Feature

Sungguh Smartphone Itu Candu Bagimu! Ini Alasannya Dan Cara Mengatasinya!

Iya smartphone, tablet, gawai, gadget itu candu. Tapi kenapa? Pernah cari alasannya? Dari sekian banyak alasan, paling menarik adalah melihatnya dari sisi biologis. Hal itu melibatkan unsur Dopamine yang diproduksi alamiah oleh tubuh khususnya bagian otak.

Dengan Menggunakan Smartphone, Tubuhmu Memproduksi Dopamine, Dan Itu Serupa Obat Anti Depresi!

otak

Sumber: health.kompas.com/shutterstock

Dari sekian banyak fungsinya, zat Dopamine ini diproduksi untuk memberikan “reward” (hadiah, imbalan) bagi tubuh karena sudah melakukan hal baik. Tujuannya supaya kita mau melakukan hal baik itu lagi esok harinya. Contohnya ketika kita makan makanan yang sehat, berolah raga, tertawa, dan hal serupa lainnya yang baik bagi tubuh.

Imbalan yang diberikan oleh Dopamine berupa perasaan senang dan bahagia. Karena itu Dopamine serupa dengan obat anti depresi yang bisa membuat pikiran jadi bersemangat. Dengan efek yang seperti itu tidak heran jika kita menjadi candu dan mau melakukan hal-hal baik di atas bukan? Kita makan setiap hari dan merasa senang karena kenyang tanpa harus disuruh.

Kecanduanmu Itu Bukan Karena Fisik Gadgetnya Tapi Aplikasi Di Dalamnya!

gadget

Inilah yang terjadi ketika kita menggunakan Smartphone, seperti disebutkan Psikolog David Greenfield, PhD, a West Hartford, dalam bukunya Virtual Addiction. Contoh misalnya ketika kita memainkan game di mobile phone. Otak akan membaca ciri-ciri fisik kita seperti denyut yang naik, konsentrasi meningkat sebagai hal baik. Hasilnya hal itu diterjemahkan bagus bagi tubuh dan otak memberi imbalan berupa Dopamine.

Begitu juga dengan email, sosial media, layanan video dan hal lain yang tersemat di dalam smartphone. Ada peningkatan denyut jantung dan konsentrasi ketika kita mendengar notif gadget kita berbunyi kemudian mendapat informasi baru. Sehingga lagi-lagi tubuh membaca ini sebagai hal baik dan memberi imbalan Dopamine . Hasilnya kita merasa senang, bahagia yang ujungnya menjadi ketergantungan terhadap rasa bahagia dari ponsel pintar tersebut.

Masalahnya kemudian ketergantungan itu akan menggangu pada kehidupan kita yang lain. Hubungan sosial misalnya yang menjadi berantakan karena kita melulu memperhatikan gadget dibanding orang sekeliling.

Belum lagi urusan kesehatan fisik. Maklum saja, Dopamine yang dikeluarkan otak bisa dibilang diproduksi secara keliru dalam hal penggunaan gadget ini. Karena sejatinya fisik kita tidak benar-benar sedang melakukan aktivitas. Karena itu kita perlu mengatasi rasa candu “bahagia” ini. Caranya bagaimana?

Yakinkan Dulu Bahwa Dunia Tetap Berputar Meski Kamu Tidak Tahu Update Status Orang Lain (Mantanmu misalnya)

smartphone pemisah

Ini problem paling utama. Kecanduan berawal dari perasaan tertinggal informasi terkini. Padahal jika betul-betul kita resapi, sesungguhnya kita tidak tertinggal apa-apa kalau sejenak tidak berhubungan dengan sosial media misalnya.

Bahkan kini mulai dikenal istilah Nomophobia, sebuah ketakutan akut kehilangan akses terhadap mobile phone. Ini berkaitan dengan kecemasan akan tertinggal informasi terbaru yang disediakan oleh samrtphone. Untuk itu yakinlah kita baik-baik saja jika tertinggal trending topic terakhir atau tidak tahu apa status mantan yang terakhir. Tenang Saja.

Taruh Gadgetmu Di tempat Yang Sulit Dijangkau

smart watch

Ini langkah kedua yang cukup mudah tapi membantu. Dulu Sebelum adanya smartphone kita melakukan aktivitas berinternet lewat komputer. Kita harus pergi berada di depan komputer atau laptop untuk sekedar memeriksa email. Berbeda dengan sekarang yang cukup meraih saku.

Untuk menciptakan “kesulitan” yang sama, letakanlah gadget di tempat yang sulit diraih. Jika ingin dibawa, Taruh dalam sebuah tempat, kemudian masukan di bagian paling dalam tas kita. Dengan begitu kita tak akan mudah mengaksesnya.

Tidak Perlu Minta Maaf Kalau Lama Menjawab Mention

menunda pekerjaan

Kekeliruan ini masih sering kita adopsi. Ketika kita lama menjawab pesan di Whatsapp, FB messanger atau mention di twitter, kita cederung meminta maaf atas keterlambatan tersebut. Sesungguhnya hal ini tidak perlu dilakukan.

Kenapa? Sebab tidak ada yang salah dengan tidak terhubung dengan gadget, smartphone dan sosial media. Ini etika yang harus kita pahami. Semua itu adalah akun yang bisa kita diami dan kita tinggalkan tanpa harus pergi pamit. Jadi tak perlu merasa bersalah jika lama tak membalas mention.

Atur Waktu Penggunaan (Khususnya Buat Anak), Misalnya Dengan Aplikasi Macam Kakatu

kakatu

Disiplin Menggunakan merupakan hal utama dalam menghindari ketergantungan. Caranya dengan mengatur waktunya. Tentunya tidak mudah melakukannya apalagi untuk anak-anak.

Nah, salah satu cara yang ampuh dengan menggunakan Kakatu. Aplikasi asli buatan Indonesia ini diciptakan Muhamad Nur Awaludin untuk memberi informasi aplikasi mana saja yang layak untuk anak. Selain yang direkomendasikan, pengguna juga bisa secara manual mengatur aplikasi mana yang bisa diakses. Terdapat opsi “orang tua” yang membuka semua fitur gadget dan opsi “anak” yang membatasi pemakaian.

Selain itu fitur paling petingnya adalah pembatasan waktu. Kakatu memberikan rekomendasi durasi yang sehat bagi anak, yaitu 15-20 menit bagi anak berusia 3-5 tahun, 60 menit bagi anak berusia 6-7 tahun, dan 2 jam bagi anak berusia diatas 7 tahun. Jika diaktifkan maka gadget akan mati dengan sendirinya jika waktu sudah mencapai batasnya. Dan untuk menyalakannya harus menggunakan Pin.

Ada Gadget Yang Sudah Diinstal Kakatu Dari Pabrik, Samsung Galaxy Tab 3V

galaxy 3v

Salah satu yang mendukung gerakan ini adalah Samsung yang meluncurkan Galaxy Tab 3V dengan aplikasi Kakatu yang sudah preinstall. Versi Kaktu dalam Galaxy Tab V3 ini bahkan lebih lengkap dari versi gratisan yang ada di google play store. Macam melacak lokasi anak, history penggunaan, dan fitur lainnya.

(Quiz) Jawab Pertanyaan ini untuk Mendapatkan Samsung Galaxy Tab 3V!

Mau mencicipi kerennya kakatu dalam gadget samsung? Jawab pertanyaan berikut ini untuk memperoleh kesempatan mendapatkan Samsung Galaxy Tab 3V.

 




Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

2 Comments

2 Comments

  1. Iskandar

    December 22, 2015 at 4:57 pm

    bener banget sih, ponsel emang candu
    kadang aku ditegur istri kalo keasyikan main ponsel

  2. Victory Nugroho

    January 7, 2016 at 10:32 am

    pernah saya coba.. dan mampu bertahan selama 3 hari ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Berhemat Bisa Dilakukan Secara Menyenangkan

Sebetulnya kenapa sih kita harus melakukan penghematan? Kenapa kita harus menabung? Toh kita selama ini mampu membayar kebutuhan kita, kenapa pulak kita harus repot menyisihkan penghasilan untuk menabung?

Meski tidak selalu eksplisit mungkin pertanyaan macam itu kerap muncul di benakmu. Apalagi sedari kecil kita memang ditanamkan untuk tidak boros. Tapi sayangnya kita memang tak pernah diajarkan alasan kenapa kita harus berhemat dan menabung.

Dalam hal menabung, hal paling penting yang harus kamu ingat adalah kondisimu tidak akan selalu sama seperti sekarang ini. Kamu tidak selalu bisa seproduktif seperti saat ini.

Coba bayangkan saja kalau kamu sakit, tentunya kamu tidak akan bisa bekerja seperti biasanya. Atau nanti ketika tua kamu juga sudah tak lagi bisa menghasilkan seperti ketika muda. Pada saat itulah kita akan menuai hasil penghematan yang kita lakukan saat ini.

Lagi pula, bicara soal hemat itu jangan langsung mengasosiasikan dengan hidup susah dan tak menyenangkan. Kita bisa kok, melakukan penghematan dengan cara yang mengasyikkan.

Berhemat Itu Di depan Bukan Belakangan Karena Terpaksa Tak Punya Uang

Ini kekeliruan utama yang sering kita lakukan. Penghematan dan menabung itu dilakukan belakangan ketika duit hanya tinggal sisa remah-remah akhir bulan. Pada saat itu tentunya berhemat jadi tak menyenangkan karena terasa seperti keharusan karena kehabisan uang. Ditambah lagi cara ini sering kali gagal.

Karena itu cobalah untuk melakukan penghematan itu di depan. Rencanakan semua pengeluaran itu sebelum bulan berjalan. Jadi yang kita lakukan adalah mengatur pemasukan dan pengeluaran, bukan melakukan pengetatan ikat pinggang karena kekurangan uang. Tentukan dulu sedari awal prosentase uang yang ingin kita hemat setiap bulannya.

Irit Itu Tak Perlu Rumit, Menabunglah Menggunakan Rumus 80-20!

Seorang pemikir manajemen bisnis bernama Joseph M. Juran memperkenalkan konsep menabung 80-20. Konsepnya dari rumus ini sangat sederhana. Kamu hanya perlu menabung sebesar 20% dari pendapatan bersih yang telah kamu peroleh. Kemudian gunakan sisanya untuk dibelanjakan. Sebesar 50% dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sedangkan 30% sisanya dipakai untuk membeli apa yang kita inginkan.

Sertakan Impianmu Dalam Rencana Penghematan, Karena Menabung Dengan Tujuan Itu Jauh Lebih Mudah

Tak perlu menabung dengan jumlah sangat besar dengan tujuan yang tak jelas. Sikap “yang penting punya tabungan” biasanya sumber dari kegagalan menabung. Karena kita tak akan punya motivasi jelas kenapa harus berhemat.

Karena itu cobalah untuk menetapkan terlebih dahulu tujuanmu. Misalnya, berhemat karena ingin mengganti smartphone terbaru dengan harga tertentu, ingin membeli sepatu merk tertentu yang harganya tak murah, ingin menabung untuk penghasilan di hari tua, berhemat untuk dana darurat ketika sakit, dan tujuan spesifik lainnya.

Dengan membagi tujuanmu secara rinci manajemen keuanganmu juga akan lebih baik. Dan kamu akan punya banyak pos keuangan yang tidak saling tumpang tindih.

Jangan Salah ya, Barang Yang Keren Tak Selalu Idientik Dengan Boros

Kamu keliru kalau berpikir barang-barang yang hemat itu tak bagus. Dan sebaliknya barang-barang yang keren itu harus boros. Coba ambil contoh misalnya lampu LED yang hemat energi. Bentuk dan nyala lampunya jauh lebih baik dari lampu biasa. Pendingin ruangan juga punya karakteristik yang sama. AC dengan teknologi low watt punya bentuk yang lebih langsing dan jauh lebih bisa disesuaikan dengan tampilan interior rumah.

Kendaraan Yang Hemat Pun Bisa Juga Tampil Keren Loh

Sementara untuk kendaraan kamu bisa menengok Suzuki Nex. Motor satu ini memegang rekor MURI untuk kategori motor matic paling irit. Ketika pemecahan rekor mampu mencapai 109,8Km/L. Hal ini dimungkinkan karena Suzuki Nex dibekali mesin 113cc dengan teknologi SUPER FI (Suzuki Performance Fuel Injection) dan mesin berkonsep LeaP (Light, Efficient and Powerful) yang telah terbukti menghasilkan tenaga besar secara presisi dan minim gesekan sehingga mampu mengoptimalkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Tapi meski lekat dengan irit dan hemat bukan berarti Nex akan membuat kita jadi tampil seadanya. Karena Suzuki menawarkan rasa elegan dan mewah pada skutik yang dibandrol Rp12.950.000 ini. Pilihan warna misalnya disediakan Mat Titanium Silver, Titanium Silver, dan Matt Black. Warna-warna yang masuk kategori berkelas.

Desainnya sendiri juga berkelas dengan lampu depan model V dengan bodi keseluruhan yang ramping. Nah, terkait dengan dimensi, pada Suzuki Nex ini memiliki ukuran dimensi dengan panjang 1850 mm, lebarnya 665 mm, dan tinggi 1035 mm serta memiliki berat hingga 90 Kg saja. Suzuki pun juga melengkapi Suzuki Nex ini dengan velg roda berpalang tiga dengan rem cakram di depan. Sebuah tampilan yang tentunya elegan sekaligus sporty.

Jadi kamu siap berhemat dengan cara yang menyenangkan?

2 Comments

2 Comments

  1. Iskandar

    December 22, 2015 at 4:57 pm

    bener banget sih, ponsel emang candu
    kadang aku ditegur istri kalo keasyikan main ponsel

  2. Victory Nugroho

    January 7, 2016 at 10:32 am

    pernah saya coba.. dan mampu bertahan selama 3 hari ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Apa Saja yang Dilakukan Orang Cerdas di Media Sosial?

Tak hanya untuk urusan akademik saja, perilaku seseorang yang memang cerdas akan tergambar dari segala aspek kehidupannya. Dan salah satu hal yang berhubungan erat dengan kita adalah aktivitasnya di media sosial.

Sekilas hal ini mungkin terlihat tak terlalu menarik perhatian, namun mengingat banyaknya hal-hal yang kerap berujung pada pertengkaran di media sosial. Agaknya sayang sekali jika tak jadi bahan perbincangan.

Tak perlu berteriak untuk bilang bahwa kamu ini adalah sosok yang cerdas. Karena tanpa kamu beritahu sekalipun, seseorang di luar sana bisa menilaimu dari apa yang kerap kamu bagikan.

Setiap Orang Punya Hak yang Sama Untuk Berekspresi, Akan Tetapi Mereka Punya Cara Berbeda Untuk Berbagi

Kita tentu telah bosan, oleh suguhan status yang tak jelas juntrungnya. Akan tetapi mereka yang memiliki pemikiran tak biasa, punya cara lain untuk menunjukkan isi hatinya. Senangnya tak selalu disampaikan dengan kata-kata syukur yang berlebihan, hingga sedih yang tak semuanya harus dibagikan.

Tahu bahwa ada ribuan pasang mata yang siap mengakses apa yang akan mereka kerjakan, tautan dan status yang mereka bagikan selalu bernada positif bagi semua orang.

Platform Ini Jadi Personal Branding Baginya, Kamu Tak Akan Menemukan Konten Murahan di Timelinenya

Figur-figur cerdas tahu bagaimana memanfaatkan sesuatu agar berpengaruh baik bagi hidupnya. Bahkan hal-hal remeh yang bagi orang lain tak penting, bisa jadi sesuatu yang bermakna besar untuknya.

Dimata mereka sosial media adalah gambaran atas jati diri yang ia punya, jadi jangan heran jika suatu kali kamu akan menemukan postingan-postingan bernada serupa dalam setiap harinya. Bukan tak ingin mencari tahu hal lain diluar yang ia suka. Tapi baginya segala yang ia bagikan akan jadi hal yang menjelaskan siapa sebenarnya dirinya.

Berdebat Untuk Hal yang Benar Tentu Bukanlah Kesalahan, Tapi Mereka Tahu Kapan Akan Membuka Suara di Kolom Komentar

Banyak orang mengaku berpendidikan, namun kerap terlibat perang pendapat pada kolom komentar. Dan disaat itu kamu harusnya membuka mata, karena mereka yang cerdas sungguhan tak akan melakukan hal yang sia-sia.

Banyaknya konten-konten bernada negatif yang sudah memenuhi hidup kita beberapa tahun terakhir, bak makanan sehari-hari. Sebagian orang yang peduli akan berjuang melawan satu per satu komentar yang kontra terhadapnya. Sedangkan yang lain terkesan cuek dan tak peduli, cukup dengan membaca saja.

Jangan pikir mereka tak punya kepedulian terhadap sekeliliingnya. Hanya saja mereka paham bahwa orang-orang yang tak suka akan tetap mencari cara untuk menyuarakan pendapatnya.

Pribadi yang cerdas hanya akan membuka suaranya pada hal-hal yang memang harus diluruskan dan dibenarkan.

Bukan Tak Punya Masalah, Mereka Paham Media Sosial Bukanlah Kotak Keluhan

“Konon berbagi masalah akan mengurangi beban yang kita punya”

Dan hampir setiap kita mungkin akan percaya, padahal pernyataan ini jadi sesuatu yang perlu dicari tahu kebenarannya. Memang sih tak ada masalah yang tak terselesaikan, dan berbagi cerita mungkin akan sedikit mengurangi beban.

Akan tetapi, mereka yang benar-benar cerdas tak akan melakukan hal-hal konyol yang tak berguna. Di kepala mereka ada sesuatu yang nampaknya sudah terpatri. Bertugas untuk memilah-milah hal yang harus dibagikan, dengan sesuatu yang tidak seharusnya dibagikan.

Tutur Kata dan Gaya Bahasa yang Menyebalkan, Tak Akan Kamu Temukan Di Sepanjang Postingannya

Bagaimana riuhnya media sosial pada era pilkada DKI kemarin, tentu telah membuat kita merasa jengah. Untuk dapat memastikan mereka-mereka yang memang memiliki kecerdasan yang tak biasa, cobalah tengok kembali timeline media sosial dari teman-temanmu.

Tahu situasinya sedang genting, pribadi yang cerdas tak akan unjuk gigi demi menaikkan eksistensi. Tak mau jadi pihak yang memperkeruh situasi, ia malah bertindak sebagai seseorang yang menabur kasih.

Berbeda Pandangan adalah Hal Biasa, Namun Bisa Menerima Masukan itu Luar Biasa

Media sosial dan perdebatan jadi sesuatu yang saling berhubungan. Tak percaya? Coba saja lihat kolom komentar di laman instagram milik artis Rina Nose yang kemarin tengah menjadi perhatian atas keputusannya untuk melepas hijab yang telah dipakainya hampir setahun terakhir.

Dari puluhan ribu komentar yang ada, hampir setengahnya berisi hujatan bernada menyalahkan. Jika punya cukup banyak waktu untuk memerhatikan satu per satu komentar yang ada, kita bisa melihat akun mana yang dikendalikan orang cerdas dan yang tidak.

Sosok yang memang benar-benar cerdas, tentu cukup bijak untuk menilai sebuah pandangan. Walau meski kadang kala akan tak sesuai dengan apa yang ia pikirkan, bukan berarti berhak untuk menyalahkan orang lain. Sebaliknya, ia akan membuka diri untuk menerima hal-hal yang tadinya tak diketahui sama sekali.

2 Comments

2 Comments

  1. Iskandar

    December 22, 2015 at 4:57 pm

    bener banget sih, ponsel emang candu
    kadang aku ditegur istri kalo keasyikan main ponsel

  2. Victory Nugroho

    January 7, 2016 at 10:32 am

    pernah saya coba.. dan mampu bertahan selama 3 hari ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Bangun Pagi Itu Penuh Kebaikan, Bukannya Kamu Tak Bisa, Tapi Cobalah Pelan-pelan

Kamu yang mulai beraktivitas sejak pukul enam pagi, mungkin sudah terbiasa dengan bangun pagi agar tidak terlambat sampai di kantor. Atau ada juga yang bangun pagi karena kalau bangun agak siang justru membuat kepala pusing. Dua hal itu yang sering jadi alasan logis kenapa orang perlu bangun pagi. Tapi sebentar, coba kamu pikirkan lagi, benarkah bangun pagi hanya sebatas rutinitas?

Faktanya, bangun pagi itu bukan hanya soal kebiasaan. Ada banyak manfaat baik yang akan diterima tubuh kalau kamu terbiasa bangun pagi. Selain pikiran jadi lebih segar, bangun pagi sangat baik untuk kesehatan kulit. Nah, untukmu yang sampai sekarang masih susah berkompromi untuk bangun pagi dan sangat sering menunda-nunda jam bangunmu, mulailah perbaiki lagi dari sekarang. Lagipula, bukankah tak nyaman jika bangun di pagi hari dengan tergesa-gesa? Bisa-bisa aktivitasmu malah jadi berantakan nantinya.

Di Malam Hari, Setel Alarm Sesuai Kesanggupanmu dan Katakan Pada Diri Sendiri Kalau Kamu Harus Bangun Pagi

Untuk kamu yang masih merasa sukar dengan kebiasaan bangun pagi, satu hal yang terpenting adalah niat. Kalau dari dalam dirimu sudah ada niat besar untuk bangun lebih pagi pada esok harinya, maka kamu sendiri yang akan merasakan manfaatnya.

Alam bawah sadar akan menyetel ‘alarm alami’ di dalam tubuh yang akan membuatmu bangun pada jam yang telah kamu inginkan. Sehingga fungsi alarm di gawaimu mungkin hanya sebatas pengingat kalau kamu perlu bangun. Karenanya, sebelum beranjak tidur, kumpulkan niat terlebih dahulu untuk bangun lebih pagi.

Setelah Beraktivitas Seharian Penuh, Kamu Perlu Mandi Air Hangat Agar Tubuh Rileks dan Bersih dari Sisa-sisa Peluh

Setelah seharian berkutat dengan segala aktivitas nan padat, kamu bisa berendam atau mandi dengan air hangat yang dikenal ampuh mengusir penat. Kamu perlu tahu, kalau badan sudah rileks dan otot-otot tak lagi tegang, hal ini akan membantumu memiliki tidur yang berkualitas.

Dengan demikian, kamu tak akan kesulitan bangun di pagi harinya karena tubuhmu sudah mendapat perawatan yang cukup untuk mengusir penat. Tak perlu setiap hari, cukup seminggu dua kali kamu siapkan waktu khusus untuk mandi dan berendam dengan air hangat.

Minumlah Segelas Susu atau Cokelat Hangat Menjelang Tidur, Dua Minuman Ini Jadi Alternatif Lain Agar Tubuh Bisa Rileks

Dibanding minum kopi di malam hari yang membuatmu justru terjaga, lebih baik siapkan segelas susu atau cokelat hangat yang akan membuat rileks pikiranmu. Kamu mungkin sudah tahu, kandungan flavonoid dan kalsium pada dua minuman itu ampuh mengusir stres. Usahakan tidur dalam kondisi yang rileks agar bisa bangun pagi dengan perasaan segar pada keesokan harinya. Mengonsumsi dua minuman tersebut secara rutin juga membawa dampak yang baik untuk kesehatanmu.

Hindari Mengakses Media Sosial Menjelang Tidur. Kamu Justru Akan Terdistraksi dan Mengulur-ulur Waktu Tidur

Agar bisa bangun pagi dengan pikiran yang fresh, artinya kamu wajib berprinsip memiliki waktu tidur yang berkualitas. Caranya? Hindari menilik gawai dan segala aktivitas teman-temanmu di media sosial. Yang ada, kalau kamu semakin asyik dengan kehidupan di dunia maya, kamu akan berkompromi dan mengundur jam tidurmu. Semula mengulur lima menit, kemudian sepuluh menit, lama-lama bisa sampai satu hingga dua jam. Kalaupun kamu sedang chat dengan teman, tak masalah kalau kamu pamit duluan. Pamit untuk tidur lebih dahulu tak akan merusak jalinan pertemanan.

Sebelum Tidur, Pikirkan Kembali Setiap Tujuan dan Alasan Pasti Kenapa Kamu Harus Bangun Pagi

Berkontemplasi sejenak sebelum tidur itu perlu. Tak usah lama-lama, kamu cukup memikirkan apa yang jadi alasanmu untuk bangun lebih pagi esok hari. Kalau kamu sudah menemukan alasan yang tepat, pasti pikiran dan alam bawah sadarmu secara tak langsung ikut menyetel kalau kamu harus bangun pagi.

Masih merasa tak yakin bisa bangun pagi? Kamu bisa minta bantuan orang rumah untuk membangunkanmu. Lawanlah rasa kantuk dan gravitasi kasur yang selama ini membuatmu berkompromi. Pikirkan kembali sejuta manfaat tentang bangun pagi yang membuatmu punya alasan logis untuk bangun lebih pagi. Jika kebiasaan semacam ini konsisten kamu lakukan selama seminggu, pasti kamu akan terbiasa bangun pagi dengan sendirinya.

2 Comments

2 Comments

  1. Iskandar

    December 22, 2015 at 4:57 pm

    bener banget sih, ponsel emang candu
    kadang aku ditegur istri kalo keasyikan main ponsel

  2. Victory Nugroho

    January 7, 2016 at 10:32 am

    pernah saya coba.. dan mampu bertahan selama 3 hari ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini


Feature

Fitness Bikin Fisikmu Sehat, Sering Posting Foto Fitness Pertanda Jiwamu Sakit

Mari kita buka-bukaan, dari sekian banyak teman yang kamu punya, mungkin ada satu orang yang kerap membagikan aktivitas olahraganya di laman media sosial, khususnya Facebook. Atau bisa jadi diri ini adalah salah satu dari mereka?

“Lumayan, lari 5 km sebelum ngantor pagi ini,” lengkap disertai foto yang menunjukkan diri sedang berkeringat dipagi hari. Meski kita sendiri kadang tak tahu betul, itu keringat sungguhan atau sisa air yang dipakai membasuh wajah.

Beberapa saat sebelum membagikan foto dan postingan status tersebut, kamu mungkin akan tersenyum tipis. Sembari berpikir bahwa hidupmu jauh lebih baik dibanding yang lain. Tapi jangan dulu senang Kawan, karena bisa jadi kamu sedang mengalami gangguan dalam hal kejiwaan.

Tidak percaya? Para ahli dari Universitas Brunel di London melakukan sebuah penelitian terhadap mereka yang kerap membagikan aktivitas fitness di laman media sosial, hasilnya ditemukan bahwa mereka yang kerap melakukan aktivitas tersebut adalah seseorang yang sedang mengalami gangguan jiwa. Hasil ini jadi bukti yang cukup untuk membuat kita bertanya? Seberapa gilakah diriku?

Kecanduan Akan Sebuah Penghargaan, Jadi Faktor Utama yang Kerap Memicu Seseorang Berbuat Demikian

Teknologi telah mengubah banyak perilaku manusia dalam melakukan sesuatu. Dan salah satunya adalah mendokumentasikan kegiatan melalui telepon genggam jadi sesuatu yang wajib untuk dilakukan. Bahkan kebiasaan ini nyaris dilakukan semua orang.

Untuk mereka yang kebetulan berprofesi sebagai personal trainer olahraga, ini tentu jadi salah satu kebutuhan akan pekerjaan. Lalu bagaimana dengan mereka yang tak berprofesi sebagai personal trainer olahraga? Kegiatan ini kerap jadi ajang untuk menunjukkan brand yang dikenakan hingga sejauh mana mereka telah menghasilkan keringat.

Bahkan penelitian dari profesor James Fowler dari University of California mengatakan tak hanya untuk diakui oleh sesama, media sosial jadi salah satu wadah yang mempengaruhi motivasi seseorang untuk berolahraga. Beliau mengatakan bahwa seseorang akan mencoba berolahraga dan makan sehat apabila dia melihat dan mendengar temannya melakukan hal tersebut.

Padahal Bentuk Tanda Suka dan Komentar Berisi Pujian yang Disampaikan Orang-orang Tak Selalu Benar

Konon hal ini lebih sering dirasakan oleh generasi muda yang dibesarkan kemajuan zaman lewat sosial media Facebook dan Twitter. Orang-orang ini kerap berpikir bahwa membagikan potret yang memperlihatkan aktivitas olahraga, jadi salah satu rangkaian kehidupan masa kini.

Kita boleh merasa bangga atas jumlah like yang diterima pada setiap postingan. Tapi jika semua itu tak berarti  untuk kehidupan nyata, untuk apa? Toh tanda suka yang orang lain kirimkan, bisa juga jadi salah satu bentuk tak suka yang mereka resahkan.

Di kolom komentar dirinya bisa saja memuji pencapaian yang kamu bagikan. Akan tetapi jauh didalam hatinya, hal-hal seperti ini dianggap sebagai salah satu bentuk kesombongan.

Biar Bagaimana pun Membakar Kalori Hanya Dilakukan dengan Gerakan Bukan dengan Posting Foto di Media Sosial

Seorang psikolog olahraga dari Amerika Serikat bernama Jerry Lynch, Ph.D., mengatakan bahwa sifat adiktif seseorang terhadap smartphone membuat pelari menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial ketimbang aktivitas berlarinya.

Ungkapan ini sekaligus jadi gambaran akan sikap-sikap yang kerap kita tunjukkan. Tak perlu olahraga dengan durasi waktu yang lama, jika sudah berhasil mengirimkan status atau foto di timeline media sosial rasanya sudah cukup, mungkin begitu pikir kita.

Karena Olahraga yang Baik Tentu Membutuhkan Fokus, Pikiranmu Tak Boleh Terbagi

Menurut Dr Michael Rebold, asisten profesor ilmu latihan integratif di Hiram University, “Menggunakan handphone berarti perhatian Anda terbagi. Hal ini dapat mengganggu kestabilan bentuk postur tubuh Anda, serta memungkinkan Anda jatuh atau mengalami cedera muskuloskeletal”.

Karena biar bagaimana pun, membagi fokus pikiran dengan smartphone saat tengah berolahraga, sebenarnya membuang-buang waktu saja. Agaknya kita memang harus memfokuskan pikiran pada aktivitas olahraga. Bukan malah sibuk berpikir akan bagaimana caranya mengambil angle foto yang pas untuk di-posting di Instagram.

Dan Posting Status Sesaat Sebelum Berolahraga Jadi Bukti Kamu Tak Sedang Sungguh-sungguh Berolahraga

Tak pelak lagi, jika sudah begini sebagian besar waktumu pun akan terpotong begitu saja hanya karena menunggu respon dari mereka atas apa yang sedang kamu lakukan.  Sebagai contoh kamu mungkin bisa berlari sepanjang 15 menit setiap pagi. Namun oleh karena keinginanmu untuk dilihat dan dipuji oleh teman-temanmu di media sosial, waktu yang seharusnya bisa pakai untuk berolahraga justru terpotong begitu saja. Ini jelas mengurangi kesungguhanmu berolahraga.

Sesuatu yang harus kita pahami, jika memang ternayata hanya untuk pamer saja, sebaiknya tak perlu olahraga. Kecuali kamu memang menjadikan hal tersebut sebagai kebutuhan. Entah itu instruktur senam atau olahragawan yang kerap memberikan tips seputar olahraga.

2 Comments

2 Comments

  1. Iskandar

    December 22, 2015 at 4:57 pm

    bener banget sih, ponsel emang candu
    kadang aku ditegur istri kalo keasyikan main ponsel

  2. Victory Nugroho

    January 7, 2016 at 10:32 am

    pernah saya coba.. dan mampu bertahan selama 3 hari ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau tulisan Kamu dimuat di Gobagi.com ? Tulis Artikelmu Disini

MOST SHARE

To Top