Feature

Terbiasa Menyimpan Air Mineral Kemasan Di Dalam Mobil? Jangan Lakukan Lagi Deh! Ini Bahayanya!

Saat bepergian dengan menggunakan mobil, biasanya yang paling sering dicari adalah air minum. Baik dalam perjalanan dekat ataupun jauh, air minum menjadi hal yang harus tersedia di dalam mobil, apalagi jika mengingat kemacetan ibu kota atau daerah pedalaman yang akan dikunjungi akan sangat menyulitkan kalau harus berhenti terlebih dahulu untuk membeli air minum. Keadaan seperti itu yang membuat sebagian orang memutuskan untuk menyimpan stok air minum di dalam mobil.

Air mineral dalam kemasan menjadi pilihan yang sering dilakukan orang untuk menyimpannya sebagai persediaan di dalam mobil selama perjalanan. Selain praktis karena di dalam kemasan sehingga tidak perlu mengisi ulang, alasan lain seseorang memilih menyetok persedian air di dalam mobil agar tidak perlu berhenti di pinggir jalan hanya untuk membeli minum. Dibalik kemudahan tersebut, ternyata ada bahaya yang diam-diam mengancam jika kamu terus melakukan kebiasaan menyimpan air minum di dalam mobil.

Akan sangat fatal akibatnya bila air mineral kemasan yang telah terpapar kandungan kimia dari kemasan plastiknya itu sampai kamu minum!

Kemasan plastik yang digunakan untuk menyimpan air mineral memiliki kandungan kimia yang akan bereaksi jika terkena panas, akibatnya reaksi dari bahan kimia tersebut bisa ikut tercampur ke dalam air mineral yang kamu simpan di dalam mobil. Akibatnya akan sangat fatal jika sampai kamu minum air yang sudah tercampur bahan kimia tersebut.

Food and Drug Administration (FDA) mengatakan bahwa senyawa kimia tersebut dapat bertambah jika terpapar suhu hingga 60 derajat celcius. “Suhu tersebut biasanya didapatkan jika mobil tersebut sedang dalam keadaan terparkir di bawah sinar matahari langsung” pernyataan dari pemimpin studi Lena Ma, dikutip dari Real Simple. Meskipun bahan yang digunakan untuk membuat kemasan tersebut dari polyethylene terephthalate yang biasa digunakan untuk banyak kemasan makanan, minum ringan, dan anti pecah, namun jika terpapar panas akan melepaskan zat kimia berbahaya.

Memang efek samping meminum air kemasan yang telah terpapar  tidak langsung kamu rasakan. Namun hal ini bisa membahayakan kesehatanmu dalam beberapa tahun ke depan!

Jika kamu terbiasa meminum air kemasan yang sudah tersimpan lama di dalam mobil, atau terlalu lama terkena sinar matahari. Sebaiknya hentikan kebiasaan itu mulai dari sekarang. Karena meskipun terlihat baik-baik saja, nyatanya ada bahaya yang mengancam nyawamu dalam beberapa tahun ke depan. Beberapa ahli mengatakan senyawa tersebut dapat mempengaruhi tingkat hormon yang dapat memicu risiko kesehatan.

Menurut dokter spesialis gizi klinik Saptawati Bardosono menjelaskan, air yang sudah bercampur kimia dari plastik bersifat toksik bagi tubuh. Mengonsumsi dalam jangka waktu lama akan merusak organ hati. Beliau menjelaskan lagi, organ hati berfungsi dalam membersihkan tubuh dari racun. Sehingga konsumsi bahan-bahan yang bersifat toksik akan membebani kerja hati yang lama-lama akan menurunkan fungsinya.

Lantas apa yang harus dilakukan? Tenang! Ada solusinya, dengan cara ini kamu pun masih bisa tetap menyimpan air di dalam mobil tanpa perlu waswas!

Kalau sudah tahu bahayanya pasti akan merasa takut sekaligus bingung. Takut jika kebiasaan buruk tersebut terus berlanjut akan membuat kesehatan tubuhmu menjadi terganggu dimasa mendatang, dan juga bingung bagaimana cara agar tetap bisa menyimpan minuman di dalam mobil tanpa berakibat fatal pada tubuh. Sebaiknya membawa air minum dengan botol minum/tumblr berbahan plastik berkualitas bagus, sehingga kondisi panas tidak berpengaruh dan mencemari air minum. Mungkin terlihat lebih ribet ataupun lebih mahal ketika harus membeli beberapa tumblr, tapi kalo ingat akibat jangka panjang dari kebiasaan menyimpan air kemasan di dalam mobil rasanya hal itu tidak akan memberatkan. Demi kesehatan dirimu sendiri untuk saat ini dan ke depannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top