Feature

Terjebak Itu Ketika Tahu Harus Melepaskan Tapi Tak Mau Melepaskan

Kita sedang berada pada zona yang tak lagi nyaman. Bukan mencinta atau dicinta, ini hanya sebuah kisah yang aku sendiri sedang mencari dimana letak ujungnya. Bersikap ingin menyenangkan diri, aku akan anggap ini sebagai bagian pelik yang memang harus dijalani. Tapi, bagaimana denganmu? Apakah juga sama?

Berdiri diatas jurang kebimbangan, pergi untuk saling melepas atau tetap berdiri demi hubungan. Orang lain mungkin akan menganggapku bodoh, tapi sesungguhnnya aku sendiri masih tak cukup paham atas situasi hatiku saat ini.

Ini memang jadi masa pembuktiaan, siapa kamu dan diriku sebenarnya. Satu hal yang berangsur kuyakini, kita ini bukanlah dua orang yang saling mencintai. Rasa sayang yang katanya jadi alasan untuk bertahan, justru jadi jebakan yang membuat kita saling menyakiti lebih dalam.

Bagi Sebagian Orang Cinta Mungkin Jadi Alasan Untuk Bertahan, Tapi Apakah Kita Juga Demikian?

Tidak Sayang, aku ingin jelaskan. Jika hal indah yang dulu kita nilai sebagai cinta, kini berangsur kehilangan arti yang sebenarnya. Perihal berkorban yang katamu adalah upaya untuk tetap bertahan, tentu tak akan kutentang. Sebagai buktinya, kamu bisa lihat sendiri bagaimana kerasnya aku berjuang.

Mari kita buka-bukaan, ini bukan perihal berdiri dan bertahan untuk saling menguatkan. Tapi bagaimana masa depan dari sebuah hubungan, yang nampaknya memang sudah tak berarah. Kegigihan yang dulu jelas terlihat, kini sinarnya tak lagi seterang dulu.

Kamu dan aku mungkin bisa bertahan untuk beberapa waktu, dengan alasan masih saling sayang dan ingin tetap bersama. Tapi benarkah itu?

Pertengkaran yang Terjadi Kerap Menghantam Hubungan, Tapi Kita Berdiam Diri dan Tak Lagi Peduli

Wajar memang, sebab hubungan kita bukanlah jalan bebas hambatan. Setidaknya selisih paham akan jadi bumbu pelengkap yang konon akan menguatkan hubungan sepasang kekasih. Kamu dan aku paham, jika hal-hal yang kerap kita pertentangkan sudah tak lagi pada batas yang benar.

Barangkali kita berdua memang sedang mengkhawatirkan kesendirian yang katanya menakutkan, untuk itu tetap berdiri berdampingan jadi pilihan. Padahal kita sendiri paham jika tak ada lagi alasan untuk saling menguatkan.

Tak ingin menempatkan diri pada posisi paling benar, kamu sendiri tentu paham dimana letak salah yang memang harusnya dibenahi.

Keputusan Untuk Menunggu Tentu Baik, Tapi Perlahan Membuat Hati Tercabik

Aku tak sedang ingin melayangkan protes, sebab tidak ada cinta yang tak akan menuai kecewa. Sepanjang perjalanan, hatiku selalu siap sedia jika akan tersakiti atau dikecewakan. Lalu bagaimana jika ternyata itu terjadi setiap hari? Haruskah kita akan tetap bersama?

Pertanyaan ini kulontarkan dengan harapan akan menemukan jawaban. Tapi bodohnya, aku sendiri tak tahu akan menjawab apa jika diberi pertanyaan serupa.

Kita menjadikan  alasan menunggu sebagai tameng, padahal kita berdua paham jika hal yang harus diselesaikan sekarang adalah saling melepaskan. Bukan tetap beriringan tapi tak lagi sejalan.

Kita Berdua Sadar Jika Tak Lagi Saling Dikuatkan, Tapi Ada Rasa Enggan Untuk Menyuarakan Perpisahan

Tak ingin jadi pihak yang menyakiti dengan membuka suara untuk mengakhiri hubungan. Kamu dan aku diam untuk tetap tinggal. Anehnya hal ini tak bermanfaat apa-apa, baik untukku juga dirimu. Berdiam diri pada hubungan yang kita jalani, kini hanya sebagai simbol untuk status hubungan.

Orang lain mungkin bisa berkata jika kita ini adalah dua orang yang bahagia, karena tak pernah terlihat bersiteru dan bertengkar dihadapan mereka. Tapi kejadian yang sesungguhnya hanya kita berdua yang rasa.

Apakah kita benar-benar dengan bahagia, atau hanya tak ingin jadi tersangka hanya karena menyampaikan keinginan berpisah.

Hingga Pelan-pelan Menutup Tawaran Cinta Lain yang Dunia Telah Berikan

Pernah bertemu dan saling mencintai tentu jadi hal yang kusyukuri, akan tetapi nampaknya waktu yang diberikan oleh semesta tak cukup banyak untuk kita berdua. Karena akhir-akhirnya ini kita justru sedang tak bahagia meski masih bersama.

Kita masih bisa bahagia dan kembali mendapatkan cinta, dengan catatan mari saling melepas simpul tali yang kemarin kita ikatkan. Dan berita buruknya, aku dan kamu belum ingin melakukannya.

Aku dan Kamu Terjebak Pada Situasi yang Kerap Membolak-balikkan Hati

Hubungan ini bak buku yang ditulis oleh seorang yang tengah dirundung rindu. Bertele-tele dengan kalimat-kalimat indah, padahal yang ia butuh hanya bertemu dan mengungkapkan isi hatinya.

Hari ini aku bisa kembali Sayang, lalu besok kamu kembali berulah dan membuatku tak ingin bertahan. Dan situasi ini berlangsung hingga sekarang, kita terjebak pada situasi pelik yang kita ciptakan sendiri.

Berharap Ada Sesuatu yang Akan Hadir Jadi Penawar, Kita Malah Akan Sakit Lebih dalam

Ini tentu bukan salahku, bukan pula salahmu. Kita berdua hanya dipecundangi rasa untuk memiliki lebih lama. Padahal semesta telah memberi tanda, jika hubungan yang ada tak akan berakhir bahagia.

Dan benar saja, bukanlah tersenyum pada akhir cerita. Kita berdua malah memperoleh luka karena berdiam diri pada hubungan yang salah. Sebab sebesar apa pun rasa sayang yang kita punya, tak seharusnya kalah dengan logika.

Berpisah tak melulu jadi isyarat bahwa diri ini tak berperasaan, sebaliknya ini adalah wujud dari kedewasaan yang harusnya menyelematkan kita lebih cepat.

1 Comment

1 Comment

  1. Jesi

    February 9, 2018 at 1:24 am

    Aku ingin bergabung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pergi ke Bandung, Bisa Lewat Banyak Cara. Kamu Pilih yang Mana?

Untukmu yang tinggal di kawasan Jabodetabek, mungkin agak suntuk kalau menghabiskan waktu liburan atau akhir pekan hanya di sekitaran tempat tinggalmu. Ingin rasanya pergi sejenak ke luar kota demi menghilangkan kepenatan setelah lima hari dalam seminggu suntuk bekerja di Ibukota. Kota terdekat yang biasanya jadi tujuan warga Jabodetabek untuk berlibur ya salah satunya Bandung.

Berjarak sekitar 150 km dari Jakarta, Bandung menawarkan suasana yang kontras nan asri dibanding Jakarta. Meski tak dipungkiri, kemacetan kini juga mendera kota tersebut—terutama saat hari libur, tapi tak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Bandung. Akhir pekan biasanya dipilih, terutama bila ada tanggal merah di hari Jumat, Bandung akan tumpah ruah oleh wisatawan asal Jabodetabek. Menariknya, kini kita tak lagi dipersulit untuk akses ke Bandung. Kamu sendiri, bagaimana? Kalau diminta memilih, kamu akan ke Bandung naik apa?

Naik KRL Disambung Kereta Ekonomi. Meski Memakan Waktu, Setidaknya Tak Memakan Banyak Biaya Perjalanan

Tahukah kamu kalau ongkos ke Bandung bisa bermodalkan kurang dari Rp 30 ribu? Untukmu yang terbiasa naik KRL, barangkali perlu mencoba. Karena ternyata pergi ke Bandung bisa dengan sambung-menyambung KRL sehingga tak memakan ongkos yang cukup banyak. Caranya, dari stasiun asalmu, kamu naik KRL hingga Stasiun Manggarai.

Dari stasiun Manggarai yang adalah stasiun transit, sambung lagi dengan menaiki KRL dengan tujuan akhir Stasiun Cikarang. Selanjutnya, dari Stasiun Cikarang kamu beralih ke kereta ekonomi Walahar jurusan Purwakarta dengan harga tiket Rp 6 ribu. Baru dari Purwakarta, kamu kembali naik kereta ekonomi Cibatuan menuju Bandung hanya dengan tarif Rp 8 ribu. Coba hitung, ongkos perjalananmu dari Jakarta menuju Bandung tak sampai Rp 30ribu. Hemat bukan?

Beli Tiket Bus Travel Agar Tak Lelah dan Bisa Tidur Sepanjang Perjalanan

Kalau tak ingin lelah selama perjalanan ke Bandung, kamu bisa memilih untuk naik bus travel. Apalagi varian bus travel kian beragam dan semakin menawarkan kenyamanan sepanjang perjalanan. Alih-alih lelah, kamu justru bisa tertidur lelap selama perjalanan.

Keberadaan jalan tol Cipularang pun mempercepat perjalananmu dari Jakarta ke Bandung. Di luar adanya situasi waktu tempuh hingga ke pintu tol daerah Bandung bisa dipersingkat hanya 3 jam saja. Nantinya sampai tujuan, kamu cukup check in di penginapan dan melanjutkan agenda jalan-jalanmu. Efisien dan menyenangkan, bukan?

Naik Kereta Argo Parahyangan Demi Efisiensi Waktu

Kereta Argo Parahyangan sudah jadi primadona bila ingin bepergian dari Jakarta ke Bandung. Harga tiket dibawah Rp 100 ribu terbilang cukup terjangkau lantaran fasilitasnya juga mumpuni selama penumpang berada di dalam gerbong kereta. Belilah tiket dari jauh-jauh hari. Karena walaupun hanya bepergian ke Bandung, tiket kereta yang satu ini cukup banyak peminatnya.

Kereta ini memulai rutenya dari Stasiun Gambir dan berakhir di stasiun tujuan, Stasiun Bandung. Hal menarik lainnya kalau kamu memilih naik kereta Argo Parahyangan yaitu pemandangan selama di perjalanan. Rute kereta yang satu ini akan melewati jalur yang cukup ekstrem namun tetap aman. Sebagian dari penumpang mengaku penasaran dan memilih naik kereta ini lantaran ingin menikmati sensasinya berkereta lewat jalur yang ekstrem.

Kalau Pergi Sekeluarga Mungkin Memang Lebih Baik Menyewa Mobil Pribadi

Sementara untukmu yang mungkin memang berencana pergi ke Bandung bersama keluarga besar, memang lebih baik berkendara dengan mobil pribadi. Meski tak senyaman naik travel, yang terpenting kamu tiba di tujuan dengan selamat, bukan? Lagi pula, selama perjalanan, kamu dan anggota keluargamu bisa menghabiskan waktu dengan bercengkrama. Kalau sepanjang hari kerja kamu sukar sekali menemukan momen semacam ini, maka biarlah perjalanan ke Bandung jadi kenangan yang menarik untuk keluargamu.

Tapi Kalau Pergi Bareng Teman Sepermainan, Sangat Disarankan untuk Touring Demi Menambah Pengalaman

Touring ke Bandung? Pasti seru! Apalagi kalau hal ini sudah masuk agendamu bersama kawan-kawan sejak jauh-jauh hari. Kapan lagi kamu bisa berkendara sembari membuat momen agar diingat sampai hari tua? Soal persiapan, H-sebulan sebisa mungkin kamu berdiskusi dengan teman-temanmu agar rencana touring bisa dieksekusi. Terpenting, keselamatan dan keamanan saat berkendara yang pasti harus jadi dua hal utama. Meski mungkin kamu terbiasa touring dengan jarak melebihi Jakarta-Bandung, ingatlah mungkin touring kali ini akan memberikan pengalaman berbeda. Tetap buatlah perjalanan kali ini jadi mengesankan.

Soal kendaraan, kamu bisa mempercayakan kuda besi dari Suzuki yaitu Suzuki GSX-S150. Kamu jangan khawatir, tak hanya nyaman dipakai berkendara sehari-hari, motor ini pun tetap menunjukkan performa yang mumpuni untuk durasi perjalanan jauh.

Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Tipe GSX-S150 ini memang bergaya street fighter yang juga mengadopsi tampilan touring yang cocok untuk perjalanan jauh. Karena itu posisi berkendaranya tak terlalu menunduk macam di tipe R. Handle barnya dibuat lebar dengan posisi yang berada tinggi di atas tangki dan tempat duduk. Tentunya gaya berkendara ini dimaksudkan agar pengemudi tak lekas lelah dalam perjalanan jauh.

Manajemen mesin GSX-S150 ini dilengkapi dengan 6 sensor untuk efisiensi kerja untuk membuat konsumsi bahan bakar lebih ekonomis. Sistem pengapiannya disebut closed loop, dengan adanya oksigen sensor pada pembuangan yang bisa dibilang jarang diterapkan pada motor sekelasnya. Ini juga termasuk penerapan throttle body diameter 32mm dan injektor 10 lubang produk Mitsubishi agar pengabutan campuran bahan bakar lebih atomized. Sebagai bocoroan, teknologi ini serupa yang ada pada GSX-R 1000 loh.

Serunya performa tinggi ini diimbangi dengan radiator yang besar. Dengan ukuran pendingin air yang besar ini, diharapkan suhu mesin akan tetap optimal meski dipacu dengan tenaga maksimal. Dan pastinya akan tetap nyaman jika dipakai dalam durasi perjalanan jauh atau untuk dipakai harian.

Konsisten dengan konsep ini, tangki dibuat aerodinamis dengan bentuk melengkung. Kapasitasnya yang mencapai 11 liter, dipastikan cukup untuk mencapai jarak tempuh jauh. Meski aerodinamis  justru penampilan GSX-S150 ini terlihat cukup gagah. Dijamin perjalan touring ke Bandung akan jadi momen tak terlupakan.

1 Comment

1 Comment

  1. Jesi

    February 9, 2018 at 1:24 am

    Aku ingin bergabung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kelebihan Lain dari Seseorang yang Suka Minum Kopi

Pecinta kopi dikenal sebagai orang yang paling betah melek. Namun tahukah kamu, ternyata ada kelebihan lain yang dimiliki oleh para pecinta kopi loh. Mau tahu apa saja kelebihan yang dimiliki oleh mereka? Yuk baca artikel ini sampai selesai.

1. Tahan Banting

Mungkin kamu tak tahu bahwa pecinta kopi adalah sosok yang tahan banting. Bagi mereka, tantangan bukan untuk dihindari, tapi untuk dihadapi.

2. Cool

Memang sih saat ini perempuan pun banyak yang suka minum kopi. Namun tetap saja, kopi identik dengan seorang lelaki. Karena inilah akhirnya ada sisi maskulin yang terlihat dari seorang lelaki yang sedang asyik menikmati secangkir kopi.

3. Pekerja Keras

Para lelaki biasanya mengandalkan kopi sebagai penghilang rasa lelah dan kantuknya. Mereka butuh terus berkonsentrasi sehingga tanpa kopi, itu akan terasa berat. Akhirnya muncullah keidentikkan bahwa lelaki pecinta kopi adalah mereka yang memiliki jiwa pekerja keras.

4. Sosok yang Bisa Diandalkan

Pecinta kopi lekat dengan sosok yang bisa diandalkan. Karena itulah cewek betah banget ada di samping para lelaki pecinta kopi ini.

5. Mampu Menempatkan Diri

Lelaki pecinta kopi adalah sosok yang serius, namun ada kalanya dia bisa diajak bercanda. Karena itulah banyak orang menyebut mereka pribadi yang pandai dalam menempatkan diri.

6. Terkadang Nampak Misterius

Kamu mungkin pernah melihat lelaki yang duduk sendiri di pojokan dengan tatapannya yang serius pada layar laptop dan buku yang dipegangnya. Bukankah momen seperti ini menampakkan seorang pecinta kopi yang punya sisi misterius di dalam dirinya?

7. Punya Jiwa Petualang

Bersamanya, kamu tak akan mudah bosan. Baginya tantangan adalah sesuatu yang menarik untuk dicoba. Hal inilah yang menunjukkan adanya jiwa petualang dalam dirinya.

1 Comment

1 Comment

  1. Jesi

    February 9, 2018 at 1:24 am

    Aku ingin bergabung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dilagu Sang Penggoda Tata Janeeta yang Trending, Para Korban Pelakor Merasa Terwakilkan

Berita pengkhianatan dan perselingkuhan memang masih jadi pembahasan yang hangat sampai saat ini. Sejalan dengan itu, lagu Sang Penggoda yang jadi single terbaru Tata Janeeta nampaknya jadi salah satu yang mewakili itu semua. Yap, bercerita tentang seorang perempuan yang akhirnya memutuskan untuk melepaskan sang pasangan karena tergoda perempuan lain. Lagu ini jadi kolaborasi pertama dari Tata dan Maia, yang sudah banyak ditunggu oleh para penggemarnya.

Dirilis pada tanggal 11 April 2018 lalu, nampaknya lagu ini jadi suara hati yang mengumpulkan para korban pengkhianatan. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya respon serupa pada kolom komentar di video klip yang sudah ditayangkan di youtube sejak tanggal 12 April 2018 lalu.

Sumber : https://www.youtube.com

Dan menariknya, tak hanya merajai tangga lagu iTunes pada hari kedua setelah dirilis, sampai hari ini video klip lagu tersebut juga sudah ditonton sebanyak 3,7 juta di youtube dan menjadi Trending. Tak hanya Maia yang berperan sebagai Produser, sang anak Dul Jaelani juga punya andil yang berperan untuk mengaransemen musik dari lagu yang ternyata ditulis sendiri oleh Tata Janeeta sebagai ungkapan dari seorang perempuan yang pernah disayangi namun akhirnya harus rela ditinggal pergi.

Akan tetapi terlepas dari lirik lagunya yang memang terlihat sebagai suara hati para korban pelakor yang ada diluar sana. Kehadiran Maia untuk menggarap project ini memang terlihat cukup sempurna.

Sumber : https://www.youtube.com

Tak perlu banyak melibatkan instrumen musik, alunan dari piano yang menjadi pembuka, cukup melengkapi lirik sedih yang terdengar begitu menyentuh meski sederhana.

Dan tak tahu disengaja atau tidak, lagu dan isi lirik terlihat sangat dekat dengan kehidupan dari sang pelantunnya Tata yang dulu pernah ditinggal pergi suaminya, namun kini telah kembali bersama. Yang juga seolah hampir mirip dengan kisah cinta Maia dengan mantan suaminya.

Akan tetapi, nilai lain yang juga patut diapresiasi adalah, kemampuan Tata untuk membawakan lagu ini sangat menjiwai.

Mendapat respon yang cukup besar dari masyarakat, baik di platform musik digital dan dikanal youtube, Maia mengucapkan rasa terimakasihnya pada laman instagram pribadi miliknya di @maiaestiantyreal

“Halo semuanya, saya Maia Estianty & @tatajaneetaofficial mengucapkan terima kasih untuk semua penikmat musik kami yg sudah streaming & download lagu SANG PENGGODA di aplikasi streaming musik legal seperti @itunes @spotify @[email protected] @langitmusik dsb. Terimakasih juga kami ucapkan untuk support kalian di YouTube channel @mans_entertainment yg hari ini sudah mencapai 3 Juta Views. 
Dukung terus musisi wanita Indonesia dan Semoga tidak ada lagi Sang Penggoda disekitar kita semua ❤❤” begitu tutur Maia

Menanggapi rasa terimakasihnya, beberapa netizen pun berterimakasih juga pada Maia dan Tata. Terlebih mereka yang pernah ada dalam posisi yang sama. Ya, para perempuan itu merasa terwakilkan oleh lirik lagu yang mereka dengarkan.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Jesi

    February 9, 2018 at 1:24 am

    Aku ingin bergabung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Lekas Kantongi Restu, Kuasai Tips dan Trik Jitu Kenalkan Pasangan di Depan Ortu

Kamu dan pasanganmu semakin serius. Berarti tahap selanjutnya adalah mengenalkan pasanganmu pada keluarga bukan? Ada lho pasangan yang sampai berbulan-bulan atau bahkan pacaran hitungan tahun, tapi tak kunjung dapat restu. Padahal yang namanya ingin beranjak ke hubungan yang lebih serius, jelas harus dapat restu terlebih dahulu, bukan? Nah untukmu yang mungkin masih berburu restu, sebaiknya ketahui cara-cara demi melancarkan rencana kalian untuk bisa ke tahap yang lebih serius.

Sebelum Pertemuan, Usahakan Kamu Jadi Penghubung yang Baik Antara Orangtua dan Calon Pasanganmu

Orangtuamu bukanlah kamu yang mengenal baik pasanganmu. Begitupun dengan pasanganmu. Dia pasti belum tahu karakter atau sifat masing-masing orangtuamu. Karenanya, fungsi dan keberadaanmu sebagai penghubung jelas sangat krusial. Ada baiknya kamu menceritakan sedikit tentang sosok calon pasangan pada orangtua. Begitu pula sebaiknya, ceritakan karakter orangtua atau kebiasaan-kebiasaan keluarga kamu pada pasangan. Percayalah, informasi semacam ini akan berguna untuk kamu berdua.

Sebisa Mungkin Pilihlah Waktu yang Tepat untukmu Membawanya ke Rumah

Soal waktu pertemuan juga perlu diperhatikan. Ya, sebaiknya rencanakanlah pertemuan dengan sebaik-baiknya. Dari jauh-jauh hari, pilihlah waktu dan kondisi yang tepat. Jangan ketika orangtuamu sibuk dengan kegiatannya atau salah satunya ada yang sedang liburan. Selain itu, perhatikan juga mood orangtuamu. Biasanya kalau dua orangtuamu dalam mood yang baik, pasti mereka akan menyambut pacarmu dengan baik juga.

Perhatikan Pakaianmu, Jangan Pakai Baju yang Aneh-aneh

Ha yang tak kalah penting adalah soal penampilanmu saat ingin bertemu orangtua kekasih. Kamu dan pasangan memang sebisa mungkin harus membuat kesan baik di depan orangtua. Jadi sebaiknya berikan saran pada pasanganmu agar mempersiapkan penampilan yang rapi. Meski mungkin pasanganmu terbiasa memakai jeans belel, atau kaos saja, namun untuk momen yang satu ini, mintalah padanya untuk berpenampilan lebih rapi. Bukan apa-apa, berpenampilan rapi adalah bentuk rasa hormatmu dan pasangan pada orangtua.

Kalau Kamu dan Dia Mungkin Suka Bercanda Sampai Lupa Situasi, Coba Jagalah Sikapmu Saat Kamu Sedang Bertamu ke Rumahnya

Tak hanya penampilan yang perlu diperhatikan. Sikapmu pun ada baiknya lebih sopan dan hormat lagi ya. Yang perlu kamu atau pasanganmu lakukan hanya bersikap ramah dan natural saja seperti biasanya. Walaupun ingin berusaha untuk mendekatkan diri pada orangtua, tapi sebaiknya hindari bersikap terlalu akrab, karena tidak semua orangtua seterbuka itu.

Di lain sisi, hindari bercanda-canda yang mungkin justru memberikan kesan aneh di depan orangtua. Apalagi yang namanya mesra di depan orangtua, pokoknya hindari dulu daripada menimbulkan kesan tak baik di mata orangtua.

Jangan Lupakan Fungsi Buah Tangan

Percayalah, yang namanya membawa buah tangan adalah hal yang wajar kalau kamu mau bertamu. Apalagi yang akan ditemui adalah orangtua kamu. Inisiatif ini juga bisa jadi nilai tambah baik kamu atau pasanganmu lho saat berada di depan orangtua. Karenanya, usahakanlah membawa sesuatu untuk mereka. Dari jauh-jauh hari, cobalah untuk cari tahu soal barang atau makanan apa favorit orangtua pasanganmu demi memberi kesan yang baik pada mereka.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Jesi

    February 9, 2018 at 1:24 am

    Aku ingin bergabung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top