Trending

Tak Hanya Raisa Yang Bahagia Karena Besok Menikah, Iwan Fals Juga!

Setelah berhasil mematahkan hati banyak orang, wanita idaman yang kerap dipanggil Yaya ini besok akan menikah dengan pria pilihannya. Kamu tentu ingat bagaimana hebohnya penduduk dunia maya, ketika tahu pada tanggal 22 mei 2017 lalu Raisa dan Hamish telah melangsungkan acara lamaran. Tak heran jika tagar #HariPatahHatiNasional, mendadak jadi trending topik di hampir semua sosial media.

Jadi salah satu penyanyi wanita Indonesia yang punya warna berbeda, Raisa memang masuk dalam kategori diva yang layak diperhitungkan. Nah untuk menghindari pertanyaan kenapa banyak sekali yang mengaguminya, tulisan berikut akan menjadi jawaban sekaligus hadiah untuk hari bahagianya besok.

Kiprahnya Di Industri Musik Tanah Air Memang Patut Diacungi Jempol

Jika kamu pikir Raisa bisa berada di titik hidupnya sekarang, adalah sebuah keberuntungan karena cantik atau hal lain. Kamu salah! Kamu harus tahu, bahwa penyanyi yang kini sudah punya 15 juta followers di Instagram itu pernah merasakan pahitnya ditolak oleh salah seorang produser dan label rekaman.

Namun kegagalan  itu tak membuatnya putus asa.  Hingga akhirnya wanita ayu ini memutuskan untuk memproduksi album sendiri secara independen. Demi meraih mimpinya itu, ia juga pernah jadi penyanyi reguler di cafe, pernikahan hingga acara ulang tahun. Kalau saja dulu ia putus asa dan berhenti melanjutkan mimpi karena penolakan, mungkin Raisa tak ada di jajaran penyanyi yang telah berhasil meraih beberapa penghargaan dari Anugerah Musik Indonesia. 

Tak Hanya Paras Cantik Dan Suara Yang Merdu, Penampilannya Pun Selalu Meneduhkan Hati

Sebagai penyanyi yang sudah dikenal seantero negeri, rasanya sulit sekali menemukan celah untuk menjatuhkan Raisa. Tak hanya menjual suara dan penampilan, Raisa juga jadi salah satu penyanyi yang selalu tampil bersahaja. Di setiap penampilannya, baik off air atau on air ia selalu tampil dengan pakaian yang jauh dari kata terbuka. Untuk hal ini, nampaknya ia memang konsisten. Tak hanya pakaian saat manggung, dalam aktivitas sehari-hari pun demikian. 

Tak hanya berhenti sampai situ saja, kamu yang pernah melihat penampilannya secara langsung tentu paham bagaimana bahasa yang dia pakai untuk menyapa penonton. Hal lain yang tak kalah penting, suara miliknya tetap sama bagusnya baik itu jika didengar saat dia menyanyi langsung atau dari hasil rekaman. Ini sekaligus jadi bukti bahwa Raisa bukan penyanyi yang bertopang pada mic bagus atau proses editing yang epic. Eh…

Popularitasnya Jadi Bukti Bahwa Jadi Penyanyi Tak Melulu Harus Bermodal Sensasi

Sebagai penikmat musik tanah air, melihat banyaknya penyanyi yang selalu bikin sensasi untuk mendongkrak popularitasnya tentu membuat kita jengah. Tapi Raisa datang untuk mematahkan pandangan itu. Mencintai dunia tarik suara sejak usia 3 tahun, hingga pernah jadi vokalis band Andante atau sekarang dikenal sebagai Vieratalle, dirinya mulai dikenal publik lewat debut pertamanya dengan lagu “Serba Salah” pada 2011 lalu. Perjalanannya selalu dibumbui dengan lagu-lagu manis yang enak didengar, bukan sensasi yang bikin panas hati.

Jika Minggu lalu banyak netizen yang menudingnya mendadak baper, karena salah satu komen dari warganet yang menyungging pilihannya atas Hamish yang dinilai tak nasionalis. Hanya karena Hamish bukanlah Laki-laki pribumi asli. Rasanya siapapun akan berlaku sama jika mendapat cibiran seperti itu. Lagi pula bukan membalas mencibir, raisa justru memberi pertanyaan. Lantas adakah yang salah? Rasanya tidak!

Bahkan Predikat Penyanyi Cantik Idaman Semua Orang, Memang Terasa Begitu Pas Untuknya

Semua pujian ini bukan semata-mata karena saya adalah fans berat Raisa, atau dengan kata lain jika bertemu dengannya rasanya biasa saja. Tapi dirinya memanglah sosok yang patut untuk dipuja, dalam artian Raisa memang jadi salah satu penyanyi kebanggaan Indonesia saat ini. Tanpa bermaksud untuk membanding-bandingkan penyanyi satu dan yang lainnya, Yaya memang berbeda.

Paras cantik, suara merdu, ramah dan bersahaja, rajin ibadah pula. Tak hanya mereka yang laki-laki, barisan kaum hawa pun rasanya setuju jika ia adalah patutan untuk para penyanyi pendatang baru lainnya. Beberapa sisi dalam diri Raisa mengajarkan kita, bahwa semua hal tetap harus dilakukan dengan seimbang. Kerja keras, usaha, ketekutan serta ikhtiar dalam doa dan ibadah. Lalu adakah Raisa lainnya di dunia ini? Mari kita berdoa, semoga ada.

Hingga Akhirnya Besok Akan Jadi Hari Bahagia Baginya, Dan Iwan Fals Juga Turut Serta

Sebagai bocoran untuk informasi pesta pernikahan Raisa dan Hamish akan dilangsungkan di Gedung MidPlaza, Jakarta Pusat. Setelah perjalanan panjangnya, yang dulu sempat menaruh hati pada Mohammed Kamga, mantan personel grup vokal Tangga pada awal kariernya, hingga bersama Keenan Pearce selama lima tahun lamanya. Besok adalah babak baru sekaligus hari bahagia untuk Raisa yang akan dipersunting oleh Hamish Daud.

Tak hanya itu Iwal Fals yang juga salah satu penyanyi Favorit Raisa, juga turut berbahagia. Setelah kemarin sempat duet untuk kedua kalinya di salah satu acara tv. Dihari yang sama dengan pernikahan Raisa, Iwal Fals juga merayakan ulang tahunnya yang ke-56 Tahun.

Selamat berbahagia untuk Raisa dan Hamish atas pernikahannya, serta selamat ulang tahun untuk salah satu musisi legendaris Indonesia. Semoga selalu sukses untuk karir dalam industri musik tanah air. Selamat!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Naik Motor Bukan Sekedar Menyalakan Mesin, Ini Safety Riding Yang Wajib Dilakukan

Berkendara di jalanan, bisa berarti kita sedang berataruh nyawa. Tak percaya? coba lihat berapa banyak nyawa yang hilang karena kecalakaan di jalan saat sedang berkendara. Bahkan dari data dari Analisa dan Evaluasi (Anev) Laka lantas POLRI, ada sekitar 105.374 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang tahun 2016. Dan sebagian besar penyebabnya adalah kelalaian saat bekendara.

Sebagian dari kita mungkin merasa sudah paham bagaimana cara berkendara dengan benar. Tapi justru karena merasa diri sudah tahu, kita malah mengabaikan tindakan yang seharusnya dilakukan. Nah untuk itu, demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan selama dijalan. Cobalah pahami dan jalankan prosedur safety riding ini dengan benar.

Pastikan Jika Kepala Milik Kita Selalu Memakai Helm Yang Akan Melindunginya

Benar, memakai helm jadi salah satu kebutuhan saat berkendara. Bahkan ini juga telah di atur dalam undang-undang lalu lintar. Namun faktanya masih banyak pengendara yang justru mengabaikannya. Coba tengok berapa banyak acara televisi yang sering menayangkan kegiatan para polisi dijalan yang sering menilang pengendara karena tak pakai helm.

Alih-alih tak mau disalahkan, kita sering berdalih “Cuma kesitu saja kok, deket!”
Mungkin kita akan sadar jika nanti, tiba-tiba di jalan kita kehilangan keseimbangan hanya karena ada debu yang masuk ke mata. Dan bukan tak mungkin, sesuatu yang tak di inginkan bisa saja terjadi.

Latih Diri Dengan Beberapa Gerakan Yang Mungkin Akan Ditemukan Sepanjang Perjalanan

Karena jalanan tak akan selalu lurus, kita perlu tahu bagaimana menyeimbangkan diri dengan baik dan benar sesuai medan yang dilalui. Jangan hanya ketika akan mengambil SIM kita berlatih slalom. Ingat lagi semua ujian pak polisi ketika itu.

Ketika di area rumah, coba buat angka delapan ketika naik motor, lalu putar balik tanpa kaki menyentuh tanah. Lalu latih jalan zig zag untuk menajamkan refleks ketika di jalan. Berjalan pelan sambil menjaga motor tetap stabil. Dan cobalah beberapa alternatif situasi lain di area rumahmu yang aman.

Kemudian Teknik Tarik Rem Yang Tak Boleh Asal-asalan

Untuk beberapa kasus kecelakaan lalu lintas, beberapa dari mereka jatuh karena teknik pengereman yang tak baik. Padahal komposisi mengerem yang ideal adalah 60:40. Dengan kata lain, pengguna rem depan sebanyak 60 persen dan rem belakang sebanyak 40 persen.
Aktualisasi teknik pengereman yang benar akan menghindarkan kita dari terjadinya slip saat sedang menarik rem.

Hal lain yang perlu di ingat, kita juga harus selalu memperhatikan jalanan yang sedang kita lalui. Serta tingkat kecepatan saat kita ingin menarik tuas rem pada motor.

Lalu Pastikan Keadaan Motor Dalam Keadaan Baik Dan Pilih Motor Yang Oke Seperti Suzuki All New Satria 150

Apapun alasannya, keadaan motor yang tak baik, tak seharusnya dibawa untuk berkendara. Karena itu salah satu hal yang wajib kita lakukan adalah memastikan kondisi motor terlebih dahulu.

Cek keadaan motor, mulai dari rem, lampu, termasuk lampu sein. Apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak. Selanjutnya pastikan pula bahwa tekanan angin pada kedua ban telah sesuai dengan anjuran dari pabrik. Perhatikan pula kaca spion yang akan membantu kita selama perjalanan dan jangan lupa untuk tetap menyalakan lampu selama perjalanan.

Untuk mendukung safety riding tentunya memilih motor yang mumpuni jadi syarat utama. Pilihlah motor yang memiliki perbandingan tenaga dan bobot yang cukup, sehingga tak merepotkan jika harus melewati pengendara lain di jalan.

Kamu bisa memilih Suzuki All New Satria 150. Sebagai motor berdimensi kompak, ringan dan berperforma tinggi, All New Satria F150 tentunya mampu melaju tanpa hambatan. Mendominasi performa di kelasnya, All New Satria F150 dibekali mesin berteknologi fuel injection dan DOHC (Double Over Head Camshaft) yang memberikan akselerasi spontan dan padat saat kapanpun diinginkan pengendaranya. Penggunaan radiator beukuran besar sebagai sistem pendingin suhu mesin, memastikan kondisi terbaik untuk konsistensi performa dan keawetan komponen mesin.

Sementara itu All New Satria F150 juga sudah dilengkapi dengan cakram di depan dan belakang. Tentunya kendaraan berbobot hanya 19 Kg ini akan dengan mudah dihentikan jika kita membutuhkannya. Kita juga tak perlu khawatir jika harus berkendara malam. Karena motor ini sudah dilengkapi dengan lampu LED tipe baru.

Kini All New Satria F150 hadir dengan pilihan warna untuk varian standard, yaitu Brilliant White, Stronger Red dan Titan Black. Selain itu, masih ada 2 pilihan warna spesial untuk varian High Grade, yaitu Titan Black/Red Casting Wheel dan Metallic Triton Blue yang identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar MotoGP 2017.

Hindari Pemakaian Aksesoris Pada Tubuh Atau Motor Yang Bisa Memicu Bahaya

Niatnya sih melindungi diri, tapi jika sudah bernasib buruk tentu kita tak bisa berbuat apa-apa. Salah satu contoh yang dapat kita ambil adalah pemakaian jas hujan saat berkendara. Jas hujan model ponco masih banyak dipilih pengguna motor. Bukan hanya karena bentuknya yang lebar hingga bisa melindungi dari basah, namun model ini juga sangat mudah untuk di gunakan.

Akan tetapi ponco menyimpan bahaya yang tak bisa dianggap remeh jika bagian belakangnya dibiarkan berkibar, tentu ini jadi masalah besar. Karena bisa saja, bahan belakang dari jas yang sedang berkibar terkait pada benda lain. Hingga tergulung dan masuk pada lingkar roda motor yang kita pakai. Untuk itu jika memang akhirnya memilih model seperti ini, pastikan kita akan memakainya dengan benar. Agar tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Jangan Lupa Pula Untuk Memastikan Kondisi Tubuh Kita

Semuanya tentu tak akan bisa berjalan tanpa adanya kita sebagai pengendaranya. Sebelum memulai perjalanan, jangan lupa untuk memeriksa kondisi tubuh kita. Karena walau bagaimanapun kondisi tubuh yang baik, jadi modal yang harus kita punya jika naik motor. Ini akan membantu kita terhindar dari hal-hal yang tak kita inginkan tentunya.

Berhenti jika memang mengantuk, kumpulkan tenaga dalam beberapa waktu. Ini akan jauh lebih baik daripada tetap memaksakan diri berjalan terus. Karena tujuan bepergian adalah sampai dengan selamat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Buat Kamu Yang Suka Mi Instan, Hari Ini Mi Instan Cup Ulang Tahun Loh

Apa yang akan kamu pikirkan saat sedang hujan dan lapar? Jawaban paling jujur yang sering ditemukan tentu saja mi instan. Pamor sajian mi yang dihidangkan dengan cepat ini, tentu tak lagi perlu di ragukan. Bahkan tak hanya di negara kita saja, Faktanya sebagian besar masyarakat dunia nampaknya setuju jika mi instan adalah makanan yang digilai sejuta umat.

Kehadirannya memang selalu jadi solusi dari rasa lapar manusia tiap kali tengah malam tiba. Jadi sahabat setia barisan mahasiswa hingga para pekerja kantor yang sering nongkrong di warkop gang depan.

Terlepas dari pentingnya peran serta Mi instan bagi kehidupan, sudah sepatutnya kita tahu dari mana ia berasal. Dan untuk balasan mari sama-sama ucapkan terimakasih bagi beliau yang telah menemukan.

Berterimakasihlah Pada Momofuku Ando, Berkat Dirinya Kita Sering Terselamatkan Dari Tragedi Lapar Tengah Malam

Bayangkan jika bumi yang sedang kita huni ini, tak ada mie instan. Tentu sudah ada banyak malam yang sering kita lalui dengan perut lapar. Mulai dari tak sempat masak hingga sudah makan tapi masih lapar. Untuk itu sudah sepantasnya kita sama-sama ucapkan terimakasih untuk Momofuku Ando. seorang laki-laki berkebangsaan jepang yang tak lain adalah Kakek dari mi instan.

Tahun 1958 tentu jadi masa yang bersejarah baginya, tepatnya pada tanggal 25 Agustus 1958. Hari itu adalah untuk yang pertama kali ia menciptakan mi instan. Kemudian menciptakan perusahaan bernama Nissin dan menciptakan mi instan pertama di dunia. Sedangkan di negara kita sendiri, pada tahun 1970 ada PT Lima Satu Sankyu atau yang sekarang dikenal sebagai PT. Supermi Indonesia jadi pihak pertama yang mengenalkan mi instan ke seluruh pelosok nusantara.

Dan menariknya menurut sebuah survei di Jepang pada tahun 2000 lalu, ini adalah salah satu ciptaan terbaik jepang pada abab ke 20.

Bahkan Tak Ingin Terlihat Pilih Kasih, Momofuku Paham Jika Astronot Juga Ingin Makan Mi Instan

Inovasi selanjutnya yang masih Momofuku terus kembangkan, adalah menciptakan ramen yang bisa di makan di luar angkasa. Masih di tahun yang sama dengan mi instan pertama yang di ia ciptakan. Produk yang di ciptakan Space Ramen itu diciptakan untuk mereka yang akan menikmati mi instan di luar angkasa.

Dengan menerapkan teknik makan tanpa lingkungan gravitasi, space ramen di buat dengan metode minyak panas yang juga mudah mengering. Dengan hanya perlu di panaskan menggunakan air dengan suhu 70 derajat celcius, yang dimakan melalui sedotan.

Lalu 13 Tahun Kemudian, Lahirlah Mie Dalam Cup

Berkat usaha dari Momofuku yang hanya sering tidur hanya 4 jam sehari. Mi instan yang dulu di namakan chicken ramen tersebut, mendapat julukan sebagai ramen ajaib dan sangat populer pada saat itu.

Selang 13 tahun kemudian, tepatnya 18 september 1971 bersamaan dengan perjalanan Momofuku ke Amerika. Satu temuan lain berhasil dilahirkan. Ia menemukan beberapa orang yang tak lain adalah manajer supermarket. Menaruh ramen pada sebuah wadah mangkok dan menyiramnya dengan air panas. Untuk kemudian memakannya menggunakan garpu. Hal ini terjadi dikarenakan sifat orang amerika yang memang tak suka dengan bentuk penyajian yang mungkin terbilang rumit.

Dari pemandangan itu sang kakek mi instan kemudian berpikir, untuk dapat diterima di pasar global. Penyajian mi instan di dalam cup bisa jadi solusinya, kemudian lahirlah Cup Noodles yang dikemas dengan sebuah mangkuk lengkap dengan garpunya.

Dan Hari Ini Tepat 46 Tahun Noodles Cup Di Ciptakan

Yeay, Kamu mungkin tak merasa ini jadi hari bahagia dan berharga. Namun satu hal yang kamu harus tahu, ini tentu bersejarah. Terlebih bagi mereka orang yang menjadi bagian dari Tim Noodles Cup.

Cara penyajiannya yang cukup simpel, tentu jadi faktor menarik yang membuat kita menjatuhkan pilihan. Menemani setia perjalanan, mulai dari berkendara di darat, di laut hingga di udara. Nampaknya mi instan dalam cup selalu jadi juara.

Empat puluh enam tahun yang lalu, bahkan bisa jadi kamu belum ada pada masa itu. Sang kakek mi instan itu, melahirkan inovasi Noodles Cup untuk memenuhi kebutuhan para penikmatnya. Ini sekaligus jadi temuan yang akhirnya mempopulerkan mi instan buatannya ke seluruh dunia.

Dan untuk menghargai temuan dan dedikasi yang telah di buat oleh Momofuku ini. Setidaknya saat ini ada dua museum mie instant di jepang, the Instant Ramen Museum di Osaka, dan Cup Noodles Museum di Yokohama.

Kamu kalau tim yang mana nih ? mi yang di masak atau mi yang seduh dalam cup ?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Meski Kita Generasi 90an Sering Menolak Tua, Hal-Hal Ini Pasti Membuatmu Merasa Tua

Usia remaja kita itu baru kemarin. Begitu teriak kita yang mendewasa di era 90an. Rasanya baru kemarin bukan kita melewati masa itu. Belum juga terlalu lama. Jadi tak bisa dikatakan kita itu sudah tua.

Tapi ternyata kalau kita melihat beberapa kenyataan sekitar kita, bisa jadi kita akan dengan segera menyadari bahwa era kita itu sudah berlalu sedemikian jauh.

Usia Rano Karno Saat Ini, Sudah Lebih Tua Dari Usia Benyamin Saat Memerankan Babe Si Doel

Bagi yang tak mengalami mungkin sulit membayangkan besarnya sinetron si doel anak sekolahan ketika itu. Sinetron yang tayang seminggu sekali itu, bisa membuat jalanan kota sesaat lengang karena menonton seri terbaru itu tayang.

Selain Doel yang diperankan Rano Karno, Sosok yang mencuri perhatian adalah Benyamin S yang berperan sebagai Babenya si Doel. Taukah kamu Benyamin yang kelahiran 1939 ketika itu berusia 55 tahun sebagai bapaknya Doel. Dan Rano Karno Oktober 2017 ini akan berusia 57 tahun.

Kini Aurel Hermansyah Hanya terpaut 2 Tahun Dari Krisdayanti Waktu Video Klip “Berartinya Dirimu” Yang Fenomenal Itu

Sulit memang melupakan adegan gendong-gendongan Krisdayanti dengan Anang yang mesra itu. Ketika di tahun 1996 mereka memutuskan menikah, ranah hiburan memang dibuat geger. Apalagi mereka memutuskan untuk membuat album untuk membiayai pernikahan mereka itu. Lahirlah album Cinta pada tahun 1996, ketika itu Krisdayanti masih berusia 21 tahun. Album yang semula dirancang hanya untuk membiayai pernikahan itu malah terjual jutaan copy.

Mungkin era itu masih kita anggap baru kemarin lewat. Tapi suka tak suka masa itu akan terasa sudah sangat lama jika kita berkaca pada usia Aurel yang merupakan buah pernikahan Anang dan Krisdayanti. Yup, Aurel kini sudah dewasa dan berusia 19 tahun, hanya terpaut 2 tahun ketika sang ayah dan bunda menelurkan album fenomenal itu.

Group Band Dewa 19 Usianya Sudah Lebih Tua Dibanding Usia Para Pesonilnya Ketika Membuat Group Band Itu

Terlepas dari segala kontroversinya saat ini, Ahmad Dani memang musisi yang sangat berhasil di era 90an. Bersama Erwin Prasetya (bass), Wawan Juniarso (drum) dan Andra Junaidi (gitar), mereka mendirikan Band yang bernama Dewa 19. Dewa merupakan akronim nama personelnya sementara 19 disematkan karena rata-rata usia personilnya kala itu 19 tahun.

Nah, mungkin kamu masih merasa bahwa Dewa 19 merupakan fenomena yang terjadi kemarin. Tapi sadarkah, kalau dihitung dari album pertama mereka yang memuat lagu “kangen” di tahun 1992, saat ini Dewa sudah berusia 25 tahun.

Usia RCTI Saat Ini Sudah Lebih Tua, Dibanding Usia TVRI Ketika RCTI Lahir

Generasi 90an merasakan masa kecil menyenangkan di era 80an. Salah satu yang masih dingat adalah ketika televisi hanya ada satu yaitu TVRI. Sebagian mungkin beranggapan TVRI sudah sangat tua ketika RCTI hadir di tahun 1987 sebagai stasiun televisi swasta pertama.

Padahal TVRI yang lahir 1962 itu baru berusia 25 tahun saja ketika RCTI hadir. Dan sudahkah berhitung, berapa usia RCTI saat ini? Yup, televisi berlogo rajawali itu sudah memasuki umur 30 tahun di 2017 ini.

Lagu “Pelangi” Versi Netral Saat Ini Sudah Sama Usianya, Dengan “Pelangi” Koes Plus Ketika Di Remake Netral

Lagu “Pelangi” milik Group Band Koes Plus ini memang tak bisa dianggap remeh. Rolling Stones pernah memasukannya di jajaran 150 lagu Indonesia terbaik. Lagu aslinya dirilis dalam album bertajuk “Album 7” pada tahun 1973.

Wajar kemudian, 22 tahun setelahnya band rock Netral merilis versi rock dari lagu “Pelangi” ini di tahun 1995. Lagu itu pun hits kembali di tangga lagu musik Indonesia. Bukan kah sekarang sudah tahun 2017? Dengan begitu “Pelangi” versi Netral sudah tepat juga berusia 22 Tahun, sama seperti saat mereka menggubah lagu tersebut ke bentuk rock.

Waktu Berlalu Cepat Ketika Kita Menikmatinya

Begitu istilah bijak  yaang sering kita temui. Bisa jadi kita generasi 90an begitu menikmati setiap waktu yang kita habiskan. Sehingga tanpa terasa kita sudah melwati waktu yang panjang. Lagipula yang penting bukan soal usia, namun soal semangat muda yang masih terus membara bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Drama Babak Baru Ketika Mantan Follow Di Sosmed

Sekian waktu berlalu, menjalani kehidupan normal. Namun tiba-tiba muncul notifikasi di sosial mediaku, dari kamu yang pernah aku kenal. Ya, kamu yang sudah menjadi mantanku tiba-tiba follow di akun sosial mediaku.

Sungguh aku ingin menganggap angin lalu begitu saja. Namun pernah adanya cerita diantara kita mau tak mau mengusikku sedikit banyak.

Bukankah Waktu Itu Kita Sepakat Jalan Masing-Masing? Itu Termasuk Di Sosial Media Bukan?

Waktu itu kita sudah bicara tentang masa depan hubungan kita. Kamu dan aku sudah sepakat untuk menjalani hidup masing-masing. Bukan karena aku tak lagi menghargaimu, tapi aku adalah orang yang memegang komitmen. Ketika itu kita sudah sama-sama sepakat, maka aku hanya berusaha menjalankan itu.

Kenapa Kamu Rindu? Kalau Aku Sih Tidak

Sewaktu memutuskan jalan masing-masing aku pikir kita sudah menempuh jalan yang yang berbeda dan tidak lagi terhubung. Lalu kemudian kamu follow di sosial media, apa yang terjadi? Rindukah yang mendorongmu melakukan itu? Kalau aku sih tidak rindu.

Kamu Berdalih Hanya Pernasaran, Sudah Lah Hidupku Tak Semenarik Itu Kok

“Oh bukan rindu, Cuma penasaran aja”

Demikian kamu berdalih. Kamu sudah pernah juga menjalin hubungan denganku. Hidupku seperti orang kebanyakan. Tak terlalu istmewa. Jadi tidak ada yang perlu membuatmu terlalu penasaran.

Kita Sudah Pernah Mencoba, Dan Itu Sudah Cukup

Dulu kita saling sapa dan saling bertukar kabar setiap hari. Dan itu semua juga tak bisa menyelamatkan hubungan kita bukan? Jadi untuk apa lagi kita menempuh cara yang sama berulang kali kalau memang sudah tahu hasilnya akan seperti apa.

Lagipula Nanti Kamu Tersiksa Lihat Bahagiaku Dengan Yang Baru

Meski tak lagi punya rasa sayang, namun aku masih perduli kepadamu. Nanti kamu bisa tersiksa lahir batin kalau stalking akun sosial mediaku dan menemukan aku bahagia dengan yang baru. Kamu yakin kamu kuat?

Bahkan Penelitian Juga Menyebutkan: “Hanya Psikopat yang berteman dengan mantan”

Sebuah studi psikologi di Oakland University yang dipimpin oleh Justin Mogilski dan Dr Lisa Welling meneliti tentang hubungan pertemanan atau tidak antara mantan kekasih. Mereka memberikan pertanyaan kepada 861 partisipan mengenai alasan hubungan yang kandas dan alasan mereka untuk tetap berteman. Selain itu, mereka juga di minta untuk mengisi kuesioner untuk mengungkapkan jenis kepribadian secara klinis, yang memang dirancang untuk menganalisa perilaku menyimpang pada manusia.

Nah, studi sebelumnya merangkum hasil bahwa mereka yang memiliki skor tinggi pada uji coba ini, cenderung memilih teman karena manfaat dan niat untuk menguntungkan diri sendiri. Hal tersebut berkaitan dengan perilaku menyimpang, sifat narsistik, sifat mendominasi, dan psikopat.

Jadi sebaiknya kita tak saling berhubungan lagi bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top