Feature

5 Hal yang Seharusnya Ditanyakan Nikita Mirzani, Sebelum Memutuskan Bercerai

Baru lima bulan membangun biduk rumah tangga bersama pengusaha Dipo Latief, artis Nikita Mirzani justru dikabarkan mantap ingin bercerai. Entah apa duduk perkaranya, tapi Niki—sapaannya selalu mengatakan kalau ia sudah tak kuat lagi menanggung luka hati dan meneruskan pernikahannya bersama Dipo. Di lain sisi, Niki bahkan menilai Dipo tak lagi mampu menghargai keberadaannya.

Jangankan Niki, kita yang mengikuti perkembangan soal Niki saja ikut sedih. Membayangkan kalau pasangan yang selama ini kita harapkan jadi sosok yang paling perhatian, nyatanya justru tak peduli dengan keberadaan kita.  Tapi sebentar, kesedihan Niki sebenarnya jadi memancing tanda tanya besar: Kenapa harus cerai, Niki?

Bahkan sahabatnya, Uya Kuya pun bertanya langsung pada Niki, apa gerangan yang sebenarnya terjadi. Padahal di pertengahan Februari, Niki sendiri yang bilang kalau ia berharap Dipo adalah pelabuhan terakhirnya. Untuk Niki atau untukmu yang mengalami situasi serupa seperti Niki, sebelum mantap untuk cerai, coba tanyakan dulu lima hal ini dalam hatimu.

Dalam Relasimu Kali Ini, Sudahkah Kamu dan Dia Selalu Mengusahakan yang Terbaik bagi Hubungan Kalian?

Masih ada waktu untuk memperbaiki sebelum benar-benar melepasnya. Perpisahan itu adalah hal yang paling menyedihkan. Pasangan yang masih pacaran saja kalau putus, galaunya bisa berlama-lama, lalu bagaimana dengan mereka yang menikah dan akhirnya memilih cerai? Untuk itu, coba pikirkan lagi, setidaknya sudahkah kamu dan dia telah benar-benar mengusahakan yang terbaik untuk hubungan kalian berdua?

Dalam hubungan yang baik, partner bertindak untuk selalu memberi semangat, dorongan, pujian, bahkan kritik yang membangun. Sudahkah kamu memberi dan menerima semua itu untuk dan dari pasanganmu? Kalau memang kamu justru mengalami kekurangan akan hal itu, sudahkah kamu mengatakan isi hatimu dengan sebaik-baiknya?

Adakah Rencana Besar yang Kalian Ingin Wujudkan Bersama? Namun Belum Terwujud hingga Hari Ini?

Punya gagasan untuk mewujudkan sebuah rencana besar itu perlu. Bukan hanya untuk satu orang, tapi juga untuk pasangan. Sebab biasanya keberadaan rencana seperti ini akan membantumu untuk menguatkan lagi ikatan saat relasi kamu dan pasangan mulai merenggang. Rencana besar bukan hanya soal rencana bepergian atau ingin pindah ke tempat yang kalian dambakan sejak lama, tapi juga rencana membangun keluarga bersama. Coba sekarang ini, ingat-ingat lagi, adakah rencana yang ingin kamu wujudkan bersama? Coba diskusikan, siapa tahu justru dengan kembali berdiskusi soal rencana besar kalian, hal itu bisa berlaku sebagai mediasi.

Seberapa Sering Kamu dan Dia Mengobrolkan Perihal Apa Pun?

Bersama pasangan, seharusnya kamu bisa membicarakan banyak hal. Baik tentang karier, pekerjaan, maupun hal kecil yang mungkin tak begitu penting tapi tetap menarik untuk dibicarakan. Namun kalau poin ini saja ternyata kalian tak bisa maksimalkan dalam hubungan, mungkin memang bisa jadi pemicu kalau kamu dan dia akhirnya menjadi lebih sering bertengkar.

Pelan tapi pasti, hubunganmu pun jadi terancam. Untuk itu, mungkin sebelum terlambat, coba saja perbaiki dahulu intensitas komunikasimu dengan pasangan. Mencoba terbuka dan menurunkan ego kalian adalah cara terbaik yang bisa dilakukan. Apalagi kalau memang perasaanmu terhadapnya masih sama besarnya seperti yang dulu, tak ada salahnya mengusahakan demi yang terbaik untuk kalian berdua ke depannya.

Saat Bersamanya, Mana yang Lebih Banyak Kamu Rasakan, Selalu Merasa Gembira atau Sedih Berkepanjangan?

Hal ini juga bisa jadi pertimbanganmu saat di kepala mulai terpikir keinginan untuk berpisah. Kalau hanya terus-menerus luka yang kamu rasakan, ya lalu untuk apa diteruskan? Tapi kalau pernah ada momen bahagia, gembira, dan hal-hal menyenangkan lainnya yang menurutmu patut diperjuangkan, maka jangan ragu untuk memperjuangkannya. Ingatan yang manis kadang bisa jadi penguat saat kita merasa letih dengan setiap perkara yang sedang ada di depan mata.

Terpenting: Coba Tanyakan Lagi pada Dirimu, Benarkah Kamu Memang Benar-benar Mau Menyudahi Hubunganmu dengannya?

Pertanyaan semacam ini perlu kamu tanyakan lagi pada dirimu. Karena yang bisa menjawab hanyalah kamu. Intinya jangan sampai karena emosi sesaat atau gegabah, kamu jadi memilih untuk putus tapi di kemudian hari kamu menyesal dengan keputusan yang kamu buat. Bagaimanapun, tetap pikirkan beberapa pertimbangan yang memang penting dan jangan hanya mengedepankan egomu saja. Memikirkan perkara perpisahan pun seharusnya memang harus demikian, apalagi kalau bicara ke depannya kamu tak akan bisa bersama lagi, apa benar kamu sudah siap dengan segala keputusan semacam ini?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Pertanyaan yang Sering Kamu Dapati Saat Kamu Tak Kunjung Memiliki Pacar

Status single sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang besar. Single adalah pilihan. Namun herannya terkadang bukan orang yang menyandang status itu yang kebingungan, malah orang yang ada di sekitarnya. Kamu yang tak kunjung memiliki pasangan, pasti kerap mendapati 10 pertanyaan ini terlontar dari mulut orang lain untukmu.

1. “Kenapa Sih Kok Tidak Mau Pacaran?”

Mereka mengajukan pertanyaan ini karena penasaran dengan alasanmu masih bertahan dengan kesendirianmu. Tapi karena kamu menjadikansingle sebagai pilihan hidup, kamu biasa-biasa saja saat mendapati pertanyaan ini dan terasa sudah sangat kebal.

2. “Ada yang Deketin Kan?”

Jika kamu memutuskan untuk menjadi seorang single, pasti kamu memiliki alasan yang kuat di belakangnya. Meski begitu orang lain pasti tetap ingin tahu, selama ini masih ada kan orang yang mendekatimu.

3. “Pernah Tidak Kamu Berpikir untuk Pacaran?”

Banyak orang bertanya-tanya tentang apa yang kamu pikirkan saat kamu menjadi seorang single. Salah satunya adalah apakah kamu sendiri pernah berpikir untuk berpacaran dengan seseorang.

4. “Kamu Orang yang pemilih, Ya?”

Karena kamu tak kunjung berpacaran, akhirnya banyak orang yang memandangmu sebagai seorang yang pemilih. Padahal sebenarnya kamu hanya menunggu jodoh terbaik yang Tuhan siapkan untukmu.

5. “Bagaimana Perasaanmu Saat Melihat Teman atau Orang Lain Pacaran?”

Padahal kamu tak ada masalah dengan orang yang berpacaran di depan matamu secara langsung. Namun masih saja banyak orang mempertanyakan hal ini kepadamu.

6. “Sebenarnya Usia Berapa Sih Kamu Mau Pacaran?”

Saking gemasnya orang lain melihatmu yang betah dengan status single-mu, mereka sampai mempertanyakan hal ini padamu. Kenapa sampai kamu masih bertahan tanpa seorang pasangan dan sebenarnya mau pacaran pada usia berapa sih kamu itu.

7. “Apa Kamu Pernah Dijodohkan?”

Pasti banyak orang berpikir bahwa dengan jangka waktumu menjadi seorang single, sudah banyak teman dan keluarga yang menjodohkanmu dengan seseorang. Dan inilah yang ingin dicari tahu oleh orang tersebut, apakah kamu pernah dijodohkan atau tidak.

8. “Pernah Tidak Sih Kamu Merasakan yang Namanya Jatuh Cinta?”

Siapa tahu kamu pernah mencoba memulai menjalin hubungan, meski akhirnya gagal juga. Alasannya pun tentu beragam. Orang akan mempertanyakan mengenai hal ini saat kamu tak kunjung memiliki pasangan.

9. “Apa Kamu Tidak Ingin Pacaran?”

Ada banyak hal yang ingin kamu capai terlebih dulu. Tapi banyak orang langsung saja mempertanyakan tentang apakah kamu ingin pacaran atau tidak. Jawabannya tentu iya tapi bukan untuk saat ini.

10. “Apakah Kamu Takut untuk Memulai?”

Rasa takut pasti ada, karena kamu sudah lama bertahan dengan status single-mu. Entah apa alasan yang membuat kamu bertahan, tak ada yang tahu. Mungkin ini jugalah yang dikhawatirkan oleh orang-orang terdekatmu. Mereka takut jika ketakutanmu membuatmu terus bertahan dalam kesendirian dalam jangka waktu yang panjang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Inilah 7 Tipe Mantan Mahasiswa Setelah Lulus Kuliah

Momen kelulusan adalah momen yang paling ditunggu banyak mahasiswa tingkat akhir. Namun kehidupan pasca lulus kuliah, tak semua orang suka menjalaninya. Ada beberapa tipe mantam mahasiswa setelah lulus dari Universitas tempatnya menuntut ilmu dulu. Apa saja sih tipenya? Mungkin kamu termasuk salah satunya.

1. Tipe Sulit Move On

Mereka yang termasuk tipe ini adalah orang yang sulit move on dari kehidupannya sebagai mahasiswa dulu. Bagi mereka kehidupan perkuliahan lebih menyenangkan karena mereka tak perlu memikirkan tentang dunia kerja pasca lulus dari Universitas.

2. Tipe Pekerja Keras

Tipe pekerja keras adalah mereka yang anti dengan istilah menganggur. Meskipun mereka belum mendapatkan pekerjaan tetap, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan hal yang bermanfaat, mungkin salah satunya adalah merintis usaha baru.

3. Tipe Pengembara

Mereka yang masuk dalam kategori tipe ini adalah orang yang suka melakukan travelling. Momen setelah lulus banyak dihabiskannya untuk mengunjungi banyak tempat baru yang menurutnya menarik untuk dikunjungi.

4. Tipe Rumahan

Tipe rumahan adalah mereka yang lebih suka menghabiskan waktu mereka di rumah. Kebanyakan sih memiliki hobi tidur dan nonton film kesukaan di dalam kamar. Sehingga tak ada alasan buat mereka untuk pergi ke luar rumah.

5. Tipe Penyuka Keramaian

Tipe ini akan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Entah itu berkumpul dengan teman-temannya di suatu tempat seperti cafe atau pergi menonton konser musik favorit mereka.

6. Tipe Media Sosial

Tipe media sosial ini adalag tipe orang yang tak bisa lepas dari media sosial barang sebentar saja. Saat bangun tidur, hal pertama kali yang akan dilakukan adalah mencari smartphone miliknya untuk membuka media sosialnya.

7. Tipe Romantis

Orang yang termasuk tipe ini biasanya orang yang memang memilih untuk menikah setelah lulus kuliah. Kebanyakan sih sedari SMA memang sudah punya pasangan, sehingga setelah lulus inginnya cepat-cepat menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Hal Lucu yang akan Kamu Rasakan Saat Berjodoh dengan Sahabat Sendiri

Jodoh, kematian dan rezeki adalah rahasia Tuhan. Kamu tak akan pernah tahu dengan siapa akhirnya kamu berjodoh. Dengan orang yang belum pernah kamu kenal atau justru dengan orang yang susah sangat kamu kenal. Ada loh pasangan yang akhirnya berjodoh dengan sahabat sendiri.

Terbiasa dengan hubungan luwes yang terasa santai dan menyenangkan. Beberapa kali, kamu mungkin akan merasa aneh. “Kok bisa ya sampai berjodoh sama sahabat sendiri?. Nah, setidaknya berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin kamu rasakan ketika nanti berjodoh dengan sahabatmu sendiri.

1. Tertawa Sendiri Saat Memandang Wajah Pasangan

Saat kamu memandang wajahnya, itu sudah mengingatkanmu tentang apa yang sudah kalian lewati bersama. Dengannya? mungkin kamu tak pernah berpikir sebelumnya bahwa kamu akan berjodoh dengan sahabatmu yang konyol itu, dan itu kerap membuatmu tertawa hanya dengan memandang wajahnya saja.

2. Sering Berantem Saat Bertemu Namun Rindu Saat Sedang Jauh

Bahkan kamu pun sering bingung dengan tingkahmu ini. Saat pasanganmu ada di sampingmu justru kamu sangat sering bertengkar. Namun saat kamu berjauhan dengannya, rasanya rindumu begitu memuncak.

3. Berniat Romantis Namun Akhirnya Jadi Ledekan

Sebagai sepasang sahabat, kamu dan dia memang tak pernah bertingkah romantis. Jadi makhlum jika setelah menikah saat kamu maupun dia ingin mencoba romantis, selalu berakhir dengan ledekan satu sama lain.

4. Tak Jaim untuk Saling “Mempermalukan”

Kalian memang saling mencintai sebagai satu pasangan, namun humoris di dalam hubunganmu dengannya memang sudah besar. Sehingga tak ada lagi rasa jaim untuk mempermalukan satu sama lain.

5. Tak Mau Saling Mengalah untuk Berbagi Sesuatu

Bisa diambil contoh, untuk hal kecil seperti nonton TV. Kamu sering berebut remote control dengannya. Tak ada salah satu dari kalian yang mau mengalah. Bisa dibilang tingkahmu dengan pasangan layaknya anak kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top