Trending

Kenalkan, Mereka Pejuang Muda Bidang Kesehatan. Sebut Mereka Tim Nusantara Sehat!

Coba bayangkan kalau untuk mengupdate twitter, kamu harus terlebih dahulu menempuh perjalanan selama 21 jam, sekedar guna mendapatkan sinyal! Jangan pulak membayangkan perjalanan 21 jam itu, di atas pesawat first class berpendingin ruangan. Ini perjalanan menggunakan perahu kayu tingting yang lebarnya tak lebih dari satu meter, melewati sungai dengan jeram yang begitu menantang, melalui hutan dengan jalan-jalan setapaknya.

Sanggup hidup seperti itu? Pernah terpikir apa jadinya kalau kita harus seperti itu? Berapa hari sanggup bertahan menerima tantangan itu? Mungkin kita sudah bergidik sekedar membayangkan. Namun ada sekelompok anak muda yang tanpa pikir panjang, berani mengarungi tantangan itu.

Mereka adalah tim Nusantara Sehat yang digagas Kementrian Kesehatan. Tak cuma bersenang-senang traveling ke pelosok Indonesia, mereka mengemban tanggung jawab yang tak ringan. Menyehatkan rakyat Indonesia yang hidup di pinggir Indonesia. Penasaran? Yuk kita berkenalan!

Ini Membangun Tim Yang Kuat, Bukan Cuma Individu Yang Berani

tim ns

source: twitter @puthe_PINS

Mungkin kita sudah sering mendengar pribadi berani yang penuh dedikasi mengabdikan dirinya untuk masyarakat. Itu istimewa, namun mereka yang tergabung di Nusantara Sehat dibawa melangkah lebih jauh. Anggotanya dibentuk ke dalam tim-tim kecil yang berisi 8 orang.

Tim ini terdiri dari, anak-anak muda bidang kesehatan mulai dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, hingga tenaga kefarmasian. Jadi bisa dibayangkan betapa istimewanya tim yang dibentuk ini.

Tugasnya Apa? Menyehatkan Rakyat Indonesia Dari Pinggir

senam

source: twitter @puthe_PINS

Ketika Pusing Kepala? Mungkin mudah buat kita beranjak ke toko sebelah untuk sekedar membeli obat sakit kepala. Mau makan harus cuci tangan pakai sabun? Tak sulit membeli sabun di minimarket terdekat.

Tapi sadarkah kamu, begitu banyak rakyat Indonesia yang tak punya akses macam ini? Apotik terdekat bisa 8 jam perjalanan. Penjual sabun mungkin hanya bisa ditemui setelah berjalan menembus hutan. Ke sanalah anak-anak muda Nusantara Sehat ini dikirim.

Dengan telaten mereka mengajarkan pola hidup sehat bagi saudara-saudara kita di pinggiran Indonesia. Mengubah kebiasaan yang sudah mengakar bertahun-tahun. Misalnya cara menggunakan toilet, pemberantasan jentik nyamuk, pemeriksaan kehamilan, hingga ke pemeriksaan bagi yang sakit.

Seberapa Pinggir?

peta

Coba perhatikan gambar peta di atas. Itu adalah lokasi penempatan salah satu tim Nusantara Sehat. Puskesmas Makalehi, Kec. Siao Barat, Kab. Siao Tagulandang Biaro (Sitaro) Sulawesi Barat. Niscaya kita kesulitan melihat letaknya tanpa memperbesar peta dan menaruh pin merah di peta tersebut.

Masih tak tergambar? Simak salah satu perbincangan dengan Putri Indah Nirmala salah satu anggota Tim Nusantara Sehat yang ditempatkan di Long Pahangai, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Dari samarinda harus ke kutai barat menempuh perjalanan darat 9 jam. Kemudian dilanjut menggunakan speedboat kurang lebih 6 jam. Sudah sampai? Belum, itu baru di ibu kota Kabupaten. Dari situ Putri dan kawan-kawan harus melanjutkan perjalanan lagi naik perahu 6 jam lagi lamanya.

Setelah tiba, mereka pun tak Cuma diam di tempat. Dalam satu bulan mereka melakukan puskesmas dan posyandu keliling sekurangnya 8 kali. Paling dekat? Harus naik perahu 30 menit. Sementara paling jauh menggunakan speedboat 3 jam, melalui jeram ekstrem yang sudah memakan 10 korban jiwa dalam tahun ini saja.

Di tempat-tempat semacam inilah tim Nusantara Sehat diturunkan. Sedikitnya 120 titik lokasi paling terpencil di Indonesia disambangi oleh tim ini.

Mungkin Kalau Cuma Satu Dua Hari Kamu pun Sanggup, Tapi Mereka Mengabdi 2 Tahun

pengabdian

source: twitter @puthe_PINS

Yup, mereka diterjunkan di lapangan tidak untuk satu dua hari. Pengabdian mereka berjalan selama dua tahun. Kenapa harus dua tahun? Karena tak mudah mengubah kebiasaan yang sudah turun temurun. Dibutuhkan sekurangnya setahun untuk sekedar mendekatkan diri. Kemudian dari sejumlah penelitian disebutkan dibutuhakan kekonsistenan selama sekurangnya dua tahun untuk mengubah kebiasaan seseorang.

Karena Itu Butuh Pribadi Terpilih

perahu tim NS

source: twitter @puthe_PINS

Dalam sebuah wawancara, salah satu anggota Tim Nusantara Sehat diminta menyebutkan momen-momen menyenangkan selama mereka di tempatkan yang sudah berjalan 6 bulan.

“Pernah satu kali perahu kecil yang kami tumpangi mesinnya mati di tengah sungai besar jam 8 malam. Di tengah gelap gulita kami harus mendayung perahu itu sampai di tempat kami menginap jam 11 malam” ujar salah satu dari mereka sambil tertawa riang.

Diah Saminarsih, penanggung jawab program Nusantara Sehat yang juga seorang psikolog menggaris bawahi, bahwa inilah contoh keistimewaan anak-anak muda yang dikirimkan dalam tugas mulia tersebut.

“Manusia normal baru bisa mentertawai sebuah tragedi ketika mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing, ketika sudah tak lagi bertugas. Tapi anak-anak ini, bisa mentertawai peristiwa menegangkan seperti itu hanya sesaat setelah mereka mengalaminya. Diminta menyebut momen menyenangkan, hal seperti itu yang disebut. Mereka memang luar biasa” tutur Diah serius.

Ya, rumusan umum yang berlaku adalah Tragedi + Waktu = Komedi. Butuh jeda waktu sekian lama untuk bisa memahami sebuah tragedi sebagai hal penghibur jiwa. Tapi tidak dengan tim Nusantara Sehat. Hari ke hari mereka dihadapkan dengan tantangan, dan dapat menerimanya dengan hati riang saat itu juga.

Mereka Dipilih Dengan Seleksi Yang Ketat

tim nusantara sehat

Untuk menemukan karakter macam itu, memang tak mudah. Pada angkatan pertama terdaftar sekurangnya 6000 calon peserta yang punya lisensi di bidang kesehatan. Dari sekian banyak hanya 144 orang yang dinyatakan lolos.
Kemenkes sudah membuat sistem perekrutan yang dapat menyaring individu tangguh. Secara online pendaftaran dibuka. Kemudian dirancang sebuah essay yang bisa menunjukan bagaimana karakter seseorang. Apakah mereka termasuk orang yang pantang menyerah atau tidak.

Tak Cuma berhenti disitu. Setiap anggota digembleng dalam pelatihan lima minggu. Mulai dari latihan kedisiplinan, fisik, bahasa daerah setempat. sampai personal komunikasi. Maklum saja salah satu tugas mereka adalah menjalin komunikasi dengan tenaga kesehatan lokal macam dukun, dokter setempat, dan sejenisnya. Belum lagi mereka harus memahami adat dimana mereka bertugas.

Jumlah Mereka Sedikit, Bantu Mereka!

vitamin-A

source: twitter @puthe_PINS

Dengan 144 orang jelas bukanlah jumlah yang cukup. Karena itu Kemenkes kembali membuka pendaftaran gelombang ke dua. Kamu punya setifikasi tenaga kesehatan? Inilah saatnya menerima tantangan tersebut. Kesempatan macam ini tidak akan datang dua kali. Pengalaman berharga yang bisa diteruskan ke anak cucumu nanti.

Apalagi jumlah dokter saat ini belumlah mencukupi. Dari 12 ribu orang yang mendaftar di gelombang ke dua, saat ini baru terdapat 13 orang dokter saja. Padahal gelombang ke dua ini diharapkan bisa menelurkan sedikitnya 900 lagi tenaga kesehatan yang akan bertugas 2 tahun kedepan.

Sementara tim dalam Nusantara Sehat jelas membutuhkan kehadiran seorang dokter. Jadi kamu, para dokter muda nan pemberani, siap menerima tantangan ini? Nusantara Sehat masih akan berlanjut hingga 2019 nanti, jangan mau ketinggalan untuk ikut seleksi gelombang berikutnya.

Tak Punya Latar Belakang Kesehatan, Apa yang Bisa Aku Bantu?

informasi

Jumlah mereka tidak lah banyak. Meski prekrutan gelombang ke dua rampung sekalipun, hanya akan terdapat 1000 anggota tim nusantara sehat di tahun ini. Bandingkan dengan 250 juta penduduk Indonesia. Bandingkan dengan luasnya wilayah Indonesia. Jelas perbandingan ini sangat kecil.

Tapi mereka inilah para pionir. Contoh baku, penjuang kesehatan. Orang perlu kenal mereka, perlu paham yang mereka kerjakan. Biarlah kegiatan mereka jadi pemicu lahirnya gerakan yang lainnya. Untuk itu mereka perlu di dengar.

Kita sama-sama paham informasi positif macam ini kadang tenggelam oleh hingar bingar dan hiruk pikuk sosial politik kita. Bantu mereka, sebarkan informasinya, biarkan orang tahu ada anak-anak muda yang perduli kehidupan di pinggir Indonesia. Sebut mereka, Tim Nusantara Sehat!

1 Comment

1 Comment

  1. Aireni Biroe

    December 11, 2015 at 4:31 am

    Salut buat tim nusantara sehat…2 tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalani tantangan yang tidak semua orang sanggup menjalani (y)(y)(y)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top