Trending

Sedih Itu Ketika Banyak Yang Merayakan Hari Anak, Tapi Gagal Paham Hak Asasi Anak

Lini masa begitu riuh dengan perayaan hari anak ketika Tanggal 23 Juli kemarin. Sejak pagi harinya tagar #HariAnakNasional sudah menduduki trending topic di twitter dengan lebih dari 10 ribu cuitan. Google pun mengubah doodle logonya sesuai peringatan tersebut.

Namun sedihnya, di tengah riuhnya ucapan selamat hari anak itu, sepetinya masih sedikit yang menyinggung soal hak asasi anak. Bahkan mungkin hanya sedikit yang tahu tentang keberadaan hak yang satu ini.

Padahal seungguhnya hak anak tersebut usianya sudah sangat tua. Kala itu di tahun 1923, seorang perempuan bernama Eglantyne Jebb membuat pernyataan tentang hak-hak anak. Hanya berselang setahun setelahnya Liga Bangsa-Bangsa mensahkan pernyataan ini sebagai hak anak.

Di masa Perserikatan Bangsa-Bangsa, hak ini diumumkan pada tahun 1959. Sementara hari anak internasional sendiri baru disahkan pada tahun 1979. Jadi sesungguhnya perayaan hari anak itu jauh lebih muda dibandingkan kesadaran tentang hak anak.

Itu kenapa, memahami hak anak jelas sangat penting di tengah keriuhan perayaan seremonialnya. Lantas apa saja hak anak yang akhirnya dijadikan konvensi pada tahun 1989 dan kemudian diratifikasi oleh Indonesia itu?

Hak untuk BERMAIN

hak bermain

“Kamu jadi anak kerjaannya main melulu!” Sering mendengar kalimat sejenis dengan nada sinis dan kasar? Perlu kita pahami, menurut konvensi tersebut, sebelum seseorang berusia 18 tahun, memang sebagian besar hidupnya harus mendapatkan hak bermain.

Kita sebagai orang tua atau kakak justru harus mendorongnya untuk mengeksplorasi diri dan dunianya melalui bermain. Itu juga kenapa saat ini hari anak nasional sedang didorong untuk menjadi hari libur nasional, untuk mendukung semangat ini.

Hak untuk mendapatkan PENDIDIKAN

hak pendidikan

Sumber Gambar: Unicef

Percayalah kamu akan sedih sekaligus marah jika tahu fakta soal pendidikan anak di Indonesia. Setiap tahunnya, 1,5 juta adik-adik kecil putus sekolah. Data Mendikbud menyebut dari 100 persen hanya 80 persennya yang lulus sisanya putus sekolah. Itu pun dari 80 persen tadi hanya 61 persennya yang melanjutkan ke SMP. Angkanya lebih memprihatinkan lagi setelah tahu dari 61 persen itu hanya 21 persen yang masuk SMA dengan hanya 10 persen yang lulus SMA. Dan lalu kita mau bicara soal Pendidikan adalah hak anak?

Hak untuk mendapatkan PERLINDUNGAN

hak perlindungan

Sumber Gambar: Unicef

Kenapa kita begitu marah ketika mendengar kasus angeline kemarin? Ya, karena jauh dilubuk hati, kita percaya bahwa setiap anak berhak mendapat perlindungan. Sudahkah kamu, kita mampu melindungi anak, setidaknya orang-orang terdekat macam anakmu sendiri?

Hak untuk mendapatkan NAMA (IDENTITAS)

hak nama

Sumber Gambar: Unicef

Sulit membayangkan seseorang tanpa nama bukan? Tapi percayalah bahwa sebagian anak-anak kita masih sulit mendapatkan hak yang satu ini. Apalagi dalam bentuk persyaratan legal, karena masih banyak yang belum memliki akta kelahiran resmi. Sesungguhnya, ini juga termasuk tidak memberikan label buruk macam “si miskin”, “anak kampung”, “si pincang”, dan sejenisnya. Parahnya kita sering melihatnya dicontohkan di ranah hiburan sinetron kita kan?

Hak untuk mendapatkan status KEBANGSAAN

hak kebangsaan

Setali tiga uang dengan sebelumnya, pengakuan atas kebangsaan, kewarganegaraan ini juga diperoleh dari ketersediaan akta kelahiran tadi. Keadaanya makin rumit untuk anak-anak yang ayah dan ibunya datang dari dua kewarganegaraan yang berbeda.

Hak untuk mendapatkan MAKANAN

hak makan

Setiap orang tua wajib memberikan makanan kepada anaknya. Bukan terbatas hanya mengenyangkan perut tapi ini mencakup asupan yang bergizi. Nyatanya jumlah anak yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya masih tinggi.

Malah, masih banyak yang bekerja untuk keluarganya bukan hanya dirinya sendiri. Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional menunjukan dari total anak usia 10-17 tahun secara ekonomi aktif bekerja mencapai 2,77 persen. Kita tahu persis angka ini bisa membengkak jika melirik anak-anak dari usia balita sudah mengemis di jalan. Miris!

Hak untuk mendapatkan akses KESEHATAN

hak kesehatan

Sumber Gambar: Unicef

Ini juga jadi masalah serius, karena jangankan anak-anak, orang dewasa pun masih memiliki sejumlah keterbatasan dalam mengakses kesehatan di Indonesia. Apalagi kesehatan yang dimaksud disini tak hanya mencakup urusan fisik. Tapi termasuk pula urusan psikologi, mental, sosial hingga spiritualnya.

Hak untuk mendapatkan REKREASI

hak rekreasi

Pergi sejenak dari rutinitas. Ini jadi hak utama bagi anak. Tapi jangankan berpikir yang jauh, cobalah melirik yang dekat. Sudahkah kota-kota besar kita ramah terhadap anak? Berapa banyak fasilitas rekreasi yang diperuntukan bagi mereka? Seberapa sering sih kita lihat taman untuk sekedar mereka berlari-lari?

Hak untuk mendapatkan KESAMAAN

hak persamaan

Sumber Gambar: Unicef

Tidak boleh ada pembedaan terhadap anak. Baik itu karena latar belakang ekonomi maupun yang melekat seperti agama, ras, budaya dan suku. Tapi faktanya pembedaan itu masih terjadi. Apalagi di daerah-daerah yang rawan konflik, anak-anak terpapar aktif dengan pembedaan ini.

Hak untuk memiliki PERAN dalam PEMBANGUNAN

sayang orang tua

Anak adalah agen perubahan. Di tangan merekalah masa depan terletak. Karena itu sudah sepantasnya mereka punya peran lebih dalam gerak penentu laju kebijakan pembangunan bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sebagian Hal Unik Yang Mungkin Baru Kamu Sadari Setelah Masuk Bulan Puasa

Ini memang bukan bulan biasa. Karena kamu harus menahan hawa nafsu dan juga makan minum di waktu siang. Tapi diluar hal itu, sejatinya ada hal-hal menarik yang hanya bisa kamu temui di kala bulan puasa. Bisa jadi di bulan lainnya kamu merindukan saat-saat tersebut.

Baru Tahu Kan Ada Petuah-Petuah Bijak Karena Tiba-Tiba Banyak Yang Share Di Timeline

Puasa kali ini seolah jadi angin segar buat kamu yang sudah penat dengan konten di timeline sosial mediamu. Sebelumnya banyak informasi yang bikin panas hati, kawan yang berdebat tiada henti sampai urusan-urusan sosial pilitik yang nampak tak kunjung selesai.

Tapi semua mereda ketika memasuki bulan ramadan. Timeline menjadi lebih sejuk, karena tiba-tiba banyak kawan-kawan yang membagi kata-kata bijak. Banyak kalimat-kalimat bijaksana penuh motivasi dan introspeksi yang bahkan kamu baru tahu kan.

Makin seru karena tak semua kata-kata bijak itu disajikan dengan nuansa serius. Karena banyak juga yang digelar dengan nuansa canda tawa. Tak sedikit meme-meme unik berlalu lalang membuat kita tertawa kecil. Ya, meski dadakan sebagian kawan kita berubah jadi motivator handal.

Baru Tahu Kan Ada Tetangga Menarik Hati, Karena Bertemu Ketika Menuju Masjid

Akuilah kamu mungkin tak sedekat itu dengan tetangga. Bahkan mungkin siapa yang menghuni sebelah rumah juga kamu tak paham. Baik kiri maupun kanan sama gelapnya entah siapa namanya. Lihat wajah pun jarang.

Untungnya datang bulan puasa. Aktivitas sosial pun meningkat. Minimal bersama tetangga kita berbondong-bondong ke masjid melaksanakan ibadah sholat tawarih. Tanpa diniatkan sebelumnya, bisa jadi kamu baru tahu kan kalau ada tetangga sebaya yang nyatanya begitu menarik hati.

Curi-curi pandang di temaram lampu perumahan jadi latar yang menarik. Kemana saja kamu selama ini? Ternyata mereka yang menarik tak perlu dicari jauh-jauh bukan?

Baru Tahu Kan Makan Pakai Tempe Bareng Keluarga, Lebih Nikmat Dibanding Makan Ayam Sendirian

Selama sebelas bulan kamu mungkin biasa makan siang enak di kantor. Atau buat yang sudah tinggal sendiri, sangat nyaman menikmati menu-menu dari cafe pilihan yang biasa kamu santap. Makan malam bersama kawan atau klien jadi agenda rutin yang tak terlewat.

Tapi masuk bulan puasa kamu banyak menghabiskan waktu di rumah. Sarapan yang biasa dilakukan di tempat aktivitas, jadi berpindah di waktu sahur di rumah. Makan malam bisa bersama keluarga, karena jam kantor yang pulang lebih awal dan melaksanakan berbuka di rumah. Ketika itu kamu baru tahu kan kalau makan bersama keluarga meski dengan menu seadanya masih jauh lebih nikmat dibanding ketika kamu di luar sana.

Baru Tahu Kan Mantanmu Sekarang Jadi Super Menarik, Setelah Ketemu Di Acara Bukber

Bulan Ramdan berarti pula jadwal bukber alias buka puasa bersama. Aktivitas membatalkan puasa ini seringnya jadi ajang reuni kecil buat teman-teman lama. Banyak pula yang sebelumnya jarang bertemu, jadi bisa kembali temu kangen.

Dan beruntung atau sialnya, kamu baru tahu kan mantan kamu ternyata sekarang tampil menarik luar biasa. Ini memang jadi sindroma para mantan. Mereka terlihat begitu menarik ketika sudah tak lagi bersamamu. Memori lama bisa kembali muncul menghiasi isi kepalamu. Apa harus kembali mencoba merajut hubungan yang sudah terputus sekian lama? Pilihannya jelas ada di kamu.

Baru Tahu Kan Ternyata Kamu Butuh Internet Yang Cepat Ketika Berpuasa

Okay, selama ini kamu menerima begitu saja koneksi internetmu sebagai bagian dari keseharian. Tak ada yang perlu diperhatikan secara berlebih. Tapi kondisi berbeda kamu temui di kala bulan puasa.

Sebagian aktivitas mungkin saja berkurang, sehingga kamu punya lebih banyak waktu berselancar di dunia maya. Atau malah pekerjaanmu jadi lebih banyak dilakukan di dalam ruangan dan membuatmu lebih intens menggunakan internet.

Masalah memuncak ketika kamu menyadari koneksi internet kamu ternyata kurang oke. Kesal, maarah, sebal? Eits, ingat ini puasa. Tak cuma menahan lapar dan haus, kamu juga harus pandai mengelola perasaanmu.

Agar tak larut berkepanjangan, mungkin ini saat yang tepat buatmu berlaih ke internet 4G LTE yang lebih cepat. Coba deh kamu lirik tawaran menarik promo ramadan dari Smartfren 4G yang super cepat itu.

Tapi pilihan handphonenya tidak banyak? kamu tak perlu khawatir karena saat ini kartu perdana Smartfren 4g bisa digunakan di beragam jenis handphone. Selain Smartphone Andromax Smartfren juga bisa digunakan di Samsung, iPhone, Oppo, Lenovo & Motorolla. Untuk daftar lengkapnya, kamu bisa lihat di sini.

Handphone bagus tapi tak punya quota buat apa? Smartfren punya tawaran menarik buat pengguna perdananya. Tak tanggung-tanggung kamu bisa mendapatkan gratis internet setahun sampai sebesar 58GB. Ini masih di luar fasilitas ciamik lain macam gratis chat menggunakan aplikasi Whatsapp, Line dan BBM 500MB. Plus kamu yang iseng ngabuburit bisa mengahabiskan waktu menelfon atau Videocall sesama jaringan Smartfren 4G dengan gratis.

kamu siap menjajal Smartfren 4G di ramdhan sekarang? Nah tahun ini, Smartfren 4G bahkan mengajakmu menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan penuh kebaikan. Salah satunya, kamu mencari tahu tentang hal-hal berbeda di sekitarmu untuk menambah wawasan dan mengurangi buruk sangka. mewujudkan Ramadhan baru dengan mencari tahu hal-hal baru dari orang-orang dan hal-hal lain di sekitarmu melalui aktivitas #BaruTahuKan di sini.

Semakin banyak momen #BaruTahuKan yang kamu dapat, semakin besar kesempatanmu memenangkan hadiah total jutaan rupiah! Salah satu hadiah kerennya itu iPhone 7. Jadi kamu baru tahu kan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sebab Melepaskan Itu Tak Pernah Mudah, Maka Ketahuilah Meski Bahagia Ibumu Pun Berat Melepasmu Menikah

Nak, pacarmu sekarang siapa? Kamu kapan seriusnya? Jadi mau sama yang mana? Pacaran terus, kapan nikahnya? Dan sederet pertanyaan lain sebagai bukti kasih sayangnya saat kamu sebagai putrinya sudah masuk ke usia yang “harus” menikah. Tetapi setelah kamu menemukan si dia yang kamu yakini bisa melewati sisa usia bersama, Ibu masih tetap mengkhawatirkanmu.

Tak bisa dipungkiri ada perasaan-perasaan dari seorang ibu yang tidak bisa diungkapkan saat harus melepaskan putrinya untuk hidup bersama laki-laki pilihannya. Meskipun tidak terucap, tetap ada perasaan yang sulit tergambarkan dan juga diucapkan kepada siapapun saat mengetahui kenyataan anaknya akan memulai hidup yang baru dengan orang lain sebagai jodohnya.

Hal pertama yang dirasakan seorang Ibu begitu putrinya menikah adalah bahagia. Putri kecilnya yang sejak dulu dijaga dengan hati-hati kini akan melepas masa lajang bersama laki-laki pilihannya

“Iya Jeng, alhamdulillah anak saya beberapa bulan kedepan mau menikah. Ini saya lagi repot urusin pernikahannya dia, nanti jangan lupa datang ya!” kira-kira seperti itulah percakapan ibumu dengan teman-temannya. Salah satu bentuk ungkapan rasa bahagia yang meliputi hatinya, karena akhirnya anak yang dia rawat dari kandungan hingga besar sudah menemukan tambatan hatinya dan siap untuk melepas masa lajang. Saking bahagianya terkadang ibumu yang paling antusias mengurusi segala bentuk printilan untuk acara pernikahanmu. Sungguh tidak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi seorang ibu, saat melihat anaknya bahagia.

Namun ini juga seperti koin yang memiliki dua sisi berlawanan. Rasa bahagia dan sedih bercampuraduk menjadi satu. Tak mudah melepaskan anak gadis yang sepanjang waktu nyaris tak pernah jauh darinya!

Bahagia memang saat tahu anaknya akan menikah. Namun dilubuk hati terdalam rasa sedih tak kalah menyelemuti perasaannya. Perasaan dan kenyataan yang harus diterima bahwa anaknya akan pergi meninggalkan rumah dan bersatu dengan jodohnya. Anaknya selalu merajuk untuk dimasakkan makanan kesukaannya, anak yang selalu mencari ibunya setelah sampai rumah dan anak yang selalu ada saja bahan yang diperdebatkan dengannya.

Rasa sedih tak pelak juga datang bersama rasa bahagianya, disela persiapan pernikahan yang sedang kamu siapkan. Ibumu juga menyiapkan hati untuk melepaskanmu hidup bersama orang lain. Mungkin nanti kamu akan sibuk dengan keluarga baru, sehingga sudah jarang berkunjung ke rumah hanya untuk sekedar melepas rindu. Rasa kehilangan tetap saja ada meskipun tak sebesar rasa bahagianya.

Karena membesarkan anak perempuan bukan perkara mudah, muncul rasa gamang dalam hati Ibu. Apakah laki-laki pilihanmu bisa membahagiakanmu Nak?

Ketika hari pernikahan semakin dekat, ibumu akan mulai mengenang bagaimana bahagianya saat tahu kamu hadir di dalam rahimnya. Merawatmu agar tetap sehat selama dalam kandungan, melahirkanmu dengan penuh perjuangan, serta merawatmu dengan kasih sayang hingga kamu bisa seperti sekarang. Semua masa-masa itu dilewati dengan derai tangis dan tawa dan bukan jalan yang mudah dilalui sebagai seorang ibu. Perasaan ingin mendidikmu sebaik mungkin, memberikan yang terbaik menjadi salah satu tujuan terbesar dalam hidupnya.

Bahkan ketika kamu menikah, ibumu masih saja akan mengkhawatirkan apakah rumah tanggamu akan baik-baik saja? Apakah pasanganmu akan merawatmu dengan baik dan benar sesuai dengan harapannya? Apakah kamu akan bahagia hidup bersamanya menghabiskan sisa usia?

Meskipun tak mudah untuk melepaskanmu, dukungan dan doa Ibu akan membuatmu kian mantap membuka lembaran baru. Bukankah doa Ibu adalah sumber kebahagiaan bagi anak-anaknya?

Saat kamu menikah dan sudah bersama dengan pasanganmu. Jarak akan semakin jauh, waktu bertemu juga tak lagi mudah, tetapi doanya tidak akan pernah terputus. Tanggung jawab mungkin saja berubah dan juga berbeda, tetapi harapannya agar kamu hidup bahagia akan selalu dia panjatkan tanpa jeda. Baginya meskipun kamu sudah mengarungi hidup yang baru baik sebagai pemimpin keluarga ataupun pendamping pria yang luar biasa, kamu akan tetap menjadi seorang anak yang dia sayang tanpa pernah berkurang sedikit pun. Doa serta harap agar hidupmu selalu dilimpahkan kebahagiaan dan juga kelancaran dalam segala urusan, serta kekuatan dalam menghadapi cobaan akan tetap terpanjat disetiap doa hingga ajal menjemput.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mengapa Jalin Hubungan di Era Modern Justru Rentan Rapuh?

Jika di rata-rata dari jumlah kasus di pengadilan Agama, setiap 2 menit sekali terjadi perceraian di Indonesia. Iya, kamu tidak salah baca jumlahnya memang sebanyak itu. Secara prosentase, 15 persen dari pernikahan, harus kandas di pengadilan.

Tentunya ini sebuah ironi. Ketika di era modern segala hal dikatakan telah terhubung, perceraian justru mengalami peningkatan. Sejatinya para pasangan seharusnya dengan mudah mengail informasi tips-tips langgeng berumah tangga yang bertebaran di internet. Namun hal ini tak mampu mendongkrak suksesnya angka pernikahan. Apa yang menyebabkan usaha mempertahankan bahtera cinta justru lebih rumit di era saat ini?

Cara Kita Berkomunikasi dengan Pasangan Tidaklah Efektif, Meski Ada Smartphone yang Memudahkan Komunikasi

Komunikasi yang baik adalah fondasi bagi suksesnya suatu hubungan. Banyak terjadi kasus dimana emosi dipendam terlalu lama dan akhirnya malah menjadi bom waktu yang berbahaya. Ini terjadi karena tidak terjalinnya komunikasi yang baik.

Meski kini sudah ada ponsel cerdas yang seharusnya bisa memudahkan kita berkomunikasi dengan pasangan, justru keberadaannya malah menjaauhkan kita dari pasangan. Seberapa sering kamu berhubungan dengan pasangan (resmi) kamu dibandingkan dengan pasang status atau membalas komentar? Mana yang lebih penting buatmu, mengetahui kabar terakhir pasangan, atau tak mau ketinggalan informasi viral terakhir di timeline? Seringkali, kita asyik sendiri dengan smartphone daripada harus mengobrol dan mengakrabkan diri dengan pasangan.

Kita Terpaksa Bertahan dengan Orang yang Tidak Sungguh-sungguh Kita Cintai

Kebanyakan dari kita enggan menghabiskan waktu sendirian bukan? Karena ketakutan akan kesendirian ini, banyak orang yang memilih untuk menjalin hubungan dengan orang lain dalam keadaan “terpaksa” hingga akhirnya mereka tidak benar-benar bahagia.

Alasan lainnya mengapa seseorang harus bertahan dengan orang yang tidak sungguh-sungguh dia cintai adalah karena faktor usia, tekanan dari orangtua untuk segera menikah, dan lingkungan. Keadaan-keadaan yang memaksa untuk menjalin sebuah hubungan yang tidak disukai. Hubungan yang dilandasi keterpaksaaan hanya akan berakhir dengan perpisahan.

Gawatnya, tekanan ini diamplifikasi oleh teknologi terkini. Kita bisa dengan mudah menyaksikan kawan kita silih berganti menikah. Lalu di group-group messanger, tak jarang satu dua selentingan di alamatkan pada yang belum menikah. Walhasil, tekanan-tekanan macam ini membuat seseorang memilih untuk menikah padahal belum yakin dengan pasangannya.

Tidak Dilandasi dengan Kepercayaan Satu Sama Lain, Kecanggihan Teknologi Justru Membuat Kita Mudah Cemburu

Selain komunikasi, kunci lainnya agar hubungan dapat bertahan lama adalah kepercayaan satu sama lain. Sayangnya, banyak dari kita yang  tidak menjalankan hal ini ketika menjalin suatu hubungan.

Berapa banyak kita cemburu pada pasangan hingga sampai-sampai kita hampir gila dibuatnya? Hanya karena dia tidak memberi kabar dalam sehari atau karena dia lama membalas pesan WhatsApp yang kita kirim 5 menit yang lalu?

Kecemburuan berasal dari ketidakpercayaan pada pasangan. Ketika foto pasangan mendapatkan “like” atau reaksi lain dari lawan jenis, kita serta merta mudah mengasumsikan dia berselingkuh. Sewaktu melihat mantan pasangan menjadi pengikutnya di sosial media, kita pun merasa terintimidasi. Dan di saat dia tidak segera membalas pesan kita padahal jelas Last Seen-nya baru saja online, masalah besar pun terjadi.

Padahal sesungguhnya, jika hubungan ingin langgeng, kuncinya adalah membangun kepercayaan satu sama lain. Jika sudah percaya, maka tidak ada alasan lagi untuk terlalu cemburu pada pasangan.

Terlalu Sibuk Bekerja Mengejar Materi, Karena Silau Dengan Orang Lain

Konyol memang jika mengatakan hidup tak butuh materi. Namun berkonsentrasi penuh hanya melulu mengejar materi pastinya akan mengabaikan faktor-faktor lain yang sangat penting dalam berhubungan.

Sayangnya, teknologi lagi-lagi berperan dalam memperbesar tuntutan mendapatkan materi lebih ini. Banyak kawan yang memposting perjalanan terakhirnya ke luar negeri misalnya. Lalu tak terhitung juga yang berpose di depan mobil atau rumah barunya. Belum lagi urusan fashion yang tak kalah banyaknya.

Walhasil, tuntutan menghasilkan materi yang setara juga menjadi makin besar. Padahal mungkin pasangan malah tak pernah menuntut lebih. Mereka justru waktunya terbengkalai karena kita makin sibuk memacu diri mendapatkan materi.

Tidak Sabar untuk Mengerti Satu Sama Lain

Masalahnya saat ini, kita sudah dibiasakan dengan segala sesuatu yang cepat.  Makanan cepat saji,  kopi instan, kerja cepat, jalan yang cepat, dan sebagainya. Kebiasaan kita yang  ingin segalanya serba cepat membuat kita jadi tidak sabaran, termasuk dalam soal  percintaan. Segala sesuatu yang cepat dalam soal cinta bisa terlihat ketika kita ada masalah.

Saat ada masalah dengan pasangan, kita rasanya ingin cepat menyelesaikannya. Bukan karena peduli pada hubungan yang sedang dijalani, namun kita terlalu sayang pada waktu kita jika dipakai hanya untuk bertengkar. Alhasil banyak dari kita yang menghindari konflik dengan mengalah secara terpaksa agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan. Ada juga yang menyelesaikan masalah dengan uang.

Padahal, jika kita bisa meluangkan waktu sedikit lebih banyak dan tidak terburu-buru, kita bisa menyelesaikan masalah dengan berdiskusi dan mencari jalan keluar yang disepakati secara bersama-sama. Cara seperti ini merupakan salah satu cara yang baik, agar tidak menyisakan dendam di hati.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Lowongan Pekerjaan Tersulit, Kamu Sanggup?

Pekerjaan ini memang sangat sulit namun, punya gaji yang sangat besar. Berikut adalah kriteria yang dicari

Jabatan

Direktur Operasional

Tugas dan Tanggung jawab

Mampu bekerja mobile dengan banyak bergerak. Kemungkinan banyak bekerja berdiri. Membutuhkan stamina tinggi karena sering harus menunduk dan juga mengangkat berat dalam waktu lama, seminimalnya dalam lima tahun pertama bekerja.

Kriteria dan Kemampuan

Memiliki kemampuan negosiasi di atas rata-rata. Punya keahlian khusus di bidang perawatan medis dan kemapuan pengaturan bidang gizi dan asupan makanan. Serta keahlian bidang akutansi dan keuangan.

Selain itu diwajibkan punya kemampuan mentoring yang baik disegala bidang seperti psikologi, seni budaya, bahasa, sejarah, moral dan sosial, karena akan dibutuhkan untuk mentransfer kemampuan dan melatih keahlian-keahlian yang dibutuhkan oleh rekanan.

Dalam waktu-waktu tertentu harus mampu bernegosiasi hingga larut malam dengan rekanan. Punya sikap positif dan mampu bekerja dalam tekanan dan situasi yang tanpa rencana ketika berhadapan dengan rekanan.

Durasi Kerja

Diwajibkan memiliki etos kerja pantang mengeluh dan pantang menyerah. Karena dalam waktu-waktu tertentu dibutuhkan bekerja hingga larut malam, masuk di hari libur bahkan tetap bekerja di hari-hari besar dan cuti bersama. Selalu harus siap beban pekerjaan bertambah ketika hari-hari besar tersebut. Istirahat dan waktu makan bisa dilakukan hanya jika rekanan sudah istirahat dan makan.

Penghasilan

Nol Rupiah namun mendapatkan kebahagian yang luar biasa

Sebutan Lain Jabatan

Ibu

Sebutan Lain Rekanan

Keluarga

ibu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top