mencari Toilet

 

Satu lagi keuntungan yang bisa kamu ambil adalah dengan mudahnya jangkauan toilet. Kamu tidak perlu khawatir, karena hampir semua toilet di Korea Selatan (khususnya Seoul) terjaga kebersihannya. Mau di stasiun, di taman, atau dipinggir jalan sekalipun, kamu pasti dengan mudah menemukan toilet bersih. Pemerintah Seoul benar-benar memperhatikan ketersediaan toilet ini dengan serius. Toilet ini juga bisa kamu gunakan secara gratis lho.

Tips: Hampir semua toilet di Seoul tidak menyediakan air untuk membasuh diri sehabis bab/bak (baca: cebok). Kalau kamu sudah terbiasa mensucikan diri dari hadas kecil dan besar dengan air, selalu sediakan botol kosong di tasmu lalu isi air dari wastafel untuk membasuh sehabis bab atau bak ya.

6. Porsi Makan Yang Membuat Sekali Kenyang

Porsi makanan di Seoul memang terlampau banyak selevel dengan nasi padang. Jangan heran bila kamu makan di Seoul lalu disuguhkan mangkuk atau piring besar, lengkap dengan pilihan acar (Kimchi) di piring-piring yang berbeda. Kalau kamu tidak terbiasa makan dengan porsi yang banyak, silahkan coba street food yang menghadirkan berbagai pilihan makanan khas Korea Selatan yang tentunya dalam porsi yang lebih kecil.

Mulai dari Tteokbokki, Gimbap, Bungeoppangs, Gyeranppang dan masih banyak lagi!

Tips: Untuk menghemat biaya, kamu tidak perlu membeli air minum lagi. Saat membeli makanan di restoran atau kedai makanan, kamu sudah otomatis akan mendapatkan free refill air putih dan kimchi.

7. Matamu Akan Dimanjakan Dengan Keindahan Perempuan dan Laki-laki yang Ada Disana

Sama halnya di dunia drama, di dunia nyatapun mereka memang ditakdirkan untuk memiliki paras dan penampilan yang indah. Si cantik dan si tampan akan kamu temui sepanjang jalan.

Hampir semua perempuan dan laki-laki disana berpenampilan kasual. Jika perempuan terkenal dengan make up nya, lelaki pun tidak mau kalah dengan rambut berbagai warna dan poni lempar, lelaki Korea juga mampu menyegarkan pandangan. Dan ternyata rumor mengenai lelaki Korea menggunakan kosmetik wajah itu benar adanya. Dari mulai mahasiswa, pegawai kantoran sampai petugas di kapal pun menggunakan bb cream untuk menangkal sinar mentari dan radikal bebas.

Tips: jangan mau kalah dong. Ayo ikutan juga tampil all-out dan pamerin ootd kamu yang gak kalah cantik dan menawan! Kalau bisa, bawa budaya Indonesia kesana. Misalnya: dengan blazer bercorak batik, kamu tetap bisa tampil menawan tanpa melupakan tanah air beta.

Kpopers atau bukan, kamu pasti akan tertarik untuk mengujunginya kan? Jadi, mau kapan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Akan Cenderung Dipandang Kurang Sukses, Kalau Terlalu Sering Unggah Foto Selfie

Dari pengamatan biasa, aktivitas selfie memang adalah kegiatan biasa yang bisa kita temukan dengan mudah di media sosial. Dilakukan untuk menunjukkan eksistensi, wajah yang cantik, hingga hal lain yang ingin ditonjolkan dari gambar diri.

Tapi, jika kamu adalah salah seorang dari banyaknya manusia yang gemar selfie, ada beberapa hal yang harus mulai kamu ketahui. Dan salah satunya adalah sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Washington State University dan University of Southern Mississippi.

Dimana para peneliti tersebut menemukan, bahwa mengunggah foto selfie di media sosial Instagram berpengaruh buruk terhadap pandangan orang lain terhadap individu. Yaap, orang yang sering mengunggah selfie dianggap tidak percaya diri, juga dipandang sebagai individu yang kurang sukses, kurang disukai, dan kurang terbuka terhadap pengalaman baru.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Research in Personality itu meneliti sejumlah pengguna asli Instagram, walau harus diakui pula jika sampelnya memang tergolong kecil. Pada tahap pertama, para peneliti meminta 30 mahasiswa dari universitas negeri di Amerika Serikat bagian selatan untuk mengisi kuisioner kepribadian.

Para peneliti juga memelajari unggahan Instagram para mahasiswa. Unggahan tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori tersebut yaitu selfie, posies (jika foto diri diambil oleh orang lain), dan kategori foto lainnya. Materi konten juga dicatat oleh peneliti. 

Nah, Pada studi berikutnya, para peneliti meminta 119 mahasiswa dari Amerika Serikat bagian barat laut untuk menilai profil 30 orang tersebut. Penilaian mencakup sejumlah faktor, seperti tingkat kepercayaan diri, tingkat interaksi, tingkat kesuksesan, dan tingkat egoisme.

Hasilnya, orang-orang yang mengunggah “posies” cenderung dipandang sebagai figur petualang, lebih tidak kesepian, lebih dapat diandalkan, lebih sukses, lebih ramah, lebih percaya diri, dan dianggap sebagai teman yang lebih baik daripada orang-orang yang lebih sering mengunggah selfie.

“Bahkan ketika dua orang memiliki konten yang sama, seperti menggambarkan pencapaian mengunjungi tempat tertentu, kesan yang diberikan oleh orang-orang yang mengunggah selfie cenderung lebih negatif. Sementara kesan yang dibangun oleh orang-orang yang lebih banyak mengunggah posies cenderung lebih positif,” kata Profesor Psikologi dari Washington State University dan penulis utama studi, Chris Barry. 

Terlepas dari konteks, hal ini menunjukkan ada isyarat visual tertentu yang menggambarkan respons positif atau negatif pada media sosial.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa mengunggah selfie cenderung dilakukan untuk memamerkan diri. Misalnya, ketika menunjukkan otot lengan jika ia adalah seorang lelaki, atau menunjukkan detail riasan wajah jika ia perempuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ternyata, Perempuan Gemuk Lebih Mampu Membuat Laki-laki Bahagia

Bertubuh kurus kadang kala jadi acuan untuk menjadi cantik yang dipercaya sebagian besar perempuan. Padahal, tolok ukur kecantikan tak selalu dari besar atau tidaknya tubuhmu. Nah, jika kau rasa usaha untuk menjadi kurus yang selama ini kamu lakukan sering gagal, tak perlu bersedih hati.

Karena ternyata menurut sebuah studi baru oleh departemen psikologi di Universitas Namibia (UNAM), lelaki yang menikah dengan (atau dalam hubungan dengan) perempuan bertubuh gempal sepuluh kali lebih bahagia daripada mereka yang menjalin hubungan dengan perempuan bertubuh kurus. Surat kabar Argentina, Nuevo Diario yang pertama kali melaporkan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Filemón Alvarado dan Dr Edgardo Morales di departemen psikologi UNAM ini.

Fakta lainnya, menurut penelitian, laki-laki lebih banyak tersenyum ketika mereka bersama pasangan dengan tubuh melekuk atau berisi, para laki-laki tersebut juga lebih mudah dalam menyelesaikan masalah. Mengapa? Menurut Alvarado dan Morales, yang melakukan penelitian ini, Indeks Massa Tubuh yang lebih tinggi memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan lelaki.

Jadi meski tubuhmu tetap terlihat gemuk walau sudah melakukan olahraga dan diet ketat, jangan bersedih lagi ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mengelus Kucing Ternyata Bisa Membuatmu Bahagia Hingga Awet Muda

Ada banyak sekali cara untuk bisa bahagia dan lepas dari beban kehidupan. Dan memiliki binatangan peliharaan adalah salah satu hal yang banyak dilakukan oleh orang. Entah itu annjing atau kucing, sebagian besar orang menilai bermain dan berinteraksi dengan binatang tersebut memberikan kesanagan yang tak biasa. 

Dan hal ini diamini pula oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah PLOS One, yang mengatakan bahwa mengelus atau membelai kucing (dan anjing) mampu menurunkan kecemasan dan meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada seseorang. 

Tak berhenti disitu saja, penelitian yang dilakukan di Australia juga menemukan bahwa pemilik kucing memiliki kesehatan psikologis yang lebih baik dibanding mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan. Dimana tingkat stres seseorang yang memelihara kucing lebih rendah.

Hal ini disimpulkan dari kuisioner yang dijawab oleh para partisipan, dimana mereka yang memiliki hewan peliharaan merasa hidupnya lebih bahagia, lebih percaya diri, jarang merasa gelisah, serta punya kualitas tidur yang lebih baik dan lebih baik dalam menghadapi masalah hidup sehari-hari.

Menariknya lagi, memelihara hewan tak hanya memberi manfaat baik untuk orang-orang dewasa yang terbiasa menghadapi masalah, anak-anak yang memiliki peliharaan kucing juga mendapat manfaat yang besar. Pada survei berbeda yang dilakukan pada lebih dari 2.200 anak-anak usia 11-15 tahun, mereka yang memiliki peliharaan punya kualitas hidup lebih baik, lebih bahagia dan bisa belajar bertanggung jawab.

Dan semakin dekat ikatan anak dengan hewan peliharaan, semakin baik kesehatan emosional anak tersebut. Misalnya anak lebih energik di sekolah, tidak merasa kesepian dan menikmati waktunya sehari-hari meski sedang sendirian.

Tapi nih, selain memiliki Kucing peliharaan, ternyata mengelus dan membelai bulunya pun bisa membuatmu bahagia. Hal ini ditemukan oleh peneliti lain yang mencoba melihat perbedaan kehidupan dan tingkat kebahagiaan serta harapan hidup pemilik peliharaan dengan mereka yang tak punya hewan peliharaan.

Ternyata, kegiatan kecil mengelus bulu hewan yang lembut memberikan sensasi menenangkan yang mampu memicu produksi hormon endorfin sehingga bisa melepaskan stres dari tubuh dan menjadikan tubuh lebih sehat dan awet muda.

Interaksi yang dibangun antara manusia dan hewan dalam hal ini bukan sekedar antar majikan dan hewan peliharaan namun lebih seperti keluarga dengan adanya kasih sayang yang besar. Itulah mengapa mengelus kucing bisa membuatmu bahagia dan awet muda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top