Feature

Terlalu Banyak Curhat di Sosial Media, Membuat Orang Lain Muak Mendengar

Di media sosial, semua hal bisa dilakukan, termasuk curhat secara terang-terangan. Terdengar baik jika hal itu memang bermanfaat, lalu bagaimana dengan curhat tak jelas yang justru lebih sering diposting? Masihkah bermanfaat? Tentu saja tidak.

Kamu perlu tahu, jika media sosial berisi jutaan orang. Dan jika tak cukup bijak untuk memilah-milah hal mana saja yang bisa diposting, kamu bisa kena imbasnya. Ya, imbas dianggap kurang kerjaan hingga tak paham etika bermedia sosial.

Benar memang, jika media sosial dipakai untuk menarik perhatian. Akan tetapi, ada baiknya jika kamu menggunakannya untuk hal-hal yang jauh lebih berguna. Kamu mungkin senang-senang saja bercerita panjang lebar, namun bagimana dengan mereka yang berteman denganmu di media sosial? Beginilah kira-kira isi kepala mereka setiap kamu curhat di media sosial.

Bersikap Terlalu Berlebihan. Dari Semua Manusia yang Ada Di Muka Bumi Ini, Seolah Kamulah yang Paling Terbebani

“Rasanya udah nggak sanggup lagi, terjadi banyak ujian yang harus dijalani.”

Sebuah postingan status yang entah tujuannya untuk apa. Mencari perhatian, atau memang sungguh merasakannya.

Anehnya lagi, baru saja posting status ingin bunuh diri, beberapa jam kemudian sudah bisa posting status bernada bahagia. Setelah itu, tiba-tiba saja sudah memposting status bijak.

Namun yang menjadi inti sari dari semua status yang kamu sampaikan sama. Sama-sama ingin menunjukkan bahwa beban hidup yang kamu hadapi jadi ujian paling berat dari semuanya. Padahal jika mau membuka mata, banyak orang di luar sana yang sedang mengemban beban lebih berat.

Hanya saja meraka tak mau mengumbarnya, sebab mencari jalan keluar jauh lebih penting daripada sibuk posting status sarat keluh kesah.

Bergaya Bak Artis, Kamu Pikir Beritamu Dinanti?

Agaknya ini penting, beberapa saat sebelum klik tombol bagikan kamu coba tanyakan ulang. Pentingkah status yang akan kamu bagikan pada semua orang. Jika ternyata tidak, lebih baik urungkan saja.

Sebab hal-hal yang kamu pikir penting belum tentu dibutuhkan oleh orang lain. Lain hal jika ternyata kamu adalah artis, yang segala hal dalam kehidupannya selalu ditunggu orang. Kalau ternyata kamu adalah manusia biasa yang bukan siapa-siapa, cobalah hilangkan kebiasan posting status yang tak jelas juntrungannya.

Tidak Punya Kerjaan, Sehingga Selalu Asik Curhat di Media Sosial

Ini sih jelas, karena waktu yang sebanarnya bisa dipakai untuk hal-hal berguna, justru jadi terbuang percuma. Sebab logikanya begini, kalau kamu memang memiliki runtutan pekerjaan yang jelas, tentu tak akan ada waktu untuk posting status setiap saat. Sebab ada prioritas lain yang mesti didahulukan.

Namun jika ternyata setiap saat justru memposting status dan curhat melulu, lalu apa namanya kalau tidak kurang kerjaan? Sekilas kegiatan itu memang terlihat menyibukkan, meski sebenarnya tidak ada kegunaannya sama sekali.

Daripada harus sibuk dengan kegiatan posting status tanpa tujuan, lebih baik cari kegiatan lain yang lebih bermakna.

Alih-alih Bermanfaat, Curhatanmu Justru Menganggu Timeline Para Sahabat

Yap benar, apa lagi kalau curhatmu hanya ujaran yang bernada negatif. Jelas akan menganggu orang lain yang terhubung denganmu. Bisa-bisa mereka merasa risih, atau bahkan memutuskan untuk memotong tali pertemanan.

Kamu perlu tahu, jika tujuan sosial media yang sebenarnya adalah sebagai wadah untuk komunikasi yang baik. Mempertemukan teman lama, bertukar pesan, hingga saling memberi masukan. Dan jika ternyata yang kamu bagikan hanyalah curhatan-curhatan galau yang terkesan melow, bisa-bisa malah jadi sesuatu yang menganggu kenyamanan.

Di matamu ceritamu bisa saja baik dan penting, tapi belum tentu mereka juga merasakan hal yang sama.

Hingga Dianggap Tukang Pamer, Karena Segala Sesuatu Dijadikan Bahan Curhatan

Tak hanya postingan galau saja, curahan untuk pencapaian pun tak semua orang ingin dengar. Kamu boleh berbangga diri, berpikir ini akan menambah nilai baik. Sebab yang akan dibagikan adalah berita baik atas kemampuan.

Eitsss, tunggu dulu. Cobalah pikirkan kembali. Tolong bedakan mana pencapaian yang harus dibagikan dengan yang tidak. Jika sekiranya tidak terlalu terasa perlu, cukuplah kamu dan orang-orang terdekat saja yang tahu.

Sebab pikiran orang tak bisa kita tebak, meski katamu tak berniat riya bisa saja orang menganggapmu sedang berusaha pamer dengan apa yang kamu punya.

Dianggap Kesepian Hingga Hanya Jadi Tameng Untuk Cari Perhatian

Ini barangkali benar, kegiatanmu yang kerap memposting semua curhatan galau hanyalah sebuah permainan agar orang-orang melirik dan mulai peduli. Tak apa jika ternyata trikmu berhasil, sialnya bukannya diperhatikan, mereka justru jadi berniat menghapusmu dari daftar pertemanan. Sebab bukan apa-apa, hal-hal yang kamu bagikan tentu tak berpengaruh untuk mereka.

Curhat di media sosial kadang memang jadi alternatif baik untuk memenangkan diri. Namun bukan berarti semua semua hal akan kamu tuangkan disitu. Bijaklah dalam memilah-milah bahasa. Memposting status sesuai kebutuhannya saja. Ingat, cukup yang perlu-perlu saja.

Satu-dua Orang Mungkin Bolehlah Paham, Tapi Tak Semua Orang Mengenalimu

Kamu boleh bilang jika kebiasaanmu posting serampangan di sosial media sudah berlangsung lama, hingga sulit diubah. Ya, silahkan bela dirimu sesukamu. Jika dia teman dekatmu, rasanya memang tak sulit baginya untuk memahami kebiasaanmu itu. Tapi bagaimana dengan mereka yang mengenalimu hanya dari sosial media, bukan lewat kehidupan nyata.

Jika ternyata ini yang kamu pikirkan, cobalah untuk merubah pola pikiran. Sebab jutaan orang yang terhubung denganmu di media media, tak akan menghabiskan waktunya untuk ceritamu itu.

Sebenarnya tak ada yang melarang kamu untuk posting ribuan kali dalam sehari. Namun sebaiknya jangan! Ya jangan cuma terlalu sering, kalau bisa setiap hari, dengan begitu orang lain akan muak mendengarnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bagaimana Menikmati Akhir Pekan di Jakarta?

Akhir pekan di Jakarta, yakin bakalan asik? Mungkin itu jadi respon yang akan tiba-tiba memenuhi isi kepala. Wajar memang, hiruk pikuk kemacetan jalanan ibukota, kadang jadi sesuatu yang lebih dulu membunuh gairah. Jangankan untuk menikmati suasana kota di akhir pekan, belum sampai ke tempat tujuan kita sudah merasa lelah. Hasilnya? Mungkin bakalan menyerah.

Beberapa tahun belakangan, jalanan ibu kota memang sedang macet-macetnya. Sebab pemerintah saat ini nampaknya sedang memburu waktu untuk membenahi beberapa infrastruktur jalanan ibu kota. Tapi jangan keburu patah arang dulu, meski terkenal penuh dan riuh kita tetap bisa menikmati akhir pekan di Jakarta dengan asik dan menyenangkan.

Agar Tak Bosan dengan Suasana yang Itu-Itu Saja, Pilihlah Tempat yang Berbeda

Lupakan dulu mall dan berbagai macam tempat hang out kekinian. Kali ini mari nikmati jakarta dari lain sisi. Untuk itu kamu boleh bercumbu pada beberapa tempat yang jarang tersentuh.

Di Utara Jakarta, lahan hijau yang masih terasa segar mungkin jadi pilihan menarik pada pagi hari. Dan nanti jika sudah menjelang siang, kita bisa bergerak sedikit ke arah pusat Jakarta tepatnya di daerah pasar baru untuk sekedar melepas rasa lapar.

Sorenya untuk kesan menanti senja yang tak biasa, jika memang masih ingin berada pada sekitaran Pusat Jakarta. Kamu bisa menikmati matahari terbenam di Pelabuhan Sunda Kelapa. Aktivitas para kapal yang sedang bersandar dan beberapa kegiatan para awaknya akan membuatmu merasakan Jakarta dari sisi yang berbeda.

Ini hanya beberapa rangkaian tempat yang bisa kamu nikmati, dan sebenarnya masih banyak lagi yang belum terjamahi. Asal pintar memilih tujuan bukan tak mungkin kamu akan dapat merayakan akhir pekan dengan berkesan.

Sebab Jalanan Ibu kota Sedang Ruwet-ruwetnya, Pastikan Pula Rute Mana yang Tak Akan Membuatmu Merana

Bicara soal Jakarta agak susah memang jika harus memisahkannya dengan kemacetan lalu lintasnya. Belum lagi dengan adanya kegiatan pembangunan yang sedang marak di sana-sini, penampilan yang sudah kece bisa mendadak lusuh karena terjebak macet di jalan.

Walau terlihat sepele, memilah jalanan yang akan dilalui jadi salah satu kunci untuk dapat menikmati perjalanan. Begitu pula dengan akhir pekan di Jakarta yang ingin dirayakan. Carilah alternatif terbaik, rute mana yang sedang lenggang dan tidak ada gangguan. Sebab untuk mencari tahunya pun cukup mudah. Entah itu dari sosial media, atau dari beberapa akun yang biasanya khusus membicarakan tentang jalanan Ibu Kota.

Pilihlah Waktu yang Pas Untuk Memulai Perjalanan

Yup, setelah tahu tempat mana yang akan kamu tuju serta jalur mana yang akan dilalui. Hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah waktu keberangkatan. Jika memang kamu akan bepergian untuk menikmati suasana pagi, cobalah bangun lebih cepat dari biasanya. Dan berangkatlah sebelum jalanan mulai ramai.

Sebaliknya memang kamu ingin menjajal tempat tujuan pada siang atau sore hari pilihlah waktu yang cukup untuk pergi. Katakanlah kamu akan pergi ke suatu tempat untuk menikmati waktu sembari makan siang, cobalah pergi sekitar sebelum jam 10 pagi, karena di samping jalanan yang sudah tak lagi terlalu ramai matahari juga belum terlalu seterik siang.

Atau jika memang ingin menikmati sore, kamu bisa mulai berangkat dari rumah pukul 3 sore, pada jam ini mereka yang bekerja di akhir pekan sudah tentu pulang pada 2 jam sebelumnya. Sedang yang ingin pulang di sore hari akan pulang nanti pada pukul 5 hingga 6 sore. Dengan kata lain jam 3 sore jadi titik netral yang tak akan menjebakmu di jalan.

Dan Bekali Diri dengan Kendaraan yang Akan Membuat Nyaman

Dari sekian banyak hal-hal yang tapi perlu kamu perhatikan, ini jadi point yang perlu untuk diingat. Karena biar bagaimanapun kamu tentu tak akan berjalan kaki untuk menikmati akhir pekan. Kecuali cuma makan di warung depan.

Hadir untuk menjawab kebutuhanmu Motor Address Playful dari Suzuki ini bisa mengantarmu menikmati akhir pekan di Jakarta. Skuter yang memang didedikasikan untuk kamu yang masih berjiwa muda, jadi salah satu skuter terbaik untuk untuk menikmati hari lebih produktif. Lengkap dengan aksesori panel bodi yang penuh warna pada bagian frame cover, handle cover, leg shield hingga pada stripping set.

Kamu juga tak perlu khawatir atau ragu, jika ternyata varian warna tak akan sesuai selera, sebab seri skuter matic dari perusahaan berlogo S ini punya 10 pilihan warna yang diterapkan pada aksesoris panel bodinya. Kamu bebas pilih warna mana yang sekiranya sangat pas dan cocok untuk karaktermu. Mulai dari Stronger Red, Aura Yellow, Fresh Green, Macho Bright Blue, Majestic Gold, Dark Grey, Brilliant White, Hyper Pink, Luminous Orange Hingga Ice Silver.

Keunggulan lain yang akan menjawab kekhawatirmu saat nanti akan berkendara di tengah jalanan ibukota saat akhir pekan tiba. Suzuki Address Playful ini dibekali mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang memang dipercaya menghasilkan performa baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1

Dengan komposissi mesin seperti itu, perihal biaya bahan bakar kamu tentu tak perlu ragu, sebab motor ini jadi skuter matic yang tergolong irit. Selain menghemat waktu dalam perjalanan, berkendara dengan Suzuki Adress Playful ini juga membantumu menghemat budget akhir pekan dari perihal ongkos kendaraan.

Ketika Sampai di Tempat Tujuan, Fokuslah Untuk Menikmati Waktu Akhir Pekan

Sudah jauh-jauh menempuh perjalanan, sampai ditempat tujuan masih saja buka instagram. Sebisa mungkin jika memang itu bukanlah sesuatu yang penting dan bersifat darurat, cobalah nikmati waktu akhir pekanmu dengan berkualitas. Jauhkan diri dari dunia sosial media untuk sehari saja, sebab ini akan berpengaruh pada jiwa.

Karena jika ternyata akhir pekanmu masih saja bersama dengan handphone dan segala hal yang membuatmu terlena. Tentu akhir pekan yang sedang kau jalani tak akan bermakna. Jika sesekali membuka untuk sekedar posting di instastory instagram bolehlah, namun kalau keblalasan buka akun gosip dan saling balas komentar tentu itu akan membuatmu lupa. Iya, lupa jika tadinya kamu sedang ingin menikmati akhir pekan di Jakarta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Karena Mesra dengan Pasangan Bukan Hanya dengan Bergandengan atau Rangkulan Sepanjang Jalan

Menurutmu, mesra itu apa? Benarkah kontak fisik adalah satu-satunya kunci untuk bisa mesra dengan pasangan? Coba lihat di sekitarmu, kira-kira masih adakah yang menganggap kalau kemesraan bisa ditemukan dengan cara lain? Karena faktanya, di sekitar kita masih banyak orang yang memasang standar mesra atau tidaknya sepasang kekasih dilihat dari seberapa sering keduanya selalu bergandengan tangan, menyender, atau bahkan saling bertatapan. Padahal sejatinya kemesraan bisa terjalin bukan hanya lewat hal-hal tersebut.

Momen atau suasana mesra bisa diciptakan kapan saja. Sejauh ini, coba lihat lagi bagaimana kamu memaknai sebuah kemesraan saat bersama pasangan. Sudahkah kamu menganggap adanya momen mesra sebagai media untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas hubungan? Cobalah tak berpikir seperti pasangan lain yang menganggap kemesraan hanyalah bumbu, melainkan sebagai motivasi agar kamu dan dia bisa terus berjalan bersama. Karena seringkali, kemesraan yang berkualitas akan mengalahkan munculnya ego pribadi.

Menjaga Intensitas Komunikasi Jauh Lebih Bermakna, Pertahankan Keromantisan Kalian Lewat Hal-hal Kecil yang Selalu Jadi Topik Obrolan

Sebab komunikasi adalah yang utama dalam sebuah hubungan. Percayalah, tanpa adanya komunikasi yang berkualitas, hubunganmu tak akan berhasil. Yang ada, saat kamu atau pasangan mengutarakan perasaan sayang, hal itu hanya terdengar klise belaka. Cobalah untuk selalu mewujudkan komunikasi yang baik. Menjalin hubungan yang baik, tak selalu membicarakan soal kalian berdua saja. Banyak hal yang sejatinya bisa dijadikan sebuah topik yang menarik untuk mengobrol dengan pasangan. Kalau kamu sudah nyaman membicarakan banyak hal remeh bahkan sepertinya tak penting tapi menarik untuk dibicarakan, itu artinya kamu dan dia sudah memasuki fase mesra yang sebenarnya.

Merancang Mimpi dan Berusaha untuk Bersama-sama Mewujudkannya Adalah Sebaik-baiknya Contoh Kemesraan yang Patut Kamu Tiru

Percayalah, salah satu obrolan yang tak akan pernah habis untuk dibahas adalah perihal masa depan. Mulai dari khayalan hingga rencana-rencana yang harus diwujudkan. Lagipula, tak ada salahnya membayangkan soal masa depan atau mungkin hari pernikahan bersama pasanganmu. Lewat hal itu, kamu dan dia pun jadi lebih memahami soal preferensi serta kesukaan masing-masing. Bahkan kamu jadi bisa tahu mimpinya yang sebelumnya tak pernah dia ceritakan sekalipun.

Kompak dengan Si Dia Tak Selalu Dilihat dari Segi Penampilan, Cobalah Habiskan Waktu untuk Mengerjakan Proyek Bersama

Banyak pasangan yang memvisualisasikan kemesraan dengan kompakan membeli sesuatu yang kelihatan ‘berpasangan’. Mulai dari kaos couple, jaket, topi, dan sebagainya. Padahal, mesra itu tak selalu mengorbankan isi kantong dan materi. Justru, kalau kamu dan dia punya keinginan mengerjakan sesuatu bersama, mengapa tak segera dicoba? Misalnya, kamu terpikir untuk membuka usaha di bidang kuliner, cobalah bagikan rencanamu ini padanya. Siapa tahu suatu saat hal itu benar-benar terealisasi. Bukankah menyenangkan menjalani hubungan yang realistis dan apa adanya?

Sebab Kejutan Tak Hanya Diberikan Saat Ulang Tahun, Sesekali Kejutkan Dia dengan Hal-hal Sederhana Namun Terkesan Romantis

Orang pasti akan senang bila diberi kejutan. Apa lagi oleh pasangannya. Kamu yang merasa ingin membangkitkan kemesraan dalam hubungan kalian, tak ada salahnya untuk coba memberikan kejutan sebagai permulaan usahamu. Tak perlu yang sifatnya materi. Kalau kamu bisa memasak, coba saja buatkan makanan favoritnya. Atau kalau kamu dan dia jarang bertemu di hari kerja, coba untuk menghampiri dia ke kantornya tanpa sepengetahuannya. Pasti dia akan senang melihat usahamu itu. Ketahuilah, seringkali sikap yang baik buat menyenangkan pasangan saja sudah sangat bernilai untuk pasanganmu.

Siapkan Rencana Quality Time yang Sudah Dirancang dari Jauh-jauh Hari Supaya Hubungan Kalian Makin Kompak dan Terarah

Seringkali pasangan terjebak pada pertemuan yang ala kadarnya dan terkesan hanya menghabiskan waktu bersama. Di dalamnya tak ada topik yang benar-benar menarik untuk dibicarakan. Bahkan paling parah, kamu dan dia hanya sibuk menatap layar ponsel padahal kalian sedang duduk berdua. Kalau sudah begini, sepertinya kualitas hubunganmu perlu diperbaiki. Hubungan yang sehat sejatinya ada kalau diisi dengan quality time yang terencana. Karenanya, tak ada salahnya mengajak pasanganmu untuk merencanakan quality time yang mungkin berbeda dari biasanya. Akan lebih baik lagi kalau dipersiapkan dari jauh-jauh hari agar kamu dan dia punya banyak rencana yang ingin dilakukan dan dibahas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Terlalu Percaya, Barangkali Dia Hanya Ingin Memanfaatkanmu Saja

Perihal dimanfaatkan dan memanfaatkan memang jadi sesuatu yang sulit kita baca. Karena pelakunya sering kali merupakan orang yang cukup dekat dengan kita. Benar memang, kita tak boleh main tuduh saja. Sebab bisa saja dia memang tulus menjalin hubungan dengan kita.

Namun jika ternyata perlakuan darinya kerap memberatkan, itu artinya kita perlu memasang kuda-kuda. Bukan berpikiran buruk padanya, tapi kita juga tak boleh langsung percaya. Sebab seorang serigala, biasanya mendekat terlebih dulu untuk leluasa menerkam mangsa.

Dia Selalu Di Dekatmu Saat Kamu Senang, Namun Jika Kamu Sedang Kesusahan Ia Mendadak Hilang

Untuk hal-hal yang merupakan urusan senang-senang, entah kenapa ia selalu datang meski tak diundang. Dan akan berbanding terbalik jika yang terjadi adalah sebuah kesusahan. Jangankan untuk datang dan bertanya kabar, bertemu secara tak sengaja saja seperti tak saling kenal.

Dan lebih liciknya lagi, ketika kamu mungkin coba bertanya kemana ia selama ini. Dengan cepat dan lihai, ia akan membangun sebuah cerita bohong dengan tujuan membuatmu percaya. Ia memang lihai dalam hal berbicara, untuk itu kerap membuatmu percaya.

Menempatkan Diri Sebagai Pihak yang Tak Bisa Apa-apa, Padahal Dia Hanya Ingin Bergantung Padamu Saja

“Kamu saja ya, kan kamu serba bisa,”

Jadi sebuah kalimat yang kerap terdengar darinya, bukan karena memang tulus untuk memuji kita. Trik yang ia pakai hanya sedang berusaha melindungi diri, berpura-pura seperti manusia yang tak memliki kemampuan, sehingga segala sesuatu dibebankan padamu.

Tak ada alasan untuk terus-menerus memahaminya, kamu perlu tegas untuk bilang tidak. Sebab jika terus mengikuti keinginan, dan permintaanya,  siap-siap saja ia akan melakukan hal yang sama lebih sering dari sebelumnya.

Menjadi Pendengar yang Baik Untuk Semua Keluh Kesahnya, Tapi Ia Justru Sebaliknya

Ya, kita tahu relasi yang terjalin pada dua orang berbeda jadi salah satu wadah untuk kita bertukar sapa, hingga pada hal-hal yang lainnya. Dan, selama ini kamu sebagai orang yang mengenalkan berpikir jika mendengarkannya saat ia ada dibawah tentulah adalah kewajiban, anehnya dia malah tak berpikir demikian.

Jika sedihnya adalah sedihmu juga, baginya sedihmu akan tetap jadi bebanmu sendiri. Tak ingin terbebani, ia selalu menolak untuk mendengar ceritamu. Karena dimatanya sesuatu yang terpenting adalah bisa mendapat solusi, bukan memberi solusi untuk orang lain. Ia egois, tapi kerap berlindung dengan berbagai alasan yang terdengar logis.

Bertindak Bak Orang yang Melindungi, Sebenarnya Dia Hanya Menjadikanmu Sebagai Objek Kepentingan Pribadi

Jika ini terjadi antara perempuan dan laki-laki, mungkin akan merambah ke hal-hal yang lebih spesifik lagi. Bagaimana ia berperan sebagai pangeran baik hati di depan orang, namun mendadak jadi tuan yang sewenang-wenang ketika sudah tak lagi ada orang.

Perbuatan-perbuatan baik darinya hanyalah sebuah ilusi, sebab dengan begitu ia bisa sembunyi dan melindungi diri. Seolah sedang menjaga, padahal secara tak sadar ia sedang menguras semua yang kamu punya. Cobalah ingat dulu, berapa kali ia memaksamu untuk melakukan sesuatu yang sebanarnya tak kamu mau. Jika ternyata sering, itu artinya ia memang tak benar-benar ingin mengayomi.

Bahkan Hanya Akan Datang Saat Dirinya Merasa Butuh

Ini akan jadi bukti nyata lain yang sering tak bisa kita lihat dengan cepat. Wajar memang, orang-orang seperti ini biasanya sangat lihai untuk memainkan peran. Bahkan meski sedang berbuat kejahatan ia bisa terlihat bagai malaikat pernuh berkat.

Namun jika kamu ini memastikannya secara sungguh-sungguh, perhatikanlah intensitas kedatangannya padamu. Jika ternyata ia hanya akan datang saat merasa butuh bantuan, bisa dipastikan ia memang hanya ingin memanfaatkan.

Tak perlu menyampaikannya secara langsung, sebab ia pasti punya alasan untuk bisa lepas dari tuduhan. Berjalanlah pelan-pelan untuk mundur dari hubungan. Sebab ia hanya ingin mencari keuntungan.

Dan Membuat Batasan Agar Kamu Tak Mengenal Orang-orang Terdekatnya

Pertanda lain yang bisa kamu baca, perihal bagaimana sikapnya yang sebenarnya adalah dengan melihat perlakuannya dalam hal membatasi diri kita. Entah dengan alasan apa, ada dinding pemisah yang sepertinya sengaja dibangun dalam hubungan kita dengannya. Ia tak ingin terlihat dihadapan orang yang kita kenal, tapi juga tak ingin memperlihatkan kita pada mereka yang ia kenal.

Bukan ingin mengajakmu jadi seseorang yang kerap menaruh curiga, akan tetapi jika sikapnya memang terlihat tak seperti orang atau kawan biasanya. Kamu memang patut curiga. Cobalah cari beberapa hal yang terasa janggal, selidiki lebih dalam hingga kamu bisa mendapat jawaban. Jika memang ia ternyata kerap melakukan beberapa poin yang tadi dijelaskan, bisa jadi ia memang hanya ingin memanfaatkanmu saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiration

Untukmu yang Masih Sendiri, 4 Film Ini Paling Pas Untuk Mengobati Keresahan Hati

Tanpa bermaksud ingin menyudutkan kesendirian yang kini sedang kamu jalani, suatu waktu akan ada momen yang membuat kita merasa berkecil hati karena tak punya kekasih. Tapi jangan pula berpikir jika punya pasangan akan selalu membuatmu bahagia. 

Sebelum bengong dan berdiam diri karena meratapi nasib, 4 judul film ini akan membantu kita bersyukur meski hingga kini masih sendiri.

1. Duet Maut Adinia Wirasti dengan Reza Rahardian dalam Film “Kapan Kawin”

Dinda yang diperankan oleh Adinia Wirasti, memiliki karir sukses di Jakarta sebagai General Manager sebuah hotel bintang empat. Tapi sebuah kesuksesan itu bukanlah ukuran yang bisa membuat orangtuanya bahagia, karena ternyata Dinda masih single hingga memasuki usianya yang ke 30.

Bagi orangtua Dinda yang tinggal di Jogja, status Dinda yang masih single ini adalah kegagalan mereka sebagai orangtua. Bosan dicerca oleh orangtuanya dengan pertanyaan “Kapan kawin, Dinda?”, akhirnya dia menyusun sebuah rencana.

Ia memutuskan untuk menyewa Satrio, seorang aktor teater idealis kenalan sahabatnya untuk berpura-pura menjadi pacar Dinda. Film ini berisi pesan moral bahwa cinta tidak bisa dipaksa dan akan datang dengan sendirinya. Karena akhirnya Dinda kemudian jatuh cinta dengan Satrio pacar sewaan yang tadinya hanya berpura-pura.

2. “How To Be Single”, Hidup Akan Tetap Baik-baik Saja Meski Tanpa Pasangan

Bercerita tentang berbagai macam tipikal orang di New York, yang berusaha untuk menemukan jodohnya. Namun anehnya selalu dan selalu saja bertemu dengan orang yang salah. Bahkan ada pula yang terlalu fokus dengan pekerjaannya sampai lupa pacaran.

Diperankan oleh Dakota Johnson dan Rebel Wilson, Film ini ditutup dengan sebuah pemandangan yang akhirnya menjelaskan bahwa tak harus selalu pacaran untuk bisa merasa bahagia. Karena meski sendiri kita pun bisa tetap bahagia. Sebab masih ada teman dan keluarga yang selalu setia untuk kita.

3. Berani Keluar dari Zona Nyaman, “Eat Pray Love” Mungkin Bisa Jadi Jawaban

Eat Pray Love bercerita tentang kehidupan seorang penulis wanita bernama Elizabeth Gilbert (Julia Roberts). Dia akhirnya berani memutuskan untuk menikah dengan kekasih yang selama ini ia cintai, dan setelah resmi menjadi suami istri merekapun bersepakat untuk pindah ke New York.

Di kota tersebutlah kehidupan baru mereka resmi dimulai, namun bayangan indahnya sebuah pernikahan ternyata sangat jauh dari apa yang didapatkan oleh Elizabeth. Ia pun bercerai dari sang suami. Hampir 3 tahun larut dalam kesedihan pasca perceraiannya, akhirnya ia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke berbagai negara untuk mencoba menenangkan diri.

Dan di negara terakhir yaitu Indonesia, tepatnya di Bali, Elizabeth bertemu dengan seseorang yang mengubah cara pandangnya akan hidup. Film ini akan jadi sesuatu yang cocok untuk kamu yang saat ini sedang bernasib sama, mencari jati diri dan ketenangan jiwa.

4. Dan Berjuang Untuk Lepas dari Bayang-bayang Mantan Lewat Film 500 Days of Summer”

Tom Hansen diperankan oleh Joseph Gordon-Levitt menjalani kehidupannya yang hambar sebagai seorang pegawai di perusahaan pembuat kartu ucapan. Ia termasuk golongan orang yang percaya kalau ia tak akan bahagia sebelum bertemu dengan seseorang yang tepat.

Hingga akhirnya bertemu dengan Summer Finn yang diperankan oleh Zooey Deschanel, perempuan yang sejak perceraian orangtuanya tak percaya pada cinta dan tidak tertarik untuk berhubungan dengan lawan jenis. Saling merasa nyaman dan cocok, akhirnya mereka mencoba untuk bersama meski akhirnya perbedaan prinsip menghancurkan hari-hari indah Tom Hansen.

Dari film ini kita belajar bahwa tak semua hal yang kita inginkan akan selalu kita dapatkan. Namun meski demikian dunia menyimpan banyak hal-hal yang membuat bahagia lebih dari sekedar nilai pacaran yang sering kita puja-puja.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top