Feature

Tidak Menggantungkan Harapan Kepada Siapa Pun Adalah Cara Terbaik Menghindari Kekecewaan

Urusan hidup bahagia memang tak selalu mudah, beberapa kali kita akan dikecewakan oleh beberapa masalah. Mencoba belajar untuk jadi manusia sempurna, kita tentu butuh bantuan orang lain untuk bisa tertawa. Tapi apa iya, selalu berharap pada mereka adalah pilihan yang benar? Rasanya tidak.

Dan jika saat ini kamu mungkin sedang bertanya-tanya, mengapa hidupmu selalu dirundung kecewa. Coba ingat, siapa tahu kamulah yang salah. Bukan masalah upaya yang kurang keras, tapi bisa jadi karena terlalu berharap pada orang lain yang tak bisa dipercaya.

Isi Kepala Setiap Orang Tentu Berbeda, Termasuk Ekspektasi dan Realita yang Tak Selalu Sama

Tak satupun manusia yang ingin kecewa, bahkan jika boleh memilih mungkin kita ingin bahagia setiap saat. Namun segala ekspektasi sering kali berbanding terbalik dengan hal yang kita alami. Ada saatnya dimana mimpi dan keinginan gagal terpenuhi, pada saat itu tentu kita tak bisa menghindar dari rasa kecewa. Walau upayamu mungkin sudah cukup kuat, berekspektasi terlalu tinggi bukanlah hal yang sebaiknya dilakukan.

Tak Semua Perbuatan Baik Akan Dibalas Dengan Hal yang Serupa

Melakukan segala sesuatu tanpa berharap balasan, jadi salah satu hal yang memang sebaik-baiknya kita lakukan. Meski katanya perbuatan baik akan berbuah hasil yang baik pula. Faktanya justru tak selalu demikian.

Biar bagaimana pun setiap orang hadir dengan pemikirannya masing-masing, kita mungkin percaya bahwa untuk perbuatan baik yang diterima haruslah dibalas dengan hal yang serupa. Akan tetapi beberapa orang kadang tak pernah memikirkan hal yang demikian. Akibatnya kita sering kali kecewa, bahkan berpikir seseorang itu telah melukai hati. Padahal bisa jadi pemahaman kitalah yang terlalu berlebihan.

Urusan Ini Sering Jadi Masalah, Meski Kamu Suka Bukan Berarti Orang Lain Juga Akan Menyukai Kita

Tak satupun dari kita tahu, ke mana cinta ini akan berlabuh. Jika mau berpikir sedikit realistis, Tuhan telah mengaturnya sesuai dengan yang Dia inginkan. Termasuk menghadirkan orang-orang yang suka dan tak suka pada kita. Membuang beberapa waktu berharga untuk membuat mereka suka pada kita jadi sesuatu yang percuma. Karena biar bagaimana pun, dia yang tak suka akan selalu mencari cara untuk membuatmu terlihat buruk.

Meski Tak Suka Banyak Bicara, Tak Akan Ada Orang yang Tahu Jika Kamu Belum Mengutarakannya

Untuk urusan ini, kaum hawa jadi pihak yang kerap kecewa. Bersikap seolah anggota intel yang selalu bertukar kode, perempuan menaruh harapan penuh agar orang lain tahu. Apa yang sedang dia inginkan tanpa harus dikatakan. Berhenti melakukan hal-hal yang jelas-jelas tak memiliki juntrungnya. Agar tak lagi merasa sakit hati dan kecewa, belajarlah untuk mengutarakan isi hati yang sedang kamu rasakan. 

Tak Ada Manusia yang Tidak Berubah, Kamu Tak Boleh Berharap Mereka Akan Selalu Sama

“Aku kecewa. Kamu berubah!”

Coba ingat sudah berapa kali kita mengucapkan kata-kata ini karena merasa jadi pihak yang harus dimenangkan. Dengan modal opini, kita yakini bahwa ternyata dia telah berubah. Harusnya kita paham, bahwa setiap orang punya pilihan. Hidup tanpa perubahan, atau berubah untuk tetap hidup.

Karena sebenarnya yang berubah hanyalah cara kita memandang mereka. Tak perlu menyalahkan orang lain untuk kecewa yang kita rasa. Karena kadang harapan kita yang masih berpikir mereka tetap sama, justru jadi sumber kecewa.

Beberapa Kali Kamu Mungkin Akan Tertimpa Masalah, Tak Ada Pihak yang Akan Membantumu Sepenuhnya Selain Dirimu

Konon hidup adalah sebuah rollercoaster, ada masa dimana kita akan berada diatas dan kadang dibawah. Tak ada cerita yang akan selalu menyenangkan, bahkan beberapa kali kita akan jatuh untuk bisa lebih kuat lagi. 

Ajari diri untuk bisa menerima semua kegagalan yang terjadi, tanpa meyalahkan orang lain yang mungkin tak bisa membantu. Karena seberapa pun banyaknya kerabat dan teman yang kamu miliki, hanya dirimu sendirilah yang mampu membuatmu bangkit.

Bukannya merasa tenang karena sudah mampu melewati cobaan, menggantungkan harapan pada orang lain kerap berakhir pada kekecewaan.

Karena Bahagia Kita yang Ciptakan, Maka Jadilah Diri Sendiri Tanpa Berharap Akan Dibuat Bahagia Oleh Oranglain

Untuk semua rasa kecewa yang mungkin akan kita terima, satu-satunya jalan adalah jadi diri sendiri seutuhnya. Daripada sibuk berharap pada mereka, lebih baik sibukkan diri dengan hal yang akan mendukung kita untuk menjadi lebih baik lagi.

Dengan mengingat kekecewaan yang pernah kamu rasa, cobalah untuk menjadi pribadi yang mampu menerima semua kemampuanmu dengan lapang dada. Jika ternyata ada sesuatu yang tadinya kita harapkan akan datang dari orang lain, namun ternyata tak sesuai harapan, cukup terima dan hadapi dengan sebaik-baiknya.

Berhenti untuk menaruh harap pada orang lain secara berlebihan, karena berusaha dengan versi terbaik adalah kewajiban yang memang harus dilakukan sendiri. Tapi jika ternyata masih kerap mengharapkan bantuan orang, bersiaplah untuk merasakan kekecewaan. 

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Berhemat Bisa Dilakukan Secara Menyenangkan

Sebetulnya kenapa sih kita harus melakukan penghematan? Kenapa kita harus menabung? Toh kita selama ini mampu membayar kebutuhan kita, kenapa pulak kita harus repot menyisihkan penghasilan untuk menabung?

Meski tidak selalu eksplisit mungkin pertanyaan macam itu kerap muncul di benakmu. Apalagi sedari kecil kita memang ditanamkan untuk tidak boros. Tapi sayangnya kita memang tak pernah diajarkan alasan kenapa kita harus berhemat dan menabung.

Dalam hal menabung, hal paling penting yang harus kamu ingat adalah kondisimu tidak akan selalu sama seperti sekarang ini. Kamu tidak selalu bisa seproduktif seperti saat ini.

Coba bayangkan saja kalau kamu sakit, tentunya kamu tidak akan bisa bekerja seperti biasanya. Atau nanti ketika tua kamu juga sudah tak lagi bisa menghasilkan seperti ketika muda. Pada saat itulah kita akan menuai hasil penghematan yang kita lakukan saat ini.

Lagi pula, bicara soal hemat itu jangan langsung mengasosiasikan dengan hidup susah dan tak menyenangkan. Kita bisa kok, melakukan penghematan dengan cara yang mengasyikkan.

Berhemat Itu Di depan Bukan Belakangan Karena Terpaksa Tak Punya Uang

Ini kekeliruan utama yang sering kita lakukan. Penghematan dan menabung itu dilakukan belakangan ketika duit hanya tinggal sisa remah-remah akhir bulan. Pada saat itu tentunya berhemat jadi tak menyenangkan karena terasa seperti keharusan karena kehabisan uang. Ditambah lagi cara ini sering kali gagal.

Karena itu cobalah untuk melakukan penghematan itu di depan. Rencanakan semua pengeluaran itu sebelum bulan berjalan. Jadi yang kita lakukan adalah mengatur pemasukan dan pengeluaran, bukan melakukan pengetatan ikat pinggang karena kekurangan uang. Tentukan dulu sedari awal prosentase uang yang ingin kita hemat setiap bulannya.

Irit Itu Tak Perlu Rumit, Menabunglah Menggunakan Rumus 80-20!

Seorang pemikir manajemen bisnis bernama Joseph M. Juran memperkenalkan konsep menabung 80-20. Konsepnya dari rumus ini sangat sederhana. Kamu hanya perlu menabung sebesar 20% dari pendapatan bersih yang telah kamu peroleh. Kemudian gunakan sisanya untuk dibelanjakan. Sebesar 50% dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sedangkan 30% sisanya dipakai untuk membeli apa yang kita inginkan.

Sertakan Impianmu Dalam Rencana Penghematan, Karena Menabung Dengan Tujuan Itu Jauh Lebih Mudah

Tak perlu menabung dengan jumlah sangat besar dengan tujuan yang tak jelas. Sikap “yang penting punya tabungan” biasanya sumber dari kegagalan menabung. Karena kita tak akan punya motivasi jelas kenapa harus berhemat.

Karena itu cobalah untuk menetapkan terlebih dahulu tujuanmu. Misalnya, berhemat karena ingin mengganti smartphone terbaru dengan harga tertentu, ingin membeli sepatu merk tertentu yang harganya tak murah, ingin menabung untuk penghasilan di hari tua, berhemat untuk dana darurat ketika sakit, dan tujuan spesifik lainnya.

Dengan membagi tujuanmu secara rinci manajemen keuanganmu juga akan lebih baik. Dan kamu akan punya banyak pos keuangan yang tidak saling tumpang tindih.

Jangan Salah ya, Barang Yang Keren Tak Selalu Idientik Dengan Boros

Kamu keliru kalau berpikir barang-barang yang hemat itu tak bagus. Dan sebaliknya barang-barang yang keren itu harus boros. Coba ambil contoh misalnya lampu LED yang hemat energi. Bentuk dan nyala lampunya jauh lebih baik dari lampu biasa. Pendingin ruangan juga punya karakteristik yang sama. AC dengan teknologi low watt punya bentuk yang lebih langsing dan jauh lebih bisa disesuaikan dengan tampilan interior rumah.

Kendaraan Yang Hemat Pun Bisa Juga Tampil Keren Loh

Sementara untuk kendaraan kamu bisa menengok Suzuki Nex. Motor satu ini memegang rekor MURI untuk kategori motor matic paling irit. Ketika pemecahan rekor mampu mencapai 109,8Km/L. Hal ini dimungkinkan karena Suzuki Nex dibekali mesin 113cc dengan teknologi SUPER FI (Suzuki Performance Fuel Injection) dan mesin berkonsep LeaP (Light, Efficient and Powerful) yang telah terbukti menghasilkan tenaga besar secara presisi dan minim gesekan sehingga mampu mengoptimalkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Tapi meski lekat dengan irit dan hemat bukan berarti Nex akan membuat kita jadi tampil seadanya. Karena Suzuki menawarkan rasa elegan dan mewah pada skutik yang dibandrol Rp12.950.000 ini. Pilihan warna misalnya disediakan Mat Titanium Silver, Titanium Silver, dan Matt Black. Warna-warna yang masuk kategori berkelas.

Desainnya sendiri juga berkelas dengan lampu depan model V dengan bodi keseluruhan yang ramping. Nah, terkait dengan dimensi, pada Suzuki Nex ini memiliki ukuran dimensi dengan panjang 1850 mm, lebarnya 665 mm, dan tinggi 1035 mm serta memiliki berat hingga 90 Kg saja. Suzuki pun juga melengkapi Suzuki Nex ini dengan velg roda berpalang tiga dengan rem cakram di depan. Sebuah tampilan yang tentunya elegan sekaligus sporty.

Jadi kamu siap berhemat dengan cara yang menyenangkan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Apa Saja yang Dilakukan Orang Cerdas di Media Sosial?

Tak hanya untuk urusan akademik saja, perilaku seseorang yang memang cerdas akan tergambar dari segala aspek kehidupannya. Dan salah satu hal yang berhubungan erat dengan kita adalah aktivitasnya di media sosial.

Sekilas hal ini mungkin terlihat tak terlalu menarik perhatian, namun mengingat banyaknya hal-hal yang kerap berujung pada pertengkaran di media sosial. Agaknya sayang sekali jika tak jadi bahan perbincangan.

Tak perlu berteriak untuk bilang bahwa kamu ini adalah sosok yang cerdas. Karena tanpa kamu beritahu sekalipun, seseorang di luar sana bisa menilaimu dari apa yang kerap kamu bagikan.

Setiap Orang Punya Hak yang Sama Untuk Berekspresi, Akan Tetapi Mereka Punya Cara Berbeda Untuk Berbagi

Kita tentu telah bosan, oleh suguhan status yang tak jelas juntrungnya. Akan tetapi mereka yang memiliki pemikiran tak biasa, punya cara lain untuk menunjukkan isi hatinya. Senangnya tak selalu disampaikan dengan kata-kata syukur yang berlebihan, hingga sedih yang tak semuanya harus dibagikan.

Tahu bahwa ada ribuan pasang mata yang siap mengakses apa yang akan mereka kerjakan, tautan dan status yang mereka bagikan selalu bernada positif bagi semua orang.

Platform Ini Jadi Personal Branding Baginya, Kamu Tak Akan Menemukan Konten Murahan di Timelinenya

Figur-figur cerdas tahu bagaimana memanfaatkan sesuatu agar berpengaruh baik bagi hidupnya. Bahkan hal-hal remeh yang bagi orang lain tak penting, bisa jadi sesuatu yang bermakna besar untuknya.

Dimata mereka sosial media adalah gambaran atas jati diri yang ia punya, jadi jangan heran jika suatu kali kamu akan menemukan postingan-postingan bernada serupa dalam setiap harinya. Bukan tak ingin mencari tahu hal lain diluar yang ia suka. Tapi baginya segala yang ia bagikan akan jadi hal yang menjelaskan siapa sebenarnya dirinya.

Berdebat Untuk Hal yang Benar Tentu Bukanlah Kesalahan, Tapi Mereka Tahu Kapan Akan Membuka Suara di Kolom Komentar

Banyak orang mengaku berpendidikan, namun kerap terlibat perang pendapat pada kolom komentar. Dan disaat itu kamu harusnya membuka mata, karena mereka yang cerdas sungguhan tak akan melakukan hal yang sia-sia.

Banyaknya konten-konten bernada negatif yang sudah memenuhi hidup kita beberapa tahun terakhir, bak makanan sehari-hari. Sebagian orang yang peduli akan berjuang melawan satu per satu komentar yang kontra terhadapnya. Sedangkan yang lain terkesan cuek dan tak peduli, cukup dengan membaca saja.

Jangan pikir mereka tak punya kepedulian terhadap sekeliliingnya. Hanya saja mereka paham bahwa orang-orang yang tak suka akan tetap mencari cara untuk menyuarakan pendapatnya.

Pribadi yang cerdas hanya akan membuka suaranya pada hal-hal yang memang harus diluruskan dan dibenarkan.

Bukan Tak Punya Masalah, Mereka Paham Media Sosial Bukanlah Kotak Keluhan

“Konon berbagi masalah akan mengurangi beban yang kita punya”

Dan hampir setiap kita mungkin akan percaya, padahal pernyataan ini jadi sesuatu yang perlu dicari tahu kebenarannya. Memang sih tak ada masalah yang tak terselesaikan, dan berbagi cerita mungkin akan sedikit mengurangi beban.

Akan tetapi, mereka yang benar-benar cerdas tak akan melakukan hal-hal konyol yang tak berguna. Di kepala mereka ada sesuatu yang nampaknya sudah terpatri. Bertugas untuk memilah-milah hal yang harus dibagikan, dengan sesuatu yang tidak seharusnya dibagikan.

Tutur Kata dan Gaya Bahasa yang Menyebalkan, Tak Akan Kamu Temukan Di Sepanjang Postingannya

Bagaimana riuhnya media sosial pada era pilkada DKI kemarin, tentu telah membuat kita merasa jengah. Untuk dapat memastikan mereka-mereka yang memang memiliki kecerdasan yang tak biasa, cobalah tengok kembali timeline media sosial dari teman-temanmu.

Tahu situasinya sedang genting, pribadi yang cerdas tak akan unjuk gigi demi menaikkan eksistensi. Tak mau jadi pihak yang memperkeruh situasi, ia malah bertindak sebagai seseorang yang menabur kasih.

Berbeda Pandangan adalah Hal Biasa, Namun Bisa Menerima Masukan itu Luar Biasa

Media sosial dan perdebatan jadi sesuatu yang saling berhubungan. Tak percaya? Coba saja lihat kolom komentar di laman instagram milik artis Rina Nose yang kemarin tengah menjadi perhatian atas keputusannya untuk melepas hijab yang telah dipakainya hampir setahun terakhir.

Dari puluhan ribu komentar yang ada, hampir setengahnya berisi hujatan bernada menyalahkan. Jika punya cukup banyak waktu untuk memerhatikan satu per satu komentar yang ada, kita bisa melihat akun mana yang dikendalikan orang cerdas dan yang tidak.

Sosok yang memang benar-benar cerdas, tentu cukup bijak untuk menilai sebuah pandangan. Walau meski kadang kala akan tak sesuai dengan apa yang ia pikirkan, bukan berarti berhak untuk menyalahkan orang lain. Sebaliknya, ia akan membuka diri untuk menerima hal-hal yang tadinya tak diketahui sama sekali.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Bukannya Aku Anti dengan Seni, Tapi Sebuah Tato di Tubuh Hanya Akan Menuai Kontroversi

Entah sudah berapa kali kamu bilang padaku soal keinginanmu yang ingin membuat tato kecil di lenganmu itu. Hal ini jelas membuatku gusar dan sedikit kesal. Rasanya sukar sekali membuatmu mengurungkan niatmu  itu. Aku tahu, keinginanmu membuat tato tak lepas dari kesukaanmu pada seni. Pun dengan aku, bukannya aku anti dengan seni dan segala hal yang kamu suka, aku hanya tidak ingin kamu jadi perbincangan orang-orang yang tak mengerti maksud dan tujuanmu itu.

Kamu bilang padaku, “Cuek saja dengan apa kata orang,” tapi aku tak bisa demikian. Mungkin teman-teman kita sudah menganggap tato jadi hal yang lazim, tapi tidak dengan keluargamu atau keluargaku. Seringkali, pola pikir lintas generasi membuat kita berbenturan dengan mereka yang lebih tua, atau yang sejak awal sudah menganggap sesuatu yang tak lazim maka selamanya tetap seperti itu. Bukan hanya itu, aku tak rela kamu bertato karena yang kutahu tato justru mendatangkan dampak yang tak baik bagi kulitmu.

Urusan Kesehatan Menjadi Alasan Utama Mengapa Aku Keberatan Kalau Kamu Bertato

Kamu harus tahu, salah satu risiko membuat tato adalah menyebabkan infeksi. Munculnya infeksi bisa saja berasal dari tinta yang telah terkontaminasi bakteri Mycobacterium chelonae. Efeknya, akan muncul ruam di kulit dan terasa perih setelah berbulan-bulan lamanya. Bahkan infeksi virus ini juga bisa berkembang jadi tumbuhnya kutil. Yakin? Masih kekeuh mau menato?  Aku hanya mengingatkan. Belum lagi munculnya alergi. Bisa berupa kemerahan pada kulit yang kemudian jadi gatal-gatal. Alergi yang muncul karena tato bahkan sulit diobati.

Tak Sedikit dari Mereka yang Sudah Bertato Pada Akhirnya Menyesal dengan Tato yang Telah Dibuat

Menutup kulit dengan tato lagi-lagi berimbas pada kesehatan kulit. Pasalnya, adanya tato ternyata membuat dokter sulit melakukan deteksi dini adanya kanker. Akibatnya, kanker pun jadi terlambat untuk ditangani. Maka tak heran jika tidak sedikit orang yang pernah merajah tubuhnya dengan tato akhirnya menyesal di kemudian hari, bahkan berniat menghapus tato tersebut. Berdasarkan penelitian, sebanyak 28 persen orang Amerika menyesali tato yang dibuatnya dalam jangka waktu setahun. Aku tak mau kamu menyesal pada kemudian hari. Jadi, bukankah lebih baik tak usah bertato?

Belum Lagi Soal Restu Orangtuaku, Mereka Tahunya Kamu Tak Bertato, Apa Jadinya Kalau Suatu Saat Kita Terganjal Restu Hanya Karena Tato yang Terlanjur Melekat?

Sekian waktu kita menjalani relasi, orangtuaku memang sudah setuju. Tapi bukan berarti mereka tak menanyakanmu lebih lanjut. Aku tahu, keinginan mereka adalah agar aku mendapatkan orang yang memang tepat untukku. Tapi apa iya, saat aku mengira kamulah yang paling tepat, orangtuaku justru tidak merasa demikian.

Kuakui orangtuaku masih sangat kaku, mereka pasti tidak bisa dengan mudah memahami alasanmu jika kamu benar-benar ingin bertato. Inilah mengapa kukatakan, tato hanya akan menuai kontroversi. Semula kamu datang tanpa tato, apa jadinya kalau mereka mendapati fakta baru? Aku hanya tak siap berpisah denganmu hanya karena urusan tato.

Lagipula, Bukankah Agama Pun Melarang Soal Menato Tubuh?

Bukannya aku ingin menceramahi, hanya saja setahuku demikian. Kamu dan aku sama-sama beragama, bukankah sebaiknya kamu mengurungkan niatmu daripada kepalang terlanjur padahal kamu tahu hal itu dilarang? Aku hanya tak ingin kamu mendapat cap yang tak seharusnya hanya karena sebuah tato.

Mungkin kini kamu tahu, tekadku untuk menentangmu agar tak bertato memang cukup kuat. Kalau dibandingkan antara manfaat dan tidaknya, aku bahkan belum melihat adanya faedah dari sebuah tato. Tapi bila akhirnya kamu enggan mendengarkan segala masukanku, maafkan jika aku marah padamu.

Suatu Saat Bila Aku Marah, Kuharap Kamu Mengerti. Atau Setidaknya, Jelaskanlah Alasan Logis Dari Sebuah Tato yang Begitu Kamu Dambakan Itu

Aku dan kamu sedang tak sepemikiran untuk hal yang satu ini. Karenanya, bila akhirnya kamu memilih jalanmu tanpa mempertimbangkan saran-saranku, tolong maklumi jika aku marah padamu. Sebagai partner, aku mencoba menuntunmu untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat. Toh kalau kamu tak melihat usahaku yang demikian adanya, baiklah, mungkin suatu saat aku akan mengerti. Atau setidaknya, berikan aku satu penjelasan logis yang bisa membuatku mengerti mengapa harus menato.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Mereka yang Kini Terlihat Mahir Juga Berawal dari Seorang yang Amatir

Ini tentang mereka yang kini kita kenal sebagai orang besar. Hal yang kerap terlintas dipikiran, mungkin mencari cara untuk bisa meraih kesuksesan seperti mereka. Tanpa mengurangi rasa bangga dan kekagumanan, sebenarnya mereka dulu juga sama dengan kita.

Lupakan dulu hal-hal indah yang kini mereka nikmati, mari kita ulik bagaimana mereka disaat masih berupaya mati-matian. Kamu harus tahu bagaimana kerasnya mereka bekerja demi impian yang sekarang sudah digenggam. Demi menghindari kesalahpahaman akan sesuatu yang kita anggap jadi tujuan, cobalah pahami dulu bagaimana orang-orang itu bisa sesempurna sekarang ini.

Sebagai Langkah Awal Untuk Memulai Segalanya Kita Harus Memiliki Mimpi Terlebih Dahulu

Seringkali kita memandang orang lain, sebagai bentuk dari kesempurnaan. Fisik yang mumpuni dengan kecerdasan otak juga diatas rata-rata. Bukannya lebih bersemangat lagi, hal-hal seperti malah kerap membunuh kita untuk tak bisa berdiri.

Menbandingkan hidup kita dengan orang lain, tentu bukanlah sebuah langkah yang salah. Namun jika itu malah memperburuk suasana, lantas untuk apa?

Hal yang jauh lebih penting, cobalah untuk melihat sisi lain dari mereka. Entah itu mimpi yang mungkin sama, hingga seberapa keras mereka telah berusaha. Karena sejatinya kesuksesan tentu diawali dengan sebuah mimpi yang ingin dijadikan nyata.

Hidup Kerap Mendatangkan Cobaan, Siapkan Diri Untuk Berbagai Ujian

Jika diibaratkan sebagai seorang manusia, kehidupan adalah sosok yang jenaka. Beberapa hal kadang datang tanpa diundang, kemudian mampu menciptakan gelak tawa. Tapi jangan dulu senang, karena tak hanya itu saja. Kehidupan kerap mendatangkan kejadian diluar rencana.

Tak peduli sudah sejauh mana kamu menyusun rencana, sesuatu yang memporak-porandakan rencana bisa datang dengan tiba-iba.

Jangan marah atas ketidakadilan yang mungkin kamu rasa, menyiapkan diri untuk berbagai macam hal yang akan terjadi jauh lebih baik dari segala upaya. Kamu pun jadi lebih kuat dalam berusaha.

Jika Perlu, Ambillah Contoh Satu Orang yang Akan Membuatmu Terus Berjuang

Kamu tentu pernah mendengar, satu orang sukses bercerita bagaimana ia memulai segala upaya dengan menjadikan seseorang sebagai contoh untuk dirinya. Jangan pikir mereka bisa sukses secara tiba-tiba. Hal yang kerap membedakan kita dengan mereka, terletak pada kegigihan dan keinginan untuk tak lekas berputus asa.

Demi tetap bertahan pada mimpi yang kerap terasa sulit, kamu bisa mengikuti langkah mereka yang telah sukses. Pilihlah satu orang contoh yang akan memicu semangatmu. Baik itu penyanyi pujaan, atau aktor terkenal hingga pengusaha sukses yang memang patut dijadikan teladan.

Telisik lagi berbagai macam kemampuan yang dulunya mereka juga kerahkan. Jika memang beruntung, kelak kamu bisa berada sejajar dengan mereka yang tadinya kamu jadikan contoh untuk mimpimu.

Pada Beberapa Kesempatan Akan Ada Orang-orang yang Hadir Untuk Meremehkanmu

Mimpimu tak akan diterima oleh semua orang, kamu harus ingat itu!

Satu-satunya orang yang harus berjuang untuk semua angan, hanyalah kamu seorang. Beberapa orang bisa saja tak percaya, atau bahkan tertawa saat melihatmu gagal dan menderita. Namun dorongan dari pihak lain yang mungkin yakin padamu akan jadi kekuatan untuk kembali tegak lagi.

Berhenti untuk mengutuki masalah yang ada, kamu harus tahu bahwa perjalanan untuk mencapai mimpimu tak selalu baik-baik saja. Bahkan untuk ukuran penyanyi terkenal yang sudah Go International, seperti Agnes Mo saja, juga pernah merasa bahwa tak semua orang suka akan dirinya. Bentuknya pun bermacam-macam, mulai mencibir lirik lagu hingga pada pakaian yang ia gunakan. Namun dia tetap berkarya tanpa memperdulikan semua cibiran.

Tapi Pastikan Pada Diri Sendiri, Bahwa Usahamu Tak Akan Berhenti

Beberapa superstars yang kini kita kenal dengan prestasi menjulang, tak akan sampai pada titik sekarang, jika menyerah pada keadaan! Dan hal yang sama juga harus kita tanamkan pada diri sendiri.

Tak peduli dengan banyaknya cobaan yang nampaknya berusaha untuk mengagalkan upaya dan mimpi yang kita buat. Daripada harus berpikir untuk menyudahi perjuangan, jadikan semua cobaan sebagai kekuatan yang akan memperkuat keinginan.

Jika masih dirasa kurang, coba lihat mereka yang dulunya sama seperti kita. Berjuang dari bawah untuk mimpi yang memang ingin dijadikan nyata.

Jika Memang Berjodoh Dengan Mimpimu, Semua Upayamu Tentu Akan Membuahkan Hasil

Menjadi seorang penyanyi terkenal, dokter yang handal hingga berbagai macam mimpi lain yang mungkin akan membuat nama kita dikenal, tentu jadi hasil akhir untuk mimpi yang kita kenang.

Bukan masalah kecil atau besarnya kemampuan yang kamu miliki sekarang. Tapi bagaimana kamu mau membuka diri untuk terus belajar. Tak ada kemampuan yang akan datang dengan begitu saja. Kecuali kamu memang dilahirkan sebagai manusia super yang berbeda.

Semuanya butuh proses, karena konon mereka yang sekarang kelihatan besar ,dulu adalah manusia kecil yang sama seperti kita sekarang. Diiringi tekad dan kemampuan untuk terus belajar mereka tumbuh jadi sosok yang kini kita jadikan panutan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top