Community

10 Nyinyiran yang Pasti Sering Kamu Dengar Saat Menjalani Hubungan Beda Agama

Tak ada yang pernah tahu pada siapa cinta akan berlabuh. Mungkin bagi sebagian orang hal yang wajar jika ada pasangan yang memiliki keyakinan yang berbeda. Namun bagi sebagian orang itu hal yang tak lazim dan sering dijadikan perbincangan tentunya. Kamu yang saat ini tengah atau pernah menjalani hubungan beda iman, pasti sudah paham dengan nyinyiran ini.

1. “Keluarga Tahu Tidak? Mereka Setuju?”

Nyinyiran ini cukup sering muncul pastinya. Padahal bukan urusan mereka keluarga tahu atau tidak dan apakah keluarga setuju dengan hubungan yang kamu jalani.

2. “Kamu Tidak Serius Kan Dengannya?”

Seolah dia bukan orang yang cocok untukmu. Padahal mereka tak berhak menghakimi hubungan yang kamu jalani dengan orang yang kamu cintai. Apa yang kamu lakukan merupakan urusan pribadimu.

3. “Lalu Siapa yang akan Pindah Agama?”

Kamu atau pasanganmu yang akan pindah keyakinan bukan hal yang harus diperdebatkan dengan orang lain. hal itu cukup jadi pembicaraan internal antara kamu dengan pasanganmu. Biarkan saja orang lain memberikan nyinyiran atas hubunganmu, anggap saja angin lalu.

4. “Kamu Yakin Dengannya?”

Keyakinanmu bukan urusan orang lain. Kamu mungkin akan banyak mendengar nyinyiran ini. Lebih baik abaikan saja, jangan terlalu menggubrisnya.

5. “Emang Bisa Sampai Nikah?”

Tak ada yang tahu siapa yang akan menjadi jodoh kita. Kamu pun pasti meyakini hal itu. Siapapun dia saat ini, tak menutup kemungkinan akan ada jalan bagi kamu dan pasanganmu untuk sampai di gerbang pernikahan.

6. “Kalau Tetap Nekat Nikah, Nanti Anaknya Ikut Agama Siapa?”

Urusan anak, itu urusan kamu dan pasanganmu. Orang lain tak seharusnya ikut campur bukan? Jika anakmu kelak ingin ikut agamamu atau agama pasanganmu, sepertinya itu tak akan merugikan orang lain.

7. “Mending Putus Aja Daripada Nanti Ujung-ujungnya Makin Ribet.”

Ya, kamu pun menyadari bahwa nantinya mungkin tak akan semudah apa yang kamu bayangkan. Namun bukankah tak ada salahnya untuk mencoba. Bisa saja kan nantinya muncul titik terang dalam hubungan yang kamu jalani.

8. “Kok Kayak Tidak Ada yang Seiman Saja.”

Mereka bisa mengatakan hal ini karena mereka belum pernah merasakannya. Mungkin mereka akan diam saat mereka ada di posisimu saat ini. Dimana harus dihadapkan pada pilihan yang sulit untuk dipilih.

9. “Mending Putus, Sebelum Makin Sayang.”

Memangnya siapa mereka sampai berani menyuruhmu putus. Mungkin hal itu yang akan terlintas di pikiranmu. Tapi ya namanya juga orang, pasti akan selalu mencari kekurangan orang lain untuk dibicarakan.

10. “Jangan Main-main, Agama Tak Bisa Dianggap Remeh.”

Mungkin kamu akan merasa risih dengan nyinyiran ini. Tapi ya bagaimana lagi, hati tak bisa dibohongi. Yang jelas kamu mencintainya dengan apa adanya dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kamu Bisa Belajar 7 Hal Ini dari Serial Kartun Doraemon

Serial kartun doraemon merupakan salah satu serial kartun yang banyak digemari pecinta kartun. Serial kartun ini pertama kali ditulis oleh Fujiko F, Fujio.

Kartun ini menceritakan persahabatan manusia dengan seekor robot kucing bernama Doraemon. Meski berupa serial kartun, tetapi nyatanya kamu bisa kok belajar 7 hal positif ini dari serial kartun Doraemon.

1. Arti Persahabatan

Doraemon dan Nobita diceritakan sebagai sahabat. Mereka selalu ada untuk satu sama lain baik saat senang maupun saat sedang susah. Doraemon selalu memberi nasihat kepada Nobita saat Nobita melakukan sebuah kesalahan. Tak hanya itu, mereka juga selalu saling memotivasi satu sama lain.

2. Kebudayaan Jepang

Serial kartun ini memiliki latar budaya Jepang sehingga penyajiannya pun menunjukkan negara Jepang. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian penikmat serial kartun ini mampu memahami kebudayaan Jepang saat menontonnya.

3. Sikap Disiplin

Dalam kartun serial ini, Nobita memiliki karakter yang malas dan tidak berprestasi di sekolah. Kedatangan Doraemon ada kalanya membuat Nobita semakin malas. Namun akhirnya Nobita menyadari bahwa untuk menjadi sukses, dia harus memulainya dengan disiplin diri.

4. Tidak Mudah Menyerah

Ada kalanya Doraemon menahan diri untuk tidak menuruti segala keinginan Nobita. Karena itulah akhirnya Nobita belajar untuk lebih berusaha dan pantang menyerah. Nobita berusaha untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu melakukan segalanya meski tanpa bantuan dari Doraemon.

5. Berani Bermimpi untuk Hal Besar

Pencipta tokoh serial kartun ini memiliki tujuan untuk memperluas imajinasi anak yang menontonnya. Berbagai petualangan yang disajikan dalam serial kartun ini banyak menginspirasi penontonnya untuk berani memimpikan suatu hal yang besar.

6. Berjuang untuk Cinta Sejati

Tak hanya berkisah tentang persahabatan, serial kartun Doraemon juga sedikit menceritakan tentang kisah cinta Nobita kepada Shizuka. Nobita tak pernah menyerah untuk memperjuangkan rasa cintanya kepada Shizuka.

7. Tidak Bersikap Semena-mena

Dalam serial kartun Doraemon ada tokoh Giant yang digambarkan dengan karakter yang suka bersikap kasar dan semena-mena. Namun dalam kenyataannya Giant dihadapkan pada kondisi yang sulit dan membuatnya sadar bahwa dia tidak bisa bersikap kasar dan seenaknya sendiri pada teman-temannya jika dia tak ingin mendapatkan ganjaran yang buruk atas tindakannya itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Menasehati Orang Jatuh Cinta adalah Sebuah Upaya yang Sia-sia

Tahukah kau pekerjaan paling sia-sia di muka bumi? Memberi nasihat kepada orang yang sedang jatuh cinta,” –Semar

Sudahlah semuanya pasti sia-sia, karena apapun yang akan kita sampaikan tak akan didengar. Bagi mereka yang sedang jatuh cinta, semua hal tentang pujaan hatinya adalah sesuatu yang benar. Bahkan meski sudah tahu ada sesuatu yang salah, baginya itu selalu bisa dimaafkan. Jadi ya percuma saja, meski akan kau nasehati sampai mulut berbusa sekalipun ia akan tetap pada pemahamannya (setidaknya pada masa awal-awal pacaran). 

Ia mungkin akan mendengar apa yang kita sampaikan, mendengar apa yang kita bicarakan, tapi tak akan pernah melakukan apa yang kita sarankan. Nasib baik jika pujaannya juga cinta, kalau hanya bertepuk sebelah tangan barulah ia akan tahu rasa. 

Dirinya Sedang Mabuk Kepayang, Berpikir Cintanyalah yang Paling Benar

Pada situasi seperti ini, ungkapan jika ‘Cinta itu Buta’ adalah benar adanya. Karena ketika seseorang sedang jatuh cinta, logika dan kemampuan berpikirnya kerap tertutup dan tak bisa digunakan dengan benar. Ia tak lagi bisa melihat beberapa kejanggalan atau kesalahan yang mungkin dilakukan oleh sang pacar secara terang-terangan. Dan selalu terlihat menjadi tuli atas semua saran yang mungkin diberikan oleh teman. 

Kalau harus diibaratkan, ia sedang berada di puncak rasa percaya diri yang tertinggi. Merasa apa yang diyakininya-lah yang paling benar dan tak akan mendengar celotehan dari orang-orang. 

Bahkan Meski Didengarkan, Nasehatmu Hanya Akan Bertahan Beberapa Detik Setelah Kamu Sampaikan

Setelah mengalami beberapa kecewa, ia mungkin akan datang untuk bercerita. Meminta kita mendengarnya, dan berharap diberi saran atas masalahnya. Namun sayangnya nasehatmu tak akan mampu bertahan lama diingatannya. Mereka akan mendengar nasehatmu, mengiakan apa yang kamu katakan dan merasa yakin bisa melakukan seperti yang kamu sarankan.

Tapi, percayalah sekalipun ia bilang akan move on, melupakan dan bla-bla lainnya itu hanya berlaku beberapa menit saja. Tak lama dari permintaan saran tersebut, ia akan kembali menjadi bucin (budak cinta) dan menjunjung tinggi cintanya itu. 

Untuknya Tak Ada Kesalahan yang Tak Dapat Dimaafkan

Yap, ini adalah level terbucin yang akan membuat kita merasa kesal sekaligus kasihan padanya. Di mata orang-orang yang sedang jatuh cinta, tidak ada kesalahan yang tidak dapat dimaafkan.

Jadi meski pacar atau gebetannya sudah berbuat kesalahan, sesakit dan sekecewa apapun hatinya, dengan senang hati ia akan selalu bersedia untuk memaafkan orang yang dicintainya. Serta tak segan-segan untuk meminta maaf lebih dulu, meski yang salah bukanlah dirinya. 

Senyata Apapun Bukti yang Kamu Tunjukkan, Dia Tak Akan Percaya yang Kau Katakan

Kamu mungkin sudah tahu jika pacar atau gebetan yang ia ceritakan, nyatanya tak benar-benar sayang. Satu waktu kamu mungkin punya bukti yang bisa meyakinkannya dirinya, jika orang tersebut bukanlah orang yang tepat untuknya. Berniat membantunya keluar dari hubungan yang salah, bukti yang kita bawa justru membuatnya berpikir bahwa kita tak suka melihatnya bahagia.

Meski sudah berupaya, meyakinkan dirinya, jika sang gebetan tak memiliki perasaan setulus dirinya. Ia akan selalu yakin, bahwa apa yang kita  bicarakan tak benar. 

Maka Satu-satunya Hal yang Paling Tepat Adalah Memberinya Dukungan dan Mengiyakan Semua yang Ia Sampaikan

Selama ia memang masih tak merugikan kita, satu-satunya sikap yang paling benar untuk menyikapi orang yang sedang jatuh cinta adalah dengan memberinya dukungan. Mendengarkan semua cerita yang ia bagikan, dan selalu mengiyakan semua obrolan yang ia sampaikan. Tak perlu dibantah, itu hanya akan jadi sesuatu yang sia-sia. 

Bairkan ia menikmati semua masa indah dengan bayang-bayang bahagia ata cinta yang ia anggap sebagai sesuatu yang nyata. Jika memang apa apa yang ia yakini tak benar, suatu saat ia akan sadar. Sadar jika, apa yang selama ini kita sampaikan adalah sebuah kenyataan yang seharusnya sudah lama ia dengar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Tak Lagi Sama, Inilah 6 Pertanda Pasangan Merasa Jenuh Dalam Hubungan

Setiap hubungan tidak akan selamanya baik-baik saja. Seperti halnya dengan hubungan asmara, kamu dan dia tidak akan selalu satu pendapat dan keinginan. Bumbu-bumbu pertengkaran pasti akan selalu ada. Selain itu, setiap pasangan juga pasti akan mengalami fase jenuh dan bosan. Terlebih jika hubungan yang kalian bangun sudah menginjak usia yang cukup lama.

Lantas bagaimana ciri pasangan yang sedang jenuh dengan hubungan? Mari simak beberapa ciri-cirinya.

1. Percakapan Kalian Mulai Membosankan

Ciri yang pertama adalah obrolanmu dan dia sepertinya mandeg dan mentok pada pembahasan yang itu-itu saja. Bahkan, reaksinya saat berbicara denganmu juga biasa saja. Dia terkesan ingin segera mengakhiri percakapan dan sama sekali tidak merasa tertarik dengan apa yang kamu bicarakan. Tidak jarang dia juga terkesan kurang memperhatikan apa yang kamu bicarakan bahkan hanya menanggapinya seperti angin lalu. Baginya, percakapan kalian mulai membosankan.

2. Tidak Semangat Dalam Merencanakan Kegiatan Berdua

Misalnya, pergi liburan atau sekadar makan siang sudah tidak lagi mengundang semangatnya. Padahal hal-hal tersebut yang bisa membuat hubungan kalian lebih dekat lagi. Kamu harus waspada jika dia mulai melakukan hal ini, pastinya dia melakukan semua itu bukan tanpa alasan. Entah itu karena dia sedang ada masalah atau sedang jengah dengan hubungan kalian. Coba tanyakan baik-baik tanpa mengundang pertengkaran.

3. Banyak Hal yang Mulai Disembunyikannya

Dulu mungkin dia sangat terbuka padamu, menceritakan apapun tentang hidupnya atau kesehariannya padamu, sehingga kamu merasa bahwa hanya dirimulah tempat dia pulang. Namun sekarang dia berubah menjadi sangat tertutup, dia lebih cenderung menyimpan permasalahannya sendiri.

Bisa jadi karena sekarang dia sedang jenuh dengan hubungan dan ingin sendiri dulu, termasuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Dia tidak ingin dulu melibatkan kamu dalam permasalahannya, tidak mengapa. Kamu juga harus mengerti dia untuk saat ini.

4. Tidak Ada Lagi Tawa Ketika Bersama

Dia sudah mulai jarang atau bahkan tidak tertawa sama sekali saat kamu mengajaknya bercanda. Dulu, meskipun tidak lucu dia akan selalu tertawa untuk menghargai usahamu. Namun sekarang hanya ada kecanggungan ketika kalian bersama. Jika hal ini sudah terjadi maka kamu harus benar-benar memberinya ruang untuk sedikit merindu agar dia kembali padamu.

5. Kamu Bukan Lagi Prioritasnya

Jika dulu dia selalu memprioritaskan waktu denganmu, maka sekarang tidak lagi. Pasangan justru lebih senang menghabiskan waktu dengan teman-temannya atau seorang diri. Dia enggan menghabiskan waktu denganmu karena saat ini dia sedang membutuhkan me time.

6. Dia Lebih Fokus Pada Dirinya Sendiri dan Kurang Memperhatikanmu

Meski pasanganmu dikenal sebagai sosok yang romantis, namun dia juga pasti akan mengalami fase ini. Dia berubah menjadi cuek dan kurang peduli padamu. Jika dulunya dia selalu perhatian dan peka dengan perubahan sekecil apapun yang terjadi padamu, maka sekarang tidak lagi. Dia yang kurang memperhatikanmu ini mungkin sedang jenuh dengan hubungan kalian.

Lalu, ada berapa tanda yang mulai muncul dari diri pasanganmu? Jangan khawatir ya, bosan itu salah satu cobaan dalam hubungan. Setiap pasangan pasti mengalaminya, tinggal kamu nya saja yang harus bisa menanggulangi semuanya. Solusinya, kalian harus memberi ruang untuk masing-masing dulu. Berikan waktu untuk pasanganmu merindu dan menghilangkan rasa jenuhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top