Community

10 Sikap yang Bisa Membuatmu Dijauhi Teman

Ada banyak orang menginginkan jadi yang terbaik. Tapi bagi sebagian orang, menjadi yang terbaik bukanlah sebuah prioritas dalam hidup mereka. Dalam hidup ini sendiri ada hal buruk dalam diri seseorang yang membuatnya menjadi orang yang dijauhi oleh yang alinnya. Inilah sepuluh sikap yang bisa membuatmu dijauhi banyak teman.

1. Egois

Sikap egois nyatanya selalu ada dalam diri seseorang, hanya kadarnya saja yang berbeda. Kamu seringkali fokus pada dirimu sendiri tanpa melihat orang yang lainnya. Kamu tak pernah mencoba melihat ke arah orang-orang yang ada di sekitarmu dan selalu menganggap bahwa dirimulah orang paling penting di antara yang lainnya.

2. Terlalu Fokus pada Penampilan Luar

Kecantikan yang sejati datangnya dari hati. jadi stop menilai penampilan seseorang hanya dari penampilan luarnya saja. Bisa jadi malah penampilan luar merupakan bulu halus yang mencoba melindungi duri tajam yang ada di dalamnya.

3. Menganggap Bahwa Semua Adalah Kompetisi

Bedakan antara keinginanmu untuk berteman atau berkompetisi. Kamu tak bisa memandang segalanya sebagai sebuah kompetisi. Jangan pernah memandang dirimu lebih baik dari orang lain, karena di atas langit masih ada langit.

4. Melihat Teman Adalah Musuh yang Harus Dikalahkan

Kamu tak bisa melihat temanmu sebagai musuhmu. Di luar sana sudah ada banyak orang yang serigkali bertengkar dengan teman karena banyaknya masalah yang terjadi di dalamnya. Jadi tak seharunya kamu berbalik menusuk temanmu dari belakang. Jangan pernah menganggap teman adalah musuh yang tertunda atau sejenisnya.

5. Mempertanyakan Seberapa Penting Dirimu pada Orang Lain

Kamu hanya akan jadi seorang yang membosankan jika kamu selalu mempertanyakan perihal betapa pentingnya dirimu pada orang lain. Jangan terlalu menciptakan drama dalam hubungan pertemanan.

6. Menganggap Dirimu Adalah Bos

Yang namanya teman, selalu memiliki peran yang sama. Kamu tak bisa menganggap dirimu adalah bos besar dalam lingkup teman-temanmu sendiri. Berusahalah untuk bersikap senormal mungkin dalam berteman.

7. Tak Bisa Jujur pada Diri Sendiri

Jika pada dirimu sendiri saja kamu tak bisa jujur, apalagi dengan orang lain? Kebanyakan orang yang memiliki perangai buruk adalah orang yang tak bisa jujur pada dirinya sendiri, juga teman-temannya.

8. Sering Bersikap Kasar dan Suka Mempermalukan Teman di Depan Banyak Orang

Jika kamu memang teman yang baik, kamu tak akan membiarkan temanmu dipermalukan orang lain, apalagi kamu sendiri orang yang mempermalukannya. Namun jika kamu sampai melakukan hal ini, tak akan ada orang yang betah menjadi temanmu.

9. Merasa Mandiri Tapi Masih Saja Bergantung pada Orang Lain

Kamu selalu mengumbar kata bahwa kamu adalah sosok yang mandiri. Namun pada kenyataannya kamu masih saja sering membutuhkan bantuan dari teman-temanmu.

10. Selalu Berpikiran Negatif

Kamu seharusnya tak memelihari pikiran negatif dalam otakmu secara terus-menerus. Tak akan ada orang yang mau berteman denganmu jika kamu selalu berpikiran negatif pada segala hal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Deddy Corbuzier Sempat Takut Prosesnya Berpindah Agama Dijadikan Mainan Politik

Deddy Corbuzier terlihat lebih tenang kala menuturkan cerita perjalanan dirinya menjadi mualaf. Usut punya usut, ia sempat didera kekhawatiran sebelum memutuskan untuk menjadi mualaf.

Presenter ‘Hitam Putih’ itu mengungkapkan sesungguhnya dia ingin mengucap dua kalimat syahadat jauh sebelum 21 Juni 2019. Namun, niatnya itu terganjal beberapa hal sehingga ia memilih untuk mengundur waktu.

“Sebenar-benarnya yang orang nggak tahu dan saya nggak buka adalah sebenarnya mualaf ini maunya dilakukan jauh sebelum tanggal 21. Bahkan mungkin sekitar enam bulan atau tujuh bulan lalu sebenarnya. Sebenarnya,” ungkap Deddy Corbuzier dilansir detik.com, Rabu (26/6/2019).

Politik menjadi alasan kuat Deddy untuk mengundurkan niatnya menjadi mualaf saat itu. Situasi politik Indonesia kian memanas.

“Karena pada saat itu Indonesia sedang panas politik. Kalau pada saat itu saya mualaf, saya takut keadaan saya mualaf bisa masuk dalam permainan politik. Kita tahu pada saat kemarin Pilpres bagaimana panasnya dan bagaimana agama dimasukkan dalam suasana politik. Itu yang saya hindari,” tegas Deddy Corbuzier.

Merasa kondisi politik di Indonesia sudah cukup kondusif, barulah Deddy Corbuzier yakin untuk mengumumkan niatnya itu. 21 Juni 2019, setelah Salat Jumat, Deddy Corbuzier mengucap dua kalimat syahadat di Ponpes Ora Aji, milik Gus Miftah di Yogyakarta.

“Oleh karena itu setelah politik semuanya selesai, setelah semuanya adem, sudah tenang, baru saya yakin mengumumkan, baru saya yakin saya mualaf dalam keadaan yang jauh lebih tenang,” tegas Deddy Corbuzier.

Sementara itu, sang kekasih, Sabrina Chairunnisa memberikan klarifikasi mengenai tuduhan yang dialamatkan bahwa dirinyalah yang memaksa Deddy untuk menjadi mualaf.

Sabrina mengaku hanya bisa mengelus dada saat dituduh mempengaruhi sang kekasih memeluk agama yang ia anut. Ia juga merasa takut membaca komentar negatif dari warganet.

“Aku langsung kayak, memang gue perempuan kayak apa ya? Gara-gara nikah, pindah agama. Jadi gue takut,” jelasnya.
Sabrina mengaku bahwa sang kekasih menjadi mualaf bukan karena mereka berdua akan menikah. Ia mengatakan bahwa seorang Deddy tak akan melakukan hal itu hanya untuk menikahinya.

“Kalau aku ngelihatnya, kan tahu dia, Mas Deddy tuh orang bilang cerdas. Kedua dia ini karakternya kuat banget. Lu pikir orang kayak gue bisa maksa-maksa gitu?” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pasca Kesembuhannya, Rachel Amanda Kembali Aktif Main Film

Aktris Rachel Amanda kembali aktif berakting di layar lebar usai dinyatakan sembuh dari kanker tiroid. Aktris 24 tahun ini memang membintangi beberapa judul film baru, yang terbaru yakni Say I Love You.

“Ini sekarang alhamdulillah lumayan padat. Jadi promo film aku jalan beberapa. Jadi nyaman aja sih karena aku juga enjoy,” ujarnya seperti dikutip Suara.com, Rabu (26/6).

Film Say I Love You sendiri menandai proyek ketiga Rachel setelah sembuh dari penyakit tersebut pada 2018.

“Ini film ketiga. Kalau sekarang sih lumayan padat aktivitasnya. Tapi emang ya sudah dinikmati saja,” ucap Rachel Amanda.

Lalu saat disinggung kemungkinan masih meminum obat buat penyakitnya itu, Rachel Amanda rupanya punya jawaban sendiri.

“Itu memang kewajiban sih. Dulu kan aku operasi jadi kayak suplemen saja,” sambungnya lagi.

Selebihnya pemain Candy ini tidak mau ditanya-tanya perihal kanker tiroid lagi. Dia bilang cuma ingin membahas seputar film Say I Love You.

“Udah yah kalau mau ngomong itu aku nggak mau bahas lagi. Terima kasih,” pungkas Rachel Amanda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Coba Cek, Ada 345 Ribu Lowongan Kerja di Jepang untuk Tenaga Kerja RI

Baru-baru ini, selepas penandatanganan perjanjian kerja sama Pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang tentang ketenagakerjaan. Ada angin segar untuk masyarakat yang mungkin sedang butuh pekerjaan. Ya, sebagaimana tujuan perjanjian tersebut, saat ini di Jepang, ada sekitar 345.150 lowongan yang tersedia di 14 sektor bagi tenga kerja asing dengan keterampilan spesifik. 

“Kerja sama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja usia produktif di Jepang. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk mengisi jabatan-jabatan di sektor formal yang banyak dibutuhkan di Jepang,” kata Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri di kantornya, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Beliau juga mengatakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla sendirilah yang mengarahkan pihaknya untuk dapat mengisi 20% dari kebutuhan tenaga kerja khusus di Jepang.

“Berdasarkan arahan Wakil Presiden, Pemerintah Indonesia menargetkan agar tenaga kerja Indonesia dapat memenuhi 20% atau 70 ribu orang dari kuota tersebut,” jelas Hanif.

Pada waktu yang sama Maruli Hassoloan selaku Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker menambahkan, jika kandidat tenaga kerja berketerampilan spesifik atau Specified Skilled Worker (SSW), ini terbagi ke dalam 4 kategori. Pertama, new comer alias calon pekerja dari Indonesia yang sama sekali tidak memiliki pengalaman magang di Jepang.

“Kedua, Ex-TIT in Indonesia, calon pekerja Indonesia yang memiliki pengalaman magang atau Technical Intern Trainee (TIT) di Jepang. Ketiga, Ex-TIT di Japan pekerja Indonesia yang sudah memiliki pengalaman magang dan meneruskan pekerjaan di Jepang,” kata Maruli.

Dan yang terakhir kategori student, maksudnya calon pekerja Indonesia yang baru saja lulus dari pendidikan formal di Jepang dan berencana melanjutkan bekerja di negeri Sakura tersebut. 

Selanjutnya, Maruli mengatakan Kemnaker akan tetap fokus menyalurkan tenaga kerja yang pernah magang ataupun sekolah di Jepang. Tenaga kerja kategori tersebut menurutnya dapat lebih mudah diterima.

“Di Jepang kan masalah besarnya bahasanya, makanya kita fokus ke yang sekolah dan pernah magang disana. Jadi mereka bahasa udah bagus, lalu skillnya ada, ya yasudah mereka bisa mudah diterima,” kata Maruli.

“Untuk pendaftarannya pantau saja Disnaker, atau Kemnaker, kami akan update infonya nggak lama lagi,” tambahnya. 

Nah, ada pun 14 sektor yang sedang dibutuhkan antara lain adalah:

  1. Care worker
  2. Building Cleaning Management
  3. Machine Parts and Tooling Industries
  4. Industrial Machinery
  5. Industry Electric
  6. Electronics and Information Industries
  7. Construction Industries Shipbuilding and Ship Machinery Industry
  8. Automobile repair and maintenance
  9. Aviation Industry
  10. Accomodation Industry
  11. Agriculture
  12. Fishery and Aquacultur
  13. Manufacture of food and beverages
  14. Food service industry.

Jika memang berniat ingin bekerja di Jepang, siapkan diri dari sekarang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top