Feature

Wanita Suka Lapar Mata saat Belanja, Atasi Dengan Tips Ini Agar Kamu Tak Kebablasan

Belanja itu menyenangkan hati. Untuk sebagian orang, aktivitas ini bahkan jadi cara ampuh menghilangkan suntuk dan stres. Sementara sebagian lainnya, menganggap belanja sebagai sebuah cara memuaskan diri sendiri setelah sebulan bekerja. Apa lagi kalau budget untuk belanja selalu tersedia setiap bulannya, belanja tentu jadi hal wajib yang tak boleh dilewatkan.

Disamping itu, jika pada mulanya kegiatan belanja identik dengan wanita, kini stereotipe itu mulai bergeser. Kamu bisa buktikan sendiri, di mall-mall besar, baik pria maupun wanita terlihat enjoy memilih barang, pakaian, hingga sepatu incaran mereka.

Masalahnya, sebagian orang masih susah mengontrol nafsu belanja. Alih-alih berhemat, yang terjadi malah sering overbudget. Penyebabnya satu, lapar mata! Karenanya, penting sekali untuk belanja cerdas. Kamu harus jago mengendalikan pemasukan dan pengeluaran dengan baik sekaligus bisa memenuhi kebutuhan. Apa lagi boros itu tak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga berdampak pada orang-orang di sekitarmu. Untukmu yang punya kebiasaan seperti ini, kamu harus punya cara mengatasinya agar tak semakin kebablasan.

Membuat Daftar Belanja Ternyata Sangat Membantu, Apalagi Untukmu yang Mudah Sekali Merogoh Saku

Jika kamu belum terbiasa membuat daftar belanja, berarti kamu perlu mencobanya. Hal ini akan membantumu mengelola anggaran belanja jadi lebih detail bahkan bisa meminimalisir pengeluaran. Apa lagi untukmu yang sadar betul kalau kamu mudah lapar mata, trik semacam ini dapat melatih kedisiplinanmu dalam mengontrol uang.

Pada awal bulan atau H-7 sebelum gajian, coba kamu tulis apa saja yang perlu dibeli. Setelahnya, tinggal kamu anggarkan uang gajimu untuk membeli keperluanmu itu. Kalau kamu sudah bisa mematuhi prinsip pribadimu ini, maka ancaman overbudget pun tak akan menghantuimu.

Miliki Jadwal Belanja yang Rutin Supaya Tahu Mana yang Memang Butuh dan Mana yang Sebatas Ingin

Belajarlah untuk tidak menjadikan keinginan sebagai prioritas. Sebab kamu perlu mendahulukan kebutuhan yang nyatanya memang diperlukan. Kalau hanya untuk memenuhi segala keinginan, yang ada kamu jadi sering boros dalam mengeluarkan uang. Belum lagi kalau punya teman yang sering mengajak hang out, pengeluaran untuk aktivitas ini pun harus disiapkan juga. Agar seimbang, mungkin kamu bisa mengakalinya dengan membuat jadwal belanja yang rutin.

Kata Siapa Window Shopping Itu Buang-buang Waktu, Manfaatkan Kesempatan Keliling Mall Kalau Memang Dirasa Perlu

Tujuan window shopping salah satunya untuk membandingkan harga dari satu toko ke toko lainnya. Apa lagi biasanya harga yang ditawarkan oleh masing-masing toko memang selalu berbeda walaupun barangnya sama. Jadi, bijaklah dalam berbelanja. Tidak asal memilih barang hanya karena barang itu terlihat lucu dan menarikmu untuk membeli. Lagi pula kalau kamu terbiasa membandingkan harga, kamu akan tahu banyak hal mengenai suatu produk yang jadi keperluanmu.

Hati-hati dengan Kartu Kredit, Karena Sewaktu-waktu Kalau Tagihanmu Membengkak Justru Bisa Membuatmu Terlilit

Untukmu yang terbiasa menggunakan kartu kredit, penguasaan diri agar tidak lapar mata harus jauh lebih besar. Perlu kamu ingat lagi, fungsi kartu kredit adalah demi memberikan rasa aman dengan tak perlu membawa uang tunai dalam jumlah yang banyak, bukan sebagai alat yang memudahkanmu  untuk berhutang. Jadi, kalau kamu saat ini mungkin belum menggunakan kartu kredit, pertimbangkanlah terlebih dahulu manfaat serta dampak yang akan muncul nantinya.

Pisahkan Sendiri Rekening untuk Belanja dengan Rekening untuk Keperluan Lainnya

Cara ini mungkin belum banyak diterapkan. Tapi tak ada salahnya mencoba. Kamu cukup membuat satu rekening terpisah yang khusus dialokasikan untuk belanja. Sehingga pengeluaran untuk operasional bulanan tak perlu diutak-atik lagi. Manfaatnya, kamu pun jadi punya saldo khusus setiap bulan yang memang ditujukan untuk belanja. Menarik bukan?

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Berhemat Bisa Dilakukan Secara Menyenangkan

Sebetulnya kenapa sih kita harus melakukan penghematan? Kenapa kita harus menabung? Toh kita selama ini mampu membayar kebutuhan kita, kenapa pulak kita harus repot menyisihkan penghasilan untuk menabung?

Meski tidak selalu eksplisit mungkin pertanyaan macam itu kerap muncul di benakmu. Apalagi sedari kecil kita memang ditanamkan untuk tidak boros. Tapi sayangnya kita memang tak pernah diajarkan alasan kenapa kita harus berhemat dan menabung.

Dalam hal menabung, hal paling penting yang harus kamu ingat adalah kondisimu tidak akan selalu sama seperti sekarang ini. Kamu tidak selalu bisa seproduktif seperti saat ini.

Coba bayangkan saja kalau kamu sakit, tentunya kamu tidak akan bisa bekerja seperti biasanya. Atau nanti ketika tua kamu juga sudah tak lagi bisa menghasilkan seperti ketika muda. Pada saat itulah kita akan menuai hasil penghematan yang kita lakukan saat ini.

Lagi pula, bicara soal hemat itu jangan langsung mengasosiasikan dengan hidup susah dan tak menyenangkan. Kita bisa kok, melakukan penghematan dengan cara yang mengasyikkan.

Berhemat Itu Di depan Bukan Belakangan Karena Terpaksa Tak Punya Uang

Ini kekeliruan utama yang sering kita lakukan. Penghematan dan menabung itu dilakukan belakangan ketika duit hanya tinggal sisa remah-remah akhir bulan. Pada saat itu tentunya berhemat jadi tak menyenangkan karena terasa seperti keharusan karena kehabisan uang. Ditambah lagi cara ini sering kali gagal.

Karena itu cobalah untuk melakukan penghematan itu di depan. Rencanakan semua pengeluaran itu sebelum bulan berjalan. Jadi yang kita lakukan adalah mengatur pemasukan dan pengeluaran, bukan melakukan pengetatan ikat pinggang karena kekurangan uang. Tentukan dulu sedari awal prosentase uang yang ingin kita hemat setiap bulannya.

Irit Itu Tak Perlu Rumit, Menabunglah Menggunakan Rumus 80-20!

Seorang pemikir manajemen bisnis bernama Joseph M. Juran memperkenalkan konsep menabung 80-20. Konsepnya dari rumus ini sangat sederhana. Kamu hanya perlu menabung sebesar 20% dari pendapatan bersih yang telah kamu peroleh. Kemudian gunakan sisanya untuk dibelanjakan. Sebesar 50% dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sedangkan 30% sisanya dipakai untuk membeli apa yang kita inginkan.

Sertakan Impianmu Dalam Rencana Penghematan, Karena Menabung Dengan Tujuan Itu Jauh Lebih Mudah

Tak perlu menabung dengan jumlah sangat besar dengan tujuan yang tak jelas. Sikap “yang penting punya tabungan” biasanya sumber dari kegagalan menabung. Karena kita tak akan punya motivasi jelas kenapa harus berhemat.

Karena itu cobalah untuk menetapkan terlebih dahulu tujuanmu. Misalnya, berhemat karena ingin mengganti smartphone terbaru dengan harga tertentu, ingin membeli sepatu merk tertentu yang harganya tak murah, ingin menabung untuk penghasilan di hari tua, berhemat untuk dana darurat ketika sakit, dan tujuan spesifik lainnya.

Dengan membagi tujuanmu secara rinci manajemen keuanganmu juga akan lebih baik. Dan kamu akan punya banyak pos keuangan yang tidak saling tumpang tindih.

Jangan Salah ya, Barang Yang Keren Tak Selalu Idientik Dengan Boros

Kamu keliru kalau berpikir barang-barang yang hemat itu tak bagus. Dan sebaliknya barang-barang yang keren itu harus boros. Coba ambil contoh misalnya lampu LED yang hemat energi. Bentuk dan nyala lampunya jauh lebih baik dari lampu biasa. Pendingin ruangan juga punya karakteristik yang sama. AC dengan teknologi low watt punya bentuk yang lebih langsing dan jauh lebih bisa disesuaikan dengan tampilan interior rumah.

Kendaraan Yang Hemat Pun Bisa Juga Tampil Keren Loh

Sementara untuk kendaraan kamu bisa menengok Suzuki Nex. Motor satu ini memegang rekor MURI untuk kategori motor matic paling irit. Ketika pemecahan rekor mampu mencapai 109,8Km/L. Hal ini dimungkinkan karena Suzuki Nex dibekali mesin 113cc dengan teknologi SUPER FI (Suzuki Performance Fuel Injection) dan mesin berkonsep LeaP (Light, Efficient and Powerful) yang telah terbukti menghasilkan tenaga besar secara presisi dan minim gesekan sehingga mampu mengoptimalkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Tapi meski lekat dengan irit dan hemat bukan berarti Nex akan membuat kita jadi tampil seadanya. Karena Suzuki menawarkan rasa elegan dan mewah pada skutik yang dibandrol Rp12.950.000 ini. Pilihan warna misalnya disediakan Mat Titanium Silver, Titanium Silver, dan Matt Black. Warna-warna yang masuk kategori berkelas.

Desainnya sendiri juga berkelas dengan lampu depan model V dengan bodi keseluruhan yang ramping. Nah, terkait dengan dimensi, pada Suzuki Nex ini memiliki ukuran dimensi dengan panjang 1850 mm, lebarnya 665 mm, dan tinggi 1035 mm serta memiliki berat hingga 90 Kg saja. Suzuki pun juga melengkapi Suzuki Nex ini dengan velg roda berpalang tiga dengan rem cakram di depan. Sebuah tampilan yang tentunya elegan sekaligus sporty.

Jadi kamu siap berhemat dengan cara yang menyenangkan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Menunda Bisa Jadi Masalah Kalau Kamu Terbiasa Melakukannya

Ada dua hal yang paling sulit dilakukan saat bekerja yaitu memulai pekerjaan dan menjaga fokus hingga tugasmu selesai. Sulit menjaga fokus biasanya membuat seseorang jadi cenderung suka menunda pekerjaan. Padahal produktivitas ketika  bekerja itu penting. Bayangkan kalau kamu terlalu sering menunda, bisa-bisa kamu dianggap jadi pekerja yang tak disiplin.

Coba ingat-ingat lagi, apakah kamu termasuk orang yang suka menunda-nunda pekerjaan? Bahkan merasa kebiasaan tersebut sudah begitu melekat dalam diri sehingga sulit hilang? Ternyata anggapanmu itu salah. Masih ada kiat-kiat khusus yang bisa kamu pertimbangkan demi terciptanya kontinuitas yang baik saat bekerja.

Bekerjalah dengan Memasang Prioritas dan Produktivitas, Dengan Demikian Kamu Tahu Kalau Saat Bekerja Bukan Waktunya Merasa Bebas

Kebiasaan menunda pekerjaan itu biasanya disebabkan karena seseorang tak memasang tujuan yang jelas dari aktivitasnya selaama bekerja. Sejak awal hari, biasanya orang yang seperti ini tak memasang target untuk hal yang akan dikerjakannya pada hari itu. Padahal, punya tujuan dalam pekerjaan sehari-hari itu penting. Kalau kamu punya tujuan yang jelas, maka kamu akan tahu pekerjaan apa yang perlu jadi prioritas dan perlu diselesaikan pada hari itu.

Kalau kamu sudah punya prioritas, biasanya hal itu akan memotivasi kamu agar lebih produktif. Kamu bisa memulainya dengan mengurai pekerjaan dari yang paling sulit atau paling penting. Baru selesaikan pekerjaan lainnya. Dengan cara ini, maka kamu akan punya motivasi untuk menyelesaikan tugas.

Mengosongkan Pikiran dari Informasi yang Terlalu Banyak Itu Juga Perlu. Lebih Baik Fokus Dulu Pada Pekerjaan yang Ada Di Meja Kerjamu

Ketika kamu mulai duduk di depan meja kerja dan langsung membuka tab email, Twitter, Facebook, serta website lainnya di laptop atau komputermu sebenarnya secara tak langsung kamu sedang memaksa otakmu untuk menerima setiap gempuran informasi yang datang. Hal itu justru membuat kamu kebingungan memilih informasi mana dulu yang harus dicerna.

Kalau kamu justru sibuk dengan hal-hal yang yang sifatnya hiburan saja, lantas kapan pekerjaanmu akan tuntas? Kecuali memang kamu bekerja mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan media sosial atau semacamnya, sah-sah saja kalau kamu harus membuka banyak tab di komputer. Nah untukmu yang lebih memilih menghindari gempuran informasi, cobalah pilah hal-hal yang sebaiknya kamu cari dan abaikan hal-hal yang tak perlu kamu pikirkan saat itu. Dengan cara ini, prioritasmu akan tetap terjaga.

Berjuanglah Menghindari Distraksi Sekuat yang Kamu Bisa, Lambat Laun Maka Kamu Jadi Terbiasa

Cari tahu apa saja yang rentan membuat konsentrasimu terganggu. Bisa ponsel, media sosial, atau mungkin mengobrol bersama rekan kerja. Kalau kamu sudah tahu hal-hal yang bisa menyebabkan distraksi, maka giliran kamu cari tahu caranya menghindari hal-hal tersebut. Sepanjang proses menyelesaikan pekerjaan, disinilah perjuanganmu demi mempertahankan fokus. Jangan bilang tidak bisa, selagi kamu konsisten mencobanya, maka kamu akan terbiasa untuk menghindari distraksi tersebut.

Cobalah Bekerja dengan Ritme Kerja yang Kamu Suka

Menemukan ritme kerja itu juga jadi perjuanganmu. Seringkali orang merasa jenuh dengan pekerjaannya karena mereka merasa tak menemukan ritme kerja yang sesuai dengan dirinya. Mulai sekarang, cobalah menemukan ritme kerja yang paling tepat dan sesuai denganmu. Kira-kira kapan waktu yang paling produktif bagimu untuk berpikir dan bekerja? Manfaatkan waktu tersebut untuk menuntaskan segala kewajiban. Jika sudah menemukan ritme kerja yang sesuai, maka kamu akan lebih mudah memilih waktu dan kesempatan yang memang paling cocok untuk produktivitasmu.

Paksa Diri Untuk Mulai Disiplin, Perlahan Tapi Pasti Kamu Pun Akan Jadi Lebih Rajin

Proses paling sulit ketika diberi pekerjaan sejatinya ketika kita sedang ingin memulainya. Rasa malas bisa datang tiba-tiba, belum lagi rasa lelah yang membuat kita jadi mudah kompromi untuk segala tanggung jawab yang harusnya kita selesaikan pada hari itu. Tapi diantara pilihan untuk menjadi malas, kamu harus bisa mengatasi semua itu. Mulailah disiplin dan berlatih jadi seseorang yang rajin dan sadar dengan tanggung jawabnya di atas meja kerja. Dengan demikian, tak akan ada lagi alasan untuk menunda-nunda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Sponsored Content

Karena Berhemat Bisa Dilakukan Secara Menyenangkan

Sebetulnya kenapa sih kita harus melakukan penghematan? Kenapa kita harus menabung? Toh kita selama ini mampu membayar kebutuhan kita, kenapa pulak kita harus repot menyisihkan penghasilan untuk menabung?

Meski tidak selalu eksplisit mungkin pertanyaan macam itu kerap muncul di benakmu. Apalagi sedari kecil kita memang ditanamkan untuk tidak boros. Tapi sayangnya kita memang tak pernah diajarkan alasan kenapa kita harus berhemat dan menabung.

Dalam hal menabung, hal paling penting yang harus kamu ingat adalah kondisimu tidak akan selalu sama seperti sekarang ini. Kamu tidak selalu bisa seproduktif seperti saat ini.

Coba bayangkan saja kalau kamu sakit, tentunya kamu tidak akan bisa bekerja seperti biasanya. Atau nanti ketika tua kamu juga sudah tak lagi bisa menghasilkan seperti ketika muda. Pada saat itulah kita akan menuai hasil penghematan yang kita lakukan saat ini.

Lagi pula, bicara soal hemat itu jangan langsung mengasosiasikan dengan hidup susah dan tak menyenangkan. Kita bisa kok, melakukan penghematan dengan cara yang mengasyikkan.

Berhemat Itu Di depan Bukan Belakangan Karena Terpaksa Tak Punya Uang

Ini kekeliruan utama yang sering kita lakukan. Penghematan dan menabung itu dilakukan belakangan ketika duit hanya tinggal sisa remah-remah akhir bulan. Pada saat itu tentunya berhemat jadi tak menyenangkan karena terasa seperti keharusan karena kehabisan uang. Ditambah lagi cara ini sering kali gagal.

Karena itu cobalah untuk melakukan penghematan itu di depan. Rencanakan semua pengeluaran itu sebelum bulan berjalan. Jadi yang kita lakukan adalah mengatur pemasukan dan pengeluaran, bukan melakukan pengetatan ikat pinggang karena kekurangan uang. Tentukan dulu sedari awal prosentase uang yang ingin kita hemat setiap bulannya.

Irit Itu Tak Perlu Rumit, Menabunglah Menggunakan Rumus 80-20!

Seorang pemikir manajemen bisnis bernama Joseph M. Juran memperkenalkan konsep menabung 80-20. Konsepnya dari rumus ini sangat sederhana. Kamu hanya perlu menabung sebesar 20% dari pendapatan bersih yang telah kamu peroleh. Kemudian gunakan sisanya untuk dibelanjakan. Sebesar 50% dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sedangkan 30% sisanya dipakai untuk membeli apa yang kita inginkan.

Sertakan Impianmu Dalam Rencana Penghematan, Karena Menabung Dengan Tujuan Itu Jauh Lebih Mudah

Tak perlu menabung dengan jumlah sangat besar dengan tujuan yang tak jelas. Sikap “yang penting punya tabungan” biasanya sumber dari kegagalan menabung. Karena kita tak akan punya motivasi jelas kenapa harus berhemat.

Karena itu cobalah untuk menetapkan terlebih dahulu tujuanmu. Misalnya, berhemat karena ingin mengganti smartphone terbaru dengan harga tertentu, ingin membeli sepatu merk tertentu yang harganya tak murah, ingin menabung untuk penghasilan di hari tua, berhemat untuk dana darurat ketika sakit, dan tujuan spesifik lainnya.

Dengan membagi tujuanmu secara rinci manajemen keuanganmu juga akan lebih baik. Dan kamu akan punya banyak pos keuangan yang tidak saling tumpang tindih.

Jangan Salah ya, Barang Yang Keren Tak Selalu Idientik Dengan Boros

Kamu keliru kalau berpikir barang-barang yang hemat itu tak bagus. Dan sebaliknya barang-barang yang keren itu harus boros. Coba ambil contoh misalnya lampu LED yang hemat energi. Bentuk dan nyala lampunya jauh lebih baik dari lampu biasa. Pendingin ruangan juga punya karakteristik yang sama. AC dengan teknologi low watt punya bentuk yang lebih langsing dan jauh lebih bisa disesuaikan dengan tampilan interior rumah.

Kendaraan Yang Hemat Pun Bisa Juga Tampil Keren Loh

Sementara untuk kendaraan kamu bisa menengok Suzuki Nex. Motor satu ini memegang rekor MURI untuk kategori motor matic paling irit. Ketika pemecahan rekor mampu mencapai 109,8Km/L. Hal ini dimungkinkan karena Suzuki Nex dibekali mesin 113cc dengan teknologi SUPER FI (Suzuki Performance Fuel Injection) dan mesin berkonsep LeaP (Light, Efficient and Powerful) yang telah terbukti menghasilkan tenaga besar secara presisi dan minim gesekan sehingga mampu mengoptimalkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Tapi meski lekat dengan irit dan hemat bukan berarti Nex akan membuat kita jadi tampil seadanya. Karena Suzuki menawarkan rasa elegan dan mewah pada skutik yang dibandrol Rp12.950.000 ini. Pilihan warna misalnya disediakan Mat Titanium Silver, Titanium Silver, dan Matt Black. Warna-warna yang masuk kategori berkelas.

Desainnya sendiri juga berkelas dengan lampu depan model V dengan bodi keseluruhan yang ramping. Nah, terkait dengan dimensi, pada Suzuki Nex ini memiliki ukuran dimensi dengan panjang 1850 mm, lebarnya 665 mm, dan tinggi 1035 mm serta memiliki berat hingga 90 Kg saja. Suzuki pun juga melengkapi Suzuki Nex ini dengan velg roda berpalang tiga dengan rem cakram di depan. Sebuah tampilan yang tentunya elegan sekaligus sporty.

Jadi kamu siap berhemat dengan cara yang menyenangkan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Suntuk dengan Suasana Kerja Itu Pasti Terjadi, Lima Hal Ini Bisa Buat Mood Positif Kamu Balik Lagi

Ada masanya titik jenuh datang menyapa. Tiba-tiba saja badanmu seperti disergap rasa malas untuk melakukan rutinitas yang sejatinya sudah kamu lakoni setiap hari. Faktornya bisa dari mana saja, mungkin kamu merasa jenuh dengan suasana kantor sehingga butuh refreshing sejenak. Atau bisa juga karena letih yang menumpuk tapi kamu masih harus dikejar target dari kantor.

Biasanya, kalau jenuh melanda, kamu pun jadi susah ceria. Bawaannya hanya ingin cemberut dan diam saja. Seakan-akan mood positif benar-benar sudah sirna. Padahal sejatinya mood positif itu bisa dengan mudah dipertahankan setiap harinya, bahkan lewat hal-hal sederhana yang tak perlu menyulitkan fisik.

Luangkan Waktu untuk Diam Sejenak dan Berkontemplasi, Cara Ini Ampuh untuk Mengusir Bosan dan Melihat Kembali Hal-hal yang Patut Disyukuri

Jam-jam genting ketika bekerja itu biasanya pada siang hari. Usai makan, bukannya jadi produktif, tubuh malah jadi rentan mengantuk. Atau bisa juga karena sudah duduk berjam-jam, tubuh jadi malah mudah lelah. Ada baiknya kalau sudah begini, kamu sediakan waktu selama 15-30 menit untuk berdiam diri sejenak dan menenangkan pikiran. Kesampingkan dulu pekerjaan dan notifikasi ponsel. Kamu bisa memikirkan kembali hal-hal apa saja yang patut disyukuri hari ini. Lambat laun, mood positif yang semula menurun jadi kembali baik.

Pastikan Kamu Punya Satu Pencapaian Setiap Harinya Agar Bisa Pulang dengan Ceria

Rasanya lelah sekali jika harus pulang ke rumah tapi kamu masih punya pekerjaan yang belum selesai pada hari itu. Entah apa penyebabnya, sampai rumah, kamu pun jadi suntuk dan pikiranmu jadi tak tenang. Untuk mengatasinya, setidaknya kamu harus mulai disiplin untuk meluangkan sedikit waktumu untuk mencatat apa saja yang harus kamu lakukan dan capai di hari itu. Ya, semacam daftar pencapaian kecil-kecilan yang bisa membantumu memantau progres harianmu. Hal ini akan membantumu memanfaatkan waktu sebaik mungkin sekaligus melatih kedisiplinan diri.

Sempatkan Diri Berolahraga Agar Stamina Tubuh Tetap Terjaga

Mungkin belum banyak yang tahu kalau dengan berolahraga dapat membantu meningkatkan mood secara signifikan. Saat berolahraga, tubuh mengeluarkan zat neurokimia yang dapat memperbaiki suasana hati dan membuat kita merasa lebih baik. Imbasnya, tubuh dan pikiran yang semula terasa tegang jadi lebih rileks. Tapi yang paling penting, tubuhmu pun jadi lebih bugar dari sebelumnya.

Jangan Sungkan Menyapa Rekan Kerja, Bukankah Menyenangkan Menciptakan Suasana yang Bahagia

Menyapa dan tersenyum kepada rekan kerja yang ada di sekelilingmu itu bukanlah sesuatu yang sulit bukan? Sebuah senyum kecil biasanya akan membawa pengaruh besar bagi suasana hatimu. Bahkan lebih besar lagi pengaruhnya bagi orang-orang di sekitarmu. Disamping itu, kamu perlu tahu, kamu yang bisa tersenyum saat menghadapi situasi yang tak menyenangkan berarti kamu punya mental yang cukup kuat untuk menghadapi masalah sebesar apa pun. Jadi, jangan lupa tersenyum hari ini!

Pancing Diri Agar Selalu Optimis Untuk Melewati Hari-hari Kerjamu

Kamu bisa ceria setiap hari jika terus mempertahankan optimisme dalam hati. Hal ini akan memacu mentalmu agar bisa memenuhi target harianmu. Bukankah menyenangkan jika memulai hari dengan optimisme dan sanggup mengakhiri pekerjaan setelah target terpenuhi?

Meski begitu, kalaupun targetmu tak tercapai, jangan buru-buru bersedih. Kamu mesti memikirkan kemungkinan terburuk yang mungkin kamu alami juga. Intinya, kamu harus belajar untuk tidak membiarkan rasa pesimis membatasi ruang berkembangmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top