Trending

Untuk Urusan “Like” dan “Komen” Foto Paslon di Sosmed, Mulai Sekarang PNS Harus Hati-hati

Pilkada dan Pilpres sudah didepan mata, tak heran jika ada banyak pertunjukkan yang bisa kita saksikan. Wajar saja, ini akan jadi pesta demokrasi besar-besaran. Dimulai dari pemilihan kepala daerah secara serentak, dan dilanjutkan dengan pemilihan legislatif dan presiden di tahun 2019 mendatang.

Berbagai macam poster dan spanduk sudah terlihat di mana-mana, yang berarti tembakan tanda kampanye dijalankan sudah mulai melenggang. Uniknya, berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, ada sedikit perubahan regulasi dari pola kampanye konvensional yang kini mulai merambah ranah digital.

Sumber : http://www.kpu.go.id

Itu pulalah yang menjadi salah satu hal menarik, sebab Pegawai Negeri Sipil (PNS) diminta untuk bersikap netral. Tak boleh jadi juru kampanye, atau tim sukses dari salah satu partai politik tertentu. Bahkan ketahuan memberi “like” dan “komen” di konten kampanye saja, sudah ada sanksi yang menanti.

Tak Sembarangan, Ada Aturan Resmi yang Memang Mengatur Persoalan Ini

Peralihan model kampanye yang lebih menyasar ranah digital, memang dinilai sebagai salah satu cara yang cukup epic. Karena media sosial bisa jadi jembatan penghubung yang akan memudahkan tim sukses dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mensosialisasikan calon dari setiap partai pengusung.

Akan tetapi kampanye digital yang semakin menggila, datang dengan peraturan baru yang membuat para PNS harus lebih berhati-hati menggunakan fitur media sosial. Sebab jika terbukti memberi like pada foto dan konten yang berbau Pilkada, diluar akun resmi KPU, maka bersiaplah untuk mendapat hukuman disiplin.

Sebagaimana Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Pasal 4 Angka 14 dan Angka 15, ASN tidak boleh terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon kepala daerah maupun calon wakil kepala daerah. Dan hal ini juga telah tertuang pada Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor B/71/M.SM.00.00/2017 tanggal 27 Desember 2017 tentang hal Pelaksanaan Netralitas bagi ASN pada Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2018, Pemilihan Legislatif Tahun 2019, dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019.

PNS Diminta Untuk Netral, Tak Boleh Mengedepankan Kepentingan Pribadi, Kelompok ataupun Golongan

Indonesia jelas negara demokrasi, siapa pun bebas mendukung siapa saja. Bahkan sebagian orang ada yang sampai mengorbankan waktu dan tenaga demi memenangkan calon kepala atau wakil daerah yang ia jagokannya. Meski ujungnya biasanya ada embel-embelnya.

Tapi tidak untuk para PNS kita, sebab konon mereka diminta untuk jadi gardu tengah yang tak boleh memihak siapa-siapa. Sekalipun sang calon kepala daerah adalah keluarga, tetangga, teman dekat atau siapa pun itu orangnya.

Seolah ingin menguatkan larangan, pada salah satu kesempatan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono mengatakan bahwa proses pemberian sanksi terhadap ASN atau PNS yang terbukti tidak netral dipersingkat. PNS tersebut juga akan langsung diberhentikan sementara jika memenuhi kategori pelanggaran.

Banyak-banyak Menahan Diri, Para PNS Memang Lebih Baik Tak Buka Sosmed Selama Pilkada Berlangsung

Sebagai pesta demokrasi besar, pilkada serentak jelas jadi sesuatu yang ditunggu oleh siapa saja. Tak hanya mereka yang akan bertarung untuk memperebutkan kekuasaan saja, sebab biar bagaimana pun PNS atau ASN juga warga negara yang tentu memiliki pandangan sosok yang akan jadi pemimpin baik untuk daerah dan negara.

Akan tetapi, aturan tetaplah tak boleh dilanggar jika memang tidak ingin ada sanksi melayang. Jangankan untuk bertandang ke posko pemenang, ketahuan like atau komen foto dan konten yang berbau pilkada saja, itu termaksud pelanggaran. Ibarat sepak bola, sang PNS harus siap sedia diberi kartu kuning atau merah dari sang wasit yang punya mata di mana-mana.

Kalau begini, tiba-tiba Facebok dan segala sosial media lainnya terasa tak berguna.

Sebab Jika Terbukti Melanggar, Sudah Ada Sanksi Berat yang Menunggu

Segala bentuk gerakan dan keberpihakan pada satu calon kepada daerah tertentu jelas jadi sebuah pelanggaran. Apa lagi jika sampai berfoto bersama, dan diposting di laman Facebook pribadinya. Kecuali itu adalah foto lawas yang mungkin sudah puluhan tahun lamanya.

Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, di Kota Bandung, Selasa 31 Januari 2018, sejumlah ASN yang dilaporkan terlibat dalam kegiatan pasangan calon kepala daerah disebabkan oleh ketidaktahuan mereka. Pelanggaran pada aturan tersebut bisa dikenakan sanksi moral dan administratif.

“ASN dilarang mengunggah dan menanggapi, seperti like, komentar, dan sejenisnya, atau menyebarluaskan gambar atau foto bakal calon atau bakal pasangan calon kepala daerah, visi misi bakal calon atau bakal pasangan calon kepala daerah melalui media daring maupun media sosial.” ujarnya.

Bahkan Hingga Saat Ini, Mereka yang Terbukti Terlibat Sudah Dilaporkan dan Siap-siap Untuk Diberi Sanksi

Sejauh ini berdasarkan data yang berhasil kami temukan, untuk wilayah Jawa Barat saja, menurut Ketua Bawaslu Jawa Barat, Harminus Koto, sudah ada sekitar 18 orang PNS yang terlibat dalam kegiatan pilkada untuk pemilihan calon kepala daerah.

“Jadi yang 18 orang ini ada di Majalengka, Kota Banjar, dan Kabupaten Subang. Terakhir ada satu lagi dari Sumedang dan masih proses. Kasusnya ini mengunggah foto saat ikut deklarasi paslon, ada juga yang ikut serta mengantarkan paslon ke KPU saat pendaftaran. Ada PNS yang guru atau dari OPD,” kata Harminus.

Bahkan tak hanya mendapat hukum kode etik saja, ada denda dan pidana yang juga sedang menanti para PNS jika memang ketahuan melanggar aturan. 

Disatu sisi segala yang telah dijadikan peraturan jelas sudah melalui banyak pertimbangan, dan pasti sudah memiliki tujuan jelas, salah satunya untuk mencegah sesuatu keberpihakan dari para aparatur sipil negara. Akan tetapi ini jelas jadi polemik bagi para PNS yang barangkali ingin turut serta berekspresi dalam menyambut pesta demokrasi. Kan tak lucu, jika sang calon kepala daerah adalah keluarga, masa tak ikut serta kampanye dan mendukungnya?

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bagaimana Menikmati Akhir Pekan di Jakarta?

Akhir pekan di Jakarta, yakin bakalan asik? Mungkin itu jadi respon yang akan tiba-tiba memenuhi isi kepala. Wajar memang, hiruk pikuk kemacetan jalanan ibukota, kadang jadi sesuatu yang lebih dulu membunuh gairah. Jangankan untuk menikmati suasana kota di akhir pekan, belum sampai ke tempat tujuan kita sudah merasa lelah. Hasilnya? Mungkin bakalan menyerah.

Beberapa tahun belakangan, jalanan ibu kota memang sedang macet-macetnya. Sebab pemerintah saat ini nampaknya sedang memburu waktu untuk membenahi beberapa infrastruktur jalanan ibu kota. Tapi jangan keburu patah arang dulu, meski terkenal penuh dan riuh kita tetap bisa menikmati akhir pekan di Jakarta dengan asik dan menyenangkan.

Agar Tak Bosan dengan Suasana yang Itu-Itu Saja, Pilihlah Tempat yang Berbeda

Lupakan dulu mall dan berbagai macam tempat hang out kekinian. Kali ini mari nikmati jakarta dari lain sisi. Untuk itu kamu boleh bercumbu pada beberapa tempat yang jarang tersentuh.

Di Utara Jakarta, lahan hijau yang masih terasa segar mungkin jadi pilihan menarik pada pagi hari. Dan nanti jika sudah menjelang siang, kita bisa bergerak sedikit ke arah pusat Jakarta tepatnya di daerah pasar baru untuk sekedar melepas rasa lapar.

Sorenya untuk kesan menanti senja yang tak biasa, jika memang masih ingin berada pada sekitaran Pusat Jakarta. Kamu bisa menikmati matahari terbenam di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas para kapal yang sedang bersandar dan beberapa kegiatan para awaknya akan membuatmu merasakan Jakarta dari sisi yang berbeda.

Ini hanya beberapa rangkaian tempat yang bisa kamu nikmati, dan sebenarnya masih banyak lagi yang belum terjamahi. Asal pintar memilih tujuan bukan tak mungkin kamu akan dapat merayakan akhir pekan dengan berkesan.

Sebab Jalanan Ibu kota Sedang Ruwet-ruwetnya, Pastikan Pula Rute Mana yang Tak Akan Membuatmu Merana

Bicara soal Jakarta agak susah memang jika harus memisahkannya dengan kemacetan lalu lintasnya. Belum lagi dengan adanya kegiatan pembangunan yang sedang marak di sana-sini, penampilan yang sudah kece bisa mendadak lusuh karena terjebak macet di jalan.

Walau terlihat sepele, memilah jalanan yang akan dilalui jadi salah satu kunci untuk dapat menikmati perjalanan. Begitu pula dengan akhir pekan di Jakarta yang ingin dirayakan. Carilah alternatif terbaik, rute mana yang sedang lenggang dan tidak ada gangguan. Sebab untuk mencari tahunya pun cukup mudah. Entah itu dari sosial media, atau dari beberapa akun yang biasanya khusus membicarakan tentang jalanan Ibu Kota.

Pilihlah Waktu yang Pas Untuk Memulai Perjalanan

Yup, setelah tahu tempat mana yang akan kamu tuju serta jalur mana yang akan dilalui. Hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah waktu keberangkatan. Jika memang kamu akan bepergian untuk menikmati suasana pagi, cobalah bangun lebih cepat dari biasanya. Dan berangkatlah sebelum jalanan mulai ramai.

Sebaliknya memang kamu ingin menjajal tempat tujuan pada siang atau sore hari pilihlah waktu yang cukup untuk pergi. Katakanlah kamu akan pergi ke suatu tempat untuk menikmati waktu sembari makan siang, cobalah pergi sekitar sebelum jam 10 pagi, karena di samping jalanan yang sudah tak lagi terlalu ramai matahari juga belum terlalu seterik siang.

Atau jika memang ingin menikmati sore, kamu bisa mulai berangkat dari rumah pukul 3 sore, pada jam ini mereka yang bekerja di akhir pekan sudah tentu pulang pada 2 jam sebelumnya. Sedang yang ingin pulang di sore hari akan pulang nanti pada pukul 5 hingga 6 sore. Dengan kata lain jam 3 sore jadi titik netral yang tak akan menjebakmu di jalan.

Dan Bekali Diri dengan Kendaraan yang Akan Membuat Nyaman

Dari sekian banyak hal-hal yang tapi perlu kamu perhatikan, ini jadi point yang perlu untuk diingat. Karena biar bagaimanapun kamu tentu tak akan berjalan kaki untuk menikmati akhir pekan. Kecuali cuma makan di warung depan.

Hadir untuk menjawab kebutuhanmu Motor Address Playful dari Suzuki ini bisa mengantarmu menikmati akhir pekan di Jakarta. Skuter yang memang didedikasikan untuk kamu yang masih berjiwa muda, jadi salah satu skuter terbaik untuk untuk menikmati hari lebih produktif. Lengkap dengan aksesori panel bodi yang penuh warna pada bagian frame cover, handle cover, leg shield hingga pada stripping set.

Kamu juga tak perlu khawatir atau ragu, jika ternyata varian warna tak akan sesuai selera, sebab seri skuter matic dari perusahaan berlogo S ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodinya. Kamu bebas pilih warna mana yang sekiranya sangat pas dan cocok untuk karaktermu. Mulai dari Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange Hingga Ice Silver.

Keunggulan lain yang akan menjawab kekhawatirmu saat nanti akan berkendara di tengah jalanan ibukota saat akhir pekan tiba. Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang memang dipercaya menghasilkan performa baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1

Dengan komposissi mesin seperti itu, perihal biaya bahan bakar kamu tentu tak perlu ragu, sebab motor ini jadi skuter matic yang tergolong irit. Selain menghemat waktu dalam perjalanan, berkendara dengan Suzuki Adress Playful ini juga membantumu menghemat budget akhir pekan dari perihal ongkos kendaraan.

Ketika Sampai di Tempat Tujuan, Fokuslah Untuk Menikmati Waktu Akhir Pekan

Sudah jauh-jauh menempuh perjalanan, sampai ditempat tujuan masih saja buka instagram. Sebisa mungkin jika memang itu bukanlah sesuatu yang penting dan bersifat darurat, cobalah nikmati waktu akhir pekanmu dengan berkualitas. Jauhkan diri dari dunia sosial media untuk sehari saja, sebab ini akan berpengaruh pada jiwa.

Karena jika ternyata akhir pekanmu masih saja bersama dengan handphone dan segala hal yang membuatmu terlena. Tentu akhir pekan yang sedang kau jalani tak akan bermakna. Jika sesekali membuka untuk sekedar posting di instastory instagram bolehlah, namun kalau keblalasan buka akun gosip dan saling balas komentar tentu itu akan membuatmu lupa. Iya, lupa jika tadinya kamu sedang ingin menikmati akhir pekan di Jakarta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Terlalu Percaya, Barangkali Dia Hanya Ingin Memanfaatkanmu Saja

Perihal dimanfaatkan dan memanfaatkan memang jadi sesuatu yang sulit kita baca. Karena pelakunya sering kali merupakan orang yang cukup dekat dengan kita. Benar memang, kita tak boleh main tuduh saja. Sebab bisa saja dia memang tulus menjalin hubungan dengan kita.

Namun jika ternyata perlakuan darinya kerap memberatkan, itu artinya kita perlu memasang kuda-kuda. Bukan berpikiran buruk padanya, tapi kita juga tak boleh langsung percaya. Sebab seorang serigala, biasanya mendekat terlebih dulu untuk leluasa menerkam mangsa.

Dia Selalu Di Dekatmu Saat Kamu Senang, Namun Jika Kamu Sedang Kesusahan Ia Mendadak Hilang

Untuk hal-hal yang merupakan urusan senang-senang, entah kenapa ia selalu datang meski tak diundang. Dan akan berbanding terbalik jika yang terjadi adalah sebuah kesusahan. Jangankan untuk datang dan bertanya kabar, bertemu secara tak sengaja saja seperti tak saling kenal.

Dan lebih liciknya lagi, ketika kamu mungkin coba bertanya kemana ia selama ini. Dengan cepat dan lihai, ia akan membangun sebuah cerita bohong dengan tujuan membuatmu percaya. Ia memang lihai dalam hal berbicara, untuk itu kerap membuatmu percaya.

Menempatkan Diri Sebagai Pihak yang Tak Bisa Apa-apa, Padahal Dia Hanya Ingin Bergantung Padamu Saja

“Kamu saja ya, kan kamu serba bisa,”

Jadi sebuah kalimat yang kerap terdengar darinya, bukan karena memang tulus untuk memuji kita. Trik yang ia pakai hanya sedang berusaha melindungi diri, berpura-pura seperti manusia yang tak memliki kemampuan, sehingga segala sesuatu dibebankan padamu.

Tak ada alasan untuk terus-menerus memahaminya, kamu perlu tegas untuk bilang tidak. Sebab jika terus mengikuti keinginan, dan permintaanya,  siap-siap saja ia akan melakukan hal yang sama lebih sering dari sebelumnya.

Menjadi Pendengar yang Baik Untuk Semua Keluh Kesahnya, Tapi Ia Justru Sebaliknya

Ya, kita tahu relasi yang terjalin pada dua orang berbeda jadi salah satu wadah untuk kita bertukar sapa, hingga pada hal-hal yang lainnya. Dan, selama ini kamu sebagai orang yang mengenalkan berpikir jika mendengarkannya saat ia ada dibawah tentulah adalah kewajiban, anehnya dia malah tak berpikir demikian.

Jika sedihnya adalah sedihmu juga, baginya sedihmu akan tetap jadi bebanmu sendiri. Tak ingin terbebani, ia selalu menolak untuk mendengar ceritamu. Karena dimatanya sesuatu yang terpenting adalah bisa mendapat solusi, bukan memberi solusi untuk orang lain. Ia egois, tapi kerap berlindung dengan berbagai alasan yang terdengar logis.

Bertindak Bak Orang yang Melindungi, Sebenarnya Dia Hanya Menjadikanmu Sebagai Objek Kepentingan Pribadi

Jika ini terjadi antara perempuan dan laki-laki, mungkin akan merambah ke hal-hal yang lebih spesifik lagi. Bagaimana ia berperan sebagai pangeran baik hati di depan orang, namun mendadak jadi tuan yang sewenang-wenang ketika sudah tak lagi ada orang.

Perbuatan-perbuatan baik darinya hanyalah sebuah ilusi, sebab dengan begitu ia bisa sembunyi dan melindungi diri. Seolah sedang menjaga, padahal secara tak sadar ia sedang menguras semua yang kamu punya. Cobalah ingat dulu, berapa kali ia memaksamu untuk melakukan sesuatu yang sebanarnya tak kamu mau. Jika ternyata sering, itu artinya ia memang tak benar-benar ingin mengayomi.

Bahkan Hanya Akan Datang Saat Dirinya Merasa Butuh

Ini akan jadi bukti nyata lain yang sering tak bisa kita lihat dengan cepat. Wajar memang, orang-orang seperti ini biasanya sangat lihai untuk memainkan peran. Bahkan meski sedang berbuat kejahatan ia bisa terlihat bagai malaikat pernuh berkat.

Namun jika kamu ini memastikannya secara sungguh-sungguh, perhatikanlah intensitas kedatangannya padamu. Jika ternyata ia hanya akan datang saat merasa butuh bantuan, bisa dipastikan ia memang hanya ingin memanfaatkan.

Tak perlu menyampaikannya secara langsung, sebab ia pasti punya alasan untuk bisa lepas dari tuduhan. Berjalanlah pelan-pelan untuk mundur dari hubungan. Sebab ia hanya ingin mencari keuntungan.

Dan Membuat Batasan Agar Kamu Tak Mengenal Orang-orang Terdekatnya

Pertanda lain yang bisa kamu baca, perihal bagaimana sikapnya yang sebenarnya adalah dengan melihat perlakuannya dalam hal membatasi diri kita. Entah dengan alasan apa, ada dinding pemisah yang sepertinya sengaja dibangun dalam hubungan kita dengannya. Ia tak ingin terlihat dihadapan orang yang kita kenal, tapi juga tak ingin memperlihatkan kita pada mereka yang ia kenal.

Bukan ingin mengajakmu jadi seseorang yang kerap menaruh curiga, akan tetapi jika sikapnya memang terlihat tak seperti orang atau kawan biasanya. Kamu memang patut curiga. Cobalah cari beberapa hal yang terasa janggal, selidiki lebih dalam hingga kamu bisa mendapat jawaban. Jika memang ia ternyata kerap melakukan beberapa poin yang tadi dijelaskan, bisa jadi ia memang hanya ingin memanfaatkanmu saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiration

Untukmu yang Masih Sendiri, 4 Film Ini Paling Pas Untuk Mengobati Keresahan Hati

Tanpa bermaksud ingin menyudutkan kesendirian yang kini sedang kamu jalani, suatu waktu akan ada momen yang membuat kita merasa berkecil hati karena tak punya kekasih. Tapi jangan pula berpikir jika punya pasangan akan selalu membuatmu bahagia. 

Sebelum bengong dan berdiam diri karena meratapi nasib, 4 judul film ini akan membantu kita bersyukur meski hingga kini masih sendiri.

1. Duet Maut Adinia Wirasti dengan Reza Rahardian dalam Film “Kapan Kawin”

Dinda yang diperankan oleh Adinia Wirasti, memiliki karir sukses di Jakarta sebagai General Manager sebuah hotel bintang empat. Tapi sebuah kesuksesan itu bukanlah ukuran yang bisa membuat orangtuanya bahagia, karena ternyata Dinda masih single hingga memasuki usianya yang ke 30.

Bagi orangtua Dinda yang tinggal di Jogja, status Dinda yang masih single ini adalah kegagalan mereka sebagai orangtua. Bosan dicerca oleh orangtuanya dengan pertanyaan “Kapan kawin, Dinda?”, akhirnya dia menyusun sebuah rencana.

Ia memutuskan untuk menyewa Satrio, seorang aktor teater idealis kenalan sahabatnya untuk berpura-pura menjadi pacar Dinda. Film ini berisi pesan moral bahwa cinta tidak bisa dipaksa dan akan datang dengan sendirinya. Karena akhirnya Dinda kemudian jatuh cinta dengan Satrio pacar sewaan yang tadinya hanya berpura-pura.

2. “How To Be Single”, Hidup Akan Tetap Baik-baik Saja Meski Tanpa Pasangan

Bercerita tentang berbagai macam tipikal orang di New York, yang berusaha untuk menemukan jodohnya. Namun anehnya selalu dan selalu saja bertemu dengan orang yang salah. Bahkan ada pula yang terlalu fokus dengan pekerjaannya sampai lupa pacaran.

Diperankan oleh Dakota Johnson dan Rebel Wilson, Film ini ditutup dengan sebuah pemandangan yang akhirnya menjelaskan bahwa tak harus selalu pacaran untuk bisa merasa bahagia. Karena meski sendiri kita pun bisa tetap bahagia. Sebab masih ada teman dan keluarga yang selalu setia untuk kita.

3. Berani Keluar dari Zona Nyaman, “Eat Pray Love” Mungkin Bisa Jadi Jawaban

Eat Pray Love bercerita tentang kehidupan seorang penulis wanita bernama Elizabeth Gilbert (Julia Roberts). Dia akhirnya berani memutuskan untuk menikah dengan kekasih yang selama ini ia cintai, dan setelah resmi menjadi suami istri merekapun bersepakat untuk pindah ke New York.

Di kota tersebutlah kehidupan baru mereka resmi dimulai, namun bayangan indahnya sebuah pernikahan ternyata sangat jauh dari apa yang didapatkan oleh Elizabeth. Ia pun bercerai dari sang suami. Hampir 3 tahun larut dalam kesedihan pasca perceraiannya, akhirnya ia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke berbagai negara untuk mencoba menenangkan diri.

Dan di negara terakhir yaitu Indonesia, tepatnya di Bali, Elizabeth bertemu dengan seseorang yang mengubah cara pandangnya akan hidup. Film ini akan jadi sesuatu yang cocok untuk kamu yang saat ini sedang bernasib sama, mencari jati diri dan ketenangan jiwa.

4. Dan Berjuang Untuk Lepas dari Bayang-bayang Mantan Lewat Film 500 Days of Summer”

Tom Hansen diperankan oleh Joseph Gordon-Levitt menjalani kehidupannya yang hambar sebagai seorang pegawai di perusahaan pembuat kartu ucapan. Ia termasuk golongan orang yang percaya kalau ia tak akan bahagia sebelum bertemu dengan seseorang yang tepat.

Hingga akhirnya bertemu dengan Summer Finn yang diperankan oleh Zooey Deschanel, perempuan yang sejak perceraian orangtuanya tak percaya pada cinta dan tidak tertarik untuk berhubungan dengan lawan jenis. Saling merasa nyaman dan cocok, akhirnya mereka mencoba untuk bersama meski akhirnya perbedaan prinsip menghancurkan hari-hari indah Tom Hansen.

Dari film ini kita belajar bahwa tak semua hal yang kita inginkan akan selalu kita dapatkan. Namun meski demikian dunia menyimpan banyak hal-hal yang membuat bahagia lebih dari sekedar nilai pacaran yang sering kita puja-puja.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Merayakan Valentine dengan Cara yang Tak Biasa Ala Mike Lewis

Cokelat dan bunga, adalah dua hal yang identik dengan hari kasih sayang atau Valentine. Tapi itu jelas terlalu biasa, karena sedari dulu orang-orang telah merayakannya dengan hal yang sama. Padahal, dalam rangka melewati hari ini dengan cara istimewa, siapa saja jelas akan senang jika mendapat hadiah yang jauh dari kata biasa. Ya, setidaknya tak melulu cokelat dan bunga saja.

Pasangan, orangtua, sahabat, atau siapa saja yang kita sayang, mungkin akan selalu jadi teman berbagi kebahagiaan untuk merayakan Valentine bersama. Tapi, kali ini ada yang berbeda dari seorang Mike Lewis dalam merayakan hari kasih sayang. Yap, hari ini bertempat di Atrium Mall Kota Kasablanka, ayah dari Kenzo ini membagi-bagikan goody bag berisi wortel dengan pita berwarna biru dan cookies lucu berbentuk kelinci.

Dan usut punya usut, ternyata ini jadi salah satu rangkaian acara untuk menyambut perilisan film animasi kisah klasik karya Beatrix Potter, yakni “Peter Rabbit”. Tak ingin menyuguhkan sesuatu yang biasa, Sony Pictures Indonesia menggandeng Mike Lewis sebagai influencer untuk film ini. Dan menariknya lagi, ternyata Mike juga memiliki memori indah bersama cerita kelinci cerdik tersebut.

Bahkan disela-sela kegiatannya saat membagi-bagikan goody bag berisi wortel dan cookies hari ini, ia mengaku sangat senang dan antusias menyambut penayangan film ini, “Waktu kecil saya dibacain buku Peter Rabbit yang melegenda di literatur Inggris ini oleh ayah saya. Makanya saya seneng banget Kenzo bisa nonton filmnya nanti karena ini bisa dibilang tradisi dari keluarga yang bisa saya turunkan ke Kenzo,” tutur Mike sembari tersenyum.

Serupa dengan Mike, Nita Astara selaku Marketing Director Sony Pictures Indonesia, juga mengaku ingin memberi suguhan yang tak biasa sebelum film ini ditayangkan. “Jadi kita mau rilis film PETER RABBIT. Untuk menyambut peluncuran filmnya nanti kita buat agenda yang berhubungan dengan hari kasih sayang. Biasanya kan orang Valentine ngasih bunga atau cokelat, karena promo film PETER RABBIT, kita kasihnya wortel,” katanya di kesempatan yang sama dengan Mike.

Aktor berdarah Kanada yang lahir di Jepang, 36 tahun lalu ini, mengaku akan membagikan cerita “Peter Rabbit” yang melegenda itu kepada sang anak, Kenzo, melalui film yang premiernya akan digelar di Kota Kasablanka pada tanggal 18 Februari 2018. Dan film keluarga bergenre komedi ini akan segera tayang serentak di seluruh bioskop yang ada di Indonesia pada tanggal 23 Februari 2018 mendatang.

Untuk kamu yang masa kecilnya dulu dihiasi dengan cerita yang dibacakan oleh ibu menjelang tidur, kini mungkin sudah harus menurunkan cerita yang sama kepada buah hatimu. Nah, berita baiknya, kamu bisa mengikuti langkah Mike Lewis untuk bercerita dengan mengajak sang anak menonton filmnya bersama.

Film ini memang jadi salah satu tontonan animasi yang pas untuk disaksikan bersama keluarga. Bercerita tentang sebuah kisah klasik, seorang kelinci cerdik bernama Peter yang selalu berurusan dengan seorang petani di dekat rumahnya. Bagaimana tidak, sang petani selalu merasa dirugikan akibat ulah Peter dan teman-temannya.

Berbagai cara pun dilakukan oleh sang petani yang bernama McGregor, demi memberantas keusilan yang sering dilakukan oleh Peter dan yang lainnya. Akan tetapi, niat McGregor yang ingin mengusir para hewan tersebut tidaklah mudah. Selain selalu dikelabui oleh Peter dan teman-temannya, McGregor juga mengalami kesulitan karena tetangganya merupakan seseorang yang menyayangi binatang.

Nah, untuk kamu yang penasaran dengan aksi Peter dan teman-temannya, boleh melongok tayangan trailernya dulu, sebelum nanti menonton secara langsung di bioskop kesayangan.

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top