Community

10 Alasan Perempuan Tetap Bertahan dalam Hubungan yang Tak Sehat

Tak semua orang mampu bertahan dalam hubungan yang tak sehat. Hubungan ini sebenarnya hanya bisa merugikanmu, terlebih bagi seorang perempuan. Namun ada beberapa perempuan yang memilih bertahan, meski mereka tahu bahwa hubungan itu adalah hubungan yang tak sehat. Berikut adalah beberapa alasan yang mendasarinya.

1. Sudah Merasa Terperangkap

Perempuan cenderung takut untuk berontak. Akhirnya mereka memilih untuk bertahan karena sudah merasa terperangkap dalam hubungan itu dan tak ada yang bisa mengubah keadaan sekalipun mereka berusaha untuk lari.

2. Masih Percaya Bahwa Mereka Masih Dicintai

Mereka masih percaya bahwa dalam hati pasangannya masih ada cinta untuknya. Karena itulah mereka tak berhenti untuk bersabar dan menanti agar suatu saat ada hal yang bisa mengubah hubungan yang tak sehat itu.

3. Masih Memiliki Pikiran Positif Bahwa Kelak Pasangannya Mampu Berubah

Mereka tak berhenti berharap dan berdoa agar suatu saat pasanganya bisa berubah. Mereka masih percaya bahwa peluang itu masih ada meski sampai kini belum ada perubahan sedikitpun dalam hubungannya.

4. Memilih untuk Menyalahkan Diri Sendiri

Meskipun mereka tersiksa dengan menjalani hubungan itu. Namun mereka tak mau menyalahkan pasangannya atas apa yang sudah terjadi. Justru mereka cenderung menyalahkan diri sendiri atas hal buruk yang menimpa hubungannya.

5. Masih Mencintai Pasangannya

Cinta memang terkadang gila. Sesakit apapun mereka, mereka tetap memilih untuk bertahan dengan alasan di dalam hatinya masih ada cinta untuk kekasihnya.

6. Tak Menyadari Bahwa Hubungan yang Dijalani Tidaklah Sehat

Mereka tak menyadari apa yang sebenarnya terjadi dalam hubungannya dengan pasangannya. Bahkan mereka pun tak sadar bahwa mereka saat ini sedang menjalani hubungan yang tak sehat, sehingga mereka pun enjoy-enjoy saja untuk bertahan.

7. Percaya akan Kekuatan dari Kesempatan Kedua

Mereka selalu memberikan dia kesempatan kedua, lagi dan lagi. Mereka percaya bahwa semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, tanpa mereka sadari mereka sudah berulangkali memberikannya namun dia tak memanfaatkan kesempatan kedua darinya dengan baik.

8. Takut Sulit Mendapatkan Pasangan Lagi

Mereka terlalu khawatir jika setelah mereka mengakhiri hubunganmu dengan pasanganmu itu kamu akan sulit untuk mendapatkan pasangan lagi. Nyatanya kekhawatiran mereka ini sudah membuat mereka enggan lepas dari hubungan yang tak sehat.

9. Takut akan Semakin Menderita Tanpanya

Mereka hanya takut jika nantinya setelah melepaskan pasangannya, mereka akan lebih menderita. Mereka takut jika nantinya justru mereka akan menyesal karena sudah menghancurkan hubungan itu.

10. Pernah Mencoba Pergi Namun Gagal

Alasan terakhir adalah sudah pernah mencoba namun mereka gagal. Mereka tak bisa pergi. Banyak hal yang membuat mereka gagal untuk mengakhiri hubungan yang tak sehat itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dikenal Harmonis, Gisella Anastasia Gugat Cerai Gading Marten

Selalu jadi pusat perhatian atas keharmonisan rumah tangganya, nama Gisella Anastasia dan Gading Marten boleh dibilang jadi pasangan yang banyak disukai oleh pubik. Jauh dari rumor miring dan sensasi, terbaru kabar gugatan cerai yang diajukan Gisella ke Gading Marten jadi sesuatu yang cukup mengejutkan banyak orang.

Dilansir dari Kumparan.com, Gisel memasukkan gugatan cerainya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 908/pdt.G/2018/PN.JKT.SEL pada Senin, 19 November lalu. “Sidang dua minggu dari sekarang, cuma belum penetapan,” ucap seorang petugas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang tak mau disebut namanya, Rabu (21/11).

Sampai ini dituliskan, belum diketahui apa alasan yang membuat Gisella menggugat cerai Gading. Sebab, baik Gisella atau Gading Masih enggan untuk membuka suara atas beredarnya kabar ini. 

Sebelumnya, pasangan Gading Marten dan Gisella Anastasia menikah pada 14 September 2013 lalu. Dari pernikahan tersebut, keduanya sudah dikaruniai seorang putri yang bernama Gempita Nora Marten yang lahir pada 16 Januari 2015.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Christian Bautista Resmi Nikahi Kat Ramnani di Bali

Telah bertunangan pada Oktober 2017 lalu, akhirnya Christian Bautista resmi mempersunting pujaan hatinya. Dilangsungkan secara tertutup pada Minggu, 18 November 2018 di Tirtha Bridal – Uluwati, Bali, gelaran pesta pernikahan tersebut dihadiri beberapa keluarga dan kerabat dekat. Beberapa artis dari Filipina pun terlihat datang ke Bali, termaksud seleb Indonesia sepertia pasangan BCL-Ashraf Sinclair.

Perjalanan cinta Christian Bautista dan Kat Ramnani, konon bisa dibilang cukup cepat. Keduanya saling mengenal di Amerika pada 2016. Setelah menjalin hubunan kurang lebih satu tahun, Christian melamar Kat di Italia pada 2017. Kini di penghujung 2018, keduanya telah resmi menyandang status suami-istri.

Sumber : https://www.instagram.com/patdy11/

Perempuan pilihan penyanyi asal Filipini ini adalah seorang wanita asli Filipina. Diketahui pula, bahwa Kat menempuh pendidikan di Amerika dan telah pindah ke Amerika sejak tahun 2002. Sebelumnya Ia berkuliah di Santa Clara University, California dan bukan seorang seleberiti melainkan sarjana lulusan Business Marketing & Communication.

Sumber : https://www.instagram.com/patdy11/

Tinggal di Silicon Valley, Kat juga pernah berkarir di Google. Bahkan dirinya pernah menjabat Community Manager, juga pernah bekerja di Apple dan Facebook. Mereka saling kenal ketika Christian sedang berada di Amerika. Terbilang jarang pulang ke Filipina, ternyata Kat tak tahu jika ia sedang berkenalan dengan seorang seleb. Hingga akhirnya, keduanya pun menjalin hubungan seperti biasa hingga kini sudah sah menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Tipe yang Mana? Suka Memantau Obrolan di Gawai Pasangan atau Berikan Dia Kebebasan

Saat sedang kencan, pasti ada momen dimana kamu merasa ingin sekali memeriksa gawai pasangan. Setidaknya kamu ingin tahu, saat tak sedang bersamanya, siapa saja yang mengobrol dengan pasanganmu ya…

Untuk sebagian orang, memeriksa atau memantau obrolan pasangan di gawai mereka bukanlah hal yang aneh. Justru lazim dan harus dilakukan. Sementara sebagian lainnya, mengaku tak sepakat kalau ranah privasi sebagai individu pun harus dibagikan ke pasangan. Semua itu kembali ke keputusan kalian saja. Hanya saja, kalau suatu kali kamu tak sengaja melihat daftar chat teratas di gawai pasanganmu justru bukan kamu, melainkan teman atau koleganya. Kira-kira, sikap apa yang kamu tunjukkan setelahnya?

Syukur-syukur kalau kamu bisa memahami. Berarti memang hubunganmu sudah sampai ke fase yang cukup dewasa. Apalagi soal memahami, bukan hal yang mudah. Jadi kalau memantau obrolan pasangan hanya karena kamu tak sengaja melihat sesuatu yang ‘janggal’ berdasarkan asumsimu, kamu sendiri akan bagaimana?

Ada Chat dari Lawan Jenis, Tetap Tenang atau Langsung Curiga?

Setiap orang tentu punya respon yang berbeda saat dihadapkan dengan urusan semacam ini. Ada yang langsung curiga, ada yang amarahnya langsung terpancing, atau ada juga yang tetap tenang. Memang ada baiknya coba dulu bersikap tenang. Tak usah dibawa overthinking terlebih dahulu. Belum tentu pasanganmu main hati.  Waspada ya boleh saja. Tapi disinilah kemampuanmu mengontrol amarah dan rasa cemburumu jelas sedang diuji. Kamu perlu ingat lagi, cemburu justru tak akan membuatmu bisa berpikir jernih.

Selanjutnya, Menurutmu Perlukah Mencari Tahu Mengenai Siapa-siapa Saja yang Mengontak Pasangan Kita?

Sebagai pasangan, kamu pasti ingin tahu apapun tentang pasanganmu, kan? Termasuk teman dekatnya. Nah, kalau situasinya ada lawan jenis yang tengah akrab dengan pasanganmu, dan kamu ingin mencari tahu, sejatinya hal itu lazim saja untuk kamu lakukan. Asal dengan cara-cara yang positif dan tak merugikan pihak manapun. Bisa saja kan, kamu hanya sedang diliputi cemburu padahal pasanganmu hanya berkomunikasi menyangkut pekerjaan yang sedang dikerjakannya sehingga pembicaraan dengan teman lawan jenisnya itu bersifat profesional.

Kalau Dia Sampai Mencari ‘Kenyamanan’ dengan Mengontak Teman Lawan Jenisnya, Mungkinkah Perhatianmu Terhadapnya Dirasa Kurang?

Kalau sampai kamu mendapati kenyataan jika pasanganmu memang mencari ‘nyaman’ pada temannya dibanding denganmu, maka tahan dulu emosimu.  Tanyakan dulu pada dirimu sendiri, benarkah memang waktumu terlalu kurang sampai ia mencari perhatian lebih dari lawan jenis yang lain? Atau, pikirkan kembali soal relasi kalian, benarkah dia memang serius padamu atau hanya ingin main-main?

Saat pasangan sampai ‘main hati’, maka bukan kamu yang sepenuhnya salah. Melainkan pasanganmu yang mungkin tak cukup dewasa dalam berelasi. Bila situasinya sudah seperti ini, menanyakan mengenai siapa saja teman lawan jenisnya tentu berhak kamu sampaikan.

Sembari Mencari Tahu Kebenaran, Agar Tak Membuatnya Tersinggung Jangan Pakai Kalimat yang Terkesan Memojokkan

Memutuskan membuka gawai pasangan atau tidak, semuanya ada di tanganmu. Tapi pasti ada saja pertanyaan yang kamu hendak tanyakan pada pasangan lantaran berdasar asumsi atau kecurigaanmu. Misalnya, saat membuka gawai, lalu mellihat nama lawan jenis lain selain kamu di daftar obrolan pesan singkatnya, dan kamu langsung menghujaninya dengan berbagai pertanyaan. Atau, memutuskan untuk tidak membuka gawai, tapi belum bisa mengontrol kecurigaanmu, bukankah sama saja?

Bagaimanapun, hindari untuk memojokkan pasangan dan memberinya banyak pertanyaan yang menyudutkan. Hal ini bakal membuatnya merasa sebal sekaligus jengah. Bisa jadi pasanganmu justru malah marah karena merasa tidak dipercaya dan dituduh yang macam-macam. Hal ini bisa memancing pertengkaran dan menciptakan konflik di antara kalian.

Atau Kalau Kamu Memang Gelisah, Lebih Baik Tanya Secara Langsung dan Mintalah Dikenalkan Saja Pada Temannya Itu

Diantara sekian banyak cara, pilihan yang paling relevan saat mendapati pasanganmu akrab dengan yang lain di gawainya yaitu dengan bertanya langsung.  Secara halus dan dengan intonasi suara yang datar, tanya siapa orang yang selama ini rutin bertukar pesan dengannya. Mintalah dikenalkan dengannya. Jika memang pasanganmu tidak memiliki hubungan spesial dengannya maka dia pasti gak segan untuk mengenalkanmu padanya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top