Feature

Followernya Banyak, Yang Mention Sering, Tapi Sedikit Yang Tahu Siapa Dia!

karakter penulisan

“Min, cara restart Tipe S6, gimana ya?”

“Sis, barangku kok gak sampe-sampe?”

Tak satu dua kali kita berhubungan dengan akun menggunakan komunikasi seperti itu. Bisa itu akun milik perusahaan, brand atau justru fanpage sejumlah public figur. Jumlah followernya tak sedikit, kalau diperhatikan mentionnya pun bisa ratusan perhari. Bayangkan akun telkomsel misalnya di mention 49 ribu kali lebih di bulan maret yang lalu saja.

Tapi sedikit yang tahu siapa orang yang berada di balik akun-akun tersebut. Secara pakem mereka disebut sebagai Social Media Specialits atau ada juga yang menyebutnya dengan Social Media Admin. Jumlahnya bisa jadi tidak cuma seorang dalam satu akun, bisa sampai dikelola tim yang berisi lebih dari sepuluh orang.

Enak ya kerjanya hanya posting, bersosial media kemudian dibayar. Mungkin kamu berpikir begitu. Tapi sesungguhnya, mereka juga manusia yang utuh, bukan akun digital yang tak punya rasa. Bahkan mungkin pekerjaannya tidak seasyik yang dibayangkan. Berikut beberapa fakta yang hanya sedikit orang tahu tentang social media specialist.

Karena Admin Itu Bukan Cuma Posting Status

sosmed admin

Ini bukan akun personal yang bisa sesuka hati diisi apa saja. Social Media Specialist adalah perwakilan dan corong utama sebuah brand di dunia gital. Wajar jika mereka diwanti-wanti untuk hati-hati menjalankan tugasnya.

Mereka harus membuat perencanaan konten yang matang. Secara garis besar ada sejumlah strategi yang harus mereka buat, mulai dari strategi menambah jumlah follower, meningkatkan engagement, sampai menghadapi komplain.

Setelah semuanya selesai, mereka sudah dinanti oleh beban report yang tak mudah. Ini semacam laporan pertanggung jawaban. Kemampuan komunikasi, digital hingga statistik wajib dikuasi oleh mereka.

Karena Kadang Batas Gender Tidak Jelas

gender sosmed

Siapa bilang akun belanja dengan target ibu-ibu adminnya perempuan? Siapa pulak yang yakin kalau akun situs modifikasi kendaraan bermotor yang sarat laki-laki, adminnya juga pria?

Ya jangan salah, ini tantangan lain yang dimiliki para Social Media Specialist. Apalagi untuk mereka yang bekerja di perusahaan besar dengan brand yang beragam. Bisa saja dipindah tugaskan untuk menangani brand yang berbeda dengan gendernya.

Mereka harus sigap melakukan pendekatan yang tetap. Pola komunikasi harus dengan cepat disesuaikan. Ini bukan perkara mudah, mungkin setara para aktor atau aktris. Bedanya, nama mereka tak pernah muncul di kredit title manapun.

Karena Kepo Sudah Jadi Jati Diri

sosmed kepo

Lelah memang menjadi seorang stalker yang selalu kepo terhadap akun orang lain. Tapi ini seperti jadi tugas resmi tak resmi seorang Social Media Specialist. Sejumlah akun kompetitor pasti dimasukan dalam list yang terus dipantau.

Ada tekanan bahkan perasaan sedih, ketika admin lain berhasil membuat gelombang viral dalam akunnya. Dorongan gemas untuk bisa berbuat sama seketika muncul pada saat itu juga. Hidup jadi tak tenang? Iya kadang seperti itu!

Karena Jam Kerja Pun Ikut Tak Jelas

social media admin

Buat yang mendambakan bekerja rutin masuk jam 9 pulang jam 5, jangan coba-coba melamar kerja sebagai Social Media Specialist. Apalagi untuk mereka yang menghandle sendiri alias tidak ada dukungan tim.

Dunia digital dan internet tak seperti kantor yang mengenal jam kerja dan tutup khan? Bisa saja diwaktu-waktu tertentu ada hal dengan urgensi tinggi yang perlu dieksekusi saat itu juga. Impian weekend dengan tenang, liburan menyenangkan sering kali hanya tinggal impian buat mereka.

Karena Kepribadian Jadi Berantakan Tak Jelas

kepribadian sosmed

Ya, batas antara dunia pekerjaan jadi samar. Sering kali gaya bicara, memanggil kawan bahkan update status dan twit di akun personal masih dengan gaya bahasa yang sama. Bayangkan seandainya akun personal dan akun brad yang dimanage berbeda gender misalnya.

Belum lagi, keterikatan terhadap produk jadi sangat tinggi. Mungkin dalam kehidupan sehari-hari pun mereka jadi fans paling militan dari produk yang ditanganinya. Tak sedikit pula Social Media Specialist yang menghandle lebih dari satu akun brand.

Aneh, tapi begitulah adanya. Jadi jika suatu saat ingin berumpah serapah komplain terhadap akun sebuah brand, ingatlah bahwa ada seseorang nyata di belakang akun itu. Ada orang yang mungkin harus standby 24 jam, tak jelas batas gendernya, dituntut menguasai banyak bidang sekaligus harus kepo. Pahamilah mereka!

2 Comments

2 Comments

  1. yulia

    May 8, 2015 at 10:56 am

    wah.. Jadi mikir-mikir lagi untuk terjun bebas jadi social media admin. Btw, klo ngga kepo ga bisa jd admin ya, hehehehe ?

  2. Sersan Tips

    May 9, 2015 at 6:47 am

    berat juga ya, bahkan bekerja hanya dengan mengetik-ngetik di android bisa berat juga…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top