Tips

Suka Tidur Miring dan Menghadap Kiri? Bagus! Ini Manfaatnya

Setiap orang punya gaya tidur favorit yang berbeda-beda. Ada yang suka terlentang, ada yang suka miring, ada juga yang suka tengkurap. Nah, bagi yang suka posisi miring, kamu lebih sering menghadap kiri atau kanan? Kalau kamu sering menghadap kiri, bagus! Pertahankan!

Menurut hasil sebuah penelitian kecil yang menggunakan teori Ayurveda (pengobatan kuno India), ada banyak manfaat kesehatan dari tidur di sisi kiri. Apa sajakah itu? Berikut ini penjelasannya.

Menambah efisiensi sistem limfatik, sistem yang melindungi kekebalan tubuhmu

silhouette-1304143_640

Menurut pengobatan Ayurveda, tidur di sisi kiri memungkinkan tubuhmu menghasilkan cairan penyaring getah bening yang lebih baik. Selain itu tidur di sisi kiri juga akan menambah efisiensi sistem limfatik dalam tubuhmu.

Membantu proses pencernaan berjalan lebih lancar jadi besok pagi lebih plong!

frog-914520_640

Berbaring di sisi kiri memungkinkan limbah makanan untuk berpindah dari usus besar ke dalam usus bawah dengan mudah. Tidur di sisi kiri juga memungkinkan lambung dan pankreas untuk menggantung secara alami, yang dapat menjaga perkembangan enzim pankreas dan proses pencernaan lainnya.

Ingin jantung lebih sehat meski sedang tidur? Berbaringlah di sisi kiri

heart-1078771_640

Dokter merekomendasikan kepada wanita hamil untuk tidur di sisi kiri. Alasannya adalah karena tidur di sisi kiri dapat meningkatkan sirkulasi jantung. Bahkan jika kamu tidak hamil pun, tidur di sisi kiri dapat membantumu untuk menjaga kesehatan jantung.

Tidur miring memang posisi ideal untuk wanita hamil, tapi lebih bagus lagi kalau menghadap kiri

pregnant-woman-1130612_640

Tidur di sisi kiri tidak hanya meningkatkan sirkulasi udara untuk wanita hamil. Hal ini juga dapat membantu mengurangi tekanan pada punggung, menjaga rahim, dan meningkatkan aliran darah ke rahim, ginjal, dan janin. Untuk alasan ini, dokter cenderung merekomendasikan wanita hamil untuk menghabiskan banyak waktu tidur mereka dengan berbaring di sisi kiri.

Mengurangi rasa mual yang datang dari lambung, kalau kamu punya sakit maag, coba cara ini

sleeping-1353562_640

Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Gastroenterology menemukan bahwa berbaring di sisi kiri dapat membantu mengurangi gejala reflux (pengaliran kembali) asam. Ini karena perut terletak di sisi kiri. Sebaliknya, berbaring di sisi kanan dapat memperburuk gejala ini. Efek yang langsung dapat dirasakan, jika kamu merasa maagmu kambuh setelah makan, cobalah istirahat 10 menit dan berbaring di sisi kiri.

Bukan tengkurap atau terlentang, justru tidur miring ke kiri bisa membantu meringankan sakit punggung

sleeping-1159279_640

Ini akan sangat bermanfaat bagi orang yang memiliki sakit punggung kronis. Hal ini dikarenakan tidur di sisi kiri dapat mengurangi tekanan pada tulang belakang. Kalau kamu nyaman maka kamu pun bisa mendapatkan tidur yang berkualitas.

1 Comment

1 Comment

  1. Desain Rumah

    September 28, 2016 at 12:11 am

    Mulai besok saya akan tidur dengan posisi miring ke kiri,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bagaimana Motor Ini Mampu Memecahkan Rekor MURI?

Sepeda motor yang satu ini tergolong anyar, baru diluncurkan pada Maret 2017. Meski masih “produk baru” tapi bukan berarti Suzuki GSX S 150 “anak bau kencur” atau “anak bawang” dalam hal prestasi.

Motor sport dengan desain naked (telenjang) non fairing ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Republik Indonesia (MURI) dalam kategori aksi freestyle menggunakan 50 motor dengan 50 pengendara dalam waktu bersamaan.

Aksi pecahkan rekor MURI dilakukan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada hajatan Otobursa Tumplek Blek di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta lalu. Pemecahan rekor MURI, berupa aksi freestyle melibatkan 50 motor Suzuki GSX S 150 dengan jumlah peserta 50 orang yang belum pernah dilakukan dalam satu waktu bersamaan. Mereka secara bersama-sama melakukan beragam aksi yang sulit dan menegangkan di hadapan pengunjung yang hadir.

Dalam pemantauan Tim MURI, aksi yang dilakukan para peserta ini sudah memenuhi syarat yaitu jumlahnya banyak yakni 50 biker dan menggunakan 1 jenis motor yang sama secara berbarengan. Uniknya aksi freestyle ini menggunakan Suzuki GSX S 150 dalam kondisi standar ting-ting, alias tanpa modifikasi apapun. Standar pabrik asli.

Sebanyak 50 freestyler yang menunggang GSX S 150 berasal dari berbagai daerah, seperti Garut, Bandung, Bekasi, Jakarta, Bogor, Lampung dan Tangerang. Ajang ini sekaligus membuktikan secara langsung dan otentik, bahwa Suzuki GSX S 150 dalam kondisi standar merupakan motor yang user friendly, sangat mudah dikendarai dan dikendalikan.

Hal ini dimungkinkan karena dimensi dari motor garapan Suzuki menggunakan rangka Single Cradle. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup bongsor untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Kestabilan ini berlanjut hingga urusan kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90.

Joki freestyle mengakui beberapa gaya dasar dalam freestyle tidak sulit dilakukan dengan GSX S 150 seperti wheelie, stoppie, circle dan burn-out. Tentunya tak mudah melakukan trik “menghabiskan ban” itu tanpa mesin dengan tenaga besar.

Tak masalah karena Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Kami ingin menunjukan keunggulan dari Suzuki GSX S 150 yaitu bobot yang ringan, handling yang mumupuni dan proposi kendaraan yang didesain khusus untuk pasar Indonesia. Sehingga sangat mudah dan nyaman dikendarai, termasuk ketika digunakan untuk melakukan aksi freestyle,” kata Sales & Department 2W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales Yohan Yahya.

1 Comment

1 Comment

  1. Desain Rumah

    September 28, 2016 at 12:11 am

    Mulai besok saya akan tidur dengan posisi miring ke kiri,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Seseorang Yang Sedang Jatuh Cinta Selalu Sulit Untuk Berkata-kata. Begini Penjelasan Ilmiahnya

Tentu setiap orang pernah  berada pada kondisi ketika dia mendadak bingung, bahkan merasa aneh pada dirinya sendiri. Hal itu lazim terjadi pada sedang jatuh cinta. Sesuatu yang berawal dari perasaan ternyata bisa membuat hidup terasa rumit. Orang yang tadinya suka berbicara panjang lebar bisa mendadak kehilangan kata-kata ketika berhadapan dengan orang yang dicintainya. Hal itu tidak terjadi secara kebetulan, karena sebenarnya hormon yang menyebabkan hal itu terjadi.
Ketika seseorang jatuh cinta akan ada banyak zat kimia yang bekerja dalam tubuhnya, selain itu para ahli juga mengungkapkan bahwa hormon seperti phenylethylamine or PEA, norepinephrine, dopamin, oksitosin, testosteron dan endorfin turut mempengaruhi apa yang dirasakan oleh seseorang ketika seseorang jatuh cinta. Hal ini membuktikan bahwa ada beberapa hal dari segi ilmiah yang memang mempengaruhi seseorang ketika ia sedang jatuh cinta. Seorang biological anthropologist bernama Helen Fisher, PhD mengatakan bahwa “hormon stres ini bertanggung jawab terhadap perasaan canggung, telapak tangan berkeringat, sulit mencari kata-kata, mulut kering dan sensasi butterflies-in-your-stomach (sensasi desiran di perut yang biasanya muncul saat gugup atau gelisah)”.

Karena Jatuh Cinta Melibatkan Banyak Perasaan Mulai Dari Gembira, Bergairah Hingga Euforia

Energi yang didapat ketika jatuh cinta mendatangkan kekuatan konsentrasi kepada orang yang dicintai meningkat, bahkan ketika otak dipindai menggunakan functional magnetic resonance imaging (FMRI) terlihat  aktivitas yang tinggi dan mengandung banyak dopamin. Dopamin ini merupakan neurotransmitter yang berhubungan dengan sistem reward yang alami. Sirkuit di otak itu memberikan kita rasa senang ketika kita terlibat dengan perilaku yang berhubungan dengan kelangsungan hidup,  dan adanya perubahan neurobilogis lain yang terjadi ketika sedang jatuh cinta. Termasuk peningkatan hormon tertentu yang terlibat dalam respons yang salah satunya menjadi sulit berkata-kata ketika sedang berhadapan dengan dia yang dicintainya.

Selain Itu Perubahan Hormonal Akan Membuat Suasana Hati Bergejolak Tidak Karuan Yang Kadang Turut Mempengaruhi Kondisi Fisik

Seorang psikolog psikolog Dorothy Tennov pada wawancaranya tahun 1960 dimana hasil wawancaranya kepada 500 responden tersebut dijadikan buku dengan judul Love and Limerence. Dalam bukunya tersebut Tennov menulis bahwa ada efek fisik pada seseorang yang sedang jatuh cinta, yakni jantung berdebar, muka memerah dadu, gerak mata tak keruan, badan lemas, hingga kecenderungan untuk berbicara dengan terbata-bata. Hal lain yang juga diungkapkan para ilmuwan adalah bahwa pusat kesenangan di otak akan menyala ketika seseorang jatuh cinta yang membuatnya seperti mabuk kepayang dan selalu gembira. Hal inilah yang menjadi penyebab kenapa seseorang yang sedang jatuh cinta jadi kesulitan mengeluarkan kata-kata.

Anehnya Orang Yang Sedang Jatuh Cinta Kerap Tidak Nafsu Makan Tapi Tubuhnya Tidak Akan Kekurangan Energi

Hal ini bisa terjadi dikarenakan tubuh mereka berada dalam level energi yang tinggi sebagai efek dari pelepasan zat dopamin dan zat kimia lain dari dalam tubuhnya. Hal ini juga berpengaruh kepada aktivitas tidur yang berubah menjadi sulit karena terlalu banyak membagi fokus untuk memikirkan orang yang cintainya. Dimana hal tersebut membuat kita masuk ke dalam kondisi hypomani. Saat hypomania, mood dan energi serta aktivitas akan meninggi. Dan berpengaruh kepada kebutuhan tidur yang juga berkurang saat jatuh cinta. Menariknya, meskipun orang yang jatuh cinta ini tidurnya sebentar tapi lebih berkualitas.

Hormon lain yang juga berperan dalam tubuh ketika kita sedang jatuh cinta adalah testosteron serta estrogen yang sering membuat orang tersebut merasa ingin sekali berinteraksi dengan sentuhan dengan lawan jenis atau orang yang dicintanya baik dalam hubungan seksual dan emosional. Adapun hal lain yang bisa diperhatikan untuk mengetahui bahwa seseorang sedang jatuh cinta adalah dengan melihat perubahan sikap dan perilaku yang ditunjukkannya. Jadi jika selalama ini kamu berpikir bahwa orang yang mendadak tidak bisa berkata-kata ketika jatuh cinta hanyalah sebuah drama, itu salah! Karena memang ada hal yang menyebabkan itu semua, mungkin kamu sedang menyaksikan hal ini terjadi pada orang di sekitarmu atau bahkan pada dirimu sendiri

1 Comment

1 Comment

  1. Desain Rumah

    September 28, 2016 at 12:11 am

    Mulai besok saya akan tidur dengan posisi miring ke kiri,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bagaimana Media Sosial Membuat Kita Merasa Kesepian? Ini Jawabannya

Platform yang sejatinya dibuat sebagai tempat untuk orang-orang bersosialisasi, ternyatanya malah memberikan dampak sebaliknya. Coba ingat berapa banyak waktu yang kita habiskan dalam sehari untuk mengakses media sosial? Hal lain yang bisa kita lihat dengan mudah adalah kebiasaan beberapa orang yang selalu sibuk dengan gadget miliknya, tanpa mau perduli dengan orang-orang disekitarnya.

Dari beberapa kasus yang masih kasat mata, kita bisa menyimpulkan bahwa seiring berjalannya waktu semakin banyak  orang yang menghabiskan waktu untuk mengakses sosial medianya adalah kumpulan orang-orang yang selalu merasa kesepian. Hal ini juga dibenarkan oleh hasil dari penelitian yang dipimpin oleh Brian Primack , direktur Pusat Penelitian Media, Teknologi dan Kesehatan di Universitas Pittsburgh, yang menyatakan bahwa mereka yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari di media sosial menganggap diri mereka lebih terisolasi secara sosial daripada mereka yang menghabiskan setengah jam atau kurang dengan platform yang sama. Alih-alih merasakan bahagia setelah bersosialisasi dengan orang-orang secara virtual, justru mereka menghadapi hal yang sebaliknya. Merasa ditinggalkan dan sendirian atau kesepian.

Banyaknya Pengguna Media Sosial Ternyata Mendatangkan Dampak Sosial Yang Sangat Signifikan

Dari data yang dilansir Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) sepanjang tahun 2016 penggunaan internet khususnya media sosial naik drastis. Setidaknya 132,7 juta orang Indonesia telah menggunakan internet. Jadi angka yang sangat tinggi, mengingat jumlah penduduk Indonesia saja saat ini  sebanyak 256,2 juta jiwa. Selain bisa bisa bersosialisasi, sosial media justru membentuk pola perilaku baru bagi para penggunanya. Menjadi individualis karena semakin tidak memiliki rasa perduli terhadap sekitar. Meski sedang berada di tengah-tengah orang ramai sekalipun, ia akan tetap fokus pada layar gadget miliknya. Mereka mengalami persoalan psikis yang sering menimbulkan kesepian yang teramat dalam. Bahkan penelitian dari University of Pittsburgh juga mengungkapkan, jika semakin sering orang menggunakan media sosial, maka rasa terisolasi akan semakin tinggi. Hal itu mengindikasikan jika media sosial memunculkan dampak tersendiri, baik untuk individu maupun dampak sosial.

Kesepian Yang Dirasakan Perlahan Membawanya Keluar Dari Lingkaran Sosial Yang Sesungguhnya

Setiap kali ada acara untuk berkumpul dengan teman-teman atau rekan kerja, coba perhatikan dia yang sibuk dengan layar gadgetnya. Kebiasaan itu membentuknya menjadi seseorang yang lebih mementingkan isi gadget daripada hal nyata yang ada didepannya. Kebiasaanya itu tentu akan membuat orang-orang jadi memandang buruk padanya. Bahkan hal tersebut akan menggeser posisi kita sebagai seorang teman atau rekan kerja yang baik dan menyenangkan.

Terlalu asyik dengan dunia sosial membawa kita keluar dari lingkungan sosial yang sebenarnya. Media sosial mengambil begitu banyak waktu milik kita, bahkan mengeluarkan kita dari sosialisasi yang sesungguhnya. Melihat segala postingan yang ada di media sosial hanya akan memperkeruh pikiran. Mulai dari rasa cemburu dan keinginan untuk bisa melakukan hal yang sama. Atau dengan kata lain media sosial merubah persektif kita, bermanfaat untuk mendekatkan yang jauh. Namun malah menjauhkan yang sesungguhnya dekat.

Hingga Menimbulkan Pertanyaan. Manakah Hal Yang Lebih Dulu  Antara Kesepian Atau Penggunaan Media Sosial?

Kesepian yang digadang-gadang jadi dampak buruk sebenarnya mendatangkan pertanyaan. Tentang apa hal yang sebenarnya jadi alasan bagi mereka yang menggunakan media sosial. Bahkan hasil studi dari para peneliti diatas merupakan peringatan untuk orang-orang yang menggunakan media sosial berlebihan. Agar bisa mengevaluasi diri dengan pertanyaan, apakah betul kamu menggunakan media sosial karena kesepian atau kesepian karena media sosial?

Sebab biar bagaimanapun  media sosial masih memiliki manfaat, untuk tetap menghubungkan kita  kepada keluarga dan teman yang dipisahkan oleh jarak dan waktu. Menggunkan teknologi secara tepat bisa mendatangkan keuntungan untuk manusia. Namun ketika kamu telah dikendalikan oleh teknologi, justru kerugian yang akan datang padamu. Hal ini juga berlaku saat kamu menggunakan media sosial.

Kesepian Membuat Kita Memilih Sendiri, Pelan Tapi Pasti Mulai Mengurangi Interaksi dan Pergaulan Di Dunia Nyata

Diciptakan sebagai makhluk sosial harusnya menempatkan kita kepada tingkat sosial yang lebih tinggi. Namun pengaruh media sosial  menggeser itu semua. Kita pun akan lebih memilih untuk menyendiri dan mengurangi aktivitas diluar. Terlalu asyik dengan media sosial membuat kita terlena. Berpikir bahwa apa yang ada di media sosial akan jadi sebuah kenyataan. Bahkan kita sering berpikir bahwa semua hal yang kita dapatkan dari media sosial akan mampu jadi lawan untuk interaksi yang baik. Tapi seringnya dampak yang kita dapatkan malah berbanding terbalik dari apa yang kita bayangkan. Satu hal yang seharusnya perlu di ingat, bahwa interaksi nyata yang apa adanya jauh lebih baik dari pada sekedar chat seru di media sosial.

Hadirnya Media Sosial Harusnya Membuat Kita Lebih Mudah Dalam Bersosial, Baik Dalam Media Sosial Maupun Bersosial Di Dunia Nyata

Tersedianya beragam jenis aplikasi media sosial sekarang ini, membuat kita bebas untuk mengaktualisasikan diri. Mulai dari instagram, path, facebook, snapchat atau line dengan beragam fitur yang memiliki daya tariknya masing-masing. Setiap pengguna bebas melakukan apa saja yang ingin dikreasikan, selama tidak melanggar aturan dan ketentuan yang berlaku. Tak heran bila hadirnya media sosial seakan jadi sesuatu yang masuk kedalam kebutuhan. Seperti kata Abraham Maslow seorang psikolog yang berasal dari Amerika dan menjadi seorang pelopor aliran psikologi humanistik, mengaktualisasikan diri masuk kedalam kebutuhan setiap orang untuk menunjukkan potensi yang ada pada dirinya. Tapi terlepas dari hal itu, sebagai subjek yang menggunakan media sosial seharusnya kita lebih bisa untuk menyikapi penggunakan media sosial dengan baik. Bukan jadi objek yang justru diperalat oleh media sosial.

Sebab pada dasarnya pengendalian dirimu sendirilah yang akan menentukan seberapa besar dampak kesepian yang kamu dapatkan dari media sosial.

1 Comment

1 Comment

  1. Desain Rumah

    September 28, 2016 at 12:11 am

    Mulai besok saya akan tidur dengan posisi miring ke kiri,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenapa Setiap Orang Membutuhkan Jumlah Jam Tidur Ideal Yang Berbeda? Ini Jawabannya!

Kalau si A tidur sehari hanya 2-4 jam badannya sehat-sehat saja. Tak pernah sakit, mengantuk juga tidak. Tapi si B sudah tidur 8 jam dalam sehari masih suka menguap saat beraktivitas. Atau kamu sendiri pernah merasakan diposisi yang hanya bisa tidur sebentar tapi sudah cukup untuk membuat badan kembali bugar atau malah sudah tidur berjam-jam masih saja tidak bisa menahan kantuk. Sebenarnya berapa lama sih waktu ideal untuk tidur? Apa setiap orang memiliki jumlah tidur ideal yang sama atau berbeda? Kenapa hal itu bisa terjadi? Nah, daripada kamu terus bertanya-tanya, ulasan berikut akan menjadi jawabannya.

Penelitian Menunjukkan Kenapa Kamu Butuh Durasi Tidur Yang Cukup Dan Juga Waktu Ideal Untuk Tidur Sesuai Usia

Pernah dengar tidak pernyataan tentang orang yang kurang tidur lebih galak dibandingkan orang yang sedang lapar? Kalau kamu pernah dengar atau bahkan kamu sendiri yang mengalami kejadian itu, bisa jadi itu sebagai tanda kalau sebenarnya waktu tidur yang cukup mempengaruhi banyak hal termasuk hormon dan juga emosi. Kamu yang kurang tidur bisa jadi akan mengalami masa labil dalam mengendalikan emosi ataupun mempengaruhi hormon yang diproduksi oleh tubuh.

Penelitian yang dilakukan oleh National Sleep Foundation menyatakan bahwa enam puluh lima persen dari mereka yang tidak memiliki rasa sakit melaporkan kualitas tidur yang baik atau sangat baik, sementara hanya 46 persen orang dengan nyeri akut dan 36 persen orang dengan nyeri kronis melakukan hal yang sama. Selain itu, 23 persen dari mereka yang menderita sakit kronis melaporkan tingkat stres yang lebih tinggi, dibandingkan dengan 7 persen dari mereka tanpa rasa sakit.

Body Clock Berperan Penting Dalam Mengendalikan Kapan Waktunya Kamu Terjaga Ataupun Terlelap

Kamu tipe manusia kelelawar atau tipe manusia ayam? Pernah dengar pertanyaan tersebut tidak? Pertanyaan yang biasanya diajukan untuk mengetahui jam tidur kamu seperti apa. Sebutan kelelawar biasanya untuk orang-orang yang justru bisa terjaga hingga tengah malam bahkan pagi hari. Sedangkan sebutan ayam itu biasanya yang gemar bangun pagi hari. Istilah tersebut sebenarnya tidak relevan dengan penelitian secara ilmiah. seorang profesor yang belajar jam sirkadian di UC San Diego, David Welsh mengatakan “jika anda mendefinisikan diri anda burung hantu atau burung liar merupakan tindakan yang tidak berdasar.”

Menurut Welsh jika kamu melihat survei populasi yang besar, kamu akan mendapatkan distribusi chronotip normal, dengan kebanyakan orang memiliki chronotip rata-rata memiliki hasil “rata-rata”, beberapa memilih untuk bangun sedikit lebih awal atau lebih lambat dan kelompok kecil secara alami meningkat sangat awal atau akhir. Tidak ada garis yang membedakan chronotype yang berbeda. Tapi semua orang memiliki jadwal internal yang membuatnya merasa terjaga atau tidur pada waktu yang berbeda. Karena faktor-faktor termasuk kadar hormon, genetika dan paparan cahaya, beberapa orang memiliki kecenderungan untuk lebih waspada dipagi hari dan beberapa orang lainnya lebih memilih pada lain waktu.

Pada Dasarnya Pola Tidur Itu Bisa Diatur Oleh Diri Sendiri, Tergantung Bagaimana Kebiasaan Itu Kamu Lakukan

Sebenarnya terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah waktu tidur yang kamu butuhkan (baik chronotype, saat kamu waspada dan panjang berapa banyak tidur yang kamu butuhkan) sebagian besar bersifat genetik, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menyesuaikan jadwal tidurmu dan setidaknya membuat kamu sedikit lebih mudah untuk bangun lebih awal. Jadi tidak ada istilah orang malam atau orang pagi lagi jika kamu mau menyesuaikan.

Kamu bisa menyesuaikan pola tidur dengan mengendalikan paparan cahaya. Proses yang disebut entrainment ini menentukan tindakan apa yang harus dilakukan untuk tubuh ketika kamu pergi ke tempat dengan zona waktu yang berbeda. Inilah mengapa muncul istilah jet lag. Kamu juga bisa menggunakan ini untuk melatih tubuhmu untuk bangun dan tidur lebih awal dengan membuka cahaya alami di pagi hari dan menghindari cahaya terang dimalam hari. Meskipun tidak merubah kebiasaan sebelumnya secara drastis, setidaknya bisa membantu pola tidurmu jadi lebih baik.

Setiap Orang Punya Kebutuhan Yang Berbeda-beda, Tak Terkecuali Dalam Urusan Kebutuhan Waktu Tidur

Dari banyaknya penelitian, hasil yang didapatkan tentunya akan berbeda satu sama lain. Temuan satu studi tidak langsung dapat digunakan untuk semua orang.Dalam kasus tidur, para ahli merekomendasikan untuk mencari tahu apa yang secara pribadi paling sesuai untuk kamu. Hal ini menunjukkan jika kebutuhan tidur seseorang berbeda satu sama lain tergantung kebutuhan tubuhnya.

Sebaiknya kamu mulai memperhatikan kebutuhan tidurmu dan mulai hitung berapa jam waktu yang kamu butuhkan untuk membuat tubuhmu pulih. Hindari konsumsi alkohol dan kafein dalam jumlah banyak dan atur pencahayaan ruangan pada saat kamu tidur.

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. Desain Rumah

    September 28, 2016 at 12:11 am

    Mulai besok saya akan tidur dengan posisi miring ke kiri,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top