Community

Tak Perlu Merasa Aneh Jika Kita Seorang yang Pintar Namun Memilih Sedikit Teman, Ini Penjelasan Ilmahnya

menulis outline

Teman, adalah salah satu faktor kenapa seseorang merasa bahagia dalam hidupnya. Memiliki seseorang yang bisa diajak tertawa dan menangis bersama. Berbagi rahasia, mengukir memori kenangan indah bersama. Teman adalah seseorang yang bisa diangap seperti saudara kandung.

Tapi tak selamanya punya banyak teman akan membuat hidupmu bahagia. Orang cerdas justru memiliki sedikit teman, meski begitu ia tetap merasakan bahagia. Kenapa? Kamu bisa baca penjelasan ilmiahnya disini.

Orang Cerdas Fokus Pada Hubungan Jangka Panjang Secara Objektif Dan Memikirkan Hubungan Sosial Lebih Dalam Daripada Orang Kebanyakan

Penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Psychology mengungkapkan semakin sering bersosialisasi dengan banyak teman semakin bahagia hidupmu. Tapi aturan ini tidak berlaku untuk orang cerdas.

Ditemukan bahwa lingkungan yang dikelilingi banyak orang justru tidak membuat orang cerdas merasa bahagia. Hal ini disebabkan karena orang-orang yang mempunyai intelektual lebih tinggi dari orang rata-rata memikirkan suatu hubungan sosial dengan makna yang lebih dalam. Mereka berpikir mengapa harus punya banyak teman kalau pada akhirnya mereka hanya akan pergi satu per satu?

Lebih baik menjalin hubungan dengan sedikit orang tapi hubungan yang terjalin lebih dekat dan mendalam. Ia lebih memilh hanya punya beberapa orang untuk dijadikan sahabat tetapi berjalan dalam  jangka waktu yang sangat lama.

Orang Cerdas Menilai Sebuah Hubungan Pertemanan Dengan Cara Yang Berbeda

Orang-orang dengan tingkat intelektual yang tinggi akan lebih selektif dengan siapa mereka bergaul dan menghabiskan waktu bersama. Ini bukan berarti ia tidak menghargai persahabatan dan sosialisasi antar sesam, akan tetapi justru sebaliknya ia sangat menghargai hubungan yang tercipta antar individu. Koneksi yang terbangun antar pribadi biasanya akan lebih dalam dibanding hubungan dari individu ke kelompok.

Orang Cerdas Memanfaatkan Waktu Yang Ia Miliki Bukan Untuk Menambah Jumlah Banyak Teman

Dibanding membuang banyak waktu untuk keluar bersama banyak teman dan mengobrol dengan mereka sekaligus, orang-orang yang cerdas lebih memilih untuk mengembangkan diri dan membuat hidup lebih bermanfaat untuk masa depannya kelak. Ia tidak akan menyia-nyiakan waktunya hanya untuk bersenang-senang dengan segerombolan grup, tapi ia memikirkan rencana jangka panjang agar ia bisa bahagia sampai kapanpun.

Sedikit Teman Akan Lebih Banyak Memberikan Kebahagiaan Dan Kepuasan Hidup

Satoshi Kanazawa dan Norman Li dari London of School Economics dan Singapore Management mengungkapkan, jumlah teman yang ada di sekitar seseorang akan berpengaruh pada kepuasan hidup yang dialaminya.

Melalui penelitian yang mereka temukan, orang yang tinggal di daerah yang lebih padat penduduknya memiliki kecenderungan merasa kurang puas akan kehidupannya. Sementara, orang yang tinggal dengan sedikit orang justru lebih bahagia karena memiliki interaksi yang kuat antar individu.

Orang cerdas cenderung hidup dengan sedikit orang tetapi itu sudah cukup untuk membuat mereka bahagia. Orang cerdas akan membangun kedekatan yang lebih mendalam pada satu atau dua orang saja, dan itu sudah cukup memberinya kepuasan dalam hidup.

Orang Cerdas Akan Lebih Antusias Tentang Hal Yang Lebih Penting Dalam Hidupnya Dibandingkan Dengan Berkomunikasi Dengan Banyak Orang

Seorang peneliti dari Brooking Institution dan ahli kebahagiaan ekonomi bernama Carol Graham mengatakan, orang-orang yang cerdas akan menggunakan waktunya untuk mencapai target jangka panjang. Orang cerdas menemukan kebahagiaan lewat aktivitas-aktivitas yang membawanya pada hasil yang diinginkan.

Contohnya, seorang dokter spesialis vaksin kanker atau penulis yang menulis sebuah novel tidak pernah merasa perlu terlalu sering berinteraksi dengan orang lainnya. Kenapa? Ini dikarenakan kegiatan yang seperti itu hanya mengganggu aktivitas utama mereka, yang artinya akan timbul pengaruh negatif  karena mereka melakukan kebiasaan yang diluar kesukaannya yaknis berbicara pada banyak orang.

Hal ini berpengaruh pada rasa untuk bahagia jadi terganggu. Penulis dan dokter setidaknya butuh ketenangan yang cukup dan tidak perlu berinteraksi dengan banyak orang karena aktivitas yang dilakukan mereka sehari-hari tidak memerlukan hal tersbeut.

Orang Cerdas Akan Mudah Beradaptasi Dimanapun Ia Berada, Ia Tidak Akan Takut Merasa Kesepian Meskipun Punya Sedikit Teman

Orang cerdas akan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Pikirannya sudah teratur secara sistematis untuk menghadapi berbagai masalah karena mereka telah terbiasa menangani maslaah dalam hidupnya.

Kecerdasan yang mereka miliki membuat hidup mereka jadi lebih bebas dan terikat pada orang lain. Mereka mampu berdiri sendiri meskipun tidak punya kelompok. Orang cerdas tidak pernah ragu untuk berbeda guna mencapai semua tujuannya.

Orang-orang seperti inilahyang telah memiliki keseimbangan harmoni dalam hidupnya. Mereka hanya perlu komunikasi antar pribadi untuk menjalani suatu hubungan yang lebih dalam dari waktu ke waktu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Dibandingkan Spanyol Atau Italia, Pecinta Motor Tanah Air Jauh Lebih Gila

Kalau bicara soal motor apalagi MotoGP rasanya Italia dan Spanyol merupakan dua negara teratas. Sebagian besar pembalap kasta tertinggi balap motor dihuni oleh warga dari kedua negara tersebut. Setiap gelaran di kedua negara itu juga hampir selalu pecah rekor untuk soal jumlah penonton.

Tapi jangan salah, kalau saja MotoGP diadakan di Indonesia, bisa jadi negara kita jadi nomor satu soal antusiasme masyarakatnya dengan motor. Beberapa kali pembalap MotoGP singgah di Indonesia selalu takjub dengan kegilaan orang Indonesia akan motor.

Tak terkecuali Rrasa antusias bikers di Indonesia yang membuat Andre Iannone dan Alex Rins terpukau. Mereka tidak menyangka kalau para bikers di Indonesia sebegitu besar dan heboh. Hal ini disampaikan kala Iannone dan Rins sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dalam event Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di sentul.

Event kali ini merangkul 3.000 bikers dari 63 klub dan komunitas Suzuki yang saling bekerjasama dengan PT.SIS (Suzuki Indomobil Sales). Acara dihelat di Sentul Sirkuit, Bogor daerah Jawa Barat. Yang mana acara pembuka dilakukan dengan iring-iringan yang dipimpin kedua pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP 2018.

Andrea Iannone dan Alex Rins disuguhkan Suzuki GSX-R150. Tak cuma mereka brand ambassador GSX-R150, Hamish Daud sebagai ambasador GSX juga ikut serta di acara ini. GSX dipilih karena mencirikan aura MotoGP.

Tampil dengan model full fairing, GSX-R150 tampilannya memang tampak serupa dengan tunggangan pebalap di arena MotoGP. Lampu depan yang menyudut tajam memberikan kesan yang sangat agresif. Struktur jok pengemudi dan penumpang yang tinggi makin memperkuat kesan ini, karena posisi berkendara jadi menunduk.

Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-R150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Saya tidak menyangka kekuatan bikers Suzuki di Indonesia sangat luar biasa seperti ini. Senang sekali saya mendapatkan pengalaman yang sangat beragam dan berbeda bersama rekan balap saya dan ribuan bikers Suzuki,” ungkap Alex Rins.

Kehebohan dari komunitas dan klub terpancar dari acara yang diadakan sejak pagi hari jam 10, sudah dipenuhi oleh ribuan bikers yang berdatangan dari Tanggerang, Cikarang, Cengkareng, Parung dan lain-lain. Bahkan beberapa dari mereka ada yang berangkat ketika matahari belum terbangun dari tidurnya.

Rasa antusiasme total yang diperlihatkan bikers juga dirasakan oleh Andrea Iannone. Ia pun beranggapan antusiasme publik tanah air jadi dorongan luar biasa baginya untuk lebih berprestasi di ajang MotoGP.

“Ini adalah kali pertama bagi saya bisa larut dalam kegembiraan fans Suzuki. Saya sangat menikmati momen hari ini, dan semoga semangat teman-teman bikers Suzuki bisa menambah semangat saya sendiri untuk tampil lebih mengensankan di musim MotoGP 2018 bersama tim saya,” kata Iannone.

Meskipun acara seperti ini bukan yang pertama bagi kedua pembalap. Namun, Iannone mengungkapkan bahwa di Indonesia lebih meriah dari pada Italia dan Spanyol. Lantaran banyak bikers yang ikut serta dalam event ini apalagi pada saat konvoi yang dilakukan sepanjang track Sentul sirkuit.

“Seperti yang Iannone katakan, kami beberapa kali mengadakan acara serupa. Tapi di sini berbeda karena kami (Iannone dan Rins -red) berkendaraan dengan banyak orang. Apabila tahun ini sukses kami ingin mengdakan acara yang lebih besar,:” tambah Alex Rins.

Antusias yang diperlihatkan oleh para bikers dapat menghipnotis Alex Rins dan Andrea Iannone untuk mewujudkan kembali acara serupa di tahun mendatang. Karena selain menjadi wadah berjumpa dengan pembalap luar, hal ini juga menjadi ajang silaturahmi para klub dan komunitas Suzuki

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top