Feature

Thor: Ragnarok, Kala Konflik Keluarga Sampai Membuat Heboh Planet Tetangga

Thor ternyata bukan anak tertua Odin, sang penguasa Asgard. Adalah Hela, sang Dewi Kematian yang tetiba muncul dan mengungkapkan fakta lain bahwa ia adalah kakak pertama Thor dan Loki. Kemunculan Hela hanya beberapa saat setelah Odin meninggal. Bukannya datang baik-baik dan merangkul dua adiknya, Hela justru jadi ancaman besar bagi dua putra Odin sekaligus kedamaian Asgard. Semua pihak seakan diajak berpikir, apakah Asgard akan benar-benar hancur?

Pertanyaan besar yang mungkin menggantung tentu soal nasib Thor? Apa lagi lewat trailer sebelumnya, terungkap jika Mjolnir, palu kebanggaan milik Thor justru hancur di tangan Hela. Hancurnya Mjolnir tak cuma bencana bagi Thor, melainkan menguatkan fakta lain: Hela lebih kuat dibanding Thor. Akankah Thor mampu mengalahkan Hela?

Nah, satu-satunya jalan untuk menuntaskan rasa penasaranmu tentu dengan menonton film terbaru mereka bertajuk Thor: Ragnarok. Film yang merupakan sekuel kisah dari dua film sebelumnya yaitu Thor (2011) dan Thor: The Dark World (2013).

Cerita Kiamat Tak Selalu Soal Kehancuran, MCU Justru Suguhkan Cerita Baru  dengan Unsur Komedi yang Segar dan Menawan

Thor: Ragnarok adalah kejutan manis dari Marvel Cinematic Universe (MCU) di tahun ini. Kamu yang sudah menonton dan mengikuti dua film Thor sebelumnya, pasti setuju kalau film ketiganya ini patut dinobatkan sebagai film terbaik dari sekuel Thor, sang Dewa Petir (yang masih diperankan oleh Chris Hemsworth). Dikatakan kejutan manis lantaran judul Ragnarok yang berarti kiamat, dan pasti lekat dengan nuansa kehancuran justru kental dengan unsur komedi yang ringan dan segar. Sebuah plot-twist yang cukup diluar ekspetasi. Dipastikan, kamu akan terhibur selama menonton film ini.

Thor Kian Penuh Aksi,  Salah Satunya dengan Petualangan Lintas Galaksi

Dilain sisi, poster film Thor:Ragnarok sengaja dibuat cukup colourful. Sayangnya, poster tersebut sempat jadi bahan olok-olokan lantaran dinilai terlalu ramai untuk film superhero sekelas Thor. Tapi sang sutradara, Taika Waititi punya jawaban pasti. Ya, Thor: Ragnarok memang ingin menyuguhkan petualangan lintas galaksi yang penuh warna.

Kamu tak hanya melihat Asgard yang sedang diambang kehancuran, sisi lain galaksi dimana ada planet bernama Sakaar pun ikut disuguhkan. Planet itu dikuasai oleh Grandmaster (Jeff Goldblum), sosok pemimpin nyentrik, aneh, tapi punya peran penting terjadinya pertarungan antara Thor dan Hulk (Mark Ruffalo). Beberapa saat sebelum terjebak di Sakaar, Thor bahkan sempat mencari Odin hingga ke Bumi dan ternyata justru bertemu dengan Doctor Strange (Benedict Cumberbatch).

 Kala Aksi Dewa Petir Mampu Mengundang Gelak Tawa

Waititi sukses menggulirkan cerita yang terinspirasi dari mitologi Nordik dengan porsi yang pas dan memberikan kesenangan hingga akhir film. Kemunculan tokoh Avengers lain seperti Doctor Strange, Hulk, hingga dialog-dialog penuh tawa antara Thor dan Hulk tentang Tony Stark kian membuat film ini seakan tak memberi celah penonton untuk merasa bosan sedikitpun.

Belum lagi pertengkaran dan aksi saling ‘jahil’ antara Thor dan Loki yang jadi penguat cerita. Mungkin akan terasa membosankan kalau Loki (Tom Hiddleston) justru memiliki karakter protagonis yang mengikuti setiap kata dari sang kakak.

Thor: Ragnarok bisa dibilang sebagai film MCU yang paling berani dan dan bisa memuaskan penonton dari semua umur. Bisa jadi sebentar lagi kepopuleran Thor mampu menyaingi superhero Marvel lainnya seperti Captain America dan Iron Man. Disamping itu, Hemsworth juga semakin menguasai karakternya sebagai Thor, ia terlihat luwes dan menjadi dirinya sendiri. Figur tampan, jenaka, menawan, dan menyenangkan bukan lagi melekat pada diri Hemsworth saja, tapi juga pada sosok Thor. Sekaliber Dewa Petir pun ternyata bisa menggulirkan dialog konyol dan mengundang tawa.

Villain Itu Tak Melulu Keji, Hela Punya Cara Lain Menunjukkan Ambisinya demi Mendapat Taji

Flashback sebentar tak masalah kan? Pada masa lalu, Hela memang keji. Ia pernah membantai ribuan penduduk Asgard termasuk jajaran tentara wanita berjuluk Valkyrie. Kekejiannya masih bertahan hingga kemunculannya kembali di Asgard.

Sementara itu, Thor justru bertemu satu-satunya kaum Valkyrie yang tersisa (diperankan oleh Tessa Thompson). Kekejian Hela (Cate Blanchett) harus dihentikan demi keamanan rakyat Asgard. Hal ini yang membuat Thor membentuk The Revengers (Pasukan Balas Dendam) bersama Hulk, Valkyrie, dan Loki.

Namun hal lain yang patut disorot bukan lagi soal The Revengers, melainkan tentang Hela, satu-satunya penjahat wanita di MCU. Kemunculan Hela memberi warna baru kalau villain bisa semenawan itu. Lihat saja bagaimana akting Cate Blanchett, Waititi tak salah pilih menempatkan aktris yang satu ini di jajaran villain MCU.

Satu hal yang perlu digaris bawahi: Hela yang ambisius dan digadang-gadang lebih kuat dari Thor nyatanya memang berbahaya. Ia tak pandang bulu, sekalipun berhadapan dengan Thor dan Loki yang notabene adalah adik-adiknya. Konflik keturunan Odin memasuki babak baru dimana kehebohannya tak hanya dirasakan di Asgard, melainkan juga di planet tetangga.

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Berhemat Bisa Dilakukan Secara Menyenangkan

Sebetulnya kenapa sih kita harus melakukan penghematan? Kenapa kita harus menabung? Toh kita selama ini mampu membayar kebutuhan kita, kenapa pulak kita harus repot menyisihkan penghasilan untuk menabung?

Meski tidak selalu eksplisit mungkin pertanyaan macam itu kerap muncul di benakmu. Apalagi sedari kecil kita memang ditanamkan untuk tidak boros. Tapi sayangnya kita memang tak pernah diajarkan alasan kenapa kita harus berhemat dan menabung.

Dalam hal menabung, hal paling penting yang harus kamu ingat adalah kondisimu tidak akan selalu sama seperti sekarang ini. Kamu tidak selalu bisa seproduktif seperti saat ini.

Coba bayangkan saja kalau kamu sakit, tentunya kamu tidak akan bisa bekerja seperti biasanya. Atau nanti ketika tua kamu juga sudah tak lagi bisa menghasilkan seperti ketika muda. Pada saat itulah kita akan menuai hasil penghematan yang kita lakukan saat ini.

Lagi pula, bicara soal hemat itu jangan langsung mengasosiasikan dengan hidup susah dan tak menyenangkan. Kita bisa kok, melakukan penghematan dengan cara yang mengasyikkan.

Berhemat Itu Di depan Bukan Belakangan Karena Terpaksa Tak Punya Uang

Ini kekeliruan utama yang sering kita lakukan. Penghematan dan menabung itu dilakukan belakangan ketika duit hanya tinggal sisa remah-remah akhir bulan. Pada saat itu tentunya berhemat jadi tak menyenangkan karena terasa seperti keharusan karena kehabisan uang. Ditambah lagi cara ini sering kali gagal.

Karena itu cobalah untuk melakukan penghematan itu di depan. Rencanakan semua pengeluaran itu sebelum bulan berjalan. Jadi yang kita lakukan adalah mengatur pemasukan dan pengeluaran, bukan melakukan pengetatan ikat pinggang karena kekurangan uang. Tentukan dulu sedari awal prosentase uang yang ingin kita hemat setiap bulannya.

Irit Itu Tak Perlu Rumit, Menabunglah Menggunakan Rumus 80-20!

Seorang pemikir manajemen bisnis bernama Joseph M. Juran memperkenalkan konsep menabung 80-20. Konsepnya dari rumus ini sangat sederhana. Kamu hanya perlu menabung sebesar 20% dari pendapatan bersih yang telah kamu peroleh. Kemudian gunakan sisanya untuk dibelanjakan. Sebesar 50% dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sedangkan 30% sisanya dipakai untuk membeli apa yang kita inginkan.

Sertakan Impianmu Dalam Rencana Penghematan, Karena Menabung Dengan Tujuan Itu Jauh Lebih Mudah

Tak perlu menabung dengan jumlah sangat besar dengan tujuan yang tak jelas. Sikap “yang penting punya tabungan” biasanya sumber dari kegagalan menabung. Karena kita tak akan punya motivasi jelas kenapa harus berhemat.

Karena itu cobalah untuk menetapkan terlebih dahulu tujuanmu. Misalnya, berhemat karena ingin mengganti smartphone terbaru dengan harga tertentu, ingin membeli sepatu merk tertentu yang harganya tak murah, ingin menabung untuk penghasilan di hari tua, berhemat untuk dana darurat ketika sakit, dan tujuan spesifik lainnya.

Dengan membagi tujuanmu secara rinci manajemen keuanganmu juga akan lebih baik. Dan kamu akan punya banyak pos keuangan yang tidak saling tumpang tindih.

Jangan Salah ya, Barang Yang Keren Tak Selalu Idientik Dengan Boros

Kamu keliru kalau berpikir barang-barang yang hemat itu tak bagus. Dan sebaliknya barang-barang yang keren itu harus boros. Coba ambil contoh misalnya lampu LED yang hemat energi. Bentuk dan nyala lampunya jauh lebih baik dari lampu biasa. Pendingin ruangan juga punya karakteristik yang sama. AC dengan teknologi low watt punya bentuk yang lebih langsing dan jauh lebih bisa disesuaikan dengan tampilan interior rumah.

Kendaraan Yang Hemat Pun Bisa Juga Tampil Keren Loh

Sementara untuk kendaraan kamu bisa menengok Suzuki Nex. Motor satu ini memegang rekor MURI untuk kategori motor matic paling irit. Ketika pemecahan rekor mampu mencapai 109,8Km/L. Hal ini dimungkinkan karena Suzuki Nex dibekali mesin 113cc dengan teknologi SUPER FI (Suzuki Performance Fuel Injection) dan mesin berkonsep LeaP (Light, Efficient and Powerful) yang telah terbukti menghasilkan tenaga besar secara presisi dan minim gesekan sehingga mampu mengoptimalkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Tapi meski lekat dengan irit dan hemat bukan berarti Nex akan membuat kita jadi tampil seadanya. Karena Suzuki menawarkan rasa elegan dan mewah pada skutik yang dibandrol Rp12.950.000 ini. Pilihan warna misalnya disediakan Mat Titanium Silver, Titanium Silver, dan Matt Black. Warna-warna yang masuk kategori berkelas.

Desainnya sendiri juga berkelas dengan lampu depan model V dengan bodi keseluruhan yang ramping. Nah, terkait dengan dimensi, pada Suzuki Nex ini memiliki ukuran dimensi dengan panjang 1850 mm, lebarnya 665 mm, dan tinggi 1035 mm serta memiliki berat hingga 90 Kg saja. Suzuki pun juga melengkapi Suzuki Nex ini dengan velg roda berpalang tiga dengan rem cakram di depan. Sebuah tampilan yang tentunya elegan sekaligus sporty.

Jadi kamu siap berhemat dengan cara yang menyenangkan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Mewarnai Rambut Adalah Caraku Merayakan Kebebasan Berekspresi

Rambutmu diwarnai? Kira-kira alasan apa yang mendorongmu berani mengubah warna rambut? Faktanya memang demikian, kendati perempuan Asia sudah dianugerahi warna rambut yang hitam nan indah, masih banyak yang ingin mewarnai rambutnya. Bahkan berdasarkan penelitian yang ada, sekitar lima juta perempuan mengecat rambutnya.

Apa yang Membuat Orang Mewarnai Rambut?

Mungkin kalau untuk mereka yang sudah mulai muncul uban, mewarnai rambut adalah cara untuk menutup munculnya rambut putih tersebut. Tapi tak melulu demikian, terlebih saat ini mewarnai rambut telah jadi bagian dari fesyen, seni, dan tren. Sehingga mewarnai rambut pun mulai dianggap sebagai salah satu cara merayakan kebebasan berekspresi.

Terbukti, 60 persen mengubah warna rambutnya sebagai bagian dari fesyen dan memilih menggonta-ganti warna rambut yang sedang tren saat itu. Jumlah tersebut ternyata terus meningkat setiap tahunnya.

Berekspresi Itu Hak Setiap Orang, Tak Masalah Kalau Kamu Mewarnai Rambut Semata-mata Demi Mengubah Penampilan 

Beberapa tahun atau mungkin dekade lalu, mewarnai rambut masih dianggap sebagai hal yang terlalu ‘liar’. Orang yang mewarnai rambutnya, terutama perempuan, biasanya dianggap nakal atau urakan. Tapi seiring perubahan zaman, ternyata mewarnai rambut mulai dianggap sebagai cara yang paling efektif untuk mengubah penampilan.

Untukmu yang memang tertarik mengubah penampilan agar terlihat berbeda, jangan takut menjajal warna rambut yang kontras dengan warna rambutmu. Kamu bisa meniru langkah selebritis Korea untuk hal yang satu ini.

Percaya Diri Bukan Hanya Soal Berbicara Lantang di Depan Umum, Tapi Berani Tampil dengan Gaya Rambut yang Kita Inginkan

Bagi sebagian orang, percaya diri bukan berarti tampil di depan umum atau melawan rasa takut. Tapi tentang bagaimana dia tahu apa yang diinginkan dirinya tanpa terpengaruh penilaian orang lain. Salah satunya dengan berani memilih warna rambut yang kamu inginkan. Kebanyakan orang yang ingin mewarnai rambut biasanya memikirkan warna apa yang sekiranya cocok dengan mereka.

Tapi diatas semua itu, kamu perlu membangun rasa percaya diri terlebih dahulu sebelum mulai memutuskan untuk mewarnai rambutmu. Kalau rasa percaya diri sudah ada, saat kamu melihat tampilan barumu, maka kamu akan cepat beradaptasi dan bisa berlaku seperti biasanya tanpa perlu ada rasa tak nyaman.

Menariknya, Style Mewarnai Rambut Bagi Perempuan Jepang Menandakan Kalau Mereka Peduli Kesehatan Rambut 

Tampil beda pasti jadi tujuan utama pewarnaan rambut. Namun tetap saja, kamu tak bisa mengabaikan perawatan rambut. Kamu perlu tahu, perempuan Jepang yang mewarnai rambut justru dianggap yang paling memperhatikan kesehatan rambut. Pasalnya, mewarnai rambut memang membutuhkan perawatan ekstra.

Perempuan Jepang biasanya kerap merawat kulit kepala mereka dengan perawatan khusus di salon. Mereka berprinsip kalau rambut sehat memang berasal dari kulit kepala yang sehat. Kalau rambut terjaga kesehatannya, maka penampilan pun akan lebih sempurna.

Tak Perlu Perawatan Mahal, Mewarnai Rambut pun Sejatinya Bisa Bikin Kamu Tampak Lebih Awet Muda

Agar terlihat lebih awet muda, poni bisa dijadikan cara ampuh demi mendapat tampilan yang lebih fresh. Tapi tak melulu poni, untukmu yang lebih suka mewarnai rambut, silahkan coba cara yang satu ini. Namun kamu tetap harus jeli dalam memilih warna cat rambut yang cocok dengan kepribadianmu. Biasanya kalau sudah menemukan warna yang tepat untuk rambut, bukan saja bisa membuatmu terlihat awet muda, kamu pun akan nampak lebih bahagia dari biasanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Trending

Yang Kudapat dari Menonton Film “My Generation” Hari Jumat Kemarin

“Zaman papa dulu…”

Jadi satu-satunya kalimat yang membuat saya tersenyum dan ingat Bapak di rumah.

Dan jika kalian ingin tahu, itu adalah kata-kata pamungkas dari Papanya Konji (Joko Anwar) kepada sang anak Konji (Arya Vasco), setiap kali memberi petuah jika anaknya berulah.

Di tengah hiruk pikuk fenomena generasi micin yang katanya jadi generasi tak bermoral, tadinya saya berpikir bahwa film ini akan jadi salah satu peyegaran jiwa untuk orang tua dan anak muda.

Konon menurut orangtua Konji, sikap dan perilaku anak muda zaman sekarang sama sekali tak menunjukkan nilai-nilai moral. Budaya timurnya telah tergeser dengan perilaku kebarat-baratan yang lebih mendominasi. Babak ini berhasil menyeret saya untuk berpihak pada Konji bahwa “Tak semua anak muda seperti yang Papanya Konji pikirkan”.

Beruntungnya Konji tak sendiri, anak SMA ini punya 3 orang teman lain yang merasa senasib dengannya, mereka adalah Zeke (Bryan Langelo), Orly (Alexandra Kosasie), dan Suki (Lutesha).

Diawali dengan hukuman yang mereka terima dari orangtua masing-masing, perkara video YouTube yang mereka buat. Padahal bagi saya, isinya patut diacungi jempol. Saya dan kamu tentu sudah bosan dengan Vlog yang bertebaran di kanal per-YouTube-an Tanah Air. Harusnya para YouTuber muda belajar dari mereka berempat.

Ya, setidaknya menyuarakan bentuk ketidaksukaan jauh lebih berfaedah daripada nangis sesenggukan karena diputusin pacar ,atau peluk-pelukan di kolam renang dengan laki-laki yang bukan pasangan halalnya. Kenapa? Kamu ingat seseorang ya? 

Dari kacamata perempuan muda berusia 22 tahun, tadinya saya berpikir ini akan jadi jembatan penghubung untuk menyuarakan isi hati saya juga. Tapi nampaknya saya terlalu berharap pada Mbak Upi selaku sutradaranya.

Mimpi mereka untuk berjemur di Bali pada liburan sekolah akhirnya musnah. Mau tak mau liburan kali ini akan dihabiskan di Jakarta. Tak ingin dicap sebagai pecundang yang akan meratapi nasib atas hukuman, titik ini justru jadi garis start memulai petualangan.

Mulai dari cerita putusnya Suki dengan sang pacar, sampai mengerjai mobil mantan, dan manisnya kisah cinta Konji, serta peliknya perasaan Zeke atas kematian adiknya, atau rasa tak pernah dimengerti oleh sang ibu yang dirasakan Orly.

Tayang serempak sejak tanggal 9 November 2017, film hasil rumah produksi IFI Sinema ini memang terlihat ingin mengangkat hal-hal yang berhubungan dengan keseharian anak muda. Hanya saja, bagi saya ini terlalu jauh. Karena faktanya tak semua anak di Indonesia ini bisa seperti mereka ini. Meski saya sendiri mungkin akan melakukan hal yang sama, jika dalam posisi mereka.

Melawan aturan dengan menyuarakan kepercayaan akan pilihan sendiri. Namun agaknya kurang pas, jika tak disertai kemampuan yang bisa dijadikan alasan untuk tidak mengikuti apa kata orangtua.

Memang sih, ini cerita saat liburan jadi wajar jika tak ada adegan yang menunjukkan mereka belajar. Tapi masa iya, kamu akan protes besar-besaran menuntut orangtuamu untuk tak terlalu mengekang, sedang kamu tak punya apa-apa untuk dibanggakan? 

Kalaupun kita akan bertanya pada anak-anak SMA, tentu mereka akan mengangguk setuju dan bilang bahwa sesungguhnya gambaran hidup dalam film ini adalah sesuatu yang menyenangkan. Hidup mewah dengan segala fasilitas, bisa bermain sesuka hati tanpa beban, bahkan Zeke bepergian dengan mengendarai mobil sendiri tanpa dilarang. Kurang apa lagi coba?

Satu-satunya hal yang mungkin akan membuat mereka berhenti protes, adalah ketika orangtuanya memberinya pilihan. Tetap jadi anak dari orangtuanya saat ini, atau jadi anak dari Bapak saya yang ketika SMA cuma di kasih uang jajan lima ribu rupiah.

Tapi meski agak sedikit kecewa, saya harus akui bahwa ada sosok yang cukup menarik perhatian yakni Orly. Perempuan kritis yang pintar, dan berprinsip. Keluar dari zona cinta-cintaan yang kerap kita saksikan di beberapa film anak muda. Dari scene yang terlalu terkonsep, serta cerita yang jauh dari kehidupan saya ini, Mbak Upi berhasil memberi penawar lewat sosok Orly.

Meski nyatanya 4 orang ini adalah artis pendatang baru, Faktanya mereka adalah squad pemeran utamanya. Tapi lagi-lagi saya merasa karakter Orly jadi satu-satunya peran yang mendominasi dan punya persona cukup kuat.

Lewat bentuk pemberontakan akan kesetaraan gender, dan hal-hal yang kerap dibebankan pada perempuan. Hingga  rasa tak sukanya kepada sang ibu (Indah Kalalo), yang kerap bersikap bak anak milenial dan berpacaran dengan laki-laki lebih muda darinya.

Cerita lain yang menjadi nilai plusnya, adalah scene yang menampilkan sosok yang selalu ingin tahu. Salah satunya, pertanyaan Konji kepada teman-temannya. Tentang bulan kelahirannya yang lebih cepat 3 bulan dari tanggal pernikahan orangtuanya. Hingga ditutup dengan manis oleh kesadaran mereka akan pentingnya rasa saling mengerti dan menghargai dalam hubungan anak dan orangtua.

Diharapkan akan jadi jembatan bagi orang tua dan anak, namun saya melihat ada beberapa sisi yang dirasa kurang. Saya merasa beberapa orangtua atau bahkan anak muda justru akan mempertanyakan letak nilai-nilai yang seharusnya dapat diambil pelajaran. Ya, setidaknya ini jadi gambaran akan beberapa komentar dari para orangtua, yang kini berseliweran di beberapa media sosial.

Akan tetapi sebagaimana yang Mbak Upi bilang, “Film ini bukan bermaksud menggurui atau menghakimi generasi millenial. Akan tetapi memberikan referensi terkini bagaimana kondisi generasi milenial lebih dekat. Pada akhirnya, antara generasi sekarang dan dulu harus saling memahami,”

Kamu bisa sependapat dengan saya, bisa juga tidak. Toh ini adalah beberapa hal yang berdasarkan sudut pandang saya sendiri. Jika ternyata kamu tak setuju tentu saya tak akan marah. Jika dirasa masih kurang, cobalah pergi ke bioskop dan tonton sendiri. Barangkali kamu punya penilaian yang berbeda. 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Ini Bukan Soal Suka Atau Tidak, Tapi Memang Ada Lagu Dangdut yang Bikin Kita Tak Bisa Menolak Untuk Ikut Bernyanyi

Keberadaan lagu dangdut identik dengan liriknya yang to the point. Meski kamu suka merasa aneh saat mendengar liriknya yang sedikit absurd, tapi tak bisa dipungkiri hal itu justru membuatmu terhibur. Mendengarkan lagu dangdut itu semacam guilty pleasure, kamu menyangkal kalau selera musikmu bukanlah dangdut, tapi tetap saja pasti kamu tahu atau paling tidak hapal dengan beberapa liriknya. Mau buktinya? Coba saja kamu karaoke ramai-ramai bersama temanmu, pasti lagu dangdut justru jadi media untuk meramaikan suasana dan menghibur acara kalian.

Diantara sederet penyanyi dangdut paling populer misalnya, pasti kamu akan menemukan momen dimana tak sengaja mendengar lagu-lagu mereka. Entah saat naik kendaraan umum, makan di warteg, atau mungkin menonton acara televisi lokal. Nah, hal inilah yang membuat otakmu justru jadi terbiasa mendengar lagu-lagu tersebut dan hapal dengan liriknya.

Meski Sering Dicibir dengan Sejuta Sensasi, Lagu Sambalado Milik Ayu Ting-ting Sering Dijadikan Pelipur Lara Dalam Hati

Sambala sambala bala sambalado

Terasa pedas, terasa panas

Sambala sambala bala sambalado

Mulut bergetar, lidah bergoyang

Kalau dibaca dari liriknya, Sambalado ini bercerita tentang pria yang hanya bisa mengucap janji manis saja. Alias omong doang. Dari liriknya mungkin terdengar ingin memojokkan si pria dan mengandung kesedihan, tapi nyatanya lagu ini malah dibawakan dengan gaya musik yang memancing untuk berdendang. Kalau kamu sedang galau karena merasa di-PHP-in dia, coba saja dendangkan lagu yang satu ini. Siapa tahu benar-benar jadi pelipur laramu.

Walau Judulnya Bang Jono, Lagu Milik Zaskia Gotik Ini Liriknya Memancing untuk Bergoyang

Kau fikir hidup ini cuma makan batu
Kau fikir anakmu tak butuh susu
Susu yang inilah susu yang itulah
Susa susi susah

Goyang itik Joss

Dibanding Sambalado, lirik lagu Bang Jono justru lebih lirih. Menceritakan soal pergolakan batin seorang istri yang berharap tanggung jawab Bang Jono sebagai kepala keluarga, tapi nyatanya Bang Jono justru keluyuran mencari hiburan. Kalau dibaca, liriknya cukup menyedihkan, tapi lagi-lagi memang musik dangdut seakan punya trik untuk memancing pendengarnya ikut berdendang. Kalau kamu ada acara karaoke, jadikan lagu ini sebagai list lagu wajib untuk kamu nyanyikan.

Bete Karena Gebetan Tak Ada Kabar, Mending Kamu Coba Mendendangkan Lagunya Janeta Janet Daripada Kepalang Penat

 

Kamu calling-calling aku lagi pusing

Kamu micall aku, aku lagi dongkol

Please deh aku jenuh dengan omongmu

Please deh aku jenuh..

Direject direject direject aja

Direject direject direject aja

Pacar yang tak setia, usah ditanggapin

Dimaafin malah nyakitin

Siapa yang tidak bete kalau gebetan tiba-tiba menghilang padahal kamu tengah rindu berat padanya. Sudah mencoba menghubungi tapi panggilanmu malah ditolak. Bukankah hanya akan jadi kekesalan sepanjang hari? Nah, mungkin kamu pernah terjebak situasi semacam ini, lagu Janeta Janet cukup mewakili lho! Sebagian dari kamu mungkin hanya tahu bagian direject-direjet-aja, tapi artinya lagu ini sudah terekam dalam benakmu bukan?

Membangun Mood Positif Tak Selalu Lewat Lagu Pop, Coba Deh Kamu Setel Lagu Klepek-klepek Milik Hesty. Paling Tidak, Liriknya Akan Kamu Ingat Sepanjang Hari

Cintaku Klepek-kelepek Sama dia
Sayangku Klepek-kelepek Sama dia
Sayangku Klepek-kelepek Sama dia

Patah hati pasti menyakitkan. Tapi saranku, daripada berlarut-larut dalam lara dan tangis sekian lamanya, coba ramaikan playlist-mu dengan lagu dangdut yang satu ini. Lirik dan musiknya terbilang lucu dan menghibur seakan punya kekuatan untuk mengubah suasana. Hati yang semula sendu, siapa tahu malah jadi merasa lucu setelah mendengar lagu ini.

Satu Lagi, Lagu Ayu Ting-ting Berjudul Geboy Mujaer Dijamin Membuatmu Bingung. Ada Apa dengan Mujaer?

Di geboy geboy mujaer
Nang ning nong, Nang ning nong
Pat gulipat, bangdung ding ser
Mustofa jadi nggak kuat
Mustofa tergila gila
Mustofa jatuh cinta sama seorang biduan

Lirik lagu yang satu ini yang paling fenomenal sejauh ini. Baru mendengar lirik awalnya saja, pasti kamu rasanya sudah mau bergoyang. Liriknya bercerita tentang seorang cowok bernama Mustafa yang patah hati ditinggal pacarnya. Singkat kata Mustafa mencari hiburan dengan bergoyang bersama biduan. Mustafa pun jatuh hati dengan biduan tersebut. Satu hal yang absurd mungkin, mengapa harus geboy mujaer? Meski demikian, pemilihan judul Geboy Mujaer justru memberikan efek jenaka pada lagu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top