Feature

Rangga, Yang Kamu Lakukan Ke Saya Itu Jahat!

Film Indonesia mungkin tak kan pernah sama jika film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) tidak pernah di rilis tahun 2002 lalu. Berlebihan? Well, Buat mereka yang tak mengalami kerian dan hype film Ada Apa Dengan Cinta pertama mungkin sulit membayangkan seberapa besar film itu dahulu.

Namun sesungguhnya banyak hal yang menjadikan film ini bukan sekedar film Indonesia biasa dan lainnya. Yuk, adik-adik yang dulu belum merasakan keriaannya, kita ceritakan apa yang membuat film ini layak jadi legenda perfilman Indonesia.

Tanpa AADC, Saat ini Kamu Mungkin Hanya Bisa Menonton Pocong Yang Merindukan Kuntilanak

aadc poster

Sekarang ini film Indonesia memang juga belum jadi raja di negeri sendiri. Tapi 14 tahun lalu, kondisinya jauh lebih miris bikin kita mengelus dada. Seniman-seniman film ramai-ramai menyambangi televisi dan tak berani berjudi menggelontorkan budget besar untuk membuat layar lebar.

Boleh dibilang film yang memang layak tayang dan masuk kategori box office cuma ada satu setiap tahunnya. Iya cuma satu! Tahun 2000 ada film anak-anak Petualangan Sherina, kemudian 2001 film horor Jelangkung dan tahun berikutnya 2002 film Ada Apa Dengan Cinta.

Jadi jangan membayangkan kondisi seperti sekarang ketika kita bisa punya banyak sekali pilihan. Karena selain film macam AADC ini, kita hanya punya alternatif film-film horor sex berbudget rendah yang cuma layak tayang di situs-situs porno. Bisa dibilang AADC jadi penyelamat dunia perfilman Indonesia, dan mejaga semangat para sineas Indonesia. Simplenya, tanpa AADC kamu, aku, kita saat ini mungkin cuma bisa menonton pocong yang pacaran sama kuntilanak di layar lebar Indoensia.

AADC, Bikin Kita Penyuka Sastra Naik Level Jadi Selebriti

AADC Cinta

Dulu itu sastra macam puisi, prosa bahkan novel sekalipun seolah hanya milik kalangan tertentu. Daya tariknya tidak semasif seperti sekarang ini. Nah, film AADC harus diakui telah membuat masyarakat Indonesia lebih senang dengan puisi dan kawan-kawannya.

Hal ini juga diamini Aan Mansyur, yang dipercaya membuat puisi untuk film AADC 2 yang akan tayang. Menurutnya bagaimana pun AADC punya sumbangsih besar sekali membuat wajah puisi Indonesia seperti sekarang.

“Jadi orang tiba-tiba juga membaca puisi, anak-anak muda dulu atau orang dulu mungkin pikir puisi cuma yang tua-tua banget. Kita enggak membayangkan anak-anak muda bawa-bawa buku puisi, baca puisi. Terlibat di sini sekarang artinya membuat saya sebagai orang yang menulis puisi bisa lebih percaya diri,” terang Aan.

Rangga Menunjukan Jadi Keren Itu Tak Cuma Dominasi Anak Gaul, Anak Basket, Anak Band Dan Anak OSIS

aadc rangga

Yup, jalur kepopuleran anak remaja masa itu memang hanya didominasi ekskul basket, ekskul musik atau yang tergabung di OSIS. Sisanya hanya penghias buih-buih keramaian sekolah.

Namun karakter Rangga mendobrak semua itu. Ia yang hanya menonton dari pinggir ketika ada tanding basket. Ia yang hanya menonton tenang di dalam café penuh musik dan ia yang penampilannya berantakan berambut keriting bisa muncul sama kerennya dengan atlit basket berambut rapih dan pendek. Rangga jadi pahlawan anak-anak introvert yang lebih suka berdiam diri di kesunyian.

Tapi Cinta Membela, Bahwa Menjadi Anak Gaul Itu Tak Berarti Jadi Jahat

aadc cinta rangga

Karakter Cinta muncul sebagai antitesa rangga. Gambaran anak sekolah yang populer. Namun karakter ini menjadi penyeimbang citra buruk anak gaul yang cenderung negatif pada masa itu. Cinta bisa pergi ke café, bisa pergi ke konser musik namun di sisi lain bisa berbincang akrab dengan Mang Diman penjaga kebersihan sekolahnya.

Untuk mereka yang menilai negatif anak-anak gaul, Cinta kemudian bertanya:

“Oh udah bisa, baca pikiran anak-anak gaul kayak gue sama temen-temen gue?”

Rangga Dan Cinta Bikin Kita Kaget Karena Bisa Menonton Ciuman Sayang Di Layar Yang Begitu Besar

aadc cium

Lah khan adegannya cuma begitu saja, tidak juga menjurus seks? Jangan lah membayangkan keterbukaan sudah seperti sekarang. Ya, di masa itu film Indonesia sangat alergi dengan adegan sayang bin mesra. Beranjak dari era tahun 70-an, film-film 80 hingga 90-an tak lagi bisa menayangkan adegan-adegan kasih sayang. Umumnya film Indonesia mengganti adegan pelukan, ciuman dan sejenisnya dengan tayangan kain korden, vas bunga yang pecah, atau lainnya untuk menggambarkan kemesraan.

Tapi entah keberanian apa yang muncul di benak Miles production kala itu. Tiba-tiba di akhir film kita bisa melihat Rangga berpamitan dengan Cinta lewat ciumannya. Dan iya, itu ciuman bibir. Sontaklah dunia perfilman geger!

AADC Menunjukan Bahwa Film Remaja Juga Pantas Masuk Ruang-Ruang Diskusi

aadc adegan bandara

Film AADC memang masuk genre film remaja. Namun keseriusan menggarap film ini membuatnya layak masuk ke bedah-bedah film dan diskusi-diskusi di kampus. Film ini juga menang di festival film Indonesia untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik (Dian Sastrowardoyo), Sutradara Terbaik (Rudi Soedjarwo), Tata Musik Terbaik (Melly Goeslaw dan Anto Hoed), Film Pilihan Masyarakat, dan Skenario terbaik (Jujur Prananto, Rako Prijanto dan Riri Riza)

Ini di luar nominasi Film Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik (Nicholas Saputra), Pemeran Pembantu Pria Terbaik (Mang Diman), Pemeran Pembantu Wanita Terbaik (Ladya Cheryl).

Dalam sebuah diskusi di tahun 2002 di kampus UI, salah satu peserta dengan seriusnya bahkan sampai membedah kesalahan-kesalahan dalam film-film AADC. Misalnya bagaimana Rangga berjalan boarding ke kanan, sementara panah penunjuk boarding menunjukan ke arah kiri.

AADC Memberi Pelajaran Soundtrack Dan Scoring Bukan Hanya Tempelan Di Film

aadc musik

Setelah era film Badai Pasti Berlalu yang musiknya digarap Erros Djarot, atau film Catatan Si Boy yang soundtrack dinyanyikan Ikang Fawzi, rasanya sulit menemukan film Indonesia yang serius menggarap lagu-lagu untuk filmnya.

Namun tidak demikian dengan AADC. Melly Goeslaw ditunjuk jadi penata musiknya. Ia mengaku banyak mendengarkan dan menonton film Badai Pasti Berlalu. Lagu-lagu AADC tak sekedar ada untuk mengisi kekosongan. Melly muncul sebagai satu bentuk kekuatan dalam film ini. Untuk mereka yang menonton filmnya sulit rasanya tidak terpanggil kembali memorinya jika mendengarkan lagu-lagu AADC.

Rangga, Yang Kamu Lakukan Ke Saya Itu Jahat!

aadc 2 trailer

Dan setelah 14 tahun berlalu Miles Production kembali akan meluncurkan sekuel film ini pada 28 April nanti. Satu hal yang ingin aku ungkapkan

Rangga, yang kamu lakukan ke saya itu jahat! (Kenapa baru sekarang ada sekuelnya? Aku kan kangen!)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bagaimana Motor Ini Mampu Memecahkan Rekor MURI?

Sepeda motor yang satu ini tergolong anyar, baru diluncurkan pada Maret 2017. Meski masih “produk baru” tapi bukan berarti Suzuki GSX S 150 “anak bau kencur” atau “anak bawang” dalam hal prestasi.

Motor sport dengan desain naked (telenjang) non fairing ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Republik Indonesia (MURI) dalam kategori aksi freestyle menggunakan 50 motor dengan 50 pengendara dalam waktu bersamaan.

Aksi pecahkan rekor MURI dilakukan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada hajatan Otobursa Tumplek Blek di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta lalu. Pemecahan rekor MURI, berupa aksi freestyle melibatkan 50 motor Suzuki GSX S 150 dengan jumlah peserta 50 orang yang belum pernah dilakukan dalam satu waktu bersamaan. Mereka secara bersama-sama melakukan beragam aksi yang sulit dan menegangkan di hadapan pengunjung yang hadir.

Dalam pemantauan Tim MURI, aksi yang dilakukan para peserta ini sudah memenuhi syarat yaitu jumlahnya banyak yakni 50 biker dan menggunakan 1 jenis motor yang sama secara berbarengan. Uniknya aksi freestyle ini menggunakan Suzuki GSX S 150 dalam kondisi standar ting-ting, alias tanpa modifikasi apapun. Standar pabrik asli.

Sebanyak 50 freestyler yang menunggang GSX S 150 berasal dari berbagai daerah, seperti Garut, Bandung, Bekasi, Jakarta, Bogor, Lampung dan Tangerang. Ajang ini sekaligus membuktikan secara langsung dan otentik, bahwa Suzuki GSX S 150 dalam kondisi standar merupakan motor yang user friendly, sangat mudah dikendarai dan dikendalikan.

Hal ini dimungkinkan karena dimensi dari motor garapan Suzuki menggunakan rangka Single Cradle. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup bongsor untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Kestabilan ini berlanjut hingga urusan kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90.

Joki freestyle mengakui beberapa gaya dasar dalam freestyle tidak sulit dilakukan dengan GSX S 150 seperti wheelie, stoppie, circle dan burn-out. Tentunya tak mudah melakukan trik “menghabiskan ban” itu tanpa mesin dengan tenaga besar.

Tak masalah karena Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Kami ingin menunjukan keunggulan dari Suzuki GSX S 150 yaitu bobot yang ringan, handling yang mumupuni dan proposi kendaraan yang didesain khusus untuk pasar Indonesia. Sehingga sangat mudah dan nyaman dikendarai, termasuk ketika digunakan untuk melakukan aksi freestyle,” kata Sales & Department 2W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales Yohan Yahya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bagaimana Motor Ini Mampu Memecahkan Rekor MURI?

Sepeda motor yang satu ini tergolong anyar, baru diluncurkan pada Maret 2017. Meski masih “produk baru” tapi bukan berarti Suzuki GSX S 150 “anak bau kencur” atau “anak bawang” dalam hal prestasi.

Motor sport dengan desain naked (telenjang) non fairing ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Republik Indonesia (MURI) dalam kategori aksi freestyle menggunakan 50 motor dengan 50 pengendara dalam waktu bersamaan.

Aksi pecahkan rekor MURI dilakukan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada hajatan Otobursa Tumplek Blek di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta lalu. Pemecahan rekor MURI, berupa aksi freestyle melibatkan 50 motor Suzuki GSX S 150 dengan jumlah peserta 50 orang yang belum pernah dilakukan dalam satu waktu bersamaan. Mereka secara bersama-sama melakukan beragam aksi yang sulit dan menegangkan di hadapan pengunjung yang hadir.

Dalam pemantauan Tim MURI, aksi yang dilakukan para peserta ini sudah memenuhi syarat yaitu jumlahnya banyak yakni 50 biker dan menggunakan 1 jenis motor yang sama secara berbarengan. Uniknya aksi freestyle ini menggunakan Suzuki GSX S 150 dalam kondisi standar ting-ting, alias tanpa modifikasi apapun. Standar pabrik asli.

Sebanyak 50 freestyler yang menunggang GSX S 150 berasal dari berbagai daerah, seperti Garut, Bandung, Bekasi, Jakarta, Bogor, Lampung dan Tangerang. Ajang ini sekaligus membuktikan secara langsung dan otentik, bahwa Suzuki GSX S 150 dalam kondisi standar merupakan motor yang user friendly, sangat mudah dikendarai dan dikendalikan.

Hal ini dimungkinkan karena dimensi dari motor garapan Suzuki menggunakan rangka Single Cradle. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup bongsor untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Kestabilan ini berlanjut hingga urusan kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90.

Joki freestyle mengakui beberapa gaya dasar dalam freestyle tidak sulit dilakukan dengan GSX S 150 seperti wheelie, stoppie, circle dan burn-out. Tentunya tak mudah melakukan trik “menghabiskan ban” itu tanpa mesin dengan tenaga besar.

Tak masalah karena Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

“Kami ingin menunjukan keunggulan dari Suzuki GSX S 150 yaitu bobot yang ringan, handling yang mumupuni dan proposi kendaraan yang didesain khusus untuk pasar Indonesia. Sehingga sangat mudah dan nyaman dikendarai, termasuk ketika digunakan untuk melakukan aksi freestyle,” kata Sales & Department 2W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales Yohan Yahya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Hal Paling Unik Yang Bikin Pangling Dari Film Spider-Man: Homecoming

Film Spider-Man kali ini akan jadi film yang ke enam untuk konsumsi layar lebar. Namun sejak trailernya dimunculkan setahun lalu, film ini diprediksi akan jadi film Spider-Man yang istimewa. Banyak faktor yang disematkan pada film ini, yang diklaim akan menjadikan film ini “bukan film Spider-Man biasa”.

Terbukti dengan angka rating yang mencapai 8,3 di IMDb serta nilai 95 persen dari para pengguna goegle. Bahkan masuk kedalam jejeran film ke 5 dengan review tertinggi meski filmnya belum dirilis. Lalu apa sebenarnya yang baru dalam filmnya kali ini? Tanpa bermaksud untuk membuat spoiler bagi siapapun . Berikut beberapa yang mungkin belum terpikirkan olehmu dari film Spider-Man “Homecoming” yang baru.

Seperti judulnya yang homecoming, Spider-Man beneran pulang ke rumah marvel setelah sekian lama

Sepertinya bukan tanpa alasan kenapa judul film Spider-Man kali ini homecoming. Judul ini seperti kode buat pecinta film dan Spider-Man kalau setelah sekian lama akhirnya Spider-Man beneran pulang ke rumahnya di marvel. Loh bukannya tokoh manusia laba-laba ini memang ciptaan Marvel?

Yup benar, namun Spider-Man punya sejarah “pindah tangan”. Beberapa tahun silam, perusahaan marvel sempat kesulitan keuangan. Ujungnya mereka harus menjual banyak lisensi tokoh-tokoh jagoannya. Sebagaiamana Fox yang berhasil membeli X-Men, Fantastic Four, dan juga deadpool dari Marvel.

Sayangnya Spider-Man yang notabene merupakan jagoan utama Marvel, ikut imbas aksi penjualan ini. Pada saat pembuatan filmnya, marvel menjual superhero ini ke beberapa perusahaan produksi film termasuk Sony Picture. Karena itu film-film Spider-Man yang sebelumnya bukanlah buatan Marvel.

Setelah marvel berhasil bangkit lewat beberapa film box office garapan rumah produksinya sendiri dan kembali menjadi perusahaan raksasa, marvel mulai nih membujuk sony picture untuk mengembalikan si anak sulung Spider-Man ke pangkuannya.

Para fans pun mendesak untuk Spider-Man digarap oleh marvel, karena menilai film-film garapan Marvel jauh lebih keren dari rumah produksi lain. Apalagi sejumlah pihak menilai film terakhir The Amazing Spider Man yang digarap Sony Pictures adalah sekuel superhero yang terlalu drama. Dengan kisah cinta antara Peter Parker dan Gwen Stacy yang terlalu mendominasi, sementara karakter musuh yang dihadirkan tidak terlalu kuat, film terakhir itu pun menjadi flop.

Bagaimana dengan Spider-Man Homecoming? Memang lisensi Spider-Man belum sepenuhnya dimiliki lagi oleh Marvel. Namun kali ini akhirnya Sony Picture bersedia berkolaborasi dengan Marvel menggarap film Spider-Man yang terbaru ini. Tak heran kalau film ini kemudian bikin penasaran luar biasa. Karena kali ini ditangani oleh penciptanya kembali.

Film Ini Jadi Lanjutan Kisah Captain America : Civilwar

Aksi “pulang kampung” Spider-Man ke marvel inilah yang membuatnya bisa tampil lagi di film marvel sebelumnya. Ya, Tom Holland yang jadi Peter Parker alias Spider-Man telah menunjukkan aksinya dalam Captain America: Civil War yang tayang pada Mei 2016 lalu. Dan ternyata hal tersebut jadi sinyal pembuka untuk film barunya ini.

Masuk dalam kubu Iron Man dalam Civil War ternyata bukanlah hanya sebuah kebetulan. Ini jadi menuju film kali ini, karena nyatanya Iron Man juga akan muncul dalam film Spider-Man “Homecoming”. Dalam film solonya ini, Peter Parker akan menceritakan bagaimana kehidupannya, selama tujuh bulan sejak kejadian di Captain America: Civil War. Berusaha menjalani kehidupannya sebagai remaja laki-laki, yang masih duduk di bangku SMA dengan identitas superhero yang masih dirahasiakannya.

Kehadiran Iron Man Jadi Mentor Sekaligus Tokoh Yang Memberikan Kostum Super Canggih Pada Spiderman

Sejak poster dan trailernya resmi dirilis, kostum si manusia laba-laba jadi salah satu hal yang menarik perhatian. Dan ternyata kostum kali ini berbeda dari film-film sebelumnya yang ceritanya dijahit sendiri oleh Peter Parker. Karena pada Film kali ini Tony Strak alias Iron Man hadir sebagai tokoh yang membuatkan kostum baru lengkap dengan teknologi super canggih untuk Spider-Man.

Tak jauh beda dengan sosok Iron Man, yang memiliki kostum khusus otomatis modern. Pada Spider-Man “Homecoming”, Peter Parker juga memiliki baaju super canggih. Misalnya mata yang dapat membesar dan mengecil secara otomatis yang mampu mendeteksi musuhnya. Dan Spider Gadget yang berfungsi sebagai alat GPS, yang memunculkan tampilan hologram.

Kostum ini juga memiliki sayap yang mempu membuatnya terbang dalam beberapa waktu. Tak cuma itu, Tony Stark juga membuat beberapa perubahan pada kostum Spider-Man, seperti web shooter (tembakan jaring laba-laba) di mana Spider-Man kali ini bisa memilih tipe jaringnya serta sistem laser sebagai targetnya. Plus, dalam baju Spider-Man yang terbaru ini, dibenamkan artificial inteligence alias kecerdasan buatan serupa Jarvis di baju besi Iron Man.

Kali ini Jalan cerita dan juga pemainnya selaras, jadi bikin suasana Spider-Man benar-benar hidup di dunia nyata

Kalau biasanya film superhero kebanyakan itu identik dengan usia yang sudah dewasa, beda dengan superhero satu ini yang justru mendapatkan kekuatan supernya di usia remaja. Karakter remaja ini yang buat tokoh Spider-Man punya nyawa dan warnanya sendiri dibandingkan dengan kisah superhero kebanyakan.

Sayangnya film-film sebelumnya tak berani memasang aktor remaja sungguhan. Kalau kamu ingat saat film Spider-Man pertama muncul di tahun 2002 aktor tobey Maguire yang jadi pemeran Spider-Man pada kala itu usianya 26 tahun. Sementara Andrew Garfield yang juga jadi pemeran di the amazing Spider-Man usianya saat itu malah sudah 29 tahun.

Tapi pemilihan pemeran kali ini berbeda, Karena Tom Holland yang berperan jadi Spider-Man ketika syuting film ini usianya belumlah genap 20 tahun. Artinya cerita Spider-Man sesuai dengan kehidupan nyata pemerannya yang masih sama-sama remaja. Hal itu tentunya jadi nilai plus dari film Spider-Man yang terbaru ini. Sebab pemerannya yang juga masuk masa remaja bisa membuat pendalaman film ini benar-benar kelihatan seperti ada di dunia nyata.

Dan itu juga yang buat film Spider-Man kali ini layak banget ditonton. Dari segi wajah yang juga memang terlihat anak remaja banget, beberapa perilaku si peter parker kali ini beda dan cocok banget sama yang ada di dalam imajinasi kita selama ini pada saat membaca komiknya.

Hadirnya Sosok Teman Dekat Yang Bukan “Teman Biasa”

Jika dilihat dari trailer bagian kedua yang sudah di tonton kurang lebih 26 juta kali pada channel youtube milik Marve, identitas Peter Parker sebagai seorang superhero telah di ketahui, oleh sahabatnya bernama Ned Leeds yang dipernakan oleh Jacob Batalon.

Sahabatnya ini pulalah yang kemudian menjadi tempat Spider-Man berkeluh kesah tentang kehidupan superheronya. Ned Leeds pula yang bersama Perter Parker, mengutak-utik kostum pemberian Ironman itu.

Namun, daya tarik hadirnya tokoh sahabat ini tak berhenti sampai disitu. Karena penggemar komiknya tentu tak asing dengan tokoh Ned Leeds ini. Yup, sahabat peter parker inilah yang di kemudian hari akan menjadi musuh bebuyutan Spider-Man. Siapa tahu, Spider-Man: Homecoming jadi film pembuka hubungan pelik Peter Parker dan Ned Leeds.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dengan Cara Ini Kamu Bisa Menggunakan Kamera Smartphone Untuk Menghasilkan Foto Layaknya Fotografer Profesional

Dewasa ini, penemuan teknologi terus berkembang seiring berjalannya waktu. Penemuan demi penemuan dihasilkan demi mempermudah manusia beraktivitas. Dunia dalam genggaman rasanya bukan lagi bualan semata. Salah satu penemuan besar di dunia adalah handphone atau  smartphone yang menawarkan banyak kemudahan. Aplikasi canggih  dan juga kamera handphone rasanya sudah cukup untuk membingkai kisah indah dalam deretan foto yang apik. Saat ini smartphone memang sudah dibekali kamera mutakhir dengan hasil foto yang tak perlu diragukan lagi.  Hanya dengan menggunakan kamera smartphone dan trik tepat kamu  bisa menghasilkan foto yang indah. Masih belum percaya juga? Kamu bisa menjajal trik berikut!

Karena handphone yang kamu miliki berbeda dengan kamera DSLR, maka kamu perlu mempelajari beberapa hal ini dulu agar hasilnya tak kalah bagus!

Meskipun saat ini sudah banyak kelebihan yang diberikan produsen handphone untuk konsumennya dalam hal kamera, namun kamu juga harus ingat bahwa secanggih-canggihnya kamera handphonemu tentu masih memiliki banyak kekurangan jika dibandingkan dengan kamera profesional. Namun bukan berarti kamu tidak bisa menghasilkan foto seapik ketika menggunakan kamera profesional.  Kamu hanya perlu mempelajari komposisi pencahayaan pada kamera handphone-mu. Gunakan resolusi tertinggi saat memfoto sebuah objek agar tidak terpecah saat dizoom, serta pelajari waktu jeda shutter pada hpmu. Ketika kamu menguasai hal itu di handphone kameramu, kamu akan terlatih melakukan pengaturan dan bisa berfoto ria dengan hasil yang bisa menyamai kamera profesional.

Meskipun ada fasilitas zoom di kamera handphone kamu, sebaiknya hindari penggunaannya!

Kamera handphone yang kamu miliki cenderung memperkecil objek foto yang akan kamu ambil, berbeda dengan kamera profesional yang bisa menyamakan ukuran objek dari berbagai jarak. Karena perbedaan ini sebisa mungkin ketika kamu ingin memotret sesuatu menggunakan kamera di smartphone kamu dari jarak yang cukup. Sehingga objek bisa memenuhi frame tanpa menggunakan zoom, karena zoom akan menurunkan resolusi foto kamu secara keseluruhan. Hal itu akan mengakibatkan hasilnya menjadi tidak tajam dan pecah.

Pastikan pencahayaan yang tepat pada saat melakukan foto! Penting juga untuk  memperhatikan kebersihan lensa kamera handphone-mu!

Pencahayaan adalah kunci dari segala hasil foto, baik menggunakan kamera profesional ataupun kamera handphone-mu. Karena itu pastikan agar menyesuaikan cahaya yang tepat pada objek yang ingin kamu abadikan dengan kameramu. Pada saat kamu melakukan foto indoor, kamu bisa menggunakan flash yang tersedia di kamera handphone-mu, namun kamu perlu perhatikan bahwa jarak efektif flash itu 2-3 meter, jadi jangan terlalu berharap flash akan menerangi semua ruangan. Selain pencahayaan yang perlu kamu perhatikan adalah kebersihan dari lensa kamera handphone-mu, jika kamu perhatikan para fotografer profesional amat sangat memperhatikan kebersihan dari lensa-lensa kamera yang mereka miliki. Karena itu adalah salah satu hal penting jika ingin mendapatkan hasil yang jernih, hal itu juga berlaku bagi kamera handphone yang kamu punya. Bersihkan secara berkala agar kamera handphone-mu tetap besih. Saat kamu hendak mengambil foto suatu objek, pastikan handphone yang kamu pegang stabil sehingga hasil fotonya pun bisa fokus. Kalau sudah begini, kamu pun bisa mendapatkan hasil foto yang maksimal dari kamera handphone-mu.

Sudut yang tidak biasa akan membuat hasil fotomu sekeren fotografer berpengalaman

Jika kamu memperhatikan mengapa fotografer profesional memiliki hasil foto yang luar biasa bagus, bisa dipastikan sebagian besar foto yang mereka hasilkan diambil dari angel yang tidak terduga. Karena foto yang dibuat dari sudut pandang berbeda akan menciptakan hasil yang tidak terbayangkan sebelumnya. Untuk itu tidak ada salahnya jika kamu harus mulai berani mengambil foto suatu objek dengan berbagai angel yang tidak biasa untuk memberikan kesan khusus yang tidak biasa dilihat oleh mata manusia. Hal lain yang harus diperhatikan adalah jangan takut untuk memotret sesering mungkin, karena semakin sering kamu mengabadikan suatu objek maka naluri untuk mengambil suatu gambar akan semakin terasah. Semakin sering kamu memotret maka akan semakin ahli kamu membaca situasi yang bisa menjadikan hasil foto yang kamu miliki tidak kalah dengan fotografer profesional, meskipun yang kamu gunakan hanya kamera handphone.

Agar hasilnya semakin wah, pilihlah aplikasi edit foto yang bisa menambah nilai lebih fotomu!

Ada keuntungan lain yang kamu miliki ketika kamu foto di kamera handphone-mu, ketika kamu ingin mengeditnya, kamu tidak perlu memindahkan lagi ke laptop untuk bisa kamu edit. Ada berbagai macam aplikasi yang sekarang sudah tersedia untuk bisa kamu gunakan untuk mengedit fotomu. Pastikan aplikasi yang kamu download adalah aplikasi yang bagus dan akan membuat hasil fotomu tampak luar biasa. Gunakan filter yang pas dan sesuai dengan tema yang ingin kamu usung untuk fotomu, sehingga menunjang hasil foto yang kamu ambil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top