Feature

6 Kesalahan Pemakaian AC yang Membuat Tagihan Listrik Naik Selangit

Pilihan setiap orang untuk memasang pendingin udara di rumah, tentu bertujuan untuk mendinginkan suhu udara. Tapi selain situasi adem yang kita dapatkan, hati sering terasa tak tentram. Sebab pemasangan AC datang dengan konsekuensi yang juga bisa merepotkan hati dan isi dompet yang kita miliki. Tagihan listrik yang mendadak bengkat, misalnnya.

Tapi bukan berarti hal tersebut tak bisa ditanggulangi. Karena melambungnya tagihan listrik, biasanya dikarenakan kita yang tak bijak dalam menggunakan. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tagihan listrik yang semakin besar.

1. Menyetel AC dengan Suhu Terendah dan Kecepatan Fan Maksimum

Sumber : Facebook.com

Sebagian besar orang, biasanya akan menyetel AC dengan suhu dibawah angka 22. Bahkan ada yang tebiasa untuk memakai angka 16 derajat agar suhu udara dalam ruangan cepat dingin. Serta tak lupa pula untuk fan-nya sampai maksimal saking nggak tahan panas dan gerahnya. Padahal ini salah kawan!

Dengar, saat kita memilih untuk mengatur AC pada suhu terendah dengan kecepatan maksimun. Kompresor AC akan bekerja keras secara terus menerus untuk mencapai suhu yang diinginkan. Nah, masalahnya suhu udara di negara kita sangat terasa mustahil untuk bisa berada pada titik 16 derajat.

Maka ini akan jadi sesuatu yang sia-sia, karena percuma saja kita menaruh angka 16 derajat jika suhu diluar ruangan justru berada pada angka 30 ke atas. Bukannya membuat udara cepat dingin, AC justru kian cepat rusak dan berakibat pula pada pemakaian listriknya.

2. Menyetel Mode AC, Tak Sesuai dengan Kondisi Cuaca di Luar Ruangan

Sumber : Facebook.com

Mode cuaca yang ada pada AC bukanlah sebuah hiasan belaka. Setiap mode tersebut ada artinya. Dan seharusnya pengaturan mode ini disesuaikan dengan kondisi cuaca yang ada. Tapi sudah jadi kebiasaan, jika pada segala macam keadaan kita selalu mengatur mode ‘cool’.

Bahkan meski di luar sedang terik-teriknya, kita akan tetap memilih mode ‘cool’ untuk dipasang. Padahal ini akan jadi sesuatu yang memakan listrik lebih banyak. Karena kompresor dalam AC akan terus berputar hingga suhu udara akan berubah dingin.

Jadi walau akan memilih mode ini, ketika suhu udara sudah mulai dingin sebaiknya ganti mode ke ‘dry’ saja. Ini hanya akan menyerap kelembapan tanpa mengurangi rasa sejuk yang ada dalam ruangan. Karena pada mode ini, kipas AC akan berputar lebih lambat sehingga listrik yang dibutuhkan pun lebih sedikit dari mode sebelumnya.

3. Pintu dan Jendela Kerap Dibuka, Padahal AC Terus Menyala

Gambarannya begini, setiap kali kita membuka pintu pada ruangan yang ber-AC. Akan ada udara baru yang masuk ke dalam ruangan, sehingga AC butuh bekerja lebih keras lagi untuk mendinginkan suhu. Dengan kata lain, kompresor harus kembali bekerja, dan listriknya bakal terus terpakai. Untuk itu, selalu pastikan pintu dan segala jendela dalam posisi tertutup jika sedang menyalakan AC.

4. Bolak-balik Menyalakan dan Mematikan AC Ketika Hendak ke Luar Ruangan

Kadang kita merasa jika sedang tak dipakai, sebaiknya dimatikan saja. Padahal bisa jadi kita hanya pergi ke luar cuma sebentar. Kalau situasinya seperti ini, sebaiknya biarkan saja ACnya tetap menyala. Bukannya lebih irit, kebiasaan seperti ini justru membuat tagihan listrik kian selangit. Selain lebih boros, ini juga akan mempengaruhi kemampuan dan ketahanan mesin AC. Jadi, kalau pergi hanya sebentar sebaiknya biarkan saja ACnya tetap menyala.

5. Sering Keliru Menyetel Mode AC Saat Hendak Tidur di Malam Hari

Demi pemakaian listrik yang lebih hemat, sebaiknya pakai mode ‘sleep’ saat malam hari. Karena ketika hendak tidur, suhu tubuh akan menurun dengan sendirinya. Dengan begitu, mode suhu ruangan dan tubuh akan terasa sesuai sehingga kinerja dari kipas AC akan menurun dengan sendirinya, sehingga listrik yang terpakai pun berkurang tak seperti biasanya.

6. Dan Berhenti untuk Buru-buru Menyalakan AC Ketika Listrik Baru Saja Menyala

Kadang kala listrik di rumah bisa saja turun, karena mungkin ada banyak perkakas elektronik yang dipakai berbarengan. Atau kadang kala, bisa jadi kita tak sengaja memencet tombol off pada remot AC. Nah, hal yang perlu diingat adalah jangan buru-buru untuk menyalakan AC kembali.

Sumber : Shutterstock

Karena tenaga listrik yang dibutuhkan AC memang cukup besar, sebaiknya, tunggu dulu sampai 5-10 menit. Ini akan jadi waktu rehat untuk oli kompresor dan gas freon beristirahat sejenak. Dan cara ini sangat efektif memperpanjang umur AC, pun lebih hemat listriknya.

Tak hanya melatih diri untuk menghindari beberapa kesalahan yang tadi sudah dijelaskan, penting juga untuk mejaga kebersihan AC dengan membersihkannya setiap dua minggu sekali pada bagian filter dan mesin. Dengan begitu, AC bisa bekerja dengan baik dan penggunakan listrik pun akan stabil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Film Bebas : Kilas Balik Kenangan Manis Anak-anak ‘90-an

Dendang ‘Bebas’ milik Rapper kondang Iwa K, barangkali jadi salah satu lagu hits pada era 90-an yang masih banyak didengarkan hingga sekarang. Hal itu pulalah yang jadi inspirasi untuk Riri Riza dan Mira Lesmana, tatkala pasutri ini membesut film terbarunya yang diberi judul sama seperti lagu Iwa K, Bebas.

Yap, Bebas adalah sebuah film yang diadaptasi dari film box office hits Korea berjudul Sunny (2011). Selain jadi negara ke-4 yang sudah menerjemahkan film Sunny, CJ Entertainment sebagai production house dari film aslinya, konon memberi kebebasan pada Miles Films untuk memproduksi Bebas hingga jadi sebuah suguhan epik yang sangat relateable dengan kehidupan orang Indonesia sepanjang tahun 90-an. Mulai dari lagu-lagu asyik hingga polemik politik. 

Bercerita tentang seorang remaja perempuan asal Sumedang yang baru pindah ke Jakarta, bernama Vina yang diperankan oleh Maizura. Sebagaimana anak-anak SMA, di sekolah barunya, Vina bertemu dengan siswa-siswi yang tergabung ke dalam geng yang ditakuti di sana, yakni Kris (Sheryl Sheinafia), Jessica (Agatha Priscilla), Gina (Zulfa Maharani), Suci (Lutesha), dan Jojo (Baskara Mahendra).

Tak butuh waktu lama, kesan pertama atas nasib yang dirasa serupa, membuat Kris merasa akrab dengan Vina. Hingga akhirnya mereka menemukan satu nama untuk menamai gengnya, yakni ‘Geng Bebas’. Ada banyak cerita menarik yang kemudian mereka alami bersama. Menikmati waktu sepulang sekolah, belajar dance bersama, dan beberapa kenakalan lain yang membuat mereka justru kian berbahagia. Akan tetapi, kebersamaan atas kelompok yang mereka bentuk harus berakhir karena sebuah peristiwa tragis. 

Puluhan tahun kemudian, ketika Vina dewasa yang diperankan oleh Marsha Timothy sedang mengunjungi ibunya, secara tak sengaja ia bertemu dengan Sahabatnya Kris dewasa yang diperankan oleh Susan Bachtiar. Kris yang menderita sakit parah, divonis hanya akan hidup sebentar lagi. Dan sebagai permintaan terakhir sebelum ia pergi, Kris meminta Vina untuk mengumpulkan kemblai Geng Bebas untuk reuni.  

Tahu sahabatnya akan pergi, Vina berusaha untuk mengumpulkan satu persatu sahabat-sahabatnya. Pada proses pencariannya, Vina menemukan banyak hal yang sudah berubah. Jauh dari apa yang dulu mereka angan-angankan, hidup yang dijalani sekarang jadi sesuatu yang justru memperihatinkan. Mulai dari Jessica dewasa (Indy Barends) yang menjadi agen asuransi dan selalu tertekan oleh sang atasan sebab tak mencapai target penjualan, Jojo dewasa (Baim Wong) jadi seorang pengusaha sukses namun terlihat bimbang dan tak bahagia, hingga Gina dewasa (Widi Mulia) yang harus bersusah payah menjadi pekerja serabutan sembari merawat ibunya yang sudah sakit-sakitan. 

Untuk kalian yang kebetulan sudah menonton film aslinya ‘Sunny’, akan dengan cepat menyadari jika film adaptasi ini memang menuangkan semua yang ada di Sunny secara  keseluruhan. Mulai dari dialog, konflik, hingga alur cerita yang dipakainya. Walau beberapa poin terlihat dihilangkan atau diganti sesuai dengan sang penulis skenario Mira Lesmana, tapi film ini masih terlihat utuh sebagaimana film aslinya. 

Dibawa sesuai dengan kultur dan masa 90-annya Indonesia, setidaknya membuat penonton akan tertawa, terharu, dan bersedih dalam waktu yang berentetan. Selain latar belakang ceritanya, kalian juga akan menemukan beberapa tembang pilihan yang memang terkenal pada era 90-an. Mulai dari  lagu ‘Bidadari’ milik Andre Hehanusa pada babak pembuka cerita, ‘Cerita Cinta’ (Kahitna), ‘Cukup Siti Nurbaya’ (Dewa 19), ‘Kebebasan’ (Singiku), hingga ‘Aku Makin Cinta’ (Vina Panduwinata).

Tak hanya sekedar lagu saja, hal lain yang juga akan membuatmu merasa ada di zaman 90-an adalah, beberapa hal yang disebutkan pada dialog-dialog para pemainnya, Mulai dari penampakan gimbot, majalah GADIS, MTV, Nadya Huatagalung, radio tape, majalah GADIS, komik Candy-Candy, pager, sampai berita tentang majalah Tempo dan Detik yang diberedel pada era itu. 

Walau harus diakui pula, tak ada konflik yang terasa begitu berarti sebagaimana di Film ‘Sunny’, film ini terasa menghajar penonton dengan berbagai macam hal menyenangkan di 30 menit pertama, tapi terasa mengendur pada pertengahan, dan berhasil selamat pada babak akhir yang memang terasa mengharukan. 

Akan tetapi, film ini jadi salah satu tontonan yang cukup menjanjikan sajian drama komedia yang menyengarkan. Terlebih pada teknik pengambilan gambarnya, alur maju-mundur pada film tersebut disajikan dengan mantap dengan perpindahan gambar yang terasa sangat lembut. Dari masa sekarang ke masa lalu cerita, atau sebaliknya.

Tak hanya itu saja, kemampuan akting dari para pemerannya pun patut diapresiasi, mulai dari Maizura dan Sheryl yang memang banyak berinteraksi, dan Priscilla dan Baskara dengan tektokan dialog yang tergiang di kepala bahkan ketika mereka menjadi dewasa. Hingga deretan cameo yang juga turut serta menambah manisnya cerita, seperti Sarah Sechan dan Reza Rahardian, serta Tika Panggabean. 

Akan tayang serempak mulai 03 Oktober 2019 mendatang, film ini jadi wadah segar untuk kalian yang rindu masa SMA. Entah untuk reuni cerita-cerita cinta atau mengenang kembali pencarian jati diri saat masih remaja. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Gara-gara Polemik Revisi KUHP, Banyak Turis Australia yang Batal ke Bali

Proses regulasi Revisi Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (RKUHP) yang sedang digarap, ternyata jadi polemik bagi sebagian besar masyarakat. Beberapa pihak menilai sejumlah pasal dalam RKUHP tersebut memuat hal kontroversial. Salah satunya soal pasal perzinahan yang dinilai terlalu masuk dalam ranah privat masyarakat.

Dalam pasal ini diatur soal hukuman bagi pasangan yang tidak menikah namun ketahuan tinggal bersama. Nah, tindakan tersebut bisa dilaporkan ke polisi dan pelakunya bisa dikenai hukuman berupa denda hingga penjara.

Dan ternyata, pasal perzinahan dalam Revisi KUHP tersebut membuat beberapa turis asal Australia enggan untuk berkunjung ke Bali. Dilansir dari PerthNow, Minggu (22/9) para turis asal Australia merasa keberatan jika mereka harus menunjukkan surat nikah sebelum memesan kamar ketika liburan di Bali.

Dikutip dari laman kumparan.com, Elizabeth Travers, salah satu pemilik restoran dan villa di Bali mengaku pihaknya sudah menerima banyak pembatalan dari turis Australia karena adanya wacana RKUHP tersebut.

“Revisi tersebut bahkan belum disahkan tapi saya sudah menerima sejumlah pembatalan. Salah satu klien saya mengatakan mereka tidak lagi percaya untuk datang ke Bali karena mereka tidak menikah,” ujar Travers.

Menurut Travers, jika RKHUP lolos, maka aturan tersebut justru akan membunuh pariwisata di Bali. “Saya telah berkecimpung di dunia pariwisata, mengalami dua kali pengeboman, berbagai bencana alam dan menurut saya jika pemerintah pusat menegakkan hukum seperti itu, industri pariwisata akan hancur dan memicu akhir kehidupan di Bali seperti yang kita tahu,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Akan Cenderung Dipandang Kurang Sukses, Kalau Terlalu Sering Unggah Foto Selfie

Dari pengamatan biasa, aktivitas selfie memang adalah kegiatan biasa yang bisa kita temukan dengan mudah di media sosial. Dilakukan untuk menunjukkan eksistensi, wajah yang cantik, hingga hal lain yang ingin ditonjolkan dari gambar diri.

Tapi, jika kamu adalah salah seorang dari banyaknya manusia yang gemar selfie, ada beberapa hal yang harus mulai kamu ketahui. Dan salah satunya adalah sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Washington State University dan University of Southern Mississippi.

Dimana para peneliti tersebut menemukan, bahwa mengunggah foto selfie di media sosial Instagram berpengaruh buruk terhadap pandangan orang lain terhadap individu. Yaap, orang yang sering mengunggah selfie dianggap tidak percaya diri, juga dipandang sebagai individu yang kurang sukses, kurang disukai, dan kurang terbuka terhadap pengalaman baru.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Research in Personality itu meneliti sejumlah pengguna asli Instagram, walau harus diakui pula jika sampelnya memang tergolong kecil. Pada tahap pertama, para peneliti meminta 30 mahasiswa dari universitas negeri di Amerika Serikat bagian selatan untuk mengisi kuisioner kepribadian.

Para peneliti juga memelajari unggahan Instagram para mahasiswa. Unggahan tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori tersebut yaitu selfie, posies (jika foto diri diambil oleh orang lain), dan kategori foto lainnya. Materi konten juga dicatat oleh peneliti. 

Nah, Pada studi berikutnya, para peneliti meminta 119 mahasiswa dari Amerika Serikat bagian barat laut untuk menilai profil 30 orang tersebut. Penilaian mencakup sejumlah faktor, seperti tingkat kepercayaan diri, tingkat interaksi, tingkat kesuksesan, dan tingkat egoisme.

Hasilnya, orang-orang yang mengunggah “posies” cenderung dipandang sebagai figur petualang, lebih tidak kesepian, lebih dapat diandalkan, lebih sukses, lebih ramah, lebih percaya diri, dan dianggap sebagai teman yang lebih baik daripada orang-orang yang lebih sering mengunggah selfie.

“Bahkan ketika dua orang memiliki konten yang sama, seperti menggambarkan pencapaian mengunjungi tempat tertentu, kesan yang diberikan oleh orang-orang yang mengunggah selfie cenderung lebih negatif. Sementara kesan yang dibangun oleh orang-orang yang lebih banyak mengunggah posies cenderung lebih positif,” kata Profesor Psikologi dari Washington State University dan penulis utama studi, Chris Barry. 

Terlepas dari konteks, hal ini menunjukkan ada isyarat visual tertentu yang menggambarkan respons positif atau negatif pada media sosial.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa mengunggah selfie cenderung dilakukan untuk memamerkan diri. Misalnya, ketika menunjukkan otot lengan jika ia adalah seorang lelaki, atau menunjukkan detail riasan wajah jika ia perempuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top