Community

10 Fase yang Pasti Kamu dan Sahabatmu Lewati Sebelum yakin Kalau Dia Memang Sahabat Sejati

Kunci dari sebuah hubungan adalah ketulusan. Tak hanya hubungan percintaan, hubungan persabatan pun membutuhkan yang namanya ketulusan. Ketulusan adalah satu hal yang bisa menembus segala rintangan dan halangan dalam sebuah hubungan persahabatan. Mereka layak kamu sebut sahabat sejati saat kamu sudah melewati sepuluh fase ini bersamanya.

1. Fase Sikap Sopan

Fase awal sebuah hubungan persahabatan biasanya dimulai dengan perkenalan yang dipenuhi dengan sikap sopan yang tinggi. Kamu dan sahabatmu selalu mencoba untuk menghargai satu sama lain dengan sapaan yang formal.

2. Fase Sikap Sungkan

Sikap sungkan pasti dimiliki oleh setiap orang. Apalagi saat masih belum terlalu mengenal antara satu dengan yang lainnya. Kamu pun sering tak enak hati saat ingin meminta bantuannya.

3. Fase Memiliki Panggilan Akrab

Saat rasa segan hilang, mulai muncullah sifat asli kamu dan sahabatmu. Kamu mulai mengakrabkan diri dengan memberi panggilan khusus untuk satu dengan yang lain.

4. Fase Layaknya Orang Pacaran

Kamu dan sahabatmu bisa dilihat layaknya orang yang pacaran. Kemana-mana selalu bersama.

5. Fase Kangen

Saat kamu lama tak berjumpa dengan sahabatmu, tentu akan ada rasa kangen. Tapi kebanyakan sih suka gengsi untuk mengakuinya.

6. Fase Jadi Kompor

Kamu dan sahabatmu justru sering saling mengompori dalam hal yang baik. Tentu kompor yang dinyalakan punya maksud yang positif, yaitu agar kamu maupun sahabatmu tak bertindak bodoh.

7. Fase Tanpa Adanya Rahasia

Kamu dan dia sudah tak memiliki rahasia antara satu dengan yang lainnya. Dia tahu segalanya tentangmu, begitu pun sebaliknya.

8. Fase Berantem

Kata saiapa sahabat sejati tak pernah marahan? Bahkan kamu sering berantem dengannya karena hal sepele. Namun karena namanya juga sahabat, pasti kamu hanya kuat berantem dalam waktu yang singkat saja. Akhirnya ya tetap baikan lagi.

9. Fase Banyak Orang Menanyakan Saat Kalian Tak Bersama

Saat kamu terlihat tanpa keberadaannya di sampingmu, banyak orang lain menanyakannya. Karena orang-orang sudah biasa melihat kalian selalu bersama kapanpun dan dimanapun itu.

10. Fase Tanpa Batasan Saat Mengobrol

Fase ini merupakan fase dimana kamu sudah tak perlu menyaring perkataan apa yang akan kamu ungkapkan kepadanya. Kamu bebas mengobrol bersamanya, mulai dari perkataan yang bagus sampai kasar pun bisa kamu ungkapkan dengan leluasa. Kamu bisa mengekspresikan semua perasaanmu kepadanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top