Feature

10 Tanda Orang Ini Sedang Cemburu Pada Keberhasilanmu

Sadar atau tidak, setiap hari ada saja orang lain yang konon merasa cemburu pada kita. Dan biasanya, mereka yang cemburu itu adalah orang-orang yang terikat secara emosional dengan kita. Entah itu suami, istri, pacar, rekan kerja, atau siapa saja yang terhubung dalam kehidupan.

Dan nilai lebih atas diri kita, jadi pemicu yang kadang melahirkan kecumburuan pada mereka. Membuat mereka tak percaya diri, merasa tak aman, atau khawatiran secara terus menerus yang sialnya kerap disembunyikan. Sehingga jika harus dilihat secara kasat mata, bisa jadi ia tak menunjukkan tanda-tanda kecumburuanmnya. Nah, demi mengenalinya, dibawah ini adalah 10 tanda orang sedang cemburu padamu.

1. Suka Memberimu Kalimat Pujian Palsu

Tatkala sedang berhadapan langsung, dia yang sedang cemburu padamu bisa dengan mudah memujimu dengan kalimat manis. Tapi, di belakang juga menjadikanmu sebagai bahan pergunjingan. Orang-orang macam ini memang bermuka dua, baik di depan busuk di belakang. Dan kerap sulit untuk mendeteksi sikap aslinya.

Itulah kenapa penting untukmu bisa melihat, benarkah sikap yang ia tunjukkan di depanmu serupa dengan yang ia lakukan di belakangmu. Karena salah satu tanda yang menunjukkan kecumburuan, adalah perubahan sikap yang ia miliki. Baik di hadapanmu hanya untuk membuatmu percaya, dan menjadikanmu sebagai bahan pergunjingan adalah bukti dari rasa cemburunya.  

2. Kerap Mencoba untuk Meremehkan Kesuksesan yang Kamu Miliki

Suatu kali kamu mungkin akan bercerita padanya, tentang pencapaian apa saja yang sudah kamu dapatkan melebihi apa yang diraihnnya. Namun ketika ia menceritakan hal itu kepada orang lain, ia justru berkata jika prestasimu belum ada apa-apanya.

Ia cemburu melihatmu mencapai banyak hal besar, membuatnya merasa tersaingi hingga khawatir akan ditandingi. Itulah mengapa, beberapa kali ia akan mencoba untuk menjatuhmu dengan meremehkan kesuksesanmu. Entah itu dengan meracuni orang lain agar tak kagum padamu, atau menyebar gosip yang bertujuan untuk menjelaskan bahwa kamu tak cukup baik.

3. Atau Membalas Ceritamu dengan Bualan Berisi Kesuksesannya

Hal paling mudah mendeteksi kecumburuan seseorang, memang dari bagaimana ia merespon ucapan yang kita sampaikan. Dan ketika ia mendadak jadi seseorang yang bisa segala hal, bisa jadi ia sedang berupaya menunjukkan kemampuan yang sebanding dengan apa yang sedang kita sampaikan.

“Kita berdua samalah, masih umur 25 sudah jadi bos muda” katanya membalas ucapan tak mau kalah. Ia akan berupaya menunjukkan eksistensi dirinya, jika ia tak kalah hebat. Biasanya, orang yang bertingkah seperti ini memang cemburu pada prestasimu, sehingga apapun akan ia lakukan untuk terlihat ia juga bisa atau setidaknya serupa jagonya.

4. Perhatikan Sikapnya Duduk, Mungkin Ia Sedang Menyilangkan Kaki

Dari bahasa tubuh, ada banyak alasan seseorang menyilangkan kakinya. Mulai dari merasa tak aman, gelisah, atau sedang merasa cemburu pada seseorang. Maka, jika dia yang sedang ada di hadapanmu menyilangkan kakinya ketika kamu sedang bercerita tentang prestasi atau pencapaian, itu berarti ia memang sedang cemburu padamu dari apa yang sedang kamu bicarakan. Jadi, baiknya kamu buru-buru paham ya.

5. Dia yang Cemburu Ingin Berkompetisi dengan Cara Apapun

Psikolog Melanie Greenberg dari California menjelaskan bahwa ketika seseorang cemburu, mereka memiliki kebutuhan yang kuat untuk membuktikan superioritas mereka. Akibatnya, ia akan cenderung mengalami rasa iri atau malah merasakan kecemburuan yang terlalu kompetitif.

Bisa berdampak baik, jika bisa mengarah pada sesuatu yang memang lahir dari ambisi yang tulus. Sialnya, seseorang yang cemburu justru akan mengambil jalan pintas untuk melakukan segala hal. Termaksud menghina lawan, membual tentang kesuksesannya, yang justru jadi pemicu yang kian membuatnya cemburu.

6. Meniru Semua Hal yang Kamu Lakukan

Yap, ia adalah peniru ulung yang akan menduplikasi semua hal yang kamu lakukan. Walaupun psikolog bilang bahwa perilaku peniru adalah tanda sanjungan, seseorang yang cemburu dengan keberhasilanmu akan serta merta meniru semua hal tanpa terkecuali dari dirimu.

Meski itu akan membutnya menjadi orang lain, bersikap dan berbicara sepertimu, bahkan penampilan dan gaya berpakaiannya pun tak luput dari ciplakan. Awalnya kamu mungkin bangga karena dijadikan role model oleh seseorang, tapi perlahan itu akan jadi sesuatu yang mengjengkelkan.

7. Bergosip Negatif untuk Merusak Reputasimu

Dari hasil penelitian, seseorang yang paling suka bergosip memiliki tingkat kecemasan yang tinggi, depresi atau tidak merasa bahagia. Mereka bisa bergosip karena mereka ingin merasa superior sebab tak punya percaya diri.

Dan si dia yang cemburu dengan kesuksesanmu akan mencoba untuk menebar berita bohong atau gosip yang bernada negatif untuk merusakan reputasi baik yang sudah kamu miliki. Dengan begitu ia merasa bahwa dirinya bisa memang atas dirimu. .

8. Setiap Kali Kamu Gagal, Ia Akan Merasa Senang

Susah melihat orang senang, senang melihat orang susah adalah tagline yang pas untuk menggambarkan si pecumburu. Ia akan merasa bahagia, setiap kali kamu menceritakan satu kekagagalan kepada mereka. Dan merasa menang atas kesedihan yang mungkin sedang kamu rasakan.

Tak perduli apapun bentuk kegagalanmu, yang ada di pikirannya adalah satu kegagalan darimu adalah 10 kemenangan untuk hidupnya. Sebab itu membuatnya merasa lebih layak daripadamu. Maka jika kamu mendeteksi tanda-tanda itu pada mereka yang ada didekatmu, cobalah untuk mengambil jarak. Karena ia akan selalu cemburu atas apa yang dapatkan.

9. Sebisa Mungkin Merusak Rencanamu dengan Menyampaikan Kalimat Negatif

Dengar, meski kamu tak sadar. Beberapa kali, hal ini mungkin pernah kamu rasakan. Rencana-rencana besar yang kamu bagikan padanya, dibalas dengan kemungkinan negatif yang bertujuan untuk menjatuhkan semangat. Walau sesungguhnnya apa yang ia sampaikan adalah sesuatu yang belum pasti. Namun ia bersikap seolah-olah ia tahu apa hasil yang akan kita terima nanti. Dengan catatan, ia harus berhasil memberikan kita ketakutan, sehingga rencana yang tadinya ingin dilakukan, batal.

10. Hanya Karena Cemburu, Mendadak Ia Membencimu

Kecemburuan memang bisa merubah seseorang, bahkan dia yang tadinya jadi teman dekat dalam berbagi banyak hal. Ini memang aneh, hanya karena kesuksusan dan pencapaian yang didapat, kita justru harus berhadapan dengan orang-orang yang cemburu dengan alasan yang tak jelas.

Tak menunjukkan tanda-tanda yang agresif memang, tapi pada berbagai kesempatan sebisa mungkin ia akan menunjukkan ketidaksukaan atas kecumburuanya. Dan balasan yang paling pas untuk mereka adalah dengan tak memerdulikan apa yang ia sampaikan. Dengan begitu ia tahu, jika kecumburuannya tak berarti apa-apa bagimu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hidup di Dunia Hanya Sebentar, Kurang-kurangin Nyakitin Hati Orang

Segala nikmat dan kepunyaann yang dimiliki, sering kali membuat kita gelap mata dan lupa diri. Bukannya lebih banyak bersyukur karena punya sesuatu yang lebih, hidup nyaman yang didapatkan justru digunakan jadi alat untuk membuat orang lain tersakiti. Duh, ngeri!

Tak peduli seberapa banyak harta yang kamu punya atau secantik dan setampan apa dirimu dan secerdas apa pemikiranmu. Satu hal yang wajib dan harus selalu diingat adalah, semua yang ada pada kita sekarang hanyalah sementara. Maka teruslah berbuat baik dan berhenti untuk menyakiti hati orang lain. Sebab kehidupan tak bisa diterka, kamu bisa saja pergi tanpa sempat meminta maaf pada mereka yang telah disakiti.  

Meski Diperlakukan Buruk, Berusahalah untuk Senantiasa Berbuat Baik Pada Siapa Saja

Jangan pernah jumawa atas segala hal yang dipunya. Siapapun kita sekarang, sebanyak apapun harta yang sudah berhasil dikumpulkan, hingga kecerdasan tingkat tinggi yang ada di pikiran. Tak boleh jadi alasan untuk berlaku semena-mena pada orang yang lebih rendah dan lemah.

Merasa lebih tinggi dari orang lain, kadang membuat kita berhak untuk berlaku sombong, meninggikan hati, hingga akhirnya membuat mereka sakit hati. Siapapun kamu dan sebesar apapun keberuntungan dalam hidupmu, berusalah untuk rendah hati dan tak menyakiti.

Sebab Tuhan Pun Tak Meminta Kita untuk Membalas Hal Buruk dengan Serupa Buruknya

Apapun agamamu, untuk perkara bersikap dengan sesama manusia. Kita selalu diminta senantiasa berbuat baik kepada siapa saja, meski itu adalah orang yang menyaki kita. Memang sih, ini akan jadi sesuatu yang sulit. Karena mendapat perbuatan jahat, selalu mengundang amarah untuk membalas hal yang sama jahatnya.

Tapi percayalah, semesta dan sang pemiliknya selalu bersikap adil atas segalanya. Dia yang sudah berbuat jahat, kelak akan mendapat balasan yang setimpal. Untuk itu, dengan kita tetap berbuat baik akan selalu ada hal baik yang juga kita dapatkan sebagai balasan.

Dan untuk Hidup yang Lebih Tenang, Teruslah Belajar Menjadi Lebih Baik dari yang Sekarang

Setiap hari sepanjang hidup adalah proses belajar yang tiada akhir. Cerita dan kisah hidup yang berbeda, akan memaksa kita selalu memetik hikmah dari semuanya. Titik inilah yang kemudian akan membantu kita membuka mata, melihat hal-hal baik mana yang perlu dijadikan pelajaran.

Buang semua rasa jumawa atas kemampuan diri yang sekarang. Berpikir kalau kita sudah pintar hingga tak perlu belajar, hanya akan menyeret kita pada kekalahan, jika sewaktu-waktu ada hal baru yang akan terjadi di hari mendatang. Namun, jika ada persiapan yang matang yang selalu dipelihara dalam segala bentuk pelajaran. Maka hidup akan lebih tenang.

Sembari Mengasah Kemampuan dan Pengetahuan, Jangan Lupa untuk Selalu Bersyukur atas Segala Kepunyaan

Ucapan syukur atas semua hal adalah salah satu cara untuk menunjukkan rasa terimakasih atas kehidupan. Jangan sampai apa yang dimiliki jadi alasan untuk bisa merendahkan orang lain atau menyakiti hati mereka.

Sebaliknya, ketika kita mempunyai sesuatu yang lebih dibanding orang lain. Jadikan itu sebagai ajang untuk bersyukur, berbagi, hingga memberi contoh bagaimana menikmati semua pemberian Tuhan dengan rasa syukur yang besar. Terus menerus belajar adalah kewajiban, serupa wajibnya dengan ucapan terimakasih yang tiap hari harus kita sampaikan.

Hidup Hanya Sebuah Persinggahan, untuk Itu Lakukan Semua Hal Baik yang Berkenan Bagi Allah dan Banyak Orang

Jangan gelap mata atas segala hal indah yang sedang Allah titipkan kepada kita. Semua itu bisa hilang dalam sekejap saja. Entah sore nanti, besok pagi, atau lusa. Apapun bisa terjadi atas hidup kita semuanya.

Untuk itu, selagi ada waktu dan masih diberikan kesempatan hidup dengan nyaman. Menjadilah berbeda dari orang-orang biasanya. Menjadi manusia yang taat kepada Tuhanmu dan baik kepada semua manusia yang ada di dekatmu. Jangan terkecoh, tetap rendah hati dan teruslah berbuat baik, selama kamu bisa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lupakan Semua yang Lalu, Mari Sambut Hari yang Baru

Segala perkara yang belakang terjadi atas hidup, terasa jadi bom atom yang tak henti-hentinya menghancurkan segalanya. Mengubah tatanan cita-cita, meluluh-lantakan kisah asmara, hingga beban lain yang datang bertubi-tubi dan seolah tak ada habisnya. Beban berat yang melekat di pundak, membuat kita fokus pada hal-hal menyedihkan yang dibawanya. Padahal, bisa jadi ada sedikit suka yang bisa dijadikan alasan untuk tetap mensyukuri semuanya.

Sebelum nanti menyesal karena terlalu lama memendam kekalahan diri, sebelum nanti ia pergi dan memilih manusia lain untuk dicintai, ada banyak amunisi yang bisa kita jadikan alasan untuk kuat berdiri. Cobaan akan selalu datang, ujian tak akan pernah benar-benar bisa kita tanggalkan. Tapi cara kita belajar untuk jadi seorang petarung yang handal, bisa jadi jalan keluar untuk segala persoalan.

Ketika Cita-cita Terbelokkan, Bukan Berarti Kita Tak Bisa Mewujudkan Impian

Merasa perlu bekerja dengan passion yang disenangi, susah payah kita berjalan untuk  mewujudkan keinginan. Sialnya, kenyataan yang didapati tetap jauh dari yang diharapkan. Berpikir ini adalah sebuah kegagalan, kita memilih fokus pada semua ketidakberhasilan yang didapatkan.

Lalu lupa, jika apa yang selama ini kita kerjakan juga bermanfaat untuk kehidupan. Memberi kita kabahagian, pelajaran, pengetauan baru, hingga nilai positif lain yang selalu kita abaikan. Hanya karena merasa jika pekerjaan ini bukanlah sesuatu yang kita inginkan.

Baik memang jika semuanya berjalan sesuai rencana, tapi ingatlah kalau dunia sering bercanda dengan merubah banyak haluan jalan. Sebagai seorang pencari, kita hanya perlu memaksimalkan perjalanan agar tetap bisa menemukan apa yang diinginkan.

Patah Hati Itu Hal Biasa, Suatu Saat Kamu Juga Akan Merasakan Cinta yang Luar Biasa

Pernah jatuh cinta dan bahagia. Memberikan segalanya, lalu ditinggal pergi begitu saja. Kecewa, mungkin sudah pasti. Tapi menangis dan mengutuki semua yang sudah terjadi tentu tak akan berarti. Tak ada yang salah dari patah hati berkali-kali, anggaplah ini sebagai pelajaran bagi diri sendiri.

Bertemu dengan banyak pribadi, memberikan kita banyak pelajaran berarti. Sudah menjadi pola yang pasti, jika selain bahagia cinta pun bisa membuatmu terluka. Nah, daripada berusaha untuk tak selalu terluka, bersiaplah untuk tetap  tenang meski nanti mungkin akan terluka.

Belum Bisa Buat Orangtua Bahagia Bukan Berarti Tak Berguna, Semua Hal Tentu Ada Masanya

Beberapa orang mungkin bisa merasa biasa saja meski belum bisa memberi apa-apa untuk kedua orangtua. Namun di sisi lain, ada pula orang-orang yang kerap khawatir atas pencapaian hidupnya. Merasa gagal jadi anak yang berbakti, tak berguna untuk membahagiakan mereka yang dicintai.

Hei, bukankah sesuatu yang bernilai baik memang selalu sulit didapatkan? Tak perlulah kamu takut sampai menjadikannya beban pikiran. Bukan apa-apa, jiwa yang terlalu diselimuti rasa bersalah tentu tak baik. Bukannya bisa fokus untuk melakukan hal-hal baik yang kamu inginkan, rasa bersalah justru membuatmu kian tertekan dan akhirnya tak mendapatkan hasil apa-apa.

Kedua orangtua pun tentu paham, apa yang sedang kamu perjuangkan. Hal yang terpenting sekarang adalah, bagaimana kamu terus berjalan dan menemukan jalan keluar. Demi membuat mereka bangga atas apa yang kamu lakukan.

Tak Lagi Punya Banyak Teman Tak Selalu Menyedihkan, Justru Kamu Lebih Paham Siapa yang Layak Dipertahankan

Seiring dengan bertambahnya usia, kita semua akan merasakan babak kesepian hebat dalam kehidupan. Tak punya teman sebanyak masa sekolah, berpikir jadi manusia paling sedih sedunia, hingga bertanya-tanya apakah yang salah dari diri kita.

Dengar, hal seperti ini terjadi atas hidup semua orang. Tak ada yang berubah dari kita atau teman-teman yang tadinya kita miliki, waktu dan prioritas hidup yang harus diutamakanlah yang kemudian merubah pola hubungan pertemanan kita. Di saat kita masih berjibaku dengan banyaknya cicilan kebutuhan, teman lain mungkin sudah sibuk dengan anak kecil yang baru saja ia hasilkan. Semuanya ada masanya, dan kita harus selalu bersiap untuk kehilangan semuanya, termaksud teman.

Kesedihan dalam Hidup Akan Selalu Ada, Tapi Satu Hal yang Pasti “Kita Harus Selalu Bangkit dan Berdiri Lagi”

Tak ada yang bisa memastikan jika kita akan baik-baik saja untuk segalanya. Segala macam aspek kehidupan, kerap berkonspirasi untuk menciptakan kesedihan yang jadi beban. Tapi di waktu lain, kita pun bisa bahagia dengan perasaan yang tak terkira. Intinya, bahagia dan duka selalu datang kapan dalam bentuk apa saja.

Merasa dipecundangi waktu dan keadaan adalah respon yang biasa atas semuanya. Tapi jagan pernah merasa menyerah untuk semua perkara. Karena dibalik semua ujian dan cobaan yang ada. Hal yang wajib dilakukan adalah bangkit dan berdiri lagi untuk memulai hidup baru yang lebih bahagia lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Karena Penelitian Bilang: “Benci Mantan Itu Normal”

Urusan perasaan memang tak selalu bisa ditebak. Hari ini masih sayang-sayangan, besok bisa saja sudah bersikap bak tak saling kenal. Dulu ia adalah segalanya, hari ini bisa jadi kita sangat membencinya. Jangan terlalu khawatir atas perubahan hati, karena membenci mantan pacar konon adalah sesuatu yang normal.

Dikutip dari inc.com, sebuah penelitian terbaru dari Wellcome Laboratory of Neurobology meneliti para relawan yang memendam rasa benci pada seseorang, dan ternyata kebanyakan pada mantan kekasih, sebagian lain pada saingan dan figur politik terkenal. Para relawan itu kemudian dipindai otaknya.

Para peneliti menganalisis aktivitas saraf pada para partisipan saat mereka memandang foto dari orang yang paling mereka benci tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan. Para peneliti menemukan bahwa lingkaran rasa benci dipengaruhi oleh dua bagian otak yang ada pada sub-korteks: putamen dan insula. Putamen adalah bagian pada otak yang berkaitan dengan fungsi sistem motorik juga perasaan menghina dan jijik. Insula diketahui ikut memengaruhi respon untuk menekan stimuli.

Menurut ahli neurologi dan kepala penelitian, Profesor Semi Zeki menjelaskan, “Jaringannya melibatkan area puteman dan insula yang hampir mirip dengan jaringan yang aktif saat ada gairah, perasaan romantis, dan cinta.” Dengan kata lain, jaringan di otak yang memengaruhi rasa benci sama dengan jaringan yang memengaruhi rasa cinta.

Di sisi lain, kita mungkin akan berpikir bagaimana bisa hal itu terjadi. Tapi faktanya, meski rasa cinta dan benci ini bagai dua kutub yang berlawanan, secara fisiologis keduanya saling berkaitan. Maka saat seseorang menatap orang yang dibencinya, ketika otaknya dipindai akan menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil korteks serebral yang nonaktif. Tapi ketika mereka menatap orang yang dicintainya, sebagian besar area korteks serebal yang nonaktif. Hal ini juga yang menjelaskan kenapa saat kita sudah jatuh cinta pada seseorang, kita akan sangat mudah kehilangan akal sehat.

Nah, selain hasil dari penelitian yang sudah dijelaskan di atas. Ada banyak hal lain yang juga menjadi alasan, mengapa kita membenci si dia ketika sudah jadi mantan.

Gelagat yang Tak Kita Sukai Kian Terlihat, Wajar Jika Dirinya Tak Lagi Mengangumkan

Pernah terbuai karena cinta, semua hal yang dilakukannya terlihat jadi sesuatu yang istimewa. Meski banyak kekurangan, kita kerap menggenapkan semuanya itu dengan berpura-pura tak melihat apa yang jadi kenyataan. Tapi selepas berpisah, kita jadi lebih kristis dalam menilai dia. Kekurangan yang selama ini seolah tak kita lihat, kini jadi alasan kuat untuk mantap berpisah.

Benar memang, barangkali ini dikarenakan pudarnya rasa cinta yang tadinya bersemanyan di hati kita. Putus cinta memang membuat mata kita kian terbuka, sehingga tak dan pikiran kita pun kembali aktif untuk melihat  bahwa ia memang tak pantas untuk dijadikan pasangan.

Pernah Bilang Cinta Lalu Pergi, untuk Apa Ditangisi?

Siapa sih yang tak kesal, jika seseorang yang pernah berjanji bersama mendadak pergi dan meninggalkan kita. Sekalipun alasan berpisah mungkin bukan karena dia saja, tapi selalu ada rasa kecewa yang bisa jadi amarah. Sudah berkhianat dan pergi melenggang, balasan yang paling sesuai tentulah memutus hubungan.

Tak perlu tak enak hati, hapus semua kontak yang ada. Bahkan memblokir dirinya di sosial media jadi sesuatu yang wajar untuk dilakukan. Anggaplah ini jadi salah satu bentuk kebencian atas janji yang tak lagi ia jalankan.

Sudah Tak Lagi Bersama, Tak Ada Keharusan untuk Tetap Baik Padanya

Lupakan dulu perintah berbuat baik yang jelas diajarkan agama, ini perihal perasaan. Sebab ada beberapa hal yang kadang bisa dilakukan sesuai kebutuhan. Dan untuk urusan hubungan yang sudah berakhir, bisa kita artikan sebagai tanda berakhir pula segala bentuk sikap baik padanya.

Tak perlu berpura-pura merasa biasa dengan tetap berbuat baik padanya. Jika memang kamu merasa ia berubah dan menunjukkan sikap yang tak lagi bersahabat. Membalasnya dengan perbuatan yang sama, bisa jadi jalan keluar untuk menuntaskan rasa kecewa. Setidaknya kita punya alasan mengapa harus membencinya. Selain ia sudah mengecewakan, sikapnya memang tak pantas dijadikan teman.

Lagipula Hanya Psikopat yang Masih Berteman Sama Mantan

Kamu perlu tahu, berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Justin Mogilski dan Dr Lisa Welling dari Oakland University, pada 861 orang yang diberi pertanyaan tentang alasan mengapa mereka tetap berteman dengan mantan. Hasilnya para peneliti ini menemukan perilaku menyimpang yang mencakup, sifat narsistik, sifat mendominasi, dan psikopat.

Lebih parahnya lagi, para peneliti tersebut merangkum bahwa mereka yang memiliki skor tinggi pada uji coba ini, cenderung memilih berteman dengan mantan karena ada manfaat lain yang akan menguntungkan diri sendiri. Nah, kalau ternyata mantanmu menunjukkan gelagat demikian. Perlu untuk mengatur  jarak darinya.

Tak Ada yang Salah, Seperti Pilihan untuk Mencintai Kita Juga Berhak untuk Membencinya

Untuk segala hal yang akan terjadi atas hidup kita. Diri sendiri selalu jadi pihak penentu tentang apa yang akan terjadi. Tak ada yang perlu ditakutan, selama hal tersebut baik untuk diri, lakukan saja. Tak perlu menghiraukan orang lain yang mungkin menyarankanmu untuk tetap bersikap baik pada mantan. Jika memang dirimu merasa tak nyaman, karena masih menyimpan kemarahan. Jauhi ia semampu yang kamu bisa. Tapi dengan catatan, jangan sampai rasa bencinmu itu merusak dirimu sendiri. Jadi bencilah dengan sewajarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top