Community

10 Bukti Nyata Kamu Sudah Berhasil Jadi Diri Sendiri di Usia 25 Tahun

Usia 25 tahun adalah usia dimana kamu sudah beranjak dewasa. Kamu harus mulai berpikir untuk masa depanmu nanti. Tak seharusnya di usia ini kamu masih saja mengandalkan kedua orangtuamu dalam segala hal.

Kamu sudah harus menjadi dirimu sendiri dan menata masa depanmu sesuai dengan keinginanmu. Berikut adalah 10 tanda yang menunjukkan bahwa kamu sudah berhasil menjadi diri sendiri di usia 25 tahun ini.

1. Tahu Hobi yang Kamu Gemari

Kini kamu sudah paham, apa sebenarnya hobi yang kamu gemari. Kamu tak mempedulikan apakah hal itu bisa menghasilkan uang atau tidak. Yang jelas kamu melakukan hal itu berdasarkan kebahagiaan yang kamu rasakan.

2. Sudah Memiliki Pekerjaan

Kamu sudah memiliki suatu aktivitas tetap yang bisa kamu lakukan setiap hari. Kini kamu tak perlu bergantung kepada orangtuamu. Kamu bisa membiayai dirimu sendiri dengan uang yang kamu dapatkan dari pekerjaanmu.

3. Memiliki Kemauan untuk Terus Belajar

Menjadi diri sendiri membuatmu paham bahwa tak pernah ada batasan usia untuk belajar. Dan akan selalu ada hal baru di dunia ini yang patut untuk dipelajari. Karenanya kamu kini menjadi pribadi yang selalu mau belajar dan tak bosan untuk mempelajari hal baru.

4. Sudah Pandai dalam Menyeleksi Pendapat

Kini kamu sudah mampu menyeleksi mana pendapat yang baik untuk diikuti dan mana pendapat yang tidak seharusnya diikuti. Kamu mampu menyeleksi mana yang baik dan buruk untuk dirimu dan orang di sekitarmu.

5. Mampu Memutuskan Suatu Hal Sendiri Meski Orangtua Tak Merestui

Bisa dibilang dulu kamu adalah anak mama papa. Kamu selalu saja menuruti apa yang orangtuamu katakana meski hal itu tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Namun kini kamu telah beranjak dewasa. Kamu tahu apa yang baik untukmu dan yang tidak. Karenanya kamu sudah berani memutuskan suatu hal meski itu tanpa restu orangtua.

6. Tidak Takut akan Kegagalan

Kamu kini sadar bahwa kegagalan adalah jembatan untuk meraih kesuksesan. Karenanya kamu tak akan takut jika langkah yang kamu ambil akan menyeretmu pada sebuah kegagalan. Hal lain yang terpenting, kamu hanya ingin mencoba hal yang ingin kamu coba. Kamu tak mau ketakutakan menguasai dirimu sendiri dan akhirnya kamu tak ingin mencoba mengambil kesempatan yang ada di depan mata.

7. Percaya pada Kemampuanmu Sendiri

Kepercayaan diri harus dimiliki oleh setiap orang. Kini kamu sudah sangat percaya bahwa kamu mampu dan kamu akan berhasil meraih apa yang kamu impikan. Sedangkan dulu kamu hanyalah anak ingusan yang seringkali takut melakukan kesalahan karena kemampuanmu yang menurutmu kurang.

8. Mampu Menjaga Diri Sendiri

Dulu kamu adalah seorang yang manja. Bahkan untuk sekedar pergi keluar sendiri saja kamu tak berani. Sekarang kamu adalah sosok yang sangat pandai menjaga dirimu sendiri dari segala hal buruk yang hendak menghampirimu.

9. Mau Belajar dari Kesalahan

Jika dulu kamu selalu tak mau mengakui kesalahanmu sehingga kesalahan tersebut selalu kamu ulangi lagi dan lagi, kini kamu sudah berbeda. Kamu adalah orang yang tak malu mengakui kesalahanmu dan mau belajar dari kesalahan tersebut. Alhasil kamu tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik saat ini.

10.  Mengkritik Orang Lain untuk Membangun, Bukan Menjatuhkan

Mungkin dulu kamu sempat salah dalam memberikan kritikan kepada orang lain. kamu tak bisa membatasi dirimu sendiri dalam mengkritik sehingga kritikanmu akhirnya menjatuhkan orang yang kamu kritik tersebut. Namun kini kondisi sudah berbeda. Kamu akan menyampaikan kritikan yang membangun, bukan menjatuhkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top