Feature

Work Out Sendiri Saja Sudah Kaya Manfaat, Gimana Kalau Bareng Pasangan?

Sering melakukan latihan fisik atau yang populer dengan istilah work out? Kalau jawabanmu ‘Ya’, tandanya kamu memang punya kesadaran tinggi terhadap kesehatan. Sementara, kalau diminta memilih, kamu lebih suka work out sendiri atau ditemani pasangan? Selebritis sekelas Raisa saja sering terlihat work out bareng sang suami, Hamish Daud. Kalau kamu, bagaimana?

Usut punya usut, work out bersama pasangan ternyata bisa menstimulasi otak untuk meningkatkan produksi hormon endorfin. Keberadaan hormon ini sangat baik untuk tubuh. Terutama untuk pasangan suami istri, hormon endorfin punya peran penting dalam meningkatkan kualitas bercinta dengan pasangan.

Di lain sisi, melakukan latihan fisik juga membuat seseorang terlihat lebih atraktif di depan pasangannya. Rutin melakukan aktivitas ini akan membantu meningkatkan massa tubuh. Hal inilah yang otomatis juga mendorong produksi testoteron di dalam tubuh. Namun manfaat semacam itu tak akan terjadi kalau latihan fisikmu tak diimbangi dengan pola makan yang benar. Karenanya, tetap jaga pola makan sembari rutin melakukan work out demi hasil yang maksimal.

Work Out Bersama Pasangan Punya Manfaat Setara Kencan yang Bisa Mempererat Hubungan Kalian

Mengutip Men’s Health, para peneliti mengklaim jika melakukan work out bersama ternyata dapat membuat pasangan merasa tertantang. Dua individu tersebut yakin kalau mereka bisa menyelesaikan setiap fase work out dengan baik bersama pasangannya. Hal ini yang membuat ikatan diantara keduanya semakin kuat. Tak hanya berusaha saling memahami secara emosional, work out berguna membangun pemahaman mengenai kemampuan daya tahan tubuh pasangan. Cobalah berlatih angkat beban berdua, latihan semacam ini disinyalir ampuh membangun mood yang baik pada masing-masing individu serta melatih kekompakan ritme kalian berdua saat melakukan tantangan yang sama.

Jalinan Cinta Akan Semakin Terasa Lantaran Sering Latihan Fisik Bersama

Gairah fisik bisa dibangun lewat seringnya intensitas latihan bersama pasangan. Percayalah, aktivitas semacam ini akan membuat denyut nadi, detak jantung, dan sirkulasi pernapasanmu jadi semakin teratur. Kalau fisikmu dan pasangan prima, para pakar mengklaim aktivitas bercinta akan semakin berkualitas. Karenanya, jangan sampai menolak ajakan pasanganmu kalau dia menawarkan untuk melakukan work out bersama.

Khusus Pria, Work Out Bersama Pasangan Akan Menurunkan Risiko Disfungsi Ereksi

Bagaimana bisa? Mungkin sebagian darimu akan bertanya demikian. Faktanya, saat kamu melakukan latihan fisik bersama pasangan, kamu juga sedang berusaha menghilangkan timbunan lemak supaya tidak mengalami obesitas, bukan? Ya, obesitas memang salah satu pemicu disfungsi ereksi pada pria. Sebelum terlambat, maka rajin-rajinlah work out bersama pasangan. Di lain sisi, berlatih fisik bersama pasangan akan meningkatkan rasa percaya diri saat bercinta. Jadi bagaimana? Masih mau menunda-nunda?

Tubuh Jadi Lebih Bugar dan Perasaanmu Jauh Lebih Bahagia Saat Menjalani Hari

Berlatih fisik bersama seseorang yang kamu sayang tentu menyenangkan. Apa lagi kalau kalian berdua bisa kompak saling memberi support dan mendorong satu sama lain dalam menyelesaikan tantangan work out. Sesekali buatlah kompetisi diantara kalian, hal itu akan memacu kamu dan pasangan untuk bisa menyelesaikan work out dengan lebih baik lagi. Selesai work out, manfaatnya juga bukan untuk tubuh saja. Selain tubuh jadi berkali-kali lipat lebih bugar, perasaanmu pun akan jadi lebih bahagia karena bisa melakukan latihan fisik sekaligus quality time bersama pasanganmu.

 

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Mulai Dari 1G Hingga Kini 4G, Kamu Mengalami Era Yang Mana?

Rindu dengan si Dia yang nan jauh di sana tinggal angkat smartphone lalu lakukan video call. Semudah itu memang saat ini memecah rindu. Teknologi memang sudah sedemikian memudahkan.

Tapi toh kemudahan itu tak datang serta merta. Sekian proses teknologi dilalui hingga kita menjejak di era ini. Sebagian kamu bahkan mungkin sempat merasakan era itu. Tentunya worth it untuk menyimak perjalanan teknologi seluler dari waktu ke waktu ini

Bayangkan Hidup Di era 1G, Handphonemu Cuma Bisa Dipakai Telepon Saja

Angkatan pertama atau 1G, santer diperkenalkan sejak 1970-an. Seandainya saja ketika itu Mark Zuckerberg sudah lahir dan menciptakan jejaring facebook, jangan harap kamu bisa update status memakai jaringan ini. Sebab teknologi pada golongan ini masih bekerja dengan memanfaatkan transmisi sinyal analog, yang hanya diperuntukkan pada panggilan telepon saja.

Ukuran ponsel di masa 1G pun memang cukup tergolong besar, jika dibandingkan dengan ponsel masa kini. Misalnya Motorola seri DynaTAC yang cukup populer pada saat itu. Telepon genggam yang dibuat pada kurun 1984-1994 ini, memiliki bobot 794 gram alias lebih dari setengah kilogram.

Di Era 2G Baru Bisa Kirim SMS, Tak Ada Notif Sudah Dibaca Atau Belum

 

Lahir sebagai adik pertama dari layanan teknologi 1G, sang 2G datang untuk menggantikan sinyal analog ke ranah yang lebih maju yakni Digital. Yap, perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio yang digunakan.

Beberapa telepon genggam, yang menggunakan teknologi 2G mulai diperkenalkan pada kurun waktu tahun 1990. Tak hanya suara, ponsel pada era ini, sudah dapat berkirim dan menerima data dalam ukuran kecil.

Maksudnya data di sini adalah pengiriman pesan teks (SMS), pesan bergambar serta pesan multimedia (MMS). Kamu yan kebetulan lahir di Era ‘90-an tentu paham, bagaimana pesan bergambar yang sedang dibicarakan. Sulitnya ketika itu jika berkirim pesan tak ada tanda centang dua bahwa pesan sudah dibaca. Kita hanya bisa mengira-ngira sendiri.

Meski sudah mulai ada data transfer, tapi paket yang terkirim masih sangat kecil. Karena itu kemudian jaringan 2G ini dimodifikasi. Dikenalkanlah istilah 2.5G mengacu pada teknologi dengan sistem General Packet Radio Service (GPRS) yang bisa mencapai 50 kbps.

Tak berhenti disitu, jaringan 2G kembali dikembangkan menjadi 2,75G. Sebuah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps.

Era 3G Mulai Memungkinkan Kamu Berselfie Dan Mengunggah Ke Sosmed

Penerapan standar GPRS pada teknologi komunikasi 2G jadi jembatan yang akhinya, membuka jalan untuk akses data yang lebih cepat. Sebab setelah kelahirannya, pada tahun 1998 muncul lagi rangkaian yang juga dikenal sebagai generasi ketiga atau 3G.

Teknologi ini sekaligus jadi mobile broadband pertama, alias jaringan pita lebar. Sebuah istilah yang menggambarkan akses pengiriman data lebih cepat. Akses yang lebih cepat ini diiringi dengan melesatnya teknologi ponsel.

Pada saat inilah kita mulai mengenal akses dunia lewat smartphone, transfer data audio, grafis hingga video. Dari sini pula kita mengenal streaming video dan video call dengan sesama pengguna 3G. Di era ini pula sosial media mulai merambat naik dan foto selfie mulai bertebaran dimana-mana

Layaknya ketika 2G dahulu, teknologi 3G juga tak diam di tempat. Dikembangkan pula teknologi yang dinamakan 3.5G dan 3.75G. Teknologinya disebut dengan High Speed Packet Access (HSPA) dan HSPA+, yang memiliki kecepatan transfer data meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps.

Era 4G LTE Paling Muda Tapi Paling Revolusioner

Teknologi ini menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah hingga 50 Mbps. Dan kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung teknologi yang digunakan oleh operator yang kamu gunakan.

Inilah masa dimana para content creator memiliki panggung. Semua bisa berkreasi dan menjadi sosok yang diinginkan dengan teknologi semacam ini. Menjangkau orang-orang lain yang lebih luas bisa dilakukan dengan mudah. Mulai dari youtuber, instagram, blogger hingga content creator di berbagai platform bermunculan.

Di Indonesia sendiri munculnya teknologi 4G mengubah banyak hal. Tak hanya dari user tapi juga penyedia layanan mengubah teknologi mereka untuk menyesuaikan dengan kecanggihan dari 4G LTE.

Smartfren jadi yang paling terdepan soal ini. Smartfren telah menyesuaikan layanannya dengan gaya hidup pintar ala 4G. Yup layanan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus meluncurkan kartu yang bisa digunakan di semua HP 4G. Kamu sebagai pengguna bisa memilih jenis handphone mulai dari Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo dan Motorolla untuk menggunakan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus.

Tak cuma soal kecepatan dan pilihan handphone beragam, kartu Smartfren 4G GSM dan Kartu Smartfren 4G GSM+, punya kuota 15GB dari kartu Smartfren 4G GSM dan bonus kuota 13GB dari kartu Smartfren 4G GSM+.

Tetunya bonus itu sangat worth it karena Kamu bisa puas streaming dan melakukan banyak hal yang kamu suka. Apalagi 4G yang satu ini juga terdapat fasilitas gratis chatting setahun. Kamu bisa tengok informasi soal hal tersebut di link berikut ini untuk Smartfren 4G dan yang ini untuk Smartfren 4G Plus.

Tak berhenti di tawaran bonus kuota saja, kamu juga bisa ikutan tantangannya. Ada iPhone X sebagai hadiahnya, caranya gampang banget. Kamu tinggal ambil foto kamu dengan ekspresi kamu yang paling worth it. Download imagenya dan share di sosial media kamu dengan menggunakan hastag #BARUTAHUKAN. Untuk info lengkapnya yuk kunjungi barutahukan.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Jangan Biarkan Hati yang Bimbang Jadi Satu-satunya Alasan untuk Kembali Memanggilnya “Sayang”

Putus cinta bukanlah akhir cerita. Kisahmu bak sebuah buku, ada serangkaian bab selanjutnya yang masih perlu diteruskan. Termasuk bagaimana kamu akan berdamai dengan masa lalu dan segala lika-likunya. Kendati pilu, soal putus cinta tak akan selamanya begitu. Setidaknya percayalah dahulu akan hal itu.

Aku tahu, dirimu yang sekarang sedang berada di persimpangan. Hati kecilmu tak bisa berdusta kalau kamu iri melihat banyak teman-temanmu yang berhasil dalam relasi mereka, tapi tidak denganmu. Kamu mulai memikirkan banyak hal tentang kisah cintamu, mencari sejumlah peluang dan berharap kamu bisa kembali bersamanya. Sampai kapan kamu akan terus begini?

Pertimbangkan Lagi Alasanmu Dulu Mantap Berpisah  Dengannya. Sebab Chemistry Saja Tak Akan Cukup Kuat Jadi Pondasi Jika Kalian Ingin Kembali Bersama

Sepakat untuk berpisah awalnya terasa berat dan menyakitkan. Hal itu tentu tak begitu saja keluar dari mulut kalian. Pastilah ada alasan kuat yang membuat kalian akhirnya menyerah dan tak mampu lagi bertahan pada hubungan yang semula baik-baik saja. Setelahnya, kamu pun melewati fase yang tak kalah berat, yaitu mencoba melanjutkan hidup dan move on dari setiap kegalauan yang muncul. Disaat kamu sudah mulai bisa menata hati, justru dia kembali datang untuk mengajakmu memulai semuanya dari awal.

Tak perlu mengingkari, perasaan itu pasti masih ada untuknya, bahkan kamu tentu masih mengira jika chemistry kalian masih sama kuatnya. Meski begitu, sebaiknya pikirkan dan renungkan kembali keputusanmu untuk kembali padanya. Memilih untuk kembali, berarti kamu harus siap dengan segala konsekuensi. Kamu dan dia bukan hanya sempat retak, tapi sudah berakhir. Kini ketika kamu bimbang dengan tawaran yang diberikannya, sudah siapkah kamu kembali membangun pondasi bersamanya dan memulai semuanya dari awal?

Benarkah Keputusan Ini Berasal Dari Lubuk Hati? Ataukah Ini Sebatas Ego Pribadimu Lantaran Tak Sanggup Melihat Dirimu Kelak Terganti?

Saat kamu merasa mantap untuk kembali bersamanya, apa yang sedang kamu pikirkan? Benarkah keinginan itu memang dari dalam hati? Apakah kamu memang begitu menyayanginya sehingga sulit melepaskannya begitu saja? Sudahkah kamu dan dia saling memaafkan setiap kesalahan fatal yang menjadi alasan perpisahan kalian? Dilain sisi, jangan sampai egomu jauh lebih besar sehingga membuat mata hatimu tertutup. Jangan sampai keinginan untuk kembali bersama hanya karena kamu tak sanggup melihat keberadaanmu kelak terganti dengan yang baru.

Simpan Harapanmu Tentang Keajaiban, Kembali Menjalin Relasi dengannya Tak Serta Merta Menyelesaikan Permasalahan

Menanti keajaiban itu memang tak salah. Meski kamu meyakini tiada yang mustahil di dunia ini, setidaknya belajarlah realistis. Ketika kamu dan dia didera masalah besar yang terkesan fatal sehingga membuatmu harus menyudahi hubungan dengannya, bukan berarti memilih kembali bersamanya justru akan menyelesaikan masalah di masa lalu. Tidak semudah itu. Menjalin relasi dengan orang yang sama tak seindah lagu-lagu romansa. Bahkan Raisa yang sempat mencoba kembali pada Keenan pun tak berhasil dengan hubungan “Kali Kedua” mereka.

Sejauh Mana Kamu Sudah Mencoba Tanggalkan Rasa Sayang yang Masih Tertinggal?

Sudah sejauh mana usahamu untuk melepaskannya? Kalau kamu belum melakukan apa-apa, jelas saja kamu masih berkeinginan kuat untuk tetap bersamanya. Meski menurutmu dia yang terbaik untukmu, tapi hubunganmu dengannya sudah berakhir. Bukankah kamu lebih baik mencoba menanggalkan dahulu rasa sayang yang masih tertinggal? Sakit dan sulit memang, tapi sesudahnya bisa jadi kamu akan jauh lebih lega dibanding terus-terusan bimbang pada orang yang sama.

Pikirkan Juga Tentang Restu Orang-orang Terdekatmu, Akankah Mereka Bisa Sepenuh Hati Menerima Keputusanmu?

Meski kamu mengatakan ini adalah kisahmu, kamu tak bisa membohongi kenyataan bahwa dibalik cerita cintamu pasti ada keterlibatan orang-orang terdekatmu. Entah sahabat, orangtua, bahkan teman-teman mantanmu. Ketika kamu ada masalah dengan pacar yang kini jadi mantanmu, bukankah mereka adalah orang-orang yang kamu temui untuk membagi keluh kesahmu? Lantas, ketika kamu mau balikan dengannya, apakah kamu yakin orang-orang itu akan memberi restu?

Percayalah, restu dari orang-orang yang menyayangimu sangatlah berguna. Memulai kembali hubungan dengan dia yang membuatmu bimbang tanpa dukungan teman-teman sangatlah tak menyenangkan. Kamu akan merasa kesepian nantinya. Meski mungkin dia berjanji untuk tetap berada di sampingmu, bersikaplah realistis, kamu pasti akan merasa kehilangan teman-temanmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Trik Jitu Agar Si Laki-laki Cuek Menjadi Rindu

Saat masih PDKT, cueknya jelas membuat penasaran. Tapi kalau sudah pacaran masih saja cuek, tentu membuat kita kesal. Kamu yang punya pacar cuek tentu paham, bagaimana rasanya menahan perasaan ketika semua pancinganmu tak dipandang. Padahal sudah jelas-jelas tahu, sinyal yang kita berikan adalah isyarat rindu. Bukannya paham, ia lebih sering pergi dan tak memperdulikan.

Nampaknya posisi ini memang jadi tempat yang cukup menguji nyali, bahkan sering membuat kita berniat untuk mengakhiri hubungan. Bukan apa-apa, berpacaran atau tidak, kadang kala sama sama. Sebab ia pun tak peka!

Demi membalas perbuatan yang sama, kali ini kami akan membantumu membalas dendam dengan hasil yang akan baik untuk kalian berdua. Imbasnya? Bisa jadi ia tak cuek lagi!

Keasyikan Bekerja Kadang Membuatnya Lupa Memberi Kabar, Tapi Kamu Tak Perlu Mencecarnya dengan Segudang Pertanyaan

“Kok nggak ngabari?”

Jadi pertanyaan pada diri sendiri, yang sebenarnya ingin ditujukan pada sang pacar. Tapi terhitung dari sekarang, baiknya kamu tak lagi berpikir demikian. Jika kamu sudah tahu, bahwa sang pacar sedang sibuk bekerja. Kenapa masih melontarkan pertanyaan yang membuatmu resah?

Pun nanti, jika ia sudah memberi kabar tak perlu memberondongnya dengan puluhan pertanyaan. Sebaliknya, kita bisa memilih bertanya hal lain yang tadi ia kerjakan. Ciptakan obrolan yang akan memberi kesan, bahwa tak ada masalah berat meski tak memberi kabar seharian.

Berniat Membuatnya Merasakan Hal yang Sama, Cobalah Bersikap Seperti Dirinya

Coba bayangkan dulu, jika ternyata pasanganmu adalah sosok yang juga selalu ingin diperhatikan. Apa-apa harus laporan, mau bepergian harus berkabar, tentu repot kan? Maka si cuek yang katamu kadang menyebalkan ini, justru merupakan sosok yang membuatmu lebih leluasa lagi. Memberimu ruang gerak untuk melakoni banyak hal.

Sama-sama punya kesibukan, hingga serupa tak memberi kabar. Kadang membuat kalian merasakan hal yang sama pula. Merasa ada sesuatu yang kurang dari biasanya. Apa lagi jika ternyata waktu luangmu berbeda dengannya. Ketika ia sedang bersantai kamu masih sibuk bekerja, begitu pula sebaliknya. Sama-sama rindu, hingga membuat kamu dan dia ingin segera bertemu.

Hal yang Terjadi Diluar Janji, Tak Perlu Kamu Kutuki

Janji yang sudah lama dibuat, tiba-tiba harus buyar karena sesuatu yang diluar perkiraan. Diri ini tentu kesal, kecewa, bahkan marah. Selagi alasan yang ia sampaikan masih masuk akal, kamu tak perlu meluapkan amarahmu terang-terangan.

Belajarlah untuk lebih dewasa, memahami segala sesuatu dengan bijaksana. Karena kadang kala, ada beberapa hal yang memang tiba-tiba merusak situasi. Tanpa terikut pada kecewa, turunkan emosi, dan cobalah mengerti.

Tunjukkan padanya bahwa, meski sudah ingkar janji, perempuan ini tak merasa dirinya sedang dikibuli. Semua akan tetap terkendali, termasuk suasana hati.

Demi Mengingatkan Dirinya, Sesekali Cobalah Minta Ia Untuk Menemanimu Melakoni Suatu Hal

“Boleh temani aku besok ke bengkel?”

Ajakan yang terdengar seperti tawaran ini, kadang kala jadi pengingat yang membuat ia kembali dekat. Ia tentu sadar, sebagai sepasang kekasih kita wajib untuk saling melengkapi. Membantumu disisi lemahmu, dan saling menguatkan pada situasi buruk.

Tak harus terus-menerus, cukup sesekali saja. Ini akan membuatnya sadar bahwa ada tugas lain sebagai pacar, yakni memahamimu.

Namun meski demikian kamu sendiri juga harus mandiri, semua hal yang dibutuhkan tak seharusnya digantungkan hanya pada ia seorang. Jajaki apa yang memang kamu lakukan, karena ia pun tentu punya kesibukan.

Lakoni Semua Hal dengan Wajar, Begitu Pula Dengan Sikap Dan Perhatianmu Padanya

Jangan terlalu menunjukkan perbedaan yang kontras. Apa lagi saat ada pertentangan, ini jelas akan membuatmu dinilai buruk. Hindari pula untuk berpura-pura baik di hadapannya, namun malah menggerutu dibelakangnya.

Momen ini memang jadi babak penguji, bagaimana kamu akan besikap disegala situasi. Bersikaplah sewajarnya, tanpa terlihat sedang berusaha menarik perhatiannya. Sikapmu tersebut akan membuat ia merasa bahwa meski tak selalu bersama kamu masih bisa menjalani hari seperti biasa.

Tak Perlu Terus-menerus Menunggu, Jika Memang Rindu Ajak Ia Bertemu

Ingatlah sesuatu, bahwa ia itu pacarmu. Jika memang dirasa butuh dan rindu, cukup sampaikan padanya bahwa kamu ingin bertemu. Walau ia sedang sibuk-sibuknya, tentu ada satu waktu yang bisa dikosongkan untuk pertemuan kalian. Tak harus lama, tapi pastikan jika waktu yang akan dilalui berjalan penuh makna.

Keinginan bertemu yang kita sampaikan lebih dulu, jadi sesuatu yang akan membuat ia rindu. Perlahan ia pun sadar bahwa perempuan yang menjadi kekasihnya itu, telah berhasil balas dendam dengan membuatnya juga merasakan rindu.

Sebab Selama Cueknya Dipicu Hal-hal Positif, Tentu Tak Seharusnya Jadi Masalah

Ini memang akan terdengar sedikit berat, karena meski mulut bisa berkata tidak apa-apa. Hati tentu meringis, berharap ia bisa memahami kita tanpa harus diminta. Tapi cobalah pikirkan lagi, kegiatan apa yang sudah merebut perhatiannya. Jika ternyata itu adalah sesuatu yang bersifat positif tentu bukanlah masalah.

Bersikaplah biasa seperti ia juga. Tanpa perlu merengek-rengek meminta dia berubah, barangkali begitulah memang dirinya. Toh tak bisa menunjukkan rasa setiap waktu, bukan berarti ia tak menyayangimu bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Saat Tidur Perbanyaklah Memeluk Guling Karena Efeknya Baik untuk Tubuhmu

Apakah kamu adalah tipe orang yang suka menggunakan ataupun memeluk guling saat tidur? Jika iya, maka kamu telah melakukan kebiasaan yang bagus loh. Memang, memeluk guling saat tertidur terlihat sangat biasa. Bahkan, beberapa orang mengejek seseorang yang memiliki kebiasaan tidur dengan memeluk bantal guling.

Namun, dibalik semua itu, sebenarnya ada banyak manfaat dibalik kebiasaan yang satu ini. Malah beberapa manfaat tersebut dinilai baik untuk kesehatan kita. Jadi, inilah 5 manfaat baik dari kebiasaan tidur sambil memeluk guling.

Guling Bisa Digunakan Sebagai Alat Ortopedi Sederhana

Saat otot di punggungmu terasa tegang, cobalah jadikan guling sebagai alas kemudian rebahkan tubuhmu di atasnya. Cukup rebahan beberapa saat hingga tubuhmu merasa rileks kembali. Kamu perlu tahu, guling sejatinya tergolong alat ortopedi lantaran bisa membantu kita agar tidak mengalami keseleo atau sakit apa pun pada tubuh ketika sedang tidur. Karenanya, memeluk guling selain memberi rasa nyaman, juga membawa manfaat baik untuk kesehatan.

Untuk Anak-anak, Guling Lebih Aman dibanding Bantal Kepala

Tekstur guling yang lebih kaku daripada bantal membuat anak-anak lebih disarankan menggunakan guling ketika tidur. Risiko bahayanya jauh lebih rendah, termasuk menghalau risiko cedera pernapasan ketika anak-anak tidur. Karenanya, untukmu yang sekarang jadi orangtua muda, tak ada salahnya membiasakan si kecil untuk tidur beralaskan guling.

Memeluk Guling Akan Membuat Jiwamu Tenang sehingga Pikiran Akan Jauh Lebih Rileks Ketika Bangun Keesokan Harinya

Sebuah penelitian menunjukkan, tidur sembari memeluk guling dapat meringankan ketegangan otot yang telah terakumulasi selama beraktivitas. Baik ketegangan di sekitar leher maupun di area punggung. Di samping itu, guling juga baik bagi ibu hamil lantaran bisa membuat rileks saat tubuh merasa pegal-pegal saat hamil. Orang yang tidur dengan memeluk guling pun disinyalir lebih memiliki tidur yang berkualitas dibanding mereka yang tidur hanya beralaskan bantal kepala saja.

Sirkulasi Darah Akan Jauh Lebih Lancar Bila Kamu Terbiasa Tidur Memeluk Guling

Faktanya, tidur ditemani guling dan memeluknya sepanjang malam dapat membantu tubuhmu jadi lebih sehat. Saat kamu memeluk guling, kakimu akan terangkat sehingga membantu peredaran darah ke jantung jadi lebih lancar. Dalam hal ini, jantung tak perlu lagi bekerja keras memompa darah ketika kamu tidur. Karenanya, jangan tinggalkan kebiasaan baik ini ya!

Bahkan Jika Kamu Merasa Postur Tubuhmu Kurang Baik, Dapat Diperbaiki dengan Terbiasa Tidur Memeluk Guling

Ya, tidur sembari memeluk guling dan menghadap ke satu sisi ternyata bisa membantu meluruskan bagian tulang belakang. Guling berperan mendorong postur tubuh dengan baik seperti menjaga agar punggung tetap lurus dan tegak. Mumpung masih muda, kapan lagi kamu bisa memperbaiki postur tubuh dengan kebiasaan yang sederhana?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top