Feature

Rangga, Yang Kamu Lakukan Ke Saya Itu Jahat!

Film Indonesia mungkin tak kan pernah sama jika film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) tidak pernah di rilis tahun 2002 lalu. Berlebihan? Well, Buat mereka yang tak mengalami kerian dan hype film Ada Apa Dengan Cinta pertama mungkin sulit membayangkan seberapa besar film itu dahulu.

Namun sesungguhnya banyak hal yang menjadikan film ini bukan sekedar film Indonesia biasa dan lainnya. Yuk, adik-adik yang dulu belum merasakan keriaannya, kita ceritakan apa yang membuat film ini layak jadi legenda perfilman Indonesia.

Tanpa AADC, Saat ini Kamu Mungkin Hanya Bisa Menonton Pocong Yang Merindukan Kuntilanak

aadc poster

Sekarang ini film Indonesia memang juga belum jadi raja di negeri sendiri. Tapi 14 tahun lalu, kondisinya jauh lebih miris bikin kita mengelus dada. Seniman-seniman film ramai-ramai menyambangi televisi dan tak berani berjudi menggelontorkan budget besar untuk membuat layar lebar.

Boleh dibilang film yang memang layak tayang dan masuk kategori box office cuma ada satu setiap tahunnya. Iya cuma satu! Tahun 2000 ada film anak-anak Petualangan Sherina, kemudian 2001 film horor Jelangkung dan tahun berikutnya 2002 film Ada Apa Dengan Cinta.

Jadi jangan membayangkan kondisi seperti sekarang ketika kita bisa punya banyak sekali pilihan. Karena selain film macam AADC ini, kita hanya punya alternatif film-film horor sex berbudget rendah yang cuma layak tayang di situs-situs porno. Bisa dibilang AADC jadi penyelamat dunia perfilman Indonesia, dan mejaga semangat para sineas Indonesia. Simplenya, tanpa AADC kamu, aku, kita saat ini mungkin cuma bisa menonton pocong yang pacaran sama kuntilanak di layar lebar Indoensia.

AADC, Bikin Kita Penyuka Sastra Naik Level Jadi Selebriti

AADC Cinta

Dulu itu sastra macam puisi, prosa bahkan novel sekalipun seolah hanya milik kalangan tertentu. Daya tariknya tidak semasif seperti sekarang ini. Nah, film AADC harus diakui telah membuat masyarakat Indonesia lebih senang dengan puisi dan kawan-kawannya.

Hal ini juga diamini Aan Mansyur, yang dipercaya membuat puisi untuk film AADC 2 yang akan tayang. Menurutnya bagaimana pun AADC punya sumbangsih besar sekali membuat wajah puisi Indonesia seperti sekarang.

“Jadi orang tiba-tiba juga membaca puisi, anak-anak muda dulu atau orang dulu mungkin pikir puisi cuma yang tua-tua banget. Kita enggak membayangkan anak-anak muda bawa-bawa buku puisi, baca puisi. Terlibat di sini sekarang artinya membuat saya sebagai orang yang menulis puisi bisa lebih percaya diri,” terang Aan.

Rangga Menunjukan Jadi Keren Itu Tak Cuma Dominasi Anak Gaul, Anak Basket, Anak Band Dan Anak OSIS

aadc rangga

Yup, jalur kepopuleran anak remaja masa itu memang hanya didominasi ekskul basket, ekskul musik atau yang tergabung di OSIS. Sisanya hanya penghias buih-buih keramaian sekolah.

Namun karakter Rangga mendobrak semua itu. Ia yang hanya menonton dari pinggir ketika ada tanding basket. Ia yang hanya menonton tenang di dalam café penuh musik dan ia yang penampilannya berantakan berambut keriting bisa muncul sama kerennya dengan atlit basket berambut rapih dan pendek. Rangga jadi pahlawan anak-anak introvert yang lebih suka berdiam diri di kesunyian.

Tapi Cinta Membela, Bahwa Menjadi Anak Gaul Itu Tak Berarti Jadi Jahat

aadc cinta rangga

Karakter Cinta muncul sebagai antitesa rangga. Gambaran anak sekolah yang populer. Namun karakter ini menjadi penyeimbang citra buruk anak gaul yang cenderung negatif pada masa itu. Cinta bisa pergi ke café, bisa pergi ke konser musik namun di sisi lain bisa berbincang akrab dengan Mang Diman penjaga kebersihan sekolahnya.

Untuk mereka yang menilai negatif anak-anak gaul, Cinta kemudian bertanya:

“Oh udah bisa, baca pikiran anak-anak gaul kayak gue sama temen-temen gue?”

Rangga Dan Cinta Bikin Kita Kaget Karena Bisa Menonton Ciuman Sayang Di Layar Yang Begitu Besar

aadc cium

Lah khan adegannya cuma begitu saja, tidak juga menjurus seks? Jangan lah membayangkan keterbukaan sudah seperti sekarang. Ya, di masa itu film Indonesia sangat alergi dengan adegan sayang bin mesra. Beranjak dari era tahun 70-an, film-film 80 hingga 90-an tak lagi bisa menayangkan adegan-adegan kasih sayang. Umumnya film Indonesia mengganti adegan pelukan, ciuman dan sejenisnya dengan tayangan kain korden, vas bunga yang pecah, atau lainnya untuk menggambarkan kemesraan.

Tapi entah keberanian apa yang muncul di benak Miles production kala itu. Tiba-tiba di akhir film kita bisa melihat Rangga berpamitan dengan Cinta lewat ciumannya. Dan iya, itu ciuman bibir. Sontaklah dunia perfilman geger!

AADC Menunjukan Bahwa Film Remaja Juga Pantas Masuk Ruang-Ruang Diskusi

aadc adegan bandara

Film AADC memang masuk genre film remaja. Namun keseriusan menggarap film ini membuatnya layak masuk ke bedah-bedah film dan diskusi-diskusi di kampus. Film ini juga menang di festival film Indonesia untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik (Dian Sastrowardoyo), Sutradara Terbaik (Rudi Soedjarwo), Tata Musik Terbaik (Melly Goeslaw dan Anto Hoed), Film Pilihan Masyarakat, dan Skenario terbaik (Jujur Prananto, Rako Prijanto dan Riri Riza)

Ini di luar nominasi Film Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik (Nicholas Saputra), Pemeran Pembantu Pria Terbaik (Mang Diman), Pemeran Pembantu Wanita Terbaik (Ladya Cheryl).

Dalam sebuah diskusi di tahun 2002 di kampus UI, salah satu peserta dengan seriusnya bahkan sampai membedah kesalahan-kesalahan dalam film-film AADC. Misalnya bagaimana Rangga berjalan boarding ke kanan, sementara panah penunjuk boarding menunjukan ke arah kiri.

AADC Memberi Pelajaran Soundtrack Dan Scoring Bukan Hanya Tempelan Di Film

aadc musik

Setelah era film Badai Pasti Berlalu yang musiknya digarap Erros Djarot, atau film Catatan Si Boy yang soundtrack dinyanyikan Ikang Fawzi, rasanya sulit menemukan film Indonesia yang serius menggarap lagu-lagu untuk filmnya.

Namun tidak demikian dengan AADC. Melly Goeslaw ditunjuk jadi penata musiknya. Ia mengaku banyak mendengarkan dan menonton film Badai Pasti Berlalu. Lagu-lagu AADC tak sekedar ada untuk mengisi kekosongan. Melly muncul sebagai satu bentuk kekuatan dalam film ini. Untuk mereka yang menonton filmnya sulit rasanya tidak terpanggil kembali memorinya jika mendengarkan lagu-lagu AADC.

Rangga, Yang Kamu Lakukan Ke Saya Itu Jahat!

aadc 2 trailer

Dan setelah 14 tahun berlalu Miles Production kembali akan meluncurkan sekuel film ini pada 28 April nanti. Satu hal yang ingin aku ungkapkan

Rangga, yang kamu lakukan ke saya itu jahat! (Kenapa baru sekarang ada sekuelnya? Aku kan kangen!)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top