Community

5 Hal Sederhana untuk Memenangkan Hati Calon Mertua

Tak jarang mereka yang hendak masuk dalam kehidupan keluarga pasangan bingung untuk memulai pendekatan. Sedikit saja kesalahan mungkin akan membuat calon mertuamu ilfeel dan akhirnya mencoba menjauhkan anaknya darimu.

Untuk itu, jika kamu adalah cewek yang dalam masa pendekatan untuk memenangkan hati calon mertua, mungkin artikel ini akan sangat membantu.

1. Cekatan dalam Mengurus Keperluan Rumah Tangga

Kamu perlu menunjukkan kemampuan dan keaktifanmu dalam mengurus keperluan rumah tangga kepada calon mertuamu. Dengan begitu calon mertuamu akan tahu bahwa anaknya berada di tangan yang tepat. Dia tak perlu khawatir jika kelak anaknya jadi suami yang tak terurus.

2. Mudah Mendekatkan Diri

Kamu harus luwes dan memiliki inisiatif untuk mendekatkan diri. Karena memang kamulah orang baru dalam keluarga mereka, jadi kamu jugalah yang harus berusaha beradaptasi dengan keberadaan mereka. Jika kamu menginginkan anaknya, kamu juga harus mendekati orangtuanya bukan?

3. Pandai dalam Mengatur Keuangan

Jadilah bendahara yang baik untuk calon pasanganmu. Kamu bisa menunjukkannya dengan bagaimana caramu mengatur keuanganmu sendiri saat ini. Jika kamu mampu mengatasinya, tentu kelak kamu tak akan asal dalam mengatur keuangan keluarga.

4. Mudah Akrab dengan Anak Kecil

Anak kecil dikenal dengan kepekaannya dalam memilih mana orang yang baik dan tak baik. Sehingga tak jarang, para orangtua akan menilai baik tidaknya seseorang dari seberapa mudahnya dia mengakrabkan diri dengan anak kecil.

5. Memahami Karakter Pasangan

Dengan memahami karakter pasangan tentu kamu akan bisa menjaga hubunganmu dengan pasangan untuk tetap harmonis. Keharmonisan inilah yang nantinya akan menjadi salah satu alasan orangtua akan memberikan restu pada anaknya untuk menikahimu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

‘Luruh’, Lagu Kolaborasi Isyana Sarasvati dan Rara Sekar Sudah Resmi Dirilis

Berada pada jalur musik yang berbeda, kali ini kakak adik Rara Sekar dan Isyana Sarasvati akhirnya terlihat satu project musik berdua. Jadi sesuatu yang telah banyak diharapkan oleh masing-masing fans mereka berdua, maka original soundtrack (OST) film ‘Milly & Mamet’ jadi jawabnnya.

Diberi judul ‘Luruh’, konon lagu kolaborasi tersebut sudah dapat dinikmati di berbagai platform streaming musik sejak Sabtu (15/12) lalu. Dikutip dari laman Kumparan.com, Ernest Prakasa selaku sutradara ‘Milly & Mamet’ berkata bahwa ini akan jadi sesuatu yang menarik. 

“Jauh sebelum mengenal Isyana, saya adalah penggemar Banda Neira, duet folk Rara Sekar dan Ananda Badudu. Kini, mereka hadir mengisi soundtrack film yang saya garap. Saya yakin, ini akan menjadi suguhan epic untuk memperkaya film ini,” ujarnya. 

Rara Sekar yang memang identik dengan lirik-lirik lagu sendu yang menyentuh, dibantu dengan sang adik Isyana mengawali proses pencintaan lagu pada suatu sore di rumah Rara. Bait per bait dari lirik lagu tersebut, mereka ciptakan sesuai dengan naskah dalam film ‘Milly & Mamet’. Mencari titik paling menyentuh dari kedua peran dari tokoh utama, hingga menggabungkannya dengan sesuatu yang umum terasa.

Dirilis bersamaan dengan lagu soundtrack lainnya, mini album original soundtrack ‘Milly & Mamet’ juga menautkan 4 lagu lainnya.  Yap, karena selain ‘Luruh’, Isyana Sarasvati juga menyanyikan satu lagu lain, yakni ‘Stargazing’. Selanjutnya ada pula ‘Berdua Bersama’ dan ‘Luluh’ yang dinyanyikan oleh Jaz, sedangkan Sissy Prescilla yang juga jadi pemeran Milly juga akan membawakan lagu Sehila On 7 yakni ‘Kita. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dia yang Membicarakan Orang Lain di Depanmu Adalah Orang yang Akan Membicarakanmu di Belakangmu

Pernah dengar saran, yang kira-kira intinya begini, “Jangan mau main sama orang yang suka ngomongin orang, karena kalau kamu nggak ikutan, kamulah yang akan jadi bahan omongan”.

Beruntung memang jika kita bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran. Tapi, kita juga tak bisa menghindari orang-orang yang suka merusak suasana. Berbicara tentang orang lain di hadapan kita, untuk kemudian menjadikan kita bahan cibiran ketika tak bersamanya.

Sekilas, urusan membicarakan orang memang terlihat menyenangkan. Dia mungkin merasa bahwa dirinya jauh lebih dari segalanya dibanding orang yang sedang ia bicarakan. Sehingga merasa berhak untuk bersikap sok benar. Sulit untuk dibuat sadar, mencoba memberinya pengertian sering tak berarti baginya. Lalu kita harus apa?

Bahagia Kita Akan Selalu Jadi Cibirannya

Begini, orang-orang yang suka bergosip ria, adalah tanda hidup yang tak bahagia. Sehingga orang yang dilihatnya tampak hidup tenang dan aman-aman saja. Seringkali dijadikan bahan obrolan murahan yang tak berdasar. Entah itu mengkritik kehidupan kita, pekerjaan, sampai ke hal pribadi yang lainnya.

Seolah-olah kita selalu ada di pihak yang salah, sedangkan ia adalah seseorang yang benar tanpa cela. Ini sudah jadi pola pikir yang ia pakai, jadi tak perlu kita jadikan beban. Semua hal tentang orang lain, akan selalu ia jadikan bahan kritikan.

Lagipula Waktu Kita Terlalu Berharga untuk Memikirkan Dia

Daripada memikirkan dia yang sibuk bikin cerita halu tak benar. Lebih baik kita berbahagia, dan menikmati hidup dengan cara yang kita bisa. Jalani hari dengan sesuatu yang bermakna, dan optimalkan waktu dengan mereka yang membuat kita bahagia juga. Kunci rapat semua sela untuk orang-orang beracun yang tahunya hanya ingin mencela.

Karena biar bagaimanapun kita tak bisa merubahnya. Tapi bagaimana cara kita menanggapinya adalah pilihan dan tanggung jawab kita. Waktu dan pikiranmu terlalu berharga hanya untuk memikirkan dirinya.

Bahkan Meski Tak Menyinggung Perasaannya, Ia Akan Tetap Berbicara Semaunya

Berhadapan dengan si mulut besar yang suka ngomongin orang, memang tak akan ada habisnya. Sekalipun yang kita perbuat tak bersinggungan dengan dirinya. Ada saja hal yang salah untuk dikritik dan dijadikan pembahasan.

Tak perlu susah payah membuatnya percaya pada kita, jangan pula merasa butuh membantunya untuk berubah. Karena manusia seperti itu, sudah kebal oleh berbagai macam petuah. Yang ia tahu, dirinya adalah satu-satunya orang yang paling benar.

Daripada Menjadi Beban untuk Diri Sendiri, Lebih Baik Kita Pergi

Yap, berhubungan atau berteman dengannya hanya akan jadi sesuatu yang sulit. Diam dipikir tak bisa melawan, tapi ketika dilawan ia pasti akan bersikap lebih garang. Maka, balasan terbaik adalah menjaga jarak dari dirinya.

Tak perlu merasa tak enak hati, sekalipun ia adalah teman yang konon sudah dekat. Kita berhak untuk memilah-milah, kepada siapa saja kita akan berteman. Kalau dirinya memang terlihat menyusahkan, sebaiknya tinggalkan.

Dan Kalau Masih Tetap Menjadikan Kita Bahan Gosip, Sebaiknya…

Untuk kemungkinan lain, jika memang kamu sudah kehabisan kesabaran atas semua tingkah dan cerita-cerita tak sedap yang ia ciptakan. Silahkan buat keputusan besar yang sekiranya wajar untuk dilakukan. Menegurnya ketika bersikap tak baik secara langsung, hingga memintanya berhenti menjadikan kita bahan obrolan murahan yang tak benar.

Namun, jika ternyata apa yang kita sampaikan masih tak berarti apa-apa untuknya. Itu artinya dirinya memang adalah seorang pengarang cerita bohong yang handal. Sudah, tak perlu dekat-dekat dengan dia!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top