Tips

Ini 5 Cara Menghapus Pikiran Negatif Sebelum Tidur!

relaks sebelum tidur

Tidur seharusnya jadi waktu untuk berisitirahat. Masalahnya waktu-waktu menjelang tidur terbukti menjadi masa paling rentan bagi seseorang untuk punya pikiran negatif. Bayangan kepenatan selama satu hari yang telah dijalani bisa terus membayangi. Apalagi kepadatan kegiatan esok harinya sudah kembali memenuhi kepala. Belum lagi, lintasan peristiwa-peristiwa masa lalu yang kerap menghinggapi di waktu-waktu menuju tidur tersebut.

Permasalahan ini akan jadi mata rantai yang tak terputus. Pikiran-pikiran negatif ketika hendak tidur itu akan memangkas waktu istirahat karena tak bisa langsung terlelap. Kurangnya waktu tidur itu akan memperparah pikiran negatif di keesokan harinya.

Buntutnya bisa berujung pada gangguan yang lebih parah secara psikologi. Sebut saja insomnia yaitu keadaan sulit tidur. Bahkan mungkin mempengaruhi perubahan mood hingga ke bentuk depresi akut.

Beberapa penelitian terkini berusaha untuk mengatasi masalah pikiran negatif ini. Caranya dimulai dengan ketika waktu tidur masuk. Ini beberapa diantaranya untuk menghapus pikiran negatif dan membuat tidur lebih nyaman.

1. Tidur Lebih Cepat

Salah satu penelitian terbaru yang diadakan oleh Binghamton University berusaha mengungkapkan hubungan antara pikiran negatif, stress dan pola tidur. Ditemukan bahwa orang yang tidurnya lebih malam cenderung punya pikiran lebih negatif dibanding orang yang tidur lebih dulu.

Selain waktu tidur, durasinya juga berpengaruh terhadap pikiran negatif. Orang yang tidur kurang dari 7 jam sehari akan mungkin punya pikiran negatif lebih banyak dibanding yang punya tidur cukup. Karena itu mempercepat waktu tidur adalah salah satu cara untuk mendapatkan tidur yang cukup.

Setidaknya jika pikiran negatif mulai menyerang. Ketakutan akan tugas menumpuk esok hari mulai datang, kita masih punya cadangan waktu cukup untuk membiarkan pikiran tersebut berlalu. Namun tetap punya waktu tidur yang cukup.

Kunci utama terletak pada jadwal yang konsisten dan teratur. Cobalah untuk punya waktu tidur yang kurang lebih sama setiap harinya. Dengan begitu pikiran-pikiran negatif secara perlahan akan berkurang.

2. Bicara postif Ke Diri Sendiri

Salah satu metode untuk menghadapi pikiran negatif adalah dengan berbicara positif pada diri sendiri. Ketika sendiri cobalah untuk mengajak biacara diri sendiri dengan memujinya secara terbuka akan pencapaian dan

keberuntungan yang telah di dapat. Misalnya:
“Hai (sebut nama sendiri), enak betul kamu hari ini. Masih punya waktu untuk makan siang sementara orang lain begitu sibuk sampai harus makan di kantor. Restorannya pun punya makanan enak. Beruntung sekali kamu”

Cara-cara seperti itu bisa membuat pikiran lebih postif. Masalahnya dengan sering bicara buruk soal diri sendiri, seseorang akan fokus pada kekurangan dirinya saja bahkan hinggap tahap menguburkan segala kelebihannya. Buntutnya dalam keadaan seperti itu seseorang akan mulai menyalahkan dirinya sendiri, dan hanya memberi perhatian pada situasi-situasi buruk yang mungkin terjadi.

Berbicara negatif akan cenderung membuat pikiran membagi secara tegas situasi baik dan buruk. Padahal nyatanya, kehidupan nyata tidaklah demikian. Karena situasi sebenarnya sangat bervariasi dan terpolarisasi tidak ada sisi baik dan sisi buruk, semua ada diantaranya.

Tujuan dari terus berbicara positif pada diri sendiri ini adalah agar jika kita merasa dalam situasi yang negatif dan kurang baik, kita hanya akan menganalisanya sebentar. Belajar kenapa hal itu bisa terjadi, namun sesaat kemudian kita sudah bisa melanjutkan hidup dan yakin hal-hal seperti itu bisa kita antisipasi kedepannya. Kita tak lagi berlama-lama menangisi keadaan buruk itu.

3. Sudah Coba Berdoa?

Salah satu cara menghilangkan pikiran negatif adalah dengan berdoa sebelum tidur. Namun sering kali kita salah menggunakan fasilitas yang satu ini. Banyak orang yang menjadikan doanya sebagai ladang keluh kesah. Bisa jadi hal ini tak sepenuhnya salah, namun ada cara yang dapat kita gunakan untuk mendorong pikiran yang lebih positif.

Caranya adalah dengan mengawali doa dengan rasa sykur dan membacakan hal-hal positif yang telah kita punyai. Bacakanlah hal itu sebanyak yang kita mampu. Jika perlu buatlah daftar hal-hal positif tersebut sebelum kita mulai memutuskan untuk berdoa. Meningkatnya rasa bersyukur karena pikiran positif ini, menurut penelitian akan meningkatkan kualitas tidur secara signifikan. Dan tentunya akan segera menghapus pikiran-pikiran negatif.

4. Bernafas Dengan Sadar

Bernafas memang jadi hal yang tak bisa lepas dari kehidupan. Secara otomatis semua berjalan begitu saja. Padahal bernafas adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan kita. Dan melalui nafas kita bisa terhubung dengan seluruh anggota badan kita. Namun seringnya kita menerimanya begitu saja tanpa kita pernah menyadarinya.

Nah, cara mengurangi pikiran-pikiran negatif adalah dengan bernafas secara sadar sebelum kita beranjak tidur. Fokus lah pada helaan setiap nafas. Sadari bahwa kita sedang bernafas. Perhatikan bagaimana udara berjalan dari hidung menunju ke organ-organ internal kita.

Salah satu tujuannya adalah agar kita fokus pada hal-hal yang bersifat fisik. Dengan begitu kita akan “mengabaikan” pikiran-pikiran kita terutama pikiran negatif. Usahakan satu-satunya yang kita pikirkan saat itu adalah urusan nafas itu sendiri.

Mengatur nafas juga bisa berpengaruh pada ritme jantung, yang bisa membuat kita lebih tenang. Karena itu “bernafas dengan sadar” tak hanya bisa dilakukan ketika hendak tidur. Tapi lakukanlah setiap ada kesempatan

5. Mendengarkan Musik

Mendengarkan musik adalah salah satu cara untuk menghilangkan stress, memfokuskan pikiran dan membersihkannya dari hal-hal negatif. Penelitian terakhir menunjukan bahwa mendengarkan musik tertentu bisa mengatasi gangguan tidur jika digunakan secara konsisten.

Lalu musik seperti apa? Tak semua musik tepat untuk digunakan untuk relaksasi sebelum tidur. Terutama adalah dengan menghindari musik-musik yang memiliki lirik sedih. Karena lirik-lirik lagu bisa membawa seseorang terbang ke pikiran-pikirannya sendiri. Pilih lah musik dengan lirik positif yang kita bisa bernyanyi-nyanyi kecil bersamanya sebelum tidur.

Atau pilihlah musik-musik instrumental untuk mencegah masuknya lirik-lirik negatif. Namun, meski begitu tak juga semua musik instrumental bisa digunakan. Ada musisi-musisi khusus yang memang telah memiliki lisensi untuk digunakan dalam relaksasi. Biasanya musik ini akan digabungkan dengan suara-suara natural dari alam. Coba terlebih dahulu sambangi Youtube untuk mencari tipe-tipe musik jenis ini.

So, singkirkan pikiran negatif sebelum tidur!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu yang Merasa Sehat, Bukan Berarti Beneran Sehat

Mengetahui sehat atau tidaknya tubuhmu itu tidak hanya dari penampilannya. Tapi sekali waktu kamu pun perlu mengeceknya ke dokter demi memastikan benarkah kondisi tubuhmu memang prima atau perlu ada perhatian khusus. Sayangnya, banyak dari kita yang suka melupakan pentingnya tes kesehatan.

Padahal di usia sekarang, penting sekali mengutamakan tes ini agar kita punya gambaran bagaimana kondisi tubuh kita sekarang ini dan bisa melakukan pencegahan terhadap penyakit yang mungkin berisiko menyerang tubuh. Mengutip Bright Side, ini dia jenis tes yang perlu kamu lakukan setidaknya saat usiamu sudah memasuki kepala dua.

Tes Kesehatan Kulit demi Mencegah Kanker Kulit

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh American Cancer Society, sebanyak 3,3 juta penduduk Amerika didiagnosa mengalami kanker kulit setiap tahunnya. Karenanya, penting sekali untuk mengecek kesehatan kulit setidaknya selama sebulan sekali. Kamu perlu tahu, melakukan tes screening bisa menekan risiko seperti paparan sinar ultraviolet berlebih, potensi kanker kulit, munculnya tahi lalat berlebihan, hingga permasalahan kulit lainnya.

Tes Koresterol Juga Perlu Lho untuk Mengetahui Tingkat HDL-mu

Kendati kamu berkilah kalau usiamu masih terlalu muda untuk tes kolesterol, itu sejatinya bukan jadi alasan untukmu agar melewatkan tes yang satu ini. Biasanya, kalau kamu hendak mengikuti tes untuk mengukur tingkat kolesterol, dokter tak akan mengizinkanmu untuk makan setidaknya 9-12 jam sebelum tes. Hal ini karena makanan bisa mempengaruhi tingkat kolesterolmu.

Kamu perlu tahu, selama tes, ada beberapa hal yang perlu diamati yaitu meliputi HDL atau tingkat kolesterol baik, LDL atau tingkat kolesterol yang buruk dan triglycerides. Biasanya petugas medis akan menjelaskan hasilnya nanti kepadamu.

Bagi Perempuan yang Sudah Menikah, Coba Lakukan Pap Smear, Ya!

Setiap perempuan yang sudah menikah, disarankan untuk melakukan uji pap smear setiap tiga tahun sekali. Tes ini diperuntukan untuk mengecek serviksmu apakah dalam keadaan baik-baik saja atau ada gejala kanker yang perlu diwaspadai. Mengapa tes semacam ini perlu? Karena kanker rahim ternyata jadi penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Tapi berdasarkan data dari American Cancer Society, risiko kematian akibat kanker rahim dalam lima puluh tahun terakhir bisa ditekan mencapai angka 74 persen lantaran banyak perempuan  yang sudah sadar untuk melakukan uji pap smear.

Sering Dilupakan, Padahal Tes Hepatitis juga Penting untuk Tubuhmu

Penyebab hepatitis diketahui lantaran ‘infeksi’ yang terjadi pada livermu. Bagi sebagian orang yang mengalami hepatitis, awalnya tak ada gejala yang muncul pada tubuh. Untuk itu, cara mencegahnya tentu dengan melakukan cek atau tes hepatitis terlebih dahulu. Orang yang terinfeksi virus hepatitis, nantinya akan sering tumbang karena sistem imunnya tak lagi mampu bekerja secara maksimal. Nah, sebelum terlambat, lebih baik kamu cari tahu kondisi livermu dari sekarang, bukan?

Tes Darah Agar Kanker Darah Tak Jadi Ancaman untuk Tubuhmu

Tahukah kamu, sejatinya ada 137 tipe kanker darah, tapi mungkin yang  paling umum diketahui banyak orang yaitu leukemia, lymphoma, dan myloma. Dengan jumlah sebanyak itu, penting sekali untukmu agar dapat mencegah kanker darah yang sewaktu-waktu bisa menyerang tubuh. Sebab hanya dengan tes darah, yang namanya kanker darah baru bisa terdeteksi.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Berkaca dari Kasus Anak Denada, Orangtua Sudah Saatnya Mewaspadai Gejala Leukemia pada Anak

Sakit leukemia yang diderita Shakira Aurum, putri artis kawakan Denada, harusnya menjadi perhatian bagi kita semua. Karena penyakit kanker darah atau Leukemia ini bisa menyerang semua tingkatan usia, terutama anak-anak.

Bersumber dari catatan Ikatan Dokter Anak Indonesia, kasus penyakit kanker selalu naik tiap tahun. Di tahun 2014 angka kasus mencapai 144 pasien baru. Tahun berikutnya kembali naik menjadi 206 pasien. Dan di tahun 2016 kembali meningkat menjadi 252 kasus. Belum ada alasan pasti kenapa sel kanker ini tumbuh di badan-badan mungil itu.

Berdasarkan jumlah yang dikumpulkan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, leukemia menduduki posisi pertama sebagai kanker yang paling menghantui kesehatan anak-anak. Untuk itu peran orangtua dalam kasus ini sangatlah dibutuhkan. Karena penyakit ini masuk dalam kategori berbahaya.

Leukemia bisa terjadi karena multifaktor lho, seperti faktor genetik, zat kimia, virus dan radiasi. Dikutip dari depkes.go.id kanker darah atau Leukemia bisa menyerang bayi hingga anak berusia 18 tahun. Faktor lainnya adalah makan yang mengandung zat karsinogen yang merangsang pertumbuhan sel kanker. Seperti makanan yang dibakar, berpengawet, dan makanan olahan.

Buah Hati Mengalami Demam di Malam Hari

Seperti yang sudah disebutkan peran orangtua dalam menanggulangi kanker pada anak memang sangat penting, terutama untuk mengetahui gejala yang terjadi. Beberapa gejala yang sangat khas dapat membuat kamu memiliki gambaran tentang apa yang terjadi pada si buah hati. Seperti saat anak kerap mengalami demam bahkan hingga mengeluarkan keringat di malam hari. Sering mengalami demam karena adanya reaksi sel darah putih yang tidak bisa bekerja dengan baik, dalam melawan virus yang masuk ke dalam tubuh.

Timbul Rona Pucat di Wajah

Anak memang memiliki rasa ingin bermain yang tinggi, hingga kerap melampaui kesehatannya. Salah satu gejala yang menandakan anak terkena kanker darah adalah rona pucat di wajahnya. Seringkali merasa kelelahan terjadi karena anak mengalami penurunan sel darah merah. Selain itu, anak juga sering mengalami infeksi karena sel-sel darah putih yang belum matang pada anak yang didiagnosa leukemia jumlahnya begitu banyak dan tidak dapat melakukan fungsinya dengan yang benar. Apabila gejala ini terjadi kamu harus membawanya ke dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih kredibel.

Mengalami Nyeri pada Bagian Tulang Belakang

Jika tulang belakang pada anak-anak sering mengalami rasa nyeri, jangan dianggap anak mengalami pegel-pegel biasam lho. Karena hal ini disebabkan lantaran sel darah individu yang diagnosa terkena leukemia masuk ke dalam selaput antara tulang dan juga otot. Maka dari itu anak sering mengalami rasa nyeri di bagian tulang belakang.

Berat Badan Mengalami Penurunan Secara Drastis

Berat badan pada anak yang mengalami penurunan drastis juga perlu diperhatikan. Apalagi penurunan berat badan disertai dengan gangguan kesehatan, hal itu lebih rentan kepada infeksi yang menyerang pada anak. Orangtua harus perhatikan berat badan pada anak, sekaligus memperhatikan kondisi kesehatannya.

Mengalami Pembengkakan di Daerah Leher dan Ketiak

Jangan anggap sepele apabila anak mengalami pembengkakan pada bagian leher dan ketiak. Karena pembengkakan yang terjadi bukanlah seperti benjol biasa. Jika terjadi pada daerah kelenjar getah bening lebih baik kamu periksakan ke dokter. Anak mengalami perut yang membesar dikarenakan limfa yang ada di bagian perut mengalami masalah. Selain itu gejala khas yang menyerang adalah anak mengalami mimisan yang disertai bintik-bintik merah pada tubuh.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Melihat Tanda dari Tubuh yang Sedang Butuh Perhatian

Di balik kesibukan yang sedang kamu lakukan, mulai dari bekerja sampai bermain dengan teman. Aktivitas yang kamu lakoni sangatlah padat untuk dijalankan. Waktu istirahat jadinya hilang sehingga kamu tidak sempat untuk memiliki waktu tidur dengan normal.  Padahal tubuhmu sudah memberikan sinyal kuat kalau ia sudah sangat membutuhkan istirahat.

Kegiatan istirahat pun tidak kamu jalankan dengan baik. Lantaran pekerjaan adalah segalanya. Padahal kalau sudah tumbang kamu pun akan merasakan kesedihan. Oleh karena itu manfaatkan segala waktu yang kamu punya untuk istirahat. Jangan sampai tunggu kondisi kurang sehat, barulah kamu bergegas untuk istirahat.

Berat Badan Turun Sesaat Karena Kamu Stress Dengan Kondisi yang Berat

Bukan menyambut dengan suka cita, andai saja berat badanmu tiba-tiba turun secara drastis. Bukan pula disambut dengan rasa bahagia, saat melihat timbangan angka dulu yang kamu benci sekarang berubah secara tiba-tiba. Padahal tak ada program diet atau menurunkan berat badan yang kamu jalankan. Bisa saja, kamu sedang mengalami stress berat sehingga pola makan ancur berat. Kamu butuh waktu buat liburan tuh, coba ambilah cuti untuk memaksimalkan kondisi kamu kembali.

Disusul Gangguan Pencernaan Membuat Kamu Selalu Ingin Ke Toilet

Maag dan diare tiba-tiaba menjadi dua penyakit yang hinggap kepadamu. Bukan berarti hal itu terjadi karena kamu suka makan sembarangan saja, tetapi mengacu kepada pola makan yang sudah tak beraturan. Seperti halnya kamu selalu mengutamakan deadline, dari pada kebutuhan badan saat jam makan siang. Akhirnya jam makan pun molor menjadi ke sore hari. Kalau sudah terkena diare dan performa terganggu karena selalu izin ke kemar mandi. Solusinya adalah memperbaiki pola makan dan perbanyakan gizi.

Timbul Jerawat Secara Tiba-tiba Menjadi Hal yang Tak Biasa Seperti Sebelumnya

Makanan pun tidak jaga, kamu sering kali makan sembarangan untuk menambah nafsu makan. Sepulang dari kerja, kamu selalu lupa untuk membersihkan muka alhasil jerawat tumbuh seketika. Sebenarnya kamu bukanya lupa, tapi sudah malas beraktivitas karena saking lelahnya. Coba kalau kamu ingat-ingat berapa lama kamu di jalan sampai debu datang menyerang.

Mengalami Kepanikan, Sampai Lupa Untuk Memikirkan Pekerjaan

Memandang kalender, yang sudah menyatakan sebagai akhir bulan. Kamu kerap mengalami kepanikan. Karena ada beberapa target yang belum rampung dan harus segera diselesaikan. Ketika tidur kamu pun selalu kepikiran, selepas bangun kamu tidak bisa berfikir dengan jernih hal apa yang harus kamu lakukan. Sampai-sampai, ke kantor saja kamu rela tidak mandi karena ingin bergegas dan menyelesaikan semua tugas.

Rasa panik ini membuatmu tidak dapat berfikir jernih apa yang harus kamu lakukan. Sampai di kantor pun, kamu bingung harus mulai dari mana untuk menyelesaikan pekerjaan. Kalau sudah seperti ini kamu biasa siasati dengan ambil nafas perlahan-lahan dengan tenang. Fokus kepada pernapasan, dan mulai bekerja saat diri kamu sudah tenang.

Sering Bersendawa Padahal Jam Makan Sudah Usai Sekian Lama

Sendawa yang kamu keluarkan, bukan pertanda kamu mengalami kenyang habis santap makanan. Tetapi kamu kenyang angin. Dirimu sedang masuk angin adalah tanda yang paling normal dan sering muncul untuk mulai memperhatikan kesehatanmu. Mengejar mimpi sangatlah dibolehkan, dan diwajibkan. Tetapi berkaitan dengan kesehatan jangan sampai terabaikan. Kalau sudah sakit mimpi bisa jadi tinggalah angan yang berbuah asa.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top