Feature

Tak Lagi Ada Alasan Untuk Tetap Tinggal, Menjadi Alasan Terbaik Untuk Segera Pergi

Apa lagi yang akan dipertahankan? Barangkali jadi satu pertanyaan yang akhir-akhir ini memenuhi pikiranmu. Tapi untuk segera pergi meninggalkan pasanganmu juga terasa bukan pilihan yang tepat. Akhirnya ragu-ragu, belakangan jadi tetap bersama.

Cuma tetap saja terasa ada yang salah. Tapi lagi-lagi kamu tak menemukan alasan yang terbaik untuk bisa pergi. Tapi sesungguhnya yang kamu butuhkan bukanlah alasan untuk pergi. Kamu hanya butuh alasan untuk tidak tetap tinggal.

 

Frekuensi Hubungan Kerap Jadi Bahan Pertimbangan, Disini Kebijakanmu Memang Benar-benar Diuji

Iya, iya saya paham. Kalimat yang tadinya “kita jalani dulu aja ya” mungkin sudah berubah menjadi “tetap bertahan ya”. Hati dan pikiran jadi dua hal yang kadang tak sejalan. Hari ini kita bisa saja saling cinta dan tak mau berpisah, tapi esok tentu masih akan jadi rahasia.

Kebersamaan yang sudah lama untuk berbagai macam cerita, kadang jadi sesuatu yang enggan untuk ditinggalkan. Bahkan walau sudah tak cinta, sebagian orang masih akan memilih untuk bersama. Dengan alasan sudah lama bersama.

Dan jika hal tersebut kembali kau dan dia alami, itu bukan sesuatu yang baru lagi. Lupakan dulu, seberapa lama kau dan dia saling cinta. Ini masalah kelanjutan hubungan yang kau punya. Jika ternyata sudah tak ada gambarannya, bertahan tentu bukanlah solusinya.

 

Kamu Bisa Saja Punya Alasan Agar Tetap Bertahan, Tapi Apakah Dia Juga?

Ini jadi yg skrenario usang di beberapa kasus percintaan. Saat si lelaki masih cinta, diseberang sana si perempuan sudah tak lagi punya rasa dan begitu sebaliknya. Jangan fokus pada dirimu saja, atau berpikir cintamu akan mengalirkan energi yang sama untuk dia. Biar bagaimanapun kamu juga kamu tentu harus realistis juga. Memilah-milah segalanya bukan hanya dari satu sudut pandang saja.

Dan tak ada salahnya, jika kamu akan coba bertanya perihal rasa yang sekarang ia punya. Tanpa harus merasa ini adalah sebuah kesalahan, justru hal inilah yang memang harus kamu lakukan. Sebab cinta dan rasa ada frekuensinya, jika ternyata kalian berdua sudah tak mampu untuk tetap menghidupkannya. Itu tandanya kekuatannya sudah tiada lagi dihati kalian berdua.

 

Dan Coba Pastikan Dulu Barangkali Kamu Hanya Takut Untuk Memulai Cerita yang Baru

Ini jadi dilema yang kerap melanda pasangan yang memang sudah saling cinta sejak lama. Bertahun-tahun hidup berdampingan dengannya, dan hebatnya bagimu ia telah menjadi bagian dari nafas yang tak boleh dipisahkan.

Terlalu terbiasa bersama membuatmu menutup mata atas hal-hal objektif yang seharusnya dipakai. Hingga pada beberapa ketidakcocokan yang kerap kamu lupakan, hanya karena takut kehilangan.

Dihadapannya kamu bisa saja bilang tak ingin berpisah karena sudah sayang dan cinta. Namun hal lain yang menjadi alasan bertahan meski tahu tak ada harapan, jadi rahasia hanya ditahu oleh hatimu.

 

Status Kau Jadikan Alasan Padahal Cintanya Sudah Hilang

Kita mungkin sudah ingin serius, namun sialnya dia masih ingin menikmati semuanya dengan caranya sendiri. Hal ini jadi sesuatu yang tak bisa kita pungkiri. Meski seringnya ada hal yang lebih berarti. Apalagi kalau bukan perihal status hubungan yang takut terganti.

Entah karena dorongan dari mana, sebagian besar dari kita sering kali merasa takut akan kesendirian. Tidak ingin dicap tak laku hingga menghindari diri dari ejekan lain dari beberapa orang. Harusnya bukanlah sesuatu yang kita jadikan alasan. Apalagi jika ternyata pihak yang mencinta hanyalah diri sendiri saja.

 

Meski Tak Mudah Bukan Berarti Kau Tak Bisa Melakukannya,Sebab Kau Hanya Butuh Melangkah

Seolah berdiri dibawah payung bernama ketakutan, kita tak berani untuk menyuarakan keinginan. Sekalipun itu untuk menyudahi sebuah hubungan yang sudah tak lagi sejalan. Semua orang tentu tahu, ini memang bukanlah jalan yang mudah. Pergi dan berjalan untuk menanggalkan semua rasa, sama saja dengan menyakiti hati. Sebab cerita yang selama ini dipercaya akan bahagia, ternyata justru berakhir dengan sia-sia.

Cobalah yakinkan hatimu dulu, pikirkan kembali semua keputusan yang akan kau jadikan jalan keluar dari masalahmu. Sebab terus menerus berdiri di tempat yang memang salah. Hanya akan menempatkanmu pada segudang masalah yang tiada habisnya.

 

Cintamu Bisa Saja Sudah Benar, Namun Orang yang Menerimanya Juga Patut Dipertanyakan

Perihal cinta yang katamu jadi bukti dari ketulusan, tentu tak patut untuk dipersalahkan. Rasa itu memang jadi bukti, bahwa bagaimana dulu kita pernah tersipu malu setiap kali bertemu. Tak perlu menghakimi dirimu, dan bertindak jadi manusia paling nelangsa sedunia.

Karena tak hanya kamu saja, toh banyak manusia yang juga bernasip sama. Punya cinta yang tulus namun tak tersalurkan baik oleh dia yang dicinta.

Dan untuk yang kesekian kalinya lagi, tak ada salahnya jika kamu pastikan lagi. Siapa dirinya yang katamu adalah penerima cinta yang kamu miliki. Dari sini kamu mungkin akan menemukan jawabannya, dia kah orangnya atau tidak?

 

Berjalanlah, Keputusanmu Untuk Pergi Sudah Benar

Karena tak ada sesuatu yang akan dijadikan alasan untuk tetap tinggal. Sebab hal-hal yang kalian yakini sudah tak sama serupa. Sebab ketika kamu akan berkata “ya” dirinya mungkin tak membalas dengan jawaban yang senada.

Cintamu tak akan cukup untuk dijadikan pondasi untuk gambaran hubungan ke depan. Ada perkara lain yang juga perlu untuk dipikirkan.

Biarlah hatimu akan sakit sementara, sebab memutuskan pergi dari dia yang kemarin kau cinta. Setidaknya ini jauh lebih baik daripada terus menerus bertahan pada hubungan yang salah. Dan tak hanya menyelamatkan hubunganmu saja, ini juga akan menghindari dia dari rasa bersalah.

 

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Mulai Dari 1G Hingga Kini 4G, Kamu Mengalami Era Yang Mana?

Rindu dengan si Dia yang nan jauh di sana tinggal angkat smartphone lalu lakukan video call. Semudah itu memang saat ini memecah rindu. Teknologi memang sudah sedemikian memudahkan.

Tapi toh kemudahan itu tak datang serta merta. Sekian proses teknologi dilalui hingga kita menjejak di era ini. Sebagian kamu bahkan mungkin sempat merasakan era itu. Tentunya worth it untuk menyimak perjalanan teknologi seluler dari waktu ke waktu ini

Bayangkan Hidup Di era 1G, Handphonemu Cuma Bisa Dipakai Telepon Saja

Angkatan pertama atau 1G, santer diperkenalkan sejak 1970-an. Seandainya saja ketika itu Mark Zuckerberg sudah lahir dan menciptakan jejaring facebook, jangan harap kamu bisa update status memakai jaringan ini. Sebab teknologi pada golongan ini masih bekerja dengan memanfaatkan transmisi sinyal analog, yang hanya diperuntukkan pada panggilan telepon saja.

Ukuran ponsel di masa 1G pun memang cukup tergolong besar, jika dibandingkan dengan ponsel masa kini. Misalnya Motorola seri DynaTAC yang cukup populer pada saat itu. Telepon genggam yang dibuat pada kurun 1984-1994 ini, memiliki bobot 794 gram alias lebih dari setengah kilogram.

Di Era 2G Baru Bisa Kirim SMS, Tak Ada Notif Sudah Dibaca Atau Belum

 

Lahir sebagai adik pertama dari layanan teknologi 1G, sang 2G datang untuk menggantikan sinyal analog ke ranah yang lebih maju yakni Digital. Yap, perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio yang digunakan.

Beberapa telepon genggam, yang menggunakan teknologi 2G mulai diperkenalkan pada kurun waktu tahun 1990. Tak hanya suara, ponsel pada era ini, sudah dapat berkirim dan menerima data dalam ukuran kecil.

Maksudnya data di sini adalah pengiriman pesan teks (SMS), pesan bergambar serta pesan multimedia (MMS). Kamu yan kebetulan lahir di Era ‘90-an tentu paham, bagaimana pesan bergambar yang sedang dibicarakan. Sulitnya ketika itu jika berkirim pesan tak ada tanda centang dua bahwa pesan sudah dibaca. Kita hanya bisa mengira-ngira sendiri.

Meski sudah mulai ada data transfer, tapi paket yang terkirim masih sangat kecil. Karena itu kemudian jaringan 2G ini dimodifikasi. Dikenalkanlah istilah 2.5G mengacu pada teknologi dengan sistem General Packet Radio Service (GPRS) yang bisa mencapai 50 kbps.

Tak berhenti disitu, jaringan 2G kembali dikembangkan menjadi 2,75G. Sebuah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps.

Era 3G Mulai Memungkinkan Kamu Berselfie Dan Mengunggah Ke Sosmed

Penerapan standar GPRS pada teknologi komunikasi 2G jadi jembatan yang akhinya, membuka jalan untuk akses data yang lebih cepat. Sebab setelah kelahirannya, pada tahun 1998 muncul lagi rangkaian yang juga dikenal sebagai generasi ketiga atau 3G.

Teknologi ini sekaligus jadi mobile broadband pertama, alias jaringan pita lebar. Sebuah istilah yang menggambarkan akses pengiriman data lebih cepat. Akses yang lebih cepat ini diiringi dengan melesatnya teknologi ponsel.

Pada saat inilah kita mulai mengenal akses dunia lewat smartphone, transfer data audio, grafis hingga video. Dari sini pula kita mengenal streaming video dan video call dengan sesama pengguna 3G. Di era ini pula sosial media mulai merambat naik dan foto selfie mulai bertebaran dimana-mana

Layaknya ketika 2G dahulu, teknologi 3G juga tak diam di tempat. Dikembangkan pula teknologi yang dinamakan 3.5G dan 3.75G. Teknologinya disebut dengan High Speed Packet Access (HSPA) dan HSPA+, yang memiliki kecepatan transfer data meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps.

Era 4G LTE Paling Muda Tapi Paling Revolusioner

Teknologi ini menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah hingga 50 Mbps. Dan kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung teknologi yang digunakan oleh operator yang kamu gunakan.

Inilah masa dimana para content creator memiliki panggung. Semua bisa berkreasi dan menjadi sosok yang diinginkan dengan teknologi semacam ini. Menjangkau orang-orang lain yang lebih luas bisa dilakukan dengan mudah. Mulai dari youtuber, instagram, blogger hingga content creator di berbagai platform bermunculan.

Di Indonesia sendiri munculnya teknologi 4G mengubah banyak hal. Tak hanya dari user tapi juga penyedia layanan mengubah teknologi mereka untuk menyesuaikan dengan kecanggihan dari 4G LTE.

Smartfren jadi yang paling terdepan soal ini. Smartfren telah menyesuaikan layanannya dengan gaya hidup pintar ala 4G. Yup layanan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus meluncurkan kartu yang bisa digunakan di semua HP 4G. Kamu sebagai pengguna bisa memilih jenis handphone mulai dari Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo dan Motorolla untuk menggunakan Smartfren 4G dan Smartfren 4G Plus.

Tak cuma soal kecepatan dan pilihan handphone beragam, kartu Smartfren 4G GSM dan Kartu Smartfren 4G GSM+, punya kuota 15GB dari kartu Smartfren 4G GSM dan bonus kuota 13GB dari kartu Smartfren 4G GSM+.

Tetunya bonus itu sangat worth it karena Kamu bisa puas streaming dan melakukan banyak hal yang kamu suka. Apalagi 4G yang satu ini juga terdapat fasilitas gratis chatting setahun. Kamu bisa tengok informasi soal hal tersebut di link berikut ini untuk Smartfren 4G dan yang ini untuk Smartfren 4G Plus.

Tak berhenti di tawaran bonus kuota saja, kamu juga bisa ikutan tantangannya. Ada iPhone X sebagai hadiahnya, caranya gampang banget. Kamu tinggal ambil foto kamu dengan ekspresi kamu yang paling worth it. Download imagenya dan share di sosial media kamu dengan menggunakan hastag #BARUTAHUKAN. Untuk info lengkapnya yuk kunjungi barutahukan.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Jangan Biarkan Hati yang Bimbang Jadi Satu-satunya Alasan untuk Kembali Memanggilnya “Sayang”

Putus cinta bukanlah akhir cerita. Kisahmu bak sebuah buku, ada serangkaian bab selanjutnya yang masih perlu diteruskan. Termasuk bagaimana kamu akan berdamai dengan masa lalu dan segala lika-likunya. Kendati pilu, soal putus cinta tak akan selamanya begitu. Setidaknya percayalah dahulu akan hal itu.

Aku tahu, dirimu yang sekarang sedang berada di persimpangan. Hati kecilmu tak bisa berdusta kalau kamu iri melihat banyak teman-temanmu yang berhasil dalam relasi mereka, tapi tidak denganmu. Kamu mulai memikirkan banyak hal tentang kisah cintamu, mencari sejumlah peluang dan berharap kamu bisa kembali bersamanya. Sampai kapan kamu akan terus begini?

Pertimbangkan Lagi Alasanmu Dulu Mantap Berpisah  Dengannya. Sebab Chemistry Saja Tak Akan Cukup Kuat Jadi Pondasi Jika Kalian Ingin Kembali Bersama

Sepakat untuk berpisah awalnya terasa berat dan menyakitkan. Hal itu tentu tak begitu saja keluar dari mulut kalian. Pastilah ada alasan kuat yang membuat kalian akhirnya menyerah dan tak mampu lagi bertahan pada hubungan yang semula baik-baik saja. Setelahnya, kamu pun melewati fase yang tak kalah berat, yaitu mencoba melanjutkan hidup dan move on dari setiap kegalauan yang muncul. Disaat kamu sudah mulai bisa menata hati, justru dia kembali datang untuk mengajakmu memulai semuanya dari awal.

Tak perlu mengingkari, perasaan itu pasti masih ada untuknya, bahkan kamu tentu masih mengira jika chemistry kalian masih sama kuatnya. Meski begitu, sebaiknya pikirkan dan renungkan kembali keputusanmu untuk kembali padanya. Memilih untuk kembali, berarti kamu harus siap dengan segala konsekuensi. Kamu dan dia bukan hanya sempat retak, tapi sudah berakhir. Kini ketika kamu bimbang dengan tawaran yang diberikannya, sudah siapkah kamu kembali membangun pondasi bersamanya dan memulai semuanya dari awal?

Benarkah Keputusan Ini Berasal Dari Lubuk Hati? Ataukah Ini Sebatas Ego Pribadimu Lantaran Tak Sanggup Melihat Dirimu Kelak Terganti?

Saat kamu merasa mantap untuk kembali bersamanya, apa yang sedang kamu pikirkan? Benarkah keinginan itu memang dari dalam hati? Apakah kamu memang begitu menyayanginya sehingga sulit melepaskannya begitu saja? Sudahkah kamu dan dia saling memaafkan setiap kesalahan fatal yang menjadi alasan perpisahan kalian? Dilain sisi, jangan sampai egomu jauh lebih besar sehingga membuat mata hatimu tertutup. Jangan sampai keinginan untuk kembali bersama hanya karena kamu tak sanggup melihat keberadaanmu kelak terganti dengan yang baru.

Simpan Harapanmu Tentang Keajaiban, Kembali Menjalin Relasi dengannya Tak Serta Merta Menyelesaikan Permasalahan

Menanti keajaiban itu memang tak salah. Meski kamu meyakini tiada yang mustahil di dunia ini, setidaknya belajarlah realistis. Ketika kamu dan dia didera masalah besar yang terkesan fatal sehingga membuatmu harus menyudahi hubungan dengannya, bukan berarti memilih kembali bersamanya justru akan menyelesaikan masalah di masa lalu. Tidak semudah itu. Menjalin relasi dengan orang yang sama tak seindah lagu-lagu romansa. Bahkan Raisa yang sempat mencoba kembali pada Keenan pun tak berhasil dengan hubungan “Kali Kedua” mereka.

Sejauh Mana Kamu Sudah Mencoba Tanggalkan Rasa Sayang yang Masih Tertinggal?

Sudah sejauh mana usahamu untuk melepaskannya? Kalau kamu belum melakukan apa-apa, jelas saja kamu masih berkeinginan kuat untuk tetap bersamanya. Meski menurutmu dia yang terbaik untukmu, tapi hubunganmu dengannya sudah berakhir. Bukankah kamu lebih baik mencoba menanggalkan dahulu rasa sayang yang masih tertinggal? Sakit dan sulit memang, tapi sesudahnya bisa jadi kamu akan jauh lebih lega dibanding terus-terusan bimbang pada orang yang sama.

Pikirkan Juga Tentang Restu Orang-orang Terdekatmu, Akankah Mereka Bisa Sepenuh Hati Menerima Keputusanmu?

Meski kamu mengatakan ini adalah kisahmu, kamu tak bisa membohongi kenyataan bahwa dibalik cerita cintamu pasti ada keterlibatan orang-orang terdekatmu. Entah sahabat, orangtua, bahkan teman-teman mantanmu. Ketika kamu ada masalah dengan pacar yang kini jadi mantanmu, bukankah mereka adalah orang-orang yang kamu temui untuk membagi keluh kesahmu? Lantas, ketika kamu mau balikan dengannya, apakah kamu yakin orang-orang itu akan memberi restu?

Percayalah, restu dari orang-orang yang menyayangimu sangatlah berguna. Memulai kembali hubungan dengan dia yang membuatmu bimbang tanpa dukungan teman-teman sangatlah tak menyenangkan. Kamu akan merasa kesepian nantinya. Meski mungkin dia berjanji untuk tetap berada di sampingmu, bersikaplah realistis, kamu pasti akan merasa kehilangan teman-temanmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Menghadapi Rekan Cerewet dan Terlalu Ceria Bisa Kamu Lakukan Tanpa Banyak Bicara

Bertemu orang yang dikenal suka bicara alias cerewet seringkali jadi tantangan. Terutama jika kamu punya kepribadian kontras dengannya. Dia banyak bicara, sementara kamu tidak. Dia suka mengobrol, sementara kamu lebih suka mendengarkan musik.

Suka tidak suka, orang semacam ini pasti ada di sekitarmu. Mungkin di tempat kerjamu, mungkin di rumahmu, atau pada lingkup teman-teman terdekatmu. Orang yang suka bicara sejatinya jago mencairkan suasana. Bayangkan bila tidak ada dia, pasti suasana akan terkesan kaku dan kikuk. Hanya saja, jika kamu kebetulan sedang ingin eye-to-eye alias bicara empat mata padanya, setidaknya kamu harus tahu siasat agar cerewetnya tidak terus-terusan terbawa.

Kalau Kamu Punya Sesuatu yang Ingin Dibicarakan, Katakan Padanya Tanpa Perlu Sungkan

Menyela pembicaraan memang terkesan tidak sopan dan tidak menghargai lawan bicara. Tapi biasanya kamu pasti dibuat pusing sendiri kalau lawan bicaramu kebetulan suka bicara bahkan seakan tak memberi ruang untukmu agar bisa gantian berbicara. Sebaiknya jika memang kamu bertemu orang yang seperti ini, hampiri dia dan katakan sejak awal kalau ada hal yang ingin kamu bicarakan. Percayalah, orang dengan pembawaan ceria sekaligus cerewet, tak selamanya egois hendak didengarkan. Ada kalanya mereka akan jadi pendengar yang baik untuk setiap hal yang hendak kamu katakan.

Jangan Menyela, Jadilah Pendengar yang Baik dan Tunggulah Sampai Dia Selesai Bicara

Sekali lagi, menyela pembicaraan orang lain, secerewet apa pun lawan bicaramu memang tidak disarankan. Jika kamu sedang terlibat percakapan dengannya, kemudian ditengah percakapan tetiba kamu teringat satu hal yang hendak dikatakan, sebaiknya tahan dulu. Biarkan dia menggulirkan setiap cerita. Tunggu datangnya momen kamu bisa mengutarakan hal yang hendak kamu katakan. Percayalah, walau dia mendominasi, pasti ada satu titik dimana ketika dia selesai bicara, dia akan terdiam sejenak. Saat itulah giliranmu berbicara padanya.

Tanyakan Sesuatu yang Pilihan Jawabannya Hanya ‘Ya’ Atau ‘Tidak’

Hal ini berlaku khususnya untukmu yang memang sudah jengah bila harus mendengarkannya selama berjam-jam. Cara ini bisa saja efektif. Cukup ajukan pertanyaan dimana dia hanya akan menjawab salah satu dari ‘ya’ atau ‘tidak’. Dengan demikian, pembicaraanmu dengannya pun jadi lebih singkat dan kamu menemukan jawaban dari apa yang hendak kamu tanyakan.

Dalam Sebuah Grup, Kalau Dia Sudah Terlalu Banyak Bicara, Ajukan Pertanyaan ke Anggota Grup yang Lain

Menemukan orang yang terlalu suka bicara di dalam sebuah forum diskusi atau grup tertentu seringkali membuat anggota yang lain kesal sendiri. Apa lagi kalau dia pun tak bisa mengontrol diri untuk mencukupkan pembicaraannya. Selain memakan waktu, orang semacam ini jadi mengambil porsi orang lain untuk mengutarakan pendapatnya. Kalau kebetulan kamu sedang terjebak dalam situasi semacam ini, cobalah untuk menengahi pembicaraan. Caranya cukup angkat tangan dan ajukan pertanyaan ke anggota lain yang mungkin duduk di sebelahnya. Pembicaraan pun terhenti dan rekanmu yang sudah terlalu banyak bicara pun akan mengalihkan fokusnya terhadap pertanyaanmu.

Kalau Belum Mempan Juga, Tak Ada Salahnya Memasang Wajah Bosan Saat Kalian Tengah Berhadap-hadapan

Namun jika semua cara di atas tidak mempan juga dan dia tetap tidak memberikan tanda untuk menyudahi pembicaraan, langsung saja kamu memasang tampang bosan dan lelah. Kebanyakan orang akan langsung peka dengan ekspresi wajah lawan bicaranya. Semoga saja dia langsung tersadar kalau dirinya ternyata sudah terlalu banyak bicara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Video

Untuk kamu yang bekerja lebih dari 8 jam sehari

Untuk kamu yang bekerja lebih dari 8 jam sehari dan menghabiskan terlalu banyak waktu di luar rumah…

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top