Feature

Tak Usah Sibuk Meremehkan Pekerjaan Orang Lain, Ingatlah Di Atas Langit Masih Ada Langit

Mungkin kamu sekarang diberikan pekerjaan yang bagus, karier mapan, hingga gaji besar. Tapi bukan berarti hal itu menjadikanmu meremehkan pekerjaan orang yang kamu anggap lebih rendah darimu. Bukankah rezeki sudah ada yang mengatur? Bukankah di atas langit masih ada langit?

Lagi pula, sejak kecil bukankah kita diajarkan untuk menghargai siapa pun yang ada di sekitar kita? Percayalah, meremehkan pekerjaan orang lain hanyalah pekerjaan sia-sia. Bahkan justru membuat kamu jadi angkuh dan lupa mensyukuri pekerjaanmu.

Menyepelekan Pekerjaannya Artinya Kamu Melukai Semangatnya dalam Berkarya. Hargailah Caranya Sebab Dia Telah Mengorbankan Waktu dan Tenaganya

Bagi sebagian orang, bekerja bukan hanya perkara mengumpulkan tabungan dan memperkaya diri. Tapi mereka juga melakukan pekerjaan dengan hati gembira demi sebuah karya. Sementara kamu mungkin melihatnya sebagai sesuatu yang berbeda dengan cara pandangmu, sehingga hal itu jadi alasan kamu menyepelekan pekerjaan mereka.

Hai Kawan, kuberitahu, meremehkan pekerjaan orang lain disaat dia sudah bertaruh gengsi demi sebuah karya hanya akan melukai semangatnya. Pernahkah kamu membayangkan bagaimana jika kerja kerasmu justru disepelekan? Bukankah menyakitkan? Karenanya, mulailah menghargai cara setiap orang dalam bekerja karena didalamnya ada waktu dan tenaga yang telah dikorbankan setiap hari.

Kamu yang Hanya Melihatnya Lebih Baik Diam Saja. Tahukah Kamu Siapa Saja yang Bergantung Hidup Padanya?

Setiap orang punya ceritanya masing-masing tentang kehidupannya. Kamu dengan ceritamu, mereka dengan ceritanya. Kamu cukup mendengarkan apabila ada temanmu yang bercerita kepadamu, tak perlu berkelakar berlebihan apa lagi menyepelekan dia dari belakang.

Mungkin kamu melihat pekerjaannya tak sesulit pekerjaanmu. Namun begitu dia tak menggunakan hasil kerjanya untuk dirinya sendiri, ada adik, ayah, dan ibu yang perlu ditanggungnya. Dengan meremehkannya, kamu hanya akan jadi orang yang jahat dan kehilangan sebuah arti tenggang rasa.

Pekerjaan Setiap Orang Adalah Sebuah Anugerah, Seberani Itukah Kamu Memandang Pemberian-Nya Begitu Rendah?

Kita hidup dibawah naungan Sang Pencipta. Segala hal yang sudah jadi ketetapan-Nya memang sudah digariskan, termasuk urusan karier, pekerjaan, jodoh, dan rezeki. Daripada meremehkan pekerjaan orang lain, bukankah seharusnya banyak-banyak bersyukur? Lagi pula, dengan meremehkan pekerjaan orang lain, itu sama artinya kamu memandang rendah pemberian Tuhan dan menyepelekan kuasa-Nya dalam mengatur jalan hidup seseorang. Sebagai manusia yang jauh dari kata sempurna, apakah kita pantas berlaku demikian?

Menganggap Remeh Sesuatu Bukanlah Hal yang Bermanfaat, Apa Lagi Meremehkan Pekerjaan Seseorang. Hanya Membuang Waktumu Saja!

Begini, kalau kamu merasa pekerjaanmu sungguh menyita waktu dan membuatmu belakangan ini jadi sangat sibuk, bukankah lebih baik memberi diri secara maksimal pada pekerjaanmu? Daripada kamu membuang waktu dengan membicarakan pekerjaan orang lain yang kamu anggap rendah. Soal pekerjaan, memang banyak bentuknya. Tapi kamu tak bisa mengkotak-kotakannya jadi semacam kasta. Sebab ada banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari pekerjaan yang kamu remehkan. Contoh sepelenya, tak sedikit dari kita yang masih menyepelekan seseorang yang bekerja sebagai pengemudi ojek online. Padahal, tanpa mereka, kamu pun kelimpungan bukan?

Meremehkan Seseorang Lantaran Pekerjaannya, Berarti Kamu Tak Menghargai Keberadaan Orang Lain yang Juga Seprofesi dengannya

Di dunia ini tak ada seseorang pun yang sendiri, termasuk saat melakoni pekerjaan. Sebuah pekerjaan, tak mungkin hanya dilakoni satu orang saja. Itulah mengapa ada banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari sebuah pekerjaan. Karenanya, jika kamu meremehkan seseorang akan pekerjaannya, pasti yang terluka tak hanya seorang. Tapi juga orang-orang yang melakoni pekerjaan sejenis. Kamu tega menyakiti perasaan banyak orang?

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Mulai Dari 1G Hingga Kini 4G, Kamu Mengalami Era Yang Mana?

Rindu dengan si Dia yang nan jauh di sana tinggal angkat smartphone lalu lakukan video call. Semudah itu memang saat ini memecah rindu. Teknologi memang sudah sedemikian memudahkan.

Tapi toh kemudahan itu tak datang serta merta. Sekian proses teknologi dilalui hingga kita menjejak di era ini. Sebagian kamu bahkan mungkin sempat merasakan era itu. Tentunya worth it untuk menyimak perjalanan teknologi seluler dari waktu ke waktu ini

Bayangkan Hidup Di era 1G, Handphonemu Cuma Bisa Dipakai Telepon Saja

Angkatan pertama atau 1G, santer diperkenalkan sejak 1970-an. Seandainya saja ketika itu Mark Zuckerberg sudah lahir dan menciptakan jejaring facebook, jangan harap kamu bisa update status memakai jaringan ini. Sebab teknologi pada golongan ini masih bekerja dengan memanfaatkan transmisi sinyal analog, yang hanya diperuntukkan pada panggilan telepon saja.

Ukuran ponsel di masa 1G pun memang cukup tergolong besar, jika dibandingkan dengan ponsel masa kini. Misalnya Motorola seri DynaTAC yang cukup populer pada saat itu. Telepon genggam yang dibuat pada kurun 1984-1994 ini, memiliki bobot 794 gram alias lebih dari setengah kilogram.

Di Era 2G Baru Bisa Kirim SMS, Tak Ada Notif Sudah Dibaca Atau Belum

 

Lahir sebagai adik pertama dari layanan teknologi 1G, sang 2G datang untuk menggantikan sinyal analog ke ranah yang lebih maju yakni Digital. Yap, perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio yang digunakan.

Beberapa telepon genggam, yang menggunakan teknologi 2G mulai diperkenalkan pada kurun waktu tahun 1990. Tak hanya suara, ponsel pada era ini, sudah dapat berkirim dan menerima data dalam ukuran kecil.

Maksudnya data di sini adalah pengiriman pesan teks (SMS), pesan bergambar serta pesan multimedia (MMS). Kamu yan kebetulan lahir di Era ‘90-an tentu paham, bagaimana pesan bergambar yang sedang dibicarakan. Sulitnya ketika itu jika berkirim pesan tak ada tanda centang dua bahwa pesan sudah dibaca. Kita hanya bisa mengira-ngira sendiri.

Meski sudah mulai ada data transfer, tapi paket yang terkirim masih sangat kecil. Karena itu kemudian jaringan 2G ini dimodifikasi. Dikenalkanlah istilah 2.5G mengacu pada teknologi dengan sistem General Packet Radio Service (GPRS) yang bisa mencapai 50 kbps.

Tak berhenti disitu, jaringan 2G kembali dikembangkan menjadi 2,75G. Sebuah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps.

Era 3G Mulai Memungkinkan Kamu Berselfie Dan Mengunggah Ke Sosmed

Penerapan standar GPRS pada teknologi komunikasi 2G jadi jembatan yang akhinya, membuka jalan untuk akses data yang lebih cepat. Sebab setelah kelahirannya, pada tahun 1998 muncul lagi rangkaian yang juga dikenal sebagai generasi ketiga atau 3G.

Teknologi ini sekaligus jadi mobile broadband pertama, alias jaringan pita lebar. Sebuah istilah yang menggambarkan akses pengiriman data lebih cepat. Akses yang lebih cepat ini diiringi dengan melesatnya teknologi ponsel.

Pada saat inilah kita mulai mengenal akses dunia lewat smartphone, transfer data audio, grafis hingga video. Dari sini pula kita mengenal streaming video dan video call dengan sesama pengguna 3G. Di era ini pula sosial media mulai merambat naik dan foto selfie mulai bertebaran dimana-mana

Layaknya ketika 2G dahulu, teknologi 3G juga tak diam di tempat. Dikembangkan pula teknologi yang dinamakan 3.5G dan 3.75G. Teknologinya disebut dengan High Speed Packet Access (HSPA) dan HSPA+, yang memiliki kecepatan transfer data meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps.

Era 4G LTE Paling Muda Tapi Paling Revolusioner

Teknologi ini menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah hingga 50 Mbps. Dan kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung teknologi yang digunakan oleh operator yang kamu gunakan.

Inilah masa dimana para content creator memiliki panggung. Semua bisa berkreasi dan menjadi sosok yang diinginkan dengan teknologi semacam ini. Menjangkau orang-orang lain yang lebih luas bisa dilakukan dengan mudah. Mulai dari youtuber, instagram, blogger hingga content creator di berbagai platform bermunculan.

Di Indonesia sendiri munculnya teknologi 4G mengubah banyak hal. Tak hanya dari user tapi juga penyedia layanan mengubah teknologi mereka untuk menyesuaikan dengan kecanggihan dari 4G LTE.

Smartfren jadi yang paling terdepan soal ini. Smartfren telah menyesuaikan layanannya dengan gaya hidup pintar ala 4G. Yup layanan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus meluncurkan kartu yang bisa digunakan di semua HP 4G. Kamu sebagai pengguna bisa memilih jenis handphone mulai dari Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo dan Motorolla untuk menggunakan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus.

Tak cuma soal kecepatan dan pilihan handphone beragam, kartu Smartfren 4G GSM dan Kartu Smartfren 4G GSM+, punya kuota 15GB dari kartu Smartfren 4G GSM dan bonus kuota 13GB dari kartu Smartfren 4G GSM+.

Tetunya bonus itu sangat worth it karena Kamu bisa puas streaming dan melakukan banyak hal yang kamu suka. Apalagi 4G yang satu ini juga terdapat fasilitas gratis chatting setahun. Kamu bisa tengok informasi soal hal tersebut di link berikut ini untuk Smartfren 4G dan yang ini untuk Smartfren 4G Plus.

Tak berhenti di tawaran bonus kuota saja, kamu juga bisa ikutan tantangannya. Ada iPhone X sebagai hadiahnya, caranya gampang banget. Kamu tinggal ambil foto kamu dengan ekspresi kamu yang paling worth it. Download imagenya dan share di sosial media kamu dengan menggunakan hastag #BARUTAHUKAN. Untuk info lengkapnya yuk kunjungi barutahukan.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Menghadapi Rekan Cerewet dan Terlalu Ceria Bisa Kamu Lakukan Tanpa Banyak Bicara

Bertemu orang yang dikenal suka bicara alias cerewet seringkali jadi tantangan. Terutama jika kamu punya kepribadian kontras dengannya. Dia banyak bicara, sementara kamu tidak. Dia suka mengobrol, sementara kamu lebih suka mendengarkan musik.

Suka tidak suka, orang semacam ini pasti ada di sekitarmu. Mungkin di tempat kerjamu, mungkin di rumahmu, atau pada lingkup teman-teman terdekatmu. Orang yang suka bicara sejatinya jago mencairkan suasana. Bayangkan bila tidak ada dia, pasti suasana akan terkesan kaku dan kikuk. Hanya saja, jika kamu kebetulan sedang ingin eye-to-eye alias bicara empat mata padanya, setidaknya kamu harus tahu siasat agar cerewetnya tidak terus-terusan terbawa.

Kalau Kamu Punya Sesuatu yang Ingin Dibicarakan, Katakan Padanya Tanpa Perlu Sungkan

Menyela pembicaraan memang terkesan tidak sopan dan tidak menghargai lawan bicara. Tapi biasanya kamu pasti dibuat pusing sendiri kalau lawan bicaramu kebetulan suka bicara bahkan seakan tak memberi ruang untukmu agar bisa gantian berbicara. Sebaiknya jika memang kamu bertemu orang yang seperti ini, hampiri dia dan katakan sejak awal kalau ada hal yang ingin kamu bicarakan. Percayalah, orang dengan pembawaan ceria sekaligus cerewet, tak selamanya egois hendak didengarkan. Ada kalanya mereka akan jadi pendengar yang baik untuk setiap hal yang hendak kamu katakan.

Jangan Menyela, Jadilah Pendengar yang Baik dan Tunggulah Sampai Dia Selesai Bicara

Sekali lagi, menyela pembicaraan orang lain, secerewet apa pun lawan bicaramu memang tidak disarankan. Jika kamu sedang terlibat percakapan dengannya, kemudian ditengah percakapan tetiba kamu teringat satu hal yang hendak dikatakan, sebaiknya tahan dulu. Biarkan dia menggulirkan setiap cerita. Tunggu datangnya momen kamu bisa mengutarakan hal yang hendak kamu katakan. Percayalah, walau dia mendominasi, pasti ada satu titik dimana ketika dia selesai bicara, dia akan terdiam sejenak. Saat itulah giliranmu berbicara padanya.

Tanyakan Sesuatu yang Pilihan Jawabannya Hanya ‘Ya’ Atau ‘Tidak’

Hal ini berlaku khususnya untukmu yang memang sudah jengah bila harus mendengarkannya selama berjam-jam. Cara ini bisa saja efektif. Cukup ajukan pertanyaan dimana dia hanya akan menjawab salah satu dari ‘ya’ atau ‘tidak’. Dengan demikian, pembicaraanmu dengannya pun jadi lebih singkat dan kamu menemukan jawaban dari apa yang hendak kamu tanyakan.

Dalam Sebuah Grup, Kalau Dia Sudah Terlalu Banyak Bicara, Ajukan Pertanyaan ke Anggota Grup yang Lain

Menemukan orang yang terlalu suka bicara di dalam sebuah forum diskusi atau grup tertentu seringkali membuat anggota yang lain kesal sendiri. Apa lagi kalau dia pun tak bisa mengontrol diri untuk mencukupkan pembicaraannya. Selain memakan waktu, orang semacam ini jadi mengambil porsi orang lain untuk mengutarakan pendapatnya. Kalau kebetulan kamu sedang terjebak dalam situasi semacam ini, cobalah untuk menengahi pembicaraan. Caranya cukup angkat tangan dan ajukan pertanyaan ke anggota lain yang mungkin duduk di sebelahnya. Pembicaraan pun terhenti dan rekanmu yang sudah terlalu banyak bicara pun akan mengalihkan fokusnya terhadap pertanyaanmu.

Kalau Belum Mempan Juga, Tak Ada Salahnya Memasang Wajah Bosan Saat Kalian Tengah Berhadap-hadapan

Namun jika semua cara di atas tidak mempan juga dan dia tetap tidak memberikan tanda untuk menyudahi pembicaraan, langsung saja kamu memasang tampang bosan dan lelah. Kebanyakan orang akan langsung peka dengan ekspresi wajah lawan bicaranya. Semoga saja dia langsung tersadar kalau dirinya ternyata sudah terlalu banyak bicara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Bukan Cuma Nasi, Air Putih Juga Bisa Basi

Pernahkah kamu membayangkan, jika sebotol air putih yang kamu diamkan berlama-lama ternyata bisa basi juga. Sayangnya, mengenali tanda-tanda kalau air putih sudah basi tak semudah mendeteksi makanan atau minuman yang lain. Karenanya, tak hanya merebus, mengolah, atau tinggal membeli air putih kemasan, sejatinya kita pun perlu jeli dan teliti saat mengonsumsi air putih

Air Putih Pun Punya Batas Kadaluwarsa Seperti Minuman Lainnya

Sama seperti jenis makanan lainnya, saat kamu membeli air putih kemasan pasti tertera tanggal kadaluwarsanya bukan? Karenanya, saat membeli, perhatikan tanda yang satu ini. Sejatinya, keberadaan tanggal kadaluwarsa memang dimaksudkan untuk menjaga konsumen dari hal-hal yang tidak diinginkan, semisal keracunan.

Sementara untukmu yang terbiasa mengonsumsi air putih dari hasil merebus, sebaiknya jangan terlalu lama mendiamkan air putih yang telah masak. Sebagian besar orang memang biasanya memasak air dalam jumlah besar agar bisa disimpan dan didiamkan selama berhari-hari, padahal sejatinya cara ini tidak baik. Biasanya, semakin lama air disimpan, maka ada perubahan rasa saat diminum.

Kalau Sudah Basi, Berhati-hatilah Karena Air Tersebut Telah Terkontaminasi Jamur, Kuman, dan Bakteri

Air putih yang basi tidak akan mengalami perubahan tekstur seperti halnya makanan atau minuman yang lain. Penyebab basinya air putih diantaranya lantaran terkontaminasi berbagai kuman, jamur, serta bakteri yang ada di sekitar air tersebut. Semakin lama air tersimpan, kian cepat pula perkembangbiakan kuman penyakit yang mengontaminasi air tersebut. Hal ini berakibat pada menurunnya kualitas air dari hari ke hari. Meski tidak mengalami perubahan tekstur, sejatinya air putih yang didiamkan terlalu lama akan mengalami perubahan rasa.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Discovery News menjelaskan secara rinci apa yang terjadi pada air ketika didiamkan dalam waktu yang lama. Hasilnya menunjukkuan bahwa air menyerap karbon dioksida yang menyebabkan pH air menurun dan membuatnya terasa agak asam. Satu hal yang tak boleh dilupakan, semakin lama kamu mendiamkan segelas air di suatu tempat, maka kian besar pula kesempatan bakteri jahat masuk dan mengontaminasi air tersebut.

Kalau kamu tak percaya, cobalah membuat eksperimen sederhana. Dengan meninggalkan air putih dalam gelas atau wadah yang terbuka selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Saat kamu melihatnya kembali, maka air putih sudah pasti berubah warna bahkan jadi sarang nyamuk dan ditumbuhi jamur. Hal ini membuktikan kalau kualitas air memang tak bisa bertahan dalam jangka waktu lama.

Karenanya Penting Sekali Menjaga Kualitas Air Putih

Soal kualitas air putih dan mencegah agar air putih tidak cepat basi, semuanya tergantung dengan bagaimana dan di mana kamu menyimpan air putih tersebut. Air putih memang tidak akan basi atau tepatnya terkontaminasi dalam waktu yang cepat. Terpenting, kamu perlu menjaga kualitasnya untuk mencegah kontaminasi dari luar. Jadi, sebaiknya hindari menyimpan air putih dengan wadah yang terbuka dalam waktu yang lama. Selain itu, lebih baik jangan menyimpan botol minummu di tempat yang langsung terkena sinar matahari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Hati-hati, Terlalu Gemar Berswafoto Bisa Membuatmu Tak Disukai Bahkan Perlahan Dijauhi

Coba cek galeri ponselmu, kira-kira sudah ada berapa foto selfie yang tersimpan di memori ponsel? Sekarang, kebiasaan selfie—atau berswafoto tak lagi memandang gender. Jika semula selalu saja perempuan yang diidentikankan dengan kesukaan berswafoto, kini situasinya sudah tidak lagi demikian. Laki-laki atau perempuan sama saja. Sekalinya mendapati momen terbaik untuk berfoto, maka mereka seakan-akan tak ingin ketinggalan dan mengabadikannya lewat kamera.

Tak berhenti dengan sekali atau dua kali jepret. Jika sudah asyik berswafoto, biasanya seseorang tak peduli dengan kuantitas foto yang diambil. Bahkan ada yang dalam satu hari, jumlah swafotonya bisa mencapai ratusan. Usai mengoleksi foto diri sendiri dalam beragam gaya, giliran mengunggahnya ke media sosial. Supaya lengkap rasanya. Bukankah demikian? Seperti ada yang kurang bila hasil fotomu—di momen yang menurutmu berkesan—tidak kamu unggah ke media sosial.

Gemar Berswafoto Memunculkan Sifat Narsistik dan Jadi Berlebihan dalam Menyikapi Segala Sesuatu

Seberapa sering kamu mengunggah swafotomu ke media sosial? Meski perkara unggah mengunggah adalah hakmu sepenuhnya, tapi kalau terlalu sering, bisa-bisa pengikutmu di Instagram—misalnya, akan bosan dan menilaimu haus akan pujian agar dibilang cantik atau rupawan. Belum lagi kalau kamu sejatinya hendak memamerkan barang baru yang kamu miliki namun sambil berswafoto. Siap-siap saja jika ada kalimat ‘nyinyir’ sampai ke telingamu. Sebagai siasat, coba selingi unggahanmu dengan foto-foto menarik lainnya, semisal foto karyamu, foto pemandangan saat kamu jalan-jalan, atau foto apampun selain swafoto.

Dalam Sehari Kamu Tak Pernah Absen untuk Swafoto, Kamu Kurang Kerjaan?

Percayalah, terlalu sering mengunggah swafoto, akan membuat teman-temanmu kehilangan minat untuk mengikuti akunmu. Apa lagi jika seluruh feedsmu didominasi oleh foto aktivitas berikut foto wajahmu. Mulai dari bangun tidur, jalan ke mall, hingga saat makan pun kamu unggah ke Instagram. Teman-temanmu pasti berpikir kamu tak ada kesibukan alias kurang kerjaan. Untuk menepisnya, kalau memang kamu punya hobi jalan-jalan, bukankah bisa mengunggah foto tempat wisata yang kamu anggap menarik? Hitung-hitung kamu sembari belajar me-review sebuah tempat. Dan hal itu jauh lebih bermanfaat bagi orang lain bukan?

Mengunggah Swafoto Terlalu Sering Menandakan Kamu Kesepian dan Butuh Diperhatikan

Salah satu tanda orang yang kesepian sejatinya bisa kamu nilai dari seberapa seringnya dia menghabiskan waktu untuk bersosialisasi di media sosial. Semakin sering, berarti ada indikasi jika orang tersebut memang sedang cari perhatian lantaran kesepian. Kamu sendiri bagaimana? Mau dianggap kesepian?

Risiko Jadi Sasaran Kejahatan Kian Meningkat Kalau Kamu Terlalu Mengekspos Segala Kegiatanmu

Terdengar menakutkan memang. Kejahatan ada sejatinya bisa karena kita terlalu memancingnya untuk terjadi. Ini bisa terjadi kalau seandainya kamu berswafoto dengan memunculkan banyak ‘clue’ semisal lokasi rumahmu, lemari tempatmu menyimpan uang, hingga kamarmu yang berisi banyak benda berharga. Memang, awalnya hanya ingin berswafoto, tapi kalau terlalu kelewatan, hal itu justru membahayakan dirimu. Bisa saja ada orang yang iri dengan keadaanmu dan berniat mencuri barang-barangmu. Menyeramkan, bukan?

Tak Bisa Berhenti Untuk Tidak Berswafoto Mengindikasikan Kamu Mengalami Depresi

Kendati untuk mengetahui seseorang mengalami depresi harus melewati tahapan diagnosa secara medis, kamu wajib waspada. Terlalu sering berswafoto bisa dianggap sebagai sebuah gangguan kejiwaan bila hal itu sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang. Hingga mengganggu aktivitas dan tanggung jawabnya. Beberapa orang bahkan ada yang sampai tidak nafsu makan hingga frustasi karena menginginkan hasil selfie yang sempurna. Jika tidak ingin hal semacam ini terjadi, tak ada salahnya mulai membatasi kegiatan swafotomu, ya.  Berswafoto memang bukanlah hal yang buruk. Tapi pastikan kamu punya batasan privasi agar tak ada hal buruk yang menimpamu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top