Feature

Terlalu Banyak Curhat di Sosial Media, Membuat Orang Lain Muak Mendengar

Di media sosial, semua hal bisa dilakukan, termasuk curhat secara terang-terangan. Terdengar baik jika hal itu memang bermanfaat, lalu bagaimana dengan curhat tak jelas yang justru lebih sering diposting? Masihkah bermanfaat? Tentu saja tidak.

Kamu perlu tahu, jika media sosial berisi jutaan orang. Dan jika tak cukup bijak untuk memilah-milah hal mana saja yang bisa diposting, kamu bisa kena imbasnya. Ya, imbas dianggap kurang kerjaan hingga tak paham etika bermedia sosial.

Benar memang, jika media sosial dipakai untuk menarik perhatian. Akan tetapi, ada baiknya jika kamu menggunakannya untuk hal-hal yang jauh lebih berguna. Kamu mungkin senang-senang saja bercerita panjang lebar, namun bagimana dengan mereka yang berteman denganmu di media sosial? Beginilah kira-kira isi kepala mereka setiap kamu curhat di media sosial.

Bersikap Terlalu Berlebihan. Dari Semua Manusia yang Ada Di Muka Bumi Ini, Seolah Kamulah yang Paling Terbebani

“Rasanya udah nggak sanggup lagi, terjadi banyak ujian yang harus dijalani.”

Sebuah postingan status yang entah tujuannya untuk apa. Mencari perhatian, atau memang sungguh merasakannya.

Anehnya lagi, baru saja posting status ingin bunuh diri, beberapa jam kemudian sudah bisa posting status bernada bahagia. Setelah itu, tiba-tiba saja sudah memposting status bijak.

Namun yang menjadi inti sari dari semua status yang kamu sampaikan sama. Sama-sama ingin menunjukkan bahwa beban hidup yang kamu hadapi jadi ujian paling berat dari semuanya. Padahal jika mau membuka mata, banyak orang di luar sana yang sedang mengemban beban lebih berat.

Hanya saja meraka tak mau mengumbarnya, sebab mencari jalan keluar jauh lebih penting daripada sibuk posting status sarat keluh kesah.

Bergaya Bak Artis, Kamu Pikir Beritamu Dinanti?

Agaknya ini penting, beberapa saat sebelum klik tombol bagikan kamu coba tanyakan ulang. Pentingkah status yang akan kamu bagikan pada semua orang. Jika ternyata tidak, lebih baik urungkan saja.

Sebab hal-hal yang kamu pikir penting belum tentu dibutuhkan oleh orang lain. Lain hal jika ternyata kamu adalah artis, yang segala hal dalam kehidupannya selalu ditunggu orang. Kalau ternyata kamu adalah manusia biasa yang bukan siapa-siapa, cobalah hilangkan kebiasan posting status yang tak jelas juntrungannya.

Tidak Punya Kerjaan, Sehingga Selalu Asik Curhat di Media Sosial

Ini sih jelas, karena waktu yang sebanarnya bisa dipakai untuk hal-hal berguna, justru jadi terbuang percuma. Sebab logikanya begini, kalau kamu memang memiliki runtutan pekerjaan yang jelas, tentu tak akan ada waktu untuk posting status setiap saat. Sebab ada prioritas lain yang mesti didahulukan.

Namun jika ternyata setiap saat justru memposting status dan curhat melulu, lalu apa namanya kalau tidak kurang kerjaan? Sekilas kegiatan itu memang terlihat menyibukkan, meski sebenarnya tidak ada kegunaannya sama sekali.

Daripada harus sibuk dengan kegiatan posting status tanpa tujuan, lebih baik cari kegiatan lain yang lebih bermakna.

Alih-alih Bermanfaat, Curhatanmu Justru Menganggu Timeline Para Sahabat

Yap benar, apa lagi kalau curhatmu hanya ujaran yang bernada negatif. Jelas akan menganggu orang lain yang terhubung denganmu. Bisa-bisa mereka merasa risih, atau bahkan memutuskan untuk memotong tali pertemanan.

Kamu perlu tahu, jika tujuan sosial media yang sebenarnya adalah sebagai wadah untuk komunikasi yang baik. Mempertemukan teman lama, bertukar pesan, hingga saling memberi masukan. Dan jika ternyata yang kamu bagikan hanyalah curhatan-curhatan galau yang terkesan melow, bisa-bisa malah jadi sesuatu yang menganggu kenyamanan.

Di matamu ceritamu bisa saja baik dan penting, tapi belum tentu mereka juga merasakan hal yang sama.

Hingga Dianggap Tukang Pamer, Karena Segala Sesuatu Dijadikan Bahan Curhatan

Tak hanya postingan galau saja, curahan untuk pencapaian pun tak semua orang ingin dengar. Kamu boleh berbangga diri, berpikir ini akan menambah nilai baik. Sebab yang akan dibagikan adalah berita baik atas kemampuan.

Eitsss, tunggu dulu. Cobalah pikirkan kembali. Tolong bedakan mana pencapaian yang harus dibagikan dengan yang tidak. Jika sekiranya tidak terlalu terasa perlu, cukuplah kamu dan orang-orang terdekat saja yang tahu.

Sebab pikiran orang tak bisa kita tebak, meski katamu tak berniat riya bisa saja orang menganggapmu sedang berusaha pamer dengan apa yang kamu punya.

Dianggap Kesepian Hingga Hanya Jadi Tameng Untuk Cari Perhatian

Ini barangkali benar, kegiatanmu yang kerap memposting semua curhatan galau hanyalah sebuah permainan agar orang-orang melirik dan mulai peduli. Tak apa jika ternyata trikmu berhasil, sialnya bukannya diperhatikan, mereka justru jadi berniat menghapusmu dari daftar pertemanan. Sebab bukan apa-apa, hal-hal yang kamu bagikan tentu tak berpengaruh untuk mereka.

Curhat di media sosial kadang memang jadi alternatif baik untuk memenangkan diri. Namun bukan berarti semua semua hal akan kamu tuangkan disitu. Bijaklah dalam memilah-milah bahasa. Memposting status sesuai kebutuhannya saja. Ingat, cukup yang perlu-perlu saja.

Satu-dua Orang Mungkin Bolehlah Paham, Tapi Tak Semua Orang Mengenalimu

Kamu boleh bilang jika kebiasaanmu posting serampangan di sosial media sudah berlangsung lama, hingga sulit diubah. Ya, silahkan bela dirimu sesukamu. Jika dia teman dekatmu, rasanya memang tak sulit baginya untuk memahami kebiasaanmu itu. Tapi bagaimana dengan mereka yang mengenalimu hanya dari sosial media, bukan lewat kehidupan nyata.

Jika ternyata ini yang kamu pikirkan, cobalah untuk merubah pola pikiran. Sebab jutaan orang yang terhubung denganmu di media media, tak akan menghabiskan waktunya untuk ceritamu itu.

Sebenarnya tak ada yang melarang kamu untuk posting ribuan kali dalam sehari. Namun sebaiknya jangan! Ya jangan cuma terlalu sering, kalau bisa setiap hari, dengan begitu orang lain akan muak mendengarnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menurut Otomotif Award, Motor Ini Merupakan Motor Bebek Terbaik

Otomotif Award tahun 2018 ini jadi gelaran ke 11 penghargaan untuk industri otomotif tanah air. Kali ini tema yang diusung adalah “the right choice”. Tema ini mencerminkan bahwa setiap pemenang merupakan rekomendasi terbaik untuk satu tahun 2018.

Ada dua kategori yang menarik yaitu best of the best cub alias motor kategori bebek terbaik dan kategori best of hypercub. Menjadi menarik karena kedua kategori ini dimenangkan oleh motor yang sama, yaitu All New Satria F150.

Hal ini seolah mempertegas All New Satria F150 sebagai produk yang superior, karena berhasil menang di berbagai sektor penilaian. Dengan perolehan poin penilaian yang tinggi, alhasil All New Satria F150 dinobatkan menjadi yang terbaik di kelas cub/bebek 150cc dan sekaligus mengalahkan perolehan poin motor cub/bebek di kelas lainnya.

Meski produk baru namun Suzuki tak mau penggemar setia Satria kecewa. Karena itu All New Satria 150 ini tetap setia mengusung tema Hyperunderbone. Dapur pacu tetap bertenaga ekstra lewat pemilihan 1150 cc DOHC 4 valve.

Semburan tenaganya bisa mencapai 13,6 KW pada 10 ribu RPM. Sementara torsinya mencapai 13,8 KW pada 8500 RPM. Sistem bahan bakarnya menganut injeksi dengan pengapian standar euro 3. Dengan mesin macam ini jelas dapat penilaian sangat baik pada ajang kali ini.

Apalagi dari segi tampilan, Suzuki melakukan gebrakan baru untuk warna standar yang selama ini mungkin sudah kita kenal. Kali ini pilihannya mulai dari Brillian White, Stronger Red dan Titan Black. Suzuki menyebut, variasi warna-warna ini lahir dari tren dasar otomotif yang digemari pada masa kini.

 

Suzuki sengaja memilih dominasi warna tunggal pada varian standar ini. Hal itu bertujuan untuk memudahkan para pemiliknya yang ingin berkreasi sepuasanya pada si kuda besi kesayangan. Sebab penggemar setia Satria memang dikenal gemar memodifikasi tunggangannya.

Untuk kamu yang mungkin senang terlihat berkelas dan bersih, Brillian White yang tampilan warna putihnya kini lebih mendominasi dari seri sebelumnya, mungkin bisa kamu jadikan pilihan. Sedangkan yang senang menjadi pusat perhatian Stronger Red dengan warnanya yang lebih menyala mungkin tentu layak jadi tunggangan. Mereka yang gemar elegan bisa memilih Titan Black.

Jika 3 warna lain dari wajah baru Satria F150 hadir untuk memenuhi gaya hidup anak muda masa kini. Daya pikat dari 2 warna yang spesial berikutnya ini juga tak kalah hebatnya. Bagaimana tidak, Titan Black Red dan Metallic Triton Blue, identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar di MotoGP 2017. Sehingga membantumu menunjukkan sisi kejantanan yang ingin kamu tunjukkan.

Maka tak heran jika warna biru pada Metallic Triton Blue, untuk seri ini membuat tampilan motor lebih tajam dipadu striping ala Suzuki MotoGP 2017 yang cerah, memberikan kesan pengendara yang antusias dan serius.

Dengan kombinasi macam itu tak heran jika All New Satria F150 berhasil menggaget dua penghargaan bergensi tersebut. Menyambut penghargaan yang baik ini, Yohan Yahya – Department Head of Sales & Marketing 2W SIS berkomentar, “Terima kasih kami ucapkan kepada tim Tabloid Otomotif yang telah memberikan penghargaan dan kepercayaan Best of The Best Cub kepada Suzuki All New Satria F150. Dengan hal ini berarti Suzuki telah berhasil memberikan produk sesuai kebutuhan publik masa kini. Selain itu dengan penghargaan spesial sebagai public relations terbaik tahun ini, meyakinkan kami bahwa apa yang sudah kami berikan dan lakukan dengan teman-teman Jurnalis sudah memenuhi kebutuhan mereka terhadap informasi yang berkualitas.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Tampilan Memang Penting, Tapi Beli Motor Harus Perhatikan Mesinnya

Tak salah memang memilih motor karena tampilannya. Tapi sejatinya motor juga adalah tentang mesinnya. Tampilannya oke tapi kalau mesinnya payah untuk apa.

Karena mesin itu ibarat jantung bagi motor. Vital dan jadi penentu keseluruhan kinerja. Karena itu penting untuk memahami urusan satu ini sebelum memutuskan membeli motor. Setidaknya pilihlah yang sesuai dengan karakter berkendara kamu

Di Indonesia sendiri terdapat tiga tipe mesin yang umum diaplikasikan pada kendaraan roda dua. Tak cuma soal dimensi namun karakteristiknya pun berbeda.

Pertama adalah tipe Overstroke. Mesin ini memiliki langkah piston (stroke) lebih besar dari diameter piston (bore). Mesin dengan tipe ini punya karakteristik mampu mengeluarkan tenaga dan torsi yang besar pada RPM rendah dan menengah.

Tenaga puncaknya bisa diraih di rpm yang rendah. Hal ini membuat motor dengan mesin overstroke bisa lincah dalam mengarungi kemacetan kota atau medan berat. Kekurangannya, putaran mesin tak bisa terlalu tinggi dan jika dipaksakan bisa beresiko mesin jebol.

Kedua adalah mesin Square. Mesin disebut square jika angka diameter dan langkah pistonnya sama atau hanya berselisih sedikit. Mesin berjenis square ini memiliki tenaga yang hampir merata di semua tingkatan rpm, baik pada rpm rendah maupun pada rpm tinggi.

Mesin dengan tipe ini biasanya diaplikasikan pada motor-motor harian yang memiliki kemampuan universal untuk melahap semua medan baik dalam kota maupun luar kota. Meski merata, namun konsekuensinya mesin ini tidak memiliki tenaga yang terlalu menonjol.

Jenis terakhir adalah Overbore yang memiliki diamter piston lebih besar dari langkahnya. Jenis mesin overbore ini sangat cocok pada motor berkarakter sport . Karena mesin ini terkesan jinak diputaran bawah namun menjadi ganas diputaran menengah dan tinggi.

Nah biasanya pada motor sport pengendara akan memacu motornya dengan mempertahankan putaran mesin pada RPM yang tinggi agar dapat mengeluarkan kemampuan maksimum motor tersebut.

Contoh dari mesih overbore adalah mesin yang digunakan Suzuki GSX-S150 dan Suzuki GSX-R150. Suzuki mengambil langkah berbeda dengan para kompetitornya yang memilih mesin over stroke atau Square. Karena dapur pacu yang disematkan pada GSX-R150 ini justru mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya (62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm).

Mesin overbore Suzuki GSX-S150 dan Suzuki GSX-R150, mengadopsi DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, motor ini menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Layaknya mesin over bore, tenaga yang dihasilkan pada putaran bawah cenderung lebih jinak dan kalem. Karena itu motor ini cukup ramah digunakan di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Tapi sifat asli over bore mulai kelihatan pada putaran menengah dan atas dimulai dari 7000 RPM. Apalagi putaran mesinnya bisa berteriak hingga 13.000 RPM. Tenaga maksimalnya berada di 18,9 dk dengan torsi 14NM. Jangan heran seandainya kamu menggunakan motor ini untuk beradu kecepatan, di putaran tengah dan atas cepat mengasapi motor lain.

Setelah paham ketiga tipe mesin di atas, kamu sudah punya pilihan yang ingin dibawa pulang?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Zodiak Ini Dikenal Suka Memikirkan Dirinya Sendiri, Kamu Termasuk?

Diantara sederetan sifat menyebalkan seorang teman, pasti kamu setuju kalau dia yang suka memikirkan dirinya sendiri amatlah menyebalkan.Sampai seringkali kamu menganggap mereka cukup egois. Padahal tidak selalu demikian.

Mereka hanya mengikuti isi kepala dan hatinya. Seberapapun kamu berusaha menasehatinya, dia tetap pada pilihannya, memikirkan diri sendiri. Kamu tak perlu terkejut, pasalnya sifat semacam ini pun ternyata dipengaruhi oleh zodiak yang menaunginya.

Mengutip Boldsky, ada lima zodiak yang hampir setiap saat memikirkan dirinya sendiri. Kelima zodiak ini bukanlah egois. Hanya saja mereka lebih suka mengikuti apa kata diri mereka tanpa memikirkan orang lain.

Sagitarius

Pemilik zodiak Sagittarius adalah penyuka kebebasan. Ya, mereka cukup bebas untuk pergi ke tempat yang mereka inginkan dan melakukan apa yang mereka inginkan. Kamu perlu memahami, Sagittarius enggan untuk terikat oleh situasi walau sejatinya mereka terampil untuk beradaptasi dengan keadaan. Di lain sisi, Sagittarius dianugerahi kepercayaan diri yang cukup sehingga mereka tak akan takut kalau dihadapkan pada pilihan yang riskan alias berisiko.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jelang Hari H Pernikahan, Ada Saja Cobaan yang Datang Jadi Penghalang

Semuanya sudah dipersiapkan! Mulai dari fisik, mental, dan berbagai macam keperluan pernikahan pun sudah dirasa lengkap. Tapi, beberapa saat menjelang pernikahan ada saja cobaan yang datang tiba-tiba.

Orang lain mungkin akan melihat hal ini sebagai perkara biasa, tapi dari cerita mereka yang lebih dulu menikah, beberapa hal yang katanya jadi cobaan itu, sering sekali mengacaukan pikiran. Bahkan tak sedikit pula yang akhirnya bersedih, dan sedikit kecewa. Karena cobaan tersebut datang tak tepat waktu.

Nah, untuk kamu yang mungkin sedang mempersiapkan diri, cobalah besarkan hati, jika nanti memang merasakan 7 hal ini.

Tak Tahu Angin Apa yang Membawanya, Mantan Pacar yang Sudah Lama Hilang Tiba-tiba Datang

Entah itu hanya sekedar berkirim pesan di sosial media atau datang langsung untuk menemui kita. Rasanya, pada situasi seperti ini, kehadiran mantan pacar, tentu jadi hal yang menganggu pikiran.

Bagaimana tidak, beberapa hari menjelang hari H, dia yang sudah jadi masa lalu, justru datang meminta bertemu. Selain harus menjaga perasaan calon suami atau istri, pastilah ada rasa tak enak hati jika pihak keluarga sampai tahu bahwa dirimu masih berhubungan dengan mantan kekasih.

Maka untuk menghindari hal-hal yang bisa merusak rencana pernikahan, cobalah untuk selalu libatkan pasangan untuk mengambil keputusan. Pastikan ia tahu, jika mantanmulah yang terlebih dahulu menghubungimu.

Sudah Susah Payah Menabung dan Membatasi Pengeluaran, Tapi Gambaran Keuangan Justru Semakin Buram

Umumnya, keresahan akan tak stabilnya kondisi keuangan banyak disuarakan mereka yang baru saja menikah dan menggelar pesta. Padahal nyatanya tidak selalu begitu, loh! Kita yang sedang sibuk mempersiapkan pesta juga sering kali dilingkupi hal serupa.

Nominal dari beberapa hal yang menjadi keperluan, bisa saja berubah dan berpengaruh pada anggaran pernikahan. Kalau tak cukup jeli melihat situasi dan mempersiapkan diri, bisa-bisa hal semacam ini, jadi sesuatu yang memperlambat jalannya pesta. Karena masalah keuangan jadi sesuatu yang sensitif, maka alangkah baiknya jika kamu dan pasangan sudah mempersiapkannya dengan baik dan matang.

Bukannya Tak Lagi Cinta, Tapi Mendadak Ada Keraguan Pada Kesungguhan Hatinya

Tak tahu apa yang merasuki dirinya, sikap manis yang dulu selalu membuat cinta mendadak berubah. Berganti dengan karakter baru yang jelas-jelas tak menggambarkan dirinya. Yap, ini adalah cobaan yang pasti akan selalu dirasa oleh setiap pasangan yang hendak menikah. Terlebih pada kaum hawa.

Beberapa pertanyaan bahkan mungkin akan memenuhi isi kepala, “Apa iya, dia adalah sosok yang kucari?”, “Benarkah dia akan jadi suami?”, hingga ragu pada pilihan yang sebentar lagi akan diresmikan.

Santai saja, nikmati semua keraguanmu dengan hati dan kepala yang dingin. Diskusikan hal-hal yang memang sedang kamu rasakan dengan pasangan. Biasanya ini akan jadi solusi untuk mencari jalan keluar. Jika setelah itu, keraguanmu tak kunjung reda, menunda pernikahan bukanlah sesuatu yang salah.

Lalu Ada Beberapa Pertengkaran yang Selalu Mewarnai Hubungan

Tunggu dulu, hal ini bukan berarti jika kalian berdua tidak cocok. Karena mempersiapkan pernikahan memang jadi ajang ujian pertama untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Sebab pada situasi ini kita akhirnya bisa tahu, seberapa besar ego masih menguasai masing-masing diri, juga jadi ajang untuk mengenal dekat karakter masing-masing diri.

Memutuskan untuk menikah, itu artinya kita sudah yakin akan bisa menerimanya dengan segala baik buruknya. Maka jika kepercayaan ini sudah kita miliki sebelumnya, pertengkaran-pertengkaran kecil menjelang hari H pernikahan, tak seharusnya jadi penghalang. Dengan catatan, pertengkaranmu itu memang hanya berkutat pada hal-hal sepele. Karena jika sebabnya adalah hal besar, jelas patut untuk dipertimbangkan.

Hingga Pada Perkara Orangtua yang Kerap Tak Bisa Seiya-sekata

Pernah merasakan ini tidak? Atau kamu justru sedang merasakannya sekarang? Bohong memang jika kita akan jadi satu-satunya pihak yang menentukan semua urusan pesta. Karena nyatanya, ada banyak hal yang menjadi masukan dari sisi orangtua. Entah itu jumlah undangan yang sebagian besar adalah kolega mereka, jenis makanan yang justru mengikuti seleranya, atau hal lain yang kadang membuat kita gemas sendiri.

Orangtua mempelai laki-laki ingin begini, sedangkan orangtua pihak perempuan maunya begitu. Karena menikah tak hanya tentang kita berdua saja, tapi juga menyatukan dua keluarga. Maka sudah sepantasnya kita bisa mengontrol diri sebaik mungkin, untuk memberi pengertian pada masing-masing orangtua. Jangan sampai karena urusan pesta pernikahan kita, mereka sampai terpecah.

Beban Pikiran yang Berlebih, Membuat Kita Kadang Tak Percaya Diri, Jika Sebentar Lagi Akan Menjadi Suami-Istri

Percaya atau tidak, perempuan atau laki-laki yang akan menikah, biasanya akan berpikir lebih banyak dari biasanya. Hasilnya? Kamu akan merasa ada beban berat yang sedang memenuhi isi kepala, hingga berpengaruh pada kepercayaan diri kita.

Selanjutnya, akan ada beberapa pertanyaan yang tiba-tiba meruntuhkan semua rasa percaya. Benarkah kita bisa jadi suami yang baik untuknya? Mampukah kita jadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga? Hal-hal tersebut jika tak bisa disikapi dengan baik, maka bisa merusak semua persiapan pernikahan yang tinggal sebentar. Oleh sebab itu, ajaklah pasangan untuk berdiskusi, bicarakan semuanya dari segala sisi dan berusahalah untuk tetap berpikir positif.

Dan Hal Lain yang Lebih Berat, Tiba-tiba Ada Tawaran Pekerjaan yang Sejak Lama Sudah Diimpikan

Barangkali, cobaan semacam ini adalah dilema yang paling berat untuk dihadapi dari sekedar pertikaian sepele dengan pasangan atau ibu yang mendadak ingin mengganti warna baju seragam.

Coba bayangkan, hal yang selama ini kamu idam-idamkan kini tiba-tiba hadir di depan mata. Namun, kini mendadak terasa berat untuk diambil, karena berbagai macam pertimbangan. Salah satunya adalah pesta pernikahan yang sebentar lagi akan digelar.

Menikah memang terlihat simpel dan gampang, tapi untuk mempersiapkan dan melaksanakannya kita mesti bersusah payah bersama dan berjuang untuk mewujudkannya. Dan teruntuk kamu yang saat ini merasakan hal serupa, tetap semangat ya!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Menikmati Film Horror Tanpa Sosok Hantu yang Meneror

Kala menikmati film berlabel horor, otomatis segala jenis hantu pasti akan tersedia selama film berputar. Tentu saja hal-hal menakutkan yang diceritakan dalam sebuah dialog atau pun beberapa adegan singkat membuat kamu merasa dihantui hingga kaget. Pun adegan jump scare yang diberikan tanpa henti kian membuat kamu makin terteror, sampai akhirnya menjadikanmu urung menyaksikan film berlabel seram itu.

Namun, dibalik film horor yang selalu menghadirkan sesosok hantu hingga bisa membuat orang males untuk menontonnya, meski ada rasa penasaran juga untuk menyaksikan. Akan tetapi, ada juga film horor yang menawarkan kisah atau jalan cerita yang menegangkan, namun tak ada sosok hantu di dalamnya. Jadi buat kamu yang memiliki rasa takut berlebih dapat tetap menyaksikan, meskipun adegan jump scare masih tersedia demi memberi bumbu keseraman. Namun, kalau cuma sekali atau dua kali tidak akan membuat kamu kelabakan, bukan? Nah, berikut ini ada beberapa film yang tak ada hantunya namun bisa diminati secara seksama.

Orphan, Memberikan Sebuah Kejutan Dibalik Tubuh Bocah Perempuan

Sumber : fanpop.com

Cerita bermula saat kedua pasangan coba mengadopsi guna melupakan kematian anak ketiganya. Dengan alasan kehadiran pengganti mungkin dapat menutup duka yang mendalam atas kematian seseorang. Namun, bukan mendapatkan pengganti buah hati lewat hasil adopsi, malah mendapatkan kejutan yakni sebuah teror kematian dari wujud serupa anak kecil.

Esther adalah gadis kecil yang diadopsi keluarga tersebut, yang ternyata memiliki umur asli yakni 33 tahun, lantaran mengidap hypopituitarism. Esther ternyata adalah seorang pembunuh berdarah dingin yang baru saja menghabisi tujuh nyawa.

The Boy, Saat Pengasuh Mesti Dihadapkan Dengan Sebuah Boneka Kayu

Sumber : fanpop.com

Seyogyanya yang namanya pengasuh itu bertanggung jawab mengasuh seorang anak kecil guna menggantikan peran sang ibu yang kesulitan atau tak ada waktu. Namun, dalam film bertajuk The Boy, seorang pengasuh justru dihadapkan kepada sebuah misteri janggal lantaran mendapat tugas mengasuh sebuah boneka kayu.

Perlakuan sang pengasuh pun harus seperti pengasuh pada umumnya, terlebih lagi keluarga tersebut sangat menganggap boneka kayu tersebut sebagai seorang anak.  Kejadian janggal yang menimpa dirinya selama mengasuh boneka kayu pun terkuak, lantaran sang pengasuh memiliki insting kalau ada rahasia yang terdapat dari boneka ini. Ternyata, selama ini terdapat anak di dalam bangunan rumah tersebut yang selalu memantau dan berpura-berpura menjadikan boneka tersebut hidup.

10 Cloverfield Lane, Tabir yang Terungkap Ternyata Nyata Bukan Akal-akalan Semata

Sumber : fanpop.com

Saat seorang perempuan bernama Michelle terbangun dalam sebuah bunker kecil. Di sana dia bertemu dengan dua orang pria yang terjebak dan tak bisa keluar di sana. Sang pemilik bunker beralasan kalau sedang ada bencana di atas sana sehingga Michelle dan dua orang laki-laki tersebut tak bisa keluar.

Tertahannya mereka di bunker membuat curiga kalau mereka sedang dijebak, sampai akhirnya Michele dan dua orang laki-laki berusaha mencari cara untuk keluar, namun naas rencana tersebut selalu gagal dan kedua orang tersebut dibunuh. Setelah insiden tersebut Michele pun bisa keluar, ia kemudian mendapati pemandangan bumi yang kacau balau seperti dilanda perang. Ternyata bukan bencana kimiawi, melainkan pihak luar angkasa yang berkuasa.

Dont Breathe, Jangan Pernah Mengganggu Kakek-kakek Sendirian Kalau Tak Mau Berakhir Kematian

Sumber : fanpop.com

Kenakalan saat remaja mungkin harus dikontrol dan tak bisa dimaklumi begitu saja. Setidaknya dalam film Don’t Breathe, kita diajarkan untuk tidak berlaku seenaknya dengan seorang kakek-kakek yang memiliki masalah dengan penglihatannya.

Ketiga remaja berniat mencuri sesuatu di rumah kakek tersebut. Tak disangka-sangka kakek tersebut mengikuti mereka ke mana saja, sehingga remaja tersebut tak mampu melarikan diri. Hanya bermodalkan suara, sang kakek terus membuntuti hingga satu per satu mati, sampai menyisakan satu orang yang bebas dan dapat melarikan diri.

Get Out, Selidiki Dulu Keluarga Kekasihmu Sebelum Memastikan Hubungan

Sumber : fanpop.com

Get out bercerita tentang dua sejoli yang berbeda warna kulit, sang pria yang bernama Chris Washington dan berkulit hitam, memiliki seorang kekasih, Rose Armitage. Demi mendapatkan restu sekaligus kepastian dalam hubungan, Chris pun melakukan perjalanan ke rumah keluarga Armitage.

Alih-alih ingin mendapatkan doa restu sehingga hubungan dapata melenggang, ternyata yang didapatkan justru keanehan sikap dan perlakuan. Melihat keanehan yang terlalu absurd. Chris pun mangkir dari rumah tersebut. Selagi berlari keluar guna menyudahi pengalaman anehnya di rumah sang kekasih, ternyata Chris menguak fakta baru kalau keluarga pacarnya kerap melakukan transplantasi otak dari orang berkulit putih kepada yang memiliki kulit hitam

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top