Feature

Aku Bukan Pengangguran, Cuma Tidak Ada Kantor. Aku Freelancer!

Buat sebagian orang bekerja lepas alias menjadi freelancer itu seperti mimpi jadi kenyataan. Menjadi bos terhadap diri sendiri, jam kerja yang diatur sendiri, kesuksesan tak bergantung dari siapa pun selain diri sendiri. Terdengar utopis bagi mereka yang masih bekerja rutin di kantor.

Benar seindah itu? Bisa saja benar! Tapi layaknya sendi kehidupan yang lain, bekerja freelance juga ada kadang suka kadang duka. Hanya para freelancer full time yang memahami ini.

Tak bergabung dengan Kantor Manapun Berakibat Sering Dituduh Pengangguran

nasehat

Tak semua orang melek pekerja lepas. Apalagi para orang tua yang masih punya anggapan bahwa bekerja itu haruslah masuk kantor jam 9 dan pulang jam 5. Coba saja jelaskan pada calon mertua, kalau kamu itu bekerja lepas. Niscaya, kamu kesulitan bertemu lagi dengan kekasih pujaan keesokan harinya. Yup, tidak bekerja di kantor memang kerap disamakan dengan pengangguran.

Tidak Punya bos? Kadang (sering) klien itu lebih bossy dari bos beneran loh

marah

“Enak ya gak punya bos, gak ada yang perintah-perintah”

Itu komentar paling umum yang diterima para pekerja lepas. Padahal hal ini tidak sepenuhnya benar. Bekerja freelance berarti bertanggung jawab kepada klien. Dan ketika dalam kantor atasan kita bisa jadi hanya supervisor atau manajer. Ruang lingkupnya hanya di satu divisi.

Berbeda ketika menjadi freelancer. Klien itu sama dengan bos, sama dengan HRD, sama dengan orang keuangan. Jadi bayangkan kamu harus mempertanggung jawabkan pekerjaan kepada orang yang menjadi atasanmu sekaligus yang bisa memecatmu dan juga yang menggaji langsung dirimu. Itu lebih daripada bos biasa.

Gajinya Tak Berbatas Macam Pegawai! Iya Juga Tak Berbatas Bawah

dompet

Betul penghasilan seorang pekerja lepas tak seperti pegawai yang sudah ditetapkan menerima sekian angka setiap bulannya. Tapi perlu diingat freelancer itu menerima bayaran hanya ketika dapat project alias ketika ia bekerja.

Waktu pembayaran pun bervariasi. Ada yang setiap minggu, setiap bulan, ketika proyek selesai. Tapi tak sedikit yang dibayar dalam tempo mundur ke belakang. Bisa dua atau tiga bulan setelah proyek selesai. Jadi ya memang tak berbatas penghasilan pekerja lepas itu, tapi berarti pula bisa di batas paling bawah alias tak punya uang.

Enak Betul Tak Perlu Ke Kantor! Benarkah?

montir

Seorang freelancer bebas mengerjakan pekerjaannya dimana pun kamu suka. Terkadang pergi ke sebuah kafe untuk dapat menikmati wi-fi gratis sambil minum secangkir kopi. Namun ada kalanya saat kamu terlanjur datang ke kafe dan memesan secangkir kopi yang bertarif lumayan mahal dengan satu porsi makanan, wi-fi tidak tersambung di laptopmu. Bahkan kamu tak bisa menggunakan laptopmu karena tidak ada colokan untuk mencharge.

Bekerja di rumah juga bisa jadi malah tak produktif. Siapa sih yang bisa rajin bekerjaa kalau kasur selalu memanggil-manggil dari kamar tidur. Karena itu tempat kerja ini sering kali jadi masalah.

Kata Siapa Pekerja Lepas Bisa Libur Kapan Saja?

bijak menulis

Tidak ada kepastian liburan untuk para freelancer. Kamu akan bekerja saat ada job. Kapan pun job itu kamu terima, kamu harus secepat mungkin menyelesaikannya. Sehingga terkadang saat diadakan liburan bersama keluarga, seringkali kamu harus menetap di rumah dan menyelesaikan pekerjaannya. Mengucapkan selamat tinggal pada liburan bersama sering kamu lakukan.

Jarang berkomunikasi dengan orang lain

menyerah

Dengan menjadi freelancer, dimana pun kamu berada, kamu dapat tetap bekerja dan menghasilkan rupiah. Kamu akan tahu betapa bernilainya waktu. Karena itulah kamu akan jarang mengobrol dengan semua orang sepanjang hari. Hal itu karena kamu sibuk dengan urusanmu sendiri. Saat suatu hari kamu bertemu dengan orang di sekelilingmu, terkadang kamu merasa merugi karena terlalu banyak menghabiskan waktumu sendirian bersama pekerjaanmu. Karena jarangnya komunikasi yang dilakukan, terkadang kamu akan merasa canggung dalam berkomunikasi.

Berteman dengan kebosanan dan kesibukan

menunda pekerjaan

Pekerjaan yang ada untuk para freelancer tidak tentu. Terkadang saat tidak ada pekerjaan yang dikerjakan kamu akan merasa bosan. Kamu akan berusaha menghabiskan waktumu dengan sebaik mungkin. Bisa dengan menonton film atau berjalan-jalan ke suatu tempat. Tapi saat pekerjaan datang dalam jumlah yang sangat banyak, terkadang kamu merasa kewalahan untuk mengerjakannya.

3 Comments

3 Comments

  1. aya slavina

    January 7, 2016 at 11:17 pm

    ohh pemilik blog ini cewek tohh, wkwkwk maap mbak dina kukira gobagi cowok ehehhe. Saya juga freelancer, dannn bahagiaaa ;D

  2. meii

    February 6, 2016 at 10:05 pm

    oMG…… ini gue banget….

    berjuang untuk kebahagian orang jamak, menelan segala duka yang ada… hikks

  3. ari

    February 22, 2016 at 8:25 pm

    Batas bawah keuangan buat freelancer memang bisa seperti sebuah lubang besar ya Mba, kadang bisa ketutup..kadang ngebuka lagi..hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

3 Comments

3 Comments

  1. aya slavina

    January 7, 2016 at 11:17 pm

    ohh pemilik blog ini cewek tohh, wkwkwk maap mbak dina kukira gobagi cowok ehehhe. Saya juga freelancer, dannn bahagiaaa ;D

  2. meii

    February 6, 2016 at 10:05 pm

    oMG…… ini gue banget….

    berjuang untuk kebahagian orang jamak, menelan segala duka yang ada… hikks

  3. ari

    February 22, 2016 at 8:25 pm

    Batas bawah keuangan buat freelancer memang bisa seperti sebuah lubang besar ya Mba, kadang bisa ketutup..kadang ngebuka lagi..hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untuk Kamu Yang Masih Punya Cita-Cita Jadi PNS, Ini Badan Pemerintah Tempatnya Para Milenial

Siapa bilang bekerja sebagai PNS identik dengan rekan kerja yang sudah paruh baya? Kalau di benakmu masih ada pola pikir yang demikian, wah berarti mainmu kurang jauh nih. Karena ada institusi pemerintah yang didominasi kaum milenial. Namanya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.  Apa menariknya institusi yang satu ini?

Hampir Separuh dari Total Pekerja di BKF adalah Milenial, Inilah Mengapa BKF Menawarkan Lingkungan Pekerjaan yang Dinamis

Yup, kamu tidak salah baca. Hampir separuh pegawai BKF itu kaum milenial loh! Kamu perlu tahu, BKF ini menawarkan hal baru untuk para generasi milenial yang punya dedikasi tinggi ingin membangun negeri.  Mungkin terdengar berat, tapi inilah yang memang dirintis oleh BKF terutama untuk generasi muda yang tengah berkarier di sana. Presentase pekerja BKF ini cukup variatif nan menarik lantaran sebanyak 58 persen dari total pekerja adalah para milenial!

Bukan cuma sekedar penghias, para pekerja milenial itu pun sudah dilibatkan dalam proses perumusan rekomendasi kebijakan di bidang perpajakan, penyusunan APBN, hingga melakukan penelitian dan analisis yang melibatkan banyak lembaga asing ternama. Betapa mereka sudah berkontribusi untuk negeri, bukan? Untuk mengakomodasi peran milenial ini pola kerja mereka pun dibuat lebih dinamis oleh BKF.

Peran Milenial Di BKF Itu Sangat Penting, Bahkan Jadi Penentu

Berbeda dengan di institusi lain, dimana milenial hanya sebagai pegawai entry level yang tak punya suara, di BKF para anak muda ini justru punya peran besar. Tak cuma sekedar ikut meeting sana sini dan buat laporan, mereka justru punya tugas menganalisa dan memberi pandangan terhadap sebuah kebijakan.

Lewat acara Bincang BKF: Peran Milenial Dalam Menyusun Kebijakan Fiskal  di Gedung Notohamiprodjo, Kemenkeu, pada Jumat (6/10) lalu, sejumlah pegawai muda BKF sangat antusias menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka menjadi bagian dari penyusun kebijakan fiskal.  Satu hal yang menguatkan kesan milenial dalam acara saat itu yaitu mereka memang masih berusia di bawah 30 tahun!

Para milenial Di BKF Bercerita Tentang Pengalamannya Bekerja Di Luar Kantor

Selagi muda, bukankah ini waktu yang tepat untuk membangun karier semaksimal mungkin? Kesempatan melihat kondisi di luar kantor tentunya akan jadi pengalaman menarik. Nah, BKF membuka peluang tersebut. Misalnya, di Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multirateral (PKPPIM) dan di Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB), dari namanya saja sudah mengesankan betapa luasnya cakupan jobdesc pegawai BKF karena sampai mengurusi persoalan kebijakan lintas negara. Dalam bincang BKF kemarin diceritakan juga tentang pegawai BKF yang  merkesempatan diberangkatkan ke luar negeri demi mengemban tugas sebagai perwakilan dari Tanah Air. Menarik bukan?

Tepis Jauh-jauh Bayangan ‘PNS itu Magabut’, Hal Itu Tak Berlaku Bagi Para Milenial di BKF

Kamu yang masih lekat dengan stereotip PNS itu magabut alias makan gaji buta, percayalah, kamu tak akan menemukan hal itu di BKF. Setiap harinya selalu ada yang dikerjakan oleh para milenial BKF ini, sehingga bisa dikatakan mereka yang bekerja di BKF adalah para milenial yang produktif.

Bukankah menyenangkan jika di usia kurang dari 30 tahun, kamu dapat menyalurkan produktivitasmu untuk pekerjaan yang berkontribusi membangun bangsa? Karena pada dasarnya, peluang semacam ini belum tentu dimiliki setiap orang. Terpenting, BKF ini bukan hanya sebagai tempat mencari nafkah, tapi juga wadah untuk mengekspresikan potensi diri.

3 Comments

3 Comments

  1. aya slavina

    January 7, 2016 at 11:17 pm

    ohh pemilik blog ini cewek tohh, wkwkwk maap mbak dina kukira gobagi cowok ehehhe. Saya juga freelancer, dannn bahagiaaa ;D

  2. meii

    February 6, 2016 at 10:05 pm

    oMG…… ini gue banget….

    berjuang untuk kebahagian orang jamak, menelan segala duka yang ada… hikks

  3. ari

    February 22, 2016 at 8:25 pm

    Batas bawah keuangan buat freelancer memang bisa seperti sebuah lubang besar ya Mba, kadang bisa ketutup..kadang ngebuka lagi..hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Aku Tahu Hidup Pas-pasan Itu Tak Gampang Tapi Setidaknya Aku Tak Perlu Ngutang

Kamu mungkin sedang mencibirku atas gaya hidup yang kupunya. Katamu aku tak menikmati hidup, tak sepertimu yang memang tampak selalu bahagia. Ya, benar memang kamu sungguh tak salah. Aku memang tak sepertimu yang terlihat bahagia dengan segala hal mewah yang kamu punya. Bahkan tanpa kamu yang bilang, sesungguhnya aku sadar hidup pas-pasan yang katamu tak bahagia ini, bukanlah mimpi dari semua orang. Termasuk diriku juga. Tapi setidaknya sekarang aku paham, meski hidup pas-pasan memang tak gampang tapi ada banyak hal lain yang kudapatkan.   

Awalnya Kupikir Itu Hanya Candaan Tapi Sepertinya Kamu Semakin Sering Menjadikannya Bahan Cibiran

Kamu tahu sebenarnya aku bukanlah orang yang mudah untuk merasa tersinggung ataupun marah. Sebagai seorang teman kupikir rasanya wajar jika kita akan bertukar kritik atas kehidupan. Tapi suasananya menjadi berbeda, ketika ucapan itu semakin sering dilontarkan. Sungguh aku tak bermaksud untuk marah, karena kutahu setiap orang adalah guru bagi yang lainnya. Kita berhak menilai siapa saja sesuai dengan pandangan yang kita punya. Satu yang masih aku tak bisa terima, kamu menjadikanku bahan cibiran yang membuat hatiku semakin tak karuan. Untuk itu, rasanya hal ini memang patut kusampaikan.  

Semua Orang Mungkin Bisa Tertipu Akan Penampilan, Tapi Kenyataannya Tak Selalu Demikian

Seperti sebelum-sebelumnya, kamu masih menganggap penampilan adalah alat untuk menunjukkan kemampuan diri. Dan benar saja, disetiap kesempatan kamu memang terlihat lebih menawan. Dan dari tempat aku memandangamu, ada beberapa orang yang tiba-tiba berbisik “Tak semua buah bagus, manis rasanya”. Dengan masih tetap bingung aku memandangnya, hingga akhirnya paham akan hal yang barusan diucapkannya. Kita memang bisa saja telihat tampan dan anggun disegala kesempatan. Namun penampilan tak selalu jadi patokan, untuk menilai seseorang.  

Jika Katamu Bahagia Haruslah Mewah, Apalah Aku Yang Hanya Ingin Berkecukupan Saja

Berdampingan sebagai dua orang berbeda tentu jadi pengalaman baru bagiku dan kamu. Akhirnya aku tahu bahwa kita punya pandangan yang berbeda atas hidup yang kita mau. Tanpa merasa ada beban kamu sering bilang jika hidup yang bahagia tentu haruslah mewah. Kutarik bibirku melebar untuk sekedar tersenyum merespon ucapanmu. Setiap orang memang berhak untuk menyuarakan pendapat. Untuk itu aku ingin bilang bahwa kali ini kita tak sependapat. Bagiku hidup dengan berkecukupan jauh lebih baik daripada kata mewah yang kamu agung-agungkan.  

Hingga Suatu Kali Kamu Bilang Hidupku Nelangsa, Padahal Meski Demikian Aku Tetap Bahagia

Ini tentu bukanlah hal yang sederhana, karena untuk mengartikan kata nelangsa kita butuh waktu yang cukup lama. Sesuatu yang katamu jadi bentuk kesulitan tak selalu berlaku untuk orang lain. Sebaliknya hal-hal yang katamu terlihat sedih justru bisa jadi sumber bahagia bagi yang lain. Dan hal ini pula yang terjadi atas diriku yang tadi jadi bahan kritikanmu. Meski dimatamu hidupku terlihat sangatlah susah, justru aku jauh lebih bahagia. Karena untuk segala sesuatunya kita tentu punya ukuran yang berbeda. Kopi yang katamu enak belum tentu cocok untuk perut milikku begitu pula dengan arti kata bahagia dan nelangsa yang kita punya.  

Berbeda Denganmu Yang Punya Segalanya, Meski Aku Tak Tahu Darimana Asalnya

Memang sih kelihatannya kamu memang punya segalanya, barang mewah dengan nominal yang menakjubkan. Hingga kehidupan sehari-hari yang terlihat tanpa beban. Berbeda denganku yang harus susah payah mencari uang untuk sekedar makan. Tapi jika harus diminta untuk memilih, aku masih akan tetap berada pada hidupku sekarang. Dan untuk kehidupan bergelimang benda berharga sepertimu, aku sendiri tak tahu bagaimana caranya. Karena selama ini meski sudah giat bekerja, yang kupunya belum sebanyak milikmu.  

Ucapanku Tadi Hanyalah Sebuah Ujaran Yang Belum Tentu Benar, Untuk Itu Seharusnya Kamu Tak Perlu Marah

Tak perlu memasang muka masam untuk hal-hal yang tadi aku ucapkan. Lagipula aku hanya mengungkapkan apa yang sedang aku rasakan. Kalau memang salah mohon dimaafkan, tapi jika hal ini membuatmu marah mungkin benar. Meski untuk jawaban yang paling benar, yang tahu tentu hanya kamu seorang. Ujaran yang aku sampaikan hanyalah sebuah pandangan atas hidup yang sedang aku saksikan. Meski tak sepenuhnya benar, setidaknya itulah yang bisa aku simpulkan.  

Satu Yang Ingin Aku Sampaikan, Meski Hidupku Pas-pasan Setidaknya Aku Tak Perlu Ngutang

Aku pikir hubungan yang kita punya tak seharusnya renggang hanya karena perbedaan pandangan. Anggaplah bahwa kamu memang sudah di jalan yang tepat dengan segala yang kamu anggap benar. Tapi kamu juga perlu mendekatkan telinga kearahku untuk sekedar mendengar. Meski katamu hidupku susah karena tak punya apa-apa, setidaknya aku tak perlu susah payah untuk ngutang demi hidup yang katamu bahagia. Aku hanya ingin menjalani hidup sesuai dengan kemampuanku dan tak berniat memaksa diri untuk sesuatu yang memang diluar kemampuanku.

3 Comments

3 Comments

  1. aya slavina

    January 7, 2016 at 11:17 pm

    ohh pemilik blog ini cewek tohh, wkwkwk maap mbak dina kukira gobagi cowok ehehhe. Saya juga freelancer, dannn bahagiaaa ;D

  2. meii

    February 6, 2016 at 10:05 pm

    oMG…… ini gue banget….

    berjuang untuk kebahagian orang jamak, menelan segala duka yang ada… hikks

  3. ari

    February 22, 2016 at 8:25 pm

    Batas bawah keuangan buat freelancer memang bisa seperti sebuah lubang besar ya Mba, kadang bisa ketutup..kadang ngebuka lagi..hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mensyukuri Pekerjaan Dan Membuat List Kerja 15 Menit Sebelum Bekerja Akan Membuat Produktivitasmu Jadi Meningkat. Coba Deh!

Menjadi produktif itu sebenarnya tidak sulit. Sesuatu yang membuatnya terasa sulit adalah diri kita sendiri yang malas. Ingin melakukan sesuatu yang produktif tetapi sulit untuk memulainya. Untuk itu, penting kamu ketahui rahasia agar tetap produktif saat bekerja.

Rahasianya adalah melakukan 7 kegiatan sederhana ini pada 15 menit sebelum melakukan pekerjaan atau aktivitas. Apa saja?

Tuliskan 3 Hal Yang Bisa Kamu Syukuri Pada Hari Itu Sebelum Sampai Di Kantor

Waktu terus berlalu, ada banyak hal yang pasti harus kamu lewati. Entah itu senang atau susah. Sebelum sampai di kantor dan berjibaku dengan rutinitas pekerjaan, ada baiknya bila kamu menulis 3 hal yang bisa kamu syukuri pada hari itu. Tak perlu panjang-panjang, tuliskan secara singkat.

Dengan menuliskan hal-hal yang layak kamu syukuri itu, kamu jadi tahu hidupmu memang indah. Kamu pun akan kian bersemangat dan tak menyia-nyiakan waktumu untuk melakukan hal-hal yang tak bermanfaat. Produktifitas saat bekerja pun tak sulit lagi kamu dapatkan.

Berkomunikasi Dengan Rekan Kerja Di Kantor Untuk Menjaga Hubungan Baik

Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial membuatnya tidak bisa hidup sendiri. Oleh karena itu saat di kantor kamu tetap harus menjaga hubungan baik dengan rekan kerjamu. Meski kamu tak bisa mengendalikan orang lain untuk bersikap baik padamu, kamu tetap bisa memberi kesan baik pada mereka. Memberi salam saat datang dan pulang kerja, menyapanya, serta menjawab dengan baik saat mereka bertanya padamu adalah hal yang bisa kamu lakukan untuk memberi kesan baik.

Selalu Merapikan Meja Kerja, Serta Membuatnya Bersih Dan Wangi

Rutinitas kerja setiap hari akan akan menuntutmu bekerja di atas meja selama kurang lebih 8 jam dengan berbagai dokumen dan barang-barang pendukungnya di atas kerja. Untuk itu agar kamu bisa bekerja dengan pikiran tenang, rapikan dulu meja kerjamu sebelum mulai kerja. Kamu bisa membuatnya bersih dan wangi, dengan demikian kamu pun akan nyaman saat bekerja.

Tinjau Kembali Pekerjaan Yang Belum Selesai Dikerjakan Agar Kamu Bisa Menyusun List Kerja Sesuai Prioritas Dengan Tepat

Meninjau pekerjaan yang belum selesai kamu lakukan di waktu sebelumnya sangat penting untuk dilakukan. Apalagi saat hari pertama masuk setelah selesai liburan pada akhir pekan. Dengan demikian kamu bisa menyusun list kerja sesuai prioritas dengan tepat.  Kamu pun akan terhindar dari kejaran deadline dari atasan yang bisa membuat kepala mendadak pening.

Supaya Pekerjaanmu Selesai Tepat Waktu, Susun List Kerja Sesuai Deadline Dan Kebutuhan

Jika kamu ingin menjadi produktif, kamu harus menerapkan poin ini. Buatlah daftar list kerja sebelum memulai pekerjaan pada hari itu. Urutkan sesuai dengan deadline dan kebutuhan. Bukan hanya sekedar membuat list kerja, kamu juga harus mendisiplinkan diri untuk mematuhinya. Dengan demikian kamu bisa menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan padamu tepat waktu.

Buat Visualisasi Untuk Hasil Kerja Yang Kamu Inginkan, Dengan Begitu Kamu Bisa Fokus Menyelesaikan Pekerjaan

Poin ini penting untuk kamu lakukan. Setelah selesai membuat list kerja, coba visualisasikan atau bayangkan hasil kerja yang kamu inginkan. Dengan demikian setelah melihat gambaran hasil akhir kerjamu, kamu pun bisa jadi fokus dan menyelesaikan pekerjaanmu lebih cepat.

Produktivitasmu Akan Kian Optimal Saat Kamu Mensyukuri Pekerjaan Dan Tantangan Yang Kamu Miliki Saat Ini

Awali pekerjaanmu dengan bersyukur atas pekerjaan dan tantangan yang dipercayakan padamu saat ini. Ingat, tidak semua orang berkesempatan untuk mendapatkan hal itu. Maka kamu harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Mensyukuri pekerjaanmu saat ini, akan membuat kamu berusaha sebaik demi hasil kerja terbaik.

3 Comments

3 Comments

  1. aya slavina

    January 7, 2016 at 11:17 pm

    ohh pemilik blog ini cewek tohh, wkwkwk maap mbak dina kukira gobagi cowok ehehhe. Saya juga freelancer, dannn bahagiaaa ;D

  2. meii

    February 6, 2016 at 10:05 pm

    oMG…… ini gue banget….

    berjuang untuk kebahagian orang jamak, menelan segala duka yang ada… hikks

  3. ari

    February 22, 2016 at 8:25 pm

    Batas bawah keuangan buat freelancer memang bisa seperti sebuah lubang besar ya Mba, kadang bisa ketutup..kadang ngebuka lagi..hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top