Community

20 Penyesalan Sewaktu Kita Muda, yang Kini Membuat Kita Ingin Memutar Waktu Lagi

Masa sekolah adalah masa paling menyenangkan. Masa dimana kamu bisa hidup dengan sesuka hatimu, tanpa memikirkan hal berat yang dimiliki oleh orang yang beranjak dewasa. Tanggung jawab yang kamu miliki di masa muda juga tak akan seberat tanggung jawab yang harus kamu pikul saat kamu sudah beranjak dewasa.

Tak heran jika kamu baru menyadari beberapa hal yang seharusnya kamu lakukan di masa mudamu. Apa saja sih penyesalan yang  mungkin kamu rasakan hingga kamu ingin kembali memutar waktu? Coba simak penjelasan berikut.

1. Obsesi yang Salah. Ingin Jadi Anak Populer di Sekolah

Kamu memiliki obsesi yang salah di masa muda. Bukannya ingin menjadi siswa berprestasi malah hanya ingin kepopuleran saja. Parahnya kamu melakukan hal yang salah untuk meraih kepopuleranmu, bukan dengan prestasi malah dengan hal-hal yang tidak terpuji.

2. Berteman dengan Mereka yang Kamu Anggap Populer

Kamu tidak mementingkan kualitas dalam berteman, yang terpenting bagimu hanyalah dia populer di sekolah, jadi dia layak untuk kamu jadikan teman.

3. Membully Anak-Anak yang Dianggap Cupu

Untuk terhindar dari bully-an teman, tak jarang kamu ikut-ikutan membully teman yang dianggap cupu. Kamu merasa dirimu sudah cukup populer dan hebat dengan membully teman lainnya.

4. Tak Berani Melawan Saat Jadi Objek Bully-an

Kamu terlalu penakut dan tidak berani melawan saat teman-temanmu menjadikanmu bahan bully-an. Jangankan untuk membalas, untuk membela dirimu sendiri saja kamu tak ada keberanian.

5. Banyakan Bermain Dibanding Serius Belajar

Keasyikan bermain dan melupakan belajar sering kamu lakukan di masa muda. Hasilnya, saat kamu beranjak dewasa, ilmu yang kamu dapatkan sangat minim dibanding temanmu yang selalu serius dalam belajar.

6. Gagal Masuk Jurusan Impian Karena Belajar Pakai Sistem Kebut Semalam

Kamu gagal masuk jurusan yang kamu impikan karena hanya belajar dengan sistem kebut semalam. Seharusnya kamu menyiapkannya dengan matang. Bukan menyepelekannya lantas percaya diri dengan hasil yang akan kamu dapatkan dengan hanya belajar semalam suntuk saja.

7. Gagal Memanfaatkan Waktu untuk Mengasah Kemampuan

Kamu terlalu asyik bermain-main sampai akhirnya lupa memanfatkan waktu untuk mengasah kemampuanmu sendiri. Alhasil saat kamu sudah dewasa kamu baru aka menyesalinya.

8. Terbiasa Menyontek

Kebiasaan menyontek bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Saat kamu dewasa barulah kamu menyadari bahwa menyontek hanya akan membuatmu tergantung pada orang lain dan tidak percaya akan kemampuan  dirimu sendiri.

9. Menghabiskan Waktu untuk Urusan Cinta Monyet

Cinta-cintaan di usia muda memang masih sebatas permainan. Kamu akan merasa rugi saat kamu sudah dewasa, dimana kamu menyadari bahwa banyak waktu yang terbuang hanya untuk mengurusi cinta monyet yang tak penting.

10. Masuk Jurusan yang Tidak Sesuai dengan Kemampuan dan Keinginan

Kamu sudah memilih beberapa jurusan yang kamu ingin masuki saat kamu lulus SMA. Namun nyatanya kamu malah diterima di jurusan yang tidak kamu inginkan. Parahnya lagi jurusan itu tidak sesuai dengan kemampuan yang kamu miiki.

11. Tidak Patuh akan Nasehat Orangtua

Selalu membantah apa yang dikatakan oleh orangtua bukanlah cerminan perilaku yang layak kamu lakukan. Kamu selayaknya harus menyadari bahwa semua orangtua ingin yang terbaik untuk anak-anaknya.

12. Terlalu “Manut” Apa yang Dikatakan Orangtua

Membantah orangtua memang bukan perilaku yang baik. Namun terlalu manut juga bukan keputusan yang  bijaksana. Kamu punya kehidupanmu sendiri. Kamu yang tahu kemana harus membawa dirimu di masa depan. Tak perlu dengan cara membantah, kamu bisa mendiskusikannya dengan baik bersama orangtua agar mereka pun memahami dan mendukung apa yang diinginkan oleh anaknya.

13. Tidak Jadi Remaja Seutuhnya

Masa Remajamu tak kamu isi dengan hal yang  mungkin tidak bisa kamu lakukan lagi saat kamu dewasa. Kamu kurang mengeksplor diri. Kamu cenderung takut untuk melakukan hal yang baru. Sedangkan saat dewasa kamu baru sadar, kamu tak bisa mencoba-coba hal baru tanpa pertimbangan yang matang.

14. Memaksakan Beli Barang Mahal Demi Gengsi

Persaingan yang tak sehat pernah kamu lakukan di masa lalu. Bersaing hanya untuk gengsi semata. Kamu memaksakan diri membeli barang-barang mahal hanya karena tak mau tersaingi oleh teman yang kamu anggap sebagai rival.

15. Pacaran Cuma Karena Nggak Mau Dibilang Jomblo

Terlihat konyol memang. Kamu akhirnya menerima cinta orang yang nggak kamu sukai sama sekali hanya karena nggak mau dibilang jomblo. Gengsi lebih kamu utamakan.

16. Keasyikan Main Game Sampai Lupa Waktu

Game memang membuat kecanduan. Tapi yang akan lebih membuatmu menyesal adalah saat kamu menyadari bahwa dulu saat kamu masih muda kamu terlalu asyik main game sampai lupa segalanya. Kamu lupa waktu, lupa menjaga kesehatan, sampai lupa untuk menyiapkan masa depan.

17. Tidak Percaya Diri untuk Mencoba Hal yang Kamu Mau

Kepercayaan diri seseorang memang harus dipupuk sejak dini.  Saat usiamu masih muda dan masih banyak kesempatan, kamu cenderung mengurung diri dan nggak berani menunjukkan kemampuan yang kamu miliki. Sehingga tak khayal saat kamu dewasa kamu baru menyesalinya.

18. Nggak Berani Menolak Ajakan Teman untuk Tawuran

Kenakalan remaja memang marak terjadi di kehidupan ini. Kamu pun pernah merasakan dan melakukannya. Dulu kamu menganggap dengan ikut tawuran, kamu akan semakin terlihat maskulin dan jagoan. Namun nyatanya, saat dewasa kamu akan menyadari bahwa tawuran adalah hal yang merugikan. Belum lagi jika ada luka cacat di tubuhmu akibat tawuran di masa lalu.

19. Nggak Berani Menolak Ajakan Pacar untuk Berbuat yang Macam-Macam

Pacaran memang suatu hal yang dilarang oleh satu agama tertentu. Namun masih saja banyak remaja yang melakukannya. Ada kalanya saat kamu sudah dewasa, kamu menyesali masa lalumu yang nggak berani mengatakan tidak saat diajak oleh pacar untuk berbuat di luar batasan normal.

20. Terlalu Asyik dengan Gadget

Sebagai seorang remaja, tentu kamu sudah sangat mengenal akses informasi via internet. Namun belum tentu kamu pun paham cara yang bijak untuk memanfaatkannya. Di era saat ini memang hampir semua kalangan sudah bisa mengoperasikan gadget pintar untuk mengakses informasi via internet.

Tidak jarang para remaja malah justru menggunakan gadget untuk hal yang kurang bermanfaat dan cenderung memiliki kecanduan tersendiri dengan gadgetnya. Alhasil kamu yang seorang  pecandu gadget akan memiliki pengetahuan dan pengalaman dengan dunia luar yang sangat minim, karena kamu lebih suka menghabiskan waktumu dengan bermain gadget dan melihat dunia luar tidak secara langsung melainkan hanya lewat sebuah layar saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lupakan Semua yang Lalu, Mari Sambut Hari yang Baru

Segala perkara yang belakang terjadi atas hidup, terasa jadi bom atom yang tak henti-hentinya menghancurkan segalanya. Mengubah tatanan cita-cita, meluluh-lantakan kisah asmara, hingga beban lain yang datang bertubi-tubi dan seolah tak ada habisnya. Beban berat yang melekat di pundak, membuat kita fokus pada hal-hal menyedihkan yang dibawanya. Padahal, bisa jadi ada sedikit suka yang bisa dijadikan alasan untuk tetap mensyukuri semuanya.

Sebelum nanti menyesal karena terlalu lama memendam kekalahan diri, sebelum nanti ia pergi dan memilih manusia lain untuk dicintai, ada banyak amunisi yang bisa kita jadikan alasan untuk kuat berdiri. Cobaan akan selalu datang, ujian tak akan pernah benar-benar bisa kita tanggalkan. Tapi cara kita belajar untuk jadi seorang petarung yang handal, bisa jadi jalan keluar untuk segala persoalan.

Ketika Cita-cita Terbelokkan, Bukan Berarti Kita Tak Bisa Mewujudkan Impian

Merasa perlu bekerja dengan passion yang disenangi, susah payah kita berjalan untuk  mewujudkan keinginan. Sialnya, kenyataan yang didapati tetap jauh dari yang diharapkan. Berpikir ini adalah sebuah kegagalan, kita memilih fokus pada semua ketidakberhasilan yang didapatkan.

Lalu lupa, jika apa yang selama ini kita kerjakan juga bermanfaat untuk kehidupan. Memberi kita kabahagian, pelajaran, pengetauan baru, hingga nilai positif lain yang selalu kita abaikan. Hanya karena merasa jika pekerjaan ini bukanlah sesuatu yang kita inginkan.

Baik memang jika semuanya berjalan sesuai rencana, tapi ingatlah kalau dunia sering bercanda dengan merubah banyak haluan jalan. Sebagai seorang pencari, kita hanya perlu memaksimalkan perjalanan agar tetap bisa menemukan apa yang diinginkan.

Patah Hati Itu Hal Biasa, Suatu Saat Kamu Juga Akan Merasakan Cinta yang Luar Biasa

Pernah jatuh cinta dan bahagia. Memberikan segalanya, lalu ditinggal pergi begitu saja. Kecewa, mungkin sudah pasti. Tapi menangis dan mengutuki semua yang sudah terjadi tentu tak akan berarti. Tak ada yang salah dari patah hati berkali-kali, anggaplah ini sebagai pelajaran bagi diri sendiri.

Bertemu dengan banyak pribadi, memberikan kita banyak pelajaran berarti. Sudah menjadi pola yang pasti, jika selain bahagia cinta pun bisa membuatmu terluka. Nah, daripada berusaha untuk tak selalu terluka, bersiaplah untuk tetap  tenang meski nanti mungkin akan terluka.

Belum Bisa Buat Orangtua Bahagia Bukan Berarti Tak Berguna, Semua Hal Tentu Ada Masanya

Beberapa orang mungkin bisa merasa biasa saja meski belum bisa memberi apa-apa untuk kedua orangtua. Namun di sisi lain, ada pula orang-orang yang kerap khawatir atas pencapaian hidupnya. Merasa gagal jadi anak yang berbakti, tak berguna untuk membahagiakan mereka yang dicintai.

Hei, bukankah sesuatu yang bernilai baik memang selalu sulit didapatkan? Tak perlulah kamu takut sampai menjadikannya beban pikiran. Bukan apa-apa, jiwa yang terlalu diselimuti rasa bersalah tentu tak baik. Bukannya bisa fokus untuk melakukan hal-hal baik yang kamu inginkan, rasa bersalah justru membuatmu kian tertekan dan akhirnya tak mendapatkan hasil apa-apa.

Kedua orangtua pun tentu paham, apa yang sedang kamu perjuangkan. Hal yang terpenting sekarang adalah, bagaimana kamu terus berjalan dan menemukan jalan keluar. Demi membuat mereka bangga atas apa yang kamu lakukan.

Tak Lagi Punya Banyak Teman Tak Selalu Menyedihkan, Justru Kamu Lebih Paham Siapa yang Layak Dipertahankan

Seiring dengan bertambahnya usia, kita semua akan merasakan babak kesepian hebat dalam kehidupan. Tak punya teman sebanyak masa sekolah, berpikir jadi manusia paling sedih sedunia, hingga bertanya-tanya apakah yang salah dari diri kita.

Dengar, hal seperti ini terjadi atas hidup semua orang. Tak ada yang berubah dari kita atau teman-teman yang tadinya kita miliki, waktu dan prioritas hidup yang harus diutamakanlah yang kemudian merubah pola hubungan pertemanan kita. Di saat kita masih berjibaku dengan banyaknya cicilan kebutuhan, teman lain mungkin sudah sibuk dengan anak kecil yang baru saja ia hasilkan. Semuanya ada masanya, dan kita harus selalu bersiap untuk kehilangan semuanya, termaksud teman.

Kesedihan dalam Hidup Akan Selalu Ada, Tapi Satu Hal yang Pasti “Kita Harus Selalu Bangkit dan Berdiri Lagi”

Tak ada yang bisa memastikan jika kita akan baik-baik saja untuk segalanya. Segala macam aspek kehidupan, kerap berkonspirasi untuk menciptakan kesedihan yang jadi beban. Tapi di waktu lain, kita pun bisa bahagia dengan perasaan yang tak terkira. Intinya, bahagia dan duka selalu datang kapan dalam bentuk apa saja.

Merasa dipecundangi waktu dan keadaan adalah respon yang biasa atas semuanya. Tapi jagan pernah merasa menyerah untuk semua perkara. Karena dibalik semua ujian dan cobaan yang ada. Hal yang wajib dilakukan adalah bangkit dan berdiri lagi untuk memulai hidup baru yang lebih bahagia lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Laki-laki yang Marah Setiap Kali Ditanya, Bisa Jadi Sedang Berbohong pada Perempuannya

Apapun itu alasannya, kebohongan tetaplah tak bisa dibenarkan. Dan akan terasa menyakitkan jika ternyata, hal tersebut dilakukan oleh seseorang yang kita sayang. Sialnya, untuk bisa tahu si dia sedang berbohong, gampang-gampang susah.

Bahkan dilansir dari laman elitedaily.com, untuk bisa tahu apakah si pacar sedang berbohong atau tidak itu tidak mudah. Sebab tidak ada tanda-tanda atau ciri-ciri khusus yang menunjukkan seseorang sedang berbohong. Apalagi jika si dia lihai dalam menyembunyikan kebohongannya dengan sangat baik.

Ia bisa saja mengelak dan berkata tak sedang menyembunyikan apapun dari kita. Namun sebagai perempuan, kamu tak boleh ditipu terus-terusan. Untuk itu, coba cari tahu kebenarnya dari caranya bersikap di depan kita.

Terlihat Gusar, Fokusnya Selalu Buyar Setiap Kali Diajak Bicara dan Ngobrol Berdua

Memang, selihai apapun penjahat menyembunyikan kelakukannya, pastilah akan tercium juga. Begitu pula dengan kebohongan yang mungkin sedang disembunyikan oleh si dia. Kalau tak percaya, coba ajak dirinya ngobrol berdua. Lalu perhatikan bagaimana gerak-gerikannya setiap kali menyampaikan jawabannya atas pertanyaan yang kita berikan.

Kalau ternyata ia terlihat tak tenang dan cenderung tak fokus serta sedikit gugup, barangkali ia memang sedang berusaha merangkai cerita bohong yang diharapkan bisa membuat kita percaya. Tanda lainnya, ia mungkin akan menggaruk kepalanya, memainkan tangannya di meja, menggoyang-goyang kaki, atau berkali-kali menggeser posisi.

Pertanyaan yang Sama, Seringkali Dibalas dengan Jawaban yang Berbeda

Di awal obrolan, kita mungkin sudah bertanya “kemana” dan “ngapain” saja dia semalaman. Jawaban pertama mungkin ia bilang ada di rumah dan tidak mengerjakan apa-apa. Namun pada beberapa menit selanjutnya, ketika kita mencoba untuk menanyakan hal yang sama. Ia malah berkata jika dirinya ada di luar dan kumpul bersama teman.

Itu karena dari awal ia memang sudah berbohong, sehingga lupa pada jawaban yang sebelumnya sudah disampaikannya. Nah loh, ketahuan kan. Dari jawabannya saja sudah tak seragam, berarti ada sesuatu yang memang sedang disembunyikan.

Tak Pernah Bisa Mengulang Cerita dan Bagaimana Detail Rincian Kejadiannya

Jika memang benar, biar ditanya beribu kali pun. Seseorang akan bisa mengulang cerita dengan sama persis, atau setidaknya mendekati jawaban pertamanya. Berbeda dengan si dia yang sedang berbohong, apa yang ia ceritakan terdengar bukanlah sebuah kenyataannya yang sebenarnya.

Beberapa bagian tidak terdengar selaras, bahkan kadang jadi sesuatu yang tak mungkin dilakukan berbarengan. Jangankan untuk mengulang cerita, ia bahkan tak lupa bagaimana detail rinci kejadiannya. Entah karena lupa pada karangan cerita pertama atau sedang berhati-hati agar tak ketahuan bohongnya.

Bahkan Akan Marah, Jika Diberi Pertanyaan

Ini adalah tanda paling mudah untuk diidentifikasi. Bukannya memjawab pertanyaan yang kita berikan, ia justru marah saat diberi pertanyaan. Berdalih jika kita tak mempercayainya, padahal yang sedang ia lakukan adalah sebuah kamuflase agar kita bia mempercayainya.

Hal ini dikarenakan, laki-laki yang sedang berbohong percaya jika kemarahan bisa jadi alat yang meredam curiga seseorang. Karena melihatnya marah, kita pun mengurungkan niat untuk bertanya. Apalagi jika kebetulan dirimu adalah sosok yang tak suka bertengkar. Masuklah, trik jitu yang ia sedang mainkan. Jangankan untuk pertanyaan besar yang serius, hal-hal remeh saja kadang bisa mebuatnya marah.

Selalu Mengalihkan Topik Pembicaraan

Seolah ingin kabur dari jerat kecurigaan yang sudah kita tunjukkan. Laki-laki akan bisa dengan mudah mencari pengalihan agar perempuannya tak lagi membahas kebohongan yang mungkin sedang ia lakukan. Ditanya apa, dijawabnya apa. Tak ada yang singkrom, sebab ia sedang ingin mengalabui kita.

Untuk itu, jika memang merasa ia selalu mengalihkan topik pembicaraan. Kemungkinan besar ada kebohongan yang mungkin sedang ia sembunyikan dan takut ketahuan.

Kerap Terlihat Panik, Setiap Kali Kita Ingin Mengecek Ponselnya

Demi menghargai privasi, kita mungkin jarang sekali untuk memintanya menunjukkan apa yang ia kerjakan pada ponsel miliknya. Sialnya, kepercayaan dan keleluasaan yang kita berikan justru dipakai sebagai alat untuk menutupi kebohongan. Jadi jangan heran, jika tiba-tiba kamu meraih ponselnya, ia malah tak mau membukakan kuncinya.

Walau dibalas dengan sebuah candaan dengan berkata, “tak ada apa-apa disana”, jangan mudah percaya. Sebab ketika ia berkata tak ada apa-apa, bisa jadi karena ada apa-apa.

Dan Berperilaku Aneh Serta Terlihat Beda dari Biasanya

Sekali lagi, ia mendadak berubah bukan seperti lelaki yang kita cinta. Entah itu dari caranya bicara, pola perilaku, serta sikapnya kepada kita. Dia yang tadinya cuek dan tak begitu romantis, mendadak jadi perhatian. Dia yang tadinya sering mengingatkan makan, berganti dengan jarang memberi kabar.

Memang sih, perubahan seperti ini tak selalu berarti ada kebohongan yang disembunyikan. Tapi biasanya, hal tersebut dilakukan untuk menutupi sesuatu yang tak ingin kita tahu. Pintarlah membaca perubahan sikapnya, jangan sampai terjebak dan tertipu oleh kebohongan yang dibuatnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Buat Apa Menyimpan Dendam Cuma Buat Diri Remuk Redam

Tak melulu tentang bahagia, beberapa perkara dalam hidup kadang menyisahkan luka. Alih-alih bisa melupakannya, sebagai manusia biasa kadang kita malah memeliharanya jadi sebuah amarah. Memupuknya subur dengan rasa benci, hingga akhirnya menjadi dendam yang terus tumbuh di hati.

Dendam adalah suatu kondisi dimana kita berharap orang lain yang berbuat salah kepada kita. Kelak akan mendapatkan balasan serupa dengan yang telah diperbuatnya. Sialnya, daripada buru-buru melupakan amarah atau mengelola emosi dengan cara yang lebih baik. Kita justru memilih untuk menyimpan dendam yang kemudian membuat kita selalu beranggapan bahwa, orang lain adalah ancaman. Meski kejadian yang membuat kita marah itu mungkin sudah lama berselang.

Kita tak sadar, jika menyimpan dendam hanya akan membuat diri kesal, merusak hubungan dengan orang-orang sekitar hingga gangguan kesehatan yang bisa merusak tubuh tanpa diduga. Sebelum nanti akan menyesal karena sudah terlambat, cobalah pahami apa saja yang bisa dilahirkan oleh dendam.

Membuatmu Lebih Tua dari Usia yang Sebenarnya

Kamu pasti pernah dengar kan, kalau mudah tersenyum membuat kita awet muda. Nah, menyimpan dendam serupa dengan memelihara amarah dalam diri. Sehingga, tak ada lagi sumber energi positif yang bisa melahirkan bahagia untuk sekedar tersenyum. Efek samping dari dendam, akan jadi pemicu stres yang kemudian menimbulkan depresi dan frustasi.

Selain gangguan emosi, tubuh akan merespon stres berlebih dengan cara memicu penuaan dini. Hal ini disebabkan adanya perubahan kromosom DNA dalam proses regenerasi untuk pembentukan sel baru. Sehingga memicu penuaan biologis organ dalam tubuh yang lebih cepat. Sebaliknya, memaafkan akan menghasilkan hormon stress yang lebih terkendali dan diminimalisir sehingga proses respon stress pada tubuh dapat kembali normal.

Tubuh Akan Mudah Terserang Penyakit dengan Rasa Nyeri dan Kronis

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukan bahwa seseorang yang menyimpan dendam memiliki peluang 50% lebih tinggi untuk mengalami penyakit dengan rasa nyeri seperti ulserasi lambung, sakit punggung dan sakit kepala.

Dengan kata lain, jika kamu giat menyimpan dendam dalam hati atau pikiranmu, bukan tak mungkin jika suatu waktu kamu akan merasakan hal yang sama juga. Diserang penyakit dengan rasa nyeri yang bersifat kronis. Selain itu, peneliti juga mengambil kesimpulan bahwa menyimpan dendam berkaitan kemungkinan berkaitan dengan gangguan psikosomatis.

Secara Tak Langsung Juga Menuntun Kita Pada Gaya Hidup yang Tak Sehat

Ketika pikiran telah dipenuhi dengan berbagai macam dendam yang terus tumbuh tanpa kita hilangkan. Sebagaimana yang tadi sudah dijelaskan, stres yang kemudian menghinggapi pikiran akan membuat kita kurang memerhatikan kondisi kesehatan.

Bahkan sebuah studi menunjukkan kondisi mental yang sedang tak stabil, mendorong seseorang lebih banyak merokok dan mengonsumsi junkfood yang tinggil kalori. Perilaku macam inilah yang kemudian merusak kesehatan tubuh. Yang selanjutnya mendatangkan berbagai macam jenis penyakit berbahaya yang bisa membuat kita sakit parah.

Dan Mengubah Susunan Hormon Otak Kita

Salah satu organ tubuh terpenting, otak akan bekerja saat kita berpikir, berkomunikasi, dan membentuk hubungan sosial dengan orang lain. Nah, fungsi tersebut konon dipengaruhi oleh dua hormon yang saling berkaitan namun dapat bekerja berlawanan yaitu hormon kortisol dan hormon oksitosin.

Hormon kortisol biasanya dilepaskan saat kita berada di bawah tekanan mental besar, seperti saat menyimpan dendam. Sebaliknya, hormon oksitosin diproduksi ketika kita memaafkan atau saat berdamai dengan diri kita maupun orang lain.

Agar fungsi otak bisa tetap berjalan dengan seimbang, kedua hormon tersebut perlu  menciptakan stress baik atau yang disebut juga eustress. Seperti saat bekerja untuk mencapai tujuan, serta mengendalikan stress buruk atau distress.  

Padahal, Hormon kortisol dikenal sebagai hormon yang berbahaya jika diproduksi secara terus menerus dalam waktu yang lama, karena tidak hanya memengaruhi kerja sistem saraf pusat namun juga kerja organ lainnya. Kamu bisa bayangkan kan, bagaimana jadinya fungsi otak akan terganggu karena adanya hormon kortisol yang lahir dari dendam yang terus membara.

Serta Dipercaya Meningkatkan Risiko Kerusakan Jantung Juga

Setiap emosi dan kecewa yang ditumpuk, pelan-pelan akan jadi bukit kebencian yang terus tumbuh dan tak bisa hilang. Padahal, situasi ini disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya tekanan darah tinggi pada seseorang. Dan akan sangat berbahaya jika berlangsung dalam waktu yang lama.

Serupa dengan kemunculan emosi negatif yang kemudian membuat kita merasa tertekan. Dan akan menjadi akar dari meningkatnya resiko penyakit jantung jika terjadi terus menerus dalam waktu yang lama. Hal ini sejalan dengan hasil dari sebuah riset yang dilakukan oleh Asosiasi Jantung Amerika sudah membuktikan bahwa menyimpan rasa marah dan dendam dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner yang didahului oleh kondisi tekanan darah tinggi dan arterosklerosis.

Jadi, masih mau menyimpan dendam lagi? Memaafkan mungkin tak mudah, namun daripada membahayakan diri kita, lebih baik belajar untuk jadi orang yang peyabar. Dan selalu lembutkan hati untuk memafkan kesalahan orang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top